You are on page 1of 14

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN

SEDIAAN, LCOM, FIFO, LIFO DAN ESTIMASI

OLEH :
ALIFA INDIKA PUTRI Y
BAIQ SOLATIYAH
IHSANI MAZELFI

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GAJAH MADA
2016

barang dagangan yang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali. PENGERTIAN (DEFENITION) Menurut PSAK 14 persediaan adalah aset :  yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa  dalam proses produksi untuk penjualan tersebut  atau dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. persediaan meliputi biaya jasa. Persediaan yang dialokasikan ke aset lain dengan cara ini diakui sebagai beban selama masa manfaat aset tersebut. Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang 1. FOB (Free on Board) destination point. karena untuk menentukan nilai atau harga pokok persediaan barang dagangan di akhir periode akuntansi .Paragraf 33) Kepemilikan Persediaan dalam Perjalanan 1. atau pengadaan tanah dan properti lainnya untuk dijual kembali. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto. (PSAK 14. maka nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban pada periode diakuinya pendapatan atas penjualan tersebut. Metode Fisik (Periodik) Metode pencatatan persediaan secara fisik biasa disebut juga dengan sistem periodik (periodic inventory system). shipping point. ((PSAK 14. misalnya. 2.Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya menjadi nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut.PERSEDIAAN A. persediaan yang digunakan sebagai komponen aset tetap yang dibangun sendiri. di mana entitas belum mengakui pendapatan yang terkait (lihat PSAK 23: Pendapatan paragraf 04). Misalnya barang titipan dari pihak lain dengan tujuan akan dijual untuk dan atas nama pihak lain. Bagi perusahaan jasa.misalnya.Paragraf 05) Persediaan meliputi barang yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali. PENGAKUAN (RECOGNITION) Jika persediaan dijual. atau barang dalam penyelesaian yang sedang diproduksi. Biaya konsinyasi Tidak semua barang yang ada di gudang atau di toko bisa diakui menjadi milik perusahaan. Persediaan juga mencakup barang jadi yang diproduksi. (Paragraf 07) B. oleh entitas serta termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi. harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut.Paragraf 32) Beberapa persediaan dialokasikan ke pos aset lainnya. FOB (Free on Board). Kepemilikan barang masih berada dipenjual sampai barang tersebut diterima oleh pembeli. (PSAK 14. Kepemilikan barang menjadi milik pembeli pada saat diserahkan penjual kepada penyelenggara transportasi atau pihak perusahaan pengirim barang yang independen.

harus dilakukan penghitungan secara fisik (stock opname) di gudang tempat menyimpan barang yang bersangkutan untuk mengetahui besarnya persediaan barang dagangan pada akhir periode. Biaya angkut pembelian. Karena nilai persediaan barang dagangan tidak dapat diketahui melalui pencatatan. Konsep pencatatan dengan sistem perpetual: a. serta potongan tunai pembelian dicatat dalam rekening persediaan. Berdasarkan transaksi tersebut dapat dicatat dalam jurnal berikut ini.000.00 senilai Rp25. Penghitungan persediaan akhir barang dagangan ini antara lain dengan metode.500. Tanggal 5 Oktober 2006 Toko “Rejeki” menjual dengan kredit barang dagangan tersebut 4. FIFO (First In First Out). 2. LIFO (Last In First Out).000. Di dalam sistem ini. menyangkut perubahan persediaan yang tercermin dalam rekening persediaan. maka harga pokok barang yang terjual juga tidak dapat ditentukan dengan benar. bukan dalam rekening terpisah (rekening tersendiri retur dan pengurangan harga pembelian).000. setiap saat dapat diketahui besarnya nilai atau harga pokok barang yang terjual serta jumlah persediaan barang dagangan di akhir periode akuntansi. Pembelian dan penjualan (pengeluaran) barang dicatat secara langsung di rekening persediaan pada saat terjadinya transaksi.000 kg beras @ Rp5. Contoh: Tanggal 1 Oktober 2006 Toko “Rejeki” membeli dengan kredit barang dagangan dari Toko “Makmur” 5.00. dan rata-rata.000 kg beras @ Rp5.00 dengan syarat (termin) pembayaran 2/10.000. dan pengurangan harga pembelian. n/30.000. . Dalam melakukan pencatatan persediaan barang dagangan dengan metode fisik ini setiap terjadi pembelian barang dagangan akan dicatat dalam rekening Pembelian. Metode Perpetual Metode ini disebut perpetual atau terus-menerus (continue) karena aliran barang dagangan dapat diikuti secara terusmenerus setiap saat. retur. Metode pencatatan atas persediaan barang dagangan dilakukan secara berkelanjutan. dan pada saat terjadi penjualan barang dagangan akan dicatat dalam rekening Penjualan tanpa mencatat harga pokok barang yang terjual tersebut. Oleh karena itu pada akhir periode akuntansi. Pembelian barang dagangan untuk dijual akan dicatat dalam rekening persediaan barang dagangan bukan rekening pembelian b.00 kepada Toko “Aman” senilai Rp22. setelah dihitung jumlah persediaan akhir barang tersebut secara akuntansi dibuatkan jurnal penyesuaian atas persediaan barang dagangan tersebut.

