You are on page 1of 3

Kegiatan awal pekerjaan proyek

Setiap menghadapi suatu kegiatan proyek, pertama-tama perlu memahami dokumen kontrak
(contract document). Isi dari dokumen kontrak berupa surat perjanjian antara pemilik bangunan
dan kontraktor,
1. Persyaratan umum dan administrasi ( general specification )
2. Persayaratan teknis ( technical specification )
Dari dokumen kontrak ini kita dapat menjabarkan metode pelaksanaannya.Untuk metode
pelaksanaan dari bagian-bagian kegiatan pekerjaannya,
•perlu mengetahui biaya
•durasi atau lama pekerjaan
•mutu dan jumlah bahan yang akan dipakai
•memperhitungkan kemampuannya dalam hal jumlah dan mutu dari sumber daya yang dimiliki :
sumber daya manusia, sumber daya keuangan , dan sumber daya mesin/alat.
Sehingga dikenal dengan 5 M
1. Man
2. Money
3. Machine
4. Material
5. Method and Management
Biasanya pada awal kegiatan suatu proyek diharuskan segera membuat rencana,
1. Main schedule, atau jadwal pelaksanaan keseluruhan. Main schedule biasanya sudah
merupakan lampiran dalam dokumen kontrak, tetapi dalam proses selama pelaksanaan
dapat dirubah dengan tanggal akhir pelaksanaan tetap tidak berubah ; main schedule ini
biasanya berupa bar chart dan time grid diagram/ net work planning, ataupun bentukbentuk lain untuk proyek-proyek tertentu.
2. Detailed Schedule, yaitu jadwal pelaksanaan dari bagian-bagian pekerjaan sesuai
urutannya dalam main schedule ,yang dibuat dalam bulanan dan mingguan untuk
pegangan para pengawas lapangan, dan bahkan para pengawas lapangan juga membuat
jadwal harian/ daily-schedule.
3. Material Schedule, yaitu jadwal kebutuhan material bangunan, jadwal pemakaian
material, dan jadwal pendatanganan material.

letak kamar mandi & WC. 10. Bangunan sementara.kombinasi alat. 7. /original ground level . gudang sementara. metode kerja pelaksanaan bagian-bagian pekerjaan penggalian tanah. kantor konsultan dan kantor kontraktor di lapangan.jadwal pendatangan peralatan. letak rumah genset. untuk keamanan dan untuk memberi batas yang jelas dari wewenang proyek. Gambar kerja ini harus selalu dibuat sebelumnya untuk diperiksakan konsultan supervisi dan safety-engineer .. bedeng-bedeng kerja. Shop Drawing. pada setiap bagian-bagian pekerjaan tersebut akan dimulai.Dalam metode kerja ini harus jelas urutan kerjanya. yaitu jadwal kebutuhan peralatan. berupa gambar rencana tata letak bangunan-bangunan permanen. pengamanan pekerjaan. dewatering (penghilangan air) dan lain-lain. 9. letak site office yaitu kantor owner. Man Power Schedule. Equipment Schedule. Gambar kerja secara detail dari masing-masing elemen-elemen struktur dan gambar kerja secara detail dari konstruksi sementara untuk menunjang struktur perancah untuk cetakan beton. gambar rencana pemotongan tanah atau penggalian tanah. . letak bengkel. pengangkutan material ke lokasi pekerjaan dan lain-lainnya. 5. untuk menghindari masuknya orang-orang umum yang dapat membahayakan dirinya terhadap alat-alat berat yang sedang bekerja. letak barak pekerja. 11. letak bedeng-bedeng work-shop untuk pekerjaan kayu. yaitu jadwal kebutuhan tenaga manusia dari pekerja samapai Project Manager. sebagai contoh. Job Lay Out. letak stok material pasir.Kemudian metode kerja dari bagian-bagian pekerjaan tersebut secara keseluruhan digabung menjadi Usulan Metode Kerja dari Kegiatan Pekerjaan keseluruhan. kerikil. rumah genset.Gambar original ground level atau biasa disingkat OGL ini harus disetujui bersama oleh kontraktor dan konsultan jika perlu owner. penggunaan jenis dan kapasitas alat. letak penyimpanan kendaraan dan alat berat. gambar rencana pengalihan sungai.Demikian juga dengan metode kerja dari bagian-bagian pekerjaan lainnya. jalan masuk/ keluar sementara. letak stone-crusher jika diperlukan. jadwal pemakaian peralatan. jadwal kerja. letek bangunan-bangunan sementara. gambar cetakkan betonnya. yaitu site office. dan jalur jalan kerja untuk pengangkutan material dari luar. letak sumur bor jika ada. Gambar Contour. maka perhitungan volume cut & fill dapat dihitung dengan dasar gambar original ground level tersebut. 8. Metode kerja Pelaksanaan. besi beton. Pagar keliling.4. stock pile untuk material-material. batu bata dan lain-lain. letak gudang material. yang digambar dengan skala tertentu untuk tujuan tertentu. pengecoran beton. yaitu metode kerja dari seluruh kegiatan bagian-bagian pekerjaan. letak alur dari jalan kerja pengangkutan dan gambar-gambar sketsa yang jelas. dan lain-lain. 6. hal ini adalah sangat penting karena jika ada perubahan permukaan ( cut & fill ).

Struktur organisasi dari masing-masing. maka lebih efisien untuk menambang sendiri dengan menyewa daerah penambangan tersebut. tanah urug dan lain-lain. untuk proyek-proyek yang besar dan jauh dari kota atau pada daerah suburban. dan juga jika banyak menggunakan material lokal. kerikil. Mencari lokasi quarry terdekat. Sumber Daya Manusia. . sudah barang tentu material yang didapat dari quarry harus diadakan investigasi terlebih dahulu di laboraturium.Semua pihak yakni pemilik. yaitu menentukan nama-nama pejabat untuk mengisi masingmasing jabatan dalam struktur organisasi dari masing-masing pihak. misalnya kegiatan pekerjaan bendungan. misalnya pasir. 13. konsultan dan kontraktor. harus mempunyai struktur organisasi dari masing-masing pihak yang lain. harus segera dibuat. hal ini untuk kepentingan intern masing-masing instusinya dan juga untuk kepentingan koordinasi dari semua pihak tersebut dalam menyelesaikna pekerjaannya. 14. konsultan dan kontraktor. apakah sudah sesuai dengan spesifikasi dalam contract document. yaitu pemilik.12. Membuat Struktur Organisasi. jalan raya.