You are on page 1of 34

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

A. PSAP O2
TUJUAN
1. Menetapkan dasar-dasar penyajian
Laporan Realisasi Anggaran bagi pemerintah dimaksudkan untuk memenuhi
tujuan akuntabilitas yang sudah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Sehingga akun-akun yang ada dalam Laporan ini sama antar kantor pemerintahan.
2. Memberikan informasi realisasi dan anggaran entitas pelaporan.
Laporan Realisasi Anggaran juga berfungsi untuk melihat capaian target yang
telah dilalui. Dimana target tersebut sudah dibuat pada awal penyusunan oleh pihak
legislatif dan yudikatif dengan peraturan perundang-undangan.

RUANG LINGKUP
Pernyataan Standar ini diterapkan dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran
yang disusun dan disajikan dengan menggunakan anggaran berbasis kas.
Pernyataan Standar ini berlaku untuk setiap entitas pelaporan, baik pemerintah
pusat maupun pemerintah daerah, yang memperoleh anggaran berdasarkan
APBN/APBD, tidak termasuk perusahaan negara/daerah.

MANFAAT INFORMASI REALISASI ANGGARAN
Laporan Realisasi Anggaran menyediakan informasi mengenai realisasi
pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus/defisit-LRA, dan pembiayaan dari suatu
entitas pelaporan yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya. Informasi
tersebut berguna bagi para pengguna laporan dalam mengevaluasi keputusan mengenai

alokasi sumber-sumber daya ekonomi, akuntabilitas dan ketaatan entitas pelaporan
terhadap anggaran dengan:
(a). menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber
daya ekonomi;
(b). menyediakan informasi mengenai realisasi anggaran secara menyeluruh yang
berguna dalam mengevaluasi kinerja pemerintah dalam hal efisiensi dan
efektivitas penggunaan anggaran.
Laporan Realisasi Anggaran menyediakan informasi yang berguna dalam
memprediksi sumber daya ekonomi yang akan diterima untuk mendanai kegiatan
pemerintah pusat dan daerah dalam periode mendatang dengan cara menyajikan
laporan secara komparatif. Laporan Realisasi Anggaran dapat menyediakan informasi
kepada para pengguna laporan tentang indikas perolehan dan penggunaan sumber daya
ekonomi:
(a). telah dilaksanakan secara efisien, efektif, dan hemat;
(b). telah dilaksanakan sesuai dengan anggarannya (APBN/APBD); dan
(c). telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

DEFINISI
Berikut ini adalah istilah-istilah yang digunakan dalam Pernyataan Standar
dengan pengertian:
1. Anggaran merupakan pedoman tindakan yang akan dilaksanakan pemerintah
meliputi rencana pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan yang diukur dalam
satuan rupiah, yang disusun menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk
satu periode.
2. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan
tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah.

3. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana keuangan
tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
4. Apropriasi merupakan anggaran yang disetujui DPR/DPRD yang merupakan
mandat yang diberikan kepada Presiden/gubernur/bupati/walikota untuk
melakukan pengeluaran-pengeluaran sesuai tujuan yang ditetapkan.
5. Azas Bruto adalah suatu prinsip yang tidak memperkenankan pencatatan secara
neto penerimaan setelah dikurangi pengeluaran pada suatu unit organisasi atau
tidak memperkenankan pencatatan pengeluaran setelah dilakukan kompensasi
antara penerimaan dan pengeluaran.
6. Basis Kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa
lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan.
7. Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang
mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran bersangkutan
yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.
8. Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan untuk menampung kebutuhan yang
memerlukan dana relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun
anggaran.
9. Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas
akuntansi atau entitas pelaporan yang menurut ketentuan peraturan perundangundangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan
keuangan.
10. Kas Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh
Gubernur/Bupati/Walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan
membayar seluruh pengeluaran daerah.
11. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri
Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan
negara dan membayar seluruh pengeluaran negara.
12. Kebijakan akuntansi adalah prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi,
aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan
dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
13. Kurs adalah rasio pertukaran dua mata uang.
14. Otorisasi Kredit Anggaran (allotment) adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang
menunjukkan bagian dari apropriasi yang disediakan bagi instansi dan digunakan
untuk memperoleh uang dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah guna
membiayai pengeluaran-pengeluaran selama periode otorisasi tersebut.
15. Pendapatan-LRA adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah
yang menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang

Saldo Anggaran Lebih adalah gunggungan saldo yang berasal dari akumulasi SiLPA/SiKPA tahun-tahun anggaran sebelumnya dan tahun berjalan serta penyesuaian lain yang diperkenankan. 20. dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah. Perusahaan daerah adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Rekening Kas Umum Negara adalah rekening tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara UmumNegara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara pada bank sentral. 23. Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. Perusahaan negara adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh Pemerintah Pusat. 17. yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. belanja. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh gubernur/bupati/walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. serta penerimaan dan pengeluaran pembiayaan dalam APBN/APBD selama satu periode pelaporan. Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA) adalah selisih lebih/kurang antara realisasi pendapatan-LRA dan belanja. 16. baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya. 22. 21. surplus/defisit-LRA. Surplus/defisit-LRA adalah selisih lebih/kurang antara pendapatan-LRA dan belanja selama satu periode pelaporan. termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil.yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode. transfer. 19. STRUKTUR LAPORAN REALISASI ANGGARAN Laporan Realisasi Anggaran menyajikan informasi realisasi pendapatan-LRA.bersangkutan yang menjadi hak pemerintah. 24. dan pembiayaan. . Transfer adalah penerimaan/pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan dari/kepada entitas pelaporan lain. 18.

