You are on page 1of 9

BAB I

PENDAHULUAN
Impetigo merupakan pioderma superfisialis yang terbatas pada epidermis.
Terdapat dua jenis impetigo yaitu impetigo bullosa dan impetigo krustosa.
Impetigo bullosa disebabkan oleh Staphylococcus aureus, sedangkan impetigo
krustosa disebabkan oleh Streptococcus B hemolyticus. Impetigo bullosa sering
terdapat pada ketiak, punggung, dan dada berupa bulla berisi cairan kuning yang
mudah pecah. 1,2,3
Insiden impetigo ini terjadi hampir di seluruh dunia. Paling sering mengenai
usia 2-5 tahun, umumnya mengenai anak yang belum sekolah, namun tidak
menutup kemungkinan untuk semua umur dimana frekuensi laki-laki dan wanita
sama. Di Inggris kejadian impetigo pada anak sampai usia 4 tahun sebanyak
2,8% pertahun dan 1,6% pada anak usia 5-15 tahun. Di Belanda, insidensi
impetigo meningkat dari 16,5 (1987) menjadi 20,6 (2001) per 1000 penduduk.
Kebanyakan kasus ditemukan di daerah tropis atau beriklim panas serta pada
negara-negara yang berkembang dengan tingkat ekonomi masyarakatnya masih
tergolong lemah atau miskin.2,4,5
Diagnosis impetigo bullosa dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa dan
gambaran klinis dari lesi. Berdasarkan gambaran klinis ditemukan bulla yang
berisi cairan kuning yang mudah pecah dan tanpa eritema disekitarnya. Jika bulla
pecah, akan meninggalkan koleret. Pemeriksaan pengecatan gram dan kultur
dilakukan untuk menegaskan gambaran klinis. 3,6
Penatalaksanaan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh,
pengobatan sistemik dan topikal. Pengobatan sistemik lini pertama dapat

1

dapat diberikan mupirocin atau asam fusidat. Pada lini kedua (orang dengan riwayat alergi penisilin) diberikan eritromisin 4 kali 250-500mg sehari selama 7 hari.diberikan dicloxaxilin 4 kali 250-500mg sehari terapi diberikan 5-7 hari atau dengan amoxicilin + asam klavulanat 3 kali 25mg/kgBB. atau clindamycin 3 kali 15mg/kgBB. Sedangkan untuk terapi topikal. Dapat juga diberikan obat golongan sefalosporin seperti cefadroxil 2 kali 30mg/kgBB sehari.3.4 BAB II LAPORAN KASUS 2 . atau azitromycin 1 kali 500 mg dan dilanjutkan 1 kali 250 mg untuk 4 hari.

Pendidikan :- 10. Umur : 3 tahun 4. dada. Rasa gatal disangkal pasien.1. keluhan ini sudah dialami pasien sejak ± satu setengah tahun. Tanggal pemeriksaan : 7 Juli 2014 11. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang dengan keluhan timbul benjolan-benjolan berisi air di tangan. punggung dan pantat. 3 . Berat Badan : 7 kg 5. No.2. DM : 38 47 27 2. Keluhan Utama Timbul benjolan-benjolan berisi air di tangan. dada. 2. Suku : Wamena 8. Alamat : Sentani 6.2.1. Jenis Kelamin : Perempuan 3.2. punggung dan pantat. Benjolan berisi air tersebut kemudian pecah dan menyebabkan luka. Anamnesis 2. Identitas Pasien 1. Agama : Kristen Protestan 9. perut. perut. MM 2. kaki. Nama : An.2. Pekerjaan :- 7.2. kaki.

2.2. Pembesaran Kelenjar Tiroid (-) 5. Riwayat Keluarga Di dalam keluarga pasien tidak ada yang mengalami sakit seperti yang dialami pasien. Sklera Ikterik (-/-). 2. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien pernah mengalami sakit seperti ini pada saat berusia ± 1 bulan. Tanda Vital : dalam batas normal 4. Sekret (-).3. Sekret (-).3.3. : Konjungtiva Anemis (-/-).4. Thoraks 4 . Kepala dan Leher       Kepala : Simetris.2. Lesi kecil (-). 2. tampak kulit kepala Mata Telinga Hidung baik. Peningkatan Vena Jugularis (-). Pasien sudah mendapatkan pengobatan. : Deformitas (-). Lesi kecil (-) : Deformitas (-). Kesadaran : Compos mentis 3. Pemeriksaan Fisik 2. namun tidak membaik. tidak ada kelainan. Keadaan umum : Tampak Sakit Ringan 2. Perdarahan Mulut Leher (-) : Candidiasis Oral (-) : Pembesaran Kelenjar Getah Bening (-). Status Generalis 1. Riwayat alergi tidak ditemukan pada pasien.1.

