You are on page 1of 21

KATA PENGANTAR

Puji syukur bagi Allah SWT yang dengan karunianya, Telah memungkinkan
penyusun menyelesaikan makala sebagai salah satu tugas etika keperawatan dan agar dapat di
manfaatkan oleh para pembaca. Hanya dengan kekuatan dan kesabaran yang dilimpahkannya,
makalah ini dapat diselesaikan.Dan mudah-mudahan dengan adanya makalah ini para pembaca
dapat memahami mengenai konsep komunikasi dalam dunia keperawatan.
Akhir kata “ Tiada Gading yang Tak Retak “,demikian kata orang bijak, oleh
karena itu kritik dan saran dari pembaca senantiasa kami nantikan dalam perbaikan pembuatan
makalah kami selanjutnya.

krikilan,16 maret 2014

ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul ...........................................................................................

i

Kata Pengantar ...........................................................................................

ii

Daftar Isi ....................................................................................................

iii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang........................................................................................ 1
1.2 Rumusan masalah................................................................................... 2
1.3 Tujuan.................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Norma............................................................................ 3

2.2

Macam - macam Norma................................................................... 4

2.3

Manfaat Norma................................................................................ 7

2.4

Nila-nila Kperawatan

2.5

Pengertian Etika Keperawatan......................................................... 8

2.6

Kegunaan Etika Keperawatan......................................................... 9

2.7

Pengertian Profesi Keperawatan...................................................... 10

2.8

Tujuan Etika Profesi Keperawatan.................................................. 11

BAB III PENUTUP
3.1

Kesimpulan...................................................................................... 15

3.2

Saran................................................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 16

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang

Norma adalah aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku, sikap, dan
perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupan
bermasyarakat. Norma memiliki peranan penting dalam setiap masyarakat yang beradab. Hal ini
dianggap penting karena seperangkat norma tersebut berperan dan berfungsi untuk mengatur tata
kehidupan setiap anggota masyarakat sebagai makhluk sosial, sehingga tercapai suatu bentuk
keteraturan yang berlandaskan pada sistem budaya masing-masing. Sebagai bagian dari
kekayaan budaya, norma dan nilai sosial harus dijunjung tinggi, dibina, dan dipertahankan
sehingga keberadaannya tidak diremehkan dan terancam musnah. Bila norma tersebut sudah
diperlakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan lebih terkendali dan teratur sesuai
dengan norma yang berlaku dalam masyarakat itu.

Apa saja macam macam norma? 1.2.Apa manfaat norma? 1.beda.2.1.6.Apa pengertian etika keperawatan? 1.Bangsa Indonesia juga memiliki seperangkat norma yang terwujud dalam berbagai sistem budaya yang kompleks.2. Setiap suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki norma yang berbeda .4.2.5.7.Apa tujuan etika profesi keperawatan? 1.2 Rumusan masalah 1.Apa pengertian profesi keperawatan? 1.3 Tujuan Untuk mengetahui pengertian norma etika Untuk mengetahui macam – macam norma Untuk mengetahui manfaat norma Untuk mengetahui pengertian etika keperawatan Untuk mengetahui kegunaan etika keperawatan Untuk mengetahui pengertian profesi keperawatan Untuk mengetahui tujuan etika profesi keperawatan .2.2. namun tetap bermuara pada satu tujuan yaitu menciptakan masyarakat yang teratur dan harmonis.2.Apa kegunaan etika keperawatan? 1.Apa pengertian norma etika? 1.2.3. 1 1.

norma di bagi menjadi dua yaitu: norma yang datang dari Tuhan dan norma yang dibuat oleh manusia. karena awal dari sebuah budaya itu sendiri adalah intraksi antara manusia pada kelompok tertentu yang nantinya akan menghasilkan sesuatu yang disebut norma. Norma yang pertama di sebut norma agama sedang yang kedua di sebut norma sosial. Jika kita berbicara norma.1 PENGERTIAN NORMA Dari segi bahasa Norma berasal dari bahasa inggris yakni norm. yakni mengatur kehidupan manusia agar menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. meskipun pada dasarnya keduanya dalam orientasi yang sama.2 BAB II PEMBAHASAN 2. Dalam kamus oxford norm berarti usual or expected way of behaving yaitu norma umum yang berisi bagaimana cara berprilaku. Adapula yang mengartikan norma sebagai nilai karena norma merupakan konkretasi dari nilai. norma memungkinkan sesorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain.. Norma adalah patokan prilaku dalam satu kelompok tertentu. budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. nilai sekaligus menjadi sumber bagi norma. Norma juga merupakan sesuatu yang mengikat dalam sebuah kelompok masyarakat. Norma adalah perwujudan dari nilai karena setiap norma pasti terkandung nilai di dalamnya. Norma pada dasarnya adalah bagian dari kebudayaan. . norma juga merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak prilaku seseorang.

