You are on page 1of 22

TUGAS ARTIKEL KIMIA KOORDINASI

SINTESIS KOMPLEKS KOBALT(II) DENGAN LIGAN PIRAZINAMIDA dan
POENSINYA SEBAGAI ANTI-TUBERKOLOSIS

Disusun Oleh :
Apriza Marfina

4311413029

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

DAFTAR ISI
Halaman Judul...........................................................................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................................ii
Abstrak....................................................................................................................iii
Bab I. PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah...................................................................................1
B.Tujuan...................................................................................................................6
C.Manfaat...............................................................................................................6
Bab II. PEMBAHASAN
A.Kobalt....................................................................................................................7
B.Pirazinamida........................................................................................................8
C.Teori Pembentukan Kompleks........................................................................10
D.Kompleks Kobalt(II).................................................................................13
E.Peran Senyawa Kompleks Kobalt(II) dengan ligan Pirazinamida
sebagai anti-tuberkolosis..............................................................................14
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan......................................................................................................18
B. Saran...............................................................................................................18
Daftar Pustaka....................................................................................................19

dan biologi. Pirazinamida.Abstraks Kobalt merupakan unsur logam yang banyak berperan dalam tubuh manusia. Suatu senyawa kompleks akan terbentuk apabila terjadi ikatan kovalen koordinasi antara suatu atom atau ion logam dengan beberapa molekul netral atau ion donor elektron. Fungsi sianokobalamin dalam vitamin B12 akan berkurang dengan terikatnya pirazinamida pada ion pusat Co menggantikan kedudukan 5. Pirazinamidadigunakansebagai obat antituberkulosis.6-dimetilbenzimidazol ribonukleotida sehingga terbentuk senyawa baru dalam tubuh. Kata Kunci : Kompleks Kobalt(II) . Pirazin dan turunannya dengan senyawa polisiklisnya digunakan dalam industri parfum dan flavouring. Kobalt dapat membentuk berbagai senyawa kompleks bergantung pada ligan yang diikatnya. Pirazin merupakan komponen folat (pada vitamin B) dan cincin isoalloxazine pada inti flavin. Anti-tuberkolosis .misalnya berupa vitamin B 12 (sianokobalamin). obat.

. sehingga ikatannya dengan ion logam dimungkinkan dapat terjadi denganmodel yang berbeda-beda (Akyuz. Fungsi sianokobalamin dalam vitamin B12 akan berkurang dengan terikatnya pirazinamida pada ion pusat Co menggantikan kedudukan 5. Pirazinamida (pyrazine-2-carboxamide) digunakan sebagai anti bakteri. 2007).BAB I PENDAHULUAN A. et al. terutama untuk pengobatan ulang tuberkulosis dan untuk pengobatan jangka pendek bila penderita diduga .6-Dimetilbenzimidazol ribonukleotida berfungsi sebagai gugus pergi yang mudah digantikan oleh senyawa lain misalnya pirazinamida yang mempunyai empat donor elektron (dua nitrogen pada cincin pirazin. Kobal dalam vitamin B12sebagai sianokobalamin berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yang struktur kompleksnya ditunjukkan oleh Gambar 1.6-dimetilbenzimidazol ribonukleotida sehingga terbentuk senyawa baru dalam tubuh. 5. Senyawa kompleks terbentuk antara ion logam dengan molekul atau ion dengan ikatan koordinasi. nitrogen pada gugus amino dan oksigen pada gugus karboksil) dan dua akseptor (hidrogen pada gugus aminonya). ion logam sebagai ion pusat sedangkan molekul netral atau anion sebagai gugus pengeliling atau yang sering disebut ligan. misalnya proses pengambilan oksigen oleh hemoglobin untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Latar Belakang Senyawa kompleks memiliki peranan penting dalam kehidupan seharihari.

