You are on page 1of 15

LAPORANAKHIR PKMP

KARAKTERISTIK SUSU BUBUK YANG DIFORTIFIKASI ISOLAT
PROTEIN PUPA ULAT SUTERA(Bombyx mori)

Oleh:
Hera Tri Utomo
Ribka
Acep Usman Abdullah
Ayu Febriani
M. Tian Syaputra

D14090078(2009)
D14070012 (2007)
D14080330 (2008)
D14090040 (2009)
D14100026 (2010)

INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012

1

00 Bagian THT Fapet IPB : Rp 1. e.Bogor/ 08129479516 Biaya Kegiatan Total : Rp11. b. a. Ir. MS Dr. Dr.HALAMAN PENGESAHAN 1. c. Babakan Lebak-Bogor/ 085741605637 Alamat Email : heratriutomo@gmail.000. DEA NIP. DEA NIP : 19620504198703002 Alamat Rumah dan No. Yonny Koesmaryono.. d. c.851. 6.00 Dikti : Rp 10. :Karakteristik Susu Bubuk yang DifortifikasiIsolat Protein Pupa Ulat Sutera (Bombyx mori) Bidang Kegiatan : (√) PKMP ( ) PKMK ( ) PKMKC (Pilih salah satu) ( ) PKMT () PKMM Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan (√) Pertanian (Pilih salah satu) ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa ( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan Ketua Pelaksana Kegiatan Nama Lengkap :Hera Tri Utomo NIM : D14090078 Jurusan : Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Universitas/Institut : Institut Pertanian Bogor Alamat Rumah dan No. b. f. Judul Kegiatan 2. 4. Ir. Rarah RAM. 14Juni2012 Menyetujui. 19581228 198503 1 003 NIP. 19591212 198603 1 004 Hera Tri Utomo D14090078 Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dosen Pendamping Prof. 19620504 19870 3 002 ABSTRAK 2 .00 Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 (empat) bulan Bogor.HP : Perumahan Bumi Asri Ciomas. M. Ketua Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Ketua Pelaksana Kegiatan Prof. a. Rarah Ratih Adjie M.HP : Wisma Galih. Cece Sumantri. Ir. Dr.000.Sc NIP. 8. 7.000.851. 5. 3.000. Ir.Agr.com Anggota Pelaksana Kegiatan : 4 (empat) orang Dosen Pendamping Nama Lengkap dan Gelar : Dr.

Pupa ulat sutera Bombyx mori(PUS) merupakan limbah dari industri pemintalan benang sutera.Fortifikasi IPPUS sangat nyata (P<0. Fortifikan protein yang digunakan mahal dan masih belum diproduksi di dalam negeri.87 ± 0.44% dan mencuci NaCl yang terbentuk selama proses isolasi. U..94% 10. 10%.01) meningkatkan kadar proteinsusu bubuksebesar 1. Abdullah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik.0) menjadi agak kuat (skala 2. 15%. Ribka.90% (Artanti.01) meningkatkan kesukaan terhadap seluruh atribut (kecuali rasa) sampai taraf suka dan menurunkan aroma dan rasa isolat. Penyaringan dan penambahan flavor coklat sangat nyata (P<0. A.23%. Kata-kata kunci: Bombyx mori. (2011) melakukan isolasi protein pupa ulat sutera tetapi dalam tingkat kemurnian yang rendah.15% tetapi diterima dengan taraf agak suka. A. isolat protein.19 %. Formula terbaik adalah susu bubuk yang difortifikasi 20% IPPUS. Khanet al. Hasil penelitian menunjukkan invensi metode penelitian mengurangi kadar lemak tepung pupa sebesar 60. T. menghasilkan IPPUS dengan kemurnian protein sebesar 81.8). 2009).Invensi penelitian ini berupa pengaplikasian metode delipidasi dan perbaikan metode isolasi protein. H. kimia. dari sangat kuat (skala 4. organoleptik.44% dan 95. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa susu bubuk yang difortifikasi IPPUS berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk susu tinggi protein. Kadar protein dan kecernaan protein masing-masing 40. 5%. tetapimenurunkan kesukaan panelis terhadap warna. aroma dan tekstur susu bubuk sampai taraf agak suka. Febriani dan M. susu bubuk KATA PENGANTAR 3 . Hasil penelitian sebelumnya mendapatkan PUSkaya protein dengan tingkat kecernaan sebesar 91. Syaputra Konsumsi susu bubuk tinggi protein saat ini menjadi tren baru di masyarakat. dan kecernaan protein secara in vitro susu bubuk yang difortifikasi bubuk isolat protein pupa ulat sutera Bombyx mori(IPPUS) dengan taraf 0%.Karakteristik Susu Bubuk yang Difortifikasi Isolat Protein Pupa Ulat Sutera (Bombyx mori) Utomo. T. dan 20%.

