You are on page 1of 32

Aplikasih Nuklir di Bidang Kesehatan

1. Pendahuluan
Asal-mula fisika nuklir terikat pada fisika atom, teori relativitas, dan teori kuantum dalam
permulaan abad kedua-puluh. Kemajuan awal utama meliputi penemuan radioaktivitas
(1898), penemuan inti atom dengan menginterpretasikan hasil hamburan partikel alfa (1911),
identifikasi isotop dan isobar (1911), pemantapan hukum-hukum pergeseran yang
mengendalikan perubahan-perubahan dalam nomor atom yang menyertai peluruhan
radioaktivitas (1913), produksi transmutasi nuklir karena penembakan dengan partikel alfa
(1919) dan oleh partikel-partikel yang dipercepat secara artifisial (1932), formulasi teori
peluruhan beta (1933), produksi inti-inti radioaktif oleh partikel-partikel yang dipercepat
(1934), dan penemuan fissi nuklir (1938). Fisika nuklir ialah unik pada tingkat dimana ia
menghadirkan banyak topik terapan dan paling fundamental. Instrumentasi-intrumentasinya
telah memiliki kegunaan yang banyak di seluruh sains, teknologi, dan kedokteran; rekayasa
nuklir dan kedokteran nuklir adalah dua bidang spesialisasi terapan yang sangat penting.
Aplikasi teknik nuklir, baik aplikasi radiasi maupun radioisotop, sangat dirasakan manfaatnya
sejak program penggunaan tenaga atom untuk maksud damai dilancarkan pada tahun 1953.
Dewasa ini penggunaannya di bidang kedokteran sangat luas, sejalan dengan pesatnya
perkembangan bioteknologi, serta didukung pula oleh perkembangan instrumentasi nuklir
dan produksi radioisotop umur pendek yang lebih menguntungkan ditinjau dari segi medik.
Energi radiasi yang dipancarkan oleh suatu sumber radiasi, dapat menyebabkan peruba.hari
fisis, kimia dan biologi pada materi yang dilaluinya. Perubahan yang terjadi dapat
dikendalikan dengan jalan memilih jenis radiasi (α, β, γ atau neutron) serta mengatur dosis
terserap, sesuai dengan efek yang ingin dicapai. Berdasarkan sifat tersebut, radiasi dapat
digunakan untuk penyinaran langsung seperti antara lain pada radioterapi, dan sterilisasi.
Selain itu, radiasi yang dipancarkan oleh suatu radioisotop, lokasi dan distribusinya dapat
dideteksi dari luar tubuh secara tepat, serta aktivitasnya dapat diukur secara akurat; sehingga
penggunaan radioisotop sebagai tracer atau perunut, sangat bermanfaat dalam studi
metabolisme, serta teknik pelacakan dan penatahan berbagai organ tubuh, tanpa harus
melakukan pembedahan.
2. Kedokteran Nuklir
Ilmu Kedokteran Nuklir adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi
terbuka berasal dari disintegrasi inti radionuklida buatan, untuk mempelajari perubahan
fisiologi, anatomi dan biokimia, sehingga dapat digunakan untuk tujuan diagnostik, terapi dan
penelitian kedokteran. Pada kedokteran Nuklir, radioisotop dapat dimasukkan ke dalam tubuh
pasien (studi invivo) maupun hanya direaksikan saja dengan bahan biologis antara lain darah,
cairan lambung, urine da sebagainya, yang diambil dari tubuh pasien yang lebih dikenal
sebagai studi in-vitro (dalam gelas percobaan).
Pemeriksaan kedokteran nuklir banyak membantu dalam menunjang diagnosis berbagai
penyakitseperti penyakit jantung koroner, penyakit kelenjar gondok, gangguan fungsi ginjal,
menentukan tahapan penyakit kanker dengan mendeteksi penyebarannya pada tulang,
mendeteksi pendarahan pada saluran pencernaan makanan dan menentukan lokasinya, serta
masih banyak lagi yang dapat diperoleh dari diagnosis dengan penerapan teknologi nuklir
yang pada saat ini berkembang pesat.
Disamping membantu penetapan diagnosis, kedokteran nuklir juga berperanan dalam terapiterapi penyakit tertentu, misalnya kanker kelenjar gondok, hiperfungsi kelenjar gondok yang
membandel terhadap pemberian obat-obatan non radiasi, keganasan sel darah merah,
inflamasi (peradangan)sendi yang sulit dikendalikan dengan menggunakan terapi obat-obatan
biasa. Bila untuk keperluan diagnosis, radioisotop diberikan dalam dosis yang sangat kecil,
maka dalam terapi radioisotop sengaja diberikan dalam dosis yang besar terutama dalam

pengobatan terhadap jaringan kanker dengan tujuan untuk melenyapkan sel-sel yang
menyusun jaringan kanker itu.
Di Indonesia, kedokteran nuklir diperkenalkan pada akhir tahun 1960an, yaitu setelah reaktor
atom Indonesia yang pertama mulai dioperasikan di Bandung. Beberapa tenaga ahli Indonesia
dibantu oleh tenaga ahli dari luar negeri merintis pendirian suatu unit kedokteran nuklir di
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Nuklir di Bandung. Unit ini merupakan cikal
bakal Unit Kedokteran Nuklir RSU Hasan Sadikin, Fakultas Kedokteran Universitas
Padjadjaran. Menyusul kemudian unit-unit berikutnya di Jakarta (RSCM, RSPP, RS Gatot
Subroto) dan di Surabaya (RS Sutomo). Pada tahun 1980-an didirikan unit-unit kedokteran
nuklir berikutnya di RS sardjito (Yogyakarta) RS Kariadi (Semarang), RS Jantung harapan
Kita (Jakarta) dan RS Fatmawati (Jakarta). Dewasa ini di Indonesia terdapat 15 rumah sakit
yang melakukan pelayanan kedokteran nuklir dengan menggunakan kamera gamma, di
samping masih terdapat 2 buah rumah sakit lagi yang hanya mengoperasikan alat penatah
ginjal yang lebih dikenal dengan nama Renograf.
Radioisotop dan Teleterapi
Henry Bacquerel penemu radioaktivitas telah membuka cakrawala nuklir untuk kesehatan.
Kalau Wilhelm Rontgen, menemukan sinar-x ketika gambar jari dan cincin istrinya ada pada
film. Maka Marie Currie mendapatkan hadiah Nobel atas penemuannya Radium dan
Polonium dan dengan itu pulalah sampai dengan 1960-an Radium telah digunakan untuk
kesehatan hampir mencapai 1000 Ci. Tentunya ini sebuah jumlah yang cukup besar untuk
kondisi saat itu. Masyarakat kedokteran menggunakan radioisotop Radium ini untuk
pengobatan kanker, dan dikenal dengan Brakiterapi. Meskipun kemudian banyak ditemukan
radiosiotop yang lebih menjanjikan untuk brakiterapi, sehingga Radium sudah tidak
direkomendasikan lagi
Selain untuk Brakiterapi, radisotop Cs-137 dan Co-60 juga dimanfaatkan untuk Teleterapi,
meskipun belakangan ini teleterapi dengan menggunakan radioisotop Cs-137 sudah tidak
direkomendasikan lagi untuk digunakan. Meskipun pada dekade belakangan ini jumlah
pesawat teleterapi Co-60 mulai menurun digantikan dengan akselerator medik . Radioisotop
tersebut selain digunakan untuk brakiterapi dan teleterapi, saat ini juga telah banyak
digunakan untuk keperluan Gamma Knife, sebagai suatu cara lain pengobatan kanker yang
berlokasi di kepala.
Teleterapi adalah perlakuan radiasi dengan sumber radiasi tidak secara langsung berhubungan
dengan tumor. Sumber radiasi pemancar gamma seperti Co-60 pemakaiannya cukup luas,
karena tidak memerlukan pengamatan yang rumit dan hampir merupakan pemancar gamma
yang ideal. Sumber ini banyak digunakan dalam pengobatan kanker/tumor, dengan jalan
penyinaran tumor secara langsung dengan dosis yang dapat mematikan sel tumor, yang
disebut dosis letal. Kerusakan terjadi karena proses eksitasi dan ionisasi atom atau molekul.
Pada teleterapi, penetapan dosis radiasi sangat penting, dapat berarti antara hidup dan mati.
Masalah dosimetri ini ditangani secara sangat ketat di bawah pengawasan Badan
Internasional WHO dan IAEA bekerjasama dengan laboratorium-laboratorium standar
nasional.
Orang pertama yang menggunakan radioisotop nuklir sebagai tracer (perunut) pada 1913-an
adalah GC Havesy, dan dengan tulisannya dalam Journal of Nuclear Medicine, Havesy
menerima hadiah Nobel Kimia 1943. Prinsip yang ditemukan Havesy inilah yang kemudian
dimanfaatkan dalam Kedokteran Nuklir, baik untuk diagnosa maupun terapi. Radioisotop
untuk diagnosa penyakit memanfaatkan instrumen yang disebut dengan Pesawat Gamma
Kamera atau SPECT (Single Photon Emission Computed Thomography). Sedangkan aplikasi
untuk terapi sumber radioisotop terbuka ini seringkali para pakar menyebutnya sebagai
Endoradioterapi.
Rutherford dan Teknologi Pemercepat Radioisotop

