You are on page 1of 14

KONVENSI NASKAH KARYA ILMIAH

1. PENGERTIAN KONVENSI NASKAH KARYA ILMIAH
Konvensi naskah adalah penulisan naskah karya ilmiah berdasarkan kebiasaan, aturan
yang sudah lazim, dan sudah disepakati. Kelaziman dan kesepakatan ini cenderung menjadi
aturan baku yang digunakan oleh para akademisi di perguruan tinggi. Namun, penulisan
naskah karya ilmiah tidak sebatas kegiatan akademis di perguruan tinggi.
Konvensi penulisan naskah yang sudah lazim mencakup aturan pengetikan,
pengorganisasian materi utama, pengorganisasian materi pelengkap, bahasa, dan kelengkapan
penulisan yang lainnya.
Aspek-apek dari konvensi naskah ilmiah antara lain sebagai berikut :
1. Bentuk karya ilmiah
Bentuk-bentuk karya ilmiah dibagi setidaknya 5 hal, yaitu :
a. Makalah : Menyajikan pembahasan masalah berdasarkan data di lapangan atau
studipustaka.
b. Kertas kerja : Makalah yang sifatnya lebih dalam.
c. Skripsi : Ditulis dengan tujuan meraih gelar SI. Pembahasan berdasarkan
pendapat orang lain.
d. Tesis : Karya ilmiah dengantujuan untuk mengemukakan pengetahuan baru
dengan melakukan pengujian terhadap hipotesis.
e. Disertasi : Karya ilmiah yang mengemukakan teori baru yang faktanya dapat
dibuktikan secara empiris dan objektif.
2. Bagian-bagian karya ilmiah
Bagian karya ilmiah meliputi 3 hal, yaitu :
a. Kelengkapan awal : Meliputi kulit luar, halaman judul, halaman pengesahan,
halaman persembahan, abstrak ,kata pengantar, daftartabel, daftargrafik, atau
gambar , serta daftar singkatan dan lambang.
b. Kelengkapan isi : Pendahuluan, kajianteori, seputar lokasi objek penelitian
(khusus praktik kerja), pembahasan, dan penutup.
c. Kelengkapan akhir : Meliputi daftar pustaka, riwayat hidup penulis, penulisan
indeks, dan lampiran.
3. Bahan dan jumlah halaman
Hal ini berkaitan dengan kertas yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah
dan jumlah halaman minimal untuk karya tersebut.Bahan yang digunakan dalam
penulisan karya ilmiah ialah kertas HVS A-4 dan tinta hitam atau biru.Jumlah
halaman minimal tergantung jenis karya ilmiahnya.Jumlah halaman untuk makalah

c.minimal 10 halaman.2. abstrak.serta margin halaman. PENGORGANISASIAN KARANGAN 2. Romawi Besar : Digunakan untuk menomori tajuk BAB. Hal ini mencakup ukuran kertas.1. 2. serta daftar singkatan dan lambang. kata pengantar. daftar isi. daftar tabel. dan spasi . Romawi Kecil : Dipakai untuk halaman judul. Pelengkap Pendahuluan:  Judul sampul  Halaman judul  Halam persembahan (jika ada)  Halaman pengesahan (jika ada)  Kata pengantar  Abstrak  Daftar isi  Daftar gambar  Daftar tabel 2.Aturanaturannya antara lain : a.1. jenis huruf. Angka Arab : Dimulai dari bab I sampai daftar pustaka. Perwajahan Perwajahan memaksudkan tataletak unsur – unsur pada karya ilmiah. Penyajian Penyajian berkaitan dengan menerapkan aturan-aturan tadi dalam pembuatan karya ilmiah tersebut. Unsur karangan ilmiah: 2.1.1. b. 6. dan disertasi 250 halaman. Penomoran Hal ini berkaitan dengan aturan pada nomor di karya ilmiah tersebut. 5. 4. laporan praktik kerja 40. tesis 80. skripsi 60. daftar grafik. Inti karangan/Bagian Utama Karangan:  Pendahuluan  Bagian utama .

