You are on page 1of 7

Penyebab Epilepsi

Ada sekitar 180.000 kasus baru epilepsi setiap tahun. Sekitar 30% terjadi pada anak-anak. Epilepsi paling sering terjadi pada anakanak dan manula.
Hanya sebagian kecil kasus epilepsi yang diketahui jelas penyebabnya. Beberapa penyebab utama epilepsi meliputi:

kurang/rendahnya oksigen saat dilahirkan

Kepala mengalami cedera dalam proses kelahiran

Kepala cedera saat anak-anak/dewasa

tumor otak

kondisi genetik yang mengakibatkan cedera otak, seperti tuberous sclerosis

infeksi seperti meningitis atau ensefalitis

stroke atau jenis lain dari kerusakan otak

kadar abnormal zat-zat dalam tubuh seperti natrium atau gula darah

Sekitar 70% dari semua kasus epilepsi pada orang dewasa dan anak-anak, penyebabnya tidak pernah dapat ditemukan.
Penyebab Kejang
Meskipun penyebab epilepsi biasanya tidak diketahui, namun beberapa faktor diketahui sebagai penyebab kejang pada penderita
epilepsi. Menghindari pemicu ini dapat membantu menghindari kejang dan hidup lebih mudah dengan epilepsi:

tidak meminum obat sesuai jadwal dan dosis yang ditetapkan

. seperti ekstasi  kurang tidur  obat lain yang mengganggu kerja obat epilepsi Satu dari setiap dua wanita penderita epilepsi. alkohol  kokain atau penggunaan narkoba lainnya. Mengubah atau menambahkan obatobatan tertentu sebelum periode menstruasi dapat membantu menghindari kejang PENGKAJIAN Hal-hal yang perlu dikaji pada penderita epilepsi. 2008) ANAMNESA Perawat mengumpulkan informasi tentang riwayat kejang pasien. Pasien ditanyakan tentang faktor atau kejadian yang dapat menimbulkan kejang. yaitu: (Anonim. Efek epilepsi pada gaya hidup dikaji: Apakah ada keterbatasan yang ditimbulkan oleh gangguan kejang? Apakah pasien mempunyai program rekreasi? Kontak sosial? Apakah pengalaman kerja? Mekanisme koping apa yang digunakan? Obsevasi dan pengkajian selama dan setelah kejang akan membantu dalam mengindentifikasi tipe kejang dan penatalaksanaannya. Asupan alkohol dicatat. kejang cenderung terjadi pada masa menstruasi.

jatuh ke lantai. - Apakah bibir atau muka berubah warna. gangguan bicara - Apakah ada perubahan dalam gerakan. pernapasan atau frekuensi denyut jantung. - Berapa lama gerakan tersebut. kejang mioklonik. - Apakah mata atau kepala menyimpang pada satu posisi. - Apakah disertai aktivitas otonomik yaitu berkeringat.1. . hilang kesadaran. auditorik. sakit kepala. olfaktorik maupun visual. apakah lokasi atau sifatnya berubah pada satu sisi atau keduanya. emosi. kejang klonik. 3. - Apakah mulut berbuih. otot-otot sakit. - Apakah terjadi perubahan tingkat kesadaran. selama dan sesudah serangan. - Apakah pasien menggigit lidah. Selama serangan : - Apakah ada kehilangan kesadaran atau pingsan. - Apakah ada inkontinen urin. Riwayat sebelum serangan - Apakah ada gangguan tingkah laku. baik sensori. kejang atonik. - Apakah ada aura yang mendahului serangan. - Apakah pasien menangis. - Evaluasi kemungkinan terjadi cedera selama kejang. - Apakah disertai komponen motorik seperti kejang tonik. - Sesudah serangan apakah pasien masih ingat apa yang terjadi sebelum. bingung. 2. kejang tonik-klonik. - Apakah ada kehilangan kesadaran sesaat atau lena. jantung berdebar. Sesudah serangan - Apakah pasien : letargi .

N - Mata - THT - Leher - Jantung - Paru - Abdomen - Ekstremitas 2. RR. seperti demam. kejang-kejang.4. - Apakah ada keadaan yang mempresipitasi serangan. Riwayat Penyakit - Sejak kapan serangan terjadi. - Apakah penderita pernah menderita sakit berat. Status Neurologis . kurang tidur. operasi otak - Apakah makan obat-obat tertentu - Apakah ada riwayat penyakit yang sama dalam keluarga PEMERIKSAAN FISIK 1. - Frekuensi serangan. - Pada usia berapa serangan pertama. Status Generalis - KU / kesadaran - Tanda Vital : TD. - Apakah pernah menderita cedera otak. keadaan emosional. khususnya yang disertai dengan gangguan kesadaran.

Keluarkan sekret dengan batuk atau suction .Respiratory status : Airway patency . Elektroensefalogram (EEG) untuk mengklasifikasi tipe kejang. Kimia darah: hipoglikemia. suhu.Jelaskan pada keluarga tentang olahraga yang dapat dilakukan. dan RR .Respiratory status : Ventilation . . tidak ada sianosis dan dyspneu NIC : Airway Management . gunakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu . meningkatnya BUN.Bersihkan mulut.Buka jalan nafas. Magnetik Resonance Imaging (MRI) 4. waktu serangan 3. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN No 1 Diagnosa Keperawatan Bersihan jalan napas/pola napas tidak efektif b. hidung dan secret trakea . fokal abnormal. gangguan degeneratif serebral 2. catat adanya suara tambahan . nadi.Auskultasi suara nafas. CT Scan untuk mendeteksi lesi pada otak.d penurunan energi/adanya benda asing di jalan nafas saat kejang Tujuan Tindakan Keperawatan Setelah dilakukan tindakan keperawatan. .Vital sign Status Kriteria Hasil : .Pertahankan jalan nafas yang paten .Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih. diharapkan bersihan jalan nafas/pola nafas kembali efektif dengan kriteria hasil: NOC : .Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan .Jelaskan pada keluarga tentang efek samping penggunaan obatobatan.Pertahankan posisi pasien Vital sign Monitoring .Jelaskan pada keluarga tentang pengobatan epilepsi .Monitor TD.Monitor respirasi dan status O2 Oxygen Therapy . kadar alkohol darah.- Reflek fisiologis - Reflek patologis PEMERIKSAAN PENUNJANG: 1. serebrovaskuler abnormal.

pernafasan) 2 Resiko cedera b. irama nafas.(mampu mengeluarkan . dengan kriteria hasil: Neurological status: Fungsi otonom dbn Tidak ada kejang Kontrol resiko: faktor lingkungan yang beresiko terpantau NIC : Environmental management safety: .Identifikasi keamanan yang di butuhkan klien baik fisik/kognitif .Modifikasi lingkungan . frekuensi pernafasan dalam rentang normal. tidak ada suara nafas abnormal) . atau kerusakan mekanisme perlindungan diri. nadi. mampu bernafas oleh petugas dengan mudah. diharapkan klien terhindar dari cedera.Gunakan pelindung .d perubahan kesadaran. tidak ada pursed lips) .Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik. Setelah dilakukan tindakan keperawatan. kerusakan kognitif selama kejang.Observasi pengetahuan keluarga tentang penjelasan yang diberikan sputum.Tanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah.