You are on page 1of 14

REFRAT URTIKARIA

Tugas Mandiri Ilmu Kesehatan Anak

Moderator :
Dr. Kishore R.J. Siswan, SpA
Pembimbing:
Dr. Huiny Tjokrohusada, Sp.A

Disusun Oleh :
Bunga Indah Kalqausari
201.311.184

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
JAKARTA
2009

rasa tersengat atau tertusuk. Untuk timbulnya peristiwa ini dibutuhkan syarat yaitu adanya zat alergen. Urtikaria ialah reaksi di kulit akibat bermacam-macam sebab. meninggi di permukaan kulit serta disertai keluhan gatal. Rasanya hampir semua orang tahu apa itu alergi atau setidaknya pernah merasa dirinya terserang alergi. Di Indonesia. sel pertahanan tubuh dalam hal ini imunoglobulin E. dan organ kardiovaskular. sel mast dan basofil. Urtikaria merupakan reaksi vaskular di kulit akibat bermacam-macam sebab. 1. Keadaan ini merupakan masalah untuk penderita. ternyata pengobatan yang diberikan kadang-kadang tidak memberi hasil seperti yang diharapkan. Urtikaria juga kadang dikenal sebagai hives. Alergi adalah semacam reaksi pertahanan diri yang dilakukan terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. saluran cerna. Walaupun patogenesis dan penyebab yang dicurigai telah ditemukan. biasanya ditandai dengan edema (bengkak) setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan.yaitu : Urtikaria akut yang timbul mendadak dan hilang dengan cepat serta urtikaria kronis yang timbul berulang-ulang atau berlangsung tiap hari selama lebih dari 6 minggu. Keluhan subyektif biasanya gatal. kaligata. juga dapat mengenai saluran napas. biasanya timbul secara mendadak (akut karena pengeluaran histamin yang mengakibatkan pelebaran pembuluh darah dan ditandai dengan adanya edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan. Bahkan karena seringnya timbul kejadian ini dikatakan hampir seperempat jumlah penduduk di dunia pernah mengalaminya. urtikaria dikenal dengan nama lain biduran atau kaligata. meninggi di permukaan kulit. Salah satu gejala alergi yang paling sering ditemukan adalah urtikaria. dapat di submukosa. diikuti dengan rasa gatal. berwarna pucat dan kemerahan. terutama rasa gatal. nettle rash.2. dan urtikaria kronik ditandai dengan bengkak yang edema.PENDAHULUAN Kita sering mendengar tentang alergi. atau di subkutis. Oleh orang awam keluhan ini juga sering disebut biduran atau kaligata. maupun dokter.papul atau plak pada kulit. Dalam perjalanan penyakitnya dikenal 2 macam urtikaria. Tak jarang bahkan untuk sebuah keluhan yang belum pernah dialaminya. Alergi merupakan salah satu keluhan yang paling sering diungkapkan. berwarna pucat dan kemerahan. Urtikaria merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai. sekitarnya dapat dikelilingi halo. rasa tersengat atau tertusuk. biduran. Sedangkan angioedema atau angioneuretik edema adalah urtika yang mengenai lapisan kulit yang lebih dalam daripada dermis. sebuah keluhan berupa munculnya bentol-bentol berwarna kemerahan di permukaan kulit yang disertai rasa gatal.3 . orang langsung menuduh alergi sebagai penyebabnya.