. IPPUS diharapkan mampu meningkatkan nilai fungsional susu bubuk. Bogor. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk memperbaiki hal tersebut. Juni 2012 Penulis 4 .Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan tepung pupa Bombyx mori ke dalam susu bubuk menghasilkan susu dengan homogenitas yang rendah saat dilarutkan (Khan et al.Penggalian potensi sumber daya alam yang diberi sentuhan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk turunan susu dan menjawab kebutuhanakan pangan tinggi protein.Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. kimia. Pelaksanaan penelitian ini hingga selesai merupakan anugerah dari Tuhan sehingga hasilnya saya kembalikan bagi kesejahteraan masyarakat. atas penyertaanNya yang sempurna sehingga laporan akhir PKM bidang Penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. 2011).Penelitian ini dilakukan untuk mengobservasi karakteristik fisik. organoleptik dan kecernaan protein secara in vitro susu bubuk yang difortifikasi isolat protein pupa ulat suteraBombyx mori(IPPUS). juga (KR20030075409) yang membuat makanan ringan kombinasi tepung pupa dan tepung Cordyceps millitans. sebagai salah satu lembaga yang menjembatani ilmu sains dengan masyarakat industri. PKM bidang Penelitian yang berjudulKarakteristik Susu Bubuk yang Difortifikasi Isolat Protein Pupa Ulat Sutera (Bombyx mori)merupakan karya tulis berupa tuangan ide kreatif dari pengaplikasian protein Bombyx mori dalam bentuk bubuk isolat ke dalam susu bubuk untuk menghasilkan susu bubuk tinggi protein. Penelitian ini merupakan salah satu wujud aplikatif pengamalan Tridarma Perguruan Tinggi. Paten invensi yang sebelumnya dilakukan oleh Kim Young Rok (KR20090061859 (A)) memanfaatkan tepung pupa sebagai bahan tambahan makanan ringan. Semoga karya tulis ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi bangsa kita saat ini.

2010). Protein sangat dibutuhkan manusia untuk proses tumbuh kembang. Pupa juga dikenal dengan kandungan protein yang lebih baik dibanding dari protein kedelai. Katagiri. Namun.Mondal.Kedua fortifikan tersebut sangat mahal dan Indonesia masih bergantung dari hasil impor. (2011) dengan kemurnian isolat protein yang masih rendah dan tingkat penerimaan susu bubuk secara umum masih rendah. Pupa ulat sutera Bombyx mori.Khanet al. produk sampingan (by-product) dari industri pemintalan benang sutera.BCCA saat ini banyak dimanfaatkan sebagai suplemen karena paling efektif membangun otot dan meningkatkan kinerja dan performa fisik bagi pengonsumsinya. Oleh karena itu. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menemukan metode isolasi yang lebih tepat untuk menghasilkan IPPUS yang lebih murni untuk menghasilkan susu bubuk dengan karakteristik yang lebih baik. . leusina.Invensi yang telah dilakukan untuk meningkatkan aseptibilitas produk yang dihasilkan adalah dengan mengisolasi protein sebelum difortifikasikan ke pangan. diperlukan penelitian untuk mendapatkan sumber protein yang murah. dan valina(Tomotake. and Bhat.2007) serta asam amino esensial seperti asam amino yang tergolong ke BCAA (Branched Chain Amino Acids) yaitu lisina. Kumar. 2003). Fortifikan sumber protein yang umumnya digunakanadalah whey dan casein.. Penelitian ini dirumuskan berdasarkan potensi sumber daya alam dari hasil ikutan pengolahan benang sutera berupa pupa ulat sutera yang layak dikembangkan sebagai sumber protein pangan dengan karakterisitik kimia dan fisik yang baik serta tingkat akseptibilitas yang tinggi. Pemanfaatan sumber daya alam dari limbah pemintalan benang sutera berupa pupa ulat sutera (Bombyx mori) sebagai sumber protein belum banyak dilakukan.Oleh karena itu. Penelitian sebelumnya telah memanfaatkan pupa ulat sutera dalam bentuk tepung sebagai bahan fortifikasi protein pada sup krim dan kerupuk.Namun pupa ulat sutera umumnya baru dimanfaatkan sebagai bahan pakan ikan dan ayam broiler karena kandungan proteinnya yang tinggi (Rangacharyulu et al. sehingga dapat meningkatkan kualitas organoleptik dan gizi pangan. ikan. kecukupan protein harian penting untuk diperhatikan. (2011) melakukan isolasi protein pupa ulat sutera Bombyx mori(IPPUS) namun masih menghasilkan konsentrat protein dengan tingkat kemurnian yang rendah. dan daging sapi (Trivedy.76%.andYamato.1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Protein merupakan komponen kedua terbesar tubuh manusia setelah air. yaitu 60. harga susu tersebut tergolong mahal karena menggunakan sumber fortifikasiyang relatif mahal seperti whey dan casein. Pembuatan isolat protein pupa ulat sutera yang diaplikasikan pada pembuatan susu bubuk sudah dilakukan oleh Khan et al. Susu bubuk tinggi protein merupakan pangan siap saji untuk kalangan masyarakat yang membutuhkan asupan protein tinggi dan praktis sertasaat ini menjadi tren baru di Indonesia. Artanti (2009) dan Miyatani (2008) menyatakan bahwa produk yang difortifikasi tepung pupa ulat sutera mengandung protein dan tingkat kecernaan yang tinggi. mengandung nutrien yang tinggi dan seimbang. Perumusan Masalah Susu bubuk tinggi protein kini menjadi kebutuhan di kalangan masyarakat.

