You are on page 1of 18

TUGAS KELOMPOK EPID.

PTM
“ HIPERTENSI DI BENUA AFRIKA ”

Oleh :
KELAS: EPTM Kelas B
Yulita Sirinti. P (K111 12 001)
Sartika Kalemben (K111 12 016)
Abdul Anas (K111 12 033)
Jayanti Tandirerung (K111 12 103)

Hastiana Arif (K111 10 655)

FAKULTAS KESEHATAN MASYRAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASAR , 2014

KATA PENGANTAR

serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya. tetapi sedikit sekali yang kita ingat. kasih. Oleh karena itu. kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sebagai tugas pada Mata Kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular yang mengkaji tentang Hipertensi serta Epidemiologinya terkhusus di Benua Afrika. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal. Meskipun kami berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan. rahmat. Dalam penyusunannya. April 2014 Kelompok 1 EPTM DAFTAR ISI . Akhir kata kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca Makassar. karena itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak – pihak yang telah memberikan dukungan.Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. serta Dosen Penanggung Jawab mata kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular yang telah memberikan tugas ini dalam rangka memperluas wawasan kami terutama tentang penyakit Hipertensi. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat. taufik. terkhusus di Benua Afrika. banyak nikmat yang Allah berikan. Alhamdulillahirabbilalamin. semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. namun selalu ada yang kurang. dan kepercayaan yang begitu besar. kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.

................... Faktor Risiko Penyakit Hipertensi....................................................... Saran........................................10 BAB III PENUTUP A..........4 B.............................................................................................................................. Kondisi Epidemiologi Penyakit Hipertensi...............................1 B..................... Pencegahan Penyakit Hipertensi............ii BAB 1 PENDAHULUAN A................................13 DAFTAR PUSTAKA................................................................i Daftar Isi.............................................................................................................. Kesimpulan.................................................................................................................9 C...................................................................................................................3 C.................................. Tujuan...................................................................................................Halaman Judul Kata Pengantar.......................... Latar Belakang.........................................................................13 B......3 BAB II PEMBAHASAN A......................................14 BAB I PENDAHULUAN ....................................................... Rumusan Masalah..............................................

Tekanan dihasilkan oleh kekuatan jantung ketika memompa darah. survey menunjukkan prevalensi hipertensi di Thailand (1989) sebesar 17%. berkaitan erat dengan perubahan pola makan. hipertensi adalah tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya. Penyakit hipertensi sering disebut sebagai thesilentdisease karena seseorang umumnya tidak mengetahui dirinya menderita hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya.5% dan Singapura (2004) sebesar 24. Hipertensi berkaitan dengan kenaikan tekanan diastolik. Pengertian hipertensi Hipertensi adalah desakan darah yang berlebihan dan hampir konstan pada arteri. Hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya didefinisikan sebagai hipertensi esensial atau hipertensi primer. Berdasarkan data WHO tahun 2000.Penyakit ini dikenal juga sebagai heterogenousgroup of disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur dan kelompok sosial ekonomi. Hipertensi diperkirakan menjadi penyebab kematian sekitar 7.6% pada pria dan 26. hipertensi telah menjangkiti 26.Sisanya adalah hipertensi sekunder.1 juta orang di seluruh dunia atau sekitar 13% dari total kematian. 2006). penurunan aktivitas fisik. Pada tahun 2005. kelainan pada korteks adrenal. Sementara itu diwilayah ASEAN. Hipertensi merupakan penyakit kronik degeneratif yang banyak dijumpai dalam praktek klinik sehari-hari. 1. Tekanan sistolik berkaitan dengan tingginya tekanan pada arteri bila jantung berkontraksi (denyut jantung). atau kedua-duanya secara terus-menerus. Philipina (1993) sebesar 22%. Penyakit tidak menular yang cukup banyak mempengaruhi angka kesakitan dan angka kematian dunia adalah penyakit kardiovaskuler.A.4% populasi dunia dengan perbandingan 26. penyakit tidak menular telah menyumbang 3 juta kematian. mempunyai rentang dari tekanan . penyakit kardiovaskuler telah menyumbangkan kematian sebesar 28% dari seluruh kematian yang terjadi di kawasan Asia Tenggara (WHO. 2009) dalam (Yugiantoro. dan lain-lain. 2008). Evaluation and Treatment of High Blood Pressure tahun 2003. Hipertensi adalah tekanan darah sistol ≥ 140 mmHg dan diastol ≥ 90 mmHg. Afrika-Amerika yang memiliki tekanan darah yang sedikit tinggi dan tidak melakukan apapun untuk mengubah gaya hidup mereka lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi satu tahun lebih awal dari kulit putih dengan serupa pra-hipertensi. yaitu tekanan darah tinggi yang penyebabnya dapat diklasifikasikan. Vietnam (2004) sebesar 43. LATAR BELAKANG Di dunia. Penelitian lain menyebutkan bahwa penyakit hipertensi terus mengalami kenaikan insiden dan prevalensi.Hipertensi esensial merupakan 95% dari seluruh kasus hipertensi. diantaranya adalah kelainan organik seperti penyakit ginjal. Menurut penelitian. wasa adalah sekitar 29-31%. tekanan sistolik.31% atau 58 – 65 juta orang di Amerika menurut (Andryani. pada tahun 2005 dimana 60% kematian diantaranya terjadi pada penduduk berumur di bawah 70 tahun. Menurut Joint National Committe on Detection. Berdasarkan laporan NHANES tahun 1999 – 2000 insidensi hipertensi orang dewasa mencapai 29 . kenaikan kejadian stres dan lain-lain.9%. Tekanan darah diastolik berkaitan dengan tekanan dalam arteri bila jantung berada dalam keadaan relaksasi di antara dua denyutan. Malaysia (1996) sebesar 29.1% pada wanita.9%. pemakaian obat-obatan sejenis kortikosteroid.