artinya pelanggarnya baru akan menerima sanksinya nanti diakhirat berupa siksaan di neraka. Pada umumnya pelanggaran dalam norma kesusilaan adalah adanya perasaan menyesal. tekanan batin dan perasaan malu. larangan larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Norma agama ini hanya memberikan kewajiban kepada manusia tanpa memberi hak kepada mereka. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. dan tidak melakukan perbuatan maksiat.mereka harus menta’ati dan melaksanakan norma agama tersebut. 3 Mencegah. Norma moral/kesusilaan. larangan dan anjuran-anjuran 2. melarang.norma ini tidak di tujukan kepada sikap lahir. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat.. yaitu peraturan atau kaidah hidup yang bersumber dari hati nurani dan merupakan nilai-nilai moral yang mengikat manusia. dan mungkar.dan tidak menyukai adanya kejahatan-kejahatan yang terjadi. Norma kesusilaan yang juga disebut dengan norma moral adalah norma yang biasa terdapat dalam masyarakat dan dianggap sebagai peraturan maupun dijadikan suatu pedoman dalam bertingkah laku (berbudi pekerti / berakhlak). keji.tetapi pada sikap batin manusia yang di harapkan batin tersebut sesuai dengan norma agama yang ia yakini sebagai sebuah kepercayaan.2 MACAM MACAM NORMA 1. 3 2. . Norma agama adalah petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan yang disampaikan melalui utusan-Nya (Rasul/Nabi) yang berisi perintah.Norma Agama adalah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintahperintah. Norma-norma itu mempunyai dua macam isi. Adapun tujuan dari norma kesusilaan adalah hampir sama dengan norma agama. Contoh norma agama ini diantaranya ialah: 1 Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan. yakni membentuk karakter manusia menjadi lebih baik. 4 Pelanggar norma agama mendapatkan sanksi secara tidak langsung. Norma agama yang berasal dari tuhan ini bertujuan untuk menyempurnakan keadaan manusia agar menjadi baik. 2 Beramal saleh dan berbuat kebajikan. dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan.

Contoh norma kesusilaan adalah seorang anak yang biasa mencium tangan terhadap orang tua atau gurunya ketika bersalaman sebagai tanda hormat. 6 . maka biasanya mereka akan lebih dihormati dan dihargai oleh masyarakat tersebut. Namun. 5 Norma ini jika dilanggar akan dikenai sanksi berupa teguran hingga cemoohan dari masyarakat. yaitu peraturan atau kaidah yang diciptakan oleh kekuasaan resmi atau negara yang sifatnya mengikat atau memaksa Norma hukum biasanya berasal dari undang-undang yang dibuat oleh pemerintah dan bagi mereka yang melanggarnya biasanya mendapatkan sanksi berupa teguran. Norma hukum. Oleh sebab itu. guru maupun siapa saja yang memberikan nasehat. denda hingga penjara. setelah kita mengetahui dari peran penting norma kesusilaan ini sebaiknya kita hindari hal-hal yang dapat melanggar norma kesusilaan / norma moral ini supaya kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi 3. Mengucapkan permisi atau membungkukkan badan jika melewati orang-orang yang lebih tua Tidak menyela pembicaraan orang lain Tidak meludah di depan orang lain 4. Contoh-contoh norma kesopanan adalah sebagai berikut: Tidak duduk diatas meja Berbicara yang santun terhadap mereka yang lebih tua Mendengarkan dengan seksama ketika dinasihati oleh orang tua. jika kesopanan dalam bertingkah laku dalam masyarakat dijaga dengan baik. Adapun tujuan daripada norma kesopanan ini adalah untuk menciptakan keharmonisan dalam pergaulan yang lebih santun ketika berada di tengah-tengah masyarakat. Norma kesopanan adalah aturan yang didasarkan pada atuuran tingkah laku yang biasanya berlaku dalam masyarakat.