Protein pupa ulat sutera tersusun atas . Bebas lemak: min. Kegunaan Program Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya : 1. Membantu mengembangkan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dengan memunculkan berbagai penemuan baru yang bermanfaat bagi kegiatan belajar mengajar baik bagi mahasiswa maupun dosen TINJAUAN PUSTAKA Susu Bubuk Susu bubuk adalah susu yang diperoleh dengan cara mengurangi sebagian besar air melalui proses pengeringan susu segar dan atau susu rekombinasi yang telah dipasteurisasi. dipublikasikannya hasil penelitian di forum regional. 30 % Sumber : BSN. Memberikan nilai tambah bagi usaha pemintalan benang sutera sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani/peternak 3.5 % dan <26. kecernaan protein. dengan atau tanpa penambahan vitamin. dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. dan bertekstur lembek dan kenyal. Kurang lemak : >1. dan organoleptik. Kualitas fisik.Pupa tersusun atas nutrien yang seimbang.0%. nasional. atauBebas lemak : <1. Luaran yang Diharapkan Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah dihasilkannya isolat protein pupa ulat sutera (IPPUS) dan susu bubuk yang diperkaya IPPUS. kimia dan organoleptik susu bubuk sesuai dengan jenisnya berdasarkan SNI 01-2970-2006 disajikan pada Tabel 1. berwarna coklat keemasan. Memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat mengenai pemanfaatan pupa ulat sutera (Bombyx mori) sebagai sumber protein yangaman. atau internasional serta dihasilkannya produk paten inovatif. 2009). Pupa merupakan hasil sampingan dari industri pemintalan benang sutera. 26% . Tabel 1. Pupa mengandung protein dalam kadar yang tinggidengan kecernaan sebesar 91. kimia. 2006). rendah lemak. khususnya sebagai fortifikan protein ke susu dan pangan lainnya 2. Susu bubuk meliputi susu bubuk berlemak.5 % Kadar protein Berlemak dan kurang lemak : 23 % .2 Tujuan Program Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkanisolat protein pupa ulat sutera (Bombyx mori) dan menentukan persentase terbaik penambahan isolat protein pupa sebagai fortifikan untuk menghasilkan susu bubuk tinggi protein berdasarkan karakteristikfisik. bersegmen-segmen. dan tanpa lemak (BSN.90% (Artanti. mineral. 2006 Pupa Ulat Sutera (Bombyx mori) Pupa adalah bagian isi dari kokon berbentuk oval. Komposisi Susu Bubuk menurut SNI 01-2970-2006 Sifat Susu Bau dan rasa Bahan kering Kadar lemak Nilai Normal Minimal 95 % Berlemak: min.