terjadi sebagai akibat dari kondisi patologi yang dapat dikenali. volume sekuncup dan total peripheral resistance (TPR). sedangkan 10% sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder. penyakit Chushing.Karena sel-sel otot arteri tertimbun lemak yang kemudian membentuk plak maka terjadilah penyempitan pada arteri dan penurunan elastisistas arteri sehingga tidak dapat mengatur tekanan darah lalu mengakibatkan hipertensi.darah tinggi sampai maligna. Penting untuk mempertimbangkan penyebab khusus pada setiap kasus karena beberapa di antara mereka perlu dilakukan pembedahan secara definitif: kontriksi arteri ginjal. Etiologi (Penyebab Hipertensi) Penyebab hipertensi hanya dapat ditetapkan pada sekitar 10%-15% pasien. Corwin (2000) menjelaskan bahwa hipertensi tergantung pada kecepatan denyut jantung. temuan-temuan yang abnormal. koarktsi aorta. seperti yang diklasifikasikan oleh World Health Organization (WHO). Klasifikasi Hipertensi Menurut Joint National Commitee (JNC) VII yakni sebagai berikut: Tabel Klasifikasi Hipertensi Klasifikasi Tekanan Darah Normal Prehipertensi Hipertensi Stadium 1 Hipertensi Stadium 2 Tekanan (mmHg) <120 120-139 140-159 ≥160 Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik (mmHg) dan <80 atau 80-89 atau 90-99 atau ≥100 2. Maka peningkatan salah satu dari ketiga variabel yang tidak dikompensasi dapat menyebabkan hipertensi. sering kali dapat diperbaiki. Hipertensi primer terdapat pada lebih dari 90% penderita hipertensi. Patofisiologi Kejadian hipertensi dimulai dengan adanya atherosclerosis ditandai oleh penimbunan lemak yang progresif pada dinding arteri sehingga mengurangi volume aliran darah ke jaringan. data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi.Kekakuan arteri dan kelambanan aliran darah menyebabkan beban jantung bertambah berat yang dimanifestasikan dalam bentuk hipertrofi ventrikel kiri (HVK) dan gangguan fungsi diastolik karena gangguan relaksasi ventrikel kiri yang disusul oleh dilatasi ventrikel kiri sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah dalam sistem sirkulasi 4. Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya. 3. gejala. dan aldosteroneisme primer. keadaan sosial dan eksternal menyebabkan cedera atau penyakit. feokromositoma. keluhan. . Keadaan ini dikategorikan sebagai primer/ esensial (hampir 90% dari semua kasus) atau sekunder. Kode ICD Hipertensi International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems revisi ke10 atau disingkat dengan ICD-10 adalah buku mengenai pengkodean atas penyakit dan tandatanda.

