You are on page 1of 17

MAKALAH

TEORI TIPOLOGI HIPOCRATES GALENUS

DISUSUN OLEH :
YULITA SIRINTI P.

K11112001

SARTIKA KALEMBEN

K11112016

USWATUN KHASANAH

K11112104

ADIATMA

K11112298

GABRIELA ANGGELINA S.

K11112302

RETNO BUDIATI

K11112333

DEPARTEMEN PROMOSI KESEHATAN DAN ILMU PERILAKU
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
TAHUN 2015

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai tipologi Hipocrate Galenus. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat. Oleh sebab itu. Makassar. saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang. mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Teori Tipologi Hipocrates Galenus” sebagai tugas mata kuliah Pendidkan dan pelatihan. Maret 2015 Kelompok 1 ii . kami berharap adanya kritik. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan. karunia.

.....................................................................................................................................................................................2 Saran ............................................................................................1 Psikologi Pendidikan ................... i Kata Pengantar . ii Daftar Isi ....................................................................................................................1 Latar Belakang ......................... 1 2 2 BAB II PEMBAHASAN 2.................................... 1....................... 14 DAFTAR PUSTAKA .....................1 Kesimpulan .....................................DAFTAR ISI Halaman Sampul .....3 Hubungan Tipologi kepribadian Dengan Proses Belajar .............................................................................................. 6 2..............................2 Tipologi Hipocrates Galenus ............................................................. 9 BAB III PENUTUP 3................................ 3 2............3 Tujuan Penulisan ..............................2 Rumusan Masalah .. iii BAB I PENDAHULUAN 1....................................................................... 14 3............................ 15 iii ........................ 1....................................................................................

menyatakan bahwa ada hubungan antara tipe kepribadian dengan proses belajar. Oleh karena itu. maka setiap orang yang terlibat dalam pendidikan tersebut seyogyanya dapat memahami tentang perilaku individu sekaligus dapat menunjukkan perilakunya secara efektif. Dengan kata lain. Adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan tindakan belajar.1 Latar Belakang Pendidikan dan pelatihan adalah aspek yang sangat penting dalam upaya promosi kesehatan masyarakat. Prilaku tentunya tidak lepas dari kepribadian seseorang. dan melankolis. Pendidikan memang tidak bisa dilepaskan dari psikologi. mereka mampu mengatasi masalah tersebut tanpa harus selalu berpangku tangan kepada pemerintah. Melalui pendidikan dan pelatihan para kader kesehatan serta masyarakat diberikan pahaman serta kemampuan atau skill sehingga jika mereka menemukan sebuah masalah kesehatan. agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Dalam 1 . Dalam melakukan diklat tentunya sangat penting memperhatikan aspek psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sesuai dengan salah satu kompetensi inti seorang ahli kesehatan masyarakat yaitu pemberdayaan masyarakat. Karena itu. Salah satu cara yang efektif dalam memberdayakan masyarakat adalah pendidikan dan pelatihan (diklat). Teori tipologi kepribadian yang cukup terkenal adalah teori yang dikemukakan oleh Hipocrates Galenus. tidak mengherankan apabila beberapa ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa lapangan utama studi psikologi pendidikan adalah soal belajar.BAB I PENDAHULUAN 1. plegmatis. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakantindakan belajar. Artinya masyarakat diberdayakan agar mampu menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri. Dalam penelitian yang berjudul Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Semester VIII Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana oleh Kumala Dkk. Menurut teori ini kepribadian seseorang dibagi atas 4 macam yaitu sanguinis. kholeris. psikologi pendidikan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.

1. Memahami bagaimana hubungan antara tipe kepribadian menurut Hipocrates Galenus dengan proses belajar 2 . Memahami konsep kepribadian menurut tipologi Hipocrates Galenus c.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang kami angkat dalam makalah ini adalah sebagai berikut : a.makalah ini kita akan menjabarkan hubungan antara proses belajar seseorang dengan keempat tipologi kepribadian tersebut. Mengetahui apa yang dimaksud dengan psikologi pendidikan b.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut : a. Apa yang dimaksud dengan psikologi pendidikan ? b. Bagaimana konsep kepribadian menurut tipologi Hipocrates Galenus ? c. Bagaimana hubungan antara tipe kepribadian menurut Hipocrates Galenus dengan proses belajar ? 1.

