You are on page 1of 6

Saluran-saluran transformasi

Untuk mencapai keempat moda transformasi diatas ada beberapa saluran yang
dapat dilalui, yaitu :
a. Material
Penggunaan material bangunan dipilih berdasarkan konsekuensi bahwa material
tersebut dapat system struktur dan penataan fungsi. Konsekuensi ini menimbulkan
suatu penataan dan struktur yang berdasar material, misalnya system modular.
Namun pemilihan bahan juga dapat mempengaruhi tampilan arsitektur, misalnya
mengenai tekstur pada eksterior maupun interior, detil finishing dan sebagainya.
Namun begitu pemilihan material ini cenderung memilih yang paling gampang
didapatkan di daerah tempat karya tersebut dibuat.
Kriteria saluran transformasi ini adalah :
Tema : Material
Transformasi : - Penggunaan teknologi
- Eksplorasi sifat bahan
Alat : Bidang permukaan, tampak, massa
Tampilan visual : - Penonjolan tekstur bahan
- Penonjolan system konstruksi
- Penampilan sifat bahan
b. Pemalihan
Berdasarkan strategi pembentukannya, terdapat tiga macam transformasi, pertama
adalah strategi tradisional sebagai evolusi progresif dari sebuah bentuk melalui
penyesuaian langkah demi langkah terhadap batasan-batasan eksternal, internal
dan artistic.
Pembentukan kedua adalah dengan peminjaman dari objek-objek lain dan
mempelajari property dua dan tiga dimensinya sambil terus menerus mencari
kedalaman interpretasi dengan memperhatikan kelayakan aplikasi dan validitasnya.
Transformasi peminjaman ini adalah pemindahan rupa dan dapat pula
dikualifikasikan sebagai metaphor rupa.
Pembentukan yang ketiga adalah dekonstruksi atau dekomposisi, yaitu sebuah
proses dimana susunan yang ada dipisahkan untuk mencari cara baru dalam
kombinasinya dan menimbulkan sebuah kesatuan baru dan tatanan baru dengan
strategi structural dan komposisi yang berbeda. Dalam melakukan transformasi ada
empat tahapan yang dilalui untuk dapat mengakomodasi kepentingan perancang
dan klien. Pertama pernyataan visual dari keragaman pendekatan konseptual
terhadap permasalahan melalui semua dokumen. Kedua, evolusi terhadap ide-ide
untuk dapat memilih yang paling memuaskan semua pihak sebagai alternative
optimal dan dijadikan dasar untuk transformasi berikutnya. Ketiga adalah

simetri-asimetri . pemecahan (break). peminjaman. iklim. yaitu berkaitan dengan suatu tempat yang berada di luar lingkungan seseorang. metode konstruksi dan teknikteknik yang terdapat dalam tempat asing yang dirancang tersebut. Sedangkan eksotik metafisik memiliki eksotik konotasi negatif. pertautan (meshing). Terakhir adalah mengkomunikasikan hasil akhir dari suatu transformasi kepada orang lain sehingga dapat dibaca dan dipahami. Penggunaan ini merupakan penggunaan secara bersamasama untuk membentuk sebuah komposisi tanpa menghilangkan sifat asli dari . material. bentuk Transformasi : Evolusi tradisional. penumpukan (stracking). Kompleksitas dan kontradiksi Dalam kompleksitas dan kontradiksi bahan mentah yang ditransformasikan dapat bermula dari aspek kesejarahan ataupun seni-seni popular. Sedangkan alat yang digunakan akan lebih sering menggunakan elemen-elemen yang biasa dikenal atau elemen-elemen konvensional. kemudian diterima dan dibangun. pergeseran (friction). Kriteria saluran transformasi ini adalah : Tema : Keganjilan fenomena. symbol d. detil Tampilan visual : Suasana. perpaduan Alat : Site. Kriteria saluran transformasi adalah : Tema : Fungsi.irregular c. Eksotik secara fisik mempunyai konotasi geografik.Regular. penambahan (addition). bentuk permukaan. pertama adalah eksotik dalam hal fisik dan yang kedua adalah eksotik dalam metafisik. pengumpulan ( accumulation).transformasi alternative sebagai optimalisasi dari keseluruhan dan bagian-bagian sebuah objek. pembagian (segment). semakin jauh semakin kuat daya eksotiknya. pengirisan (cut). Eksotik dan multicultural Eksotik memiliki dua pengertian. warna atau kegunaan atau yang lain yang beraneka. sejarah Transformasi : Peniruan. menghilangkan orientasi atau membuat rusak pribadi seseorang. penembusan (penetration). pertautan budaya. mengacaukan pikiran. pemindahan rupa. Secara sederhana kompleksitas arsitektur ditandai dengan adanya penggunaan elemen-elemen baik itu dalam wujud bidang. material. Oleh karena itu dalam karya rancangan harus dapat memuat pemahaman tentang masyarakat. bentuk. dekonstruksi. Eksotik metafisik untuk menjaga sesuatu dari kejauhan. Alat : Massa. penjalinan (interlacking). detil Tampilan visual : .