9%.2 Hypertension secondary to endocrine disorders I15. 3. Berdasarkan laporan NHANES tahun 1999 – 2000 insidensi hipertensi orang dewasa mencapai 29 . hipertensi telah menjangkiti 26.1 I13.8 Other secondary hypertension I15.0 I11. Untuk mengetahui tindakan pencegahan penyakit Hipertensi.9 Hypertensive heart and renal disease.9 I13 I13.Kode ICD Hipertensi KODE ICD JENIS HIPERTENSI I10 I11 I11. Bagaimana kondisi epidemiologi penyakit hipertensi di Benua Afrika? 2.4% populasi dunia dengan perbandingan 26. 2. Untuk mengetahui kondisi epidemiologi penyakit hipertensi di Benua Afrika.0 I13. Malaysia (1996) sebesar 29.2 Essential (primary) hypertension (I10) Hypertensive heart disease Hypertensive heart disease with (congestive) heart failure Hypertensive heart disease without (congestive) heart failure Hypertensive renal disease Hypertensive renal disease with renal failure Hypertensive renal disease without renal failure Hypertensive heart and renal disease (I13) Hypertensive heart and renal disease with (congestive) heart failure Hypertensive heart and renal disease with renal failure Hypertensive heart and renal disease with both (congestive) heart failure and renal failure I13. BAB II PEMBAHASAN A. KONDISI EPIDEMIOLOGI Berdasarkan data WHO tahun 2000. Untuk mengetahui Faktor Risiko apa yang menjadi penyebab Hipertensi.9 Secondary hypertension. Philipina (1993) sebesar 22%.31% atau 58 – 65 juta orang di Amerika menurut (Andryani. unspecified Sumber: ICD-10 Version:2010 B. Tujuan 1.0 Renovascular hypertension I15.1% pada wanita.9%.6% pada pria dan 26. 2009) dalam (Yugiantoro. 2006).0 I12.1 Hypertension secondary to other renal disorders I15. . Sementara itu diwilayah ASEAN.9 I12 I12. unspecified I15 Secondary hypertension (I15) I15.5% dan Singapura (2004) sebesar 24. Apa faktor risiko penyakit hipertensi? 3. survey menunjukkan prevalensi hipertensi di Thailand (1989) sebesar 17%. Rumusan Masalah 1. Bagaimana tindakan pencegahan penyakit Hipertensi? C. Vietnam (2004) sebesar 43.

2% pada laki – laki dan 16.7% pada laki – laki dan 7.4% dengan perbandingan 14. maka angka Prevalensi paling rendah berada di Kota Rural mencapai 6.6% dengan perbandingan 31.3% pada laki – laki dan 33.1% pada laki – laki dan 28.8% dengan perbandingan 23. Bila menggunakan standar Tekanan Darah Sistolik > 160 dan Tekanan darah Diastolic >95.2% pada perempuan.1% dengan perbandingan 4.Di Afrika sendiri.6% pada perempuan apabila menggunakan standar Tekanan Darah Sistolic >140 dan Tekanan Darah Diastolic >90. maka angka Prevalensi paling tinggi berada di Kota Maywood mencapai 25. Sedangkan angka prevalensi penyait Hipertensi yang paling rendah berada di Kota Rural dengan anka prevalensi mencapai 15. Bila menggunakan standar Tekanan Darah Sistolik > 160 dan Tekanan darah Diastolic >95.4% pada perempuan.3% pada perempuan apabila menggunakan standar Tekanan Darah Sistolic >140 dan Tekanan Darah Diastolic >90. angka prevalensi penyakit Hipertensi yang paling tinggi berada di Kota Maywood mencapai 32. .

8%.Jika dilihat dari Grafik ini. Angka Prevalensi yang paling tinggi dimiliki oleh Kelompok yang tidak menempuh pendidikan dengan jumlah sebanyak 615 serta angka Hipertensi . Presentase angka Prevalensi penyakit Hipertensi yang paling tinggi berada di Maywood yang letaknya di antara angka 30%35%.626 serta angka Hipertensi sebesar 28.990 jiwa.5% pada laki –laki dan pada perempuan sebanyak 1. Tabel di bawah ini menjelaskan tentang presentase Hipertensi di Afrika berdasarkan Karakteristiknya Menurut data yang ada pada table di atas jumlah penduduk pada laki –laki sebanyak 5. Angka Prevalensi yang paling tinggi dimiliki oleh Kelompok yang paling kaya dengan jumlah sebanyak 1.259 serta angka Hipertensi sebesar 25. Jika dilihat dari Karakteristik jumlah asset.362 jiwa dan perempuan sebanyak 7. Jika dilihat dari karakteristik Pendidikan. Sedangkan angka Prevalensi yang paling rendah berada di Nigeria (jika pada table diatas Rural masuk dalam Negara bagian Nigeria) yang letaknya menyentuh angka 15%.