Ikut gerak napas Vocal fremitus (D=S) Sonor seluruh lapang paru Rhonki/Wheezing (-/-) : : : : Ictus cordis (-) Thrill (-) Redup Bunyi Jantung I . Diagnosa Kerja Impetigo Bullosa 2.4.II Reguler 6. 2. Abdomen Inspeksi : Auskultasi : Palpasi : Perkusi : Supel. batas jelas. datar Bising Usus Normal NyeriTekan (-). Diagnosis Banding 5 .2. Hepar / lien tidak teraba Timpani 7. lesi multiple. Ekstremitas Akral teraba hangat.5. ekskoriasi disertai krusta. Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi  Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : : : : Simetris. Edema (-) Ulkus (-) 2. Status Dermatologis Regio : Generalisata Eflorosensi : Bulla.3. erosi.

Prognosis Quo ad Vitam : ad bonam Quo ad Fungtionam : ad bonam Qou ad Sanationam : ad bonam 6 .6. Penatalaksanaan  Sistemik : Cefadroxil sirup 2 x ½ sendok teh  Topikal : Asam fusidat 2.SSSS Dermatitis kontak iritan 2.7.

kaki.3. perut. Berdasarkan anamnesis pada pasien diketahui bahwa usia pasien 3 tahun. lesi multiple. erosi. punggung.5. 2. dada. Hal ini sesuai dengan teori bahwa kelainan kulit impetigo bullosa sering menyerang anak-anak usia 2-5 tahun. Pemeriksaan penunjang dapat digunakan untuk menegaskan gambaran klinis yang ditemukan. punggung dan pantat. Benjolan tersebut kemudian pecah dan menyebabkan luka. Pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu 7 . dan keluhan yang timbul berupa benjolan-benjolan berisi air di tangan.6 Pemeriksaan dermatologis tampak bulla. dada. umumnya mengenai anak yang belum sekolah. Keluhan yang timbul berupa bulla berisi cairan kuning yang mudah pecah dan menjadi luka dan sering terdapat di ketiak. bulla pecah dan meninggalkan gambaran koleret pada pinggirnya.BAB III PEMBAHASAN Diagnosis Impetigo Bullosa dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. ekskoriasi disertai dengan krusta.4. Hal ini sesuai dengan gambaran klinis impetigo bullosa yang terlihat bulla berisi cairan kuning yang berubah menjadi berwarna keruh. berbatas jelas.

pengecatan gram dan kultur. diberikan asam fusidat yang merupakan obat topikal untuk infeksi kulit oleh Staphylococcus. DAFTAR PUSTAKA 1. 3. A. Sedangkan untuk terapi topikal. Namun gambaran dari anamnesis dan gambaran klinis cukup khas untuk menegakkan diagnosis. Jakarta : FKUI. 3.6 Penatalaksanaan pada pasien ini diberikan terapi Cefadroxil sirup dengan dosis 2 x ½ sendok teh dan asam fusidat cream secara topikal. Quo ad functionam : bonam karena jika diobati maka fungsi kulit akan kembali normal. 2007 8 . 5. Cefadroxil merupakan obat golongan sefalosporin generasi pertama yang aktif terhadap bakteri gram positif dan aktif terhadap Staphylococcus aureus. sehingga pemeriksaan penunjang tidak direncanakan untuk dilakukan pada kasus ini. Quo ad Sanitionam : bonam karena dapat sembuh sempurna jika diobati dengan benar. Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi Kelima.7 Prognosa dari impetigo bullosa yaitu: Quo ad Vitam : boam karena penyakit ini tidak mengancam hidup jika diobati dengan baik.

2006 7. dan John G.S. S. van Suijlekom-Smit. 2007. Dermatology in General Medicine. Jakarta: FKUI. Diagnosis and Treatment of Impetigo. S.2. R. British Journal of General Practice 2003.S. Leffel. Farmakologi dan Terapi Edisi Keempat. Paller. fifth edition. Katz. S. 2005. Suurmond. D .A. dan Rubin. Koning.C. 2007 3. 5. American Academy of Family Physician. G.A. Thomas Impetigo: incidence and treatment in Dutch general practice in 1987 and 2001: results from two national surveys. Jakarta: FKUI.A. 6. L. van der Wouden. J.J. Schellevis. Cole.G.I.A. R. 2007 9 . Wolff. A Systematic Review and Meta-Analysis of Treatment of Impetigo. D. K. seventh edition. L.G. Johnson. Wolff. Farmakologi dan Terapi Edisi Kelima. E-book : The McGraw-Hill Companies. Gilchrest. K. A. B. 4. Ganiswarna. Goldsmith. Fitzpatrick’s. Fitzpatrick’s. A. C. George. F. British Journal of Dermatology: jrg. The Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. Mohammedamin. E-book : The McGraw-Hill Companies.W.A. 2006 8. Gunawan G Sulistia.