dan alkohol. Makanan berupa protein atau bahan yang dicampurkan ke dalamnya seperti zat warna. umumnya akibat reaksi imunologik. Contohnya ialah aspirin. yaitu tipe I atau II. Aspirin menimbulkan urtikaria karena menghambat sintesis prostaglandin di asam arakidonat. pada beberapa kasus urtikaria terjadi setelah beberapa jam atau beberapa hari setelah mengkonsumsi makanan tersebut. misalnya opium dan zat kontras.2 Penyebab makanan ini yang paling sering menimbulkan alergi urtikaria pada anak-anak. Obat Bermacam obat dapat menimbulkan urtikaria. sepalosporin. dan serangga lainnya menimbulkan urtika bentuk papular di sekitar tempat gigitan. secara imunologik terdapat 2 tipe. udang. diuretik. kacang. kepinding. Kedua jenis kelamin dapat terkena namun lebih sering pada wanita usia pertengahan.1. Urtikaria kronik idiopatik 2 kali lebih sering pada wanita dari pada laki-laki. ikan. atau bulan. susu dan produk susu. arbei. antara lain : 1. biasanya dapat pula mengaktifkan komplemen. 1.2 . agaknya hal ini lebih banyak diperantarai oleh IgE (tipe I) dan tipe seluler (tipe IV). obat anti inflamasi non steroid. telur. Sedangkan pada bayi yang paling sering yaitu. Gigitan atau sengatan serangga Gigitan atau sengatan serangga dapat menimbulkan urtika setempat. tepung. misalnya griseovulfin. coklat. minggu. Bahan fotosenzitiser Bahan semacam ini.2. telur. Makanan Peranan makanan ternyata lebih penting pada urtikaria akut. 1. penisilin. Diduga penyebab urtikaria bermacam-macam. Tetapi venom dan toksin bakteri. Hampir semua obat sistemik menimbulkan urtikaria.2 2. dan buah-buah sitrus (jeruk). sering menimbulkan urtikaria alergika. Sedangkan obat yang secara non-imunologik langsung merangsang sel mast untuk melepaskan histamin.4 3. atau bahan pengawet.EPIDEMIOLOGI Urtikaria dapat terjadi pada semua ras. penyedap rasa. fenotiazin. 1.2 4. buah beri. 1.3 ETIOLOGI Pada penyelidikan ternyata hampir 80% tidak diketahui penyebabnya. bahan kosmetik. Urtikaria akut lebih sering terjadi pada anak-anak sedangkan urtikaria kronik lebih sering terjadi pada orang dewasa. sulfonamid. Nyamuk. dan sabun germisid sering menimbulkan urtikaria. baik secara imunologik maupun non-imunologik. biasanya sembuh sendiri setelah beberapa hari. Makanan yang paling sering menimbulkan urtikaria pada orang dewasa yaitu. kerang. keju.

reaksi lebih sering disebabkan reaksi kompleks antigen-antibodi. misalnya infeksi bakteri. dan bahan kosmetik. ternyata suhu kulit dan ambang rangsang eritema meningkat. ikat pinggang. leukositoklast vaskulitis. yaitu goresan. spora jamur.1. Contoh penyakit sistemik yang sering menyebabkan urtikaria yaitu. Keadaan ini disebabkan bahan tersebut menembus kulit dan menimbulkan urtikaria. walaupun jarang menunjukkan penurunan autosomal dominan. jamur. misalnya insect repellent (penangkis serangga). Kontaktan Kontaktan yang sering menimbulkan urtikaria ialah kutu binatang. pada percobaan induksi psikis.1. Trauma Fisik Trauma fisik dapat diakibatkan oleh . penyakit serum. bulu binatang.2 8.5. virus. infeksi gigi dan sinusitis. 1. umumnya lebih mudah menimbulkan urtikaria alergik.1.Infeksi jamur kandida dan dermatofit sering dilaporkan sebagai penyebab urtikaria. Infeksi parasit biasanya paling sering pada daerah beriklim tropis. hipetiroid. 1. sistemik lupus eritematosa (SLE). limfoma.Infeksi virus hepatitis. Karena itu pada urtikaria yang idiopatik perlu dipikirkan kemungkinan infeksi virus subklinis. Genetik Faktor genetik juga berperan penting pada urtikaria. karsinoma. penyakit tiroid autoimun. radiasi. cacing tambang. yakni berenang atau memegang benda dingin. buah-buahan.Faktor dingin. air yang menetes atau semprotan air. mononukleosis dan infeksi virus coxsackie pernah dilaporkan sebagai faktor penyebab. dan panas pembakaran. Infeksi cacing pita.2 6.Faktor tekanan. tumbuh-tumbuhan. debu.1. serbuk tekstil. polisitemia . Fenomena ini disebut dermografisme atau fenomena darier.Infeksi oleh bakteri contohnya pada infeksi tonsil. Infeksi dan infestasi Bermacam-macam infeksi dapat menimbulkan urtikaria. Psikis Tekanan jiwa dapat memacu sel mast atau langsung menyebabkan peningkatan permeabilitas dan vasodilatasi kapiler. maupun infeksi parasit. penyakit rheumatoid arthritis. air liur binatang. dan aerosol.2 7. .2 9.2 10. . asap. Penyelidikan memperlihatkan bahwa hipnosis menghambat eritema dan urtika. . Penyakt sistemik Beberapa penyakit kolagen dan keganasan dapat menimbulkan urtikaria. Inhalan Inhalan berupa serbuk sari bunga (polen). cacing gelang juga Schistosoma atau Echinococcus dapat menyebabkan urtikaria.Faktor panas. bahan kimia.2 11. . pakaian ketat. . misalnya sinar matahari.