4 mmol padatan ampf kemudian diaduk selama 2-3 menit dan diuapkan pada temperatur kamar selama 2 hari sampai terbentuk kristal kemudian dicuci dengan metanol dan dikeringkan.. N pada cincin pirazin dan O karbonil terkoordinasi pada ionCo2+ membentuk geometri oktahedral seperti ditunjukkan oleh Gambar 2. Pada kompleks ini. Sintesis kompleks [Co(TEPC)2(NO3)2] (TEPC = N-[2-oxo-2-(thiophen-2- yl)ethylidene]pyridine-3-carboxamide) diperoleh dengan cara mencampur Co(NO3)2. kompleks yang diperoleh berstruktur oktahedral dan dari pergeseran bilangan gelombang pada spektra Infra Merah (IR).2H2O. Pada umumnya digunakan bersama-sama obat tuberkulosis lainnya (Siswandono & Soekardjo. diperoleh kompleks berwarna biru dengan formula kompleks Cu(IDA)(pza). et al.1 mmol Co(NO3)2. N pada gugus C=N dan O karbonil terkoordinasi pada atom pusat (Singh. N pada cincin pirazin dan O karbonil terkoordinasi pada ion Cu2+. 2009).sudah kebal terhadap isoniazid. Puspitorini (2005) telah mensintesis kompleks kobal(II) dengan isonikotinamida (intmd) dengan . (2003) melaporkan terbentuknya khelat tembaga (II) iminodiasetat (IDA) dengan pirazinamida (pza) dengan mereaksikan Cu2CO3(OH)2 dengan H2IDA dan pza dalam air tanpa pemanasan kemudian diuapkan.N’-bis(4-acetyl-5- methylpyrazole-3-yl)formamidine) diperoleh dengan caramelarutkan 1.1995). Brandi-Blanco. Berdasarkan pengukuran spektrofotometer Ultra VioletVisibel (UV-Vis).6H2O dengan ligan TEPC (1 : 2 mmol) dalam etanol kemudian direfluks selama 3-4 jam. Sintesis kompleks [Co(ampf)(MeOH)2NO3]NO3 (ampf = N.6H2O dalam metanol hangat dicampur dengan1. et al. Dari pengukuran spektra Infra Merah (IR).

Memberikan informasi kepada pembaca mengenai manfaat senyawa kompleks kobalt dengan ligan pirazinamida sebagai anti-tuberkolosis. Kompleks M(PZA)2Ni(CN)4 (M = Mn. 2. Manfaat Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak. et al. 2007). Untuk mengetahui struktur dan pembentukan senyawa kompleks organologam dari kobalt. . khususnya kepada mahasiswa kimia untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai senyawa kompleks kobalt dan peranannya dalam tubuh manusia. Menjelaskan bagaimana peran unsur kobalt(II) dan senyawanya dalam kesehatan tubuh manusia. Zn atau Cd. C.6H2O dengan isonikotinamida (1 : 2 mol) dalam metanol kemudian direfluks selama 2 jam. Kompleks yang diperoleh berstruktur oktahedral. seperti ditunjukkan oleh Gambar 4. Pza = pirazinamida) disintesis dengan perbandingan mol logam (M2+) dengan mol ligan (pza) 1 : 2 dengan pengadukan tanpa pemanasan. pirazinamida terkoordinasi pada atom pusat secara bidentat dengan N siklis dan O karbonil dengan geometri oktahedral (Akyuz.mereaksikan CoCl2. Pada kompleks ini. 3.. Ni. B. N pada NH2dan O pada C=O terkoordinasi pada atom pusat seperti ditunjukkan pada Gambar 3. dengan pirazinamida dapat membentuk kompleks dengan berbagai kemungkinan. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Dengan demikian Co(II).

unsur kobalt tergolong dalam unsur . BAB II ISI A. Kobalt Logam kobalt sebenarmya dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam jumlah yang sangat sedikit untuk proses pembentukan butir darah merah. namun tubuh sendiri tidak dapat mensintesisnya sendiri.Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam mencari sumber referensi pembuatan tugas maupun materi perkuliahan. Oleh sebab itu.