Penemuan Rutherford memberikan jalan pada munculnya teknologi pemercepat radioisotop,
sehingga J Lawrence dapat menggunakan Siklotron Berkeley dapat memproduksi P-32, yang
merupakan radioisotop artifisial pertama yang digunakan untuk pengobatan leukimia. Sekitar
1939, I-128 diproduksi pertama kalinya dengan menggunakan Siklotron, namun dengan
keterbatasan pendeknya waktu paro, maka I-131 dengan waktu paro 8 hari diproduksi.
Perkembangan teknologi Siklotron untuk kesehatan menjadi penting setelah beberapa
produksi radioisotop dengan waktu paro pendek mulai dimanfaatkan dan sebagai dasar utama
PET (Positron Emission Tomography).
Radioisotop selain diproduksi dengan pemercepat, juga dapat diproduksi dengan reaktor
nuklir. Majalah Science telah mengumumkan bahwa reaktor nuklir penghasil radioisotop
pada 1946, dan menurut Baker sampai sekitar 1966 ada 11 reaktor nuklir di Amerika Serikat
memproduksi radiosisotop untuk melayani kesehatan. Perkembangan teknologi reaktor juga
saat ini dimanfaatkan untuk produksi secara in-situ aktivasi Boron untuk pengobatan penyakit
maligna dan biasanya dikenal dengan BNCT (Boron Netron Capture Therapy ). Meskipun
saat ini banyak juga berkembang BNCT dengan metode akselerator.
Generator radioisotop-pun saat ini juga berperan besar dalam memproduksi radioisotop untuk
kesehatan, terutama kedokteran nuklir. Produksi, pengembangan dan pemanfaatan generator
Mo-99/Tc-99m merupakan dampak positif dalam aplikasi nuklir untuk kesehatan dan
farmasi. Dengan generator ini masalah-masalah faktor produksi ulang, waktu, dan jarak
terhadap tempat yang memproduksi radioisotop, selain juga mengurangi dosis yang diterima
oleh pasien.
3. Teknik Pengaktivan Neutron
Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama
untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil
(Co,Cr,F,Fe,Mn,Se,Si,V,Zn dsb) sehingga sulit ditentukan dengan metoda konvensional.
Kelebihan teknik ini terletak pada sifatnya yang tidak merusak dan kepekaannya sangat
tinggi. Di sini contoh bahan biologik yang akan idperiksa ditembaki dengan neutron.
4. Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer
Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma
atau sinar-x. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-x yang diserap oleh tulang
yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang. Perhitungan
dilakukan oleh komputer yang dipasang pada alat bone densitometer tersebut. Teknik ini
bermanfaat untuk membantu mendiagnosiskekeroposan tulang (osteoporosis) yang sering
menyerang wanita pada usia menopause (matihaid) sehingga menyebabkan tulang muda
patah.
5. Three Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt)
Terapi Radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit radiasi
telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker. Perkembangan teknik elektronika maju
dan peralatan komputer canggih dalam dua dekade ini telah membawa perkembangan pesat
dalam teknologi radioterapi. Dengan menggunakan pesawat pemercepat partikel generasi
terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan sangat presisi dan
tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya yang sangat selektif untuk
membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi, memformulasikan serta
memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target. Dengan memanfaatkan
teknologi 3D-CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metoda pembedahan dengan
menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife). Dengan teknik ini
kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah konvensional menjadi
dapat diatasi dengan baik oleh pisau gamma ini, bahkan tanpa perlu membuka kulit pasien
dan yang terpenting tanpa merusak jaringan di luar target.
6. Sterilisasi Alat Kedokteran

diharapkan bahwa harapan hidup yang lebih nyaman dan panjang bagi mereka yang terkena penyakit dapat tercapai. Banyak di antaranya yang tidak tahan terhadap panas.. 1995 www. Fisikanet. Dengan kemajuan iptek di bidang instrumentasi nuklir. Daftar pustaka WS. dengan sinar gamma dan Co-60 yang dapat memberikan hasil yang memuaskan. Satu-satunya jalan adalah sterilisasi dengan radiasi. Jakarta . kemudahan. Grup PT Kalbe Farma. juga disterilkan dengan radiasi. bioteknologi dan produksi isotop umur pendek yang menguntungkan ditinjau dan segi medik dan pendeteksian/pengukuran. Penutup Dapat dikemukakan bahwa teknik nuklir sangat berperan dalam penanggulangan berbagai masalah kesehatan manusia. Demikian pula sterilisasi dengan gas etilen oksida atau bahan kimia lain dapat menimbulkan residu yang membahayakan kesehatan. bersih dan praktis. Cermin Dunia Kedokteran. dengan teknik nuklirdapatterpecahkan. Banyak masalah yang sebelumnya dengan metode konvensional tidak terpecahkan. Sterilisasi dengan cara tersebut sangat efektif. 7. Untuk transpiantasi jaringan biologi seperti tulang dan urat. serta biayanya sangat murah. Infonuklir.Alat/bahan yang digunakan di bidang kedokteran pada umumnya harus steril. Yang terpenting adalah kemajuankemajuan baik di bidang diagnosis maupun terapi haruslah ditujukan untuk keselamatan. serta amnion chorion untuk luka bakar.com ( diakses 22 Mei 2008 ) www. kesembuhan dan kenyamanan pasien. Sriwidodo.com ( diakses 22 Mei 2008 ) . sehingga tidak bisa disterilkan dengan uap air panas atau dipanaskan.

Pada umumnya diinginkan untuk tinggal sebesar 5 rad pada organ target setelah proses diagnosis 3. 4. radioisotop yang masuk kedalam tubuh. Kedua cara tersebut dinamakan teknik in vivo dan in vitro. Sistem instrumentasi yang digunakan haruslah memiliki unjuk kerja yang bagus meliputi low noise. atau dicampurkan ke cairan organ tubuh yang diambil keluar tubuh (secara eksternal).1 Latar belakang Kedokteran Nuklir Kedokteran Nuklir didefinisikan sebagai suatu praktek yang menjadikan pasien mengandung radioaktif untuk keperluan diagnosis dan terapi. atau cairan tadi dimonitor dari luar dengan peralatan yang disebut instrumentasi kedokteran nuklir.BAB I PENDAHULUAN 1 . Ada 2 jenis instrumentasi nuklir yakni keperluan diagnosis dan keperluan terapi. sensitivitas yang tinggi. linear. ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu 1. selain itu harus digunakan detector yang memiliki respon tinggi pulsa yang berbanding lurus terhadap energi radionuklida yang dideteksi. Dalam pemeriksaan kedokteran nuklir. Dalam kasus ini. Bahan radioaktif yang biasa disebut radionuklida atau radiofarmaka diinjeksikan kedalam tubuh pasien (secara internal). Untuk kepentingan diagnosis.Umur paroh bahan nuklida radioaktif yang digunakan berkisar antara beberapa menit hingga mingguan. akurasi tinggi.Perangkat instrumentasi nuklir haruslah bisa melakukan diskriminasi dan memilih informasi yang hanya berasal dari radiasi gamma primer. Pada radionuklida tertentu pancaran yang dideteksi adalah sinar X dalam energy antara 50 – 300 keV 2. kamera gamma dapat digolongkan sebagai instrumentasi nuklir jenis yang pertama. respon energi linear.Foton (gelombang elektromagnetik) muncul dari elektron energi tinggi dengan positron yang kemudian menimbulkan peristiwa annihilasi dan menghasilkan sinar gamma yang dapat dideteksi dengan alat dari luar. bandwidth lebar Radiofarmaka .