• Berdasarkan morfologi klinis . . demam reumatik.Urtikaria papular bila berbentuk papul. 1. Biasanya terjadi pada anak kecil. atau berlangsung selama 4 minggu tetapi timbul setiap hari.Urtikaria akut. dan reaksi transfusi darah.Urtikaria lokal . bila serangan berlangsung kurang dari 6 minggu.2 KLASIFIKASI Terdapat beberapa penggolongan urtikaria • Berdasarkan lamanya serangan berlangsung .vera (urtikaria akne-urtikaria papul melebihi vesikel). umumnya pada ekstremitas dan tempat-tempat lainnya yang terpajan pada gigitan serangga Urtikaria bentuk papul akibat gigitan serangga .Angioedema • Berdasarkan penyebab dan mekanisme terjadi urtikaria .Urtikaria generalisata . bila serangan lebih dari 6 minggu.Urtikaria gutata bila besarnya sebesar tetesan air. Mekanisme hipersensitivitas yang mendasari terjadinya urtikaria pada .Urtikaria kronik.Urtikaria imunologik Pada umumnya proses imunologik lebih sering merupakan factor penyebab terjadinya urtikaria akut daripada urtikaria kronik. • Berdasarkan luas dan dalamnya jaringan terkena . .Urtikaria girata bila ukuran besar.

dingin ataupun tekanan . misalnya dermografisme. langsung memacu sel mast. (misalnya obat golongan opiat dan bahan kontras) b. Pendinginan kulit akibat evaporasi air yang keluar dapat menimbulkan urtikaria.4 .Urtikaria nonimunologik a. Urtikaria akibat sinar matahari. dan bahan kolinergik. dan pada urtikaria kronik seringkali pengukuran kadar IgE di dalam serum tidak menunjukkan kenaikan apabila dibandingkan orang tanpa urtikaria kronik. 1. Urtikaria dingin adalah bentuk urtikaria yang paling sering yang disebabkan oleh faktor-faktor fisik. 2 Penelitian menunjukkan bahwa insidensi urtikaria kronik tidak bertambah pada orang atopi.Urtikaria Idiopatik Urtikaria yang tidak jelas penyebab dan mekanismenya. Lesi muncul tidak hanya pada pemajanan terhadap cuaca dingin tetapi juga pada pemajanan terhadap dingin yang bersifat lokal. Lesi urtikaria bisanya gatal atau nyeri atau terasa terbakar.umumnya adalah reaksi hipersensitivitas tipe I dengan perantaraan IgE.3. sehingga terjadi pelepasan mediator. rangsangan dingin. panas atau sinar. Bahan yang menyebabkan perubahan metabolisme asam arakidonat (misalnya aspirin.2. Trauma fisik.tampak pada pemajanan terhadap dingin dan terbatas pada bagian-bagian tubuh yang terpajan. obat anti inflamasi non-steroid) c.2 .

