MAKALAH

PENGATURAN SIRKULASI DAN TEKANAN ARTERI OLEH SARAF

KELAS A3 (A14)
ANGGOTA KELOMPOK 1:
Irsa Alfiani

131411131003

Natalia Haris Krisprimada

131411131021

Aviati Faradhika

131411131039

Diana Rachmawati

131411131060

Soraya Salma Rahmadita

131411131078

Desy Ratna Sari

131411131096

Marissa Ulfah

131411133010

Savira Octaviana

131411133016

Fasilitator :
Yulis Setiya Dewi, S.Kep., Ns., M.Ng.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015

i

.Ng. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1) Bu Yulis Setiya Dewi. ii . yang telah memberikan rahmat. Keberhasilan dalam penyusunan makalah ini tidak dapat terlepas dari bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak. Kami menyadari masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Ns. serta hidayah-Nya. oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun akan kami terima dengan senang hati. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi kami pada khususnya. taufik.. S.KATA PENGANTAR Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Mahaesa. Penulis.. M. 2) teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan tugas makalah ini. Adapun tujuan dengan dibuatnya makalah ini sebagai syarat untuk mememuhi tugas mata kuliah Keperawatan Kardiovaskular I.Kep. Sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.

..................7 Syok Neurogenik 2....................................................iii Kata Pengantar....................4 Sistem Hantaran Jantung 2........DAFTAR ISI Daftar isi.............13 BAB IV KESIMPULAN........................1 Sistem Saraf Otonom 2....1 Latar Belakang 1........................3 Pengaturan Sistem Saraf Otonom pada Jantung 2...........8 Alur Syok Neurogenik 2 3 5 6 7 8 9 12 BAB III ASUHAN KEPERAWATAN SYOK NEUROGENIK............................................................................15 Daftar Pustaka.........16 iii ..5 Susunan Saraf Otonom dan Irama Jantung 2.................iv BAB I PENDAHULUAN 1......................................2 Sistem Saraf terhadap Pembuluh Darah 2..............................6 Kontrol Kardiovaskular 2..............................3 Manfaat 1 1 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2..2 Tujuan Penulisan 1........................

Salah satu fungsi saraf yang perlu dipahami adalah bagaimana pengaturan sirkulasi dan arteri yang dilakukan oleh saraf. Sistem tubuh yang penting ini juga mengatur kebanyakan aktivitas sistem-sistem tubuh lainnya. Agar dapat mengetahui pengaturan sirkulasi oleh saraf. Agar dapat mengetahui pengaturan arteri oleh saraf. Sistem saraf mengatur sirkulasi hampir seluruhnya melalui system saraf otonom. Karena pengaturan saraf tersebut. 1.1 Latar Belakang Sistem saraf manusia adalah suatu jalinan jaringan saraf yang kompleks. menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya. Mengetahui masalah perihal syok neurogenik dan asuhan keperawatannya.2 Tujuan Penulisan  Tujuan Umum Mampu memahami tentang pengaturan sirkulasi dan tekanan oleh saraf  Tujuan Khusus 1. Mengetahui bagaimana pengaturan arteri oleh saraf. 1. 3. Agar dapat mengetahui masalah perihal syok neurogenik dan asuhan keperawatannya 1 . Sistem saraf mengoordinasi. sangat penting sekali memahami pengaturan sirkulasi dan arteri oleh saraf.3 Manfaat 1. sangat khusus dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Sistem saraf juga menimbulkan peningkatan tekanan arteri secara cepat. 3. maka terjalin komunikasi antara berbagai sistem tubuh hingga menyebabkan tubuh berfungsi sebagai unit yang dinamis.BAB 1 PENDAHULUAN 1. 2. Oleh karena itu. Mengetahui bagaimana pengaturan sirkulasi oleh saraf 2.