Seperti adanya kompleksitas bentuk atau both-and dan kompleksitas fungsi atau double function. Penggunaan aspek budaya. tampak. Kriteria saluran transformasi ini adalah : Tema : Bangunan sejarah. telah melalui controversial sejarah dalam arsitektur. .elemen-elemen dasar tersebut. Sekalipun karya yang dihasilkan akan bersifat eklektik namun hal ini dapat dicapai dengan unsure-unsur kontekstual dengan mempertimbangkan makna primordialnya. Penggunaan historicism harus meliputi referensi sejarah yang benar. pengironian Alat : . Mimesis. seni popular Transformasi : Pembaruan. Historicism dan preseden Batasan kreasi pada bangunan dalam bingkai historicism adalah perolehan pengetahuan dari budaya. Preseden dari waktu yang telah lewat mungkin tidak lagi relevan dengan budaya sekarang atau dengan faktor lain di jaman sekarang. Imagery. Kriteri saluran transformasi ini adalah : Tema : Elemen bangunan sejarah.Elemen-elemen yang telah biasa dikenal Tampilan visual : Simbolik e. primordial f. Untuk itu perlu dihindari karya-karya yang bersifat tiruan dan jiplakan supaya terhindar pula dari karya-karya yang berapresiasi rendah. Literality Terdapat sebuah dugaan dalam Arsitektur bahwa peniruan tidak dapat menciptakan kreatifitas. Peniruan adalah sebuah konsep peminjaman dan asal mula. Namun jika elemen-elemen dasar tersebut telah mampu melebur menjadi suatu bentuk jadian yang berubah dari sifat dasarnya. Bentuk-bentuk transformasi yang memungkinkan antara lain merupakan penerapan kaidah-kaidah tersebut. kontekstual. teknologi dan filosofi. Untuk itu setiap budaya harus diposisikan dalam bingkai waktu tertentu. Walaupun begitu menghindari preseden dalam waktu tertentu akan dapat menghilangkan proses desain pada kesempatan evolusi yang baik. teknologi dan filosofi dimana harus memiliki referensi sejarah yang benar dan preseden yang tepat. maka bukan sekedar kompleksitas yang terjadi terjadi tetapi lebih merupakan sebuah kontradiksi.Elemen-elemen bangunan konvensional . suasana Tampilan visual : Eklektik. artefak Transformasi : Evolusi Alat : Denah.

Sedangkan yang ketiga adalah metaphora kombinasi dari keduanya yaitu antara konsep dan visual saling tumpang tindih sebagai resep dari titik awal dan visual digunakan untuk mengawasi nilai. yaitu penciptaan konsep. peminjaman. Metaphora Kekuatan metaphor akan menjadi bantuan dasar bagi imajinasi karena memungkinkan untuk pengujian dan pengembangan imajinasi dan fantasi perancang.Kombinasi Tampilan visual : Kemiripan visual. Dari ketiga metaphora tersebut dapat dibedakan lebih jauh lagi didasarkan pada kekuatan masing-masing situasi dengan tujuan dari evaluasi kritik atau latar belakang tujuan desain. metaphora yang tidak dapat diraba. kondisi manusia atau jumlah kasus.Tidak dapat diraba ( ide. yaitu mitasi dengan dasar imajinasi spesifik tidak dapat dilarang. Secara luas metaphora dapat dikategorikan dalam tiga hal : pertama. Karya yang baik akan mengangkat arsitektur ke tingkat mimetic art yang lain sebagai bagian yang esensial dalam hidup dan membuang literality dan devirasi yang dangkal. derivasi Alat : Massa. ide. yang perlu diantisipasi adalah seorang Arsitek salah memperkirakan potensi perasaan untuk merasakan dan melihat konsep-konsep diluar interpretasi yang dimaksud karena pada kenyataannya apa yang terlihat sering menutupi apa sebenarnya. Dengan demikian metaphora ini akan menjadi resep tambahan yang memperluas dan memperdalam kemampuan fantasi dan imajinasi perancang. derivasi sampai eklektisasi. Tidak dapat disangkal bahwa kemungkinan eksplorasi desain dapat melalui imitasi. Kedua adalah metaphora yang dapat diraba yaitu mengacu pada beberapa visual atau sifat material seperti sebuah rumah yang berupa kastil. tampak Tampilan visual : . material) . style Transformasi : Peniruan. kondisi manusia) .Kemiripan visual . simbolik . konsep.Penonjolan makna haarfiah g.Dapat diraba (tampilan visual. Kriteria saluran transformasi ini adalah : Tema : Apa saja Transformasi : Pengkiasan / Metaphora Alat : .Kreatifitas dalam interpretasi literal. Krieteria saluran transformasi ini adalah : Tema : Elemen morfologi.

