You are on page 1of 9

LAPORAN PENDAHULUAN

KELUARGA BERENCANA
IUD (INTRA UTERINE DEVICE)

Disusun Oleh:
Kamila Jasmine

(1401100050)

Kelompok 7A/Tingkat 2A

POLITEKNIK KESEHETAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
MARET 2016

220. Unmedicated IUD. MACAM-MACAM IUD IUD telah dikembangkan dari generasi pertama yang terbuat dari benang sutera dan logam (besi baja. (Marjati. Marquiles. b. C. NOVA-T. Timbulnya reaksi radang lokal yang non spesifik didalam cavum uteri sehingga implantasi sel telur yang telah dibuahi terganggu. (Abdul Bari Saifudin. 2. dll. 2001:20) IUD adalah suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim yang bentuknya bermacam-macam terdiri dari plastik yang dililiti tembaga atau Cu. Prodiksi lokal prostaglandin yang meninggi. yang menyebabkan terhambat implantasi. CU-T. HallStone ring. 2003).A. b.dan lainnya. (Kapita Selekta Peningkatan Kontrasepsi. IUD adalah suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim. bentuknya bermacam-macam terdiri dari plastik (polytiline) ada yang dililit tembaga (Cu) ada pula yang tidak. sampai pada generasi plastik baik yang ditambahi obat (medicated). 1. 375. Spring coil Multiload. mekanisme kerja yang pasti dari IUD belum diketahui. Marquiles. stainlessteel. CU-T. CU-7.macam. Bentuk terbuka (open device) misalnya: Lippes Loop. 300. misalnya: Lippes loop. 380-A. 2011) B. NOVA-T. ML-CU 250. reversibel dan berjangka panjang. Antigon. maupun yang tidak ditambahi obat (unmedicated). Medicated IUD. Selain itu ada pula yang batangnya berisi hormon progesterone. perak. . tetapi ada pula yang dililit dengan tembaga bercampur perak (Ag). MEKANISME KERJA IUD Menurut Mochtar. ada yang dililit tembaga (Cu) ada pula yang tidak. Bentuk tertutup (closed device) misalnya Otaring. 2003 : hal MK 73-74) IUD adalah suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim yang bentuknya bermacam. Menurut bentuknya IUD dibagi menjadi: a. terdiri dari plastik (polythyline). Gravenbergring. Saf-T Coil. dapat dipakai oleh semua perempuan usi produktif (Saefudin. PENGERTIAN Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau di sebut juga Intra Uterin Devices (IUD) adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim yang sangat efektif. tetapi ada pula yang dililit tembaga campur perak (Ag). 2. dan tembaga). misalnya: CU-T 200. Menurut tambahan obat: a. 2008 dalam buku Sinopsis Obstetri : hal 109-111. dll. Antigon. Ada beberapa mekanisme kerja IUD yang telah dianjurkan : 1.