1. e. meski begitu bisa ditarik kesimpulan bahwa ada kesamaan tujuan dari pendidikan.1 Psikologi Pendidikan 2. g. sengaja. 1991): proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan dapat juga diartikan sebagai usaha yang sadar. dan bertanggung jawab yang dilakukan pendidik ke anak didik agar meningkat ke taraf yang lebih maju. Sri Partini Suardiman: ilmu pengetahuan yang memnyelidiki gejalagejala kejiwaan individu dalam situasi pendidikan. pendidikan terdiri dari: 3 . Pendidikan (Poerbakawatja & Harahap): Usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk meningkatkan kedewasaan yang selalu diartikan sebagai kemampuan untuk bertangung jawab terhadap segala perbuatannya.1. digunakan untuk mempelajari belajar. b. Crow & Crow: memberikan gambaran dan penerapan tentang pengalaman-pengalaman belajar seorang individu sejak dilahirkan s/d usia tua. Sumadi Suryabrata: pengetahuan psikologi mengenai anak didik dalam situasi pendidikan. yaitu adanya perubahan tingkah laku dari suatu tahapan perkembangan ke tahapan perkembangan yang lebih maju.BAB II PEMBAHASAN 2. c. Psikologi Pendidikan: Psikologi yang mempelajari penggunaan psikologi dalam masalah pendidikan. 2. atau mengembangkan semua potensi yang dimiliki oleh individu agar menjadi maksimal.2 Peran Dan Sumbangan Psikologi Pendidikan Menurut Crow&Crow. Pendidikan (Kamus Besar Bahasa Indonesia.1 Definisi a. Pokok persoalannya adalah keadaan-keadaan yang dapat f. Pendidikan tergantung dari masing-masing individu. d. Witherington: studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia. Pendidikan sebagai suatu produk meliputi semua perubahan yang berlangsung sebagai hasil partisipasi individu dalam pengalaman-pengalaman belajar.

khususnya ketika mereka terlibat dalam proses pembelajaran. b. Oleh karena itu objek kajian psikologi pendidikan. g. Pendidikan Formal Didapat dari belajar yang mempergunakan program terencana. Pengaruh pembawaan dan lingkungan atas belajar. Hubungan antara taraf kematangan dan taraf kesiapan belajar. f. Psikologi pendidikan berusaha untuk mewujudkan tindakan psikologis yang tepat dalam interaksi antar setiap factor pendidikan. dengan dukungan sarana dan fasilitas tertentu yang berlangsung dalam lingkungan tertentu.1988) 2. Karena akikat pendidikan adalah pelayanan khusus diperuntukkan bagi peserta didik. pendidikan (guru). b. tetapi lebih condong pada aspek psikologis peserta didik. Perubahan batiniah yang terjadi selama belajar. biasanya disebut pendidikan sekolah. i. Menurut Glover dan Ronning bahwa objek kajian psikologi pendidikan mencakup topik-topik tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. dan pengaruh kondisi sosial anak didik atas pendidikan yang diterima. Sedangkan menurut Syaodih Sukmadinata dalam Syaiful Sagala mengatakan bahwa objek kajian psikologi pendidikan adalah interaksi antara pendidik dengan peserta didik untuk meningkatkan kemampuan peserta didik. yang berlangsung bebas menyertai kehidupan sehari-hari. Pengetahuan 4 . Teknik evaluasi yang efektif atas kemajuan yang dicapai anak didik. motivasi dan minat. perbedaan individual peserta didik. Teori dan proses belajar.1. pengukuran proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran. e. potensi dan karakteristik tingkah laku peserta didik. Pendidikan Informal Didapat dari belajar yang secara relative kurang atau tanpa disadari. serta disiplin lain yang relean.3 Objek kajian Psikologi Pendidikan Objek kajian psikologi pendidikan tanpa mengabaikan persoalan psikologi guru terletak pada peserta didik. (Suryabrata. Individual differences dan pengaruhnya terhadap hasil pendidikan. selain teori-teori psikologi pendidikan sebagai ilmu. Perbandingan hasil pendidikan formal dan informal atas individu. Hubungan antara teknik mengajar dan hasil belajar. kesehatan mental.a. Nilai sikap ilmiah terhadap pendidikan yang dimiliki para petugas j. d. hereditas dan lingkungan. Psikologi Pendidikan di sekolah berusaha memecahkan masalahmasalah sbb: a. c. h.