selain menggunakan ilmu keperawatan yang mereka miliki. Hak pasien merupakan hasil legislasi dan standar etis masyarakat yang sepatutunya dijunjung tinggi. Klasifikasi nilai adalah suatu proses. maka norma subjektif adalah norma yang bersifat moral dan tidak dapat memberikan ukuran 2. BIla norma objektif adalah norma yang dapat diterapkan secara langsung apa adanya. ukurannya. Norma berguna untuk menilai baikburuknya tindakan masyarakat sehari-hari. patokan atau ukuran. yaitu sesuatu yang bersifat pasti dan tidak berubah. Seorang siswa harus mematuhi tata tertib dalam sekolah. 2. misalnya saja tidak hadir terlambat untuk sekolah. aman dan tentram dalam bermasyarakat dan bernegara.4 NILAI-NILAI KEPERAWATAN Nilai (values) merupakan hak manusia dan pertimbangan etis yang mengatur perilaku seseorang. serta kualitasnya kita ragukan. terutama bagi perawat karena perkembanga peran perawat menjadikan mereka lebih menyadari nilai dan hak orag lain serta dirinya sendiri.Adapun tujuan dari norma hukum ini adalah untuk menciptakan suatu suasana yang tertib. Sebuah norma bisa bersifat objektif dan bisa pula bersifat subjektif. Nilai dipengaruhi oleh lingkungan da pendidikan yang dewasa ini mendapat perhatian khusus. Berdasarkan nilai yang . mengenakan seragam sekolah sesuai dengan yang telah ditentukan sekolahan. di mana orang atau seseorang dapat menggunaknnya untuk mengidentifikasi nilai mereka sendiri. Nilai merupakan milik setiap pribadi yan mengatur langkah yang sseharusnya dilakukan karena merupakan cetusan dari hati urani yang dalam dan diperoleh seseorang sejak kecil. Contoh mematuhi norma hukum diantaranya adalah: Mematuhi aturan yang berlaku ketika dijalan raya misalnya saja berhenti ketika lampu ramburambu lalu lintas sedang berwarna merah.3 MANFAAT NORMA Sebuah norma adalah sebuah aturan. Seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. juga diperkuat oleh nilai yang ada dalam diri mereka. pejalan kaki yang menyebrang pada tempatnya (tempat penyebrangan yang biasa disebut dengan zebra cross). Sehingga perawat dapat membantu pasien untuk mendapatkan pola tindakan yang didasarkan pada nilai yang ada pada mereka. Dengan adanya norma kita dapat memperbandingkan sesuatu hal lain yang hakikatnya.

keindahan. pasien sering merasa kurang dipentingkan dalam tatanan kesehatan. atau perilaku yang berorientasi pada tindaka dan pemberian arah serta makna pada kehidupan seseorang (Simon. keyakinan yang dipegang sedemikian rupa oleh seseorang sesuai denga tuntutan hasti nurani (pengertian secara umum). terutama privasi sopan santun dan informasi. Nilai membentuk dasar perilaku seseorang. Pada waktu yang lalu. sedangkan kode etik adalah milik suatu profesi atau masyarakat secara keseluruhan.1973) 3. yaitu sebagai berikut: 1. sehingga dapat bekerja lebih professional. Legislasi berarti suatu ketetapan atau ketentuan hukum yang mengatur hak dan kewajiban seseorang yang dapat berhubunga erat denga tindakan (Liberman. Nilai adalah sesuatu yang berharga. 1. Nilai merupakan komponen intelektual dan emosional dari seseorang yang secara intelektual diyakinkan tentang suatu nilai serta memegang teguh dan mempertahakannya. pasien dan keluarganya sering tidak diperhatikan hak fundamentalnya. . Nilai tersebut merupakan suatu cirri. Nilai menjadi control internal bagi perilaku seseorang 4. Nilai nyata dari seseorang diperlihatkan melalui pola perilaku konsisten 3.1974) Pengertian di atas menunjukkan bahwa nilai tersebut bersifat pribadi. 1. mereka diharapkan dapat menghargai hak pasien atau klien yang dirawatnya dalam setiap pelaksanaan tugasnya. Pada waktu yang lalu. Legislasi dapat memberikan kejelasan tentang hak dan kewajiban seseorag secara praktis dalam melaksanakan tugas profesinya. Pengertian Ada beberapa pengertian tentag nilai. 2. objek atau perilaku khusus (Znowski. Nilai adalah keyakinan seseorang tentag sesuatu yang berharga. 2. kebenara atau keinginan mengenai ide. Para ahl sepakat bahwa nilai timbul dari pengalaman pribadi seseorag dan akan berbeda untuk setiap orang. Nilai adalah seperangkat keyakinan dan sikap pribadi seseorag tentang kebenaran. yaitu sebagai berikut. dan penghargaan dari suatu pemikiran objek. 1970).ada pada diri perawat. da kurang diperhatikan hak-haknya sehingga kurang terjalin kerjasama antara perawat dengan pasien.