Pesanpesan aferen menjangkau pusat-pusat ini melalui transmisi saraf sensoris sistem saraf otonom ini selalu beroperasi pada tingkat unconscious (tidak sadar). Dua neurotransmitter asetilkolin dan norepinefrin dibutuhkan untuk transmisi impuls. mempertahankan keseimbangan dan melawan tekanan/stres.1 Sistem Saraf Otonom Sistem saraf otonom terdiri dari dua subsistem eferen yaitu subsistem simpatis dan parasimpatis. Organ-organ dipengaruhi oleh sistem saraf otonom dikontrol oleh salah satu atau dua subsistem. Aktivitas simpatis dan parasimpatis disebabkan oleh serat-serat preganglion dan postganglion yang menstimulasi organ-organ yang menjadi sasaran.1 Aktivitas Saraf Otonom Aktivitas saraf otonom dimulai dari pusat-pusat di medula spinalis. pembuluh darah. Aktivitas saraf parasimpatis pada dasarnya mempertahnkan fungsi tubuh dalam kondisi normal sebagai contoh penurunan denyut jantung dan meningkatnya aktivitas organ pencernaan. Rasa takut dan marah dapat menstimulasi sistem saraf simpatis untuk meningkatkan denyut jantung. hipotalamus dari sistem limbik. Asetilkolin adalah ganglion parasimpatis dan sinaps preganglion parasimpatis. Norepinefrin adalah transmitter yang digunakan untuk hampir semua sinaps-sinaps postganglion simpatis. 2 . Sistem ini membantu mengatur fungsi organ-organ di dalam rongga abdomen. batang otak. 2. dan kelenjar tubuh. peningkatan gula darah dan sekresi epinefrin dan norepinefrin untuk memperkuat dan memperpanjamh respon stres. vasokonstriksi pembuluh darah.1. organ torakalis. Sistem saraf simpatis menolong tubuh untuk berespon cepat pada keadaan emergensi. abdominalis. Sistem saraf otonom juga menerima informasi tentang fungsi vital tubuh dari kemoreseptor dan presoreseptor di dalam pembuluh darah dan organ internal.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Mempertahankan keadaan tubuh dalam keadaan terkontrol tanpa pengendalian secara sadar. iris mata. struktur jaringan yang dikontrol oleh kontrol oleh sistem saraf otonom yaitu otot jantung.

arteriola. Pada gambar berikutnya. Saraf simpatis pada jantung berperan dalam meningkatkan aktivitas jantung. Serat saraf simpatis meninggalkan spinal cord melalui seluruh saraf spinal thorakal dan melalui satu atau dua serat saraf lumbal yang kemudian memasuki rantai simpatis yang setiap sisinya terdapat pada kolumna vertebralis. Inervasi pada arteri kecil dan arteriola menyebabkan saraf simpatis mampu menstimulasi pembuluh darah arteri untuk meningkatkan resistensi pada aliran darah dan selanjutnya menurunkan aliran darah menuju ke jaringan. yaitu saraf simpatis dan saraf parasimpatis. baik dalam hal meningkatkan detak jantung. meningkatkan kekuatan dan volume untuk memompa. ditunjukkan bahwa distribusi saraf simpatis pada pembuluh darah mencakup arteri. yang akan dibahas selanjutnya. Gambar di atas menunjukkan anatomi dari sistem saraf otonom dalam mengontrol sirkulasi. Hal ini akan menyebabkan darah terdorong ke dalam jantung dan selanjutnya berperan dalam proses pengaturan pompa jantung. vena dan venula. 3 . bahwa sistem saraf otonom terbagi menjadi dua. Terdapat 2 rute untuk memasuki sirkulasi. pertama adalah melalui jalur saraf simpatis yang langsung menginervasi vaskularisasi pada organ-organ viseral dan jantung dan yang kedua adalah melalui bagian peripheral dari saraf spinal yang memvaskularisasi daerah-daerah perifer. Inervasi pada pembuluh darah vena. memungkinkan stimulasi saraf simpatis untuk mengurangi volume pada pembuluh darah ini.2.2 Sistem Saraf terhadap Jantung dan Pembuluh Darah Bagian sistem saraf yang berperan pada sistem kardiovaskular didominasi oleh sistem saraf otonom. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah gambar yang menguraikan mengenai persarafan simpatis dan parasimpatis pada pembuluh darah.