globulin. dan glutenin dipresipitasi pada pH 4. 2001). Bubuk IPPUS difortifikasikan ke susu bubuk dengan taraf0%. yaitu pembuatan tepung pupa. fenomena ini diamati dengan terjadinya penggumpalan protein. dan analisis susu bubuk yang sudah difortifikasi IPPUS. dan kecernaan proteinsecara in vitro. 2001). Kumar.8 masing-masing (Thanh dan Shibasaki. dan lemak kasar). ikan. Tepung pupa dari penepungan pupa yang telah dikeringkand engan oven pada suhu 60 oC. fortifikasi isolat ke susu bubuk. protein kasar.Mondal. IPPUS kemudian dikeringkan dengan pengering semprot dengan suhu inlet 180 oC dan suhu outlet 80 oC sehingga menjadi bubuk IPPUS.24%). 2007) Karakteristik susu bubuk yang dianalisis terdiri ataskarakteristik kimia. treonin.Ekstraksi dengan air dapat menghasilkan fraksi albumin. K. Pada titik isolektriknya. pengeringan isolat. muatan total asam amino dalam protein sama dengan nol. penghilangan bahan tidak larut. dilanjutkan dengan ekstraksi dengan pelarut garam.3. isolasi protein. dan P.Fraksi protein albumin. Liu.2007). 1980). Ca. dan prolamin. and Li. dan kandungan asam amino dan mineral esensial Na. metionin. Kandungan asam glutamat pupa sebesar 1.21%) (Wang.3 fraksi-fraksi seperti albumin (27. dan daging sapi (Trivedy. pencucian. isoleusin. valin. kehalusan ..Penghilangan lemak atau delipidasi dilakukan dengan menggunakan heksana. prolamin (11. Gross Energy(GE).1.Pupa memiliki kandungan asam amino esensial seperti lisin.Teknik presipitasi isoelektrik protein yang sering dilakukan untuk mengendapkan protein yang sudah diekstrak menggunakan pH isoelektrik protein. 2010). dan pengeringan isolat(Natarajan.Protein pupa ulat sutera lebih baik dibanding protein kedelai. 4. 5%.82%). dan 4. fisik.Karakteristik kimia terdiri atas analisis proksimat (kadar air.Isolasi protein pada prinsipnya terdiri atas tahap-tahap seperti ekstraksi. dan kadar NaCl. 1976). glutenin. glutelin (23. and Bhat. Interaksi elektrostatik antar asam amino akan maksimum karena muatan yang tidak sejenis cenderung untuk tarik menarik. delipidasi. Karakteristik fisik terdiri atas rendemen.Setiap fraksi protein memiliki pH isoelektrik yang berbeda. Analisis Karakteristik Susu Bubuk (AOAC. pelarut basa dan 70% etanol untuk mendapatkan fraksi globulin. METODE PENDEKATAN Pembuatan Susu Bubuk yang Difortifikasi IPPUS Pembuatan Bubuk IPPUS Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas enam tahap utama. Pencucian isolat dengan akuades dilakukan untuk melarutkan dan menghilangkan NaCl yang mungkin terbentuk selama proses isolasi. 10%. organoleptik. Protein dari tepung pupa bebas lemak selnajutnya diisolasi melalui mekanisme ekstraksi dan presipitasi berdasarkan prinsip kelarutan dan pH isoelektrik protein untuk mendapatkan IPPUS (Sikorski. leusin.Heksana dihilangkan dengan proses inkubasi tepung pupa bebas lemak pada ruang asam. Ekstraksi protein dapat dilakukan dengan memerhatikan sifat kelarutannya. dan globulin (4.37%(Singhalet al. 15% dan 20%. pengendapan. abu. Isolasi Protein Isolasi protein dilakukan untuk memisahkan protein suatu bahan dari komponen lainnya.72%).

Lab. 10%. Pengolahan Hasil Ternak Pengeringan susu dan 24 . Pengolahan Hasil Ternak Isolasi 18 April – 20 April 2012 Lab. fisik. Pengumpulan pupa 8 Februari – 29 Maret 2012 Lab. uji organoleptik susu bubuk formula terbaik dengan penambahan flavor. Lab. Pengolahan Hasil . maka dilanjutkan dengan uji Tukeyatau Kruskal Wallis (Steel dan Torrie. CiapusCiapus-Bogor Bogor Perizinan ke supplier 16 Januari 2012 Lab. Uji Organoleptik. Pengolahan Hasil Ternak. dan SEAFAST Center IPB. dan 20%) εij = pengaruh galat percobaan pada fortifikasi IPPUS ke-i dalam ulangan ke-j Data diolah dengan analisis ragam. 10%.0. Ternak.i (0%. Uji tambahan dilakukan berupa analisis susu segar sesuai SNI 3141. Rancangan Percobaan Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan.26 April 2012 Seafast Center IPB IPPUS Fortifikasi 27 April 2012 Lab. dan kelarutan. fisik. Pengolahan Hasil Ternak Delipidasi 23 Maret – 5 April 2012 Lab. Pengolahan Hasil pupa dan lab.1:2011. Sutra Alam. Lab. Analisis dilakukan dengan perangkat lunak Statistix 9. 5%. Pengolahan Hasil Ternak Pembuatan tepung pupa 13 Februari – 2 April 2012 Lab. 5%.Model matematika yang digunakan pada penelitian ini adalah: Yij = μ + Pi + εij Keterangan : Yij = nilai sifat kimia. Ilmu dan Teknologi Pakan. 15%. PELAKSANAAN PROGRAM Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan di Lab.4 tepung. Ilmu dan Teknologi Pakan. dan 20%) dan ulangan ke-j µ = nilai tengah umum hasil análisis sifat kimia. Tahapan Pelaksanaan/Jadwal Faktual Pelaksanaan Kegiatan Waktu Tempat Konsultasi dengan 15 Januari – 17 Juni 2012 Ruang Dosen pembimbing Perizinan dengan Rumah 16 Januari 2012 Rumah Sutra Alam. 15%. Uji Organoleptik. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan (Januari-Mei 2012). Jika pada analisis ragam didapatkan hasil yang berbeda nyata. analisis asam amino BCAA dan uji toksisitas. 1995). organoleptik dan kecernaan protein Pi = pengaruh fortifikasi IPPUS ke. Lab. organoleptik dan kecernaan protein susu bubuk akibat perlakuan pemberian IPPUStaraf ke-i (0%.