social dan estetika yang dapat menghasilkan suatu kode atau peraturan. Bertanggung jawab untuk segala tindakannya. 2. Seorang perawat yang menghargai hak privasi pasien akan menerapkan kepada pasien. Metode Mempelajari Nilai . kemudian berkembang sepanjang hidupnya. Lemah lembut 4. Nilai yang sangat diperlukan oleh perawat 2. 1. Untuk praktik sebagai perawat professional.” 1. Menghargai orang lain Falsafah sekarag untuk mengintegrasikan nilai-nilai adalah spiritual. Menghargai privasi adalah dasar nilai etis untuk keperawatan.Nilai dipelajari sejak kecil oleh anak di rumah. antara lain dengan: 1. Menutup pasien untuk setiap prosedur tertentu. Melindungi seseorang yang hal privasi 3. Menyediakan tempat konsultasi bagi pasien deng pemuka agama atau anggota keluarga yang sedang bersedih. sebagai berikut: 1. Kejujuran 3. Ketetapan setiap tindakan 5. 2. 3. diperlukan nilai yang sesuai dengan kode etik profesi. Menutup area untuk mandi dan pengobatan. Tindakan tersebut dimanifestasikan dalam perilaku tertentu sebagai kegiatan yang dilaksanakan dengan hati-hati dan melaporkannya bila terjadi suatu kesalahan. Bila seseorang memilih menjadi perawat berarti ia membawa nilai yang ada sebelumnya ke dalam dunia keperawatan. Mahasiswa keperawatan belajar dengan cara membiasakan diri “menjadi sensitive terhadap perasaan pasie ndam memahami kebutuhannya. Menghargai martabat individu tanpa prasangka. professional. Nilai tersebut ada yang cocok dan ada pula yang tidak cocok dengan etika keperawatan.

Memilih secara bebas 6. Bertindak dengan pola konsistensi 1. Memilih setelah mempertimbangkan konsekuensinya. misalnya individu memegang keyakinan yang dapat dibuktikan melalui kejadian yang dapat dipercaya. 3. Membujuk atau meyakinkan 3. Menegaskannya di depan umum. Memilih dari berbaga alternative. subjek. baik secara tradisional maupun nilai atau keyakinan. keyakinan atau sikap dapat menjadi suatu nilai apabila keyakinan tersebut memenuhi tujuh criteria sebagai berikut: 1. atau model peran 2. yaitu sebagai berikut: 1. Tradisi rakyat atau keluarga merupakan keyakinan yang berjalan dari satu generasi ke generasi lain 1. Keyakinan merupakan pengorganisasian konsep kognitif. Pilihan terbatas 5. Sikap dapat diajarkan melalui cara: 1. Menetapkan melalui peraturan . 5. 4. Bertindak 7. Mengajarkan melalui budaya 4. tidak berdasarkan kenyataan 2. Sikap Sikap adalah suasana perasaan atau sifat. apabila cocok. Keyakinan adalah sesuatu yang diterima sebaga kebenaran melalui pertimbangan dan kemungkinan. kondisi. Menjunjung dan menghargai keyakinan dan perilaku seseorang 2. Member contoh. 3. atau situasi. di maa pelaku yang ditujukan kepada orang. teladan. Keyakinan Ada beberapa pengertian tentan keyakinan.Menurut teori klarifikasi nilai.