d.c.000. Dalam buku pembantu ini memperlihatkan tentang kualitas dan harga tiap-tiap persediaan.500. C. Tanggal 5 Oktober 2006 Toko “Rejeki” menjual dengan kredit barang dagangan tersebut 4. (PSAK 14.000 kg beras @ Rp5. dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.000. Dalam melakukan pencatatan persediaan barang dengan metode perpetual. Berdasarkan transaksi tersebut dapat dicatat dalam jurnal berikut ini.00 senilai Rp25. n/30. Apabila barang tersebut dijual. PENGUKURAN (MEASUREMENT) Persediaan diukur berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi neto. mana yang lebih rendah. Persediaan merupakan rekening pengendali yang didukung oleh buku besar pembantu. Buku pembantu berisi catatan persediaan secara individual (tiap-tiap jenis barang dibuatkan suatu buku pembantu).00 dengan syarat (termin) pembayaran 3/10.000.pajak lainnya(Kecuali yang kemudian dapat ditagih kembali oleh entitas kepada otoritas pajak).Paragraf 09) Biaya pembelian persediaan meliputi harga beli.000 kg beras @ Rp5.biaya penanganan dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan barang jadi. dicatat dalam penjualan.Paragraf 08) Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian.bea impor.000. Contoh: Tanggal 1 Oktober 2006 Toko “Rejeki” membeli dengan kredit barang dagangan dari Toko “Makmur” 5. LIFO (Last In First Out) dan rata-rata. Pada metode perpetual ini setiap jenis barang harus dibuatkan buku pembantu persediaan yang akan digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan keluar masuknya barang dagangan yang bersangkutan. Harga pokok penjualan diakui pada saat penjualan dengan mendebit rekening harga pokok penjualan dan mengkredit rekening persediaan barang dagangan. setiap transaksi pembelian barang dicatat dalam persediaan barang. serta mencatat pula harga pokok barang yang dijual.00 dengan syarat (termin) pembayaran 3/10.biaya pengangkutan. Penghitungan persediaan barang dagangan ini antara lain dengan metode.bahan dan . biaya konversi. (PSAK 14. FIFO (First In First Out).000. n/30.00 kepada Toko “Aman” senilai Rp22.