dideskripsi. Latar belakang masalah. pembatasan masalah.1. Pendahuluan Pendahuluan adalah Bab I karangan yang terdiri dari latar belakang. dan metode pembahasan. 2. gunakan informasi mutakhir dari bukubuku ilmiah. . jurnal.1. Pengetahuan tentang studi kepustakaan. dianalisis.     Kesimpulan Pelengkap Simpulan: Daftar pustaka Lampiran Indeks Riwayat hidup penulis 3. tujuan pembahasan. Kegunaan praktis hasil analisis. menyajikan: a. NASKAH UTAMA KARANGAN 3.1. landasan teori. atau diuraikan dalam bab dua hingga bab terakhir. atau internet yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. misalnya memberikan masukan bagi kebijakan pimpinan dalam membuat keputusan c. Penulis perlu memperhatikan pokok-pokok pikiran yang harus tertuang dalam masing-masing unsur pendahuluan berikut 3. Penalaran (alasan) yang menimbulkan masalah atau pertanyaan yang akan diuraikan jawabannya dalam bab pertengahan antara pendahuluan dan kesimpulan dan dijawab atau ditegaskan dalam kesimpulan b.1. masalah.3. Keseluruhan isi pendahuluan mengantarkan pembaca kepada materi yang akan dibahas.

Sumber data sekunder dan data primer b. hasil analisis data.4. sasaran. komparatif. Kesesuaian data dengan sifat dan tujuan pembahasan 3. fakta yang telah dianalisis atau . kualitatif. b. Rumusan detail masalah sesuai c. penalaran. Tidak menggunakan kata apa karena tidak menurut adanya analasis. analisis data. Kriteria penentuan jumlah data c. Metode dan teknik penulisan berisi: a. misalnya metode 3. Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsur-unsur berikut ini: 3.1. Target. Pembahasan data primer harus menyertakan pembuktian secara logika. Ketuntasan materi: Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis. e. atau upaya yang hendak dicapai b. Ruang lingkup masalah berisi a.1. cukup dijawab dengan ya atau tidak 3. definisi atau batasan pengertian istilah yang tertuang dalam setiap variable 3. hukum. Landasan teori menyajikan a.d. Pengungkapan masalah utama secara jelas dalam bentuk pertanyaan menggunakan kata tanya. Penulisan metode yang digunakan dalam pembahasan. observasi.3. Tubuh Karya Ilmiah Tubuh karya ilmiah atau bagian utama karya ilmiah merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah.2. Kriteria penentuan sampel e. pendapat ahli dan pendapat umum. Tujuan penulisan berisi a.1. Kriteria penentuan mutu data d. Teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data seperti wawancara.6. baik pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer.2. atau alasan menggunakan teori tersebut. dan kuisioner. Upaya pokok yang harus dilakukan c. eksploratif atau eksperimental b. dan kesimpulan 3. dalil. Pembatasan masalah yang akan dibahas b.1. Penjelasan hubungan teori dengan kerangka berpikir dalam mengembangkan konsep penulisan. korelasi.5. kuantitatif. Deskripsi atau kajian variabel X tentang prinsip-prinsip teori.1. atau opini yang digunakan sebagai landasan pemikiran kerangka kerja penelitian dan penulisan sampai dengan kesimpulan atau rekomendasi. deskriptif. Tujuan utama dapat dirinci menjadi beberapa tujuan sesuai dengan masalah yang akan dibahas 3.1.2. Sumber data penulisan berisi: a.

