You are on page 1of 55

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

PENGOBAT TRADISIONAL AKUPRESUR
BAGI PETUGAS KESEHATAN
Disampaikan pada
PELATIHAN AKUPRESUR BAGI PETUGAS
PUSKESMAS
Oleh
KASUBDIT BINA YANKESTRAD KETERAMPILAN
Pontianak, 29-30 Oktober 2015

TUJUAN PEMBELAJARAN
SETELAH MEMPELAJARI
MATERI, PESERTA MAMPU
MEMAHAMI PELAKSANAAN
PEMBINAAN BATTRA
AKUPRESUR DI WILAYAH
KERJANYA
2

MATERI PAPARAN
1.BINWAS BATTRA AKUPRESUR BAGI

PETUGAS KESEHATAN
2.PEMBAGIAN PERAN DALAM
BINWAS YANKESTRAD
3.PEMBINAAN BATTRA AKUPRESUR
4.TATALAKSANA PENYELENGGARAAN
YANKESTRAD AKUPRESUR OLEH
BATTRA
3

1.BINWAS BATTRA AKUPRESUR

BAGI PETUGAS KESEHATAN

4

TEORI BLUM
FISIK/NON FISIK

LINGKUNGAN
2
1

PERILAKU

3

SEHAT

YANKES
•AKSES/
KETERJANGKAUAN

KEBIASAAN/
GAYA HIDUP

4

• MUTU

SE- HARI2

KETURUNAN
•KUALITAS
•KUANTITAS GENETIK
5

akses yankes antar wil.tingkat sos-ek masyarakat . GLOBALISASI (pasar bebas) 6 . .distribusi tenaga kesehatan 2. KESENJANGAN : .status kes. antar kelompok masyarakat . BEBAN GANDA PENYAKIT (Peny menular + peny degeneratif + mahalnya biaya pelayanan kesehatan) 3.TANTANGAN PEMBANGUNAN KESEHATAN DI MASA DEPAN 1.

PELAYANAN KESEHATAN (WHO) MODERN MEDICINE TRADITIONAL MEDICINE Istilah lain : Istilah lain :  Komplementer  Alternatif  Non Konvensional  Oriental Medicine  Holistik  Alamiah  Natural  Allophatic  Konvensional  Biomedisin  Scientific medicine  Western medicine 7 .

BINWAS HATTRA AKUPRESUR BAGI PETUGAS KESEHATAN MELIPUTI 1.2. TAHAP DAN POLA PEMBINAAN 8 . PEMBINAAN DAN PENGAWASAN 1.1.

1. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN 9 .1.

1. BINWAS YANKESTRAD MELIPUTI : (1) 10 .

BINWAS YANKESTRAD MELIPUTI : (2) 11 .

BINWAS YANKESTRAD MELIPUTI : (3) 12 .

HASIL PENAPISAN DI SP3T Terbukti aman & bermanfaat Dpt terintegrasi ke dalam sistem yankes formal Berkembang tersendiri di masyarakat •Membahayakan masyarakat •Tidak bermanfaat Dilarang 13 .

1. TAHAP DAN POLA PEMBINAAN 14 .2.

Kurikulum.Komplikasi . Fasilitas yankes •TRANSFE RABALE (skoring) (Dinkes Kab/Kota) – STPT Standar keluaran : .Kematian 15 . sarana yg aman dan bersih serta dana) •Standar proses : -Tindakan sesuai dengan standar •Standard keluaran .Komplikasi .Kematian (Dinkes Kab/Kota) – STPT/SIPT Standar proses: .Efek samping .Efek samping . Yankes) diklat. Jar.TAHAP PEMBINAAN YANKESTRAD NORMATIF FORMATIF INFORMATIF RAMUAN KETRAMPILAN •TERBUKTI SCR ILMIAH •AMAN (Bermanfaat.Komplikasi . Cara.Kematian DIKEMBANGKAN TERSENDIRI (Pola Tersendiri) IZIN IZIN WAJIB DAFTAR INTEGRASI DLM SISTEM YANKES (Pola Intergrasi) 15 •Standar masukan (tenaga. Aman dan •MANFAAT dapat dipertggjwbkan) •RASIONAL (Uji Coba dlm •STANDAR BAKU (Obat.Tindakan sesuai dengan standard Standar keluaran: .Efek samping .

DIAKUI KEBERADAAN . AMAN. SESUAI DG KAIDAH KEDOKTERAN TERINTEGRASI DALAM YANNKES FORMAL (KONVENSIONAL) POLA TERSENDIRI * RASIONAL AMAN BERMANFAAT. BERMANFAAT.BELUM/TDK RASIONAL LIMITASI EFEK SAMPING POLA INTEGRASI RASIONAL.- POLA TOLERANSI . DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN * KAIDAH TERSENDIRI BERKEMBANG TERSENDIRI 16 .

PEMBAGIAN PERAN DALAM BINWAS YANKESTRAD 17 .2.

Melaksanakan kemitraan /Battra atas permintaan g. Fasilitasi pengembangan Provinsi/Kab/Kota ttg & penerapan model dan keamanan dan manfaat metode yankes tradkom Yankestrad d.PEMBAGIAN PERAN KEMKES REGULATOR/ POLICY MAKER DINKES PROV •Koordinator Bin-was Yankestrad di wil Provinsi •Registrasi tenaga DINKES KAB/KOTA 1. Mengusulkan pengkajian local wisdom untuk diteliti pemerintah 3. Menggali kearifan lokal pemantauan evaluasi yg empiris untuk mengatasi yankes tradkom masalah wilayah Provinsi b. Memberikan informasi yankes tradkom teknis kepada Dinkes c. Menyelenggarakan yankestrad dlm mendukung penapisan FUNGSI 3. Sebagai simpul JID a. evaluasi dan yankestrad SP3T 1. evaluasi 5. Melaksanakan urusan Dinkes Provinsi ketata usahaan 18 . Menyusun rencana 4. Melakukan Penapisan 2. Pemantauan. Pemberian bimtek Bersih dan sehat kpd masya f.Membuat kebijakan Daerah Kab/Kota mengacu Nasional 2. Mendayagunakan hattra untuk pelayanan promotif BKTM/LKTM TUGAS Pemantauan. Memberikan pembekalan penapisan yankes prinsip2 kerja yg aman tradkom serta sesuai dg kaidah2 e. Memberikan perizinan kepada hattra 4. Fasilitasi rujukan 6.

PERAN PUSKESMAS 1. MENGIRIMKAN LAPORAN SECARA BERKALA KE DINKES KAB/KOTA 19 . YANG AKAN DILATIH KE DINKES KAB/KOTA 4. MEMBERIKAN SURAT PENGANTAR BATTRA UNTUK PENGURUSAN STPT/SIPT 5. MENGUSULKAN PETUGAS PUSKESMAS 3. BINWAS BATTRA. MINIMAL 1TAHUN SEKALI 3. KUNJUNGAN LAPANGAN 2. PENDATAAN YANKESTRAD 2.

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF 8. SEKTOR SOSIAL 9. KEJAKSAAN 6. 7. KEMENTERIAN DALAM NEGRI  3. DLL 20 .PERAN LINTAS SEKTOR(LS)  1. KEMENTERIAN DIKBUD  4. KEMENTERIAN PERTANIAN. KEMENTERIAN AGAMA 5. BADAN POM  2.

PERAN ORGANISASI PROFESI 21 .

3. Menetapkan kode etik. standar pelayanan 4. 2. Melakukan binwas kepada anggotanya. standar profesi. Memberikan penghargaan /sanksi kepada anggotanya 22 . Menilai & meningkatkan kompetensi anggotanya 5. Memberikan rekomendasi kepada battra sejenis.PERAN ASOSIASI BATTRA 1.

23 . tata nilai & peraturan terkait dg yankestrad 7. Menjadi mediator komunitas antar anggota 9.PERAN ASOSIASI BATTRA 6. Memberikan mediasi dan advokasi kpd anggotanya 10. Memberikan masukan kpd Kemkes terkait peraturan yankestrad. Turut terlibat dalam melakukan penapisan thd battra/battra asing yang metodenya sejenis 8. Meningkatkan pemahaman anggota thd etika profesi.

PEMBINAAN BATTRA AKUPRESUR 24 .3.

A. PELAKSANAAN BINWAS AKUPRESUR MELIPUTI : 1. INVENTARISASI SASARAN DG INSTRUMEN 2. JUMLAH PUSKESMAS MEMILIKI TENAGA TERLATIH AKUPRESUR 3. PEMBINAAN THD FASILITAS ALAT. PEMBINAAN THD BATTRA AKUPRESUR 4. BAHAN DAN TEGNOLOGI 25 .