Angka kebutuhan gizi sebagian besar kobalt dalam tubuh terikat dalam vitamin B 12.essensial. selebihnya feses dan keringat. sedangkan konfigurasi elektron kobalt (II) adalah [Ar] 3d7 4s 0 seperti disajikan pada Gambar 5. massa atom 58. Kobalt (Co) merupakan sumber mikroorganisme yang dapat membentuk Vitamin B12 (kobaltamin). Ion kobalt memiliki konfigurasi elektron yang memungkinkan sebagai ion pusat suatu senyawa kompleks. Pengikut vegetarian (hanya makan makanan nabati) perlu berhati-hati terhadap kemungkinan kekurangan Vitamin B12. ginjal. Absorbsi meningkat bila konsumsi besi rendah. Kobal merupakan logam transisi golongan VIII B mempunyai nomor atom 27. seperti kompleks kobalt (II) hipoksantin. Manusia tidak dapat melakukan hubungan simbiosis dengan mikroorganisme dalam saluran cerna. Kobal mudah larut dalam asam-asam mineral encer dan mempunyai bilangan oksidasi umumnya +2 dan +3 akan tetapi +2 relatif lebih stabil (Cotton and Wilkinson. Kobalt (Co) dalam jumlah tertentu dibutuhkan tubuh melalui Vitamin B12 yang masuk ke tubuh manusia. Fungsi Kobalt yang merupakan vitamin B 12 (kobaltamin) ini diperlukan untuk mematangkan sel darah merah dan menormalkan serta menjaga fungsi semua sel. Konfigurasi elektron kobalt adalah [Ar] 3d7 4s 2 .9332 g/mol dan terletak pada periode keempat dalam tabel sistem periodik unsur. berwarna abu-abu seperti baja dan bersifat sedikit magnetis. 1988). bergantung pada kandungan tanah tempat tumbuhnya. Makanan nabati mengandung sedikit kobalt. sehingga harus memperoleh kobaltamin dari makanan hewani seperti hati. 1984). Sebanyak 85 % ekskresi kobalt dilakukan melalui urin. melebur pada 1490 °C (Greenwood and Earnshaw. Kobalt mungkin juga berperan dalam fungsi berbagai enzim. Plasma darah mengandung kurang lebih 1 µg kobalt/ 100 pencernaan dan penyerapan absorbsi terjadi pada bagian atas usus halus mengikuti mekanisme absorbsi besi. dan daging. Pembentukan .

Kobalt memiliki beberapa sifat fisik dan kimia. +4. +3. Kombinasi senyawa komples heksakarbonildikobalt [Co2(CO)6] dengan aspirin juga perlu dikaji lebih lanjut sebab secara signifikan kompleks kobalt-aspirin dapat merubah dan membalikkan sifat-sifat anti-kanker yang menjadi dasar penemuan terapi anti-kanker baru dengan penambahan fragmenfragmen organologam lain.senyawa kompleks kobalt dengan hipoksantin perlu dikaji lebih lanjut karena senyawa hipoksantin yang dalam sistem tubuh terutama manusia terlibat dalam proses katabolisme purin. meskipun ia Ion Co3+ tidak stabil. dan biologi. 0. 1995). obat. yaitu -1. Kurang reaktif +2. dan +5 Kobalt relative tidak reaktif. B. Pirazin isoalloxazine merupakan pada inti komponen flavin. Pirazin folat dan (pada vitamin turunannya B) dan dengan cincin senyawa polisiklisnya digunakan dalam industri parfum dan flavouring. diantaranya : Tabel 1. Pirazinamidadalam strukturnya mempunyai beberapa donor elektron yaitu : . Pirazinamida digunakan sebagai obat antituberkulosis (Siswandono & Soekardjo. tapi kompleksnya larut lambat sekali dalam asam mineral stabil encer Logam berwarna abu-abu Dapat membentuk senyawa kompleks Unsur kimia kobalt juga merupakan suatu Dalam larutan air. +1. Pirazinamida Pirazinamida yang strukturnya ditunjukkan oleh Gambar 6 merupakan turunan dari pirazin dan mampu bergabung dengan senyawa lain membentuk senyawa polisiklis dengan struktur yang berguna dalam bidang farmasi dan parfum. Sifat fisik dan kimia unsur kobalt Sifat fisik Melebur Sifat kimia pada suhu 14900 C dan Mudah larut dalam asam-asam mineral mendidih pada suhu 35200 C encer Memiliki 7 tingkat osidasi. terdapat sebagai ion unsur dengan sifat rapuh agak keras dan Co2+ yang berwarna merah mengandung metal serta kaya sifat magnetis yang serupa setrika.