periode yang dicakup. PERIODE PELAPORAN Laporan Realisasi Anggaran disajikan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. fakta bahwa jumlah-jumlah komparatif dalam Laporan Realisasi Anggaran dan catatan-catatan terkait tidak dapat diperbandingkan. (d). alasan penggunaan periode pelaporan tidak satu tahun. jika dianggap perlu. TEPAT WAKTU Manfaat suatu Laporan Realisasi Anggaran berkurang jika laporan tersebut tidak tersedia tepat pada waktunya. (c). cakupan entitas pelaporan. Suatu entitas pelaporan menyajikan Laporan Realisasi Anggaran selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran. (b). informasi berikut: (a).Dalam Laporan Realisasi Anggaran harus diidentifikasikan secara jelas. satuan angka yang digunakan. mata uang pelaporan. (b). . nama entitas pelaporan atau sarana identifikasi lainnya. entitas mengungkapkan informasi sebagai berikut: (a). Dalam situasi tertentu tanggal laporan suatu entitas berubah dan Laporan Realisasi Anggaran tahunan disajikan dengan suatu periode yang lebih panjang atau pendek dari satu tahun. Faktor-faktor seperti kompleksitas operasi pemerintah tidak dapat dijadikan pembenaran atas ketidakmampuan entitas pelaporan untuk menyajikan laporan keuangan tepat waktu. dan (e). dan diulang pada setiap halaman laporan.

(c). dan pembiayaan dengan anggarannya. (d). Penerimaan pembiayaan.ISI LAPORAN REALISASI ANGGARAN Laporan Realisasi Anggaran disajikan sedemikian rupa sehingga menonjolkan berbagai unsur pendapatan. (e). Pembiayaan neto. judul. Transfer. atau apabila penyajian tersebut diperlukan untuk menyajikan Laporan Realisasi Anggaran secara wajar. belanja. belanja. . dan pembiayaan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar. sebab-sebab terjadinya perbedaan yang material antara anggaran dan realisasinya. surplus/defisit-LRA. Pendapatan-LRA. transfer. transfer. surplus/defisit. Pos. (g). dan Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran (SiLPA / SiKPA). Laporan Realisasi Anggaran dijelaskan lebih lanjut dalam Catatan atas Laporan Keuangan yang memuat hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran seperti kebijakan fiskal dan moneter. Pengeluaran pembiayaan. Laporan Realisasi Anggaran menyandingkan realisasi pendapatan-LRA. Surplus/defisit-LRA. Laporan Realisasi Anggaran sekurang-kurangnya mencakup pos-pos sebagai berikut: (a). (b). Belanja. (f). serta daftar-daftar yang merinci lebih lanjut angka yang dianggap perlu untuk dijelaskan. dan sub jumlah lainnya disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran apabila diwajibkan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan ini.

2. DEFINISI DAN KLASIFIKSI 1. Berdasarkan sumbernya. b. yaitu: a. yaitu:  Pendapatan-LO adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah  ekuitas dalam periode tahun anggaran dan tidak perlu dibayar kembali. Sedangkan dalam BAS. Pendapatan diklasifikasikan sebagai berikut: PAD Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Pendapatan Dana Perimbangan/ Transfer Lain-lain PAD yang Sah Bagi Hasil/DAU/DAK /Pendapatan Transfer Pemerintah Pendapatan Transfer Pemerintah Lainnya Pendapatan Transfer Pemerintah Daerah Lainnya Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Bantuan Keuangan Pendapatan Hibah Dana Darurat Pendapatan Lainnya . dan tidak perlu dibayar kembali. pendapatan daerah dikelompokkan menjadi tiga. Lain-lain pendapatan daerah yang sah. c. Pendapatan Transfer. Terdapat 2 istilah pendapatan menurut PP Nomor 71 Tahun 2010. Pendapatan Asli Daerah (PAD).SISTEM AKUNTANSI PENDAPATAN A. Pendapatan-LRA adalah semua penerimaan RKUD yang menambah SAL dalam periode tahun anggaran yang menjadi hak pemerintah.

yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA). memiliki tugas sebagai berikut: 1) mencatat transaksi/kejadian pendapatan LO dan Pendapatan LRA sesuai bukti transaksi yang sah ke Buku Jurnal LRA dan Buku Jurnal LO dan Neraca. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (PPK-SKPD) PPK-SKPD melaksanakan fungsi akuntansi SKPD. 3) menyusun Laporan Keuangan.B. 2) membuat Rekap Penerimaan Harian yang bersumber dari Pendapatan. 2. Dokumen yang Digunakan Kelompok Pendapatan PAD Jenis Pendapatan Pajak Daerah Dokumen Daerah/SKR Retribusi Daerah Daerah/STS/TBP/Dokumen Hasil Pengelolaan Kekayaan Lain yang dipersamakan . c. b. Pihak Pihak Terkait a. 3) menyetor uang yang diterima ke kas daerah setiap hari. PA/KPA 1) mengesahkan dokumen surat ketetapan pajak/retribusi daerah. SISTEM AKUNTANSI PENDAPATAN DI SKPD 1. 2) menandatangani laporan keuangan yang telah disusun oleh Fungsi Akuntansi SKPD. Neraca dan Catatan atas Laporan keuangan. Laporan Operasional (LO). 2) memposting jurnal transaksi pendapatan LO dan pendapatan LRA kedalam Buku Besar masing-masing rekening (rincian objek). Bendahara Penerimaan SKPD 1) mencatat dan membukukan semua penerimaan pendapatan kedalam buku kas penerimaan.

