You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kunjungan industri merupakan kegiatan rutin bagi mahasiswa sebagai
tuntutan kurikulum untuk menambah wawasan mahasiswa dengan berbagai
pengetahuan mengenai dunia kerja, bisnis dan manajemen sehingga diharapkan dapat
menjadi lulusan yang professional. Untuk menjadi lulusan yang professional tentu
dibutuhkan banyak keterampilan terutama yang berkaitan dengan dunia bisnis dan
manajemen.
Sebagai mahasiswa, khususnya dalam bidang Teknik Industri, mahasiswa
sudah sangat banyak mendapat materi kuliah yang berkenaan dengan dunia
perindustrian. Oleh karena itu Teknik Industri Universitas Pancasila mengadakan
kegiatan kunjungan industri. Diharapkan mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang
diperolehnya dengan melakukan pengamatan atau percobaan.
Kunjungan industri juga menjadi salah satu kegiatan yang diadakan setiap
tahunnya. Maka dari itu mahasiswa wajib mengikuti kegiatan ini. Kunjungan
industri hanya sebatas melakukan observasi pada suatu industri saja. Melakukan
pengamatan dan tanya jawab kepada narasumber secara langsung.
Kesempatan kali ini, pihak Perguruan Tinggi mengadakan kegiatan kunjungan
industri di daerah Bandung-Semarng- Yogyakarta pada tanggal 5-8 April 2014. Selain
itu dengan diadakannya kegiatan kunjungan industri ini, diharapkan mahasiswa
mengetahui lebih jauh bagaimana sebenarnya dunia usaha atau dunia industri itu
dijalankan. Disisi lain, pihak Perguruan Tinggi juga menginginkan adanya dampak
jangka panjang dari diselenggarakannya kegiatan kunjungan industri ini salah satunya
dalam rangka penyaluran para lulusan yang professional dan memiliki kemampuan
yang produktif dan siap bersaing di dunia bisnis dan manajemen.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang diatas, maka penulis merumuskan
beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah sejarah terbentuknya PT. Sinar Sosro?

2.
3.
4.
5.

Apa saja produk dari PT. Sinar Sosro dan apa bahan baku produk tersebut?
Bagaimana proses produksi teh botol dari PT. Sinar Sosro?
Bagaimana struktur organisasi di PT. Sinar Sosro?
Bagaimanakah strategi bisnis yang dilakukan PT. Sinar Sosro dalam

menjalankan bisnisnya?
6. Bagamana cara pengolahan limbah yang diproduksi oleh PT. Sinar Sosro?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan dengan rumusan masalah yang telah dibuat maka tujuan
penulisan dari makalah kunjungan Industri ini adalah:
1. Untuk memahami sejarah terbentuknya PT.Sinar Sosro
2. Untuk mengetahui produk-produk yang dipasarkan PT. Sinar Sosro dan
bahan baku produk tersebut
3. Untuk mengetahui proses produksi teh botol dari PT. Sinar Sosro
4. Untuk mengetahui struktur organisasi di PT. Sinar Sosro
5. Untuk memahami strategi bisnis di PT. Sinar Sosro dalam memasarkan
bisnisnya
6. Untuk mengetahui cara pengolahan limbah yang diproduksi oleh PT. Sinar
Sosro

1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan yang dapat diperoleh dari kunjungan industri, yaitu:
1. Mendapatkan tambahan wawasan mengenai dunia kerja yang berkaitan
dengan perindustrian
2. Sebagai bekal persiapan untuk menempuh dunia kerja di masa yang akan
datang
1.5 Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan makalah kunjungan industri
adalah:
1. Metode observasi
Yaitu dengan mengamati lansung apa yang terjadi di PT. Sinar Sosro untuk
dapat mengumpulkan data.
1.5 Waktu dan tempat pelaksanaan
1. Waktu pelaksanaan

Dilaksanakan pada tanggal 6 April 2016
2. Tempat pelaksanaan
Dilaksanakan di PT.Sinar Sosro yang berada di Jl. Raya Semarang Bawen
Km.28 Bergas, Ungaran, Semarang 50552