dan ditunjang oleh lingkungan yang baik pula. Masyarakat luas dapat memperoleh contoh melalui permainan yang canggih yang tersebar di banyak tempat. Di masa sekarang. terutama aak. Contoh dari media masa kadag berbeda dengan yang diterima di dalam keluarga atau di lingkungan masyarakat. contoh model peran sangat terbatas dan dapat diambil dari keluarga dan lingkunga masyarakat setempat. Hal ini dapat menimbulkan konflik pada diri mereka. misalnya seorang anak berperilaku bak karena di dalam keluarganya dibiasakan bersikap baik. Teladan atau Model Peran Setiap individu belajar dari seperangkat contoh melalui perlaku orang lain yang diterimanya.6. misalnya seorang guru dapat menjadi panutan di lingkungan masyarakat. TV dan sebagainya. Perubahan ini hanya terjadi pada perubahan perilaku yang bersifat sementara dan bukan merupakan cara yang efektif untuk mengembangkan nilai pribadi seseorang. bayak sumber dapat dijadikan contoh. Karena bla pasien pulang ke rumahnya. Hal ini tidak terkait denga aspek emosional dari perilaku seseorang. misalnya di pusat perbelanjaan dan sebaganya. . Denga canggihnya alat informasi pada masa sekarang. 1. Contoh: perawat meyakinkan pasien untuk mencuci tang setiap pagi walaupun pasien tidak ingin melakukannya karena pasien tidak mempunyai nilai dalam hal kebersihan. Masalah ini perlu mendapatkan perhatian yang serius dari keluarga atau orang tua dan para pendidik. Di masa lalu. Mempertimbangkan denga hati nurani 1. sifat atau kebiasaan makan tanpa mencuci tangan akan dilakukan kembali. sulit untuk belajar nilai dari contoh sehingga dapat membingungkan masyarakat. Memberi Contoh. misalnya melalui radio. sopan santun. Ada perbedaan situasi di masa lampau denga situasi sekarang. Membujuk atau Meyakinkan Membujuk atau meyakinkan seseorang mempunyai dasar kognitif.

Contoh: mahasiswa AKPER diajarkan di rumah bahwa memakai tat arias adalah berdosa. Pilihan Terbatas Perilaku seseorag dikontrol dengan membatasi pilihan seseorag denga tidak mempunyai pilihan secara bebas. ia akan mempertimbangkan untuk selalu mengikuti peraturan dan disiplin. sehingga tidak mempertimbangkan nilai benar atau salah. Menetapkan Peraturan Ketentuan dan peratura yang digunakan untuk mengontrol perilaku seseorang adalah: 1. Oleh karena itu. Mengajarkan Budaya Budaya dan agama mempengaruhi perilaku seseorag tapa pilihan. lalu ia memutuskan untuk tidak memakai tat arias bila pulang di rumah karena khawatir akan dipermasalahka oleh orag tuanya. Belakanga terlihat jelas pilihan yang lain. Mahasiswa mempunyai dua pilihan yang dapat mengontrol perlakunya yang merupakan dasar terhadap tingkah lakunya di masa yang akan dating. ia tidak menentukan sendiri apakh perlu menggunakan tat arias atau tidak. sehingga ia mengambil suatu alternative untuk mengamankan diri agar tidak mendapatkan amsalah bila ia pulang ke rumah. Contoh: Mahasiswa AKPER diperbolehkan keluar asrama sebelum pukul 21:00. Apakah ia akan mengikuti peratura atau melanggar peraturan. Berperilaku dalam cara tertentu karena takut diberi sanksi. Perilaku yang dipelajari biasanya dapat diterima secara social dan diterapkan dalam situasi yang sama dengan waktu yang akan dating 2. 1. sesuai denga kepentinganya.1. Namun. akan tetapi ia tidak diberi pilihan di rumah atau di sekoah. 1. sehingga ia aka mendapatkan kesulitan karena pelanggaran itu. . Setiap individu dapat menerima keyakinan tersebut. Dari contoh di atas. di luar rumah. dapat disimpulkan bahwa pendidikan dari keluarga tidak menjadi system nilai bagi yang bersangkutan yang mempunyai nila yang berbeda denga yang diajarkan di rumah.