Kemampuan suatu ion logam untuk berikatan dengan sejumlah ligan dinyatakan oleh bilangan koordinasinya (Cotton. sedangkan ligan berperan sebagai basa Lewis (Day and Selbin.22 mmol) mencampurkan dalam toluen dengan Co(NO3)2. (2006) telah mensintesis kompleks kobal(II) dengan ligan N. et al. 1991). (2) gugus karbonil. C. Atom pusat biasanya ion-ion logam transisi yang berfungsi sebagai penerima pasangan elektron bebas dari ligan.6-pyridinedicarboxamide (BPD) pada perbandingan mol logam : mol ligan 1 : 1 dalam etanol dan direfluks selama 12 jam pada suhu kamar hingga terjadi perubahan warna dan terbentuk endapan. et al. sintesis kompleks juga dapat dilakukan dengan metode mencampurkan larutan ion logam dan ligan disertai pengadukan seperti yang telah dikerjakan oleh Kriley. Setelah itu. .. 1985). Kompleks Kobal(II) Suatu senyawa kompleks akan terbentuk apabila terjadi ikatan kovalen koordinasi antara suatu atom atau ion logam dengan beberapa molekul netral atau ion donor elektron..1995).(1) dua atom N dalam lingkar enamnya. et al. Gudasi. dan (3) gugus NH2.6H2O (0. Selain menggunakan metode refluks. (2005) mensintesis kompleks Co(II) yaitu bis(dicyclohexylphosphino)methane(dcpm) dengan (1. 2007). sehingga interaksi dengan Co(II) dimungkinkan akan dapat terbentuk melalui salah satu atau beberapa donor elektron tersebut (Akyuz. setelah itu dilakukan proses pengeringan. Senyawa koordinasi merupakan interaksi asam basa (Miessler and Tarr. Ikatan yang terjadi pada senyawa kompleks adalah ikatan kovalen koordinasi.80 mmol) dalam metanol kemudian diaduk selama 12 jam dan terjadi perubahan warna. larutan disaring dan dicuci dengan air dan etanol kemudian dikeringkan di udara. Atom pusat berperan sebagai asam Lewis.N’-bis(2-benzothiazolyl)-2. et al.

yaitu dari 1605-1630 cm -1 menjadi 1580-1590 cm -1dan adanya serapan melebar pada 3400 cm -1 serta munculnya serapan baru pada 890 cm -1.Kompleks kobal(II) pada umumnya berbentuk oktahedral dan tetrahedral. et al. . Pada kompleks tersebut 4 atom N dan dua atom O dari benzyl-2. 1988).4dinitrophenylhydrazoneterkoordinasi pada ion pusat Co2+ yang ditandai dengan adanya pergeseran IR serapan azomethineke arah bilangan gelombang yang lebih kecil. dinitrophenylhydrazone memiliki Kompleks bilangan kobal(II) koordinasi dengan benzyl-2. 2004) seperti ditunjukkan pada Gambar 7.. (Cotton and Wilkinson.4- enam dan bergeometri oktahedral (Raman. 2008) seperti ditunjukkan Gambar 8. Geometri tetrahedral terbentuk pada kompleks Co(II) dengan pyrrolyl-2carboxaldehyde isonicotinoylhydrazone yang mempunyai bilangan koordinasi 4 (Guzar and Qin-Han.

Berdasarkan teori ikatan valensi. Teori Pembentukan Kompleks Pembentukan kompleks Co(II) dijelaskan dengan teori ikatan valensi. Menurut teori ikatan valensi. 2007). 2008) seperti ditunjukkan oleh Gambar 9. Co(II) harus menyediakan orbital kosong sebanyak ligan yang terkoordinasi pada ion pusat untuk ditempati pasangan elektron bebas dari ligan. Teori Ikatan Valensi Teori ikatan valensi dikembangkan oleh Linus Pauling sekitar tahun 1930 (Effendy. dan gugus oksigen pada C=O Momen ligan bebas magnet dari 1666 cm -1 menjadi 1359 cm-1 pada kompleksnya. kompleks Co(II) dengan pyrrolyl-2-carboxaldehyde isonicotinoylhydrazoneadalah 3.Terbentuknya kompleks Co(II) dengan pyrrolyl-2-carboxaldehyde isonicotinoylhydrazone ditandai oleh adanya pergeseran spektra IR pada gugus N pada C=N dari 1552 cm -1 menjadi 1516 cm -1 pada kompleksnya. dan teori orbital molekul. 1994). misalnya carboxaldehyde isonicotinoylhydrazone yang kompleks Co(II) membentuk dengan geometri pyrrolyl-2tetrahedral (Guzar and Qin-Han. orbital 4s dan orbital 4p berbeda. .37BM. ini dapat terjadi karena satu orbital 4s dengan tiga orbital 4p mengadakan hibridisasi sp3 yang berbentuk tetrahedral. Teori ini membahas orbital atom logam dan ligan yang digunakan untuk berikatan. teori medan kristal. isonicotinoylhydrazone seperti orbital tersebut adalah satu orbital 4s dan tiga Ditinjau dari bentuk dan energi. D. a. Dalam pembentukan kompleks. Co(II) menyediakan 4 orbital kosong untuk ditempati pasangan elektron bebas dari pyrrolyl-2-carboxaldehyde diilustrasikan oleh Gambar 9. ikatan pada ion kompleks terjadi karena ligan mempunyai pasangan elektron bebas dan atom logam mempunyai orbital yang masih kosong (Lee. Akan tetapi penggabungan satu orbital 4sdan tiga orbital 4pmenghasilkan bentuk tetrahedral. orbital 4p.