000 1. H2SO4 96%.000 12. larva udang dan air laut. HCl 2N.labu Erlenmeyer. pompa vakum. NaOH 2N. Penelitian lanjutan dilakukanberupa uji organoleptik susu bubuk formula terbaik dengan penambahan flavor. Realisasi. Tambahan biaya penelitian sebesar Rp 1. Tabel 3.000 Biaya Penunjang Total Pengeluaran Keterangan: *1: sumber dana. desikator. fat extractorand evaporator. kemasan aluminium foil.480. Tabel 2.000. Realisasi dan Proyeksi Biaya Penelitian Penelitian ini menggunakan dana dari Dikti dan Bagian Teknologi Hasil Ternak (Bag.480.000 0 Biaya Habis Pakai 9. AgCl. Ilmu dan Teknologi Pakan Lab.buffer peptone water. air minum dalam kemasan. fak.000 1.Biaya dibagi menjadi dua jenis. tetapi telah menghabiskan dana sebesar Rp 12. heksana.000. saringan mesh 80. NaOH 20%.931. Bahan lainnya adalah akuades. media plate count agar. kertas saring.134.920. labu penyari. IPB dan 4 April – 12 Mei 2012 Dikti Pembuatan laporan akhir 17 Juni 2012 Ternak Lab. yaitu biaya habis pakai dan penunjang. kopi. 2: pengeluaran Penelitian dirancangkan membutuhkan biaya sebesar Rp 11.054.000 1.054.851.cawan porselen.000 1. Pengolahan Hasil Ternak IPB IPB Instrumen Pelaksanaan Bahan baku yang digunakan adalah pupa ulat sutera (Bombyx mori) dan susu sapi segar.000 10.683.spray dryer. THT Fapet IPB 1. analisis profil asam amino yang termasuk BCAA dan uji toksisitas susu bubuk yang difortifikasi IPPUS. mentimun. pH meter.000 10.Penelitian lanjutan yang dilakukan menyebabkan bertambahnya kebutuhan biaya penelitian ini. kompor listrik. THT) Fakultas Peternakan IPB. homogenizer.920.5 Analisa susu bubuk 1 Mei – 30 Mei 2012 Pengolahan data 8 Februari – 17 Juni 2012 Monev dept.851.000 akandiperoleh dari Institut Pertanian Bogor. panci.000 0 1. labu Kjeldahl. etanol 70%. Bomb Calorimeter.000 0 Bag.1%. blender. H2SO4 0.851. RincianProyeksiPenggunaan Dana Kegiatan PKM . oven. form uji organoleptik.000.Kesesuaian rancangan dan realisasi penggunaan danaper 14 Juni 2012 serta besarnya proyeksi penggunaan dana disajikan pada Tabel 2. refrigerator. Rancangan.851.000 11.000 per 14 Juni 2012. dan Proyeksi Alokasi Dana Penelitian No* 1 2 Keterangan DIKTI Rancangan (Rp) Realisasi per 14 Juni 2012(Rp) Proyeksi Alokasi Dana (Rp) 10. batu didih. lup dan toples pembiakan larva udang. evaporator.Rancangan. tanur. asam nitrat. neraca digital. Peralatan yang digunakan adalah cold centrifuger.