3. Sangat efektif. Ekspulsi spontan 2. kemungkinan ekspulsi dari pihak akseptor. personal hygiene. 6. IUD menimbulkan perubahan pengeluaran cairan. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS IUD Menurut Hanafi Hartanto. pengalaman pemasang. diketahui : 1. Teori reaksi benda asing yang menyebabkan pemadatan endometrium oleh sel-sel makrofag dan limfosit yang menyebabkan blastokis rusak atau tidak dapat bernidasi. untuk IUD medisionalis bergantung pada luasnya permukaan bahan bioaktif yang dikandung dan lama pemakaian. 5. paritas. ukuran. mempengaruhi endometrium yang berakibat menghambat nidasi. Terjadinya kehamilan 3. Teori pengaruh zat bioaktif progesteron (untuk IUD yang berisi progesteron) yang menghambat ovulasi. besar dan luasnya permukaan IUD.380A dan tidak perlu diganti).3. Dari faktor-faktor yang berhubungan dengan akseptor yaitu umur dan paritas. Efektifitas dari IUD dinyatakan dalam angka kontinuitas (continuation rate) yaitu berapa lama IUD tetap tinggal di utera tanpa : 1. termasuk kemudahan insersi. prostaglandin yang menyebabkan rahim berkontraksi sehingga menghalangi transport sel sperma ke kavum uteri. 2006: Keuntungannya : 1. B. ketaatan dan keteraturan kontrol dan frekuensi senggama. . Maka efektifitas IUD tergantung pada variabel administratif pasien dan medis. angka kegagalan 0. Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT. ekspulsi danpengangkatan atau pengeluaran IUD. Ion Cu yang dikeluarkan IUD dengan Cuppes menyebabkan gangguan gerak spermatozoa sehingga mengurangi kemampuan untuk melaksanakan konsepsi. 4. Akseptor : Umur. Makin muda usia terutama pada multigravida.3 % sampai 1 % 2. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN IUD Menurut Saifuddin Abdul Bari dalam buku Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. kemampuan akseptor untuk mengetahui terjadinya ekspulsi dan kemudahan akseptor untuk mendapatkan pertolongan medis. Makin tua usia. 2003 dalam buku KB dan Kontrasepsi. maka tinggi angka ekspulsi dan pengangkutan atau pengeluaran IUD. D. IUD dapat efektif segera setelah pemasangan. 2. mempengaruhi lendir serviks yang menghalangi gerak sperma. Pengangkatan atau pengeluaran karena alasan-alasan medis atau pribadi. makin rendah angka kehamilan. Efektifitas dari macam-macam IUD tergantung pada IUD nya : Jenis.

Infeksi panggul (pelvis) 3. Tidak ingin hamil paling tidak lebih 2 tahun atau menjarangkan kehamilan. stenosis kanalis servikalis. Telah memakai IUD di masa lalu dengan memuaskan dan aman. Wanita dengan resiko tinggi mendapat PMS. Dicurigai atau dikrtahui adanya kanker rahim. 7. 5. kontraindikasi pemasangan IUD antara lain : 1. Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu IUD (CuT. 8. Sedang menyusui dan menginginkan kontrasepsi. hati). 2. pemasangan IUD untuk bertujuan kontrasepsi dapat dilakukan pada wanita yang : 1. 5.380A) 8. 7. Ukuran rahim tidak kurang dari 15 cm. Tidak dapat melindungi klien dari PMS dan AIDS. 5. Tali IUD dapat menimbulkan perlukaan partia uteri dan mengganggu hubungan sseksual pada sebagian pemakai. Pendarahan vagina yang tidak diketahui. polip endometrium) 6. Penyakit Kandungan dan KB. 4.4. Penyakit Kandungan dan KB. 2. Telah cukup jumlah anaknya dan belum memutuskan untuk steril. Pernah melahirkan dan telah punya anak hidup. Tidak ada interaksi dengan obat-obat. Kerugiannya : 1. D. 6. Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil. 2009 dalam buku Ilmu Kebidanan. 2. Klien tidak dapat mencabut sendiri IUD nya. Tidak mempengaruhi hubungan seksual. 3. INDIKASI PEMASANGAN IUD Menurut Manuaba. Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat. . Tidak boleh atau tidak cocok memakai kontrasepsi horrmonal (mengidap penyakit jantung. 2009 dalam buku Ilmu Kebidanan. Kelainan rahim (rahim kecil. 5. KONTRA INDIKASI PEMASANGAN IUD Menurut Manuaba. 9. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Diketahui dan curiga hamil. 4. C. 6. Resiko penyakit radang panggul meningkat. 4. Bertambahnya darah haid dan rasa sakit selam beberapa bulan pertama pada berbagai pemakai IUD. 7. Anemi berat dan gangguan pembukaan darah. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau setelah abortus (apabila tidak terjadi infeksi) 10. 3. hipertensi. Tidak ada kontra indikasi.