Pembuluh darah terdiri dari 2 reseptor histamin. demam).2. Sel mast yang kedua ditemukan di saluran cerna dan nafas. sel mast terdapat di dermis. menyebabkan kontrakasi otot polos pada traktus respiratorius dan gastrointestinal. Disamping itu reseptor H2 juga terdapat di permukaan membrane dari sel mast dan . melalui saraf sensorik. efek kolinergik. terjadi vasodilatasi. Proliferasi sel mast oleh dipicu IL-3 dan IL-4 dan bertambah pada infeksi parasit. yaitu eritema lokal (vasodilatasi). slow reacting substance of anaphylaxis (SRSA). suatu flare dengan karakteristik eritema di luar batas dari eritema lokal. Histamin menyebabkan kontraksi sel endotel sehingga terjadi kebocoran. vasodilatasi dan pruritus. dan lain-lain. slow reacting substace of anaphylaxis (SRSA) dan prostaglandin oleh sel mast dan atau basofil. alkohol. Yang pertama ditemukan sekitar pembuluh darah dan mengandung sejumlah histamin dan heparin. Faktorfaktor yang telah disebutkan sebelumnya menyebabkan degranulasi sel mast dan melepaskan histamin ke jaringan dan sirkulasi. leukotrin (SRSA). PEG. hingga terbentuk suatu wheal akibat kebocoran cairan vena-vena postkapiler. kinin. dan bersin. emosi.PATOGENESIS Urtikaria terjadi karena vasodilatasi disertai permeabilitas kapiler yang meningkat. dimana cairan berpindah dari intravaskuler ke ekstravaskuler. Granul-granul dalam sel mast mengandung histamin. antara lain faktor imunologik (reaksi alergi tipe I. dan Eosinophile Chemotactic Factor (ECF).2. Selain itu sel mast juga terdapat di pembuluh darah. III. Ketika reseptor H2 dirangsang. 1. Bila telah masuk ke dalam kulit. Sehingga secara klinis tampak edema lokal disertai eritem. sehingga timbullah edema. II. histamin menyebabkan triple response of Lewis. dan organ tubuh. IV. Di kulit.3 Salah satu mediator yang dilepaskan oleh sel mast yang sangat penting dalam proses timbulnya gejala-gejala pada urtikaria adalah histamin. saraf-saraf. Reseptor yang selama ini diteliti adalah H1 dan H2.3 Reseptor H1 ketika dirangsang oleh histamin.sehingga mengakibatkan transudasi cairan lokal. Ada 2 macam sel mast yaitu terbanyak sel mast jaringan dan sel mast mukosa.3 Sel mast akan melepaskan mediator-mediator radang seperti histamin. PAF. Vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler dapat terjadi akibat pelepasan histamin. Pelepasan mediator-mediator radang ini karena rangsangan dari beberapa faktor.serotonin.kinin. heparin. serotonin. pruritus. Ada beberapa mekanisme pelepasan histamin.2. Perangsangan reseptor H1. faktor fisik. Mediator-mediator yang dilepaskan akan memberikan pengaruh-pengaruh yang berbeda. Pelepasan mediator tersebut dihambat kromoglikat yang mencegah influks kalsium ke dalam sel.2 Sel mast merupakan sel efektor primer pada patogenesis timbulnya gejala-gejala urtikaria. pembuluh limfe. akan menyebabkan refleks dari akson. dan genetik yaitu defisiensi C1 esterase inhibitor) dan faktor nonimunologik (bahan kimia pelepas mediator.1.

ketika dirangsang. 1. numular. rasa terbakar.2. kemerahan. kadang-kadang bagian tengah tampak lebih pucat. atau tertusuk.2.4 Urtikaria pada bayi Urtikaria pada anak .3. sampai plakat. 1. takikardi. Bentuknya dapat papular seperti pada urtikaria akibat sengatan serangga. akan menyebabkan produksi dari histamine.3 GAMBARAN KLINIS Urtikaria merupakan suatu kondisi kulit dengan manifestasi klinik berupa eritema dan edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan. Keluhan subyektif biasanya terasa gatal. dan sakit kepala. berbatas tegas pada kulit atau membran mukosa. Aktivasi reseptor H2 sendiri akan menyebabkan peningkatan produksi asam lambung. besarnya dapat lentikular. Aktivasi H1 dan H2 bersamaan akan mengakibatkan hipotensi.