Pendapatan LRA (basis kas) LRA diakui pada saat: a.. Diterima entitas lain diluar pemerintah daerah atas nama BUD. Diterima di rekening Kas Umum Daerah. Diterima oleh SKPD.Daerah Yang Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah 3. Debit XXX Kredit . Timbulnya hak atas pendapatan (earned). Ketika diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah. PPK-SKPD mengakui pendapatan pajak LO dengan menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX Uraian Piutang Pajak. atau b. SKPD berhak mengakui pendapatan. atau b. Jurnal Standar Pendapatan LO diakui pada saat: a. Pendapatan direalisasikan. Pengakuan pendapatan di SKPD diklasifkasikan kedalam beberapa alternatif jurnal standar sebagai berikut: a. Jurnal Standar Untuk Pencatatan Pajak 1) Pengakuan pendapatan yang didahului dengan adanya penetapan (earned). yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi baik sudah diterima pembayaran secara tunai (realized). Oleh karena itu.. meskipun belum diterima pembayarannya dari wajib pajak. atau c.

.XXX Pendapatan Pajak.LO XXX Wajib pajak akan menerima Tanda Bukti Pembayaran (TBP) sebagai bukti telah membayar pajak. XXX Uraian Debit Kredit XXX XXX Jurnal LRA Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian Debit Perubahan SAL Pendapatan Pajak. TBP juga menjadi dasar bagi PPK SKPD untuk mencatat pendapatan pajak tersebut dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX Kas di Bendahara XXX Peneriman Piutang Pajak. PPK SKPD menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian RK PPKD Kas di Bendahara Penerimaan Debit Kredit XXX XXX ... Berdasarkan STS (Surat Tanda Setoran).. Bendahara Penerimaan menyetorkan pendapatan ke Kas Daerah..LRA XXX Kredit XXX Kemudian.

maka berdasarkan Nota Kredit dari Bank. Ketika bendahara penerimaan SKPD menerima pembayaran pajak dari wajib pajak atas pajak yang sudah dilakukan perhitungan sendiri oleh wajib pajak (self assessment)... PPK-SKPD akan menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX XXX Uraian RK PPKD Piutang Pajak.Apabila Wajib Pajak membayar langsung ke rekening Kas Daerah.LRA XXX Kredit XXX 2) Pengakuan pendapatan pajak yang didahului dengan penghitungan sendiri oleh Wajib Pajak (self assessment) dan dilanjutkan dengan pembayaran oleh wajib pajak berdasarkan perhitungan tersebut. Debit Kredit XXX XXX Jurnal LRA Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian Debit Perubahan SAL Pendapatan Pajak. PPK-SKPD mengakui pendapatan pajak LO dan pendapatan pajak LRA dengan menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Bukti Rekenin g Uraian Debit Kredit ..

LO Nomor Kode Uraian Debit Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Perubahan SAL Pendapatan Pajak.. dilakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak. PPK SKPD menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian RK PPKD Kas di Bendahara Debit Kredit XXX XXX Penerimaan Kemudian. Berdasarkan Surat Keterangan tersebut PPK SKPD menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Bukti Rekenin Uraian Debit Kredit .LRA XXX XXX Jurnal LRA Tanggal XXX Kredit XXX Saat Bendahara Penerimaan menyetorkan pendapatan ini ke Kas Daerah..XXX XXX XXX Kas di Bendahara XXX XXX Penerimaan Pendapatan Pajak.. SKPD mengakui adanya penambahan Pendapatan LO. Berdasarkan STS (Surat Tanda Setoran). apabila terdapat kurang bayar maka akan diterbitkan Surat Keterangan Kurang Bayar.

LO Utang Kelebihan Debit Kredit XXX XXX Pembayaran Pajak 3) Pengakuan pendapatan pajak yang pembayarannya dilakukan di muka oleh WP untuk memenuhi kewajiban selama beberapa periode ke depan... Ketika bendahara penerimaan SKPD menerima pembayaran pajak dari WP atas pajak yang dibayar untuk periode tertentu. PPK-SKPD mengakui Pendapatan Diterima Dimuka dan Pendapatan Pajak LRA dengan menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal XXX Nomor Kode Uraian Bukti Rekenin XXX g XXX Kas di Bendahara XXX Penerimaan Pendapatan Diterima Dimuka Debit Kredit XXX XXX . Berdasarkan Surat Keterangan tersebut PPK SKPD menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian Pendapatan Pajak. XXX XXX Apabila terdapat lebih bayar maka akan diterbitkan Surat Keterangan Lebih Bayar. SKPD mengakui adanya pengurangan Pendapatan LO....XXX g XXX XXX XXX Piutang Pajak.. Pendapatan Pajak.