Kapasitas normal adalah produksi rata-rata yang diharapkan akan tercapai selama suatu periode atau musim dalam keadaan normal.Paragraf 14) Contoh biaya-biaya yang dikeluarkan dari biaya persediaan dan diakui sebagai beban dalam periode terjadinya adalah: 1. (PSAK 14. termasuk personalia penyelia. dengan memerhitungkan hilangnya kapasitas selama pemeliharaan terencana.jasa. Termasuk juga alokasi sistematis overhead produksi tetap dan variabel yang timbul dalam mengonversi bahan menjadi barang jadi.dan biaya manajemen dan administrasi pabrik. Biaya persediaan tersebut terutama meliputi biaya tenaga kerja dan biaya personalia lainnya yang secara langsung menangani pemberian jasa. misalnya biaya tenaga kerja langsung.Paragraf 18) . tenaga kerja. 4. (PSAK 14.Paragraf 12) Biaya-biaya lain hanya dibebankan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya tersebut timbul agar persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. dalam keadaan tertentu diperkenankan untuk memasukkan overhead nonproduksi atau biaya perancangan produk untuk pelanggan tertentu sebagai biaya persediaan. (PSAK 14. Misalnya.tanpa memerhatikan volume produksi yang dihasilkan. (PSAK 14. biaya penjualan. (PSAK 14. Tingkat produksi aktual dapat digunakan jika mendekati kapasitas normal. atau biaya produksi lainnya yang tidak normal.Diskon dagang. mereka mengukur persediaan tersebut pada biaya produksinya. kecuali biaya tersebut diperlukan dalam proses produksi sebelum dilanjutkan pada tahap produksi berikutnya. biaya administrasi dan umum yang tidak memberikan kontribusi untuk membuat persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. 3. jumlah pemborosan bahan.Paragraf 10) Biaya konversi persediaan meliputi biaya yang secara langsung terkait dengan unit yang diproduksi.mengikuti perubahan volume produksi.Paragraf 11) Pengalokasian overhead produksi tetap ke biaya konversi didasarkan pada kapasitas fasilitas produksi normal. atau hampir secara langsung. Overhead yang tidak teralokasi diakui sebagai beban pada periode terjadinya.Paragraf 15) Biaya Persediaan Pemberi Jasa Sepanjang pemberi jasa memiliki persediaan. biaya penyimpanan. Biaya tenaga kerja dan biaya lainnya yang terkait dengan personalia penjualan dan administrasi umum tidak termasuk sebagai biaya persediaan tetapi diakui sebagai beban pada periode terjadinya. seperti penyusutan dan pemeliharaan bangunan dan peralatan pabrik. (PSAK 14. Overhead produksi tetap adalah biaya produksi tidak langsung yang relatif konstan. seperti bahan tidak langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung. dan overhead yang dapat diatribusikan. Pengalokasian jumlah overhead produksi tetap pada setiap unit produksi tidak bertambah sebagai akibat dari rendahnya produksi atau tidak terpakainya pabrik. 2. Overhead produksi variabel dialokasikan pada unit produksi atas dasar penggunaan actual fasilitas produksi. Overhead produksi variabel adalah biaya produksi tidak langsung yang berubah secara langsung.rabat dan hal lain yang serupa dikurangkan dalam menentukan biaya pembelian.

000 . dan Average Keterangan Kuantitas harga Persediaan awal Pembelian 200 unit 300 unit Rp9. Biaya standar memperhitungkan tingkat normal penggunaan bahan dan perlengkapan. sehingga persediaan akhir dinilai dan dilaporkan berdasarkan nilai perolehan persediaan yang awal (pertama) masuk atau dibeli. jika diperlukan. FIFO (First in First Out). efisiensi dan utilisasi kapasitas. (PSAK 14. dan memiliki marjin yang sama di mana tidak praktis untuk menggunakan metode penetapan biaya lainnya. demi kemudahan dapat digunakan jika hasilnya mendekati biaya.direvisi sesuai dengan kondisi terakhir. LIFO. d.Teknik Pengukuran Biaya Teknik pengukuran biaya persediaan. b. seperti metode biaya standar atau metode eceran. sehingga persediaan akhir dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir masuk (dibeli). (PSAK 14. Metode ini cenderung menghasilkan persediaan yang nilainya tinggi dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan yang dibeli. Biaya persediaan ditentukan dengan mengurangi nilai jual persediaan dengan persentase marjin bruto yang sesuai. Metode Rata-rata (average method) Dengan menggunakan metode ini nilai persediaan akhir akan menghasilkan nilai antara nilai persediaan metode FIFO dan nilai persediaan LIFO. tenaga kerja. LIFO (Last In First Out). Biaya standar direview secara reguler dan. Metode ini cenderung menghasilkan nilai persediaan akhir yang rendah dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan yang rendah. (PSAK 14.Paragraf 19) Metode eceran seringkali digunakan dalam industri eceran untuk menilai persediaan dalam jumlah besar item yang berubah dengan cepat. c. Metode ini juga akan berdampak pada nilai harga pokok penjualan dan laba kotor.000 Rp10. Identifikasi Khusus Biaya persediaan untuk item yang biasanya tidak dapat diganti dengan persediaan lain (not ordinary interchangeable) dan barang atau jasa yang dihasilkan dan dipisahkan untuk proyek tertentu harus diperhitungkan berdasarkan identifikasi spesifik terhadap biayanya masing masing.Paragraf 21) CONTOH Penilaian persediaan Tangg al 2 Jan 10Mar akhir dengan metode FIFO.Paragraf 20) Rumus Menghitung Nilai Persediaan Berdasarkan Harga Pokok a. masuk terakhirkeluar pertama Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan nilai perolehan terakhir masuk akan dijual (digunakan) terlebih dahulu. Persentase tersebut digunakan dengan memerhatikan persediaan yang telah diturunkan nilainya di bawah harga jual normal. masuk pertama keluar pertama Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan nilai perolehan awal (pertama) masuk akan dijual (digunakan) terlebih dahulu.