Jumlah kunjungan yang memanfaatkan yankestrad menurut jenis kelamin dan kelompok usia 4. mencakup: 1.Puskesmas yang sudah memiliki petugas terlatih yankestrad akupresur (kab/kota) 26 .Jumlah dan jenis fasilitas yankestrad di masyarakat 3.Jumlah Battra lokal dan battra asing 2.Jumlah rujukan kunjungan battra ke Puskesmas 5.INVENTARISASI Inventarisasi yankestrad menggunakan instrumen pengumpulan data kesehatan tradisional setiap awal tahun.

Penyelenggaraan sarasehan/KIE/bimbingan/ penyuluhan kepada battra 27 . Kunjungan ke fasyankes trad 5. Menganjurkan battra untuk mendaftarkan diri ke Dinkes Kab/Kota 2. Penyuluhan tentang tata cara perizinan dan peraturan terkait lainnya 4. Memberikan pengantar permohonan STPT bagi battra ke Dinkes Kab/Kota 3.KEGIATAN PEMBINAAN THD BATTRA 1.

Pembinaan kebersihan fasilitas. Pembinaan keamanan penggunaan alat. Pembinaan teknis yankestrad (akupresur) dapat bekerjasama dengan organisasi profesi kesehatan atau asosiasi battra terkait. 28 . sarana dan prasarana sesuai prinsip-prinsip hygiene dan sanitasi. 2. 3.PEMBINAAN THD FASILITAS & PENGGUNAAN ALAT/BAHAN/TEKNOLOGI 1. bahan dan teknologi yang digunakan sesuai peraturan yang berlaku. Penyuluhan tentang tata cara registrasi/perizinan dan peraturan terkait lainnya 4.

3.B. 7. LS TERKAIT KOORDINASI LP/LS PENYEDIAAN JID PROGRAM YANKESTRAD PEMBINAAN TEKNIS OLEH SP3T/BKTM/LKTM PENGEMB MODEL YAN AKUPRESUR DI TKT KAB/KOTA DUKUNGAN PEMBIAYAAN MEL ALUI APBN/ APBD/ SUMBER LAINNYA 29 . KEBIJAKAN PEMBINAAN PEMERINTAH DAN PEMERINTAH DAERAH PENYIAPAN PETUGAS MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN DAN TEKNIS FASILITASI. SOSIALISASI. 6. DUKUNGAN KEBIJAKAN 1. 8. 4. ADVOKASI KEPADA PEMERINTAH DAERAH. 5. 2.

diperbaharui setiap tahun 2. dll minimal 1x setahun 2. Terdaftarnya seluruh battra dan memiliki Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT) dari Dinas Kesehatan Kab/Kota setempat 1. Tersedianya data battra.C. Adanya laporan kunjungan akupresur setiap bulan 30 . sarasehan. KIE. INDIKATOR KEBERHASILAN 1. Terlaksananya pembinaan terhadap battra (akupresur) yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kab/Kota secara berkala melalui forum komunikasi.

4. Teguran lisan berlaku 30 hari 2. Teguran tertulis berlaku 60 hari 3. SANKSI Tindakan administrasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat berupa : 1.D. Pencabutan atau rekomendasi pencabutan STPT 31 . Penghentian sementara kegiatan sampai masalahnya selesai.

bahan. DAFTAR TILIK PEMBINAAN BATTRA AKUPRESUR Ada 3 ASPEK PENILAIAN : 1. ASPEK MANAJEMEN (pencatatan dan pelaporan) 3.E. ASPEK NON TEKNIS (Fasilitas. ASPEK KLINIS (prosedur teknis pelayanan) 32 . alat) 2.

Penilaian kepatuhan : Nilai aktual x 100 % Nilai harapan 33 . 3. Penjumlahan nilai “Ya” sebagai nilai aktual. Pengisian nilai dalam daftar tilik :  “Ya” bila kondisi yang diisyaratkan terpenuhi  “Tidak” bila kondisi yang diisyaratkan tidak terpenuhi 2.PENILAIAN KEPATUHAN 1.