menginterpretasikan (manafsirkan) dan menyintesiskan dalam suatu penegasan atau kesimpulan. bagan. tabel. Kejelasan bahasa: Kejelasan dan ketetapan pilihan kata yang dapat diukur kebenarannya. kata konotatif atau kata kias sangat diperlukan). Kejelasan konsep: Konsep adalah keseluruhan pikiran yang terorganisasi secara utuh. dan pembuktian lain yang dapat mendukung ketuntasan pembenaran. serta menunjukkan adanya penalaran yang logis (induktif. contoh-contoh. catatan pustaka. Untuk mewujudkan hal itu. c.2. Untuk itu. kejelasan urutan proses. dari yang terpenting ke kurang penting. saya rasa. kata transisi). kausal. koherensi (dengan repetisi. Selain itu. dan catatan kaki. b. dan tuntas dalam suatu kesatuan makna. menggunakan koordinatif dan subordinatif secara benar. antara lain: penyajian dari umum ke khusus. jarak spasi. dan foto-foto. menggunakan struktur kalimat yang betul. Namun. Atasi subjektivitas ini dengan . kebenaran fakta sendiri harus diperhatikan kepastiannya. kepaduan. menggunakan kalimat efektif. penggunaan huruf. Hal-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan (ilmiah): a) Subjektivitas dengan menggunakan kata-kata: saya pikir. Kejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta: Kejelasan penyajian fakta dapat diupayakan dengan berbagai cara. penulis perlu memperhatikan konsistensi dalam penomoran. kata lugas atau kata denotatif lebih baik daripada kata konotatif atau kata kias (terkecuali dalam pembuatan karangan fiksi.2. 3. spasial). terutama dalam menganalisis. menurut pengalaman saya. Kejelasan makna kalimat tidak bermakna ganda. menggunakan ejaan yang baku. Kejelasan uraian/deskripsi: a. Kejelasan makna paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat paragraf: kesatuan pikiran. teknik kutipan. dan menggunakan pikiran utama. jelas. kronologis. penguraian dari bab ke subbab. Untuk menunjang kejelasan ini perlu didukung dengan gambar. dari subbab ke detail yang lebih rinci sampai dengan uraian perlu memperhatikan kepaduan dan koherensial. paralelisme. diagram. deduktif.diuji kebenarannya. kata ganti. grafik. dan lain-lain.

3. antara lain kesimpulan. Untuk kesimpulan-kesimpulan biasa. dan juga merupakan bagian terpenting sebuah karangan ilmiah. pengungkapan maksud yang tidak jelas arahnya. uji laboratorium membuktikan bahwa…. b) Kesalahan: pembuktian pendapat tidak mencukupi. Kesimpulan harus dirumuskan dengan tegas sebagai suatu pendapat pengarang atau penulis terhadap masalah yang telah diuraikan. Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif. b. survei membuktikan bahwa…. Kesimpulan Kesimpulan atau simpulan merupakan bagian terakhir atau penutup dari isi karangan. cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu.3. uraian tidak sesuai dengan judul. definisi variabel tidak (kurang) operasional. terlalu panjang. atau bias. kesimpulan harus disusun sebaik mungkin. salah nalar. Oleh karena itu. penolakan konsep tanpa alasan yang cukup. proposisi yang dikembangkan tidak jelas. alur pikir (dari topik sampai dengan simpulan) tidak konsisten. sejalan dengan perkembangan dalam tubuh karangan itu. pembuktian dengan prasangka atau berdasarkan kepentingan pribadi. Pembaca yang tidak memiliki cukup waktu untuk membaca naskah seutuhnya cenderung akan membaca bagian-bagian penting saja. penjelasan tidak tuntas. . Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara: a. dapat dibuat ringkasanringkasan argumen yang penting dalam bentuk dalil-dalil (atau tesis-tesis).menggunakan: penelitian membuktikan bahwa….

Jika buku itu disusun oleh dua pengarang. Henry. Judul buku: penulisannya bercetak miring. dan lain-lain) Keterangan: a. Contoh: Tarigan. Lampiran (Apendix) Lampiran (apendix) merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang tumpang tindih dengan catatan kaki. nama lembaga itu yang dipakai untuk menggantikan nama pengarang. c. Sistem Vancover. Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang. misal: Sistem Harvard. dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan. meliputi tempat/kota terbit. e. nomor. Bandung: Angkasa. b. BAGIAN PELENGKAP PENUTUP Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah. Data publikasi. c. dan tahun terbit. e. ‘editor’ d. Bila penulis ingin memasukan suatu bahan informasi secara panjang lebar. maka dapat dimasukkan dalam . d. Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel. Daftar pustaka (Bibliografi) Setiap karangan ilmiah harus menggunakan data pustaka atau catatan kaki dan dilengkapi dengan daftar bacaan. (Banyak versi lainnya. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. 4. nama editor yang dipakai dan di belakangnya diberi keterangan ed. atau sesuatu informasi yang baru. Jika buku itu disusun oleh lembaga. 1990. b.. Unsur-unsur daftar pustaka meliputi: a.1. artikel.2.4. nama pengarang kedua tidak perlu di balik. jilid. 4. nama majalah. Tahun terbit. Jika buku itu merupakan editorial (bunga rampai). Nama pengarang: penulisannya dibalik dengan menggunakan koma. dan penerbit. Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku.