000 21 Pembelian 100 unit Rp12.0 00 .000 21/09 Pembelian 400 11.000 Nov 20 Nov 10 Des Hitunglah nilai persediaan akhir (per 31 Desember 2010) dengan metode FIFO.et Penjualan 200 unit Rp15.000 Rp15.00 0 10.400.00 0 1.00 0 3.000 unit 700 300 Unit unit unit unit unit Harga/unit 200 9.000 7 Mei Pembelian 400 unit Rp11.600.800.00 0 3.000 18/11 Pembelian 100 12.000 Sept Penjualan 200 unit Rp17.000 Total penjualan Tangg al 5 April 7 Mei 20 Nov 10 Des Keterangan Kuantitas harga Penjualan Penjualan Penjualan Penjualan 200 100 200 200 Rp15.500.000.000 1.000 700 unit unit unit unit Total harga 1.000.400.200.000 5 April Penjualan 100 unit Rp15.00 0 4.00 0 3. hpp dan laba ! Sistem periodik Persediaan awal (2 Jan 2010) Pembelian Barang tersedia untuk dijual Penjualan Persediaan akhir (31 Des 2010) Barang tersedia untuk dijual: Tangga Keterangan l 02/01 Persediaan awal 10/03 Pembelian 200 800 1.00 0 3.000 18 Penjualan 200 unit Rp18.00 0 1. LIFO dan rata-rata (average).000 Rp17.500.00 0 11.400.000 Rp18.000 300 10.

a) FIFO (masuk pertama keluar pertama) Pembelian Penjualan Tgl uni harga Total uni Harg t t a 02/0 Persediaan awal 1 10/0 30 10.400.000.800.0 3 0 0 00 5/4 20 0 10 0 7/5 21/9 40 0 11.0 00 7.0 00 3.00 30 0 0 30 10.00 0 0 10 12.400.00 0 0 40 11.800.000.0 .000 8.00 3.0 00 11.0 00 2.500.600.000 3.200.800.0 00 Penjualan Persediaan awal Pembelian Tersedia untuk dijual Persediaan akhir Hpp Laba Kotor b) LIFO (masuk terakhir keluar pertama) Pembelian Penjualan Tgl uni harga Total uni Harg t t a 02/0 Persediaan awal 1 10/0 30 10.000.000 10.0 Saldo akhir uni harga t 20 9000 0 20 9000 0 10.000.800.000.00 0 2.400.000.0 00 10/1 2 20 0 11.800.600.00 0 2.400.0 00 3.0 00 1.000 Total Saldo akhir uni harga t 20 9000 0 20 9000 total 1.000 4.00 0 0 20 10.00 0 1.400.0 00 total 9.00 0 0 20 11.000.0 00 6.00 0 1.00 0 0 40 11.0 00 20/1 1 20 0 10.00 0 0 10 12.00 0 4.00 0 0 total 1.500.0 00 4.600.000 1.000 10.0 00 4.800.00 0 0 40 11.00 3.0 00 5.000 7.0 00 18/1 1 10 0 12.00 0 0 20 10.00 0 0 20 10.200.00 0 0 10 12.