.Jurnal LRA Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian Debit Perubahan SAL Pendapatan Pajak. PPK SKPD menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal XXX Nomor Kode Uraian Bukti Rekenin XXX g XXX Pendapatan Diterima XXX Dimuka Pendapatan Pajak. PPK-SKPD menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian RK PPKD Kas di Bendahara Debit Kredit XXX XXX Penerimaan Diakhir tahun akan diterbitkan bukti memorial untuk mengakui pendapatan LO.LO Debit Kredit XXX XXX . Berdasarkan STS (Surat Tanda Setoran).LRA XXX Kredit XXX Selanjutnya... Bendahara Penerimaan menyetorkan pendapatan ini ke Kas Daerah.

Bendahara Penerimaan menyetorkan pendapatan ini ke Kas Daerah.. Berdasarkan STS (Surat Tanda Setoran).4) Pengakuan pendapatan pajak yang didahului dengan penghitungan sendiri oleh wajib pajak (self assessment) dan pembayarannya diterima di muka untuk memenuhi kewajiban selama beberapa periode ke depan.LRA XXX Kredit XXX Selanjutnya. PPK-SKPD mengakui adanya pendapatan diterima dimuka dan pendapatan pajak LRA dengan menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX Kas di Bendahara XXX Penerimaan Pendapatan Diterima XXX Uraian Debit Kredit XXX XXX Dimuka Jurnal LRA Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian Debit Perubahan SAL Pendapatan Pajak. Ketika bendahara penerimaan SKPD menerima pembayaran pajak dari WP atas pajak yang dibayar untuk periode tertentu. fungsi akuntansi mencatat dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Bukti Rekenin g Uraian Debit Kredit .

LO XXX Utang Kelebihan Pembayaran Pajak Debit Kredit XXX XXX XXX XXX . SKPD akan mengeluarkan surat ketetapan kurang bayar.... SKPD akan mengeluarkan surat ketetapan lebih bayar atas pajak...LO Pengakuan Piutang atas Pajak Lebih Bayar XXX XXX XXX Pendapatan Pajak.LO Debit Kredit XXX XXX XXX XXX Apabila terdapat pajak lebih bayar. Apabila terdapat pajak kurang bayar.. dicatat dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Bukti Rekenin Uraian g Pengakuan Pendapatan –LO pada saat pemeriksaan XXX XXX XXX Pendapatan Diterima Dimuka XXX Pendapatan Pajak..LO Pengakuan Piutang atas Pajak Kurang Bayar XXX XXX XXX Piutang Pajak XXX Pendapatan Pajak.XXX XXX XXX XXX RK PPKD Kas di Bendahara XXX XXX Penerimaan Pada akhir periode SKPD melakukan pemeriksaan. Berdasarkan surat ketetapan tersebut. Berdasarkan hal tersebut dicatat pengakuan dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Bukti Rekenin Uraian g Pengakuan Pendapatan –LO pada saat pemeriksaan XXX XXX XXX Pendapatan Diterima Dimuka XXX Pendapatan Pajak..

. meskipun belum diterima pembayarannya oleh wajib retribusi (earned).LO Pada saat wajib retribusi membayar retribusi yang terdapat dalam SKR tersebut...LO XXX Jurnal LRA Uraian Debit Kredit XXX XXX .b. wajib retribusi akan menerima Tanda Bukti Pembayaran (TBP) sebagai bukti telah membayar retribusi...Earned Ketika diterbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah. PPK-SKPD mengakui adanya pendapatan retribusi LO dengan menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX XXX Uraian Piutang Retribusi. Oleh karena itu.. Pendapatan Debit Kredit XXX XXX Retribusi. SKPD berhak mengakui pendapatan. Jurnal Standar Untuk Pencatatan Retribusi 1) Jurnal Standar . TBP menjadi dasar bagi PPK SKPD untuk mencatat pendapatan retribusi -LRA dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX Kas di Bendahara XXX Penerimaan Piutang Retribusi.

Bendahara Penerimaan akan menyetorkan pendapatan ini ke Kas Daerah.... PPK SKPD menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian RK PPKD Kas di Bendahara Debit Kredit XXX XXX Penerimaan 2) Jurnal Standar . TBP menjadi dasar bagi PPK SKPD untuk mengakui pendapatan dengan mencatat jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal XXX Nomor Kode Uraian Bukti Rekenin XXX g XXX Kas di Bendahara XXX Penerimaan Pendapatan Retribusi. Berdasarkan STS (Surat Tanda Setoran).Realized Wajib retribusi melakukan pembayaran retribusi kemudian akan menerima Tanda Bukti Pembayaran (TBP)..Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian Perubahan SAL Piutang Debit Kredit XXX XXX Retribusi.LO Debit Kredit XXX XXX .LRA Selanjutnya.

