You are on page 1of 16

PERCOBAAN 10

HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)
A. Tujuan Percobaan
Mahasiswa dapat menghitung kelarutan elektrolit yang bersifat sedikit larut, dan
menghitung panas pelarutan PbCl2 dengan menggunakan sifat kebergantungan Ksp pada
suhu.
B. Dasar Teori
Kelarutan adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Secara umum,
pengertiankelarutan adalah batas maksimum dari sejumlah zat terlarut dalam pelarut tertentu.
Kelarutan juga diigunakan secara kuantitatif untuk menyatakan komposisi dari larutan.
Kelarutan bergantung pada jenis zat terlarut, ada zat yang mudah larut tetapi banyak juga
yang sedikit larut.
Temperatur adalah salah satu daktor yang mempengaruhi kesetimbangan larutan
jenuh. Hal ini dapat dibahas dengan menggunakan prinsip Le Chatelier. Dalam pembahasan
Le Chatalier, diketahui bahwa penambahan kalor ke dalam sistem pada kesetimbangan
(dengan meningkatkan suhu) merangsang proses penyerapan kalor atau proses endoterm.
Begitu juga sebaliknya, pada saat sistem melepas kalor ke lingkungan, maka akan terjadi
proses eksoterm.
(1) Eksotermis : Zat Terlarut + Pelarut  Larutan + Panas
(2) Endotermis : Zat Terlarut + Pelarut + Panas  Larutan
Panas yang menyertai proses melarut tersebut disebut panas larut, dan sebagai contoh
nyata misalnya kJ(padat) dilarutkan dalam air. Panas yang menyertai pada proses
melaarutnya kJ adalah 21 kJ mol-1 yang berarti bahwa pada proses melarutnya kJ dibutuhkan
panas.

kJ (padat) + 21 kJ mol-1  K+ + JJika digunakan prinsip Le Chatalier pada persamaan di atas, maka apabila temperatur

pada persamaan diatas dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke kanan yang artinya
semakin banyak zat padat seiring dinaikkannya suhu.
Ksp adalah hasil kali konsentrasi ion-ion terlarut dipangkatkan koefisiennya.
Kelarutan dipengaruhi oleh zat terlarut, zat pelarut dan suhu.
Sedangkan untuk PbCl2 yang sedikit larut terjadi kesetimbangan sebagai berikut,
2Cl−¿
(aq)
2 +¿
Pb(aq) +¿
PbCl2 (s ) ⇄ ¿
Dengan persamaan tetapan kesetimbangan,

maka akan didapatkan Ksp pada 250C. maka tetapan kesetimbangan menjadi. dan aktivitas dalam larutan dapat dianggap konsentrasi.Termometer Bahan : - 0.2+¿ Pb Cl−¿ a¿ ¿ ¿2 ¿ a¿ ¿ ¿ K =¿ Karena aktivitas zat murni = 1.Rak tabung reaksi . Alat dan Bahan Alat : . −∆ H 0 1 ln Ksp= . Sedangkan nilai panas pelarutan dihitung dengan persamaan.075 M Pb(NO3)2 1.Pembakar Gas (Bunsen) .Kaki Tiga . + konstanta R T C.Sepuluh tabung reaksi .0 M KCl . hasil kali kelarutan dapat dikatakan sebagai hasil kali konsentrasi ion-ion yang terlarut dalam larutan dimana sebelumnya dipangkatkan masing-masing koefisien. 2+¿ ¿ Pb ¿ −¿ Cl ¿ ¿ ¿ Ksp=¿ Maka.Labu erlenmeyar 250 mL untuk digunakan sebaga penangas . Dengan menghubungkan nilai Ksp sebagai ordinat dan 1/T sebagai absis.Kasa .Dua buah buret 50 mL .