daftar (tabel) dan gambar serta aturan dalam penulisan nama. Lampiran ini disertakan sebagai bagian dari pembuktian ilmiah. disertasi perlu disertai daftar riwayat hidup. Daftar riwayat hidup meliputi: nama penulis. Indeks berfungsi untuk memudahkan pencarian kata dan penggunaannya dalam pembahasan. daftar nama. penomoran. tempat tanggal lahir.1.3. contoh dapat dilihat di perpustakaan jurusan atau perpustakaan pusat.4. 4.lampiran ini. aturan pengetikan. dan karya-karya yang telah dihasilkan oleh penulis. Sampul Warna sampul hitam dalam bentuk hard cover. Daftar riwayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis atau pengarang. model analisis. 4. dan lainlain.1. pengalaman berorganisasi atau pekerjaan. tesis. TATA CARA PENGETIKAN NASKAH KARYA ILMIAH Tata cara penulisan meliputi bahan dan ukuran kertas dan sampul (cover). Lampiran ini dapat berupa esai. . skripsi. Penulisan indeks disertai nomor halaman yang mencantumkan penggunaan istilah tersebut. pendidikan. Ukuran kertas adalah A4 yaitu 210 x 297mm.1.1. Dalam skripsi menuntut daftar RHP lebih lengkap. 5. Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian. Bahan dan Ukuran Kertas Naskah dibuat diatas kertas HVS 70gr/m 2 dan tidak bolak-balik. Indeks Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis (urut abjad).2. 5. 5. Riwayat Hidup Penulis Buku. Bahan dan Ukuran 5. cerita.

Jenis Huruf a. dan untuk seluruh naskah harus dipakai satu jenis huruf yang sama.2. Semua satuan yang ada dalam tulisan harus menggunakan sistem SI (Sistem Internasional).5. hal-hal khusus. kecuali kutipan langsung. Pengetikan 5. kecuali pada permulaan kalimat. Batas tepi Batas-batas pengetikan ditinjau dari tepi. Bilangan dan Satuan a. Penulisan kata atau kalimat khusus yang berbahasa Inggris/asing ditulis miring. Lambang. 12 pt. dan jangan ada ruangan yang terbuang. .4. atau tanda-tanda yang tidak dapat diketik. gambar. bukan dengan titik. 5.2.3. Naskah diketik dengan jenis huruf Times New Roman.2.5. Bilangan diketik dengan angka. huruf Yunani.2. harus ditulis dengan rapi memakai tinta hitam. 5. sub-judul. b. c.1. judul daftar tabel dan gambar yang lebih dari 1 baris.5 spasi. artinya pengetikan harus dari batas tepi kiri ke batas tepi kanan. Jarak baris Jarak antara 2 baris dibuat 1.2.2. 5. kecuali kalau akan dimulai dengan alinea baru. dan daftar pustaka yang diketik dengan jarak 1 spasi ke bawah. c.2. Bilangan desimal ditandai dengan koma. Pengisian ruangan Ruangan yang terdapat pada halaman naskah harus diisi penuh. persamaan. diatur sebagai berikut: tepi atas : 3 cm(4 cm untuk halaman pertama Bab) tepi bawah : 3 cm tepi kiri : 4 cm tepi kanan : 3 cm 5. b.