untuk pemeriksaan jantung. 4. Keuntungan lain ialah mudah berikatan dengan antibodi. 2. Radionuklida 1123 juga banyak dipilih untuki magi ng Merupakan pemancar gamma dengan umur paruh 13 jam. Beberapa contoh penggunaannya adalah sebagai berikut: 1) Tc99m sulfur koloid.2 Batasan Masalah Ruang lingkup pada pembuatan makalah ini dibatasi pada aplikasi Kamera Gamma dalam bidang kedokteran nuklir serta jenis jenis kamera gamma lain yang dijelaskan secara singkat. karena ditunjang oleh beberapa kelebihan sifat inti radionuklida tersebut yakni : pemancar gamma murni dan tunggal. sehingga sangat baik untuk menanda antibodi pada pelacakan kanker. 1. untuk pemeriksaan otak. Mengetahui Parameter – parameter yang mempengaruhi kerja dari kamera gamma. Penggunaannya berkembang pesat sejak tahun 1961. hati dan limpa. Mempelajari prinsip kerja Kamera Gamma. 2) Tc99m diethylenetriamine pentaacetic acid (DTPA). Imaging dengan kamera gamma cukup jelas karena energi gamma yang dipancarkan optimal yaitu 159 keV. 3) Tc99m sodium tripoliphospate (STPP). yaitu 6 jam. untuk penatahan tulang. energinya memadai untuk deteksi (140 keV) dan umur paruhnya pendek.Radiofarmaka yang banyak digunakan adalah Tc99m.1 SEJARAH KAMERA GAMMA Peralatan Kamera Gamma merupakan alat diagnostik medik yang dapat menghasilkan citra anatomi dan fungsi organ dengan cara mendeteksi berkas radiasi dari radioisotop yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien. Rancangan dasar dari kebanyakan . Mengetahui jenis – jenis kamera gamma yang umum digunakan.3 Tujuan1. I. sehingga sangat cocok untuk studi dalam waktu yang tidak terlalu pendek. BAB II PEMBAHASAN 2.Mengetahui Blok diagram Kamera Gamma 3.

Bagian deteksi terdiri dari detektor Kristal sintilator NaI(Tl). Dan oleh karena itu seringkali disebut dengan kamera anger. bagian ini mengolah sinyal masukan menjadi suatu citra obyek.[1]. Y dan Z. Blok diagram Kamera Gamma diperlihatkan dalam Gambar 1. 2.2 PRINSIP KERJA Blok Diagram Peralatan Kamera Gamma terdiri dari 3 bagian utama yaitu bagian deteksi. Bagian pencitraan terdiri dari modul antar muka dan perangkat lunak akuisisi dalam komputer. Sebelum itu sistem pencacahan konvesional mulai dikembangkan oleh Copeland dan Benjamin tahun 1949. seorang fisikawan amerika pada tahun 1957. penguat awal dan bagian pengolah sinyal. bagian pencitraan dan bagian mekanik. . Sedang bagian mekanik terdiri dari beberapa sistem mekanik beserta kontrol penggerak mekanik. dari bagian ini dihasilkan sinyal berbobot posisi X.kamera gamma yang digunakan saat ini dikembangkan oleh Hal Anger.

sehingga pulsa yang sesuai dengan bobot energi isotop saja yang dilewatkan. oleh teknik logika pulsa ini dibentuk menjadi sinyal Z. Sinyal X. Selain itu. selanjutnya citra organ ini dilakukan analisis menggunakan studi pasien. pengolahan data citra. pulsa keluaran detektor juga dicek kebenarannya sebagai bobot energi oleh penganalisis tinggi pulsa (Single Chanel Analyzer). Y dan Z yang dihasilkan.3 DASAR – DASAR KAMERA GAMMA . 2. penyimpanan file. kemudian pasien ditempatkan pada meja pasien.diumpankan ke bagian masukan modul antarmuka pencitraan untuk diubah menjadi sinyal digital agar dapat dipahami oleh perangkat lunak akuisisi pada komputer. Detektor akan mendeteksi zarah radiasi yang dipancarkan oleh isotop yang terakumulasi dalam organ pasien. oleh bagian pengolah sinyal pulsa tersebut dibobotkan kedalam bentuk sinyal posisi berdimensi X dan Y. Pulsapulsa listrik yang dihasilkan oleh detektor akan dikuatkan oleh rangkaian penguat awal. pelaporan dan pengiriman file kepada dokter maupun bagian lain untuk penanganan lebih lanjut. Hasil perekaman data akan dicitrakan oleh perangkat lunak akuisisiM edi cvi ew menjadi citra organ pasien.Pemakaian alat untuk pemeriksaan pasien secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut. detektor diarahkan kebagian organ yang diperiksa. Mulamula pasien dilakukan penanganan klinis sesuai dengan kasus yang dideritanya.

Sistem kamera sintilasi menentukan sebuah lokasi di tiap peristiwa sintilasi dan cahaya yang baik pada posisi yang bersesuaian dari tabung sinar katoda. Sedangkanshie ld timbal menjamin hanya sinar gamma yang datang dari tubuh pasien saja yang dideteksi. Jumlah sinar gamma yang diterima oleh beberapa daerah kristal secara langsung sebanding dengan jumlah nuklida yang ditempatkan dibawah organ.Sinar gamma dipancarkan oleh sebuah nuklida melewati sebuahc oll imator untuk menghasilkan kilatan citra didalam sebuah cakram detector yang dibentuk oleh kristalSodium Iodide. Gambar yang dihasilkan masih memiliki akurasi dan karakteristik yang belum bagus.1 menunjukan bentuk dari citra dalam kristal kamera dengan sintilasi yang dihasilkan dari penyerapan sinar gamma. Karena sinar gamma memancar ke segala arah. Sinar gamma yang dipancarkan dari tubuh pasien ditangkap oleh kristalkristal sintilasi berdiameter besar (NaI(Tl)) setelah melalui suatu kolimator. maka hanya persentase kecil (biasanya 0.01%) dari sinar yang dipancarkan oleh organ tersebut yang mampu dideteksi dan mampu membentuk citra. Pulsa pancaran cahaya tersebut kemudian dideteksi dan dikuatkan oleh setiap PMT sepanjang permukaan belakang kristal. Guna kolimator adalah untuk memberikan penajaman pada citra karena hanya melewatkan sinar gamma yang searah dengan orientasi lubang kolimator dan menahan gamma hamburan. dimana tabung dengan jarak terjauh menerima cahaya . Gambar 9. Collimator terdiri dari sejumlah besar timbal dengan beberapa lubang paralel yang memiliki tampang lintang yang sama. Ini memerlukan pemrosesan sinyal lanjut yang mampu memperbaiki distorsi yang terjadi pada citra sehingga dihasilkan citra kualitas yang bagus. Ketika suatu photon gamma berinteraksi dengan kristal sodium iodida yang diaktivasi oleh Thallium (NaI(Tl)) maka dihasilkan pulsa pancaran cahaya (fluorescent light) pada titik interaksi yang intensitasnya sebanding dengan energi sinar gamma.

Karakteristik optik dari pipa cahaya tersebut memiliki pengaruh yang sangat penting dalam resolusi kamera dan keseragaman medan. Y+.18) ada pulsa dengan cacah sama dengan N. Posisi dari kilatan cahaya ditentukan dengan melihat bagian belakang kristal yang terdiri dari Photomultiplier tubes (PMT). Lintang sinyal diset pada level ambang sebagai umpan pada summing ampllifiers yang merubah sinyal tersebut menjadi empat posisi koordinat sinyal yakni X+ . Akuisisi citra static pada kamera gamma analog digambarkan sebagai berikut : misalkan pada koordinat X.18 pada kristal maka hasil cacahnya diakuisisi di lokasi yang sesuai pada layar display. Bilangan desimal 45 dan 18 dikonversikan ke bilangan digital sehingga posisinya dapat dipastikan pada system video display dan apabila terjadi pulsa – pulsa diposisi koordinat 48.2. X. Sinyal keluaran preamplifier adalah tegangan yang memiliki tinggi pulsa yang sebanding dengan arus dari PMT dan energy radioaktif yang masuk ke detektor. Kamera gamma komersial menggunakan 37 PMT yang disusun sedemikian rupa seperti ditunjukkan pada gambar 9.lebih kecil dari pada tabung yang terdekat Efisiensi kristal ini untuk mendeteksi sinar gamma dari xenon 133 (81 keV) dan technetium 99m (140 keV) adalah mendekati 90%.±Y) sehingga citra organ yang ditampilkan pada layar benar – benar replica dari organ asal. Y dan sinyal energi total ZT juga dibuat untuk menormalisasi sinyal – sinyal tampilan (±X . Pulsa arus keluaran dari tiap – tiap PMT diterapkan ke masukan tiap – tiap preamplifier yang memperkuat dan membentuk pulsa sebelum dikirim untuk pemrosesan lebih lanjut. Sinyal koordinat X dan Y dapat langsung dikirim ke . Sebuah pipa cahaya transparan disediakan untuk optical coupling PMT ke kristal.Y (45. artinya hanya 10% dari foton gamma yang melalui kristal yang tidak menghasilkan suatu pulsa cahaya. Sinyal – sinyal tersebut dilewatkan pada rangkaian ADC.

