You are on page 1of 52

LAPORAN KASUS

LUKA BAKAR (COMBUTIO)

Di susun oleh :
Yogta Wirahayu Setya Ningrum

Pembimbing:
dr. Achmad Haryadi, Sp.B
Kepanitraan Klinik Ilmu Bedah
RSUD Ciamis

Identitas Pasien




Nama
:
Umur
:
Jenis kelamin :
Alamat
:
Tanggal masuk :

F
13 bulan
Laki-laki
Ciamis
18 Januari 2016

Anamnesa
Keluhan Utama : Luka Bakar
Riw. Penyakit Sekarang : Os datang ke IGD RSUD
Ciamis dengan keluhan luka bakar yang dialami sejak
1 hari yg lalu akibat tersiram air panas pada bagian
kaki kanan dan kiri. Nyeri (+), kemerahan dan
kehitaman (+), lesi beri cairan (+), pingsan (-), mual
(-), muntah(-), sesak (-)
Keluhan
mengeluh

tambahan :
os demam (+)

Selain

itu

keluarga

os

Pemeriksaan Fisik


Keadaan Umum
sedang
Kesadaran
Vital sign



Tekanan Darah
Nadi
Respirasi
Suhu

: Tampak sakit
: Compos mentis
: (-)
: 98

x/menit
: 30
x/menit
: 37,8



Status Gizi
Umur 13 bulan dengan BB 10 Kg
(Umur/ 2 ) + 4 = (13/2)+4 = 6,5 + 4=
10,5 kg
Kesan : Gizi baik

Pemeriksaan Fisik (Primary
Survey)

Airway
: Bebas
Breathing
: Spontan, Frekuensi nafas 30x/
menit,
regular, tipe thoracoabdominal .
Circulation
: Akral hangat, CRT < 2”, frek nadi
92x/menit. Perubahan warna kulit : Tandatanda luka bakar di ekstremitas inferior derajat II
 Curigai adanya
Tanda hipovolemi dan
gangguan
keseimbangan cairan elektrolit
Disability : GCS : 15, E4 M6 V5

Secondary Survey
Status Generalis
 Bentuk kepala :
Normochepali
 Mata
:
conjungtiva anemis (-/-),
sklera ikterik
(-/-),pupil bulat isokor,
refleks cahaya (+/+)
 Hidung
: pernafasan cuping hidung (-),
mukosa hiperemis (-), sekret(-)
 Mulut
: Sianosis (-), perdarahan gusi (-),
lidah kotor (-)
 Telinga
: otorhea (-)





Leher
JVP
: Peningkatan JVP (-)
KGB
: Pembesaran KGB (-)
Tiroid
: Pembesaran tiroid (-)
THORAX
Inspeksi :Normocheast,
simestris,
retraksi
interkostal (-)
Palpasi :Vokal fremitus =simetris (KA=KI)
Perkusi : Sonor kedua lapang paru
Auskultasi
:vesikuler breathing sound
(+/
+),suara
tambahan ronkhi (-/-), Wheezing (-/-)

Pemeriksaan Jantung :
•Inspeksi : tidak tampak iktus kordis
•Palpasi : tidak teraba iktus kordis
•Perkusi :
- Batas atas     :  Intercostalis II
parasternal kiri
- Batas Kanan  :  Intercostalis IV garis
parasternal
kanan
- Batas Kiri      :  Intercostalis IV garis
midclavicula
kiri
•Auskultasi : bunyi jantung I-II murni
reguler, murmur (-),
gallop (-)

Pemeriksaan Abdomen
•Inspeksi : simetris, datar, benjolan (-)
•Auskultasi
: bising usus (+) normal
•Palpasi : massa (-) nyeri tekan seluruh
lapang
perut (-), supel
•Perkusi : tidak nyeri tekan, timpani (+)
Pemeriksaan ekstremitas Superior
•Look
: deformitas (-) oedem (-)
sianosis (-)
•Feel
: nyeri tekan (-) krepitasi (-)
turgor kulit
baik
•Move
: gerak aktif dan pasif tidak
terhambat