dan orbital 4dberbeda. dan dua orbital 4d menghasilkan bentuk oktahedral. Ditinjau dari bentuk dan energi orbital 4s. Pauling meramalkan bentuk geometri dari beberapa orbital seperti . tiga orbital 4p. Hal ini dapat terjadi karena satu orbital 4s. dan dua orbital 4d mengadakan hibridisasi sp3d2 yang berbentuk oktahedral. tiga orbital 4p. Co(II) menyediakan 6 orbital kosong untuk ditempati pasangan elektron bebas dari L seperti diilustrasikan oleh Gambar 10. akan tetapi penggabungan satu orbital 4s. Menurut teori ikatan valensi. dan dua orbital4d. tiga orbital 4p.Pada kompleks [Co(L)2]. orbital tersebut adalah satu orbital 4s. 2001) seperti ditunjukkan oleh Gambar 10.2H2O (L=2-Benzoyl-3-hydroxy-1-naphthylamino-3phenyl-2-propen-1-on) yang bergeometri oktahedral (Sonmez. orbital 4p.

dy z. 1988). Hal ini terjadi karena adanya gaya tolak menolak antara medan negatif dari ligan dengan elektron pada ion logam (Huheey and Keither. dxz.pada tahun 1929 (Effendy.ditunjukkan pada Tabel 1 (Sharpe. Medan listrik yang ditimbulkan oleh ligan akan mempengaruhi elektron-elektron pada ion pusat dan medan listrik yang ditimbulkan oleh ion pusat juga mempengaruhi elektron pada ligan-ligan yang mengelilinginya. y. Medan listrik yang dihasilkan oleh ligan tergantung pada . Teori Medan Kristal Teori medan kristal (Crystal Field Theory) dikemukakan oleh Hans Bethe. dy z terkonsentrasi diantara sumbu x. karena elektron d tersebut yang sangat berperan dalam membentuk ion kompleks (Cotton and Wilkinson. dxz. dx -y 2) mempunyai energi yang sama (terdegenerasi). sedangkan orbital dz2 terkonsentrasi sepanjang sumbu z. dan z serta membentuk sudut sebesar 450 (Huheey and Keitter. 2007). seorang pakar fisika. Terdapatnya muatan negatif ligan yang ditempatkan disekitar ion logam. 1993) seperti ditunjukkan oleh kontur orbital d Gambar 11 Pada ion bebas tanpa pengaruh ligan. ikatan antara logam/atom pusat dan ligan dalam kompleks adalah murni elektrostatik. dz2. Orbital dx 2-y 2 terkonsentrasi sepanjang sumbu x dan y. kelima orbital d (dxy . Elektron-elektron pada ion pusat yang paling dipengaruhi oleh medan listrik yang ditimbulkan oleh ligan adalah elektron pada orbital d. Ketiga orbital d yang lain yaitu dxy . dx 2-y 2dan dz2. dy z. 1992) b. mengakibatkan orbital akan tetap terdegenerasi tetapi energinya akan meningkat. Menurut teori ini. Logam transisi sebagai atom pusat dianggap sebagai ion positif yang dikelilingi oleh ligan yang bermuatan negatif atau molekul netral yang mempunyai pasangan elektron bebas (Lee. 1994). 1993). dxz. Orbital d ada lima macam yaitu dxy .