Pulsa arus keluaran dari tiap – tiap PMT diterapkan ke masukan tiap – tiap preamplifier yang memperkuat dan membentuk pulsa sebelum dikirim untuk pemrosesan lebih lanjut. Titik cahaya dapat dimunculkan pada layar monitor hanya apabila pulsa energinya ada pada daerah jendela yang diatur sebelumnya (preset window) dari PHA dengan koordinat titik cahaya ditentukan oleh sumbu X dan Y. sedangkan sinyal Z diolah oleh penganalisis tinggi pulsa (PHA).peralatan penampil gambar atau direkam oleh komputer. Karakteristik optik dari pipa cahaya tersebut memiliki pengaruh yang sangat penting dalam resolusi kamera dan keseragaman medan. Sinyal keluaran preamplifier adalah tegangan yang memiliki tinggi pulsa yang sebanding dengan arus dari PMT dan energy radioaktif yang masuk ke . Sebuah pipa cahaya transparan disediakan untuk optical coupling PMT ke kristal.

Y (45.±Y) sehingga citra organ yang ditampilkan pada layar benar – benar replica dari organ asal. Sinyal – sinyal tersebut dilewatkan pada rangkaian ADC. Y dan sinyal energi total ZT juga dibuat untuk menormalisasi sinyal – sinyal tampilan (±X . Y+. . Lintang sinyal diset pada level ambang sebagai umpan pada summing ampllifiers yang merubah sinyal tersebut menjadi empat posisi koordinat sinyal yakni X+ . X.detektor. Titik cahaya dapat dimunculkan pada layar monitor hanya apabila pulsa energinya ada pada daerah jendela yang diatur sebelumnya (preset window) dari PHA dengan koordinat titik cahaya ditentukan oleh sumbu X dan Y. sedangkan sinyal Z diolah oleh penganalisis tinggi pulsa (PHA). Sinyal koordinat X dan Y dapat langsung dikirim ke peralatan penampil gambar atau direkam oleh komputer. Bilangan desimal 45 dan 18 dikonversikan ke bilangan digital sehingga posisinya dapat dipastikan pada system video display dan apabila terjadi pulsa – pulsa diposisi koordinat 48.18) ada pulsa dengan cacah sama dengan N.18 pada kristal maka hasil cacahnya diakuisisi di lokasi yang sesuai pada layar display. Akuisisi citra static pada kamera gamma analog digambarkan sebagai berikut : misalkan pada koordinat X.

.

Terlebih dahulu diolah dan dikoreksi. Untuk itu sinyal – sinyal X.4 SISTEM KOMPUTER KAMERA GAMMA Didalam kamera gamma proses pembuatan citra juga dilakukan secara komputerisasi. dan penampilan data ( display ) ANTARMUKA KOMPUTER Seperti yang telah didiskusikan sebelumnya. penyimpanan data. 3 pulsa didapat dari interaksi foton gamma di kamera gamma. Antarmuka terdiri dari dua ADC yang mampu mengkonversikan dengan cepat pulsa analog ke bentuk digital untuk mengurangi waktu mati sehingga mampu meminimalisasi distorsi citra pada laju cacah tinggi. Sebelumnya sinyal – sinyal analog dikonversikan ke digital menggunakan rangkaian ADC. kalkulasi data. akusisi data. Dengan integrasi sistem komputer ke dalam kamera gamma maka computer juga dapat dimanfaatkan sebagai sistem pengendalian proses (otomatis). Pada umumnya digunakan ADC 810 bit untuk membangkitkan citra pada elemen matriks dengan kemampuan 256 x 256 piksel. . Untuk itu sebeum sinyal – sinyal (digital) dimasukkan ke dalam Sistem Komputer. Selanjutnya untuk normalisasi sinyal – sinyal X dan Y dilakukan dengan menggunakan pulsa pengendali energi Z. Pulsa X dan Y tergantung pada lokasi interaksi dan pulsa Zph yang sebanding dengan energi total yang terkumpul di kristal. Dengan pemakaian kolimator untuk mengarahkan foton gamma perlu dilakukan koreksi spasial dan koreksi energi (oleh adanyas cat ter ing bahan kolimator dan resolusi). sekuensial pemrosesan data. Sinyal Z digunakan untuk mengendalikan transmisi sinyal – sinyal tersebut ke komputer. Y dan Z dilewatkan pada rangkaian Spatial Linearity Correctionda n Energy Correction Logic.2.

keseragaman medan dan resolusi spasial. Kepekaan Kristal kamera gamma terhadap energy sinar gamma ditunjukkan dalam gambar 9.resolvi ng time. dan lebar jendela penganalisa tinggi pulsa. Kebanyakan kamera gamma yang menggunakan Kristal mempunyai ketebalan sekitar 9. Sensitifitas atau efisiensi kamera mendeteksi foton radiasi adalah parameter yang menunjukkan kemampuan kamera mendeteksi radiasi gamma untuk berbagai jenis kolimator yang dinyatakan dalam satuan cpm/µCi.2. Sensitifitas. radionuklida yang menghasilkan sinar gamma dibawah 300 keV lebih banyak digunakan karena kamera gamma memiliki efisiensi cacah yang lebih tinggi dalam rentang ini. mempunyai pengaruh yang signifikan pada efisiensi dan resolusi spasial. Untuk laju cacah yang diinginkan maka dapat digunakan sumber radionuklida yang memiliki energi yang lebih besar dan jumlah radioaktivitas yang lebih besar untuk diterapkan kepada pasien.5 sensitifitas kamera gamma dipengaruhi oleh beberapa faktor. Resolving Time . efisiensi Kristal. Namun untuk meminimalisir dosis radiasi.yaitu : • Resolusi sistem kamera • Performance Kristal NaI(Tl) • Jenis kolimator yang digunakan. Kolimator kamera.6 KENDALI MUTU KAMERA GAMMA Unjuk kerja kamera gamma secara umum dinilai dari sensitivitas sistemnya. Bagian dari foton interaksi yang diserap berbanding terbalik dengan respon energi foton (atau efisiensi Kristal). Kepekaan bergantung pada efisiensi geometris dari kolimator. Sensitifitas kamera yang diatur dengan menghitung efisiensi dari komponen kamera didefinisikan sebagai banyaknya cacahan per detik yang diperoleh sistem kamera gamma dari masing – masing satuan aktivitas yang diketahui.5 mm.

Suatu metoda koreksi keseragaman yang paling sederhana yaitu dengan membagi permukaan kamera kedalam kotak persegi empat kecil – kecil secara elektronik. lineritas dan kelurusan ruangf otopeak. Ketika intesitas sinar gamma meningkat maka kebolehjadian 2 foton tiba pada waktu yang samapun akan meningkat. Sedangkan Pada laju cacah yang tinggi akan menghasilkan pergeseranbasel ine yang membuat beberapa pulsa jatuh di luarwi ndow PHA sehingga pulsa tersebut diabaikan oleh sistem. cacahan yang dihitung pada tiap satuan waktu akan berbanding lurus dengan jumlah aktifitas.khususnya dengan memperhatikan faktor keseragaman medan dan karekteristik resolusi citra yang dihasilkan . maka perlu dilakukan koreksi pada energi dan ketidakseragaman aliran medan. . Keseragaman Idealnya kamera gamma memiliki keseragaman respon yang sama diseluruh permukannya. Sebuah lokasi memori pada komputer berhubungan dengan setiap kotak tersebut. Waktu mati elektronik dengan nilai tertentu akan menyebabkan hilangnya sejumlah cacahan. hal ini akan menghasilkan 2 kilatan cahaya dalam Kristal yangov erl apping sehingga diinterpretasikan oleh sistem sebagai 1 foton dengan energi yang lebih tinggi. Hal ini akan ditolak oleh penganalisa tinggi pulsa. Namun dalam kenyataanya. terkadang beberapa keseragaman sistem bervariasi berkisar antara 15% dari keseluruhan Kristal. tergantung pada factor tanggapan Kristal.Pada tingkat aktifitas yang sangat rendah. Kamera gamma akan mengalami penurunan unjuk kerja. Untuk memperoleh kualitas unjuk kerja yang baik dari sistem. Disamping hilangnya cacahan pada laju cacah input yang lebih tinggi. Distribusi cacah (seperti cacah per satuan luas) sebagai respon atas suatu perubahan secara terus menerus pada keseragaman gamma.