Karena itu. dan ciri-ciri khas perilaku belajar peserta didik. Perbedaan ini sangat dipengaruhi oleh maksud penulis dalam menulis buku itu. kesehatan mental. maksudnya bertanya tentang apa saja yang dibicarakn oleh psikologi pendidikan.1. Sebaliknya ada yang lingkup pembahasannya tidak luas. pengetahuan tentang psikologi pendidikan seharusnya menjadi kebutuhan bagi para guru. Secara garis besar banyak ahli membatasi objek kajian psikologi pendidikan menjadi tiga macam: 1.psikologis tentang peserta didik menjadi hal yang sangat penting dalam pendidikan. bahkan bagi tiap orang yang menyadari dirinya sebagai pendidik. Walaupun demikian. pada dasarnya psikologi pendidikan membahas hal-hal sebagai berikut a) Hereditas dan Lingkungan b) Pertumbuhan dan Perkembangan c) Potensial dan Karakteristik Tingkah laku d) Hasil Proses Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Individu yang Bersifat Personal dan Sosial e) Higiene Mental dan Pendidikan dan 5 . akan tetapi pembahasannya cukup mendalam. yaitu berkisar pada proses beljar. maka berdasarkan berbagai buku psikologi pendidikan akan diperoleh jawaban yang berbeda-beda. 2. sedangkan buku-uku yang lain menunjukkan ingkup yang lebih sempit atau terbatas. yang meliputi teori-teori. Buku yang lingkupnya lebih luas biasanya membahas selain proses belajar juga membahas tentang perkembangan. hereditas dan lingkungan. dan sebagainya. akan tetapi kurang mendalam. Mengenai “situasi belajar”. 2. yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar peserta didik.4 Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan Jika kita bertanya mengenai lingkup (scope) psikologi pendidikan. prinsip-prinsip. yakni suasana dan keadaan lingkungan. Sebagian buku menunjukan lingkup yang luas. Jadi. Mengenai “belajar”. beleh dikatakan bahwa tidak ada dua buku psikologi pendidikan yang menunjukkan ruang lingkup materi yang sama benar. baik bersifat fisik maupun nonfisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar peserta didik. Sedangkan buku yang lingkupnya lebih sempit biasanya berkisar pada soal proses belajar mengajar saja. evaluasi belajar dan sebagainya. sehingga pembahasanya mengenai lingkup itu cukup luas. Mengenai “proses belajar”. 3. Ada yang bermaksud hanya memberikan pengantar saja.