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Profil Perusahaan
Nama
: PT. Sinar Sosro
Alamat
: Jl. Raya Semarang Bawen Km.28 Bergas, Ungaran,
Semarang 50552
Situs Web
: www.sosro.com
FB
: Kunjungan Pabrik Ke Sosro
Produksi
: Minuman seperti Tebs, Fruit Tea, Teh botol Sosro, S-Tee,
Creso, Country Choice, Happy Jus, air mineral Prim-a, dan
Teh Freso
2.2 Visi & misi PT. Sinar Sosro
A. Visi
Mengutamakan agar produk-produknya dapat sampai pada konsumen
dimanapun mereka berada
B. Misi

Meningkatkan jaringan distribusi (baik Nasional atau Internasional)
dengan memasarkan produk baru dibidang minuman.
2.3 Sejarah PT Sinar Sosro
Nama Sosro berawal dari nama keluarga pendirinya yaitu Sosrodjojo.
Keluarga Sosrodjojo memulai bisnisnya pada tahun 1940 di kota Slawi, Jawa
Tengah. Awalnya, produk teh kering dengan merek Teh Cap Botol hanya
diproduksi sekitar wilayah Jawa Tengah. Kemudian, keluarga Sosrodjojo
memperkenalkan produk Teh Cap Botol hingga ke Jakarta pada tahun 1953
untuk memperluas bisnisnya.
Cara pertama yaitu dengan cara memasak dan menyeduh teh secara
langsung dibeberapa pasar yang ada di Jakarta. Setelah teh tersebut telah jadi,
maka langsung diberikan ke pengunjung di pasar. Ternyata, pengunjung di
pasar tidak sabar menunggu untuk mencicip teh karena proses penyajian teh
yang sangat lama dan teh yang telah disajikan sangat panas. Cara untuk
memasarkan produk tersebut yang dikenal dengan cara cicip rasa sangat tidak
efisien.
Kemudian cara kedua, yaitu teh dimasukkan ke dalam panci dan
dibawa dengan menggunakan mobil bak terbuka menuju pasar di Jakarta.
Pada saat itu jalan menuju Jakarta masih berlubang sehingga menyebabkan
banyak teh yang ada didalam panci tersebut tumpah.
Setelah berbagai cara telah dilakukan akhirnya pada tahun 1969,
muncul gagasan baru untuk menjual teh kemasan botol untuk siap diminum.
Cara ini mendapatkan respon baik oleh pengunjung karena selain praktis juga
dapat dikonsumsi langsung tanpa harus menunggu lama untuk minum teh
terebut.

Pada

tahun

1974

terbentuklah

PT.

Sinar

Sosro

yang

merupakan pelopor pertama di Indonesia dengan produk utamanya, yaitu teh
siap minum dalam kemasan botol.
2.4 Produk dan Bahan Baku

A. Teh Botol Sosro
Teh botol Sosro merupakan produk
teh siap minum dengan botol kemasan
yang pertama di Indonesia sejak tahun
1974. Inovasi produk teh botol sosro telah
memiliki banyak pilihan kemasan produk,
seperti: kemasan botol beling, kemasan
kotak, kemasan kantong, kemasan PET.
Selain itu, pada tanggal 20 Agustus 2008 produk Teh botol Sosro
mengeluarkan inovasi terbaru yaitu Teh botol Sosro Less Sugar. Bahan
baku yang digunakan pada produk Teh Botol Sosro adalah teh hijau yang
dicampur dengan bunga melati dan bunga gambir, air, dan gula industri.
B. Fruit Tea
Tahun 1997, PT. Sinar Sosro mengeluarkan produk untuk kalangan
remaja, yaitu Fruit Tea Sosro
(minuman

teh

berbasis

buah-

buahan). Pada tahun 2004 produk
tersebut memperoleh penghargaan
Indonesia

Best

Brand

Award

sebagai kategori Minuman Nonkarbonasi paling potensial. Bahan baku yang digunakan pada produk
Fruit Tea adalah air, teh hitam dan konsentrat sari buah asli, dan gula
industri.