Resolusi Energi Resolusi energi adalah kemampuan system untuk mencegah/menolak peristiwa hamburan foton.Perbandingan antara nomor kanal FWHM dengan nomor kanal puncak dikalikan 100 merupakan persentase dari resolusi energy.Adanya penurunan tingkat resolusi energy dapat disebabkan karena kondisi Kristal sintilator. Dengan membandingkan hasil cacahan pada seluruh kotak diperoleh nilai keseragaman dari kamera secara keseluruhan. yang disebabkan oleh peletakan .Pancaran energi ini digambarkan sebagai FWHM dari puncak energy foton dan diukur dengan satuan energy. Ketika sinyal energy diumpankan pada MCA. diukur dengan menghadapkan kamera pada sinar gamma yang seragam. Jika tidak tersedia MCA dapat digunakan single chanel Analyzer dengan lebar window tertentu atau sekitar 1 persen untuk menggambarkan sebuah puncak energy.Hal ini berpengaruh pada spectrum energi puncak.keseragaman input.efisiensi pengumpulan foton dan pelipatan electron di dalam tabng PMT sendiri.MCA dapat dengan mudah mencari kanal photopeak dan dan penyebaran energy pada setengah nilai cacah puncak.Kepekaan relatif dari tiap – tiap kotak. Kesamaan Aliran medan Pegertian dari parameter ini adalah variasi atau respon system ketika Kristal sintilator terpengaruh oleh fluks radiasi gamma.Penetuan parameter ini dilakukan sebagaimana dilakuka pada system cacah konvensional.kopling optis atau perubahan penguatan PMT. Akumulasi cacahan dalam lokasi memori sebanding dengan efisiensi relatif dari masingmasing kotak. Penyebab sebaran tersebut adalah flktuasi intrinsic pancaran foton dari waktu ke waktu.

sumber yang kuat di atas permukaan detector atau dengan menirukan input yang seragam dengan sebuah sumber radioaktif kuat dengan jarak lebih besar dari 5x diameter detector. .

Resolusi Spasial Resolusi Spasial adalah kemampuan kamera untuk memproduksi citra distribusi radionuklida dari organ yang diamati secara detail. Nilai maksimum dan minimum dari CD dapat diperoleh. Untuk memperkirakan variasi cepat spasial dalam CD.digunakan sebuah parameter yang disebut kesamaan diferensial Parameter ini menyoroti kemungkinan terburuk parameter ketidaksamaan pada jarak yang pendek.Ukuran Derajat ketidaksamaan disebut sebagai Kepadatan Cacah (CD). Perkiraan atas kesamaan aliran medan dengan atau tanpa kolimator dapat digunakan untuk mengetahui cacat pada kolimator atau kerusakan pada kolimator.Persamaan DU adalah Di mana CD high dan CD low adalah kepadatan densitas rendah dan tinggi dalam daerah window.Daerah window meliputi jarak yang kecil atau sekitar 10% dalam sumbu X dan Y. CD diukur pada seluruh bagian permuakan kristal sintilator. Integral ketidaksamaan dirumuskan sebagai berikut: Semakin kecil nilai integral kesamaan menunjukkan semakin baik spesifikasi dan kualtas system.Parameter tersebut menyatakan perbedaan nilai tertinggi antara posisi yang berbeda pada window. Resolusi kamera sangat dibatasi oleh .Kesamaan diferensial menyatakan ketidaksamaan maksimum dalam jendela spasial yang sejajar dengan sumbu Y atau sumbu X detector.Test yang sama dapat juga digunakan untuk mengetahui kepekaan dalam penguatan PMT. Aliran gambar direkam dan kepadatan cacah pada lokasi yang berbeda diperhitungkan.

Resolusi kamera gamma dapat dengan mudah dilakukan dengan membuat citra suatu Bar Phantom tanpa kolimator (Resolusi intrinsic = Ri) atau dengan kolimator (Resolusi Ekstrinsik = Rc ) yang disebut Line Spread Function (LSF). tidak menghasilkan cahaya yang cukup dan oleh karena itu resolusinya menurun. maka keluaran Signal to Noise Ratio (SNR) dari PMT yang terletak jauh dari tempat sintilasi akan menjadi tinggi. resolusi sistem dapat ditingkatkan dengan menambah banyaknya tabung photomultiplier yang digunakan untuk mendeteksi cahaya yang timbul dalam kristal.Untuk membuat citra tersebut ditempatkan sumber titik di depan permukaan kamera. Foton dengan energi dibawah 70 keV. Ketika energy meningkat.Data Resolusi dipresentasikan dalam bentuk unjuk kerja bar phantom dalam bentuk FWHM pada garis line spread . peningkatan dalam photomultiplier menambah rumit sistem dan biaya operasionalnya. . Diatas energi 70 keV 250keV. resolusi meningkat secara terusmenerus. kinerja sistem akan mulai menurun lagi karena kolimasi yang buruk dan pertambahan absorbsi oleh hamburan Compton (Pada eksperimen gamma satu atau dua interaksi Compton diikuti oleh interasi fotolistrik) Secara teoritis. Maka septa (panjang lubang kolimator) harus cukup tebal. Untuk memperoleh resolusi yang baik.yang hasilnya ditunjukkan pada gambar 75. dimana terjadi peristiwa sintilasi. Namun. hamburan dan kemampuan sistem untuk menentukan secara akurat titik – titik di dalam Kristal. sehingga dihasilkan lebih sedikit lubang per unit luas untuk mengantisipasi pertambahan penetrasi septal oleh sinar gamma berenergi tinggi.karakteristik kolimator. Melebihi batas ini. Perbandingan tersebut tergantung pada jumlah cahaya yang dipancarkan oleh Kristal.proses kolimasi menjadi semakin sulit.

yaitu denngfan melihathasil citra yang diperoleh dengan menempatkan sumber radiasi di depan kamera sejauh 5x diameter detector (2.Resolusi FWHM dalam mm dihitung dari persamaan.5 – 4 meter) dan meletakkan phantom di depan detector. Salah Satu contoh adalah tekanan yang progresif dari koordinat pada peristiwa sekeliling dalam kaitan pada sudut ruang yang lebih kecil yang dicapai oleh system pengarah . Selanjutnya resolusi sistem ditentukan dengan persamaan : RS 2= R C2+ R I 2 Dimana RC = Resolusi Kolimator RI = Resolusi Intrinsik Penentuan resolusi kamera gamma secara langsung bisa juga dilakukan dengan cara praktis. hal tersebut dicitrakan pada lokasi yang salah di dalam citra akhir. Distorsi Spasial Koordinat posisi citra dihitung oleh decoder dari beberapa kejadian kesalahan acak dan kesalahan sistematik.Bagian terkecil dari gambar citra garis – garis phantom yang masih terlihat jelas pemisahannya satu dengan yang disebelahnya. Karena itu.sbb : R = FWHMmm = Jumlah kanal yang terdapat dalam FWHM x K Dimana K = Faktor kalibrasi mm/kanal Sehingga FWHM dapat ditulis : FWHMmm = (N2 – N1) x K Resolusi FWHM sistem kamera merupakan gabungan resolusi intrinsic (Ri) dan Resolusi Ekstrinsik (Rc). sementara resolusi ekstrinsik akan semakin baik dengan semakin banyaknya lubang kolimator dan semakin panjang lubang tersebut.dianggap sebagai resolusi kamera (dalam mm). Nilai resolusi intrinsic Ri akan semakin baik dengan semakin bertambahnya jumlah PMT atau dengan semakin tingginya energy foton gamma yang digunakan (sumber).