9.27 cm) dari batas tepi kiri. b. harus dieja. Sub Judul ditulis rapat ke sisi kiri. gambar dan persamaan. Permulaan Kalimat Bilangan. Bagian awal laporan. diberi nomor halaman dengan angka romawi kecil. dan sub judul ditulis simetris terhadap tepi kiri dan kanan pengetikan. Bagian utama dan bagian akhir. mulai dari Bab I hingga halaman terakhir. Kalimat pertama setelah sub judul dimulai dengan alinea baru.7.8. Sub Judul. dimulai setelah kurang lebih 7 karakter (1. mulai dari halaman judul sampai ke abstraksi. Alinea Baru Alinea baru dibuat bertakuh. lambang. memakai angka romawi untuk menunjukkan nomor bab dan angka arab sebagai nomor halaman. persamaan. . kecuali kata penghubung dan kata depan. dan Anak Sub Judul a.2. 5.10.3. Penomoran Beberapa bagian laporan TA perlu diberikan nomor identitas yang terbagi atas: penomoran halaman. Perincian ke bawah Jika pada penulisan naskah ada rincian yang harus disusun ke bawah.2.1. Judul bab harus ditulis dengan huruf besar (kapital) semua dan diatur supaya simetris di tengah-tengah tanpa diakhiri dengan titik.6. Kalimat pertama setelah Sub Judul dimulai dengan alinea baru. 5. Contoh: halaman pertama pada bab 1 adalah I-1. tabel. atau rumus kimia yang memulai suatu kalimat. Sub Judul ditandai tebal dan tanpa diakhiri titik.2. 5. Letak Simetris Gambar.2. tabel. pakailah nomor urut dengan angka atau huruf sesuai dengan derajat rincian.5. b. Halaman a. Judul Bab. semua kata dimulai dengan huruf besar (kapital). sedangkan untuk bab 2 halamannya dimulai dari II-1. misalnya: Sepuluh ekor tikus.2. 5. 5. judul. 5.3. Penggunaan garis penghubung (-) yang ditempatkan di depan rincian tidaklah dibenarkan.

1 Penggunaanenergilistrik di setiapkecamatan. Nomor tabel diikuti dengan judul diawali dengan huruf besar ditempatkan simetris diatas tabel tanpa diakhiri dengan tanda titik.Contoh: Tabel I. ditempatkan pada lampiran. sehingga harus dibuat memanjang kertas (landscape). a. grafik. Nomorgambardiberikandenganmengikut-sertakannomorbab. Gambar tidak boleh dipenggal. peta. 5.Contoh: GambarlI.1.3. d. c. e. c. Tabel II. Nomor gambar diikuti dengan judulnya diletakkan simetris dibawah gambar tanpa diakhiri dengan tanda titik. Nomor halaman diletakkan disebelah kanan atas. Jika gambar lebih lebar dari ukuran lebar kertas. Tabel Tabel diberi nomor urut dengan angka Arab dan diketik simetris dengan rincian sebagai berikut: a. Bagan. 5. b. sehingga harus dibuat memanjang kertas (landscape). b.1.c. foto. maka bagian atas tabel harus diletakkan disebelah kiri kertas. Gambar II.3.1. semuanya disebut gambar (tidak dibedakan).Contoh: Gambar I. maka bagian atas gambar harus diletakkan disebelah kiri kertas. kecuali jika ada judul atau bab pada bagian atas halaman tersebut maka nomornya ditulis disebelah kanan bawah.1 Sistempembangkitskalamikro d. Skala pada grafik harus dibuat agar mudah dibaca sehingga dapat digunakan untuk proses interpolasi atau extrapolasi. NomortabeldiberikandenganmengikutsertakannomorBab. Nomor halaman diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1. . Contoh: Tabel I. Gambar Gambar diberi nomor dengan angka Arab dengan rincian sebagai berikut.2.1. d.3.5 cm dari tepi atas atau tepi bawah. Jika tabel lebih lebar dari ukuran lebar kertas. Tabel yang lebih dari 2 halaman atau yang harus dilipat. f.