Proses klarifikasi nilai dirumuskan oleh Lous Ranths pada tahun 1966 berdasarkan pemikiran John Dewey. walaupun di dalam dirinya terjadi konflik 2. bagaimanapun juga. Konflik antara Nilai dan Kewajiban Profesional Denga berubahnya lingkup praktik keperawatan dan teknologi medis. Kegagalan untuk mengikuti norma (hati nurani) dapat mengakibatkan timbulnya perasaan bersalah. Meskipun demikian. maka akan timbul rasa bersalah.1972) yaitu: . 1. tanggung jawab keperawatan akan menjadi konflik denga nilai pribadi perawat. yaitu suatu proses di maa individu memperoleh jawaban atau nilai mereka sendiri terhadap beberapa situasi melalui proses pengembangan nilai individu. Hal ini merupakan klarifikasi nilai mereka masing-masing bahwa tidak ada seperangkat nilai yang benar untuk tiap orang. misalnya: 1. bukan berdasarkan isi penilaian. Contoh: seorang ibu melarang anaknya pergi karena khawatir bila terjadi sesuatu terhadap anaknya. 1. Akan tetapi. hal ini bertentangan dengan nilai pribadinya.3. Proses penilaian mencakup tujuh yang ditempatkan dalam 3 kelompok (Smon. Denga majunya ilmu dan teknologi. Memperpanjang kehidupan pasien yang tidak reponsif dengan menggunakan mesin 3. perawat tetap melakukan tugasnya karena. Hal ini bersifat negative dan kurang efektif untuk mengontrol seseorag. Proses klarifikasi nilai ini lebih memperhatikan proses penilaian. berarti dapat membedakan baik dan buruk. Untuk itu perlu diterapkan system klarifikasi nilai. Tidak memasukkan tranfusi darah karena keyakinan agama individu (pasien) yang seharusnya ia lakukan. Mempertimbangkan dengan hati nurani Orag sering mempelajari seperangkat norma perilaku yang dianggap benar. Bila aak tersebut melaggar keinginan ibunya. kesejahteraan pasien adalah esensial. konflik yang terjadi makin tinggi. Atasan membutuhkan bantuan perawat dalam hal pelaksanaan aborsi terapeutik. benar dan salah. Menggunakan nilai untuk mengarahkan perilakunya.

dimana perawat dapat membantu pasien mengidentifikasi bidag konflik.Dalam kamus umum bahasa indonesia (poerwadarminta. Bertindak 9. Menjunjung dan menghargai keyakinan dan perilaku seseorang 3. Memilih 5. Bertindak 10. menetapkan tujuan dan melakukan tindakan 2. memilih da menentukan berbagai alternative.adat.padang rumput. Menghargai 2. konsistensi dan repetisi (mengulang yang telah disepakati) Denga menggunaka ketujuh langka tersebut ke dalam klarifikasi nilai. Menegaskannya d depan umum bila diperlukan 4. Memilih secara bebas 8. Memilh setelah mempertimbangkan konsekuensinya 7.1953) etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas asas akhlak(moral ) Etik adalah norma-norma yang menentukan baik-buruknya tingkah laku manusia. Memilih dari berbagai alternative 6. perawat dapat menjelaskan nilai mereka sendiri dan dapat mempertinggi pertumbuhan pribadinya.watak.akhlak. baik secara sendirian maupun bersama-sama dan mengatur hidup ke arah tujuannya ( Pastur scalia.Dan arti terakhir inilah menjadi latar belakang bagi terbenuknya istilah “etika” yang oleh filsuf Yunani besar Aristoteles (384-322 SM) . Langkah di atas dapat ditetapkan pada situasi pasien.1. Bertindak sesuai dengan pola.Dalam benuk jamak (ta etha) artinya adat kabiasaan. 1971 ) .5 PENGERTIAN ETIKA KEPERAWATAN Etika berasal dari bahasa Yunani kuno “ ethos” dalam bentuk tunggal mempunyai arti antara lain tempat tinggal yang biasa.kebasaan.