Semakin tinggi laju cacah maka respon kamera tidak lagi linier dan pada suatu nilai laju cacah yang tinggi.kamera tidak mampu lagi mencatat semua cacah yang timbul.Laju cacah dicatat untuk pemakaian sumber ke1 saja.kemudian sumber ke2 saja dan kedua sumber secara bersamaan. Ketidaklurusan mengenai ruang juga dihubungkan dengan tanggapan sudut ruang itu dari cahaya ruang dari tiap tabung dan koreksi pada penerusan cahaya yang nyata. Countrate Loss Laju cacah yang ditunjukkan oleh pembacaan kamera gamma mempunyai hubungan yang non linier terhadap intensitas atau aktifitas radiasi sumber yang datang pada detector.Untuk lebar window pada SCA sebesar 10%.Waktu mati detector adalah :2.pada laju cacah di atas 50 kcps terjadi penurunan respon.Hubungan antara laju cacah tercatat terhadap laju cacah sesungguhnya adalah sebagai berikut : Dimana : R = Laju cacah terbaca N = Laju cacah sesungguhnya = Dead Time waktu mati detector dapat ditentukan dengan melakukan pencacahan menggunakan 2 sumber radiasi yang berbeda aktivitasnya.Jika terlalu banyak kehilangan laju cacah teramati. Penyimpangan diukur dengan gambar suatu set sumer garis sejajar atau pola sejajar.7 JENISJENIS KAMERA GAMMA .Hal ini disebabkan karena adanya factor DEAD Time pada sistem detector.Oleh karena itu.foto.kamera hendaknya dioperasikan pada laju cacah di bawah 50 kcps.dapat menurunkan kualitas citra.

maka sumber kamera yang berbentuk konis dapat diangkat keatas sehingga radiasi akan keluar.5 curie untuk Ir192 atau 1 curie Cs137. Kamera Gamma model Torch Kamera tipe ini mempunyai bentuk yang sangat sederhana dan umumnya digunakan untuk meradiografi las pada jaringan pipa dan konstruksi lainnya. Kamera ini tersedia untuk aktivitas diatas 7. Pada saat kamera digunakan maka torch dikeluarkan dari dalam kamera dan kemudian diletakkan pada shielding holder yang ditempelkan pada pipa yang akan diradiografi.1. Kamera ini juga dapat digunakan untuk teknik penyinaraan panoramik. dengan mendorong sumber keluar kamera dengan bantuan sebuah graduate rod. Bila kamera akan digunakan maka silinder pemegang sumber dikeluarkan dari posisi shielding dengan memutar operating handle. Kamera tipe ini dapat ditempelkan pada pipa yang akan diradiografi dengan menggunakan rantai pengikat dan dapat diputar ke berbagai posisi yang diinginkan bila diperlukan. Posisi sumber harus berada ditengahtengah shielding bila digunakan. 2. Pada saat kamera ini digunakan. Kamera Gamma Tipe Removeable Plug Kamera tipe ini termasuk yang sederhana dan cocok untuk penyinaran yang searah. Kamera ini dapat digunakan untuk aktivitas sampai dengan 2 curie untuk sumber Co60 dan 100 curie untuk Ir192. Shielding yang terdapat pada torch berfungsi . Kamera Gamma Tipe D Kamera ini termasuk tipe shutter berputar dan cocok digunakan untuk radiografi pipapipa dengan teknik double wall single image. 3.

Pada saat kamera ini digunakan. Kamera Gamma Tipe Removeable Plug Kamera tipe ini termasuk yang sederhana dan cocok untuk penyinaran yang searah. Kamera Gamma Tipe D Kamera ini termasuk tipe shutter berputar dan cocok digunakan untuk radiografi pipapipa dengan teknik double wall single image. Kamera ini didesain untuk sumber dengan aktivitas kecil. 2. Posisi sumber harus berada ditengahtengah shielding bila digunakan. Shielding yang terdapat pada torch berfungsi sebagai pengaman atau pelindung bagi operator saat bekerja. Bila kamera akan digunakan maka silinder pemegang sumber dikeluarkan dari posisi shielding dengan memutar operating handle. Pada saat kamera digunakan maka torch dikeluarkan dari dalam kamera dan kemudian diletakkan pada shielding holder yang ditempelkan pada pipa yang akan diradiografi. Kamera Gamma model Torch Kamera tipe ini mempunyai bentuk yang sangat sederhana dan umumnya digunakan untuk meradiografi las pada jaringan pipa dan konstruksi lainnya. Kamera tipe ini dapat ditempelkan pada pipa yang akan diradiografi dengan menggunakan rantai pengikat dan dapat diputar ke berbagai posisi yang diinginkan bila diperlukan. dengan mendorong sumber keluar kamera dengan bantuan sebuah graduate rod. Kamera ini juga dapat digunakan untuk teknik penyinaraan panoramik. .5 curie untuk Ir192 atau 1 curie Cs137. Kamera ini tersedia untuk aktivitas diatas 7. Kamera model torch ini tidak direkomendasikan oleh standard internasional dan bahkan dilarng penggunaannya oleh banyak standard nasional. 3.1. maka sumber kamera yang berbentuk konis dapat diangkat keatas sehingga radiasi akan keluar. Kamera ini dapat digunakan untuk aktivitas sampai dengan 2 curie untuk sumber Co60 dan 100 curie untuk Ir192.

kamera ini sangat cocok digunakan untuk sumber dengan aktivitas yang besar. tergantung pada factor tanggapan Kristal.dimana sumber gamma yang telah diinjeksikan ke dalam organ dideteksi oleh detector sintilasi untuk kemudian diolah oleh sistem menjadi citra. Peralatan Kamera Gamma terdiri dari 3 bagian utama yaitu bagian deteksi. sehingga penggunaan kamera jenis ini lebih aman dibandingkan dengan kamera jenis lainnya.Semakin tinggi keseragaman sistem. penguat awal dan bagian pengolah sinyal. bagian pencitraan dan bagian mekanik.Unjuk kerja sistem dipengaruhi oleh : Sensitivitas sistem.Kamera Gamma RadiografiRem ote Kontrol Kamera tipe ini dapat dioperasikan dari jarak agak jauh dari posisi kamera. 5.4. Selain itu. Resolving Time.maka semakin buruk unjuk kerja sistem. 6. BAB III KESIMPULAN 1. 2. Semakin tinggi resolving time. 4. dan Distorsi Spasial. Sensitivitas kamera diatur dengan menghitung efisiensi dari komponen kamera didefinisikan sebagai banyaknya cacahan per detik yang diperoleh sistem kamera gamma dari masing – masing satuan aktivitas yang diketahui. dan dapat digunakan untuk aktivitas sampai dengan 500 curie untuk Ir192 dan Co60.Prinsip kerja kamera gamma berdasarkan interaksi gamma dengan materi. Bagian deteksi terdiri dari detektor Kristal sintilator NaI(Tl). Resolusi Energy. 3. bagian mekanik terdiri dari beberapa sistem mekanik beserta kontrol penggerak mekanik dan bagian pencitraan adalah display sistem. lineritas dan kelurusan ruangf otope ak.semakin baik unjuk kerja sistem. Keseragaman. .Resolving time dengan nilai tertentu akan menyebabkan hilangnya sejumlah cacahan.Keseragaman adalah Distribusi cacah (seperti cacah per satuan luas) sebagai respon atas suatu perubahan secara terus menerus pada interaksi gamma.

beberapa klinisi mengambil sidik DMSA sebagai data dasar pada saat mendiagnosa yang dapat dibanding kan pada sidik berikutnya. Derajar sedang (derajat III) tampak radioaktivitas di sistem pelvokalises. Derajat berat (derajat IV dan V) tampak radioaktivitas berlebih terlihat di sistem koleksi ginjal.Teknik Sistografi Radionuklida RNC dengan memasukkan radiofarmaka 99mTc-pertechnetate ke dalam VU dan pencitraan dengan suatu kamera gamma adalah suatu prosedur pemeriksaan yang sangat sensitif untuk RVU. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan dalam mendeteksi RVU akan meningkat bila menggunakan fase pengisian VU yang multiple. . Di bagian Kedokteran Nuklir RSHS Bandung derajat penilaian dari pemeriksaan RNC dapat dibagi menjadi tiga derajat penilaian. DMSA juga dapat digunakan sebagai alat diagnostik selama episode pielonefritis akut. Untuk alasan ini. 2. Beberapa klinisi melakukan pemeriksaan RNC sebagai pemeriksaan deteksi awal pada perempuan kemudian dilakukan pemeriksaan standar VCUG apabila ditemukan RVU. Daerah yang terjadi peradangan akut atau scarr tidak akan menangkap radiofarmasi dan akan memberikan gambaran spot dingin pada pencitraan. 3. Pertama. Radiofarmasi utama yang sering digunakan pada sidik ginjal untuk pielonefritis dan RVU adalah 99mTc-DMSA. Kelemahan utama adalah informasi anatomi yang kurang baik. Derajat ringan (derajat I dan II) tampak radioaktivitas di distal ureter. yaitu : 6 1. Single-photon emission computed tomography (SPECT) adalah suatu teknologi evolusi dalam bidang pencitraan yang dapat memberikan resolusi yang lebih tinggi dan lebih akurat dalam mendeteksi scarr pada ginjal. Paparan radiasi dari RNC adalah sekitar 10 % dari paparan VCUG dengan peralatan digital modern dan hanya sekitar 1 % dari VCUG dengan peralatan fluroskopi konvensional. DMSA digunakan untuk mengenali dan mengawasi scar pada ginjal. Sidik DMSA memiliki 2 prinsip. Pasien yang dirawat dengan menggunakan obatobatan dan memiliki scarr baru dan progresif sering disarankan untuk dilakukan operasi untuk memperbaiki RVU. Zat ini diserap secara cepat oleh sel-sel tubulus ginjal proksimal dan merupakan indikator yang baik untuk fungsi parenkim ginjal. Keuntungan dari pemeriksaan ini adalah penggunaan dosis radiasi yang lebih rendah dan dapat menambah sensitivitas karena dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk pengawasan. Refluks grade I kurang terdeteksi dengan baik oleh pemeriksaan RNC karena ureter distal biasanya tertutup oleh VU. Klinisi yang lain menggunakan VCUG untuk pemeriksaan diagnostik awal dan kemudian menggunakan RNC sebagai pemeriksaan pemantauan.