pada saat tubuh membutuhkan penurunan detak jantung. menyebabkan seluruh sinyal tersebar secara kontinu pada saraf simpatis dengan kecepatan 1. yang dikenal sebagai tonus vasomotor. sebagai contoh untuk mengontrol sistem gastrointestinal. Salah satu efek terpentingnya pada sirkulasi adalah mengontrol detak jantung melalui nervus vagus. Dalam kondisi normal. Sebaliknya.2 impuls per detik. pusat vasomotor juga mengontrol aktivitas jantung. meskipun tidak sedominan sistem saraf simpatis. Sistem parasimpatik akan menyebabkan penurunan pada detak jantung dan sedikit penurunan pada kontraktilitas otot jantung. dan vena.Meskipun sistem saraf parasimpatis berperan sangat penting dalam pengaturan banyak fungsi autonom dalam tubuh. di mana pusat vasomotor mengontrol konstriksi pembuluh darah. yang berjalan dari batang otak langsung menuju ke jantung.5 -. Pusat yang berperan dalam pengaturan impuls simpatis dan parasimpatis pada pembuluh darah terletak di dalam otak yang dikenal sebagai pusat vasomotor (vasomotor center). Bagian lateral dari pusat vasomotor mengirimkan impuls eksitatori melalui serat saraf simpatis ke jantung saat tubuh membutuhkan peningkatan detak jantung dan kontraktilitas. Pusat ini mengirimkan impuls parasimpatis melalui nervus vagus ke jantung dan mengirimkan impuls simpatis melaui spinal cord dan saraf simpatis perifer yang selanjutnya akan menuju ke pembuluh darah arteri. area vasokonstriktor pada pusat vasomotor mengirimkan sinyal pada seluruh serat saraf simpatis ke seluruh tubuh. bagian medial dari pusat vasomotor mengirimkan sinyal ke nervus 4 . Impuls inilah yang mengatur status kontraksi pada pembuluh darah. parasimpatis juga memiliki peran pada regulasi sirkulasi. arteriola. Pusat vasomotor terletak pada substansi retikular pada medulla dan bagian terendah ketiga pada pons. Pada saat yang sama.

Pembuluh darah yang membawa darah dari jaringan kembali ke jantung disebut dengan vena dan yang membawa darah dari jantung ke jaringan disebut dengan arteri. walaupun rangsangan saraf tidak dibutuhkan untuk memulai kontraksi. Impuls yang dikirim saraf simpatis ke jantung akan menyebabkan peningkatan detak jantung (efek kronotropik). Impuls yg dikirim melalui saraf simpatis juga dapat menghambat efek dari parasimpatis melalui nervus vagus.3 Pengaturan Otonom Sistem Saraf pada Jantung Jantung merupakan organ muskular yang berongga. Jantung diinervasi oleh dua divisi dari sistem saraf otonom. pusat vasomotor dapat meningkatkan dan menurunkan aktivitas jantung. Dua ruangan di atas disebut dengan atrium dan dua ruangan di bawah disebut dengan ventrikel. nervus vagus. Saraf parasimpatis jantung. yang dapat mengubah kecepatan (dan juga kekuatan) kontraksi. berukuran sebesar kepalan tinju dan berlokasi di rongga dada. Persarafan parasimpatis untuk ventrikel hanya sedikit. Jantung terbagi menjadi dua bagian.vagus yang kemudian akan mentransmisikan impuls parasimpatik ke jantung sehingga terjadi penuruna detak jantung dan kontraktilitas. Walaupun secara anatomi jantung manusia hanya ada satu. yang berperan sebagai kotransmiter pada ujung saraf simpatis. namun sisi kanan dan sisi kiri jantung berfungsi sebagai dua pompa yang terpisah. pada garis tengah tubuh dengan sternum pada bagian depan dan vertebra thorakalis pada bagian belakang. kanan dan kiri dengan empat ruang di dalamnya. kecepatan transmisi pada jaringan konduktive jantung (efek dromotropik) dan kekuatan kontraksi (efek inotropik). Kemungkinan melalui pelepasan neuropeptida Y. mempersarafi atrium terutama SA node dan AV node. 2. Saraf simpatis jantung 5 . Detak jantung dan kekuatan kontraksi meningkat saat vasokonstriksi terjadi dan penurunan terjadi saat vasokonstriksi dihambat. Oleh karenanya.