IUD tidak memberi perlindungan terhadap AIDS dan penyakit sexual lainnya dan bagian perut tidak boleh dipijat. a. stenosis kanalis servikalis. Setelah pemasangan IUD boleh melakukan aktifitas seperti biasa dan boleh melakukan hubungan suami istri setelah 3 hari pemasangan. benang tambah pendek atau tidak teraba. a. 5. 7. perdarahan abnormal. Diketahui dan curiga hamil. 6. 2009 dalam buku Ilmu Kebidanan. 2. Wanita dengan resiko tinggi mendapat PMS. problem sexual) beritahu dokter bahwa metode KB yang dipakai IUD. 2. 5. Mencuci tangan dengan air sabun kemudian duduk dengan posisi jongkok b. b. kontraindikasi pemasangan IUD antara lain : 1. Infeksi panggul (pelvis) 3. polip endometrium) 6. Merasa tidak sehat. Cara memeriksa sendiri benang IUD pada bulan-bulan pertama post insersi dan setiap selesai haid. Kelainan rahim (rahim kecil. F. Vaginal discargo abnormal. Raba adanya benang berarti IUD ada pada posisi yang benar dan jangan ditarik. Memasukkan jari telunjuk atau jari tengah kedalam liang senggama sampai menjangkau rahim. Sebaiknya tunggu 3 bulan untuk hamil embali setelah IUD dilepas dan gunakan kontrasepsi lain selama waktu tersebut. . 4. Efek samping yang terjadi misalnya perdarahan bertambah banyak atau lama. c.E. Terlambat haid. Penyakit Kandungan dan KB. 4. d. HAL-HAL YANG HARUS DIKETAHUI OLEH AKSEPTOR KB IUD Menurut BKKBN tahun 2008 dalam buku Kapita Selekta Peningkatan Pelayanan Kontrasepsi: 1. ujung IUD keluar. Pendarahan vagina yang tidak diketahui. menggigil dan benang IUD teraba tambah panjang. c. 3. KONTRA INDIKASI PEMASANGAN IUD Menurut Manuaba. Nyeri abdomen. Dicurigai atau dikrtahui adanya kanker rahim. untuk mencegah hubungan ektopik. Bila berobat karena alasan apapun (medis. disparenmia. chinergis. 7. Anemi berat dan gangguan pembukaan darah. Mengetahui tanda-tanda bahaya IUD. rasa sakit atau kram.

f. Boleh dilepas bila akseptor ingin hamil lagi atau ada komplikasi berat meskipun daya kerjanya belum habis. TBC. dysmenorhea atau tidak. Pemeriksaan Khusus 1) Wajah : dilihat adanya bercak hitam (chloasma) adanya oedem. Keluhan Utama Dikaji keluhan klien yang berhubungan dengan penggunaan KB IUD tersebut antara lain amenorea/perdarahan tidak terjadi. h. pola eliminasi. e. conjungtiva tidak pucat. suku. suhu badan. sklera tidak ikterus. . DM. Pola Kehidupan Dikaji meliputi pola nutrisi. kanker payudara. lamanya haid. kesadaran. siklus haid. 9. segera kontrol. Riwayat Kesehatan Klien Dikaji apakah klien menderita penyakit jantung. pola aktivitas seksual. Riwayat Obstetri Lalu Dikaji riwayat kehamilan. Identitas Yang dikaji meliputi biodata dan suami mulai dari nama. agama. c. umur. g. 2. Data Subyektif a. dan TBC.8. Riwayat Menstruasi Lalu Dikaji menarche pada umur berapa. pola istirahat. nadi. Riwayat KB Dikaji apakah klien pernah menjadi akseptor KB lain sebelum menggunakan KB IUD dan sudah berapa lama menjadi akseptor KB tersebut. persalinan dan nifas yang lalu. telp. pernafasan. BB. pola aktivitas. alamat. hipertensi. b. pendidikan. perdarahan bercak. Data Obyektif a. dan kebiasaan sehari-hari. G. keputihan. Pemeriksaan Umum Meliputi pemeriksaan pada tekanan darah. sifat darah haid. TB. KONSEP ASHAN KEPERAWATAN 1) PENGKAJIAN 1. b. Riwayat Kesehatan Keluarga Dikaji apakah keluarga klien ada yang menderita penyakit jantung. DM. pekerjaan. pola personal hygiene. penghasilan. d. no. hipertensi dan kanker payudara. nyeri saat berhubungan. Bila suami merasa nyeri saat berhubungan intim kemungkinan disebabkan oleh benang yang terlalu panjang atau pendek.