Pada kompleks oktahedral. Perbedaan energi kelompok t2g dan eg yang dinyatakan dengan lambang Do atau 10 Dq disebut energi pemisahan medan kristal yang juga merupakan ukuran kekuatan medan kristal. Hal ini mengakibatkan pemisahan (splitting)orbital d. dxz. dxz. Pada sistem kubus empat ligan tidak secara langsung mendekati orbital-orbital d dari . Arah sumbu x. dimana orbital dz 2 dan dx2-y2 (orbital eg) mengalami kenaikan energi sedangkan orbital dxy. dx2-y2 yang berada pada sumbu oktahedral mengalami tolakan lebih besar dari pada dxy. dyz(orbital t2g) mengalami penurunan energi (Huheey and Keither. dyzyang berada diantara sumbu oktahedral karena adanya tolakan dari ligan. Koordinasi tetrahedral memiliki kesamaan dengan koordinasi kubus. Jadi medan listrik ligan dalam struktur oktahedral maupun tetrahedral akan berbeda satu sama lain. 1993). Diagram pemisahan kelompok orbital t2g dan eg pada medan oktahedral ditunjukkan oleh Gambar 13. Orbital dz 2. dan z terhadap tiga titik yang berdekatan pada oktahedron ditunjukkanoleh Gambar 12. y.letak ligan tersebut di sekeliling ion pusat. logam berada pada pusat oktahedron dan liganligan berada di enam sudut oktahedron.

sehingga akan membentuk diagram energi yang berkebalikan dengan medan oktahedral (Huheey and Keither. 1993). akan tetapi ligan-ligan ini lebih mendekat pada orbital-orbital yang berada searah dengan sisi kubus (dxy. Diagram pemisahan orbital d dan bidang kubik orbital d medan tetrahedral ditunjukkan oleh Gambar14. Teori Orbital Molekul . dxz. c. Orbital t2g akan berada pada tingkat energi yang lebih tinggi sementara orbital egakan stabil pada tingkat energi di bawahnya. dan dyz (orbital t2g)) daripada orbital yang searah dengan pusat kubus (dz 2 dan dx2-dy2 (orbital eg)).logam.

Seperti halnya orbital molekul pada sederhana.Anggapan bahwa ikatan pada kompleks adalah ikatan ionik murni seperti dinyatakan dalam teori medan kristal ternyata tidak sesuai dengan fakta eksperimen (Huheey and Keither. Orbital ligan yang simetrinya sesuai akan bertumpang tindih (overlap) dengan orbital logam. Ketiga orbital p membentuk orbital molekul bondingt1udan orbital molekul antibonding t1u*. Orbital smembentuk orbital molekul bonding a1g dan orbital molekul antibonding a1g* (Huheey and Keither. dan dz 2) dan enam orbital ligan (Sharpe. Orbital dx2-y2 dan dz 2 membentuk orbital molekul bonding e1gdan orbital molekul antibonding e1g*. Adanya ikatan kovalen pada kompleks dapat dijelaskan dengan molekul-molekul teori orbital molekul. Pada kompleks oktahedral yang digunakan untuk membentuk orbital molekul adalah enam orbital logam (orbital s. 1993). Hasil eksperimen mengenai besarnya energi yang dilepas bila kompleks terbentuk memberi petunjuk bahwa terdapat sifat ikatan kovalen dalam kompleks. dyz) merupakan orbital nonbonding. Diagram tingkat energi orbital molekul pada kompleks oktahedral ditunjukkan oleh Gambar 15. tumpang tindih orbital tersebut dapat membentuk orbital molekul bondingdan orbital molekul antibonding. Tiga orbital dlogam t2g(dxy. dxz. 1992). 1992). 1993). px. dx2-y2. py. pz. . pada kompleks juga terbentuk orbital molekul bondingdan orbital molekul antibonding(Sharpe. yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan.

. Bakteri yang menyerang manusia biasanya melalui udara yang tercemar bakteri tuberkulosis.Pada kompleks tetrahedral. dan dz 2) dan t2(dxy. yang tak terlibat pada pembentukan ikatan. 1993). dyz). Orbital smembentuk orbital molekul bonding a1 dan orbital molekul antibonding a1* (Huheey and Keither. dxz. Orbital dxy. lima orbital d logam terpisah menjadi dua kelompok yaitu orbital e(dx2-y2. E. 2012). dxz. melalui hirupan nafas dan masuk ke dalam paru-paru melalui bronkus dan menyebar di dalam paru dalam waktu lama (Girsang. Potensi Senyawa Kompleks Kobalt(II) dengan ligan Pirazinamida sebagai anti-tuberkolosis Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yaitu Mycobakterium tuberculosis. e. Orbital dx2-y2 dan dz 2 merupakan orbital nonbonding. Ketiga orbital p membentuk orbital molekul bonding t2 dan orbital molekul antibonding t2*. Empat orbital ligan yang punya simetri sama dengan orbital molekul bonding dan orbital molekul antibonding. Diagram tingkat energi orbital molekul pada kompleks tetrahedral ditunjukkan oleh Gambar 16. dan dyzmembentuk orbital molekul bonding t2 dan orbital molekul antibonding t2*.