Status lokalis
Regio Ekstremitas Inferior
Inspeksi : tampak luka bakar grade II A- IIB
Oedem (-), bula (+),
hiperemis (+),
Kehitaman
(+), pengelupasan kulit (+)
Palpasi
: Nyeri tekan (+), akral hangat (+)
Test tekan/Jarum  Hiperalgesia (+)
Penentuan % Luka Bakar dengan metode
telapak tangan  12 %

RESUME
Seorang bayi usia 13 bulan datang dengan keluhan
luka bakar di bagian kaki kanan dan kiri nya sejak 1
hari yang lalu akibat tersiram air panas. Nyeri (+),
hiperemis (+) dan kehitaman (+), bula(+), pingsan
(-), mual (-), muntah(-), sesak (-). Selain itu ibu os
mengeluh os demam (+). Dan os sudah di bawa ke
tempat tradisional dan diberikan dedaunan yang di
bakar pada daerah luka.

Pemeriksaan Fisik


Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran
: Compos mentis
Vital sign



Tekanan Darah
Nadi
Respirasi
Suhu

: (-)
: 98

x/menit
: 30
x/menit
: 37,8

Status Lokalis
Regio Ekstremitas Inferior
Inspeksi : tampak luka bakar grade II A- IIB
Oedem (-), bula (+), kemerahan (+),
Kehitaman (+), pengelupasan kulit (+)
Palpasi
: Nyeri tekan (+) , akral hangat (+)
Test tekan/Jarum  Hiperalgesia (+)
Penentuan % Luka Bakar dengan metode
telapak tangan  12 %

Diagnosis Kerja

Luka Bakar Grade IIA-IIB (luka
bakar sedang) dengan presetase
luas luka 12 %

Usulan Pemeriksaan Lab

Darah Lengkap ( HB, Ht, Leukosit,
Trombosit)
Elektrolit

Usulan Terapi
1. Primary Survey
a. Airway : pch (-), sianosis (-)  Clear
b. Breathing : Ventilasi dan O2 (baik)  Clear
c. Circulation :
- Menilai warna kulit : Tanda-tanda luka
bakar
di
ekstremitas inferior derajat IIA-B
Tanda hipovolemi dan gangguan keseimbangan
cairan
Pengelolaan Rehidrasi dengan rumus Baxter
dan pengambilan sampel darah
d. Disability
:
Kesadaran : compos mentis dengan GCS 15 . E4 V6

Terapi Rehidrasi
+Rumus
holidayBaxter
segar : (%)x
BBx 4 ml

12 %x 10 Kg x 4 ml = 480 ml + (10 kgx 100
ml= 1000) = 1480: 2 = 740 ml
Menggunakan RL (kristaloid)
Hari pertama :
C
Untuk 8 jam pertama :
T
T =740x 60 = 92 tpm
M
8 x 60

Untuk 16 jam selanjutnya :
T = 740 ml x 60 = 46 tpm
16 jamx 60

Hari Ke dua : ½ jumlah cairan hri pertama
1480:2= 740 ml
T = 740 x 60 = 30 tpm
24jam x 60

Hari ke 3 dst
½ hari ke 2 740:2 = 340 ml
T = 340 x 60 = 14 tpm
24x60

2. Pembersihan luka
-

-

Guyur LB dengan NaCl juga untuk membersihkan
kotoran-kotoran pada luka (dedaunan yang
di bakar dan di tempel pada daerah luka)
Pembuangan jaringan yang mati seperti kulit yang
mengelupas
Clear

Prinsip : Control Infection

3. Pemberian
antimikroba topikal
Rekomendasi : MEBO (Moist Exposed Burn Ointment)
Indikasi : untuk mengobati luka bakar, scalds, dan luka
bakar kimiawi
1. Komponen Pengobatan :
 beta
sitosterol, bacailin, berberine Yang mempunyai
efek :
 Analgesik, anti-inflamasi, anti-infeksi pada luka bakar
dan mampu mengurangi pembentukan jaringan parut.
 2.
Komponen Nutrisi : amino acid, fatty acid dan
amylose, yg memberikan nutrisi untuk regenerasi dan
perbaikan kulit yg terbakar.
Dosis : 6-12 jam , biarkan luka terbuka dengan pengolesan
salep