4. TATALAKSANA PENYELENGGARAAN YANKESTRAD AKUPRESUR OLEH BATTRA 34 .

MEJA/RAK TEMPAT LETAK BARANG KLIEN e. TEMPAT TIDUR MEMENUHI HYGIENE DAN SANITASI b. huruf latin) 35 . bahasa Indonesia. PAPAN NAMA ( 60x90 cm.asosiasi battra. TEMPAT PELAYANAN AKUPRESUR : a.A. PEMBATAS/GORDYN MINIMAL 30 CM DARI LANTAI c. nomor STPT. meliputi nama. no.PERSYARATAN FASILITAS PELAYANAN (1) 1. MEJA/RAK TEMPAT ALAT BANTU d. GANTUNGAN BAJU UNTUK KLIEN f.

Meja kursi untuk praktisi b.PERSYARATAN FASILITAS PELAYANAN (2) 2. Kursi untuk klien c. Buku pendaftaran b. PERALATAN PENCATAT DATA a. Tempat penyimpanan dokumentasi klien 36 . MEJA DAN KURSI a. Alat tulis e. Kartu Data Klien c. Blanko laporan d. Kursi untuk ruang tunggu klien 3.

Prasarana : a. Cahaya cukup. Tersedia air bersih. f. Bangunan praktik perorangan a. sesuai kebutuhan b. Ventilasi baik c. c. d. Ruang pelayanan min 2x2. Tersedia tempat sampah. Tersedia tempat cuci tangan. b.5 M. Toilet. e.PERSYARATAN FASILITAS PELAYANAN (3) 4. Tersedia saluran pembuangan air 37 . Ruang tunggu. sesuai kebutuhan 5.

berupa: krem. batu. tidak kadaluwarsa 38 . dilap dan dioles alkohol. DAN BAHAN PENDUKUNG logam. Alat bantu disimpan dalam tempat tertutup. lotion. Alat bantu pijat sederhana berupa (1) benda tumpul terbuat dari kayu. b. Bahan pendukung. atau minyak yang tidak menimbulkan gatal-gatal atau iritasi. PERSYARATAN ALAT BANTU a.B. stainlesteel atau plastik yang tidak melukai klien. alat bantu dicuci dengan antiseptik.

untukPENDUKUNG menutup bagian tubuh DANKain BAHAN klien e. (2)Handuk kecil untuk lap tangan d. Sabun anti septik untuk cuci tangan f.2. PERSYARATAN ALAT BANTU c. Mangkuk kecil untuk minyak atau bahan pendukung lainnya 39 .

kuku dan jari tangan bersih. PERSYARATAN BATTRA AKUPRESUR 1.C. bersih dari noda dan bau) 3. Terdaftar di Dinkes Kab/Kota dan STPT 2. Pakaian (sopan. cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan akupresur) 40 . Kebersihan -Tubuh : badan dan pakaian bersih. tidak berbau -Tangan : kuku dipotong pendek.

Klien menyelesaikan administrasi pelayanan 41 . ALUR PELAYANAN 1. Klien menunggu giliran sesuai nomor urut 3. Klien diberi saran dan jadwal kunjungan berikutnya bila diperlukan 6.4. Klien mendaftar di tempat pendaftaran 2. Klien dipijat akupresur 5. Klien menuju tempat pelayanan akupresur 4.

5. koreng pada lokasi akupresur Penyakit menular : HIV –AIDS. Pendaftaran Mencatat identitas klien di buku pendaftaran B. Kondisi umum klien yang sangat lemah dan penyakit berat lainnya 42 . Seleksi layak klien dilakukan tindakan akupresur. hepatitis. 7.5. 6. Klien yang tidak boleh dilayani : 1. 4. 3. 2. PENDAFTARAN DAN SELEKSI KLIEN (1) A. tifus dan lain-lain. Anak usia dibawah 2 tahun Klien sedang berobat dengan obat pengencer darah Klien diketahui menderita kelainan pembekuan darah Luka bakar pada lokasi akupresur Infeksi pada kulit.

Klien yang tidak dapat dilayani dengan akupresur berdasarkan seleksi klien.PENDAFTARAN DAN SELEKSI KLIEN (2) a. akupresur hanya untuk perawatan payudara dan mengurangi keluhan mual-muntah 43 . dianjurkan memeriksakan diri ke Puskesmas atau dokter terdekat b. Untuk bumil.5.