6 .4 Sistem Hantaran Jantung Dengan sistem hantaran jantung.juga mempersarafi atrium termasuk SA node dan AV node dan juga secara dominan mempersarafi ventrikel. 2. maka irama denyut jantung dapat dikendalikan agar tetap dalam batas-batas normal. di dekat muara vena cava superior. Simpul sinus normal merupakan “primary cardiac pacemaker” tetapi dalam kondisi tertentu maka pacu jantung (“cardiac pacemaker”) yang terdapat di dalam simpul atrioventrikular atau di sepanjang sistem hantaran jantung dapat tetap berdenyut. Sistem hantaran jantung diawali pada simpul sinoatrial atau simpul sinus yang terdapat di bagian atrium kanan.

Bila keadaan ini terjadi. ventrikel. kecuali hanya sedikit saja dan ini mungkin dapat diabaikan. kontraktilitas. maka terjadilah rangsangan pada ventrikel yag menyebabkan ventrikel dapat berkontraksi di luar kontrol simpul sinus. yang berjalan secara spontan dan impulsnya dihantarkan melalui SCS ke seluruh bagian jantung lainnya dan selanjutnya timbul irama jantung yang senada dengan irama simpul sinoatrial. maka ventrikel tidak akan berkontraksi. konduktivitas. Kedua saraf parasimpatis tersebut tidak memelihara otot-otot ventrikel. Rangsangan yang sangat kuat oleh parasimpatis akan menghentikan perubahan ritmik aktivitas potensial aksi pada pacu jantung dan terjadilah “blok” hantaran impuls ke “atrio-ventricular junction”. dan dari sinilah munculnya “inherent rhythm” yang tidak pernah berhenti berdenyut. Simpul sinoatrial merupakan pusat tertinggi pacu jantung. cenderung memperlambat kecepatan pembentukan impuls pada pusat pacu jantung.2. Dan ini merupakan salah satu mekanisme kompensasi untuk mempertahankan denyut jantung. Rangsangan simpatis pada simpul sinus akan memberikan pengaruh yang berlawanan dengan rangsangan parasimpatis. hal ini karena simpatis meningkatkan “slope diastolic depolarization” potensial aksi pusat pacu jantung di dalam simpul sinus. Berkurangnya produksi impuls pada simpul sinus disebabkan oleh adanya penekanan pada “slope diastolic depolarization” dan cenderung meningkatkan stabilitas potensial membran istirahat. baik atrium. sehingga menjauhi “firing-levelnya”. yang pengaruhnya dapat menurunkan jumlah produksi impuls di simpul sinus dan menurunkan kepekaan “atrio-ventricular junction” terhadap impuls atau rangsang yang datang dari simpul sinus. hal ini terjadi karena ujung-ujung saraf parasimpatis mengeluarkan asetilkolin.5 Susunan Saraf Otonom dan Irama Jantung Sistem hantaran khusus mendapat pelayanan saraf otonom simpatis dan parasimpatis. Rangsangan saraf parasimpatis pada simpul sinus. simpul sinus dan simpul atrioventrikular. dan “rhythmicity” jantung. Sedangkan saraf simpatis memelihara semuanya. sehingga “slope diastolic depolarization” 7 . Simpul sinoatrial dipersarafi oleh saraf parasimpatis melalui saraf vagus kanan. sedangkan saraf vagus kiri melayani simpul atrioventrikular. Tetapi dengan adanya pacu jantung pada SCS di dalam ventrikel dan otot-otot jantung itu sendiri. Kedua saraf otonom tersebut mengatur denyut jantung miogenik sehingga mempengaruhi “cardiac performance” seperti otomatisitas. sehingga terjadi kelambatan hantaran impuls ke otot ventrikel. Denyut ventrikel demikian disebut sebagai ekstrasistole ventrikel dan pada rekaman elektrokardiogram tampak gelombang QRS tanpa didahului oleh gelombang P.