Kedokteran Nuklir Posted: April 1. anatomi dan biokimia. dari tubuh pasien diambil sejumlah tertentu bahan biologis misalnya 1 ml darah. terapi nuklir 2 Ilmu Kedokteran Nuklir adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi terbuka berasal dari disintegrasi inti radionuklida buatan. radioisotop dapat dimasukkan ke dalam tubuh pasien (studi invivo) maupun hanya direaksikan saja dengan bahan biologis antara lain darah. Citra atau gambar dari organ atau bagian tubuh pasien yang dapat diperoleh dengan bantuan peralatan yang disebut kamera gamma ataupun kamera positron (teknik imaging) 2. Studi semacam ini biasanya . Pada studi in-vitro. Pada studi in-vivo. terapi dan penelitian kedokteran. Cuplikan bahan biologis tersebut kemudian direaksikan dengan suatu zat yang telah ditandai dengan radioisotop. urine dsb) yang diambil dari tubuh pasien. Radioaktivitas yang terdapat dalam contoh bahan biologis (darah. 3. kedokteran nuklir. Pemeriksaannya dilakukan dengan bantuan detektor radiasi gamma yang dirangkai dengan suatu sistem instrumentasi. Pencitraan (imaging) pada kedokteran nuklir dalam beberapa hal berbeda dengan pencitraan dalam radiologi. 2009 by terapinuklir in Info Nuklir Tags: Info Nuklir. yang diambil dari tubuh pasien yang lebih dikenal sebagai studi in-vitro (dalam gelas percobaan). cairan lambung. urine da sebagainya. Data yang diperoleh baik dengan teknik imaging maupun non-imaging memberikan informasi mengenai fungsi organ yang diperiksa. untuk mempelajari perubahan fisiologi. setelah radioisotop dapat dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui mulut atau suntikan atau dihirup lewat hidung dan sebagainya maka informasi yang dapat diperoleh dari pasien dapat berupa: 1. Kurva-kurva kinetika radioisotop dalam organ atau bagian tubuh tertentu dan angkaangka yang menggambarkan akumulasi radioisotop dalam organ atau bagian tubuh tertentu disamping citra atau gambar yang diperoleh dengan kamera gamma atau kamera positron. sehingga dapat digunakan untuk tujuan diagnostik. Pada kedokteran Nuklir. dicacah dengan instrumen yang dirangkaikan pada detektor radiasi (teknik non-imaging).

tiroksin dll. Di sini contoh bahan biologik yang akan idperiksa ditembaki dengan neutron. Pemeriksaan kedokteran nuklir banyak membantu dalam menunjang diagnosis berbagai penyakitseperti penyakit jantung koroner. Kelebihan teknik ini terletak pada sifatnya yang tidak merusak dan kepekaannya sangat tinggi. teknik nuklir masih banyak memberikan sumbangan yang besar bagi kedokteran serta kesehatan. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-x yang diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang.Se. Perhitungan . maka dalam terapi radioisotop sengaja diberikan dalam dosis yang besar terutama dalam pengobatan terhadap jaringan kanker dengan tujuan untuk melenyapkan sel-sel yang menyusun jaringan kanker itu. RSPP. 2. PENENTUAN KERAPATAN TULANG DENGAN BONE DENSITOMETER Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma atau sinar-x. Dewasa ini di Indonesia terdapat 15 rumah sakit yang melakukan pelayanan kedokteran nuklir dengan menggunakan kamera gamma.Mn. Unit ini merupakan cikal bakal Unit Kedokteran Nuklir RSU Hasan Sadikin. di samping masih terdapat 2 buah rumah sakit lagi yang hanya mengoperasikan alat penatah ginjal yang lebih dikenal dengan nama Renograf PEMANFAATAN TEKNIK NUKLIR DI LUAR KEDOKTERAN NUKLIR Di luar kedokteran nuklir. Beberapa tenaga ahli Indonesia dibantu oleh tenaga ahli dari luar negeri merintis pendirian suatu unit kedokteran nuklir di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Nuklir di Bandung. Pada tahun 1980-an didirikan unit-unit kedokteran nuklir berikutnya di RS sardjito (Yogyakarta) RS Kariadi (Semarang). hiperfungsi kelenjar gondok yang membandel terhadap pemberian obat-obatan non radiasi. Di Indonesia. RS Jantung harapan Kita (Jakarta) dan RS Fatmawati (Jakarta).V. kedokteran nuklir juga berperanan dalam terapiterapi penyakit tertentu. gangguan fungsi ginjal. Bila untuk keperluan diagnosis. kedokteran nuklir diperkenalkan pada akhir tahun 1960an. misalnya: 1. Disamping membantu penetapan diagnosis. yaitu setelah reaktor atom Indonesia yang pertama mulai dioperasikan di Bandung.Cr.Zn dsb) sehingga sulit ditentukan dengan metoda konvensional. TEKNIK PENGAKTIVAN NEUTRON Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil (Co. keganasan sel darah merah.Si. serta masih banyak lagi yang dapat diperoleh dari diagnosis dengan penerapan teknologi nuklir yang pada saat ini berkembang pesat. menentukan tahapan penyakit kanker dengan mendeteksi penyebarannya pada tulang.Fe. misalnya kanker kelenjar gondok. mendeteksi pendarahan pada saluran pencernaan makanan dan menentukan lokasinya. radioisotop diberikan dalam dosis yang sangat kecil.dilakukan untuk mengetahui kandungan hormon-hormon tertentu dalam darah pasien seperti insulin. Menyusul kemudian unit-unit berikutnya di Jakarta (RSCM. RS Gatot Subroto) dan di Surabaya (RS Sutomo). Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. inflamasi (peradangan)sendi yang sulit dikendalikan dengan menggunakan terapi obat-obatan biasa.F. penyakit kelenjar gondok.

Terobosan penting dalam bidang ilmu dan teknologi ini memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam diagnosis dan terapi berbagai penyakit termasuk penyakit-penyakit yang menjadi lebih penting secara epidemologis sebagai konsekuensi logis dari pembangunan di segala bidang yang telah meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi 3D-CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metoda pembedahan dengan menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife). 3. memformulasikan serta memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target.THREE DIMENSIONAL CONFORMAL RADIOTHERAPHY (3D-CRT) Terapi Radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker. Teknik ini bermanfaat untuk membantu mendiagnosiskekeroposan tulang (osteoporosis) yang sering menyerang wanita pada usia menopause (matihaid) sehingga menyebabkan tulang muda patah. . Penggunaan isotop radioaktif dalam kedokteran telah dimulai pada tahun 1901 oleh Henri DANLOS yang menggunakan radium untuk pengobatan penyakit tubercolusis pada kulit. bahkan tanpa perlu membuka kulit pasien dan yang terpenting tanpa merusak jaringan di luar target Seri Fisika Kesehatan__Radiasi & Manfaatnya dalam Kedokteran & Kesehatan 7 Votes Radiasi ada manfaatnya? Abad 20 ditandai dengan perkembangan yang menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi. Dengan teknik ini kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah konvensional menjadi dapat diatasi dengan baik oleh pisau gamma ini.dilakukan oleh komputer yang dipasang pada alat bone densitometer tersebut. termasuk disiplin ilmu dan teknologi kedokteran serta kesehatan. Dengan menggunakan pesawat pemercepat partikel generasi terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan sangat presisi dan tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya yang sangat selektif untuk membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi. Perkembangan teknik elektronika maju dan peralatan komputer canggih dalam dua dekade ini telah membawa perkembangan pesat dalam teknologi radioterapi.

