You are on page 1of 1

Percikan ludah yg

berasal dari
batuk/bersin penderita

Masuk melalui paru
paru

Kontak dengan kulit
yang berinteraksi
varicella

Infeksi virus varicela
zoster
Infeksi merangsang akumulasi
monosit, makrofag, sel T helper
dan fibroblas
Pelepasan pyrogen
endogen (sitokin)

Interleukin-1
interleukin-6

VARICEL

Tubuh memiliki
kekebalan

Kekebalan tubuh

Kuman dormant di
system saraf
sensorik

Menekan
akar syaraf

Suatu saat
kuman dormant
teraktivasi

Penurunan
sensori kulit

Tersebar melalui kelenjar
getah bening ke seluruh
tubuh
Berkembang biak
di sel retikulo

Merangsang syaraf
vagus
Sinyal
mencapai
system saaf
Pembentukan
prostanglandin
otak
Merangsang hipotalamus
meningkatkan titik patokan suhu
(sel point)

HERPES
ZOOSTER

Menyebar melalui pembuluh
darah
Menyebar pesat ke
jaringan kulit

Ketidakefekt
ifan
perlindunga
n diri

Terbentuk macula (bintik bintik
merah)
Papula (enjolan kecil pada
kulit)
Vesikel (gelembung
kecil berisi cairan
jernih)
Pustula (cairan gelembung menjadi
keruh )

Hipertermi

Terbentuk lesi yang
bermula pada bagian
tengah tubuh

Kehilangan nafsu
makan
Anorexia
Asupan nutrisi
menurun
Penurunan BB

Ketidakseimbangan
Nutrisi Dari
Kebutuhan Tubuh

Timbul luka

Respon
menggaruk

Mengigil,
menignkatkan suhu
basal

Terjadi ulkus
pada mulut
bagian dalam

Port De
entry

Penumpukan
histamine
menyebabkan rasa

Kerusakan
sel

Pelepasan mediator
nyeri (histamine,
bradikinin,
prostaglandin,
serotonin , ion kalium ,

Menyebar ke perifer menuju
ekstremitas, wajah, mulut bagian
dalam, kulit kepala, mata, bagian
tubuh yang intim, dll

Merangsang
nosiseptor (reseptor
nyeri)

Lesi menjadi krusta / keropeng
(akumulasi eksudat yang
mongering)

Dihantarkan
serabut tipe A
dan ripe C

Krusta
mengelupas
Meninggalkan bekas
hitam
Gangguan Citra
Tubuh

Otak (korteks
somatosensorik)

Persepsi
nyeri

Medulla

Nyeri
Akut