4. contoh mentrainingharus ditulis melatih. Bahasa 5. dan obyek keterangan). 5. kami.4. Istilah a. c. dia.5. 5. Persamaan Nomor urut persamaan yang berbentuk rumus matematis. Bentuk Kalimat Bentuk kalimat tidak boleh menampilkan orang pertama dan orang kedua (saya. Pemakaian istilas asing yang digabung dengan awalan/akhiran bahasa Indonesia harus dihindari.………… (1)  d  di   2   M t  Ft  5. dan lain-lain ditulis dengan angka Arab didalam kurung dan ditempatkan didekat batas tepi kanan. Kutipan (rujukan) . sin k r  2 Fn . reaksi kimia. tetapi dibuat dalam bentuk pasif.. sin k r  Fe ……………. engkau..2.1. Bahasa Yang Dipakai Bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam bentuk baku (ada subyek. b. 5.4.5. Pada bagian kata pengantar.3.3. kata saya diganti dengan kata penulis.4. Istilah yang dipakai adalah istilah Indonesia atau yang sudah diindonesiakan. predikat. Jika terpaksa harus memakai istilah asing maka ditulis dengan huruf miring (Italic font). aku. Contoh: Fz  2 F f . dan lain-lain).4.

.E. A. al. Nama Penulis Dalam Daftar Pustaka Dalam daftar pustaka.. Burhanudin Jusuf. et.. hanya ditulis nama pengarang pertama dengan singkatan et all. Menurut Danu(2006)[1]. Rujukan yang dikutip pertama diberikan nomor [1] dan setrrusnya.. 2003)[3]dan . Jika disingkat maka penulisannya adalah nama akhir diikuti dengan suku kata nama depan. Tidak boleh hanya ditulis 1. Tontowi.J. [2]. Distribusi panas yang tidak merata pada cetakan plastik (Budi dan Fauzun.. (tanpa menyebutkan penulis). [3] …. Urutan angka ini di gunakan sebagai urutan penulisan daftar pustaka.5% (Deni dkk.5. Penyimpangan simulasi numerik adalah 3.... atau et. b... tengah dan seterusnya. A.. 5. . dan semuanya diberi titik.5. Burhanudin Jusuf Habibie ditulis : Habibie. c. Contoh: a. Penomeran ditentukan secara berurutan berdasarkan urutan kutipan.3. dan Suharto.. Nama Penulis Lebih Dari Satu Kata Jika nama penulis terdiri dari 2 kata atau lebih. Fauzun. . D.. jika lebih dari 2 orang hanya ditulis nama akhir penulis pertama dan diikuti dengan dkk.al. [1]... dkk atau Tontowi.5. A. singkatan nama depan. Burhanudin Jusuf Habibieditulis : Habibie. Contoh: a.... Tontowi. jika terdapat lebih dari tiga pengarang.. Nama Penulis yang Diacu Penulis yang tulisannya diacu dalam uraian hanya disebutkan nama akhirnya saja. 5. (penulis lebih dari 2 orang). Untuk mengetahui persentase kandungan air dilakukan dengan proses distilasi.. Batas kandungan air pada pelumas adalah 0. B. 5.E. tengah dan seterusnya... Contoh: 1. 2006)[2] menghasilkan. cara penulisannya adalah nama akhir diikuti dengan koma.Kuitipan pernyataan secara bebas dari rujukan harus di berikan dengan menggunakan angka di dalam kurund siku.2.E. d..4%[4]. atau b..1.

5. 5. . Istilah Baru Istilah-istilah baru yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia dapat digunakan asal konsisten.6. Kutipan dalam bahasa asing ditulis dengan huruf miring.6.2.3.1.6. Derajat Kesarjanaan Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan. Istilah Baru dan Kutipan 5. Jika banyak sekali menggunakan istilah baru. 5. Catatan Bawah (foot note) Sebaiknya dihindari penggunaan catatan bawah.6. Kutipan Kutipan ditulis dalam bahasa aslinya diketik satu spasi dan tidak diterjemahkan namun boleh dibahas sesuai dengan kata-kata penulis.4. Catatan Bawah. sebaiknya dibuatkan daftar istilah. Ditulis dengan jarak satu spasi. Pada penggunaan yang pertama kali perlu diberikan padanannya dalam bahasa asing (dalam kurung). 5.5.