00 2.000 10.000.200.00 0 2.00 0 7.00 0 4.400.400.00 0 2.00 0 2.000 2.00 0 1.000 8.500.0 00 6.900.800.600 0 20 9.00 0 00 9.00 0 11.600.0 .400.00 0 12.200.0 00 960.000 10.000 11.200.600 0 30 9.000 Saldo akhir uni harga t 20 9.0 00 11.920.800.0 00 1.0 00 20/1 1 10 0 10 0 20 0 10/1 2 12.000 0 50 9.0 00 0 30 0 20 0 10 0 20 0 20 0 40 0 20 0 40 0 10 0 20 0 30 0 20 0 10 0 4.000 11.0 00 2.53 total 1.00 0 5.000 7.00 0 9.800.0 00 18/1 1 10 0 12.000.0 00 21/9 40 0 11.900.00 0 Penjualan Persediaan awal Pembelian Tersedia untuk dijual Persediaan akhir Hpp Laba kotor 7/5 40 11.0 00 9.800.000 1.880.000 c) Rata-rata (average) Pembelian Tgl uni Harga Total t 02/0 Persediaan awal 1 10/0 30 10.800.0 00 10.000 11.100.00 3.0 Penjualan uni Harg t a 20 0 10 0 9600 9.00 0 11.320.500.300.600 Total 1.0 00 7/5 10 0 10.600 0 60 10.000 4.000 1.0 00 9.0 00 9.000.000 11.0 00 4.0 3 0 0 00 5/4 21/9 2.000.0 00 6.00 0 1.0 00 9.920.400.3 0 0 00 5/4 20 0 10.

74 2 2.223. cacat. Sehingga disarankan untuk menilai persediaan menyimpang dari harga pokoknya.74 2 10.2 00 11.400. Dengan demikian maka sudah tentu perusahaan akan rugi apabila persediaan itu kelak dijual kembali. Keadaan tersebut berakibat harga pokok persediaan tidak lagi mencerminkan manfaat potensial persediaan.500.00 0 Penjualan Persediaan awal Pembelian Tersedia untuk dijual Persediaan akhir Hpp Laba kotor 00 1.0 00 5. Jika harga pasar yang lebih rendah dari harga pokoknya berarti mengakui adanya suatu kerugian yaitu sebesar selisih antara harga pokok dengan harga pasar dari barang yang bersangkutan.200 7. Penilaian berdasar harga terendah antara harga pokok dan harga pasar (Lower of Cost or Market / LOCOM).520. ketinggalan zaman (out of date) atau terjadi penurunan tingkat harga pada umumnya. susut).74 2 10.74 2 10.000 1.000 8. Tahap penentuan batas atas / tertinggi (ceiling) dan batas bawah / terendah (floor)  Batas Atas  Harga Jual – Biaya Penjualan  Batas Bawah  Batas Atas – Laba Normal yang Diharapkan 3. Prosedur Penilaian Persediaan LOCOM 1.371.4 00 2.148.000 3. harga pasar lebih besar dibandingkan dengan harga pokok persediaan.200. Tahap pemilihan berdasar LOCOM Contoh : .223. sehingga persediaan dilaporkan sebesar harga pokok. Penyajian nilai persediaan dilaporkan kurang dari harga pokok persediaan atau kemungkinan sebaliknya. Salah satu prosedur penilaian persediaan selain berdasar harga pokok yaitu a.800 4.148.800. Tahap pengumpulan data  Harga pokok  Harga/nilai pengganti  Taksiran harga jual  Taksiran biaya penjualan  Laba normal yang diharapkan 2.0 00 20 0 20 0 10.600.4 00 0 70 0 50 0 30 0 3 10.6 00 3.000 10.323.176.74 2 00 7.18/1 1 20/1 1 10/1 2 0 10 0 0 12.200 Rumus Menghitung Nilai Persediaan Selain Harga Pokok Diperlukan apabila nilai persediaan menjadi berkurang manfaatnya karena beberapa faktor seperti kadaluwarsa (rusak.