Angka Prevalensi yang paling tinggi dimiliki oleh Kelompok yang memiliki riwayat Hipertensi dengan jumlah sebanyak 1.906 orang pada usia 36-69 tahun dalam 14 komunitas antara 1973-1974 dan ditemukan hipertensi lebih banyak terjadi pada pria dibanding wanita pada suku bangsa yang sama.6% pada laki –laki dan pada perempuan sebanyak 567 serta perbandingan 39. Angka Prevalensi yang paling tinggi dimiliki oleh Kelompok yang memiliki ketergantungan alkohol dengan jumlah sebanyak 1.6%. 1. Kejadian Hipertensi Bervariasi dalam Populasi a. c.224 serta angka Hipertensi sebesar 40. . Angka Prevalensi yang paling tinggi dimiliki oleh Kelompok Obesitas dengan jumlah sebanyak 360 serta angka Hipertensi sebesar 46. Dan jika dilihat dari Karakteristik Ketergantungan Alkohol. Studi baru mengatakan Afrika-Amerika dengan prehipertensi lebih mungkin untuk maju ke memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan dengan kulit putih dalam situasi yang sama. Hipertensi dan Jenis Kelamin Badan survei besar lainnya yaitu komunitas hipertensi mengskrining 1 juta penduduk Amerika pada tahun 1973-1975 menemukan bahwa rata-rata tekanan diastolik lebih tinggi pada pria dibanding wanita pada semua usia. Hipertensi dan Usia Insidensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia.096 serta angka Hipertensi sebesar 38.. padahal rata-rata tekanan sistolik lebih tinggi pada pria dibanding wanita sampai usia 50 tahun untuk kulit hitam dan usia 65 tahun untuk kulit putih.466 serta angka Hipertensi sebesar 25.6% pada laki –laki dan pada perempuan sebanyak 2.9% pada laki –laki dan pada perempuan sebanyak 1. Hipertensi dan Warna Kulit Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang kulit hitam memiliki tingkat yang lebih tinggi dari tekanan darah tinggi. Jika dilihat dari Karakteristik Riwayat Stroke pada keluarga. Jika dilihat dari Karakteristik Riwayat Hipertensi pada keluarga. Jika dilihat dari Karakteristik Massa Indeks Tubuh.8% pada laki –laki dan pada perempuan sebanyak 804 serta angka Hipertensi sebesar 31.621 serta angka Hipertensi sebesar 25. setelah itu lebih tinggi pada wanita dibanding pria.5%.3%. penyakit jantung dan stroke dibandingkan dengan kulit putih. Angka Prevalensi yang paling tinggi dimiliki oleh Kelompok yang memiliki Riwayat Stroke dengan jumlah sebanyak 345 serta angka Hipertensi sebesar 34.1%.4% pada laki –laki dan pada perempuan sebanyak 2.396 serta angka Hipertensi sebesar 30. b. dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi lebih awal. Deteksi hipertensi dan program follow up menemukan 158.0%.sebesar 34. menunjukkan kebutuhan untuk intervensi sebelumnya antara pasien hitam untuk berpotensi menghilangkan kesenjangan antara ras untuk hipertensi.

6%) naik menjadi 165 (16.865 orang berusia 18 hingga 85 tahun antara 2003 dan 2009. Nikotin yang terdapat dalam rokok sangat membahayakan kesehatan. Untuk penyakit hipertensi ini telah dilakukan studi kohort untuk mengetahui faktor risiko yang dapat mengakibatkan terjadinya hipertensi. dan 90% merupakan hipertensi esensial. 63. Cross Sectional Suatu studi yang dilakukan untuk melihat hubungan faktor risiko terhadap kejadian penyakit tidak menular. Hipertensi di Asia diperkirakan sudah mencapai 8-18% pada tahun 1997. Prevalensi hipertensi pada laki-laki dari 134 (13. Prevalensi hipertensi di Indonesia mengalami kenaikan dari tahun 1988–1993.Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. 3. Tipe Investigasi/Studi yang Digunakan untuk Mengontrol Hipertensi a.4% dari peserta Afrika-Amerika dan 69. berat badan.6% berkulit putih.karena nikotin dapat meningkatkan penggumpalan darah dalam pembuluh . Hipertensi lebih banyak menyerang pada usia setengah baya pada golongan umur 55-64 tahun.6%) (Arjatmo T dan Hendra U 2001). Kejadian Hipertensi Dibandingkan dengan Negara Lain Prevalensi hipertensi di seluruh dunia. Para peneliti meneliti faktor-faktor risiko masing-masing peserta untuk hipertensi. Tidak satu pun dari peserta memiliki tekanan darah tinggi pada awal studi. tekanan darah awal. Afrika-Amerika yang mengembangkan prehipertensi peserta memiliki risiko 35% lebih besar bagi perkembangan tekanan darah tinggi dari peserta putih. Cohort Studi Kohort dilakukan untuk mengetahui faktor risiko suatu kejadian di masyarakat. jenis kelamin.2.400 per 10.5%). hipertensi pada perempuan dari 174 (16. 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui factor risikonya.4%) dan lebih tua dari yang lain. hipertensi dijumpai pada 4. Di Indonesia banyaknya penderita Hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Menurut penelitian. diungkapkan bahwa merokok dapat meningkatkan tekanan darah hipertensi. b. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa. termasuk usia.8% pasien berkembang menjadi hipertensi. diperkirakan sekitar 15-20%.0%) naik menjadi 176 (17. dan apakah subjek memiliki diabetes tipe 2 atau penyakit ginjal.000 penduduk (Depkes RI 2003). Dan pasien lebih cenderung menjadi gemuk (43%) diabetes (27. 30. Misalnya jika ingin melihat hubungan komsumsi rokok dengan kejadian hipertensi pada populasi tertentu maka dapat dilakukan sebuah studi cross sectional (potong lintang). Para ilmuwan dari Universitas Kedokteran Carolina Selatan memeriksa catatan kesehatan elektronik dari klinik di Amerika Serikat bagian tenggara untuk 18.