C. S-tee
PT.Sinar Sosro Pada tahun 90-an memproduksi produk teh dalam
kemasan botol beling dengan merk S-tee
tujuannya

untuk

memenuhi

kebutuhan

konsumen terhadap produk teh dengan volume
yang

lebih

banyak

namun

harga

tetap

terjangkau.

D. Country Choice
Country Choice merupakan real juice yang mengandung banyak
manfaat

untuk

gizi

dan nutrisi.

Country

Choice

adalah

produk

dalam

kategori

jus

yang

diproduksi

PT.

Sinar

Sosro pada akhir tahun 2008. Produk tersebut dikemas secara praktis dan
hemat dengan varian rasa: Goji berry: Rich Antioxidant (Jus Goji pertama
di Indonesia ). Guava : High Antioksidan, Orange : Highvit C & Calcium,
Apple : High Fiber, Apple pulp: High folat, Mango: High Vit A, C, E
Gold Fruit. Favorit Flavor.
E. Happy Jus

PT. Sinar
Sosro
memproduksi
produk Minuman
Jus tahun 2005.
Produk ini banyak diminati oleh anak-anak, karena memiliki vitamin A,
C, E dan Kalsium. Selain itu Happy Jus memiliki variasi rasa buah yang
disukai anak-anak. Produk Happy Jus terdiri dari Happy Jus kemasan
PET dengan varian rasa Apelberry dan Anggur. Happy Jus dalam
kemasan genggam dengan rasa: Apel, Jeruk, Anggur, Cherry-B, dan Apel
berry.
F. TEBS
TEBS merupakan Minuman
Teh

berkarbonasi

yang

dikemas

dengan kemasan botol beling. PT.
Sinar Sosro mengeluarkan produk
TEBS pada bulan November tahun
2004. TEBS memiliki manfaat bagi
tubuh karena berbahan baku Ekstrak Teh, Konsentrat Sari Buah dan
Ekstrak Rosella.

TEBS Maroon diproduksi pada tahun 2011 dengan

bahan baku Teh Hitam dengan Ekstrak Bunga Rosella. TEBS Regular
diproduksi berbahan baku Ekstrak Teh Hitam dengan dicampur konsentrat
buah.
G. Air Mineral Prim-A
PT. Sinar Sosro mulai megeluarkan produk air minum dalam
kemasan sekitar tahun 90-an. Produk air minum yang pertama kali
dikeluarkan PT. Sinar Sosro adalah Air Sosro. Namun seiring berjalannya
waktu, Produk air mineral merek Air Sosro tersebut berganti nama yaitu,

Prim-A. Air minum Prim-A terdiri dari kemasan galon, cup, dan botol
plastik.
H. Creso

PT Sinar Sosro meluncurkan
inovasi produk barunya yaitu Creso (Minuman bersoda). Produk tersebut
dikeluarkan pada tahun 2014. Varian rasa dalam produk Creso, yaitu Rasa
Kopi, Kelapa dan Sarsaparila. Target utama diproduksinya Creso adalah
untuk kalangan muda, karena dengan rasa Creso yang unik, menyegarkan,
dan memberikan kesegaran dapat memberikan rasa optimis dalam
menjalani hidup sehari-hari.
I. Teh Freso
PT. Sinar Sosro mengeluarkan produk
minuman teh dalam kemasan gelas dengan
merek Teh Freso. Teh Freso dapat dijadikan
sebagai

pelepas

dahaga

di

momen

kebersamaan. Teh Freso merupakan produk
terbaru yang dikeluarkan PT. Sinar Sosro pada
tahun 2014. Teh Freso merupakan minuman teh dalam kemasan gelas
yang memiliki aroma melati dengan bahan dasar teh alami yang
menyegarkan.
2.5 Proses Produksi
Berikut ini adalah Proses Produksi salah satu produk PT.Sinar Sosro yaitu
produk Teh Botol sosro:

1. Memilih bahan
Bahan yang digunakan untuk membuat produk teh botol sosro terdiri dari
teh hijau, gula pasir, dan air yang didapat dari kedalaman + 200 meter dan
disterilkan melalui proses water treatment agar menjadi air yang
berkualitas. Setelah proses water treatment, air dimasak hingga 1000C
2. Membuat teh cair
Teh hijau dengan bunga melati dicampurkan. Kemudian, teh yang telah
dicampurkan tersebut diseduh dengan air yang sebelumnya telah disaring
dan dipanaskan. Setelah itu air panas dialirkan ke tangki yang berisi gula
kemudian dilarutkan sampai membentuk sirup gula dan dicampurkan ke
tangki pencampuran. Di tangki filtrox antara ekstrak teh dengan ampas teh
dipisahkan dan dialirkan juga ke tengki pencampuran.
3. Pemisahan botol & kotak kosong
Botol yang terdapat krat harus dibuang dengan roller yang terikat dengan
conveyor menuju pencucian botol. Pada pos I botol-botol yang tidak
memenuhi kriteria akan terangkat. Pada Pos II, botol-botol yang gumpil
akan diambil dan apabila ada yang kusam akan diangkat dan menuju ke
filler. Proses selanjutnya adalah proses pemanasan teh manis cair agar
dapat membunuh organisme merugikan (Proses Pasteurizer).
4. Mengisi botol dan penyegelan
Teh di masukkan ke dalam mesin Filler and Crowner agar dimasukkan ke
dalam botol secara langsung dan ditutup supaya udara yang datang dari
luar tidak masuk.
5. Jet printer video (tanggal kadaluarsa)
Dengan adanya mesin printer video jet, botol dapat dicetak dengan kode
produksi yang sesuai terhadap tanggal kadaluarsa.
6. Menempatkan dalam kotak
Selanjutnya, botol tersebut dimasukkan lagi ke dalam kotak kosong
dengan mesin paletizer (alat pemindah krat) dan diinkubasi selama 3 hari
sebelum dipasarkan.
7. Uji control
Produk tersebut dicek terlebih dahulu secara kimia, fisik, mikrobiologi,
dan organoleptik (Pos III). Secara kimia dicek dari kadar gula dan Ph.
Secara

fisik

dilihat

dari

kemasan.

Secara

mikrobiologi dicek

dari perkembangan mikroorganisme.

Secara organoleptik dilihat dari

kejernihan produk dan warna. Apabila produk tidak memenuhi syarat dan
ketentuan yang berlaku maka produk tersebut akan dibuang dan diolah
kembali.
8. Penjualan
Setelah lulus dari segala proses pembuatan dan juga uji kontrol, produk
tersebut dapat dijual dan didistribusikan.
2.6 Struktur Organisasi di Pabrik
Struktur organisasi yang dibentuk oleh PT. Sinar Sosro yaitu pimpinan
memiliki kebijakan dan wewenang kepada bawahan yang sesuai dengan tugas
dan tanggung jawab masing-masing. Setiap pimpinan departemen dapat
memberikan perintah kepada semua staf dan anggota sesuai dengan bidang
kerjanya. Tugas dan fungsi masing-masing Jabatan sebagai berikut:
A. General Manager
Pimpinan tertinggi yang ada di suatu perusahaan. Genaral Manager
bertanggung jawab kepada Direktur Operasi dan memiliki tugas sebagai
berikut:
1. Menyebarkan dan menerapkan kebijaksanaan serta mengawasi
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

pelaksanaannya.
Melaksanakan kontrak kerja dengan pihak luar.
Mengkoordinir dan mengawasi tugas-tugas yang didelegasikan kepada
manager dan menjalin hubungan kerja yang baik.
Bersama manager lain membuat rencana produksi pertriwulan.
Menentukan garis kebijakan umum dari program kerja perusahaan.
Bertanggung jawab ke dalam dan ke luar perusahaan.
Mengarahkan dan meneliti kegiatan perusahaan.
Menerapkan,
menyebarkan
kebijakan
serta
mengawasi
pelaksanaannya.