950..000. 1.050.E 1. Metode Laba Kotor Digunakan untuk menaksir besarnya jumlah atau nilai persediaan akhir periode dalam hal-hal sbb :  Sebagai Salah satu cara menguji ketelitian catatan akuntansi Contoh : Dari catatan pembukuan yang diperiksa.800. Perse Pokok Jual Pasar Atas Bawah Penggt diaan yg digunak an A 1.b..050.Laba Kotor 232.800. Metode ini didasarkan pada suatu anggapan bahwa dalam jangka pendek tingkat laba kotor dari penjualan akan relatif sama..000.per unit dan Laba normal yang diharapkan sebesar Rp 300.100..1.000. Atas dasar tingkat laba kotor sebesar 25 % dari hasil penjualan.per unit. Metode Persediaan taksiran Laba kotor Merupakan suatu prosedur yang digunakan untuk menentukan taksiran nilai persediaan tanpa dilakukannya perhitungan fisik persediaan (stock opname) dan untuk menguji ketelitian data akuntansi apabila sistem permanen digunakan.500.050.350.050...100.1.Pembelian 705.800.650.650.950.. Penjualan 930.500.000. maka besarnya nilai persediaan akhir (31 Desember) dapat ditentukan sbb : Persediaan Awal Rp 75.1.-.Barang Tersedia Untuk Dijual Rp 780.800.1.350.800. maka nilai persediaan dapat ditentukan dengan cara sbb : Jenis Harga Harga Harga Pasar Harga LOCOM Batas Batas N.1.950.1. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan pada akhir tahun buku.000.UD SYIFA memperjual belikan 6 macam barang.950. 950..600.650.D 1.000.200.Hasil Penjualan Rp 930.950.1.000.F 1. 950.850.500.100. seperti kebijaksanaan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir ini.850.1..- .B 1.650.500..1.C 1.050...1.750.350.050.050.100.850.650. Pembelian 705. 1.000. dengan memperhitungkan rata-rata biaya penjualan sebesar Rp 400. 1. 950. diperoleh informasi yang berhubungan dengan persediaan sbb : Persediaan awal (1 Januari) Rp 75.

000.000. untuk menyatakan barang-barang yang dibeli atau diperoleh dari sumber-sumber alam yang dimiliki dengan tujuan untuk diolah menjadi produk jadi. Perusahaan menetapkan Laba Kotor sebesar 25 % dari Penjualan . bencana alam.000.000.000.400.500.d kebakaran terjadi: Persediaan 1 November 2000 Rp 1.Berdasarkan informasi di atas maka dapat dihitung (ditaksir) nilai persediaan yang terbakar sbb : Persediaan 1 November 2000 Rp 1.500. Produk dalam proses.500.700.-.000.000. Penjualan Bersih 8.Barang Tersedia Untuk Dijual Rp 8.000.Persediaan yang masih ada 400.000. PENGELOMPOKKAN (CLASIFICATION) Bagi perusahaan manufaktur yang di dalam usahanya mengubah bentuk atau menambah nilai kegunaan barang.000.Persediaan yang masih ada 375. meliputi barang-barang yang masih dalam pengerjaan yang memerlukan pengerjaan lebih lanjut sebelum barang itu dijual. biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang telah dikeluarkan atau terjadi sampai dengan tanggal tertentu.500.-.125. Barang yang masih ada setelah kebakaran diperkirakan dapat dijual dengan harga Rp 500. . maka barang-barang demikian sering disebut sebagaipersediaan suku cadang.000.000.000. persediaan produk dalam proses. pencurian) Contoh : Pada tanggal 10/11/2000 Gudang sebuah perusahaan terbakar. Pembelian Bersih 7.Harga Pokok Penjualan 6. maka nilai persediaan yang terbakar dihitung sbb : Persediaan 1 November 2000 Rp 1. 2.000.000.Barang Tersedia Untuk Dijual Rp 8. Dalam hal bahanbakuyang digunakan di dalam proses produksi berupa suku cadang dan harus dibeli dari pihak lain.Harga Pokok Penjualan 6.500.000.Taksiran Harga Pokok Penjualan Persediaan Akhir (Taksiran) 82.000.Persediaan Akhir Rp 2.000.000.- Rp 697.000.000.Persediaan Akhir Rp 2.Pembelian Bersih 7.Apabila perusahaan menetapkan laba kotor sebesar 25 % dari Harga Pokok Penjualan.Rp Menaksir besarnya kerugian atas persediaan sebagai akibat terjadinya musibah (kebakaran. Berikut ini adalah informasi yang berhubungan dengan persediaan yang berhasil dikumpulkan dari awal bulan s.Pembelian Bersih 7.Persediaan yang terbakar Rp 2.000.500.000. pada umumnya mengklasifikasikan jenis-jenis persediaan ke dalam berbagai kelompok sebagi berikut: 1.Persediaan yang terbakar Rp 1.500. D. pada umumnya dinilai berdasarkan jumlah harga pokok bahanbaku. persediaan bahanbaku.500.-.100.