Prevalensi 6-15% pada orang dewasa. Hereditas . risiko terjadinya hipertensi meningkat. 3. Umur Hipertensi erat kaitannya dengan umur. Hingga usia 55 tahun lebih banyak ditemukan pada pria.000 wanita hamil meninggal akibat hipertensi pada saat persalinan di seluruh dunia. semakin tua seseorang semakin besar risiko terserang hipertensi. ternyata terdapat angka yang cukup bervariasi. Namun setelah terjadi menopause (biasanya setelah usia 50 tahun). Faktor pendorong terjadinya peningkatan penggunaan obat herbal di negara maju adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat. adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu di antaranya kanker serta semakin luas akses informasi mengenai obat herbal di seluruh dunia. AKI mengacu pada jumlah kematian ibu mulai dari masa kehamilan. Jenis Kelamin Bila ditinjau perbandingan antara wanita dan pria. sebanyak 80% dari populasi menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer (WHO. misalnya hipertensi dalam kehamilan (12%). Nikotin bersifat toksik terhadap jaringan saraf yang menyebabkan peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik. sehingga tingkat mortalitas dan morbiditas dapat ditekan peningkatannya. Morbiditas dan Mortalitas untuk Mencegah Hipertensi World Health Organization (WHO) melaporkan pada tahun 2005 terdapat 536. pemakaian O2 bertambah. Salah satu penyebab utama lahir mati adalah hipertensi (19%). Jadi. kontraksi otot jantung seperti dipaksa. 2. Hasil penelitian Orach di Uganda tahun 2000 diperoleh ibu yang meninggal akibat hipertensi 324 orang dengan CFR 26%. Dengan bertambahnya umur. dan 90% merupakan hipertensi esensial. aliran darah pada koroner meningkat dan vasokontriksi pada pembuluh darah perifer. tekanan darah pada wanita meningkat terus. denyut jantung bertambah. Penyebab kematian ibu tidak langsung yaitu akibat dari penyakit yang sudah ada atau penyakit yang timbul sewaktu kehamilan yang berpengaruh terhadap kehamilan. B. penting untuk mengetahui tingkat kematian dan morbiditas akibat hipertensi untuk dapat menyusun tahap pencegahan dari kejadian tersebut.000 kelahiran hidup.darah dan dapat menyebabkan pengapuran pada dinding pembuluh darah. Arteri kehilangan elastisitasnya atau kelenturannya seiring bertambahnya umur. persalinan dan nifas. Di Afrika. Hal ini disebabkan karena terdapatnya hormon estrogen pada wanita. 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor risikonya. Angka Kematian Ibu merupakan indikator keberhasilan pembangunan pada sektor kesehatan. hingga usia 75 tahun tekanan darah tinggi lebih banyak ditemukan pada wanita daripada pria. Angka Kematian Ibu (AKI) di Sub-sahara Afrika 270/100. FAKTOR RISIKO 1. 2003). 4.