B. Manager Produksi dan Maintenance (PM)

Memiliki tanggung jawab kepada General Manager dan memiliki tugas
sebagai berikut:
1. Merencanakan dan mengatur jadwal produksi produk agar tidak terjadi
kekurangan dan kelebihan persediaan.
2. Mengadakan pengendalian produksi agar produk sesuai dengan
spesifikasi dan standar mutu yang ditentukan.
3. Membuat laporan produksi secara periodik untuk mengenai pemakaian
bahan dan jumlah produksi.
4. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untuk mengetahui
kekurangan dan penyimpangan sehingga dapat dilakukan perbaikan.
5. Mengatur kegiatan perawatan mesin.
6. Membuat rencana produksi sesuai dengan permintaan pemasaran.
C. Manager Personalia dan Umum
Mempunyai tanggung jawab kepada General Manager dan atas segala hal
yang berhubungan dengan kegiatan yang bersifat umum, tugasnya adalah:
1. Membantu direktur dalam hal kegiatan administrasi.
2. Mengawasi penggunaan data, barang dan peralatan pada masingmasing departemen.
3. Merekrut dan melatih pegawai baru yang dibutuhkan perusahaan.
4. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas dari kepala-kepala
bagian.
5. Mengerjakan administrasi kepegawaian.

D. Kepala Bagian Pembelian
Memiliki tanggung jawab kepada Manager Produksi dan PM. Memiliki
tugas sebagai berikut:
1. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pembelian.
2. Mengawasi kegiatan administrasi pembelian.
3. Melakukan pembelian barang yang diminta oleh departemen lain.
E. Manager Accounting dan Finance
Memiliki tanggung jawab kepada General Manager. Tugasnya adalah:

1. Membuat laporan keuangan kepada atasan secara berkala tentang
penggunaan uang.
2. Mengendalikan budget pendapatan dari belanja perusahaan sesuai
dengan hasil yang diharapkan.
3. Bertanggung jawab atas penentuan biaya perusahaan seperti biaya
administrasi.
F. Kepala Divisi/Supervisor
Bertanggung jawab kepada Manager Produksi dan Maintenance. Tugasnya
adalah berikut:
1. Memimpin dan mengendalikan kegiatan di bidang produksi.
2. Menyiapkan laporan yang dibutuhkan Manager Produksi mengenai
data produksi, jumlah batch produksi, pemakaian bahan dan lain-lain.
3. Bertanggung jawab penuh atas masalah yang timbul dikemudian hari
atas produk yang dihasilkan.
4. Menyusun jadwal dan rotasi kerja bagi karyawan produksi yang
dipimpinnya.

G. Kepala Gudang
Memiliki tanggung jawab kepada Supervisor. Tugasnya yaitu:
1. Mengkoordinir dan mengawasi pengelolaan persediaan bahan baku.
2. Membuat laporan penerimaan, persediaan dan pengeluaran bahan.
3. Mengontrol persediaan bahan.
4. Memesan bahan bila telah habis.
H. Manager Quality Control
Mempunyai tanggung jawab kepada General Manager. Memiliki tugas
seperti:
1. Mengkoordinir dan mengawasi pengendalian mutu produk.
2. Memberi saran-saran kepada kepala bagian produksi mengenai mutu
produk dan keadaan mesin/peralatan yang digunakan dalam proses
produksi.
I. Kasir

Memiliki tanggung jawab kepada Supervisor Accounting dan Finance.
Tugasnya adalah:
1. Membayar gaji karyawan perusahaan setiap hari, baik waktu berjalan
produksi maupun tidak.
2. Membantu atasan dalam hal penerimaan maupun pembayaran
perusahaan yang berhubungan dengan keuangan.
3. Mencatat dan melaporkan uang masuk dan keluar kepada atasannya.
J. Keamanan
Memiliki tanggung jawab kepada Supervisor Personalia dan Umum.
Memiliki tugas sebagai berikut:
1. Menjaga keamanan perusahaan setiap hari, baik waktu berjalan
produksi maupun tidak.
2. Mengawasi dan mencatat tamu yang berkunjung keperusahaan.
K. Analis
Mempunyai tanggung jawab kepada manajer QC. Tugasnya adalah:
1. Melakukan pengukuran mutu produk baik sebelum diproses maupun
setelah diproses.
2. Memberikan saran dan langkah berikutnya yang dilakukan atas
pengukuran mutu.
2.7 Strategi Bisnis PT. Sinar Sosro
1. Selling Strategy
Teh Botol Sosro diperkenalkan ke pelosok-pelosok daerah.
Tujuannya adalah agar memberikan kemudahan kepada konsumen
dalam membeli teh dengan harga yang terjangkau.
2. Product (Brand) Strategy
Awalnya, masyarakat Indonesia terbiasa untuk minum teh
dalam keadaan panas.Strategi yang dilakukan PT. Sinar Sosro adalah
melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan adanya minuman teh
dalam kemasan botol yang disajikan dalam keadaan dingin.
3. Distribution Strategy
Sosro mempunyai jaringan distribusi yang sangat luas.
Keputusan distribusi berupa keputusan yang mengenai pergudangan
dan pengendalian persediaan. Kunci utama pemasaran adalah
ketersediaan.