Baroreseptor Batang Otak Tekanan Darah Frekuensi Denyut Jantung Isi Sekuncup Garis Tengah Pembuluh 8 . sehingga hantaran impuls dipercepat dan kekuatan kontraksi otot jantung juga meningkat. sehingga tampak peningkatan produksi impuls.6 Kontrol Kardiovaskular Sistem kardiovaskular berada di bawah pengaruh saraf yang berasal dari beberapa bagian otak. Di lain pihak karena rangsangan simpatis. yang memberi sinyal batang otak untuk mengurangi output saraf ke saraf simpatis. 2. juga akan terjadi peningkatan permeabilitas membran semua jaringan Sistem Hantaran Khusus dan termasuk otot-otot jantung terhadap kalium dan natrium.sangat mudah mencapai potensial ambang dan kemudian disusul oleh “overshoot”. yang pada gilirannya menerima umpan balik dari reseptor sensorik dalam pembuluh darah. demikian seterusnya akan terjadi berulang-ulang. Peningkatan output saraf dari batang otak ke saraf simpatis menyebabkan penurunan diameter pembuluh darah (penyempitan arteriol) dan meningkatkan stroke volume dan denyut jantung yang berperan dalam meningkatkan tekanan darah. Pada gilirannya hal ini akan menyebabkan peningkatan aktivitas baroreceptor.

Dan penyebab utamanya adalah SCI.2.7 Syok Neurogenik 2. Kapasitas vaskular meningkat begitu besar sehingga jumlah normal darah menjadi tidak cukup untuk mengisi sistem sirkulasi secara cukup. Masalah ini terjadi akibat transmisi impuls yang terhambat dan hambatan hantaran simpatik dari pusat vasomotor pada otak. Syok neurogenik keliru disebut juga dengan syok tulang belakang. sesudah pasien menjadi tidak sadar. Urden. Tetapi tidak melibatkan perfusi jaringan tidak efektif (Linda D. barulah nadi bertambah cepat. 2008). Sedangkan pada keadaan lanjut.7. 2. Kenaikan kapasitas vaskular dengan volume darah dinyatakan bahwa kenaikan kapasitas vaskular atau penurunan volume darah akan mengurangi tekanan pengisian sistemik rata-rata. Keadaan tersebut dikenal dengan syok neurogenik.4 Patofisiologi Hilangnya tonus simpatik mengakibatkan peningkatan vasodilatasi peripheral. Pengurangan alir balik vena karena dilatasi vaskular disebut “pengumpulan darah di vena”.7. 2.3 Tanda dan Gejala Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun. Kondisi berikutnya mengacu pada hilangnya aktivitas neurologis di bawah tingkat cedera tulang belakang. kapiler dan vena. nadi tidak bertambah cepat.1 Definisi Syok neurogenik adalah syok yang timbul tanpa adanya kehilangan volume darah.7. menghambat respon baroreseptor. yang selanjutnya mengurangi alir balik vena ke jantung. Karena terjadinya pengumpulan darah di dalam arteriol. 2. terutama yang menyebabkan dilatasi luar biasa pada vena. dan kegagalan 9 . Salah satu penyebabnya adalah hilangnya tonus vasomotor secara tiba-tiba diseluruh tubuh. bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya deficit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia . maka kulit terasa agak hangat dan cepat berwarna kemerahan.2 Etiologi Syok neurogenik disebabkan oleh beberapa faktor yang menganggu SNS.7.