makin banyak darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan makanan ke jaringan tubuh. Kebiasaan merokok Selain dari lamanya kebiasaan merokok. Gaya Hidup a. dan tekanan darah. Obesitas meningkatkan risiko terjadinya hipertensi karena beberapa sebab. Makin besar massa tubuh. rasa bersalah) dapat merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan hormon adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat. Jarang mengonsumsi sayur dan buah Vegetarian mempunyai tekanan darah lebih rendah dibandingkan pemakan daging dan diet vegetarian pada penderita hipertensi dapat menurunkan tekanan darah. c. risiko merokok terbesar tergantung pada jumlah rokok yang diisap perhari. bingung. yang masuk ke dalam aliran darah dapat merusak lapisan endotel pembuluh darah arteri dan mengakibatkan proses atherosklerosis dan hipertensi. Garam menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh karena menarik cairan di luar sel agar tidak keluar. makin besar tekanan yang dibebankan pada arteri. Pola makan a. Stres Psikologis Hubungan antara stres dengan hipertensi diduga melalui aktivitas saraf simpatis. sehingga akan meningkatkan volume dan tekanan darah. yang dapat meningkatkan tekanan darah secara bertahap. sehingga tekanan darah akan meningkat. 5. cemas. Ini berarti volume darah yang beredar melalui pembuluh darah menjadi meningkat sehingga memberi tekanan lebih . Riwayat keluarga dekat yang menderita hipertensi (faktor keturunan) mempertinggi risiko terkena hipertensi terutama pada hipertensi primer. 7. murung. rasa marah. seperti nikotin dan karbon monoksida yang diisap melalui rokok. Seseorang lebih dari satu pak rokok sehari menjadi 2 kali lebih rentan hipertensi dari pada mereka yang tidak merokok. rasa takut. Mengonsumsi garam dan lemak tinggi Pengaruh asupan garam terhadap timbulnya hipertensi terjadi melalui peningkatan volume plasma. Obesitas Obesitas erat kaitannya dengan kegemaran mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak. b. Mengonsumsi alkohol Mengonsumsi tiga gelas atau lebih minuman berakohol perhari meningkatkan risiko mendapat hipertensi sebesar dua kali. curah jantung. 6. Olahraga tidak terarur Kurangnya aktivitas fisik meningkatkan risiko menderita hipertensi karena meningkatkan risiko kelebihan berat badan. Orang yang tidak aktif juga cenderung mempunyai frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi sehingga otot jantungnya harus bekerja lebih keras pada setiap kontraksi.4. b. dendam. Zatzat kimia beracun. Keluarga yang memiliki hipertensi dan penyakit jantung meningkatkan risiko hipertensi 2-5 kali lipat. berdebar-debar. Makin keras dan sering otot jantung harus memompa. Stres atau ketegangan jiwa (rasa tertekan.

besar pada dinding arteri. dengan melakukan senam kesegaran jasmani untuk menghindari terjadinya hipertensi. dimana dilakukan penyuluhan faktor-faktor risiko hipertensi terutama pada kelompok risiko tinggi. Tujuan pencegahan primer adalah untuk mengurangi insidensi penyakit dengan cara mengendalikan penyebab-penyebab penyakit dan faktor-faktor risikonya. minum alkohol secara berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah. dan bersepeda. stroke. misalnya jogging. Menghentikan rokok Tembakau mengandung nikotin yang memperkuat kerja jantung dan menciutkan arteri kecil hingga sirkulasi darah berkurang dan tekanan darah meningkat. 3. Panduan terkini dari British Hypertension Society menganjurkan asupan natrium dibatasi sampai kurang dari 2. dan mencegah kanker. Kelebihan berat badan juga meningkatkan frekuensi denyut jantung dan kadar insulin dalam darah. Namun demikian. Upaya yang dapat dilakukan antara lain: a. Mengurangi asupan garam dan lemak tinggi Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah hingga ke tingkat yang membahayakan. Pencegahan Primordial Pencegahan primordial yaitu usaha pencegahan predisposisi terhadap hipertensi. 2. belum terlihat adanya faktor yang menjadi risiko hipertensi. Olahraga teratur Olahraga sebaiknya dilakukan teratur dan bersifat aerobik. b. Berhenti merokok merupakan perubahan gaya hidup yang paling kuat untuk mencegah penyakit kardiovaskular pada penderita hipertensi. Dengan mengonsumsi sayur dan buah secara teratur dapat menurunkan risiko kematian akibat hipertensi.4 gram sehari. Olahraga aerobik maksudnya olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh. 2. Membatasi konsumsi alkohol Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan bervariasi tidak merusak kesehatan. Pencegahan Primer Pencegahan primer yaitu upaya awal pencegahan sebelum seseorang menderita hipertensi. 2. Meningkatkan konsumsi sayur dan buah Jenis makanan ini sangat baik untuk melawan penyakit hipertensi. senam. renang. . karena kedua sifat inilah yang dapat menurunkan tekanan darah. C. PENCEGAHAN 1. menurunkan tekanan darah. dan penyakit jantung koroner. Perubahan Gaya Hidup 1. Pola Makan yang Baik 1. contoh adanya peraturan pemerintah membuat peringatan pada rokok.