f) Evaluasi Hasil Pendidikan Disamping itu perlu diketahui bahwa banyak buku psikologi pendidikan yang tidak member judul buku dengan kata-kata psikologi pendidikan. Maka untuk mendalami psikologi pendidikan tidak senantisa harusmempelajari buku yang berjudul psikologi pendidikan. Adanya usaha yang tekun yang didasari adanya kepribadian maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik dan interpretasi yang baik. dan setiap komponen merupakan variabel. yakni id. Berikut ini adalah beberapa defenisi dari kepribadian oleh para ahli. sehingga dalam belajar akan menjadi optimal kalau ada kepribadian dan perlu ditegaskan bahwa kepribadian bertalian suatu tujuan. dan super ego. yaitu: 1) George Kelly menyatakan bahwa kepribadian adalah cara unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya kepribadian dan kepribadian yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Setiap orang memiliki kepribadian yang susunan komponennya berbeda dengan orang lain. 6 .1 Defenisi Kepribadian Dalam keseluruhan upaya pendidikan. 2. Selain itu. Dalam proses belajar tentu akan dipengaruhi oleh kepribadian. karena melalui proses inilah tujuan pendidikan akan tercapai dalam bentuk perubahan perilaku peserta didik.2 Konsep Kepribadian Tipologi Hipocrates-Galenus 2. dalam arti buku itu membahas serta mendalami pokok-pokok bahasan tertentu dari psikologi pendidikan. proses belajar merupakan aktivitas yang paling penting. padahal buku itu benar-benar buku psikologi pendidikan. yang berfungsi sebagai pendorong dalam melakukan aktivitas.2. kepribadian merupakan sesuatu yang berasal dari dalam diri manusia. Kepribadian sebagai fungsi pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Intensitas kepribadian seseorang akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajar. ego. dengan demikian kepribadian itu mempengaruhi adanya kegiatan. 2) Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian merupakan suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkahlaku dan pemikiran individu secara khas. Kepribadian manusia terbentuk dari banyak sekali komponen (sifat). 3) Sigmund Freud menyatakan bahwa kepribadian merupakan suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem.

Perilaku ada yang bersifat tampak dan ada pula yang tidak tampak. bedanya kehidupan mereka dipisahkan oleh rentang waktu yang sangat jauh. Mereka sama-sama dokter dan filusuf. Galen menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa dibagi menjadi empat kelompok besar: sanguin (populer). dan phlegmatis (damai). 2010). 4) Menurut Browner kepribadian adalah corak tingkahlaku sosial. corak ketakutan. Teori kepribadian ini diteorikan oleh Galen. 5) Kepribadian merupakan gambaran perilaku seseorang tanpa bisa diberikan suatu penilaian benar atau salah. opini dan sikap seseorang. dorongan dan keinginan. kepribadian digolongkan menjadi empat yaitu: choleris. Penggolongan tipe kepribadian ini berdasarkan cairan tubuh yang dominan. 7 . Hippocrates hidup pada 460 SM sementara Galen hidup di tahun 160 M. Menurut Tipologi Hippocrates-Galenus. Teori ini disebut Hippocrates-Galenus karena dua orang inilah yang menyebarkan teori empat tempramen. Meski teori ini tergolong sangat kuno. seorang ahli fisiolog Romawi. melankolis (sempurna). sanguinis.sedangkan tingkahlaku lain merupakan hasil konflik dan rekonsiliasi ketiga unsur dalam sistem kepribadian tersebut. koleris (kuat). Salah satu teori yang sering digunakan dan terus dikembangkan adalah teori kepribadian Tipologi Hippocrates-Galenus.2 Kepribadian menurut Tipologi Hipocrates Galenus Banyak teori kepribadian yang dijabarkan oleh banyak ahli psikologi yang sebagian teori memiliki kemiripan dengan teori yang lain. 2. Pembagian tempramen manusia menjadi Sanguin-Melankolis-KolerisPlegmatis sebenarnya dicetuskan pertama kali oleh Hippocrates. teori kepribadian ini banyak benarnya. melancholis. emosional.2. dan phlegmatis. para psikolog masa sekarang mengakui. sekitar 500 tahun. gerak-gerik. dorongan dan kebutuhan sosialnya yang diwujudkan dalam bentuk pola-pola perilaku yang tampak maupun yang tidak tampak. dan positif atau negatif (Pieter & Lubis. terpuji atau tercela. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah cara unik setiap individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya berdasarkan kegnitif.