Cairan kristaloid seperti NaCl 0. Bedanya.7.7. Ventilator mekanik juga dapat menolong menstabilkan hemodinamik dengan menurunkan penggunaan oksigen dari otot-otot respirasi.6 Penatalaksanaan Perawatan pada neurogenik syok membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati. Menurut Wilson R. bradikardi. Tujuan terapi ini adalah untuk mengurangi atau menghilangkan penyebabnya. Pada pasien dengan distress respirasi dan hipotensi yang berat.5 Manifestasi Klinis Syok neurogenik memiliki manifestasi klinis yang hampir sama dengan sindrom-sindrom syok lainnya. Perubahan manifestasi yang signifikan inilah yang lebih spesifik pada neurogenik syok dan menjadi perbedaan antara syok lainnya. b. penggunaan endotracheal tube dan ventilator mekanik sangat dianjurkan. dan hipotermi. c. Langkah ini untuk menghindari pemasangan endotracheal yang darurat jika terjadi distres respirasi yang berulang. serta penurunan vena balik. kulit hangat dan kering. dan meningkatkan jaringan perfusi yang optimal. (1981) penatalaksanaan syok neurogenik adalah sebagai berikut: a. sebaiknya dengan menggunakan masker.9% atau Ringer Laktat sebaiknya diberikan per infus secara cepat 10 . berikut ini adalah manifestasi lebih spesifik mengenai neurogenik syok seperti: hipotensi. penurunan tingkat dan curah jantung. Kardioaskular yang tidak stabil dapat disebabkan oleh hipovolemia. sebaiknya ditunjang dengan resusitasi cairan. Baringkan pasien dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki (posisi Trendelenburg). bradikardi. 2. 2. hipotermi.termoregulasi. Pertahankan jalan napas dengan memberikan oksigen. menghindari kardiovaskular yang tidak stabil.F. Penurunan tekanan darah dan cardiak output mengakibatkan ketidakadekuatan dan ketidakefektifan perfusi jaringan. Vasodilatasi vena mengarah hipovolemik relative dan penumpukkan darah pada aliran vena. Perawatan yang lebih spesifik ditujukan untuk menghindari atau membetulkan masalah-masalah tersebut. Vasodilatasi arteri mengarah pada penurunan SVR dan peningkatan tekanan darah. Untuk keseimbangan hemodinamik.

berguna jika tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh menurunnya cardiac output. berikan obat-obat vasoaktif (adrenergik. Dobutamin. merupakan obat pilihan pertama. Norepinefrin.tetapi bila pasien mendapatkan pengobatan atau treatment akan berangsurangsur membaik. 2. d.7. 3. Pada dosis > 10 mcg/kg/menit. Efek vasokonstriksi perifer sama kuat dengan pengaruhnya terhadap jantung Sebelum pemberian obat ini harus diperhatikan dulu bahwa pasien tidak mengalami syok hipovolemik. efektif jika dopamin tidak adekuat dalam menaikkan tekanan darah. Epinefrin. 11 . Jarang terjadi takikardi. Dopamin.8 Prognosis Syok neurogenik bergantung dari jumlah faktor penyakit yang membebani seperti. Dobutamin dapat menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi perifer. dan urin output untuk menilai respon terhadap terapi. Apabila tidak diobati dengan baik akan berakibat fatal seperti pasien akan mengalami serangan jantung. berefek serupa dengan norepinefrin.250-500 cc bolus dengan pengawasan yang cermat terhadap tekanan darah. akral. Bila tekanan darah dan perfusi perifer tidak segera pulih. turgor kulit. 2. Perlu diingat obat yang dapat menyebabkan vasodilatasi perifer tidak boleh diberikan pada pasien syok neurogenik 4. agonis alfa yang indikasi kontra bila ada perdarahan seperti ruptur lien): 1. bergantung kemampuan sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) mengalirkan darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang memadai.

7.2.9 Alur Syok Neurogenik Depolarisasi langsung dari membran aksonal energi kinetik dari cedera ke sumsum tulang belakang Repolarisasi dari serabut saraf Efek berkurangnya jalur simpatik Hilangnya tonus vasomotor menyebabkan berkurangnya persarafan simpatis jantung Vasodilatasi pembuluh darah visceral an ekstremitas bawah Pengumpulan darah menyebabkan hipotensi dan bradikardi MK: Syok Neurogenik 12 .