Pencegahan ini ditujukan untuk mengobati para penderita dan mengurangi akibat-akibat yang lebih serius dari penyakit. Penurunan berat badan pada penderita hipertensi dapat dilakukan melalui perubahan pola makan dan olahraga secara teratur. Dibandingkan dengan yang kurus. Dalam pencegahan ini dilakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur dan juga kepatuhan berobat bagi orang yang sudah pernah menderita hipertensi. Keputusan untuk mulai memberikan obat antihipertensi berdasarkan beberapa faktor seperti derajat peninggian tekanan darah. Diagnosis Hipertensi Data yang diperlukan untuk diagnosis diperoleh dengan cara anamnesis. gejala yang berkaitan dengan penyakit hipertensi. kemudian diperiksa ulang dengan kontrolatera. Upaya yang dilakukan pada pencegahan tersier ini yaitu menurunkan . Dalam pemeriksaan fisik dilakukan pengukuran tekanan darah dua kali atau lebih dengan jarak dua menit. dan terdapatnya manifestasi klinis penyakit kardiovaskuler atau faktor risiko lain. penatalaksanaan utama hipertensi primer adalah dengan obat. disamping perlu diperhatikan oleh seorang yang sedang dalam terapi obat. riwayat dan faktor psikososial lingkungan keluarga. orang yang gemuk lebih besar peluangnya mengalami hipertensi. dan lain-lain). pekerjaan. 4. Pencegahan Sekunder dapat dilakukan melalui: a. apakah terdapat riwayat penyakit dalam keluarga. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder yaitu upaya pencegahan hipertensi yang sudah pernah terjadi untuk berulang atau menjadi berat. pemeriksaan fisik. konsumsi makanan. Mengurangi Kelebihan Berat Badan Di antara semua faktor risiko yang dapat dikendalikan. riwayat dan gejala-gejala penyakit yang berkaitan seperti penyakit jantung koroner. yaitu melalui diagnosis dini dan pemberian pengobatan. 3. dan pemeriksaan penunjang. Terapi dengan pemberian obat antihipertensi terbukti dapat menurunkan sistol dan mencegah terjadinya stroke pada pasien usia 70 tahun atau lebih. Anamnesis yang dilakukan meliputi tingkat hipertensi dan lama menderitanya. Penatalaksanaan Hipertensi 1. Peninggian tekanan darah kadang sering merupakan satu-satunya tanda klinis hipertensi sehingga diperlukan pengukuran tekanan darah yang akurat. 2. Penatalaksanaan Farmakologis Selain cara pengobatan nonfarmakologis. Pencegahan Tersier Pencegahan tersier yaitu upaya mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat atau kematian. Penatalaksanaan Nonfarmakologis Pendekatan nonfarmakologis merupakan penanganan awal sebelum penambahan obat-obatan hipertensi.c. pemeriksaan laboratorium. penyakit serebrovaskuler dan lainnya. berat badan adalah salah satu yang paling erat kaitannya dengan hipertensi. terdapatnya kerusakan organ target. b. perubahan aktivitas atau kebiasaan (seperti merokok.

Tekanan dihasilkan oleh kekuatan jantung ketika memompa darah. Gaya Hidup.tekanan darah sampai batas yang aman dan mengobati penyakit yang memperberat Hipertensi. perdarahan dari hidung. Pencegahan tersier dapat dilakukan dengan follow up penderita hipertensi yang mendapat terapi dan rehabilitasi. Pencegahan Primer. Jenis Kelamin. BAB III PENUTUP A. Pola makan. Faktor Risiko yang menjadi penyebab Hipertensi antara lain Umur. Misalnya daun tanaman akar Mambu yang berkhasiat dapat menurunkan takanan darah. Follow up ditujukan untuk menentukan kemungkinan dilakukannya pengurangan atau penambahan dosis obat. serta Pencegahan Tersier. dan kelelahan. Stres Psikologis. Pencegahan dapat dilakukan dalam bentuk Pencegahan Primordial. pusing. Hipertensi merupakan penyakit kronik degeneratif yang banyak dijumpai dalam praktek klinik sehari-hari. KESIMPULAN Hipertensi adalah desakan darah yang berlebihan dan hampir konstan pada arteri. Angka Prevalensi Hipertensi terkhusus Di Afrika terbilang cukup tinggi dikarenakan orang ras kulit hitam lebih beresiko terkena Hipertensi dibandingkan ras kulit putih. Obesitas. Hereditas. . Pencegahan Sekunder. Gejala Hipertensi pada umumnya adalah sakit kepala. Pengobatan juga dapat dilakukan melalui obat – obat herbal yang terbuat dari buah atau pun tanamman. serta Buah Kurma yang juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah. wajah kemerahan.