075 M Pb(NO3)2 kedalam tiap tabung reaksi - Ditambahkan KCl sebanyak yang dcantumkan pada tabel - Dikocok tabung reaksi pada saat pencampuran dan setelah pencampuran - Dibiarkan 5 menit dan diamati apakah terbentuk endapan atau belum - Diisi hasil pengamatan pada tabel - Diulangi langkah tersebut untuk menentukan banyaknya volume KCl 1. Langkah Kerja No Langkah Kerja Larutan Pb(NO3)2 dan KCl - Ditempatkan larutan Pb(NO3)2 dan KCl pada dua buret yang berbeda - Disiapkan larutan seperti tabel - Ditambahkan 10 ml 0.4 dan 5 - Dicatat hasil yang diperoleh Hasil .1 mL - Dicatat hasil pengamatan pada tabel dan dicatat pula volume KCl 0.1 M yang dapat menyebabkan terjadinya pengendapan dan suhu larutan - Diletakkan campuran 1 pada penangas labu Erlenmeyer - Dipanaskan sambil di aduk secara perlahan dengan menggunakan thermometer - Di catat suhu ketika endapan tepat larut - Di ulangi hal yang sama untuk campuran 2.3.D.0 M yang dapat menyebabkan terbentuknya endapan sampai ketelitian 0.

075 M Pb(NO3)2 (mL) Volume 1. 10 10 10 10 10 0. Dimana dilakukan dengan cara mencampurkan larutan Pb(NO3)2 pada volume tetap dengan larutan KCl dengan berbagai variasi volume yang berbeda.0 M KCl (mL) 1.075 M (mL) 10 10 10 10 10 M (mL) 0.7 0.6 mL 0. untuk menentukan kelarutan dari Pb(Cl2) yang sukar larut.0 Campuran 1 2 3 4 5 0. Penambahan 0. tetapi konsentrasinya sama. dilakukan perhitungan hasil kali kelarutam dari Pb(Cl 2).7 mL 0.4 Nomor Volume Pb(NO3)2 Volume KCl 1.075 M Pb(NO3)2 = 10 mL Volume 1.9 Suhu Pelarutan Endapan o C K 34 76 84 87 91 307 349 357 360 364 F. Hasil Pengamatan Tabel 10. 3. Analisa Data Pada percobaan kali ini.(aq)  Perhitungan pembentukan endapan PbCl2 1.8 0.9 mL Pembentukan Endapan (Sudah/Belum) Sudah ada endapan Sudah ada endapan Sudah ada endapan Sudah ada endapan Sudah ada endapan Suhu (oC) 34 76 84 87 91 Tabel 10.0 KCl = 0. 5.5 0.5 mL 0. Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh data sebagai berikut:  Reaksi yang terjadi selama percobaan berlangsung : 1.6 0.5 mL mmol Pb(NO3)2 = V Pb(NO3)2 x M Pb(NO3)2 .8 mL 0. 4. Reaksi pelarutan endapan PbCl2 PbCl2 (s) ⥨ Pb2+ (aq) + 2 Cl.E.3 Tabung Volume 0.5 mL KCl 1 M Volume 0. 2. Reaksi pembentuka endapan PbCl2 Pb(NO3)2 (aq) + 2KCl (aq)  PbCl2 (s) + 2KNO3 (aq) 2.

50 mL Pb(NO3)2 (aq) + 2KCl (aq) m 0.50 mmol 0.(aq) s 2s .25 mmol 0. Penambahan 0.50 mmol Reaksi Pelarutan Endapan M [PbCl2] = mmol PbCl 2 Vtotal = 0.75 mmol mmol KCl = V KCl x M KCl 1.50 mL = 10.50 mmol 0 PbCl2 (s) + 2KNO3 (aq) 0.50 mL x = 0.0238)3 −5 = 5.75 mmol 0.25 mmol 0.075mmol 1 mL = 0.50 mmol r 0.50 = 0.25 10.50 mmol s 0.= 10 mL x 0.075 M Pb(NO3)2= 10 mL Pb2+ (aq) + 2Cl.39 .0 mmol 1 mL = 0. 10 2.25 mmol 0.0238 M PbCl2 (s) s Ksp = s (2s)2 = 4(0.6 mL KCl 1 M Volume 0.50 mmol V total = V Pb(NO3)2 + V KCl = 10 mL + 0.

