You are on page 1of 6

BAB XIV THE PRODUCTION CYCLE

THE PRODUCTION CYCLE
A. INTRODUCTION
Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang
berkaitan dengan pembuatan produk. Diagram berikut menunjukkan bagaimana siklus produksi saling berhubungan
dengan sub system lain dalam system informasi perusahaan.

Diagram Konteks Sistem Produksi
Sistem informasi system produksi mengirimkan informasi pada siklus pendapatan tentang barang jadi yang telah
diproduksi dan tersedia untuk dijual. Informasi mengenai bahan mentah/bahan baku dikirimkan kepada siklus
pengeluaran dalam bentuk permintaan pembelian bahan baku.
Ada ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi, yaitu Perancangan Produk; Perencanaan dan Penjadwalan;
Operasi Produksi; dan Akuntansi Biaya. Diagram berikut menggambarkan empat aktivitas dasar dalam siklus
produksi.

AHMAD EDI SUSILO

A31115752

bagian teknik mengakses kedua informasi tersebut untuk menguji rancangan produk sejenis. Bagian perencanaan produksi menggunakan informasi tersebut. untuk mengembangkan master production schedule dan menbuat catatan baru dalam file perintah produksi untuk mengotorisasi produksi dari barang tertentu. termasuk data tentang tingkat persediaan saat ini. Di waktu yang bersamaan. Untuk mengembangkan produk.BAB XIV THE PRODUCTION CYCLE DFD Level 0 Siklus Produksi B. Bagian penjualan memasukkan informasi mengenai perkiraan penjualan dan pesanan pelanggan. Buku besar dan file persediaan juga diakses untuk memberikan informasi mengenai biaya rancangan produk alternative. Bagian teknik bertanggungjawab pada pengembangan spesifikasi produk. Permintaan bahan dikirimkan ke bagian persediaan untuk mengotorisasi pelepasan bahan baku. catatan tersebut ditambahkan apda file barang dalam proses untuk mengakumulasikan data biaya. Ikhtisar Rancangan Sistem ERP untuk Mendukung Siklus Produksi  Process Dari gambar di atas terlihat bagaimana siklus produksi mengintegrasikan antara data operasional dan finansial dari berbagai sumber. dan file daftar operasi memuat informasi mengenai bagaimana cara untuk memproduksi setiap produk. PRODUCTION CYCLE INFORMATION SYSTEM Diagram berikut ini menyajikan bagaimana Enterprise Resource Planning (ERP) yang mendukung siklus produksi perusahaan. Computer- AHMAD EDI SUSILO A31115752 . File daftar bahan baku menyimpan informasi mengenai komponen produk.

Daftar operasi  menentukan urutan langkah yang diikuti dalam membuat produk.  Process Aktivitas perancangan produk menciptakan dua dokumen utama yaitu: 1. Analisis akuntansi atas biaya yang timbul dari rancangan produk yang dipilih 2. ketahanan. dan kuantitas dari setiap komponen yang digunakan pada setiap barang jadi. PRODUCT DESIGN Langkah pertama dalam siklus produksi adalah Perancangan produk. dan secara simultan meminimalkan biaya produksi. Daftar bahan baku  merinci nomor bagian. Pengendalian keutuhan pemrosesan data 2. deskripsi. Backup dan disaster recovery procedures C. Mereviu setiap perubahan yang terjadi pada master data tidak 1. Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi. dan fungsi. 2. dan berapa lama langkah-langkah tersebut dilakukan.  Process AHMAD EDI SUSILO A31115752 . Analisis biaya garansi dan perbaikan D.  Threat and Control Berikut ini adalah tiga masalah umum yang kemungkinan terjadi dalam keseluruhan siklus produksi dan pengendaliannya: Ancaman Master data yang tidak akurat atau tidak valid Pengungkapan informasi diotorisasi Hilang atau rusaknya data sensitive yang Pengendalian 1.BAB XIV THE PRODUCTION CYCLE Integrated Manufacturing (CIM) juga mengumpulkan data biaya dan operasinal yang dugunakan untuk memperbaharui masing-masing file barang dalam proses dan perintah produksi. Tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenuhi permintaan dalam hal kualitas. Enkripsi 1. Control akses 2.  Threat and Control Ancaman Desain produk yang buruk mengakibatkan biaya berlebihan Pengendalian 1. PLANNING AND SCHEDULING Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan. peratalan apa yang digunakan. Pembatasan akses ke master data 3.