Pencatatan pajak pada SKPD dapat menggunakan 4 alternatif pengakuan. a. Prosedur Pencatatan Pajak 1) Pengakuan pendapatan pajak ketika didahului dengan adanya penetapan terlebih dahulu (official assesment). fungsi akuntansi mencatat dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian RK PPKD Kas di Bendahara Debit Kredit XXX XXX Penerimaan 4. . Berdasarkan dokumen penyetoran tersebut atau STS (Surat Tanda Setoran).. Sedangkan untuk retribusi menggunakan 2 alternatif pengakuan sesuai dengan mekanisme pendapatan retribusi. Bendahara Penerimaan akan menyetorkan pendapatan ini ke Kas Daerah.LRA Selanjutnya. Ilustrasi Jenis pendapatan yang terdapat pada SKPD antara lain pendapatan pajak dan pendapatan retribusi..Jurnal LRA Tanggal XXX Nomor Kode Bukti Rekenin XXX g XXX XXX Uraian Perubahan SAL Pendapatan Debit Kredit XXX XXX Retribusi.

1. Besaran pendapatan yang diakui sebesar nilai yang tertera dalam dokumen penetapan.500. Dinas Pendapatan mengeluarkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sebagai ketetapan atas PBB tahun 2015 sebesar Rp2.3.0 Debit Kredit 2.1.15. Ilustrasi: a) Tanggal 13 Februari 2015.0 Uraian Kas di Bendahara Debit 2.00 LO 0 b) Tanggal 13 Juli 2015.500. Berdasarkan SSP/nota kredit yang diterima bendahara penerimaan Dinas Pendapatan.00 Kredit . maka fungsi akuntansi membuat jurnal dengan mencatat piutang pendapatan di debit dan pendapatan LO di kredit.00 0 Pendapatan PBB- 1 2.500.Pendapatan ini diakui pada pendapatan LO ketika dokumen penetapan disahkan.00. Berdasarkan informasi/transaksi tersebut.1.1. Ketika dokumen penetapan disahkan.1 15 Uraian Piutang PBB 5 8.01.500.02. wajib pajak melakukan pembayaran melalui Bank.000.1. fungsi akuntansi akan mencatat pengakuan Pendapatan LRA dengan jurnal sebagai berikut: Asumsi pelaksanaan anggaran mengikuti kode rekening BAS (Permendagri Nomor 64 Tahun 2013) Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode 13-07- Bukti SSP/Not Rekening 1. Sedangkan untuk pendapatan LRA diakui ketika pembayaran dilakukan. fungsi akuntansi SKPD mencatat dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode 13-02- Bukti SPPT Rekening 1.

500.500.1.1.0 15 a Kredit 0 4.0 1 Uraian Perubahan SAL Debit Kredit 2.0 1 Uraian Perubahan SAL Debit Kredit 2.1 Penerimaan Piutang PBB 0 2. Berdasarkan dokumen penyetoran tersebut atau STS (Surat Tanda Setoran).0 15 a Kredit 0 4.1.0 Uraian RK PPKD Debit 2. PPK SKPD menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode 14-07- Bukti SSP Rekening 3.1.15.0.00 5 0 Jurnal LRA Tanggal Nomor Kode 13-07- Bukti SSP/Not Rekening 0.0.3.00 0 Pendapatan PBB- 2.1.00 LRA 0 c) Tanggal 14 Juli 2015.500. Bendahara Penerimaan menyetorkan pendapatan ini ke Kas Daerah.1.500.0.3.500.00.01.15.500.00 0 Pendapatan PBB- 2.00.00 Kredit .15 a Kredit 1 1.01.00 LRA 0 Asumsi pelaksanaan anggaran mengikuti kode rekening anggaran (Permendagri Nomor 13 Tahun 2006) Jurnal LRA Tanggal Nomor Kode 13-07- Bukti SSP/Not Rekening 0.0.

0 15 Kredit 1 1.02.15.0. Dan apabila .3.500.00 5 0 Jurnal LRA Tanggal Nomor Kode 14-07- Bukti Nota Rekening 0.00 LRA 0 2) Pengakuan pendapatan pajak yang didahului dengan penghitungan sendiri oleh wajib pajak (self assessment) dan dilanjutkan dengan pembayaran oleh wajib pajak berdasarkan perhitungan tersebut.500.1 Uraian RK PPKD Debit Kredit 2.1. maka berdasarkan Nota Kredit dari Bank.00 Penerimaan 0 d) Bila Wajib Pajak membayar langsung ke rekening Kas Daerah.0 1 0 Kas di Bendahara 2.00.1. Pendapatan ini diakui pada pendapatan LO dan Pendapatan LRA ketika WP melakukan pembayaran pajak. Jumlah pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak.00 0 Pendapatan PBB- 2.500.1.00 0 Piutang PBB 2.0 15 Kredit 0 4.500.1.1.0 1 Uraian Perubahan SAL Debit Kredit 2.01.0.15 1 1. maka fungsi akuntansi SKPD akan menjurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode 14-07- Bukti Nota Rekening 3.500. selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap nilai pajak.01.1.3.