elektrofloresis serum. bila tes-tes alergi memberi hasil yang meragukan atau negatif.3 Tes Alergi Adanya kecurigaan terhadap alergi dapat dilakukan konfirmasi dengan melakukan tes kulit invivo (skin prick test). 2. dapat dilakukan tes pada lengan bawah. Pemeriksaan darah. lalu mencobanya kembali satu demi satu.3 Tes Provokasi Tes provokasi akan sangat membantu diagnosa urtikaria fisik. pada kasus urtikaria kontak. tes injeksi intradermal menggunakan serum pasien sendiri (autologous serum skin test-ASST) dapat dipakai sebagai tes penyaring yang cukup sederhana. Pemeriksaanpemeriksaan seperti komplemen. misalnya urtikaria vaskulitis atau adanya infeksi penyerta. feses rutin. Pada prinsipnya tes kulit dan RAST.2. tes-tes alergi mungkin sangat bermanfaat. faal ginjal. Untuk urtikaria akut. Adanya alergen kontak terhadap karet sarung tangan atau buah-buahan. tes provokasi ini dipertimbangkan secara hati-hati untuk menjamin keamanannya. Pada urtikaria fisik akibat sinar dapat dilakukan tes foto tempel. urin. Namun demikian. Pemeriksaan C1 inhibitor dan C4 komplemen sangat penting pada kasus angioedema berulang tanpa urtikaria. autoantibodi. feses rutin untuk menilai ada tidaknya infeksi yang tersembunyi atau kelainan pada alat dalam. pemeriksaan IgE spesifik (radio-allergosorbent test-RASTs) atau invitro yang mempunyai makna yang sama. hanya bisa memberikan informasi adanya reaksi hipersensitivitas tipe I.3 . Tes provokasi oral mungkin diperlukan untuk mengetahui kemungkinan urtikaria akibat obat atau makanan tertentu. 1. Untuk mengetahui adanya faktor vasoaktif seperti histamine-releasing autoantibodies. Tes fisik lainnya bisa dengan es atau air hangat apabila dicurigai adanya alergi pada suhu tertentu. khususnya bila urtikaria muncul sebagai bagian dari reaksi anafilaksis. faal hati dan urinalisis akan membantu konfirmasi urtikaria vaskulitis. Suntikan mecholyl intradermal dapat digunakan pada diagnosa urtikaria kolinergik.PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan darah. Cryoglubulin dan cold hemolysin perlu diperiksa pada urtikaria dingin.2. 2. Pemeriksaan darah rutin bisa bermanfaat untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit penyerta. urin.3 Tes eleminasi makanan dengan cara menghentikan semua makanan yang dicurigai untuk beberapa waktu.