Lutfiana. http://eprints. http://publikasiilmiah. DAFTAR PUSTAKA Dalyoko. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kontrol Hipertensi Pada Lansia Di Pos Pelayanan Terpadu Wilayah Kerja Puskesmas Mojosongo Boyolali.B. patutlah kita menjaga pola hidup kita untuk meminimalisir Risiko terkena penyakit Hipertensi.id/handle/123456789/2928 (diakses 10 April 2014) Susanti Evi.undip. 2011.F. Asupan Tinggi Natrium dan Berat Badan Lahir sebagai Faktor Resiko Kejadian Hipertensi Obesitas pada Remaja Awal.ac.ac. Marilah memulai sesuatu dari yang terkecil terlebih dahulu. SARAN Sebagai orang Kesehatan Masyarakat.id/38410/1/457_LUTFIANA_A.ac. 2011.2012.F_G2C008041. Gen Endothelin 1 Pada Preekamsi Dan Kehamilan Normal (Endothelin 1 Gene In Preeclampsia And Normal Pregnancy). Dyah Ayu Pithaloka et al. http://onlinejournal.pdf (diakses 10April 2014) .php/sains/ article/view/96/84 (diakses 10 April 2014) A.ums.unja.id/index.

2005. (diakses 10 April 2014) American Journal of Public Health.za/chronic/cdlchapter8.pdf.org/bitstream/123456789/2532/1/jstf_v12_2_07_arm enia090814.pdf.full (diakses 10 April 2014) Damai.uph. Daun Tanaman Akar Mambu Sebagai Obat Anti Hipertensi http://herbalnet.pdf (diakses 10 April 2014) Armenia. Nugraheni.Fitria Nur Annisa.2008.unhas.uns. 2007. http://www.mrc.ahajournals.ncbi. 2010.2010. Pengaruh Kurma Deglet Nour Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Primer http://www.1997. 2014. (diakses 10 April 2014) Addo Juliet. Hipertensi Retinopati Sebagai Prediktor Kelainan Serebrokardiovaskuler http://dspace.id/bitstream/handle/123456789/9370/A. Debbie Bradshaw. Determinants and treatment of hypertension in SouthAfricans: The first Demographic and Health Survey.ajol.pdf.edu:8080/handle/123456789/498 (diakses 10 April 2014) Addo Juliet.%20Fitria %20Nur%20Annisa_K11110020.nih. (diakses 10 April 2014) Krisela Steyn.id/jmpk/article/view/2694/2417(diakses pada 10 April 2014) Krisela Steyn. http://dspace.uph.org/content/50/6/1012.full (diakses 10 April 2014) Damay Vito. A. Wahiduddin.library.ugm.2007. (diakses 10 April 2014) . Hypertension In South African.Leon David. 2012. http://www. Ria Laubscher.ahajournals. Smeeth Liam.ac. Leon David A.pdf?sequence=1.ac.2008.A.library. The Prevalence Of Hypertension In Seven Populations Of West African Origin.healthrepository.A. (diakses 10 April 2014) A. Smeeth Liam.php/samj/article/viewFile/13981/59703.ac. Hypertension In Sub-Saharan Africa https://hyper. 2013.http://jurnal.Meilina Suryandari. Rosana Norman.S.pdf.ac. Pengaruh Hipertensi Primer Terhadap Timbulnya Premenstrual Syndrome Pada Wanita Di Kelurahan Jati Kecamatan Jaten Karanganyar http://eprints.lontar.info/index.id/22/1/170302311201011291.ui. Pengendalian Faktor Determinan Sebagai Upaya Penatalaksanaan Hipertensi Di Tingkat Puskesmas .Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Pattingalloang Kota Makassar http://repository.gov/pmc/articles/PMC1380786/pdf/amjph00501-0018.ac.https://hyper. 2012.edu:8080/handle/123456789/498 (diakses 10 April 2014) Suridaty Ayu Nia.id/file?file=pdf/abstrak-137198.nlm.org/content/50/6/1012. Vito A. http://www. (diakses pada 10 April 2014) Devi Brigita. Hipertensi Retinopati Sebagai Prediktor Kelainan Serebrokardiovaskuler. Jumriani Ansar. Hypertension In Sub-Saharan Africa.