You are on page 1of 2

1

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman
maka kemajuan teknologi juga berkembang
dengan pesat sehingga persaingan didalam
dunia industri sendiri mununtut agar adanya
peningkatan ketersediaan peralatan guna
mendukung proses produksi suatu
perusahaan.
Dengan meningkatnya kebutuhan
akan penggunaan teknologi guna
meningkatkan produktivitas maka
kebutuhan perawatan semakin besar juga.
Ada banyak faktor yang dapat
mempengaruhi produksi salah satunya
dengan sistem produksi yang handal, dalam
hal ini adalah mesin serta komponen lainnya
dapat beroperasi tanpa mengalami
kerusakan pada saat proses produksi
berlangsung. Secara alamiah tidak ada
barang yang dibuat oleh manusia yang tidak
dapat rusak akan tetapi usia pemakaian
dapat diperpanjang dengan melakukan
perbaikan berkala dengan suatu aktivitas
yang dikenal sebagai pemeliharaan
(maintenance).
Pemeliharaan adalah suatu
kombinasi dari berbagai tindakan yang
dilakukan untuk menjaga atau memperbaiki
suatu barang sampai mencapai kondisi yang
bisa diterima.
Sebagai salah satu perusahaan yang
berperan penting dalam mendistribusikan
listrik di kawasan jawa dan bali, proses
produksi listrik dihasilkan dari mesin
pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang
bersumber dari bendungan Sengguruh.
Akan tetapi bendungan ini sering
mendapatkan buangan sampah yang terbawa
dari sungai Brantas dan sungai Lesti. Hal ini
dapat menimbulkan gangguan pada mesin
pembangkit yang dapat mengurangi
produktivitas listrik.
PERENCANAAN JADWAL PERAWATAN GUNA PENINGKATAN KERJA BELT
CONVEYOR DI PT.
PJB (PEMBANGKIT JAWA BALI) UP BRANTAS
(STUDI KASUS PADA MESIN BELT CONVEYOR)
Ivan Hadi Prawira, Prof. Dr. Ir. Pratikto, MMT., Femiana Gapsari M. F, ST., MT.
Jurusan Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

roller idler. Dengan perencanaan jadwal perawatan yang tepat nantinya dapat mengurangi biaya perbaikan dan kemacetan yang terjadi pada mesin belt conveyor serta dapat mengurangi gangguan-gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan proses penyaluran sampah sehingga dapat meningkatkan kerja dari mesin belt conveyor. gear 12968. MT.hadi. Pada studi kasus ini akan dilakukan perencanaan jadwal perawatan pada belt conveyor yang ada di PT PT. Haryono 167 Malang 65145. chain dan gear.com ABSTRAK Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga atau memperbaiki suatu barang sampai mencapai kondisi yang bisa di terima. Mean Time To Failure (MTTF) . Dengan menggunakan metode RCM didapatkan selisih Mean Time To Failure (MTTF) setelah dilakukan perawatan yaitu sebesar 10206.25 hari.114 jam atau 425.Jl. belt 7489. PJB (PEMBANGKIT JAWA BALI) UP BRANTAS.435 jam.32 %. Pada mesin belt conveyor terdapat beberapa komponen kritis yaitu komponen belt. Metode yang nantinya digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM).38 jam.prawira@gmail. Jika mesin belt conveyor dapat melakukan kerjanya selama selisih waktu tersebut maka akan didapatkan peningkatan sebesar 77.939 jam dan chain 6507. Reliability Centered Maintenance (RCM).705 jam. Indonesia e-mail: ivan. Dengan adanya perencanaan jadwal perawatan ini nantinya dapat mengurangi biaya perbaikan dan kemacetan pada mesin belt conveyor serta dapat mengurangi gangguan-gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan proses penyaluran sampah sehingga dapat meningkatkan kerja dari mesin belt conveyor. Berdasarkan perhitungan dari sebelum dilakukan tindakan perawatan Mean Time To Failure (MTTF) dengan sesudah dilakukan perawatan Mean Time To Failure (MTTFm) didapatkan selisih antara MTTF dan MTTFm yaitu untuk komponen roller idler 13858. Kata Kunci: Belt Conveyor.