4. Pemberian Antibiotik
5. Kontrol Rasa Nyeri dan  demam
Pemberian NSID
Paracetamol anti piretik dan analgesik
tetapi sifat anti inflamasinya sangat rendah.
6. Kontrol Luka setiap hari Penanganan Luka
7. Pasien di rawat inapkan
8. Pemberian Nutrisi

Edukasi

Jauhkan anak-anak dari oven dan pemanggang.
Ciptakan zona larangan di sekitarnya untuk anak-anak
Jauhkan  makanan dan minuman panas dari
jangkauan anak-anak. Jangan pernah membawa
makanan panas dan minuman panas dengan satu
tangan dengan ketika ada anak-anak di sekitar anda
Jauhkan dan simpan bahan kimia (pemutih, amonia)
yang dapat menyebabkan luka bakar kimia.
Simpan korek api, lilin jauh dari jangkauan. Jangan
pernah biarkan lilin menyala tanpa pengawasan.
Jauhkan anak dari pemanas ruangan, radiator, tempat
yang berapi



Perawatan Luka di rumah
Habiskan antibiotik
Kaki tetap dalam kondisi lurus tidak
boleh melipat karena ditakutkan
pertumbuhan kulit menempel pada
daerah belakang lutut
Teruskan penggunaaan salep
antimikroba hingga 2 minggu ke depan
setelah waktu sembuh luka (14 hari)

Prognosis
Quo ad vitam
: ad bonam
 Quo ad Funcionam
: ad bonam
 Quo ad sanationam : dubia ad
bonam

Tinjauan Pustaka
LUKA BAKAR
(COMBUTIO)

Etiologi

Faktor Predisposisi

Kecelakaan kerja
Pemakaian kosmetik berbahan kimia
berbahaya
Kelalaian saat kerja

Anatomi Kulit

Fase pada luka bakar

Klasifikasi Luka Bakar
(berdasarkan kedalaman luka)


Derajat 1 ( Supperficial
Burns )
Kerusakan terbatas pada
bagian superficial
epidermis
Kulit kering, hiperemis,
berupa eritem
Tidak dijumpai bula
Nyeri karena ujung-ujung
saraf sensorik teriritasi
Penyembuhan spontan
dlm waktu 5-7 hari

Derajat II ( partial Thicnes
Burns)
• Dibedakan menjadi 2 bagian
:
a. Derajat II dangkal
(superficial)
- Jaringan rusak sebagian
dermis terlepas
- Adanya bula (gelembung
berisi cairan plasma)
- Sangat nyeri, hiperemis
pada lesi
- Waktu sembuh 7-14 hari

Derajat II dalam (deep)
- Jaringan rusak dermis
- Eritem dan kel
keringat utuh
- Sembuh dengan
sikatrik
- Waktu sembuh 14-20
hari


Derajat III ( Full
Thickess burns)
Kerusakan meliputi
seluruh tebal dermis
dan lapisan yang lebih
dalam
Folikel rambut, kel
keringat, kel sebasea
mengalami kerusakan
Tidak dijumpai bula
Kulit terbakar
berwarna abu-abu dan
pucat dan gosong
Waktu penyembuhan
>21 hari


Derajat IV
Luka derajat
ini bisa
meluas hingga
mencapai
organ di
bawah kulit
seperti otot
dan tulang

Klasifikasi Luka Bakar
( Berdasarkan luasnya)

Perhitungan luas luka bakar berdasarkan
Rule of Nine oleh Wallace

Perhitungan luas luka bakar
menurut Lund and Browder

Metode telapak tangan

Lebar telapak tangan pasien sebesar 1
% = luas permukaan tubuh

Klasifikasi Luka Bakar
Menurut American Burn Associatio
( Berdasarkan ringanLuka Bakar
Luka Bakar
Luka Bakar Berat
beratnya)
Ringan
Sedang
A. Derajat II,
terbakar <15%
area permukaan
tubuh pada
dewasa
B. Derajat II,
terbakar <10%
area permukaan
tubuh pada
anak-anak
C. Derajat III,
terbakar <2%
area permukaan
tubuh.