Lokalisasi : Pada badan. Pemeriksaan Histopatologik Perubahan histopatologik tidak terlalu nampak dan tidak selalu diperlukan tetapi dapat membantu diagnosis. numular. pasien memiliki alergi terhadap obat dan makanan tertentu. antara lain limfosit. dapat berbentuk dari lentikular. geligi epidermis mendatar. Infiltrat limfositik ini biasanya ditemukan pada lesi urtikaria akut dan kronik. Bentuknya dapat papular. Tipe infiltrat campuran biasanya merupakan karakteristik dari bentuk refraktur dari urtikaria kronik seperti urtikaria mediasi-autoimun. dan pemeriksaan fisik. Epidermis di sekitar urtikaria normal.3 DIAGNOSIS Diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesis. tapi dapat juga mengenai ekstremitas. terutama disekitar pembuluh darah. misalnya pernah mengalami suatu penyakit sistemik atau mengalami trauma psikis kejiwaan atau fisik yang berhubungan dengan suhu maupun tekanan. Ikatan-ikatan kolagen di retikular dermis terpisah oleh edema dan ada infiltrat inflamasi limfositik perivaskular. dan serat kolagen membengkak. PMN. dan sel inflamasi lainnya. Beberapa lesi urtikaria mengandung infiltrat seluler campuran. Karakteristik lesi berwarna kemerahan dan terasa gatal. sampai plakat. Epidermis pada umumnya normal. Anamnesa Berdasarkan dari anamnesa pasien. lebih mengarah pada urtikaria alergi. c.2.4.2.1.B. b. Punch biopsy dengan ukuran 4 mm dapat digunakan membantu diagnosis. Adanya infiltrat eosinofil.5 2. Selsel infiltrat tersebut terdiri dari neutrofil. Selain itu. limfosit dan eosinofil. Biasanya juga terdapat peningkatan jumlah sel mast. atau pernah mengalami suatu pengalaman yang merupakan salah satu penyebab urtikaria. kepala dan leher. kadang-kadang bagian tengah tampak pucat. Pada tingkat permulaan tidak tampak infiltrasi selular dan pada tingkat lanjut terdapat infiltrasi leukosit. 1. Pemeriksaan klinik Pada pemeriksaan kulit ditemukan a.3.4. Biasanya terdapat kelainan berupa pelebaran kapiler di papila dermis. rasa terbakar. mulai infiltrasi berbagai macam sel radang yang agak jarang dengan edema dermis yang menonjol disertai infiltrasi sel-sel radang yang relatif banyak.2.3. Efloresensi : Eritema dan edema setempat berbatas tegas. atau tertusuk pada daerah lesi. Ukurannya dari beberapa milimeter hingga sentimeter. 1. Urtikaria dapat juga mencakup kelainan histopatologis yang luas. keluhan subyektif biasanya gatal. gejala.5 .

Pemeriksaan histopatologik . . telinga-hidung-tenggorok serta usapan vagina perlu untuk menyingkirkan adanya infeksi lokal.3 DIAGNOSIS BANDING Edema pada kulit yang mirip urtikaria dapat terjadi pada pemfigoid bulosa.Pemeriksaan kadar IgE. . .Tes eliminasi makanan . Obat ini berfungsi untuk mengurangi rasa gatal.4. urin. serta memendekkan durasi terjadinya eritema dan pembengkakan.2. . mastocytosis.Pada urtikaria fisik akibat sinar dapat dilakukan tes foto tempel. meskipun terbatas kegunaannya dapat dipergunakan untuk membantu diagnosis.6 TERAPI Terapi terbaik untuk urtikaria adalah mengobati penyebabnya dan jika memungkinkan menghindari penyebab yang dicurigai. 1. Uji gores (scratch test) dan uji tusuk (prick test) serta tes intradermal.Pemeriksaan gigi.Dalam membantu diagnosis. Berdasarkan reseptor yang dihambat.3.Suntikan mecholyl intradermal dapat digunakan pada diagnosa urtikaria kolinergik.Tes kulit.5. perlu pula dilakukan pemeriksaan untuk membuktikan penyebab urtikaria. Cara kerja antihistamin telah diketahui dengan jelas. herpes gestasiones.Pemeriksaan darah. Obat lini pertama untuk urtikaria adalah antihistamin antagonis reseptor H1. eritema multiforme. dan feses rutin untuk menilai ada tidaknya infeksi yang tersembunyi atau kelainan pada organ dalam. gigitan kutu busuk.Tes dengan es (ice cube test) dan air hangat. misalnya: . pemfigoid bulosa. antihistamin dibagi menjadi 2 kelompok besar.gigitan serangga.2. . penyakit bula kronik pada anak. Beberapa penyakit lain yang didiagnosis banding dengan urtikaria kronik adalah : dermatitis atopik. dan urtikaria vaskulitis. dermatitis kontak alergi. yaitu menghambat histamin pada reseptor-reseptornya. yaitu antagonis reseptor H1 dan H2. eosinofil. . dan komplemen. . scabies. 1. Pengobatan dengan antihistamin pada urtikaria sangat bermanfaat.

1. kemudian biasanya disertai gatal. II.5. Antihistamin antagonis reseptor H1 klasik dengan kerja singkat seperti hidroksizina dihidroklorida. 1. terdapat dalam bentuk tablet dan sirup diberikan dengan dosis 50-100 mg per hari pada dewasa.3. golongan ini disebut antihistamin nonklasik.4.2. faktor fisik. Disamping itu dapat diberikan antihistamin antagonis reseptor H1 kerja panjang (long acting) seperti difenhidramina diberikan dengan dosis 25-50 mg perhari dan dosis pada anak 5 mg/kgBB perhari dengan dosis maksimal 300 mg perhari. yaitu sedasi. IV. Biasanya antihistamin nonklasik diberikan pada siang hari dan klasik antihistamin diberikan pada malam hari.Secara klinis dasar pengobatan pada urtikaria difokuskan pada efek antagonis terhadap histamin pada reseptor H1 namun efektivitas tersebut acapkali berkaitan dengan efek samping farmakologik.5. efek kolinergik.6 KESIMPULAN Urtikaria adalah reaksi vaskuler di kulit akibat faktor imunologik dan non-imunologik. sedangkan untuk anak berumur di bawah 6 tahun dengan dosis 50 mg perhari. anak diatas umur 6 tahun dengan dosis 50-100 mg per hari dengan dosis terbagi. biasanya ditandai dengan edema setempat yang timbul mendadak dan menghilang perlahan-lahan. III. Urtikaria kronik lebih sulit diatasi karena penyebabnya sulit dicari.2. Urtikaria dapat terjadi pada semua umur. Antihistamin Klasik sebaiknya tidak digunakan sebagai monoterapi tetapi sebaiknya dikombinasikan dengan antihistamin nonklasik. emosi. Penggunaan obat ini sebaiknya dihindari pada kehamilan trimester pertama. alkohol.3.4. Penyebabnya yaitu faktor imunologik (reaksi hipersensitivitas tipe I. demam). Dalam perkembangannya terdapat antihistamin baru yang berkhasiat terhadap reseptor H1 tetapi nonsedatif. Pengobatan yang selama ini diberikan sesuai dengan kausa dan diberikan juga anti histamin.6 PROGNOSIS Urtikaria akut prognosisnya lebih baik karena penyebabnya cepat dapat diatasi.4.6 . Kebanyakan kasus dapat disembuhkan dalam 1-4 hari. Hal ini juga tergantung dari penyebab dari urtikaria itu sendiri. dan genetik) dan faktor non-imunologik (bahan kimia pelepas mediator. Gejala yang timbul biasanya berupa edema setempat yang eritem.

Diambil dari : URL:http://www. Diakses pada tanggal : 06/07/2009.com. Urticaria. 5. Diambil dari: URL:http://www. 1985.com.h. Abdoerrachman. 3. 2004. ( Online ). Linscott M S.DAFTAR PUSTAKA 1. ( 22 screens ). ( 19 screens ). DKK.MD. eds. Indonesia: Balai Penerbitan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Urtikaria. (2007 ). Aisah S. 4. Dalam:Djuanda A. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Tempat. Urticaria . Buku kuliah. Diambil dari : URL:http://www. Dalam: Rusepno Hasan. Diakses pada tanggal : 15/6/2009.emedicine. Shih-Wen Huang. Diakses pada tanggal : 05/06/2008. Baratawidjaja K. Husein Alatas.h. ( 18 screens ). Jakarta.2 Ilmu Kesehatan Anak. ( Online ). Imunologi Dasar.H. (Online). (2009). Aishah S.h. 2007. 2. ( 2009 ). Urticaria. Info medika jakarta.46-48 .emedicine.169-81 6.com . Indonesia: Balai Penerbit FKUI Jakarta. M. eds.emedicine. Sheikh J. Hamzah Mochtar.