60 mL Pb(NO3)2 (aq) + 2KCl (aq) m 0.60 mL mmol Pb(NO3)2 = V Pb(NO3)2 x M Pb(NO3)2 = 10 mL x 0.(aq) s 2s . Penambahan 0.0 mmol 1 mL = 0.0 KCl = 0.60 mL = 10.30 mmol 0.75 mmol 0.75 mmol mmol KCl = V KCl x M KCl 1.0283)3 −5 = 9.60 mL x = 0.075mmol 1 mL = 0.60 mmol 0.60 mmol s 0.0283 M PbCl2 (s) s Ksp = s (2s)2 = 4(0.30 10.60 mmol r 0.066 .60 mmol Reaksi Pelarutan Endapan M [PbCl2] = mmol PbCl 2 Vtotal = 0.30 mmol 0.7 mL KCl 1 M Pb2+ (aq) + 2Cl.30 mmol 0.Volume 1.45 mmol 0 PbCl2 (s) + 2KNO3 (aq) 0. 10 3.60 mmol V total = V Pb(NO3)2 + V KCl = 10 mL + 0.60 = 0.

40 mmol 0 PbCl2 (s) + 2KNO3 (aq) 0.75 mmol 0.35 mmol 0.70 mmol Reaksi Pelarutan Endapan M [PbCl2] = mmol PbCl 2 Vtotal = 0.70 mmol r 0.075mmol 1 mL = 0.0 mmol 1 mL = 0.70 mmol 0.35 10.(aq) s 2s .0 KCl = 0.70 = 0.70 mL = 10.35 mmol 0.70 mmol V total = V Pb(NO3)2 + V KCl = 10 mL + 0.0327 )3 −5 = 13.70 mmol s 0.75 mmol mmol KCl = V KCl x M KCl 1. 10 Pb2+ (aq) + 2Cl.70 mL x = 0.075 M Pb(NO3)2= 10 mL Volume 1.70 mL mmol Pb(NO3)2 = V Pb(NO3)2 x M Pb(NO3)2 = 10 mL x 0.70 mL Pb(NO3)2 (aq) + 2KCl (aq) m 0.99.0327 M PbCl2 (s) s Ksp = s (2s)2 = 4(0.Volume 0.35 mmol 0.

0 mmol 1 mL = 0.(aq) s 2s .80 = 0.40 mmol 0.0 KCl = 0.40 10.0370 M PbCl2 (s) s Ksp = s (2s)2 = 4(0.80 mL x = 0.80 mmol V total = V Pb(NO3)2 + V KCl = 10 mL + 0.8 mL KCl 1 M Volume 0.80 mmol s 0.80 mmol r 0.80 mL mmol Pb(NO3) = V Pb(NO3)2 x M Pb(NO3)2 0.80 mmol 0.35 mmol 0 PbCl2 (s) + 2KNO3 (aq) 0.40 mmol 0.0370)3 Pb2+ (aq) + 2Cl.075 M Pb(NO3)2= 10 mL Volume 1. Penambahan 0.80 mL Pb(NO3)2 (aq) + 2KCl (aq) m 0.075mmol 1 mL = 10 mL x = 0.75 mmol 0.4.80 mmol Reaksi Pelarutan Endapan M [PbCl2] = mmol PbCl 2 Vtotal = 0.40 mmol 0.80 mL = 10.75 mmol mmol KCl = V KCl x M KCl 1.

075mmol 1 mL = 0.30 mmol 0 PbCl2 (s) + 2KNO3 (aq) 0.45 mmol 0.0 KCl = 0.45 mmol 0.9 mL KCl 1 M Volume 0.(aq) s 2s .90 mL x = 0.90 mmol Reaksi Pelarutan Endapan M [PbCl2] = mmol PbCl 2 Vtotal = 0.45 mmol 0.0 mmol 1 mL = 0.075 M Pb(NO3)2= 10 mL Volume 1.75 mmol 0.75 mmol mmol KCl = V KCl x M KCl 1.90 mL Pb(NO3)2 (aq) + 2KCl (aq) m 0.90 mmol 0.90 mmol r 0.90 mL = 10.026 −4 10 5.90 mmol V total = V Pb(NO3)2 + V KCl = 10 mL + 0.80 mL mmol Pb(NO3)2 = V Pb(NO3)2 x M Pb(NO3)2 = 10 mL x 0.90 PbCl2 (s) s Ksp = s (2s)2 Pb2+ (aq) + 2Cl. Penambahan 0.45 10.= 2.90 mmol s 0.