perlengkapan produksi. . PENGUNGKAPAN (DISCLOSURE) Laporan keuangan harus mengungkapkan: 1.3. bahan. seringkali disebut sebagai beban pokok penjualan. biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang diperlukan untuk menghasilkan produk tersebut. entitas menyajikan analisa beban menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat dari beban. dan jumlah biaya produksi persediaan yang tidak normal. Dalam format ini.Paragraf 34) Informasi tentang jumlah tercatat yang disajikan dalam berbagai klasifikasi persediaan dan tingkat perubahannya masing-masing berguna bagi pemakai laporan keuangan. kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang diturunkan.Klasifikasi persediaan yang biasa digunakan adalah barang dagangan. 7. jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan. meliputi semua barang yang diselesaikan dari proses produksi dan siap untuk dijual. akan tetapi tidak merupakan bahanbakuyang membentuk produk jadi. Kondisi tertentu dari entitas juga memungkinkan untuk memasukkan biaya lainnya. 3. 4. 4.Paragraf 36) Beberapa entitas mengadopsi suatu format laporan laba rugi yang mengakibatkan jumlah yang diungkapkan adalah selain biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode yang bersangkutan. Seperti halnya produk dalam proses. lem. total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasi yang sesuai bagi entitas. jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan. persediaan bahan penolong. nilai tercatat persediaan yang diperuntukkan sebagai jaminan kewajiban.Paragraf 37) KESIMPULAN  Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih yang lebih rendah. meliputi semua barang-barang yang dimiliki untuk keperluan produksi. Persediaan dalam pemberi jasa biasanya disebut pekerjaan dalam penyelesaian. E. (PSAK 14. yang termasuk dalam kelompok persediaan ini antara lain minyak pelumas untuk mesin-mesin pabrik. 2. termasuk rumus biaya yang digunakan. jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. benang untuk menjilid dan buku-buku pada perusahaan percetakan. barang dalam penyelesaian. (PSAK 14. produk jadi pada umumnya dinilai sebesar jumlah harga pokok bahanbaku. overhead produksi yang tidak teralokasi. dan barang jadi. (PSAK 14. (PSAK 14. seperti biaya distribusi. jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan. meliputi biaya-biaya yang sebelumnya diperhitungkan dalam pengukuran persediaan yang saat ini telah dijual. 6. 5. persediaan produk jadi. kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan.Paragraf 35) Biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode.

html 5.id/docmodul/akuntansi%20keuangan %20menengah%201/l. dkk: Intermediate Accounting 15th edition 2.pdf . Estimasi nilai realisasi neto didasarkan pada bukti paling andal yang tersedia pada saat estimasi dilakukan terhadap jumlah persediaan yang diharapkan dapat direalisasi.net/2015/10/metode-pencatatan-persediaanbarang.Bab%208%20Penilaian%20Sediaan_Pendekatan %20taksiran. http://rahmatsuharjana.id/2013/02/metode-persediaantaksiran-laba-kotor.id/2012/09/metode-pencatatanpersediaan. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya menjadi nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. http://sistem-akuntansi1000.    Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian.ilmuekonomi. http://www. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 14 3.gunadarma. REFERENSI 1.co.ac.blogspot.blogspot. Estimasi ini memertimbangkan fluktuasi harga atau biaya yang langsung terkait dengan peristiwa yang terjadi setelah akhir periode sepanjang peristiwa tersebut menegaskan kondisi yang ada pada akhir periode.co. http://elearning. Biaya persediaan harus dihitung dengan menggunakan rumus biaya masuk pertama keluar pertama (FIFO) atau rumus rata-rata tertimbang.html 6. maka nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban pada periode diakuinya pendapatan atas penjualan tersebut. Jika persediaan dijual.html 4.biaya konversi dan biaya lain-lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual atau dipakai. Kieso.