4. Pricing Strategy
Teh siap minum pertama kali diperkenalkan dalam kemasan
botol, Pada saat itu, strategi promosi yang dilakukan adalah untuk
orang yang sedang melakukan perjalanan dengan menetapkan harga
yang terjangkau.

5. Marketing Strategy
PT. Sinar Sosro mempromosikan minuman siap saji dalam
kemasan botol untuk orang yang sedang melakukan perjalanan. Sosro
beranggapan bahwa ketika orang sedang melakukan perjalanan dan
apabila ia kehausan maka akan membutuhkan sesuatu untuk
penghilang dahaga yang praktis dan mudah di dapat. Maka terciptalah
minuman siap saji dengan botol sebagai wadah teh yg digunakan.
2.8 Proses Bisnis PT. Sinar Sosro
PT. Sinar Sosro menerapkan SAP sebagai ERP program. SAP yang
digunakan adalah sistem R/3 karena dari perusahaan-perusahaan di dunia
dalam menjalankan bisnisnya telah teruji .
Sistem ini menangani proses manufaktur, logistik, akuntansi
perusahaan, distribusi, persediaan, dll. Sistem tersebut berfungsi untuk
mengontrol manajemen persediaan, produksi, penjualan, manajemen
kualitas, pengiriman, dan sumber daya manusia.
A. Fungsi SAP terhadap PT. Sinar Sosro adalah:
1) Mengintegrasikan data keuangan sehingga top management
dapat mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih
baik
2) Memiliki standar proses operasi melalui implementasi best
practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas.
3) Penurunan efisiensi dan peningkatan kualitas

produk,

menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman
pelaporan.

B. Tujuan dari Penggunaan Enterprise Resource Planning pada PT.
Sinar Sosro :
1) Mengantisipasi pertumbuhan perusahaan yang terus berkembang
2) Menyajikan data yang konsisten dan akurat sehingga
meningkatkan

visibilitas

bisnis,

dan

kemudahan

dalam

pengambilan keputusan.
3) Mengintegrasikan informasi antara kantor dalam jaringan PT.
Sinar Sosro
4) Mempermudah dalam fungsi akuntansi perusahaan
5) Memperkecil human error dalam proses konsilidasi
Keuntungan yang dapat di ukur dari penerapan proses bisnis tersebut
adalah dapat mengukur penurunan inventori, penurunan tenaga kerja
secara total, peningkatan control keuangan, peningkatan service level, dan
penurunan waktu yang diperlukan untuk memperoleh informasi.
2.9 Pengolahan Limbah
1. Limbah Cair
a. Preatreatment adalah Pengolahan awal limbah cair teh yang baru
di buang dari pabrik sebelum memasuki proses tahapan utama.
Berikut ini tahapan pengolahan awal tersebut:
1) Screenpress
Alat ini di gunakan untuk menyaring, menyeleksi dan
membuang kotoran dan padatan, seperti sampah pabrik, pipet,
kertas dll dari limbah.
2) Sump pit
Sump pit merupakan bak penampung sementara limbah
dari screenpress yang mempunyai dua alat pompa, bertugas
memompa limbah menuju bak ekualisasi.
3) Cooling Tower
Limbah cair yang telah masuk bak ekualisasi di
dinginkan terlebih dahulu.
4) Bak Akualisasi dan Agitator