10-3 0. 10−5 5 10 0.10-3 0. (K-1) (oC-1) -4.0566] 9.0283][0.801.10-3 0.013 -3.18.865. Grafik 1/T terhadap Kelarutan PbCl2 .04 2.778.6 76 349 [0.0109 −5 10 2 10 0.27 3.85 2.26.0826] 28. 10−5 3 10 0.7 84 357 [0.0238][0.0413 M = 2.0115 -3.0476] 5.55 2.0M pelarutan uran Pb(NO3) KCl (mL) 10 (mL) 0.029 -4.10-3 0.747.07.0654] 13.075M e 1.69 2.8 87 360 [0.39.= 4(0.82 −4 10 Maka dari perhitungan diatas dapat diperoleh tabel sebagai berikut Nomor Volume Volum Suhu Camp 0.0119 -3.5 endapan o C K 2 1 34 307 [Pb2+][Cl-] Ksp Log 1/T Ksp [0.257. −5 10 4 10 0.0327][0.10-3 0.0370][0. 10−5 Dari tabel diatas.0413][0. Kurva Ksp sebagai fungsi suhu (K) a.99.9 91 364 [0.0740] 20. dapat digambarkan kurva sebagi berikut 1.0413)3 = 0.

4 0.Grafik Kelarutan PbCl2 terhadap 1/T 3.02 Linear (1/T) 0.5 log Ksp b.4 3.07 R² = 0.2 -4.7 -3.05 Kelarutan PbCl2 Grafik 1/T terhadap log Ksp 0.6 -3.01 0.03 0.68 0.02 0.6 2.03 1/T f(x) = .04 0. Grafik 1/T (K) terhadap log Ksp .03 0.02 1/T 0.4 -4.2 3 1/T 1/T 2.9 -3.04 0.0.0 -3.04 0.8 -3.8 2.3 -4.03 0.01 0 -4.1 -4.02x .0.

314 x 298) .303 x (-3.937 J/mol ∆ H 0 rata-rata = 25099. 303 x ( 8.303 x ( RT ) 25718.27) (8.55) (8.303 x (-3.04) (8.85) (8. ∆H⁰ R + konstanta = -2.797+ 26996.797 J/mol ∆ H0 2 ∆ H 0 = -2.063+24741. T 0 = -2.063 J/mol 0 ∆H 5 ∆ H 0 = -2.314 x 364) = 24741.058 J/mol  Ksp Pada suhu 25⁰ C ∆H° Log Ksp = −2.704+26316.937 5 = 25718.303 x (-4.314 x 360) 5.314 x 357) 4.789+25435.789 J/mol ∆ H0 4 ∆ H 0 = -2.303 x log Ksp (R x T) ∆ H0 1 ∆H 2.303 x (-3.058 = −2. = 26996.314 x 349) 3.69) (8. = 26316.303 x (-4.Perhitungan ∆ H ⁰  ln Ksp = ∆H⁰ 1.314 x 307) = 25099.704 J/mol ∆ H0 3 ∆ H 0 = -2. 1 . = 25435.

0283 mol L x s = 0.8674 g o L pada suhu 76 C = 9.0327 mol L 278 gram mol Tabung 3 Diketahui : BM PbCl2 = 278 g/mol Maka : s = 0.058 −5705.507 Ksp = 3.0327 mol L Tabung 4 Diketahui : s = 0.0283 mol L = 6.85 = -4.=  25718.6 x 10−5 ) x 100 =94.3125 −5 1.0238 mol L x 278 gram mol s = 0.0906 g o L pada suhu 84 C pada suhu 34ºC Tabung 2 Diketahui : g mol BM PbCl2 = 278 Maka : s = 0. dalam percobaan ini juga ditentukan kelarutan PbCl 2.109 x 10-5 Persen Kesalahan ( 3. yaitu sebagai berikut Tabung 1 Diketahui : s = 0.6164 g L = 7.109 x 10−5 )−(1.0238 mol L g mol BM PbCl2 = 278 Maka : s = 0.0370M x 278 gram mol .6 x 10 Selain menentukan Ksp.