Berikut ini merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai keempat tipe kepribadian tersebut: a) Koleris Koleris adalah tipe kepribadian yang selalu bersemangat dalam segala hal. mudah bergaul. suka mengawasi orang. setia. sifat basah terdapat dalam melanchole (empedu hitam). mudah diajak bergaul. dan tidak mudah putus asa. optimis. kurang semangat. punya kemampuan administratif. perfeksionis. daya juang kurang. perhatiannya terutama tertuju kepada segi kesukaran-kesukarannya. tidak peduli. c) Phlegmatis Plegmatis adalah tipe kepribadian yang tidak suka terburu-buru. tetapi tidak mendalam dan tidak tahan lama. tidak tergesa-gesa. dingin. mudah senyum. pemikir. menyediakan watku bagi anakanak. menjadi penengah masalah. cakap dan mantap. damai dan mudah sepakat. Pribadi phlegmatis dalam pekerjaan. b) Melankolis Melankolis adalah tipe kepribadian yang mudah kecewa. santai dan sabar. dan kaku. menyenangkan. sering memaksakan kehendaknya kepada orang lain. menghindari konflik. baik di bawah tekanan. Pribadi phlegmatis sebagai teman. tetapi tidak konstan. d) Sanguinis Sanguinis adalah tipe kepribadian yang supel. pesimistis.Berdasarkan pemikirannya. bisa mengambil yang baik dari yang buruk. selera humor yang menggigit. mudah marah. Orang dengan tipe kepribadian ini ditandai oleh sifat yang mudah dan kuat menerima kesan (pengaruh kejiwaan). ia mengatakan bahwa keempat tipe temperamen dasar itu adalah akibat dari empat macam cairan tubuh yang sangat penting di dalam tubuh manusia : sifat kering terdapat dalam chole (empedu kuning). Orang dengan tipe kepribadian Koleris memiliki tindakan-tindakan yang cepat. periang. tidak mudah marah. 8 . menemukan cara yang mudah. Pribadi phlegmatis sebagai orang tua akan menjadi orang tua yang baik. sifat panas terdapat dalam sanguis (darah). tidak suka menyinggung. punya belas kasihan dan perhatian. serius. punya banyak teman. pendengar yang baik. tidak mudah dipengaruhi (teguh). tidak mudah marah. sifat dingin terdapat dalam phlegma (lendir). serta memiliki sifat tegang dan daya juang yang besar. lincah. Orang dengan tipe kepribadian ini.

Adapun proses pembelajaran harus dilakukan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Tentunya proses pembelajaran mutlak memiliki hasil pembelajaran. Kedua faktor ini memiliki peran yang begitu besar. motivasi. Menurut Reigeluth (1983) hasil pembelajaran harus memiliki efektivitas. Faktor eksternal yang mempengaruhi proses belajar terdiri dari lingkungan sekitar mulai dari lingkup keluarga. 2. Efisiensi diukur berdasarkan waktu yang dibutuhkan pelajar untuk belajar dalam arti semakin sedikit waktu dibutuhkan pebelajar untuk memahami isi materi pelajaran. hasil pembelajaran dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dari suatu system pengajaran. serta kepribadian seseorang. Hasil pembelajaran tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengajar untuk memahami sistem yang lebih baik dalam mengajar. maka semakin efisien hasil belajar yang diperoleh.Keempat tipe kepribadian ini terdapat pada setiap manusia. Masing-masing tipe kepribadian tersebut memiliki ciri khas tersendiri. baik secara kualitas maupun kuantitas. Tidak hanya itu saja. Proses belajar dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. akan tetapi kita akan lebih jauh membahas tentang kepribadian yang merupakan salah satu komponen dari faktor internal yang mempengaruhi proses belajar itu sendiri. hanya saja ada satu tipe kepribadian yang menonjol/ dominan dibandingkan tipe kepribadian lain sehingga tipe kepribadian yang dominan itulah yang menjadi tipe kepribadian seseorang.3 Hubungan Tipe Kepribadian Hipocrates Galenus dengan Proses Belajar Belajar merupakan proses yang mutlak dialami oleh seseorang dalam hidupnya baik itu berupa pembelajaran secara langsung maupun secara tidak langsung. Efektifitas diukur dari tingkat pencapaian hasil belajar yang diperoleh peserta didik. efisiensi dan daya tarik. Adapun hasil pembelajaran tersebut harus memiliki efektivitas dan efisiensi. hasil pembelajaran dapat menjadi penilaian kualitas dari suatu system pendidikan. 9 . lingkup sekolah hingga lingkup masyarakat. di sekolah mapun di mayarakat. Baik pembelajaran yang terjadi di keluarga. Oleh karena itu. Sedangkan daya tarik diukur dari ada tidaknya kecenderungan pebelajar termotivasi untuk belajar lebih lanjut dalam arti mengembangkan wawasan berdasarkan hasil belajar yang telah diperoleh. Faktor internal yang mempengaruhi proses belajar terdiri dari pengetahuan.