0.00 1 8.1.1. Dinas Pendapatan menerima pembayaran pajak hotel bulan April dari hotel Mekar sebesar Rp7.1.500.pada saat pemeriksaan ditemukan kurang bayar maka akan diterbitkan surat ketetapan kurang bayar yang akan dijadikan dasar pengakuan pendapatan LO. Berdasarkan hal tersebut dicatat pengakuan pendapatan LO dan pendapatan LRA dengan jurnal: Asumsi pelaksanaan anggaran mengikuti kode rekening BAS (Permendagri Nomor 64 Tahun 2013) Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode 05-05- Bukti TBP Rekening 1.00 0 .00. Ilustrasi: a) Tanggal 5 Mei 2015.06.1.0.02.00 1 0 Jurnal LRA Tanggal Nomor Kode 05-05- Bukti TBP Rekening 0.500.500.1.500.00 0 Pajak Hotel-LRA 7.00.000.1.06.0 Kas di Bendahara 7. Sedangkan apabila dalam pemeriksaan ditemukan lebih bayar pajak maka akan diterbitkan surat ketetapan lebih bayar yang akan dijadikan pengurangan pendapatan LO.0 15 0 4.0 1 Uraian Perubahan SAL Debit Kredit 7.0 Penerimaan Pajak Hotel-LO 0 15 Uraian Debit Kredit 7.500.

500. Bendahara Penerimaan menyetorkan pendapatan ini ke Kas Daerah. Berdasarkan dokumen penyetoran tersebut atau STS (Surat Tanda Setoran).700.000.500. fungsi akuntansi mencatat dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode 06-05- Bukti SSP Rekening 3.0.3.0 15 1 1. dilakukan pemeriksaan atas pajak hotel yang dibayarkan oleh Hotel Mekar dan ditemukan adanya pajak kurang bayar sebesar Rp1.00.Asumsi pelaksanaan anggaran mengikuti kode rekening anggaran (Permendagri Nomor 13 Tahun 2006) Jurnal LRA Tanggal Nomor Kode 05-05- Bukti TBP Rekening 0.1.00 0 Kas di Bendahara 7.1.500.00.1. Berdasarkan hal tersebut.02.1.0.500.0 Uraian Perubahan SAL Debit Kredit 7. Berdasarkan hasil perhutngan tersebut.01.0 1 Uraian RK PPKD Debit Kredit 7.0 15 0 4. Dinas Pendapatan akan mengeluarkan surat ketetapan kurang bayar atas pajak hotel mekar.1.00 Penerimaan 0 c) Tanggal 10 Mei 2015.00 1 0 b) Tanggal 6 Mei 2015.00 0 Pajak Hotel 7.06. fungsi akuntansi mencatat dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Uraian Debit Kredit .

Ilustrasi: a) Tanggal 1 September 2015.700.00.00 0 3) Pengakuan pendapatan pajak yang pembayarannya dilakukan di muka oleh wajib pajak untuk memenuhi kewajiban selama beberapa periode ke depan.1. fungsi akuntansi mencatat dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode 10-05- Bukti SKPDL Rekening 8.000. Dinas Pendapatan menerima pembayaran pajak reklame yang dibayarkan untuk masa satu tahun kedepan sebesar Rp36.1. Pendapatan LO diakui ketika periode yang bersangkutan telah terlalui sedangkan pendapatan LRA diakui pada saat uang telah diterima.700.00 0 Utang Kelebihan Pembayaran Pajak 1.6.700.01.0 15 B 1 2.00 1 0 d) Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan adanya pajak lebih bayar.10-05- Bukti SKPDK Rekening 1.06.1.3.0 Piutang Pajak Hotel 1.000.1. Berdasarkan hal tersebut.0 15 B 6 8.0 Uraian Pajak Hotel-LO Debit Kredit 1.06. Berdasarkan hal tersebut dicatat pendapatan diterima dimuka dan pendapatan LRA dengan jurnal: Asumsi pelaksanaan anggaran mengikuti kode rekening BAS (Permendagri Nomor 64 Tahun 2013) .01.700. Dinas Pendapatan akan mengeluarkan surat ketetapan lebih bayar atas pajak hotel mekar.1.00 0 Pajak Hotel-LO 1.1.

1.1.02.1.00 0 .00.000.0.0 0 4.01.000.0 Uraian Perubahan SAL Debit Kredit 36.000.00 Diterima Dimuka 0 Jurnal LRA Tanggal Nomor 01-09- Bukti TBP 15 Kode Rekening 0.000.0 0 4.00 Papan/Billboard/ 0 Videotron/Megatr on – LRA Asumsi pelaksanaan anggaran mengikuti kode rekening anggaran (Permendagri Nomor 13 Tahun 2006) Jurnal LRA Tanggal Nomor 01-0915 Bukti TBP Kode Rekening 0.0.0 Uraian Perubahan SAL Debit Kredit 36.1.00 0 Pajak Reklame Papan/Billboard/ Videotron/Megatr on 36.00.000.1.01.0.0.0 Penerimaan Pendapatan 15 1 Uraian Debit Kredit 36.00 0 36.Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode 01-09- Bukti TBP Rekening 1.1.000.00 0 Pajak Reklame 36.04.4.1.0 Kas di Bendahara 1 2.

000.00 (1/09/15 s/d 31/12/15 atau 4 bulan).b) Tanggal 2 September 2015.000.04.1.4.LO Kredit 0 12. Bendahara Penerimaan menyetorkan pendapatan ini ke Kas Daerah.1.000. fungsi akuntansi mencatat dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode 02-09- Bukti SSP Rekening 3.000. fungsi akuntansi mencatat dengan jurnal: Jurnal LO atau Neraca Tanggal Nomor Kode Uraian Debit 31-12- Bukti BM Rekening 2. jumlah pendapatan reklame adalah sebesar Rp12. Berdasarkan dokumen penyetoran tersebut atau STS (Surat Tanda Setoran).00 Bendahara 0 Penerimaan c) Tanggal 31 Desember 2015.1. Berdasarkan hal tersebut.1.01.00 0 .0 1 Uraian RK PPKD Debit Kredit 36.3.01.0 15 1 1.00 1 8.0 Pendapatan Diterima 12.02.1.1. Berdasarkan perhitungan.000. dilakukan penyesuaian atas pendapatan diterima dimuka untuk melakukan pengakuan pendapatan-LO dari pajak reklame untuk tahun 2015 dengan menerbitkan bukti memorial.000.00 0 Kas di 36.0 Dimuka Pajak Reklame 15 1 Papan/Billboard/ Videotron/ Megatron .