Bak yang berfungsi sebagai tempat menghomogenkan
kualitas dan kuantitas air limbah dan sebagai tempat untuk
proses difikasi melalui proses fermentasi. Untuk mempercepat
homogenisasi maka digunakan agitator. Penambahan bahan
nutrisi juga dilakukan untuk makanan bakteri yaitu pupuk urea
atau sumber nitrogen dan bubuk super phosphate (sumber
posfat).
5) Limbah
Limbah dipompakan di MUR ( methane upilow ractor).
Sesudah melalui 2 tahap yaitu tahap homogenisasi dan
penetralan PH limbah.
b. Pengolahan Limbah Secara Aerobik
1. Bak Aerasi
Limbah diolah oleh bakteri lumpur aerob, dimana
menjadi CO2 dan sel bakteri baru setelah bakteri mengolah
materi-materi sisa yang terbiodegradasi pada proses aerobik.
2. Final Clarifier
Prosesnya selanjutnya yaitu pengendapan dimana
ectivated ludge dipisahkan dari air limbah yang bersih, lumpur
aktif yang mengendap disirkulasi ke bak aerasi.
3. Kolam Indikator
Di kolam indikiator diisikan ikan sebagai indikator kualitas air.
2. Limbah Padat
A. Thermofil yaitu pengolahan dengan menggunakan jamur dan
bakteri thermofil. Proses pengolahan limbah padat sebagai berikut:
1) Ampas teh
Ampas teh dari sisa penyeduhan di letakkan pada bak atau
tempat khusus yang telah disediakan.
2) Pendinginan
Ampas teh yang dibiarkan di tanah akan didinginkan selama
satu hari.
3) Penguraian

Penguraian dengan penanaman mikroorganisme pada proses
ini diberikan mikroorganisme untuk menguraikan ampas teh
atau zat organik.
4) Pembalikan
Setelah melalui proses di atas maka dilanjutkan dengan proses
pembalikan dengan waktu seminggu sekali.
5) Kompos
Setelah proses pembalikan ampas teh di biarkan membusuk
selama 1 bulan dan kemudian akan menjadi kompos.
B. Fertilisasi kompos adalah pengolahan limbah menggunakan bantuan
organisme yaitu cacing. Ada dua jenis cacing yang digunakan dalam
proses tersebut yaitu cacing lokal dan cacing impor (Prancis). Cacing
Prancis dianggap paling rakus dalam mengkonsumsi ampas teh
sehingga penggunaannya diharapkan dapat mempercepat proses
pengolahan limbah ampas teh. Proses tersebut adalah :
1) Ampas teh
Ampas teh dari sisa penyeduhan di letakkan pada bakatau
tempat khusus yang telah disediakan.
2) Pendinginan
Ampas teh yang telah dibiarkan di tanah akan didinginkan
selama satu hari.
3) Fertilisasi
Cacing dimasukkan pada bak atau tempat khusus yang berisi
ampas teh yang telah didinginkan. Mereka akan menyelam ke
dasar bak dan mengkonsumsi ampas teh tersebut dari dasar.
Cacing-cacing itu akan berekskresi dan kotoran cacing itulah
yang menjadi kompos. Pupuk kompos siap dipanen jika
cacing-cacing tersebut telah sampai ke permukaan bak.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Dengan adanya kunjungan industri ke PT. Sinar Sosro, penulis
dapat melihat dan memahami langsung bagaimana kegiatan produksi yang
dikelola oleh PT. Sinar Sosro. Berawal dari berbagai macam halangan dan
rintangan akhirnya PT. Sinar Sosro dapat berkembang pesat menjadi
industri dengan ide teh dalam kemasan botol. Dengan mengedepankan
kualitas dan ramah lingkungan, produk PT. Sinar Sosro terbukti steril dan
juga limbah hasil produksi dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
Semoga dengan terlaksananya kunjungan industri di PT. Sinar
Sosro, dapat menambah wawasan kita mengenai kegiatan sistem produksi.
4.2 Kritik dan Saran
PT.Sinar Sosro harus berusaha menjadi perusahaan yang dapat
mengelola pasar lokal maupun non-lokal. Harus lebih mengembangkan
inovasi yang lebih menarik, harga terjangkau dan berkualitas.