Berbagai disiplin ilmu kedokteran seperti ilmu penyakit dalam. Akan tetapi pemakaiannya kini telah terdesak oleh Tc-99m selain karena sifatnya yang ideal dari segi proteksi radiasi dan pembentukan citra juga dapat diperoleh dengan mudah serta relatif murah harganya.Namun yang dianggap Bapak Ilmu Kedokteran Nuklir adalah George C. Citra atau gambar dari organ atau bagian tubuh pasien yang dapat diperoleh dengan bantuan peralatan yang disebut kamera gamma ataupun kamera positron (teknik imaging) 2. aplikasi teknik nuklir dalam bidang kesehatan telah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam menegakkan diagnosis maupun terapi berbagai jenis penyakit. Kedokteran Nuklir Ilmu Kedokteran Nuklir adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi terbuka berasal dari disintegrasi inti radionuklida buatan. sehingga dapat digunakan untuk tujuan diagnostik. Dengan ditemukannya radioisotop buatan maka radioisotop alam tidak lagi digunakan. dicacah dengan instrumen yang dirangkaikan pada detektor radiasi (teknik non-imaging). khususnya kanker kelenjar tiroid. Dewasa ini. Radioisotop buatan yang banyak dipakai pada masa awal perkembangan kedokteran nuklir adalah I-131. yang diambil dari tubuh pasien yang lebih dikenal sebagai studi in-vitro (dalam gelas percobaan). untuk mempelajari perubahan fisiologi. radioisotop dapat dimasukkan ke dalam tubuh pasien (studi invivo) maupun hanya direaksikan saja dengan bahan biologis antara lain darah. urine dsb) yang diambil dari tubuh pasien. Perkembangan ilmu kedokteran nuklir yang sangat pesat tersebut dimungkinkan berkat dukungan dari perkembangan teknologi instrumentasi untuk pembuatan citra terutama dengan digunakannya komputer untuk pengolahan data sehingga sistem instrumentasi yang dahulu hanya menggunakan detektor radiasi biasa dengan sistem elektronik yang sederhana. . urine da sebagainya. 3. baik dua dimensi maupun tiga dimensi serta statik maupun dinamik. anatomi dan biokimia. setelah radioisotop dapat dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui mulut atau suntikan atau dihirup lewat hidung dan sebagainya maka informasi yang dapat diperoleh dari pasien dapat berupa: 1. Radioaktivitas yang terdapat dalam contoh bahan biologis (darah. cairan lambung. Pada kedokteran Nuklir. terapi dan penelitian kedokteran. kini telah berkembang menjadi peralatan canggih kamera gamma dan kamera positron yang dapat menampilkan citra alat tubuh. dan sebagainya telah mengambil manfaat dari teknik nuklir ini. Namun demikian I-131 masih sangat diperlukan untuk diagnostik dan terapi. dialah yang meletakkan dasar prinsip perunut dengan menggunakan radioisotop alam Pb-212. ilmu penyakit syaraf. de HEVESSY. ilmu penyakit jantung. Kurva-kurva kinetika radioisotop dalam organ atau bagian tubuh tertentu dan angka-angka yang menggambarkan akumulasi radioisotop dalam organ atau bagian tubuh tertentu disamping citra atau gambar yang diperoleh dengan kamera gamma atau kamera positron. Pada studi in-vivo.

Pada tahun 1980-an didirikan unit-unit kedokteran nuklir berikutnya di RS sardjito (Yogyakarta) RS Kariadi (Semarang).Mn.F. misalnya: 1. mendeteksi pendarahan pada saluran pencernaan makanan dan menentukan lokasinya. kedokteran nuklir diperkenalkan pada akhir tahun 1960an. RS Gatot Subroto) dan di Surabaya (RS Sutomo).Cr. Pemeriksaannya dilakukan dengan bantuan detektor radiasi gamma yang dirangkai dengan suatu sistem instrumentasi. hiperfungsi kelenjar gondok yang membandel terhadap pemberian obat-obatan non radiasi. serta masih banyak lagi yang dapat diperoleh dari diagnosis dengan penerapan teknologi nuklir yang pada saat ini berkembang pesat. Pemeriksaan kedokteran nuklir banyak membantu dalam menunjang diagnosis berbagai penyakitseperti penyakit jantung koroner. inflamasi (peradangan)sendi yang sulit dikendalikan dengan menggunakan terapi obat-obatan biasa. dari tubuh pasien diambil sejumlah tertentu bahan biologis misalnya 1 ml darah. Bila untuk keperluan diagnosis. radioisotop diberikan dalam dosis yang sangat kecil. yaitu setelah reaktor atom Indonesia yang pertama mulai dioperasikan di Bandung. Cuplikan bahan biologis tersebut kemudian direaksikan dengan suatu zat yang telah ditandai dengan radioisotop. penyakit kelenjar gondok. teknik nuklir masih banyak memberikan sumbangan yang besar bagi kedokteran serta kesehatan. . kedokteran nuklir juga berperanan dalam terapiterapi penyakit tertentu. Beberapa tenaga ahli Indonesia dibantu oleh tenaga ahli dari luar negeri merintis pendirian suatu unit kedokteran nuklir di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Nuklir di Bandung.V. Pada studi in-vitro. di samping masih terdapat 2 buah rumah sakit lagi yang hanya mengoperasikan alat penatah ginjal yang lebih dikenal dengan nama Renograf PEMANFAATAN TEKNIK NUKLIR DI LUAR KEDOKTERAN NUKLIR Di luar kedokteran nuklir. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Menyusul kemudian unit-unit berikutnya di Jakarta (RSCM. Dewasa ini di Indonesia terdapat 15 rumah sakit yang melakukan pelayanan kedokteran nuklir dengan menggunakan kamera gamma. Disamping membantu penetapan diagnosis. Di Indonesia. Pencitraan (imaging) pada kedokteran nuklir dalam beberapa hal berbeda dengan pencitraan dalam radiologi. RSPP. TEKNIK PENGAKTIVAN NEUTRON Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil (Co. keganasan sel darah merah.Zn dsb) sehingga sulit ditentukan dengan metoda konvensional. menentukan tahapan penyakit kanker dengan mendeteksi penyebarannya pada tulang. misalnya kanker kelenjar gondok.Se. Studi semacam ini biasanya dilakukan untuk mengetahui kandungan hormon-hormon tertentu dalam darah pasien seperti insulin. gangguan fungsi ginjal.Fe.Data yang diperoleh baik dengan teknik imaging maupun non-imaging memberikan informasi mengenai fungsi organ yang diperiksa. RS Jantung harapan Kita (Jakarta) dan RS Fatmawati (Jakarta). maka dalam terapi radioisotop sengaja diberikan dalam dosis yang besar terutama dalam pengobatan terhadap jaringan kanker dengan tujuan untuk melenyapkan sel-sel yang menyusun jaringan kanker itu. Unit ini merupakan cikal bakal Unit Kedokteran Nuklir RSU Hasan Sadikin. tiroksin dll.Si.

com . memformulasikan serta memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target. Teknik ini bermanfaat untuk membantu mendiagnosiskekeroposan tulang (osteoporosis) yang sering menyerang wanita pada usia menopause (matihaid) sehingga menyebabkan tulang muda patah. Perkembangan teknik elektronika maju dan peralatan komputer canggih dalam dua dekade ini telah membawa perkembangan pesat dalam teknologi radioterapi. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-x yang diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang. 2.THREE DIMENSIONAL CONFORMAL RADIOTHERAPHY (3D-CRT) Terapi Radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker. Perhitungan dilakukan oleh komputer yang dipasang pada alat bone densitometer tersebut. Di sini contoh bahan biologik yang akan idperiksa ditembaki dengan neutron. Dengan memanfaatkan teknologi 3D-CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metoda pembedahan dengan menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife). 3.Kelebihan teknik ini terletak pada sifatnya yang tidak merusak dan kepekaannya sangat tinggi. PENENTUAN KERAPATAN TULANG DENGAN BONE DENSITOMETER Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma atau sinar-x. Dengan menggunakan pesawat pemercepat partikel generasi terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan sangat presisi dan tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya yang sangat selektif untuk membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi. Sumber: infonuklir. bahkan tanpa perlu membuka kulit pasien dan yang terpenting tanpa merusak jaringan di luar target. Dengan teknik ini kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah konvensional menjadi dapat diatasi dengan baik oleh pisau gamma ini.