Bendahara Penerimaan menyetorkan pendapatan pajak dari PT Indofood ke Kas Daerah.1.01 Uraian Debit Kas di Bendahara Rp 48.4) Pengakuan pendapatan pajak dimana wajib pajak menghitung sendiri tanggungan pajaknya (self assessment) dan wajib pajak membayar pajak pada awal periode (diterima dimuka).000.1.00 4.000.01 2.0. Jurnal Laporan Operasi atau Neraca Tanggal Nomor Bukti 01 Juli 2015 TBP Kode Rekenin g 1.000 Jurnal Laporan Realisasi Anggaran Tanggal 1 Juli 2015 Nomor Bukti TBP Kode Rekening 0.0. Ilustrasi : a) Pada tanggal 1 Juli 2015 menerima pembayaran pajak dari PT Indofood sebesar Rp 48.01 Uraian Perubahan SAL Pajak Reklame Papan/Billboard/ Videotron/Megatr on – LRA Debit Kredit Rp 48.000 untuk satu tahun kedepan.000 Penerimaan Pendapata n Diterima Dimuka Kredit Rp 48.00.04. Berdasarkan dokumen penyetoran .1.4.000.000.1.1. Berdasarkan transaksi tersebut maka dicatat pendapatan diterima dimuka dan pendapatan LRA. Asumsi pelaksanaan anggaran mengikuti kode rekening BAS (Permendagri Nomor 64 Tahun 2013).000 b) Tanggal 2 Juli 2015.000.01.000 Rp 48.02.

01.000.02.LO Rp 24. Oleh sebab itu.000 .1.3.000.01.000.1. pada saat melakukan pemerikasaan ditemukan adanya pajak kurang bayar sebesar Rp 2.000 c) Pada tanggal 31 Desember dilakukan perhitungan oleh dinas pendapatan dari transaksi pengakuan adanya pendapatan pajak PT Indofood sebesar Rp 24.1.00.1.tersebut atau STS (Surat Tanda Setoran).000.1.1.000.04.00.000.01 Uraian Debit RK PPKD Kredit Rp 48.000.1.000 Kas Bendahara Penerimaan di Rp 48.000 Dimuka Pajak Reklame Papan/Billboard/ Videotron/ Megatron .01 8.01 1.4.01 Tanggal 1 Desember 2015 Nomor Bukti SKPDKB Kode Rekening 1.01.1. fungsi akuntansi mencatat dengan jurnal: Jurnal Laporan Operasi atau Neraca Tanggal 2 Juli 2015 Nomor Bukti SSP Kode Rekening 3. Disisi lain.000.000 Pajak Reklame Papan/Billboard/ Videotron/ Megatron Kredit Rp 2.000.01.1.000 Uraian Debit Piutang Pajak Reklame Rp 2.01 Uraian Debit Kredit Pendapatan Diterima Rp 24.000. Dinas Pendapatan mengeluarkan surat ketetapan kurang bayar yang dicatat sebagai berikut : Jurnal Laporan Operasional atau Neraca Tanggal 1 Desembe r 2015 Nomor Bukti BM Kode Rekening 2.3.09 8.

01.1. Pencatatan jurnalnya : Jurnal Laporan Operasional atau Neraca Tanggal 1 Desember 2015 Nomor Bukti BM Kode Rekening 2.04. apabila Dinas Pendapatan menemukan adanya pajak yang dibayarkan melebihi nominal yang seharusnya maka Dinas Pendapatan akan mengeluarkan surat ketetapan lebih bayar.1.01 Uraian Debit Pendapatan Diterima Dimuka Pajak Reklame Papan/Billboard/ Videotron/ Megatron .6.1.1.4.01..1.LO d) Selain adanya surat ketetapan kurang bayar. Prosedur Pencatatan Retribusi 1) Pengakuan pendapatan pada saat pendapatan diawali dengan adanya penetapan terlebih dahulu Ilustrasi: a) Pada tanggal 1 April Dinas Pendapatan menemukan adanya Pemakaian Kekayaan Daerah yang belum diterima pembayarannya sehingga Dinas .01.1.01 Tanggal 1 Desember 2015 Nomor Bukti SKPDKB Kode Rekening 8.LO Rp xxx Uraian Debit Pajak Reklame Papan/Billboard/ Videotron/Megatron LO Utang Kelebihan Pembayaran Pajak Rp xxx Kredit Rp xxx Kredit Rp xxx b.01 8.01 2.