peraturan-peraturan. Faktor sosial merujuk kepada masyarakat . merasakan dan berperilaku yang relatif stabil dan dapat diperkirakan (Dorland. Ada empat tipe kepribadian menurut Hipocrates kemudian disempurnakan oleh Galenus. melankolis. Menurut Purwanto (2006) dalam Fatningsaliska (2015).Kepribadian merupakan pola khas seseorang dalam berpikir. Berdasarkan pengertian tersebut. peredaran darah. yakni manusia-manusia lain disekitar individu yang bersangkutan. Kepribadian juga merupakan jumlah total kecenderungan bawaan atau herediter dengan berbagai pengaruh dari lingkungan serta pendidikan. namun faktor kepribadian juga memegang peran penting akan peningkatan hasil belajar seseorang. sehingga corak tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas bagi individu itu. kelenjar-kelenjar. yang digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap rangsangan. 10 . pencernaan. plegmatis.masing orang yang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat di mana seseorang itu dibesarkan. dan koleris. Setiap peserta belajar memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang menjadi penghambat dalam proses pembelajaran sebab akan dibutuhkan perlakuan yang berbeda pula dalam metode pembelajaran. dapat disimpulkan bahwa kepribadian meliputi segala corak perilaku dan sifat yang khas dan dapat diperkirakan pada diri seseorang. Termasuk juga kedalam faktor sosial adalah tradisi-tradisi. dan sebagainya. kepribadian seseorang dipengaruhi oleh oleh faktor biologis. Tentunya masing – masing kepribadian memiliki proses belajar tersendiri yang sesuai dengan kepribadian tersebut. bahasa. Faktor Budaya merujuk kepada perkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri masing. atau seringkali pula disebut faktor fisiologis seperti keadaan genetik. 2005). adat istiadat. Kepribadian merupakan kecenderungan bawaan yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar seperti pendidikan (edukasi) yang dapat membentuk kondisi kejiwaan seseorang dan mempengaruhi perilakunya saat berinteraksi dalam kehidupan sehari – hari. Hasil belajar seseorang tidak hanya di pengaruhi oleh metode-metode yang digunakan dalam setiap proses pembelajaran. berat badan. sosial. dan kebudayaan. Pembahasan perihal proses pembelajaran yang digunakan untuk masing-masing kepribadian akan dibahas lebih lanjut. dan sebagainya yang berlaku dimasyarakat itu. saraf. 2002). Faktor biologis merupakan faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani. Tipe kepribadian tersebut yakni sangguinis. pernafasaan. tinggi badan. yang membentuk kondisi kejiwaan seseorang dan mempengaruhi sikapnya terhadap kehidupan (Weller.