Hal ini mengindikasikan terbentuknya kompleks Co(II)Pirazinamida. nitrogen pada gugus amino dan oksigen pada gugus karboksil) dan dua akseptor (hidrogen pada gugus aminonya). seperti ditunjukkan oleh Gambar 17.6H2O (512 nm) ke arah panjang gelombang yang lebih kecil pada kompleks Co(II)-Pirazinamida (504 nm).. Indikasi terbentuknya komplek Co(II)-Pirazinamida ditandai oleh adanya pergeseran lmaks pada spektra elektronik. bahkan mematikan sel-sel bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sintesis kompleks Co(II)-Pirazinamida dilakukan dengan mencampurkan larutan Co(NO3)2. Pada Gambar 17 terlihat adanya pergeseran panjang gelombang Co(NO3)2. 2007).6-Dimetilbenzimidazol ribonukleotida berfungsi sebagai gugus pergi yang mudah digantikan oleh senyawa lain misalnya pirazinamida yang mempunyai empat donor elektron (dua nitrogen pada cincin pirazin. sehingga ikatannya dengan ion logam dimungkinkan dapat terjadi denganmodel yang berbeda-beda (Akyuz.Salah tuberkulosis kompleks satu cara yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit ini yaitu dengan mensintesis senyawa yang mampu memecah pada bakteri sehingga bisa dihambat pertumbuhannya. 2009). et al.. .6H2O dan larutan pirazinamida. sebagaimana terjadi pada komplek kobal(II) dengan [2-hydroxy-4-{[2oxo-2-(thiophen-2-yl)ethylidene]amino}benzoic acid] yang mempunyai panjang gelombang sebesar 510 nm (Singh. 5. et al. Fungsi sianokobalamin dalam vitamin B12 akan berkurang dengan terikatnya pirazinamida pada ion pusat Co menggantikan kedudukan 5.6-dimetilbenzimidazol ribonukleotida sehingga terbentuk senyawa baru dalam tubuh.

Formula kompleks yang terbentuk adalah Co(pza)3(NO3)2. . kobalt telah banyak bermanfaat. sehingga penulis mengharapkan adanya penelitian lebih lanjut akan wacana tersebut. Senyawa kobalt(II) suatu senyawa kompleks akan terbentuk apabila terjadi ikatan kovalen koordinasi antara suatu atom atau ion logam dengan beberapa molekul netral atau ion donor kovalen elektron. Diantaranya dalam Vitamin B12 (kobaltamin) yang dapat membentuk beberapa enzim dan berfungsi dalam proses proses metabolik. Persenyawaan kompleks pada kobalt sendiri masih banyak yang belum terungkap manfaatnya bagi manusia. Kesimpulan Kobalt tergolong dalam logam berat essensial yang berarti dalam jumlah sedikit dibutuhkan oleh tubuh. ion kobalt memiliki konfigurasi elektron yang memungkinkannya sebagai atom pusat suatu senyawa kompleks. menghasilkan dalam metilasi transfer hidrogen dan pembentukan he-moglobin .4(H2O). Dalam bentuk ion. yang terjadi pada senyawa kompleks adalah ikatan Kompleks Co(II)-pirazinamida dapat disintesis dari Co(NO3)2. namun tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri. Peranan dan fungsi kompleks kobalt(II) dengan pirazinamida yang diuraikan di atas merupakan suatu kebenaran namun masih kurang akan pembuktian. Saran Baik dalam unsur maupun senyawa kompleks. Pirazinamida digunakan sebagai obat antituberkulosis . diperlukan literature lain yang ilmiah dan lebih detail guna mendukung wacana kompleks kobalt(II) dengan pirazinamida sebagai anti- tuberkolosis. Beberapa senyawa kompleks kobalt sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.BAB III PENUTUP A.6H2O dengan pirazinamida dalam metanol. Untuk itu. Ikatan koordinasi. Hal ini dikarenakan pada penulisan ini tidak disertai dengan data ilmiah hasil eksperimen. B.