43% (Khan et al.1:2011 (BSN. Kualitas Susu Segar sebelum Dikeringkan dengan Pengering Semprot Karakteristik pH BJ (g/ml) Lemak (%) Protein (%) Garam (%) Total Plate Count (cfu/ml) Hasil Analisis 6. 2011).61 ± 0. Hasil uji kadar NaCl susu bubuk menunjukkan bahwa kadar NaCl susu dengan atau tanpa isolat tidak berbeda nyata (P>0.000 cfu/ml Penentuan Susu Bubukdengan Formula Terbaik .30 1. KualitasSusu Segar Sebagai Bahan Pembuatan Susu Bubuk Susu segar yang digunakan dalam penelitian ini berupa susu sapi yang telah dihilangkan sebagian lemaknya.03596 ± 0.05) (Tabel 5)..87 ± 0.3 – 6.37 ± 0. Proses pencucian IPPUS dengan akuades berhasil mencuci NaOH.01 3. Invensi metode penelitian ini berupa perlakuan penghilangan lemak atau delipidasi tepung pupa sebelum memasuki proses isolasi dan metode isolasi protein yang diperbaiki berupa penggunaanvariasi pH dalam proses isolasi protein dan pencucian untuk menghilangkan NaOH dan HCl yang mungkin tersisa atau NaCl yang terbentuk dari reaksi NaOH dan HCl. 2011) 6.1:2011.6 x 105 SNI 3141.000 Air laut liter 2.79 ± 0.000 Lup unit 25.000 Jumlah HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah (unit) 3 1 18 9 1 Total (Rp) 900.000 25.75% dan 26.6 Jenis Pengeluaran Satuan Harga Satuan (Rp) 300.000 45.06 1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa delipidasi menurunkan kadar lemak tepung pupa sebesar 60.000 450.28 ± 0.000 Uji asam amino (BCAA) sampel Uji toksisitas: Telur udang paket 50.480.000.000 Keberhasilan Invensi Metode Penelitian dalam Peningkatan Kemurnian IPPUS (Isolat Protein Pupa Ulat Sutera Bombyx mori) IPPUS diperoleh dengan metode yang dimodifikasi untuk meningkatkan kemurnian isolat protein dibandingkan dengan metode pada penelitian yang telah ada.0 % Minimum 2.0270 g/ml Minimum 3.84%.Tepung tersebut diisolasi proteinnya dan menghasilkan IPPUS dengan kemurnianprotein sebesar 81. Protein dan lemak tepung pupa sebelum didelipidasi masing-masing adalah 60.27 0. HCl dan NaCl yang mungkin tersisa atau terbentuk selama proses isolasi.000 50. Delipidasi menjadi tahapan yang sangat penting karena lemak merupakan komponen terbesar kedua setelah protein dalam bahan kering tepung pupa.8 Minimum 1. Tabel 4. Hasil analisis pada Tabel 4 menunjukkan bahwa susu segar yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan susu bubuk telah memenuhi syarat kualitas susu segar sesuai SNI 3141.8 % Maksimum 1.000 1.19 %.23 3.500 Toples pembiakan larva udang paket 50.

21 ± 0.13A 94. Ca.07B 10% 20% 4.12C 4.37CD 85.49ab Kehalusan 97.83ab 71. Tabel 5.12 ± 0.31AB 40.06BC 15% 1.00 ± 1.13 Kecernaan Protein (%) 89.15 ± 1. b) pada baris yang sama menunjukkan perbedaanyang nyata (P<0.63 ± 0.16 ± 0.46B 93. 2001).83 ± 0.6 ± 1.71%. C.31 ± 0.15 ± 0.20 ± 1. Perbaikan terhadap atribut dilakukan secara bertahap.09 1. D) pada baris yang sama menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0. Tabel 6.53 ± 2.23 ± 6.06 1. Semua susu bubuk yang difortifikasi IPPUS masih berada dalam standar kualitas susu bubuk sesuai SNI 01-2970-2006. yaitu maksimal 5% (BSN.Kesukaan Panelis terhadap Susu Bubuk yang Difortifikasi IPPUS Atribut 0% 5% 10% 15% 20% . kecuali untuk penampilan umum dan rasa susu bubuk yang difortifikasi 20% IPPUS.85ab 78. kimia.01) Hasil uji hedonik susu bubuk yang difortifikasi IPPUS (Tabel 6) menunjukkan bahwa fortifikasi susu dengan bubuk IPPUS sangat berpengaruh (P<0. dan P(Singhalet al. IPPUS sebagai sumber protein merupakan sumber energi selain karbohidrat dan lemak.93 ± 0.01 ± 3. kelarutan.73 ± 9.63% dan 4.03D 30.13BC 89. tetapi juga meningkatkan kadar abu susu bubuk. Panelis menilai tidak suka untuk kedua atribut tersebut. dan Kecernaan Protein secara in vitroSusu Bubuk yang Difortifikasi IPPUS Komposisi 0% Air (%) 3.27b 1.01) meningkatkan kadar protein.90 ± 6.64B 32. K. organoleptik dan kecernaan proteinsusu bubuk secara in vitro. Fortifikasi IPPUS pada taraf ini masih berada pada standar SNI susu bubuk dan kandungan protein serta kecernaannya paling tinggi.04 ± 0.33a 79. dimulai dari atribut yang dianggap penting sebagai atribut prioritas penilaian konsumen dalam membeli dan mengonsumsi susu bubuk. Tingkat kesukaan masih berada pada taraf agak suka.18B 34. Hasil uji pada Tabel 6 digunakan sebagai referensi dalam perbaikan karakteristik organoleptik susu bubuk formula terbaik.01) menurunkan kesukaan panelis terhadap karakteristik organoleptik susu bubuk.04 ± 0. Hasil analisis karakteristik dan kesesuaian dengan SNI 01-2970-2006 mendapatkan bahwa susu bubuk yang difortifikasi 20% IPPUS merupakan formula terbaik. sehingga masih sesuai dengan kualitas susu bubuk.40A NaCl (%) 1.90 ± 0.10 ± 0.60 ± 1.44 ± 2. dan karakteristik organoleptikkemudian diperbaiki pada penelitian ini.60B 34.34 ± 5.22 81.12A 95.99 ± 2. sehingga fortifikasi IPPUS tidak hanya secara sangat nyata (P<0. B.66A Kelarutan (%) 89.60D mesh 80 (%) Keterangan:Superskrip yang berbeda (a.71 ± 0.68A 93.43AB 91. KarakteristikFisik.08A 93.7 Susu bubuk dengan formula terbaik ditentukan berdasarkan karaktersitik fisik.28 ± 0. Pupa secara alami juga mengandung mineral esensial Na.16A PK (%) 5% 4.74 ± 1.34 ± 0.. Tabel 5 menunjukkan bahwa susu bubuk yang difortifikasi IPPUS memiliki kadar air antara 3. Karakteristik lainnya yang menurun kualitasnya dibanding dengan susububuk kontrol seperti kehalusan. Kimia.00± 0. tetapitidak berbeda nyata pada atribut aroma dan tekstur susu bubuk yang difortifikasi 5% IPPUS. 2006).06 4.05) Superskrip yang berbeda (A.