Selain sebagai tanda bukti telah membayar TBP juga menjadi dasar pencatatan fungsi akuntansi guna pencatatan dalam jurnal.02.0000.1. (dalam ilustrasi dimisalkan Rp 12.1. tanggal 12 April wajib pajak membayar utangnya kepada Dinas Pendapatan dan menerima Tanda Bukti Pembayaran (TBP).02.3.000.2.0000.Pendapatan mengeluarkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah kepada wajib retribusi sebesar nominal yang seharusnya. Asumsi pelaksanaan anggaran mengikuti kode rekening BAS (Permendagri Nomor 64 Tahun 2013) Jurnal Laporan Operasional atau Neraca Tanggal 2 April 2015 Nomor Bukti TBP Kode Rekening 1.1.15 8.1.01 Uraian Debit Piutang Retribusi Rp 12.0000.01 1.000.1.02.000 Penerimaan Piutang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Kredit Rp 12.00) Jurnal LO atau Neraca Tanggal 1 April 2015 Nomor Bukti SKRD Kode Rekening 1.15 Uraian Debit Kas di Bendahara Rp 12.3.15.000 Jurnal Laporan Realisasi Anggaran Tanggal Nomor Bukti Kode Rekening Uraian Debit Kredit .000 Pemakaian Kekayaan Daerah Pendapatan sewa Tanah dan Bangunan – LO Kredit Rp 12.0000.000 b) Berdasarkan Surat Ketetapan Retribusi.

02.000 Kas di Bendahara Penerimaan Rp 12.1.01 Debit Kredit Rp 12.1.000 c) Selanjutnya pada tanggal 14 April 2015.0000.2.02.2 April 2015 TBP 0. Ilustrasi: a) Pada tanggal 12 Juni 2015. Berdasarkan dokumen penyetoran tersebut atau STS (Surat Tanda Setoran).00.0.1.000.00 Perubahan SAL 4.01 Uraian RK PPKD 1.0000. fungsi akuntansi mencatat dengan jurnal: Jurnal Laporan Operasional atau Neraca Tanggal 4 April 2015 Nomor Bukti SSP Kode Rekening 3.01. Dinas Perhubungan menerima pembayaran retribusi Izin trayek sebesar Rp 6.0000.0. Berdasarkan hal tersebut dicatat pendapatan LO dan pendapatan LRA dengan jurnal: Asumsi pelaksanaan anggaran mengikuti kode rekening BAS (Permendagri Nomor 64 Tahun 2013) .000 2) Pengakuan pendapatan yang tidak perlu ada penetapan terlebih dahulu Pada kasus Pengakuan pendapatan ini pengakuan pendapatan Laporan Operasional dan pengakuan pendapatan LRA pada saat pembayaran telah diterima oleh pemerintah daerah.3.1.01 Rp 12.000.0000.000 Pendapatan Retribusi pemakaian Kekayaan Daerah Rp 12. Bendahara Penerimaan menyetorkan pendapatan dari retribusi ini ke Kas Daerah.00.

29.00 4.00.LRA Rp 6.000 Penerimaan Pemberian Izin Trayek Kepada Badan .000 Jurnal LRA Tanggal 2 Juni 2015 Nomor Bukti TBP Kode Rekening 0.01 8.0.Jurnal LO atau Neraca Tanggal 2 Juni 2015 Nomor Bukti TBP Kode Rekening 1.0000.04 Uraian Debit Perubahan SAL Retribusi Trayek Kredit Rp 6.LO Kredit Rp 6.2.03.1.1.02.2.00 4.2.0.0000.02 Uraian Debit Perubahan SAL Kredit Rp 6.000 Pemberian Izin Trayek Kepada Badan .1.0000.000 b) Pada tanggal 17 Juni 2015 atas transaksi tersebut maka Bendahara Penerimaan menyetorkan pendapatan ke Kas Daerah.0000. Akibat transaksi ini maka fungsi akuntansi mencatat Surat Tanda Setoran dengan jurnal : Jurnal LO atau Neraca .000 Jika pelaksanaan anggaran mengikuti kode rekening anggaran (Permendagri Nomor 13 Tahun 2006) Asumsi Jurnal LRA Tanggal 2 Juni 2015 Nomor Bukti TBP Kode Rekening 0.0.0000.00.29.1.000 Izin Rp 6.0000.02 Uraian Debit Kas di Bendahara Rp 6.0.1.

1.0000.02.000 Kas di Bendahara Penerimaan Rp 6.Tanggal 7 Juni 2015 Nomor Bukti SSP Kode Rekening 3.01 Uraian Debit RK PPKD 1.1.000 Berikut adalah rangkuman jurnal standar untuk pencatatan pendapatan di SKPD: No Transaksi Penerbitan Pencatatan Oleh SKPD Uraian Piutang…… Debit xxx Pencatatan Oleh Kredit PPKD Uraian Debit No Entry Kredit SK Pendapatan…Penerimaan Pembayaran LO Kas di Bendahara xxx xxx No Entry Peneriamaan Piutang Perubahan SAL xxx x xx Pendapatan…Penyetoran LRA RK PPKD xxx xxx Kas di Pendapatan Daerah Kas di xxx Penerimaan RK PPKD D Kas di xxx Langsung di Setor ke Kas Umum Daerah Xxx RKSKP Bendahara Pendapatan xxx Piutang xxx Daerah RK SKPD Perubahan SAL Pendapatan…LRA xxx xxx xxx Xxx .0000.1.01 Kredit Rp 6.01.3.