A. Derajat II,
terbakar 1525% area
permukaan
tubuh pada
dewasa
B. Derajat II,
terbakar 1020% area
permukaan
tubuh pada
anak-anak
C. Derajat III,
terbakar <10%

A. Derajat II, terbakar
>25% area
permukaan tubuh
pada dewasa
B. Derajat III, terbakar
>25% area
permukaan tubuh
pada anak-anak
C. Derajat III, terbakar
>10% area
permukaan
D. Mengenai tangan,
muka, mata,
telinga, kaki atau
perineum
E. Dengan cedera

Kriteria masuk Rumah Sakit
1.
2.
3.

4.

5.
6.

Luka Bakar derajat III > 5 %
Luka Bakar derajat II > 10 %
Luka Bakar derajat II dan III yang melibatkan
area kritis (wajah, tangan , kaki, genital,
perineum, kulit di atas sendi utama) resiko
signifikan untuk masalah kosmetik dan
kecacatan fungsi
Luka Bakar signifikan akibat bahan kimia,
listrik, petir, adanya trauma mayor lainnya
seperti ( fraktur, laserasi yang luas, atau
trauma tumpul pada dada dan abdomen)
Adanya trauma inhalasi
Penderita berusia <2 tahun dan >70 tahun

Pemeriksaan Penunjanjang
Laboratorium
 Darah rutin (Hb, Ht, Leukosit, Trombosit)
 Fungsi Ginjal Ureum dan Kreatinin
 Fungsi Hati  SGOT dan SGPT
 Elektrolit
Radiologi :
 Foto Thorax

Penatalaksanaan

Resusitasi Cairan

-

-

-

Cara Baxter
Menggunakan cairan RL
Rumus : Luas Luka Bakar (%)x BBx 4 ml
Bila pada anak + Rumus holiday segar
Hari pertama  ½ jumlah cairan yang diberikan
dalam 8 jam pertama , sisanya berikan dalam 16
jam berikutnya
Hari ke dua  ½ jumlah cairan hari pertama
Hari ke tiga  ½ jumlah cairan hari ke dua
Bila dijumpai cedera inhalasi maka kebutuhan
cairan 4ml ditambah 1% dari kebutuhan
Pengawasan kecukupan cairan yang diberikan
dapat dilihat dari produksi urin yaitu pada dewasa
0,5-1,0 cc/kg/jam dan pada anak 1,0-1,5 cc/kg/jam


Pemberian ANTIMIKROBA
Prinsip : mencegah kuman menembus ke
dalam jaringan yang lebih dalam kemudian
menginvasi ke pembuluh darah dan
mengakibatkan infeksi sistemik yang dapat
menyebabkan kematian.
Silver sulfadiazine, Mafenide acetate, Silver
nitrate, Povidone-iodine, Bacitracin (biasanya
untuk luka bakar grade I), Neomycin,
Polymiyxin B, Nysatatin, mupirocin , Mebo.

Komplikasi

Prognosis

Prognosis pada luka bakar tergantung dari
derajat luka bakar, luas permukaan badan
yang terkena luka bakar, adanya komplikasi
seperti infeksi dan kecepatan pengobatan
Luka bakar minor dapat sembuh 5-10 hari
tanpa adanya jaringan parut. Luka bakar
moderate dapat sembuh 10-14 hari dan
mungkin dapat menimbulkan luka parut.
Jaringan parut akan membatasi gerakan dan
fungsi. Dalam beberapa kasus, pembedahan
dapat diperlukan untuk membuang jaringan.

Referensi

Win De jong. 2005. BAB 3 : Luka, Luka Bakar :
Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. EGC. Jakarta
David, S. 2008. Anatomi dan Fisiologi Kulit dan
Penyembuhan Luka. Dalam : Surabaya Plastic
Surgery
James M Becker. Essentials of Surgery. Edisi 1.
Sauders Elsevier. Philadelphia
Gerard M Doherty. Current Surgical Diagnosis
ant Treatment. Edisi 12. McGraw- Hill
Comppanies. New York
Jerome FX Naradzay.http://
www.emedicine.com/med/Burns, Thermal.
November 2006