0) menjadi agak kuat (skala 2. 3: agak suka.85B 2. Penambahan 15% flavor menghasilkan karakteristik organoleptik terbaik.68 ± 0.72 ± 0.72 ± 0. Perbaikan masing-masing dilakukan dengan penyaringan susu bubuk dan IPPUS dengan saringan mesh 80 sebelum diformulasikan dan penambahan flavorcoklat bubuk pada taraf 5%.68 ± 0. 5: tidak tercium/terasa Superskrip yang berbeda (a.7 ± 0.32 ± 0.05).74 ± 0.01) *PU : Penampilan umum Karakteristik Organoleptik Susu Bubuk Formula Terbaik setelah Mengalami Formulasi Lanjutan Perbaikan dilakukan terhadap tekstur dan karakteristik organoleptik susu bubuk formula terbaik.88AB 2.34 ± 0.76ab 4. Tabel 7. C) pada baris yang sama menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0.82 ± 0. 2: tidak suka. meningkat secara nyata (P<0.2 ± 0.62A 3.74A 3.06 ± 0.71A 2. aroma dan tekstur susu bubuk diterima pada taraf suka.80A 4.69BC 2.93BC 2.63A 3.68A 3.84C Aroma 4.82 ± 0. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . b) dan (A.04B 2.01) 1 PU : Penampilan umum Penyaringan dan penambahan flavor coklat meningkatkan kesukaan panelis secara sangat nyata (P<0.81 ± 1.73A 3.78C Warna 4.Kesukaan Panelis terhadap Susu Bubuk yang Difortifikasi 20% IPPUS dengan Penambahan Flavor Coklat Atribut Hedonik* PU1 Warna Aroma Tekstur Rasa Mutu Hedonik** Aromaisolat Rasaisolat 5%flavor 10%flavor 15%flavor 3.83C Tekstur 3.69AB 2.28 ± 0.76B Rasa 4. warna dan rasa meningkat dari tidak suka (Tabel 6) masing-masing menjadi suka dan agak suka.67B 2.42 ± 0. 4: suka.00 ± 0.62A 2. 4: suka.05)sangat nyata (P<0.32 ± 0.55A 3.00 ± 0.93 ± 0.8).00 ± 0. 2: kuat.92A 4.06 ± 0.38 ± 0.09a 3.96 ± 0.62 ± 0.85A 3.78C Keterangan: 1: sangat tidak suka. 10% dan 15%.79A 3.83B 2. 2: tidak suka.14 ± 0.46 ± 0.09AB 3.01) pada seluruh atribut kecuali rasa.57 ± 0.14 ± 0. Penambahan flavor coklat menurunkan aroma dan rasa yang timbul dari isolat.36 ± 0.32 ± 1.8 PU* 4. 4: lemah.36 ± 0.25 ± 0. 5: sangat suka Superskrip yang berbeda (A. 3: agak kuat.81 ± 0.93BC 3.60 ± 0.86ab 3.94B 2.84BC 2. Kesukaan panelis terhadap penampilan umum.6 A 3.75 ± 0.79AB 3. 5: sangat suka **1: sangat kuat.78B 2.14 ± 0.67A 3.96AB 3. Warna.82 ± 0.18 ± 0.01A 3. 3: agak suka.Hasil uji organoleptik susu bubuk yang telah diperbaiki disajikan pada Tabel 7.39 ± 1.78 ± 0.04 ± 0.73A 4.93B Keterangan: *1: sangat tidak suka.95C 2.25 ± 0. B.86 ± 1.48 ±0.68A 2.88 ± 0.73C 2.75AB 3.00 ± 0. dari sangat kuat (skala 4.81C 2.76BC 2. B) pada baris yang sama masing-masing menunjukkan perbedaanyangnyata (P<0.