dekonstruksi Alat : Massa. seringkali seperti mencari Tuhan. Geometri Berkaitan dengan kreatifitas arsitektural geometri memiliki daya tarik tersendiri. denah Tampilan visual : di luar pandangan umum manusia i. Kriteria saluran transformasi ini adalah : Tema : Pemikiran prasangka Transformasi : Pembalikan. Sementara yang lain masih menunjukan kelemahan manusiawi yang seringkali terlupakaan dan tidak seorangpun mengetahui siapa yang menemukan garis agung dan bentuk terbalik. blank box. pembelokan. pemejalan. kolektif memori dan perilaku. Paradoks Paradoks sesungguhnya merupakan sebuah saluran untuk keabadian. kesesuaian dan ketidaksesuaian setiap bagian dengan keseluruhan bangunan mendapat perhatian dalam porsi yang besar. Bentuk-bentuk geometri tertentu dapat menghasilkan struktur dan simbolisme karena pembahasan segi estetika bukan pada bentuk mana yang paling tepat tetapi mengenai kehalusan penerapannya. Sub elemen ketinggian. Poetry dan literature Apresiasi terhadap suatu karya dan variasi konsep dari grup satu ke grup lain. Geometri menawarkan kesiapannya untuk melayani kreatifitas yang kuat karena tidak peduli apa yang terjadi. Kriteria saluran transformasi ini adalah : Tema : Bentuk-bentuk geometri Transformasi : Peningkatan dimensi. pengosongan Alat : Massa Tampilan visual : Grid monotonic. bidang dan volume j. Paradoks adalah saluran yang paling diminati untuk kreativitas. tampak. Hal ini diartikan sebagai tingkatan yang ironis yang didalamnya berisi humor dan pada saat subjek menjadi duniawi. dari budaya satu kebudaya lain akan berbeda dalam mental image. Sehingga rangsangan aspirasi dari poetry dan literature ini secara umum dapat dibedakan .h. Elemen-elemen bangunan yang kelihatan. Dimulai dari Plato yang merupakan tokoh pertama yang mengungkapkan unsur kepastian dan hokum-hukum yang mengatur zat padat sebagai zat padat Platonik. Berdasarkan sejarah paradoks telah dikembangkan sebagai sebuah arti untuk mengkritik dan untuk menggambarkan sebuah titik kritis yang menyarankan jalan alternatif dalam menjalankan sesuatu. Watak negative dan positif penerima dari poetry dan literature akan sangat berguna sebagai makna untuk rangsangan idea atau aspirasi arsitektural.

struktur. bahasa suatu poetry atau leteratur Transformasi : Penggambaran. puisi ataupun easy yang sebelum atau sesudahnya telah dilanjutkan untuk catatan pribadi ataupun untuk dipublikasikan. pengkiasan Alat : Tampak. situasi Tampilan visual : Penekanan wujud dan bentuk . Arsitek mencatat ideidenya dan menjadikannya tulisan secara sistematik baik dalam wujud fiksi. kedua adalah kasus inspirasi ketika arsitek di ilhami oleh suatu bacaan yang dia baca dan termotifasi untuk menulis. Pertama inspirasi langsung yaitu interpretasi literal dari penggambaran lingkaran kerja literature . massa. Kriteri saluran transformasi ini adalah : Tema : Cerita.menjadi dua.