You are on page 1of 15

ASKEP GANGGUAN

KONSEP DIRI :HARGA
DIRI RENDAH
OLEH:
AGUS NOVIANTO
DYAH NOVITA SARI
LUTFI HUSNIA
NURMA FAHILDA
PUTHU AGUS

.

1998). .adanya perasaan kehilangan kepercayaan diri.Pengertian  Harga diri rendah adalah perasaan tidak beharga.tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negative terhadap diri sendiri atau kemampuan diri.merasa gagal karena tidak mampu mencapai keinginan sesuai ideal diri (keliat.

Proses terjadinya harga diri rendah .

.

.

Rentang respon  Respon adaptif maladaptif respons Aktualisasi konsep diri harga diri kekacauan deprsonal Diri positif rendah identitas .

Pohon masalah   Resiko tingi perilaku kekerasan Perubahan persepsi sensori:halusinasi   Isolasi sosial Harga diri rendah kronis  Koping individu tak efektif  Trauma tumbuh kembang .

isolasi sosial 4.Masalah keperawatan      1. harga diri rendah kronis 2. koping individu tidak efektif 3.resiko tinggi perilaku kekerasan . perubahan persepsi sensori:halusinasi 5.

mengurung diri. Kakak-kakak klien dalah seorang dosen dan sarjana hukum sedang ayah klien adalah seorang pengusaha sukses. kusut (seperti tidak pernah disisir). Klien merasa minder dan jarang berbaur dengan keluarga karena kakak-kakak klien sukses dalam pendidikan. Klien tidak mau mandi jika tidak disuruh. kuku panjang dan hitam/kotor. Klien merasa putus asa karena mengingat dirinya tidak lulus SMA dan hanya dia satu-satunya siswa yang tidak lulus di sekolahnya. Klien mengatakan malas mandi dan mandi kalau perlu saja. Klien berbicara sangat pelan dan sesekali terisak. Sudah dua kali ini klien dirawat dengan alasan yang sama. masuk RSJ dengan alasan sering menangis. tidak berguna dan berharga sebagai anak. Sehabis mandi masih tampak kotor. kulit banyak daki dan kering. gelisah tidak bisa tidur dan suka berkata bahwa dirinya tidak berguna dan tidak berharga karena tidak bisa membanggakan orang tuanya. rambut kotor. klien tidak berani menatap mata perawat dan selalu menunduk saat diajak berbicara. Sejak saat itu pula klien juga diputus oleh pasangannya sehingga membuat klien merasa semakin tidak berharga dan tidak ada yang membutuhkan dirinya.n .Gambaran Kasus Klien T 19 tahun. sering berbicara sendiri dengan menganggap bahwa dirinya orang tebodoh. Penyebab klien menangis adalah setiap klien melihat anak berseragam sekolah. Saat klien bercerita mengenai permasalahannya. ayah klien sering menegurnya dengar keras dan memarahinya sehingga klien mengurung dirinya di kamar. Menurut keluarga (ibu dan kakak-kakaknya) klien sangat sensitif dan sering bicara sendiri meminta maaf karena dia merasa bersalah. Klien tampak kotor. Klien sering menangis dan jika sedang menangis. gigi kotor dan kuning.

Faktor precipitasi  Ditegur dengan keras dan dimarahi ayah saat klien menangis.  Kakak-kakak klien dalah seorang dosen dan sarjana hukum sedang ayah klien adalah seorang pengusaha sukses. .Penilaian sekunder  Dari sisi pendidikan klien adalah anak yang bisa dibilang gagal diantara saudaranya karena kakaknya seorang dosen dan sarjana hukum sedang dirinya tidak lulus sekolah. terbukti dengan ayah klien selalu memarahi klien saat klien menangis. 3. bahkan mengurung diri di kamar.pengkajian 1.  Dari sisi dukungan sosial yang dimiliki klien sangat rendah.  Motivasi dalam ddiri klien sangat rendah karena klien sudah tidak memperdulikan diri dan penampilannya sehari-hari. Saat klien dimarahi ayahnya. stressor yang mempengaruhi keadaan klien saat ini sangat berarti untuk klien. menyalahkann diri sendiri dan menangis. 4. menangis. Penilaian primer  Menurut kelompok kami. 5 . klien langsung mengurung diri di kamar. Hal ini dibuktikan dengan klien yang tidak mau mandi jika tidak disuruh dan personal hygiene klien sangat buruk. Mekanisme koping  Mekanisme koping yang digunakan klien yaitu maladaptif dengan berkali-kali meminta maaf. Kareana semua stressor tersebut membuat keadaan klien terganggu yang ditandai dengan klien menjadi sangat sensitif. Mekanisme ini tidak menyelesaikan masalah melainkan menghindar dan melampiaskannya. Faktor predisposisi  Klien adalah satu-satunya siswa di sekolahnya yang tidak lulus ujian akhir SMA  Klien diputus pacar 2.

kusut.gigi kotor dan kuning kuku Def.ayah klien juga seorang pengusaha sukses DO:saat di tanya klien tidak berani menatap mata perawat dan selalu menunduk.n etiologi o Analisa data problem 1 DS:klien merasa minder karena dia tidak lulus SMA sedang .perawatan .keluarga t efektif 7 DO:klien sudah 2 kali di rawat denagn alasan yang sama Regimen tak efektif 8 DO:klien tampak kotor.gaya bicara sangat pelan Harga diri rendah 2 DS:klien sering mengurung diri di kamar &tidak suka berbaur dengan keluarga Isolasi sosial 3 DS:klien gelisah dan tidak bisa tidur Gangguan istirahat tidur 4 DS:klien sangat sensitiv dan sering menangis Respons pasca truma 5 DS:klien tambah menangis saat ditegur dan pergi mengurung diri di kamar Koping individ tak efektif 6 DS:ayah klien menegur klien dengan keras dan memarahi klien saat menangis Kop. kakak klien seorang dosen dan sarjana hukum.

Pohon masalah Isolasi sosial Harga diri rendah Gangguan tidur Koping individu tak efektif Def perawatan diri Respons pasca trauma Koping keluarga tak efektif .

Diagnosa keperawatan         Harga diri rendah Isolasi sosial Istirahat tidur Respon pasca trauma Koping individu tak efektif Koping keluarga tak efektif Regimen tak efektif Defisitperawatan diri .

 Pelaksanaan tindakan keperawatan .