(j) tahu apa yang harus dikatakan. (g) teliti terhadap detil. Auditory learning (Gaya Belajar Auditori) adalah gaya belajar yang dilakukan seseorang untuk memperoleh informasi dengan memanfaatkan indra telinga. dan sebagainya. (c) pembaca cepat dan tekun. radio. dengan gaya belajar visual juga akan meningkatkan pemikiran kreatif dari orang-orang sanguins. berdiskusi dan sebagainya.Tiap-tiap peserta didik memiliki kepribadian unik. (i) lebih memahami gambar dan bagan daripada instruksi tertulis. grafik. (a) lebih cepat menyerap dengan mendengarkan. Keunikan yang demikian ini sudah barang tentu hams diperhatikan oleh pengajar . (k) biasanya tidak terganggu oleh keributan. Oleh karena itu mereka sangat mengandalkan telinganya untuk mencapai kesuksesan belajar. Adapun ciri-ciri pembelajar auditori antara lain. Adapun gaya belajar menurut Bobby DePorter dalam buku “Quantum Teaching” yaitu belajar dengan melihat (Visual Learning). Ciri-ciri dari seseorang yang memiliki gaya belajar visual antara lain. diagram. Orangorang sanguins adalah orang-orang yang cepat bosan dan memiliki pemikiran yang kreatif sehingga dengan gaya belajar yang berupa gambar-gambar akan membuat orang dengan tipe kepribadian sanguins lebih antusias. Gaya belajar secara visual dilakukan seseorang untuk memperoleh informasi dengan melihat gambar. data teks seperti tulisan. (l) mengingat dengan asosiasi visual. (h) pengeja yang baik. sehingga pembelajaran dapat efektif dan efisien. Dengan memahami kepribadian masing-masing peserta didik akan dapat diketahui seperti apa sesungguhnya diri masing-masing peserta didik. seperti mendengarkan ceramah. berdialog. (b) suka mencoret-coret sesuatu. aku adalah aku). tetapi tidak terpikir kata yang tepat. poster. (a) mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar. belajar dengan mendengarkan (Auditory Learning). Visiual learning (Gaya Belajar Visual) adalah gaya belajar dengan cara melihat sehingga mata memegang peranan penting. dan belajar dengan melakukan (Kinestethetic Learning). sedangkan untuk orang-orang kolerik cocok dengan gaya belajar ini karena orang kolerik adalah orang yang memiliki jiwa yang praktis sehingga belajar dengan gaya visual akan mempermudah orang-orang kolerik. peta. (f) mementingkan penampilan. Setiap orang memiliki sifatsifat khas yang dimiliki dirinya sendiri dan tidak dimiliki oleh orang lain (aku bukan dia. (d) lebih suka membaca dari pada dibacakan. (e) rapi dan teratur. (b) menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan 11 . Untuk gaya belajar visual lebih cocok bagi orang-orang yang memiliki tipe kepribadian sanguins dan orang-orang dengan tipe kepribadian Kolerik.

(h) menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca. irama. (g) menghapal dengan cara berjalan dan melihat. (l) suka mengerjakan tugas kelompok. (c) suka menggunakan berbagai peralatan dan media. (k) tidak bisa diam dalam waktu lama. Untuk gaya belajar auditory lebih cocok bagi orang-orang kolerik dan orangorang dengan tipe kepribadian melankolis. Kinesthetic learning (Gaya Belajar Kinestetik) adalah cara belajar yang dilakukan seseorang untuk memperoleh informasi dengan melakukan gerakan. berdiskusi. (d) menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka. (h) suka berbicara. sedangkan untuk tipe kepribadian melankolis sangat menyukai gaya belajar dengan adanya iringan musik sehingga gaya belajar ini cocok untuk orang melankolis. Orang-orang kolerik adalah orangorang berfikir praktis sehingga kombinasi belajar visual dan auditif akan cocok untuk orang dengan tipe kepribadian kolerik. (b) berbicara dengan perlahan. (e) bagus dalam berbicara dan bercerita. (i) banyak menggunakan isyarat tubuh. (j) tidak dapat duduk diam dalam waktu lama. (f) berbicara dengan irama yang terpola. (l) menyukai permainan dan olahraga. (j) suka musik dan bernyanyi. sentuhan. (e) berdiri dekat ketika berbicara dengan orang. praktik atau pengalaman belajar secara langsung. 12 .di buku ketika membaca. (i) lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya. (d) dapat mengulangi kembali dan menirukan nada. (k) ingin melakukan segala sesuatu. (f) belajar melalui praktek. karena setiap kepribadian memiliki kelemahan masing-masing. (c) senang membaca dengan keras dan mendengarkan. Untuk setiap gaya belajar agar lebih optimal bagi setiap tipe kepribadian. dan menjelaskan sesuatu panjang lebar. Ciri-ciri yang nampak pada pembelajar kinestetik antara lain. (a) selalu berorientasi fisik dan banyak bergerak. (g) mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat. karena orangorang dengan tipe kepribadian plegmatis kurang suka berbicara sehingga gaya belajar yang penuh dengan gerakan akan lebih cocok untuk orang-orang dengan tipe kepribadian plegmatis. Gaya belajar kinestetik lebih cocok untuk orang-orang plegmatis. dan warna suara. sebaiknya ketiga gaya belajar dikombinasikan agar proses belajar lebih efektif.