2.memberikan dasar dalam menilai tindakan keperawatan 3. Keperawatan sebagai suatu pelayan professional bertujuan untuk tercapainya kesejateraan manusia. 1989 ) . kolega.6 KEGUNAAN ETIKA KEPERAWATAN 1.sebagai suatu profesi. atau tenaga kesehatan lainnya di suatu pelayanan keperawatan yang bersifat professional.perawat mempunyai kontak sosial dengan masyarakat. metologi dan dilandasi pula dengan etika profesi. Prilaku etik akan dibentuk oleh nilai-nilai dari pasien.memberikan dasar dalam mengatur hubungaan antara perawat . Menjadi dasar dalam membuat kurikulum pendidikan keperawatan ( Kozier & Erb. 4.masyarakat. baik yang berhubungan dengan pasien. pelayanan keperawatan harus dilandasi ilmu pengetahuan. keluarga. Etik keperawatan adalah norma-norma yang di anut oleh perawat dalam bertingkah laku dengan pasien.dan profesi keperawatan.terjadi proses interaksi serta saling mempengaruhi dan dapat memberikan dampak terhadap tiap individu yang bersangkutan. Untuk menjamin kepercayaan ini.tenaga kesehatan lain .Perawat adalah yang sifat pekerjaannya selalu dalam situasi yang menyangkut hubungan antar manusia.membantu masyarakat untuk mengetahui pedoman dalam melaksanakan praktik.pasien . Kode etik keperawatan merupakan suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntutan bagi anggotanya dalam melaksanakan praktek keperawatan. diri sendiri dan tim kesehatan lain. 2. keluarga masyarakat.ini berarti masyarakat memberi kepercayaan bagi perawat untuk terus menerus memelihara dan menigkatkan mutu pelanyanan yang diberikan. teman sejawat. perawat dan interaksi sosial Kode etik perawat adalah suatu tatanan tentang prinsip-prinsip imum yang telah diterima oleh suatu profesi.

Etika profesi keperawatan merupakan alat untuk mengukur perilaku moral dalam keperawatan. keperawatan adalah menempatkan pasien dalam kondisi paling baik bagi alam dan isinya untuk bertindak. standar pelayanan dengan berpegang teguh kepada kode etik yang melandasi perawat professional secara mandiri atau melalui upaya kolaborasi. kehendak atau pengetahuan. keputusan diambil berdasarkan kode etik sebagai setandar yang mengukur dan mengevaluasi perilaku moral perawat. Florence Nightingale (1895). seseorang yang membutuhkan suatu terapi penyembuhan secara fisik dan mental . kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. yang akan mereka kerjakan tanpa bantuan. Calilista Roy (1976). 23 tahun 1992 tentang Kesehatan adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Perawat menurut UU RI no. . Pada lokakarya nasional tahun 1983. dan kepercayan diantara sesama perawat. 2. berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu. disepakati pengertian keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan.8 TUJUAN ETIKA PROFESI KEPERAWATAN Secara umum tujuan etik profesi keperawatan adalah menciptakan dan mempertahankan kepercayaan klien kepada perawat. Profesi keperawatan sendiri lebih mengacu pada individu yang menekuni karir di bidang tenaga kesehatan sebagai seorang perawat. Dan melakukan hal ini dengan suatu cara untuk membantunya meraih kemandirian secepat mungkin.2. seandainya dia memiliki kekuatan. Dalam penyusunan alat ukur ini. kesimpulannya bahwa keperawatan merupakan upaya pemberian pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic dan professional. keperawatan merupakan definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien.7 PENGERTIAN PROFESI KEPERAWATAN Ilmu keperawatan merupakan ilmu yang mempelajari segala hal mengenai cara merawat pasien yang mengalami gangguan kesehatan.juga seseorang yang masih sehat tetapi membutuhkan suatu konsultasi. . holistic berdasarkan ilmu dan kiat. dan kepercayaan masyarakat kepada profesi masyarakat. Menurut Virginia adalah membantu seseorang Sakit atau sehat.

Meminta informasi 5. Melakukan catatan keperawatan dengan baik.Mampu mengambil tindakan demi kepentingan orang lain. 4.Mencoba memahami kehidupan dan pengalaman hidup orang lain .Memahami situasi yang di alami orang lain . mencari dukungan dari sumber profesional yang sedia. Meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan 6.Sesuai dengan tujuan di atas. Menikatkan mutu pelayanan dengan mengikuti perkembangan IPTEK . n Kode etik profesional menugaskan tanggungjawab dan tanggung gugat dan komite etik institusional memberikan dukungan dan arahan untuk praktik etis. Membantu program pemerintah 9. Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.Memiliki perasaan empati pada orang . n Seorang perawat harus dapat melakukan asuhan adalah bagian dari usaha manusia untuk bertahan hidup . perawat ditantang untuk mengembangkan etika profesi secara terus menerus agar dapat menampung keinginan dan masalah baru. 2. Kewajiban dan hak perawat : A. Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani 3. Dan agar perawat menjadi wasit untuk anggota profesi yang bertindak kurang professional atau merusak kepercayaan masyarakat terhadap profesi keperawatan Etik dalam keperawatan n Seorang perawat harus terus mengembangkan suatu perasaan yang kuat tentang identitas moral mereka. 7.kewajiban perawat 1. dan mengembangkan pengetahuan serta kemampuan mereka dalam bidang etik. seorang perawat harus menghormati hak pasien. Memenuhi Standart profesi 8.