System perencanaan produksi 2. Bagaimana para akuntan dapat terlibat dalam perencanaan dan penjadwalan? Akuntan harus memastikan bahwa SIA mengumpulkan dan melaporkan biaya secara konsisten dengan teknik perencanaan produksi perusahaan. Computer-Integrated Manufacturing (CIM) adalah penggunaan berbagai bentuk TI dalam proses produksi. Perpindahan selanjutnya dari bahan baku di sepanjang pabrik akan didokumentasikan dalam dalam kartu perpindahan. Pembatasan akses ke perintah produksi dan jadwal produksi E.Apakah computer-integrated manufacturing (CIM) itu. PRODUCTION OPERATION Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi aktual dari produk. formulir dan prosedur. Sistem produksi Just-in-time (JIT) MRP-II adalah kelanjutan dari perencanaan sumber daya bahan baku yang mencari keseimbangan antara kapasitas produksi yang ada dan kebutuhan bahan baku untuk memenuhi perkiraan permintaan penjualan.  Threat and Control Ancaman Kelebihan dan kekurangan produksi Pengendalian 1. Setiap perusahaan membutuhkan data mengenai 4 segi berikut ini dari operasi produksinya :    Bahan baku yang digunakan Jam tenaga kerja yang digunakan Operasi mesin yang dilakukan  Serta biaya overhead produksi lainnya yang terjadi  Threat and Control Ancaman AHMAD EDI SUSILO Pengendalian A31115752 . Penggunaan berbagai bentuk Teknologi Informasi dalam proses produksi. barang dalam proses. untuk mengurangi biaya produksi. Permintaan bahan baku mensahkan pengeluaran jumlah bahan baku yang dibutuhkan dari gudang ke lokasi pabrik. Dokumen. tempat bahan tersebut dibutuhkan. dan barang jadi. seperti robot dan mesin yang dikendalikan oleh komputer.BAB XIV THE PRODUCTION CYCLE Ada dua metode yang biasa dari perencanaan produksi yaitu: 1. Pemeriksaan dan persetujuan jadwal dan perintah produksi 3. Master Production Schedule (MPS) menspesifikasikan seberapa banyak produk akan diproduksi selama periode perencanaan dan kapan produksi tersebut harus dilakukan. Cara aktivitas ini dicapai sangat berbeda di berbagai perusahaan. Perencanaan sumber daya produksi (MRP-II) 2. Tujuan produksi JIT adalah meminimalkan atau meniadakan persediaan bahan baku. Para akuntan juga dapat membantu perusahaan memilih antara MRP-II atau JIT untuk melihat manakah yang lebih tepat untuk perencanaan dan penjadwalan produksi perusahaan.

Activity-based costing berbasis waktu A31115752 . Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk. dan 3. Untuk memberikan informasi untuk perencanaan. Mendokumentasikan semua perpindahan persediaan 3. Tiga tujuan dasar dari sistem akuntansi biaya itu yaitu: 1. dan penilaian kinerja dari operasi produksi. Pembatasan akses ke data induk persediaan 5. Penghitungan fisik dan rekonsiliasi persediaan secara periodic 1. Pengendalian keutuhan pemrosesan data 1. termasuk penghappusannya 1. Otomatisasi sumber data 2. Pelatihan 2.  Threat and Control Ancaman Data biaya yang tidak akurat Alokasi yang tidak semestinya dari biaya overhead AHMAD EDI SUSILO Pengendalian 1. Backup dan disaster recovery plan F. Pilihan perhitungan biaya berdasarkan pesanan atau proses hanya mempengaruhi metode yang digunakan untuk membebankan biaya-biaya tersebut ke produk. Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan. Asuransi 1. Perhitungan biaya pesanan membebankan biaya ke batch produksi tertentu. Pemisahan tugas antara penanggungjawab asset dari pencatatan dan otorisasi penghapusan 4.  Process Terdapat dua jenis sistem akuntansi biaya yaitu Harga pokok pesanan (Job Order Costing) dan Harga pokok proses (Process Costing). Laporan kinerja 1. 2. Pembatasan akses secara fisik ke asset tetap 3. Sedangkan perhitungan biaya proses membebankan biaya ke setiap proses. atau pekerjaan tertentu. Persetujuan yang tepat dari akuisisi aset tetap.BAB XIV THE PRODUCTION CYCLE Pencurian persediaan Pencurian asset tetap Kinerja yang buruk Investasi pada asset tetap yang tidak optimal Hilangnya persediaan atau asset tetap krena bencana Gangguan produksi 1. pengendalian. Memelihara catatan rinci asset tetap. bukan pada metode pengumpulan data. termasuk penggunaan proposal untuk meminta beberapa tawaran yang kompetitif 1. Penjagaan secara fisik 2. COST ACCOUNTING Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya. dan kemudian menghitung biaya rata-rata untuk semua unit yang diproduksi. Pengendalian akses fisik 2. Inventarisasi fisik terhadap semua asset tetap 2.

BAB XIV THE PRODUCTION CYCLE Laporan yang menyesatkan AHMAD EDI SUSILO 2. Matriks kinerja inovatif A31115752 .