alamat. CVP. tanda-tanda vital dalam batas normal. kemudian setiap 2 penurunan perfusi jaringan jam Pantau warna dan suhu kulit pasien Kulit yang dingin.BAB III ASUHAN KEPERAWATAN PADA SYOK NEUROGENIK 3. Identitas Nama. Tentukan kapan gejala timbul. Diagnosa: Ketidakefektifan perfusi jaringan berhubungan dengan trauma atau kompresi pada pembuluh darah. Biasanya pada pasien syok neurogenik mengalami defisit neurologis dalam bentuk quadriplegia atau paraplegia. Tujuan: Gangguan perfusi jaringan dapat teratasi Kriteria hasil: akral (ujung-ujung tangan dan kaki) hangat. 3. Keluhan Utama Keluhan utama adalah keluhan saat petama kali mengkaji.1 Pengkajian Data yang perlu dikaji: 1. Karena terjadinya pengumpulan darah di dalam arteriol. sesudah pasien menjadi tidak sadar. pekerjaan. maka kulit terasa agak hangat dan cepat berwarna kemerahan. 3. Riwayat Penyakit Dahulu Informasi dalam riwayat kesehatan menyediakan data pengalaman perawatan dan perilaku sehat klien saat ini. Riwayat Kesehatan Saat Ini Kumpulkan data yang penting dan relevan mengenai riwayat perjalanan dan gejalanya. Sedangkan pada keadaan lanjut. kapiler dan vena. umur.2 Diagnosa 1. urin output 1 ml/kgBB/jam Intervensi Rasional Pantau tanda-tanda vital pasien Penurunan frekuensi jantung. 4. barulah nadi bertambah cepat. apakah timbulnya mendadak atau perlahan dan apakah gejala tersebut selalu ada atau hilang timbul. tekanan darah. status perkawinan. dan tekanan darah dapat dan tekanan vena sentral (Central mengindikasikan perubahan Venous Pressure / CVP ) setiap jam arteriovenousa yang mengarah pada hingga stabil. infeksi. (frekuensi jantung. dan pemakaian anafilaktik. 2. berbercak setiap 2 jam dan kaji tanda-tanda dan sianosis dapat mengindikasikan kerusakan kulit penurunan perfusi jaringan 13 . agama. jenis kelamin. pucat. Misalnya riwayat penyakit jantung.

2. denyut jantung: irama teratur. saturasi oksigen > 95%. Diagnosa: Penurunan curah jantung berhubungan dengan faktor mekanis (preload. Intervensi Rasional Pantau tanda dan gejala penurunan Penurunan curah jantung curah jantung menyebabkan darah teroksigenasi tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik jaringan. Bantu klien dengan tindakan untuk Istirahat yang cukup mengurangi menghemat kekuatan konsumsi oksigen dan mengurangi resiko hipoksia. afterload dan kontraktilitas miokard) Tujuan: Memantau dan menangani episode penurunan curah jantung Kriteria hasil: tenang. terorientasi. 14 . kulit hangat dan kering. tekanan darah > 90/60. tidak ada disaritmia. terjaga. frekuensi 60 – 100 denyut/menit. tidak ada nyeri dada. < 140/90 mmHg.

Apabila tidak diobati dengan baik akan berakibat fatal seperti pasien akan mengalami serangan jantung. Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun. 15 . nadi tidak bertambah cepat. Sedangkan pada keadaan lanjut. sesudah pasien menjadi tidak sadar.BAB IV KESIMPULAN Syok neurogenik adalah syok yang timbul tanpa adanya kehilangan volume darah yang penyebab utamanya adalah SCI. barulah nadi bertambah cepat. bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya deficit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia. Syok neurogenik bergantung dari jumlah faktor penyakit yang membebani. tetapi bila pasien mendapatkan pengobatan akan berangsurangsur membaik. seperti bergantung kemampuan sistem kardiovaskuler mengalirkan darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang memadai.

Rick. 1997. Canada: Elsevier Mosby Potter. 2014. Jakarta: EGC http://download. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. 2014. Fundamental Keperawatan Edisi 7.com/penatalaksanaan-syok-neurogenik/ ( Diakses tanggal 6 April 2015) 16 .Jakarta: EGC NANDA Internasional. Jakarta: EGC Urden. Critical Care Nursing “Diagnosis and Management”.dkk. Perry.portalgaruda. Patricia A&Anne G.dkk. Contemporary Medical-Surgical Nursing. USA: Thomson Delmar Learning Engram.1998.php?article=119499&val=5466 (Diakses tanggal 6 April 2015) http://nursingbegin. 2007.org/article.DAFTAR PUSTAKA Daniels. Diagnosis Keperawatan-Definisi dan Klasifikasi. Linda D. Jakarta:EGC Guyton and Hall. Barbara.Rencana Asuhan Keperawatan Medikal-Bedah.