di ikutsertakan dalam penyusunan atau penetapan kebijakannya kesehatan di rumah sakit 9. Hak untuk menolak suatu consent 13 . meningkatkan pengetahuan berdasarkan perkembangan IPTEK dalam bidang keperawatan secara terus-menerus 6. Hak untuk memberikan informed consent e.memadai dan berkualitas b. Hak untuk diberi informasi c. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas seseuai dengan profesinya 2. mengembangkan diri melalui kemampuan sesealisasi sesuai dengan latar belakang pendidikan 3. mendapatkan informasi lengkap dari pasien yang tidak puas terhadap pelayanannya. mendapatkan jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya 8. di perlakukan secara adil dan jujur oleh rumah sakit maupun pasien dan ataupun keluarganya 7. Hak untuk mendapakan pelayanan kesehatan yangn adil. 4.hak perawat 1. 5. memperoleh kesempatan untuk mengembangkan karir Hak –hak pasien yang secara luas dikenal menurut Megan ( 1989 ) meliputi: a.B. di perhatikan privasinya dan berhak menuntut apabila nama baiknya di cemarkan oleh klien/pasien dan atau keluarganya serta tenaga kesehatan lainnya 10. Hak untuk dilibatkan dalam pembuatan keputusan tentang pengobatan dan perawatan d. menolak keinginan pasien yang brtentangan dengan peraturan perundang-undangan serta standart profesi dan kode etik profesi. mendapatkan penghargaan imbalan yang layak dari jasa profesinya sesuai peraturan atau ketentuan yang berlaku di rumah sakit 12. menolak pihak lain yang memberi anjuran atau permintaan tertulis untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan perundang-undangan serta profesi dan kode etik profesi 11.

Hak untuk mempunyai pendapat kedua h. Hak untuk mempertahankan dignitas ( kemuliaan ) termasuk dying with dignity . Hak untuk konfidensialitas ( termasuk privasi ) j. Hak untuk kompensasi terhadap cedera yang tidak legal l. Hak untuk mengetahui hak dan status tenaga kesehatan yang menolong g. Hak untuk diperlakukan dengan hormat i.f. Hak untuk memiliki integritas tubuh k.

http://www. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang ditujukan kepada individu.com/2014/04/28/nilai-nilai-keperawatan-di-dalam-etikakeperawatan-nursing-values%E2%80%8B%E2%80%8B-ethics-in-nursing/ . 3.wordpress. baik secara sendirian maupun bersama-sama dan mengatur hidup ke arah tujuannya.etika.norma adalah aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku.1 - www. memerlukan kode etik dan atau norma. Semoga makalah berjudul norma etik dan profesi keperawatan kami buat dapat dijadikan pembelajaran.1 Kesimpulan Etik adalah norma-norma yang menentukan baik-buruknya tingkah laku manusia.com/doc/38865978/nilai-dan-norma.kami ucapkan terima kasih DAFTAR PUSTAKA - Bertens k. kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat manusia dalam interaksi bertingkah laku berbeda-beda maka diperlukan norma untuk mengarahkan tingka lakunya.Scribd. sikap.org/mw/NormaNorma_yang_Berlaku_dalam_kehidupan_Bermasyarakat.untuk menjaga profesi keperawatan berjalan sesuai bidangnya.2 Saran walau kami sadar bahwa makala ini masih ada kesalahan dalam penulisan dan atau masih ada materi yang kurang dalam makala yang kami buat.org/mw/NormaNorma_yang_Berlaku_dalam_kehidupan_Bermasyarakat._Berbangsa_dan_Bernegara_7.crayonpedia. dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupan bermasyarakat.1 https://ithinkeducation.BAB III PENUTUP 3.crayonpedia._Berbangsa_dan_Bernegara_7.jakarta.1993.gramedia pustka utama http://www. keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu keperawatan.begitu juga profesi perawat yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas dan kewajibanya.