M.New York : Academic Press. kadar protein 40. [BSN] Badan Standardisasi Nasional Indonesia. a straight fordward fractination and their characterization... 2001. Utilization of fermented silkworm pupae silage in feed for carps.V. et al. H.O.C. M. R. Trivedy. Tech. Inc. Giese. Miyatani A.2003. Skripsi. P. Peanuts proteins ingredients... 2nded. Silkworm pupae (Bombyx mori) are new sources of high quality protein and lipid. Vol 26. Thanh. Entomology.M. 2009.Malaysia : UPM. Sericologia 41 (3):369-391. DAFTAR PUSTAKA AOAC. Katagiri. J. (ed). Nutr.1:2011:Syarat mutu susu segar. V. Steel. preparation. Artanti.. Karakterisasi flavorbubuk pupa ulat sutera (Bombyx mori) dan peluang aplikasinya pada produk pangan. 1-7 pp. 2011. Singhal.2011. AFM. Jakarta :Badan Standardisasi Nasional. Natarajan. Saran Penelitian lebih lanjut disarankan terhadap penentuan jenis dan persentase penambahanperisa susu bubuk serta profil asam amino susu bubuk yang termasuk jenis BCAA (Branched Chain Amino Acids). China :Jiangsu University. Jakarta :Badan Standardisasi Nasional. J.15%.N. properties.andBhat. Sericultural by-products for various valuable commercial products as emerging bio science industry.9 Hasil penelitian mengindikasikan bahwa susu bubuk yang difortifikasi IPPUS berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk susu tinggi protein..et al. H dan Shibasaki. 1976. et al.S.. Prinsip dan prosedurstatistika. 86 (2003) 29-32.44% dan kecernaan protein secara in vitro sebesar 95. kecuali rasa yang berada pada taraf agak suka. [BSN] Badan Standardisasi Nasional. . Protein banding pattern and major amino acid component in de-oiled pupal powder of silkworm. Formula terbaik adalah susu bubuk yang difortifikasi 20% IPPUS dengan karakteristik sesuai SNI 01-2970-2006.Jakarta :PT Gramedia Pustaka Utama.InReinccius (ed).. andYamato.Proceedings ofThe 1st International Agriculture Student Symposium. J. Mondal.K. A. andTorrie. Tomotake. G. J.. S.Sensory Analysis. C.A. D. R. Proceedings of The 18th Tri-University International Joint Seminar and Symposium. SNI 01-2970-1999 : Susu bubuk. : AOAC. Rangacharyulu. K. Vitaminol 56 : 446-448. B. Advantages in Food Research. 2008. Khan.Washington D.. 2007. Sumantri B. Bombyx mori Linn. 1980.. 2010. M. 2007. 1999. Penyaringan susu dan isolat serta penambahan 15% flavor coklat menghasilkan susu bubuk dengan karakteristik organoleptik yang diterima pada taraf suka. 1994.. Sci. H. and food. Bogor: Fateta IPB. penerjemah. 24:1117-1119.Fortification of Bombyx mori silkworm pupae by-product isolate protein in powdered milk. Source Book of Flavour.In Chiechester. New York : Chapman and Hall. Official methods of analysis of the association of official of analytical chemist. K. K. Kumar. SNI 3141. O. Biores.. 1995. Mayor protein of soybean seeds. K.Utilization of silkworm pupae (Bombyx mori) in producing instant cream soup with high protein content..

LAMPIRAN Dokumentasi Isolasi Protein Ekstraksi dan Presipitasi Pengeringan Semprot Bubuk IPPUS Analisis Karakteristik Susu Bubuk yang Difortifikasi IPPUS Uji Karakteristik Kimia Uji Kecernaan Protein in vitro Uji Karakteristik FisikUji Organoleptik . 2010. J.. andLi.Identifying protein complexes from interaction networks based on clique percolation and distance restriction. Biomed.. B. J. M.Liu. 110.10 Wang..

11 Publikasi. Ditjen Dikti dan Kemendikbud 26-28 April 2012 Diskusi dengan Dosen Pembimbing Rencana Publikasi dan Bukti Pembayaran . Paten& Diskusi dengan Dosen Pembimbing Pelatihan Paten oleh Dit. Litabmas.