Dalam melakukan diklat sebaiknya kita memperhatikan psikologi dari peserta b. kejiwaan individu dalam situasi pendidikan. didik Sebaiknya membaca referensi lain agar pengetahuan mengenai tipologi Hipocrates Galenus menjadi lebih luas 13 . dan phlegmatis (damai). Hasil belajar seseorang tidak hanya di pengaruhi oleh metode-metode yang digunakan dalam setiap proses pembelajaran. melankolis d.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas maka kesimpulan yang dapat kita tarik adalah sebagai berikut : a. Setiap peserta belajar memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang menjadi penghambat dalam proses pembelajaran sebab akan dibutuhkan perlakuan yang berbeda pula dalam metode pembelajaran. dan positif atau negatif Tipologi Hipocrates Galen menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa dibagi menjadi empat kelompok besar: sanguin (populer). Kepribadian merupakan gambaran perilaku seseorang tanpa bisa diberikan c. terpuji atau tercela.BAB III PENUTUP 3. koleris (kuat). namun faktor kepribadian juga memegang peran penting akan peningkatan hasil belajar seseorang. 3. (sempurna). Sri Partini Suardiman: ilmu pengetahuan yang memnyelidiki gejala-gejala b.2 Saran Saran yang dapat kami berikan dalam makalah ini adalah : a. suatu penilaian benar atau salah.

Taufik. Sri. Psikologi Kepribadian.1 Tahun 2012 Hidayat. Hendro. Raja Grafindo Persada : Jakarta Wiena. EDUCHILD. Melankolis. 2008. IMAJI Vol. Pembentukan Kepribadian Positif Anak Sejak Usia Dini. Syah. Perbandingan Tingkat Stres Berdasarkan Tipe Kepribadian Hippocrates-Galenus Pada Mahasiswa Yang Terlibat Organisasi Tim Kerohanian Kristen Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat. Februari 2015 Chairil. Andriana. Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Metode Ceramah Plus Dan Think-Pair-Share (Tps) Ditinjau Dari Kepribadian Siswa. 2012. Vol. Jupiis Volume 5 Nomor I Juni 2013 14 . Pengaruh Strategi Pembelajaran Dan Kepribadian Terhadap Hasil Belajar Kognitif Dan Afektif Pendidikan Kewarganegaraan Mahasiswa Jurusan Ppkn Fis Unimed. Nomor 1. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra. Sumadi. Ejournal Keperawatan (eKp) Volume 3. 2013. 2013. 2015. 4 .No. 1(2014) p49 – p57 Pendidikan Masalah Aplikasi Turunan Fungsi Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Tipologi HippocratesGalenus Suryabrata. 2014. Analisa Pengaruh Tipe Kepribadian Dan Gaya Komunikasi Public Relations Manager Hotel ”X” Surabaya Dalam Membangun Hubungan Baik Dengan Media Dan Meningkatkan Publisitas. Bidjuni. 2012. Jurnal Ilmiah STKIP PGRI Ngawi Vol. 1/Agustus 2008 Yunita.13 No.01 No.DAFTAR PUSTAKA Aprilia.