2012. Gutierrez. Mn(II). Chem.O(carboxyl) interactions reinforce the formation of a single Cu(II)–N4(pza) bond in the molecular recognition between pyrazine-2-carboxamide (pza) and the (iminodiacetato)copper(II) chelate.. Characterization and Spectral Studies of New Cobalt(II) and Copper(II) Complexes of Pyrrolyl-2- Carboxaldehyde Isonicotinoylhydrazone”. G. L. D. S. M.benzothiazolyl)-2. Mycobacterium Penyebab Penyakit Tuberculosis Serta Mengenal SifatSifat Pertumbuhannya Di Laboratorium. 6. Perez. “Synthesis.6-pyridinedicarboxamide”. Perspektif Baru Kimia Koordinasi.H2O. and P. A. Inorganic Chemistry. M. Journal Serb. Choquesillo-Lazarte. 8. A. (5). A. Brandi-Blanco. 1988. M. Carballo. Andreva. 2006. J. Journal of Molecular Structure. “Vibrational spectroscopic study of two dimensional polymer compounds of pyrazinamide”. 71. Cotton.. New York Effendy.. Fifth edition. L. .. 2003.. Synthesis. Wilkinson. F. Guzar. Jilid 1. Girsang. A. H. N. 1995.. G.…. and Basar. S. Journal of Applied Sciences. 529-542.. Inorganic Chemistry Communications. M. V. R. and Patil. Jakarta. G. Minceva-Sukarova. Advanced Inorganic Chemistry. Patil.. P. R. 3rd edition. R. Casti~neiras. and Qin-Han J. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbang Kesehatan... “ Synthesis and Spectral Studies of Cu(II). 399-402. B.. B. and G. S. 2007. Gudasi. Jhon Wiley and Sons. Cotton. 2480-2485. Vadavi. K. N.. Ni(II). New York. Bayumedia Publishing. molecular and crystal structure and properties of [Cu(IDA)(pza)(H2O)].DAFTAR PUSTAKA Akyuz. J. S. S. F. Gauss.N’-bis(2. 2008. 270-273. Shenoy. Malang. Jhon Wiley and Sons. Soc.. Two intra-molecular inter-ligand C(aromatic)–H. 2007. Wilkinson. Co(II). Zn(II) and Cd(II) Complexes of a New Macrocyclic Ligand N. I... (13).

E. Ravichandran. (1). D. L.4. E-Journal of Chemistry. L. Tobolewski. E.. 2004. Fanwick. Surakarta Raman N.. cobalt(II). P. 1993. Link. Puspitorini. Kimia Medisinal. 215-219.. M. P.. 99-105. Inorganic Chemistry.. Concise Inorganic Chemistry. and Rothwell. Fourth Edition.. R. FMIPA UNS. E. I. E. 2005. and Thangaraja.Huheey.. C. Chapmann and Hall. C6H11. Kelvington. nHidrat. nickel(II) and zinc(II) complexes of Schiff base derived from benzil-2.dinitrophenylhydrazone with aniline. S. (4). L. 2005. R. M. Skripsi. Chem. Cummings. Oxford University Press. H.. nHidrat dan Triaquatriasamnikotinatkobalt (II) klorida. New York. J. Sci. G.. Das. Lee. Sintesis dan Karakterisasi Kompleks Aquadiisonikotinamidakobalt (II) Klorida. J. Synthesis and characterization of two novel cobalt(II) phosphine complexes: crystal structures of [CoCl3(Cy2PCH2PCy2H)] and [Co(NO3)2(Cy2PCH2PCy2O)]. Sharpe. S. Silverio. P... J. D. Inorganica Chimica Acta. Singh. C. Cy = cyclohexyl. S. 1995. London. “Bioinorganic Relevance of Some Cobalt(II) Complexes with Thiophene-2-glyoxal Derived Schiff Bases”. Third Edition. M. Inorganica Chemistry. Siswandono dan Soekardjo. Hamper Collins College Publisher. A. J. J. Oxford. Kriley. 358. S. Airlangga University Press.. J. . 2009.. 116. Majireck. A. and Keither. and Dhakarey. Surabaya. 57-62. 1992. 1994. 6. B.. Fourth Edition. Copper(II). Hershberger.