Cara pemeriksaan klien dilaksanakan sesuai dengan teori 4 cara pemeriksaan terdiri dari pengamatan. Data hasil pemeriksaan dipakai sebagai dasar untuk menyimpulkan letak dan jenis gangguan kesehatan klien c.6. perabaan b. dan diminta persetujuannya. wawancara. dilakukan pemeriksaan selanjutnya : a. PEMERIKSAAN KLIEN * Klien dipersilahkan ke ruang pelayanan sesuai giliran lalu diberikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan. Jika setuju. Hasil pemeriksaan dituliskan dalam form data klien 44 . pendengaran dan penciuman / penghidu.

7. meliputi : keluhan utama. jenis gangguan dan penyebab penyakit • Hasil kesimpulan digunakan sebagai dasar dalam merencanakan tindakan • Hasil kesimpulan dituliskan dalam form data klien • Penyebab timbulnya penyakit ditulis berdasarkan ilmu akupresur 45 . letak gangguan. MENENTUKAN KESIMPULAN PEMERIKSAAN KLIEN • Kesimpulan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Pemilihan jenis pemijatan b. Penentuan jenis rangsangan e.8. Penentuan frekuensi dan jumlah kunjungan 2. PERENCANAAN TINDAKAN AKUPRESUR 1. Susunan rencana tindakan digunakan sebagai dasar dalam melakukan terapi dan ditulis pada form data klien 46 . Pemilihan alat bantu dan bahan pendukung c. meliputi : a. Pemilihan titik-titik akupresur d. Rencana tindakan disusun berdasarkan teori akupresur .

Melakukan Pijat Akupresur c. MELAKSANAKAN TINDAKAN AKUPRESUR a.persiapan diri (cuci tangan) . dalam form data klien 47 .9.alat dan bahan disiapkan .persiapan klien b.Tindakan pelaksanaan akupresur ditulis d. Tindakan persiapan .

Evaluasi hasil dengan menanyakan dan mengamati keadaan klien. cepat dilakukan tindakan penanggulangan atau jika perlu dikirim ke fasilitas kesehatan lain yang sesuai. Jika timbul masalah setelah pemijatan. EVALUASI DAN TINDAK LANJUT a. 48 . b. Anjuran pola hidup sehat perlu diberikan kepada klien sesuai dengan kebutuhan.10.

REAKSI PIJATAN Setiap pemberian rangsangan terhadap titik pijat akan memberikan reaksi terhadap: a. Organ yang mempunyai hubungan dengan titik tersebut Akupresur yang akan dilakukan harus memperhitungkan secara cermat reaksi yang akan ditimbulkan : * reaksi penguatan (yang) atau * reaksi melemahkan (yin) 49 . Daerah yang dilintasi oleh meridian titik tersebut c. Daerah sekitar titik tersebut b.11.

Lama akupresur Akupresur menguatkan (yang) dapat dilakukan selama 30 kali tekanan atau putaran. Akupresur yang dilakukan sebaliknya. Sedangkan akupresur yang dilakukan lebih lama yaitu lebih dari 40 kali akan menimbulkan reaksi melemahkan (yin) Arah Akupresur Akupresur yang menimbulkan reaksi menguatkan (yang) adalah akupresur yang mengikuti arah putaran jarum jam atau searah dengan jalannya meridian. akan menimbulkan reaksi melemahkan (yin) 50 .

Keterangan (nasihat. Pencatatan klien. alamat) .Tindakan yang diberikan .Identitas klien (nama.PENCATATAN DAN PELAPORAN (1) 1.Kunjungan klien baru dan kunjungan lama . menjelaskan informasi ttg : . jenis kelamin.Keluhan klien . anjuran atau keterangan lain yang diperlukan) 51 .12.Rencana tindakan akupresur . PENCATATAN Pencatatan yang diperlukan pada yankestrad akupresur meliputi : a. umur.

Form pelaporan bulanan  52 .Buku catatan/register setiap klien  .12. Sarana pencatatan .Catatan kunjungan pelayanan kesehatan  tradisional setiap klien  . PENCATATAN DAN PELAPORAN(2) b.

PENCATATAN DAN PELAPORAN (3) 2. PELAPORAN  Proses pelaporan dimulai dari pelayanan kesehatan tradisional ke Puskesmas  Dinas Kesehatan Kab/Kota secara berkala  Dari Dinkes Kab/Kota ke Dinkes Provinsi secara berkala  Dari Dinkes Provinsi ke Kemkes secara berkala 53 .

MARI KITA WUJUDKAN YANKESTRAD AKUPRESUR YANG AMAN DAN BERMANFAAT DI PUSKESMAS 54 .

55 .