intensitas. dan inter personal)  Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi mengenali nyeri (skala. komprehensif termasuk lokasi. durasi. adanya varices pada ekstremitas bawah. adanya bendungan vena jugularis. Pasien tidak mengalami nyeri. diraba adanya massa pada payudara. nyaman setelah nyeri berkurang tentang teknik napas distraksi. Ansietas berhubungan dengan terjadinya efek samping penggunaan alat kontrasepsi IUD. frekuensi dan tanda nyeri)  Menyatakan rasa  Ajarkan farmakologi: relaksasi. frekuensi. Nyeri akut berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD 2.2) Leher : diraba adanya pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar limfe.  Lakukan pengkajian nyeri secara  pain control. dilihat dan diraba adanya infeksi kelenjar bartholini dan kelenjar skene. kompres hangat/ dingin  Tingkatkan istirahat  Kolaborasi dengan dokter jika . non dalam. dengan  Gunakan teknik komunikasi kriteria hasil:  Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri. 4) Genetalia : dilihat dari condiloma aquminata. pencahayaan dan kebisingan  Pilih dan lakukan penanganan bahwa berkurang nyeri dengan menggunakan manajemen nyeri  Mampu terapeutik nyeri (farmakologi. mencari bantuan)  Melaporkan untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien  Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan. Setelah dilakukan tindakan kualitas dan faktor presipitasi keperawatan selama …. 2) DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri.  comfort level karakteristik. 5) Ekstremitas : dilihat adanya eodem pada ekstrimitas bawah dan ekstrimitas atas. non farmakologi. 3) Dada : dilihat bentuk mammae. 3) INTERVENSI KEPERAWATAN Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Nyeri akut Berhubungan dengan: penggunaan alat kontrasepsi IUD Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi NOC : NIC : Pain Management  Pain Level.

kualitas. dan derajat nyeri sebelum pemberian obat  Cek riwayat alergi  Tentukan pilihan analgesik bergantung tipe dan beratnya nyeri  Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali  Berikan analgesik tepat waktu terutama saat nyeri hebat  Evaluasi efektivitas analgesik. karakteristik. prosedur keluarga ansietas teratasi dengan kriteria  Dorong menemani pasien hasil:  Klien mengungkapkan untuk mampu  Identifikasi tingkat kecemasan  Bantu pasien untuk mengenali situasi kecemasannya  Mengetahui dan yang menimbulkan kecemasan pasien untuk teknik  Dorong mengungkapkan perasaan dan untuk mengontrol cemas mengungkapkan  Vital sign dalam batas normal Ekspresi nonverbal menunjukkan berkurangnya kecemasan ketakutan  Ajarkan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi . Ansietas NOC : Berhubungan dengan :  Anxiety self-control terjadinya efek samping  Anxiety level penggunaan alat kontrasepsi  Coping IUD tanda dan gejala NIC :  Gunakan pendekatan yang menenangkan  Jelaskan semua prosedur dan Setelah dilakukan tindakan apa yang dirasakan selama keperawatan selama ….ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil Analgesic Administration  Tentukan lokasi.

Jakarta: EGC Manuaba. Lynda Juall.Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan.Jakarta: EGC.2011.Buku Saku Diagnosis Keperawatan NANDA NIC-NOC. 1995. Ida Bagus. Buku Saku Ilmu Kebidanan.1999. 2003. Mansjoer.blogspot.html).A. Jakarta : EGC. Jakarta : Hipokrates Mochtar. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Saifudin. (dalam:http://agungsa10001. A. Diakses tanggal 31 Oktober 2014 pukul 16. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1.32 wita Carpenito.com/2013/04/lp-keluarga-berencana. Sinopsis Obstetri. 2003. 2001. Jakarta. .DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jakarta: FKUI NANDA NIC-NOC.Laporan Pendahuluan Keluarga Berencana. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2013. Pustam.