0370 mol L x s = 0.286 g o L pada suhu 87 C Tabung 5 Diketahui : BM PbCl2 = 278 g/mol Maka : s = 0.08x + 4.6164 2.4814 g o L pada suhu 91 C Dari perhitungan diatas dapat dituliskan dalam tabel sebagai berikut Tabung Suhu oC Kelarutan PbCl2 dalam air (gram/L) 1. 34 6.BM PbCl2 = 278 g/mol Maka : s = 0.8674 3.0906 4.286 5.64 R² = 0. 76 7.4814 Grafik suhu terhadap kelarutan PbCl2 dalam air Grafik suhu terhadap kelarutan PbCl2 dalam air 15 10 Kelarutan f(x) = 0.74 5 0 30 40 50 60 70 80 90 100 T(oC) Linear () . 84 9. 91 11.0 413 mol L x 278 gram mol = 11.0413 mol L 278 gram mol = 10. 87 10.

kemudian mencata suhunya pada saat endapan tersebut larut sempurna. Dari perhitungan diatas diperoleh ∆H = 25718. dan dibutuhkan energi yang lebih tinggi. Dari nilai ∆H dapat dihitung nilai Ksp pada suhu 25⁰C yaitu 3. mengocok campuran. Kesimpulan . dan 0. hal tersebut karena untuk melarutkan campuran yang tidak larut (membentuk endapan) dibutuhkan energi. Selanjutnya menyiapkan 5 tabung reaksi yang berisi masing-masing 10 mL larutan Pb(NO3)2 0. Penambahan 0. maka semakin lama proses pelarutan dan semakin tinggi juga suhu yang dibutuhkan untuk melarutkan endapan secara sempurna.1 mL KCl dari buret.058 J/mol.075 M. maka kelarutan yang dihasilkan makin tinggi G.9 pada tabung 5. 0. Pelarutan dilakukan dengan cara mengaduk endapan pada tabung reaksi yang berada dalam penangas air dengan termometer. dan kesalahan pratikan dalam menambahkan KCl yang tidak sesuai jumlah yang ditentukan. maka campuran akan semakin tidak melarut.1 mL KCl lagi sampai endapan terbentuk. H.3125 . maka terlihat semakin tinggi suhu yang digunakan untuk melarutkan campuran. Pembahasan Langkah pertama yang dilakukan pada percobaan ini adalah menempatkan larutan KCl 1 M ke dalam buret.5 mL KCl pada tabung 1 sudah terbentuk endapan.7 pada tabung 3. maka untuk tabung selanjutnya penambahan KCl berturut-turut adalah 0. diamkan selama 5 menit dan diamati pembentukan endapan. Semakin banyak KCl yang ditambahkan. ditunjukkan dengan naiknya temperature. Pada tabung pertama ditambahakn 0. Perhitungan nilai Ksp suatu senyawa dan suhu pada saat endapat larut sempurna digunakan untuk menentukan nilan ∆H (panas kelarutan).Dari perhitungan dan grafik diatas.8 pada tabung 4. Hal ini yang menyebabkan semakin banyak endapan yang terbentuk ketika volume KCl diperbesar.6 pada tabung 2. Semakin banyak jumlah KCl yang ditambahkan maka akan meningkat nilai hasil kali ion-ion PbCl2. Ketika hasil kali ion-ion telah melampaui nilai Ksp-nya maka akan terbentuk endapan. maka reaksi berjalan secara endotermik. Pembentukan endapan dipengaruhi oleh sejumlah zat pelarut. semakin banyak komposisi campuran.109 x 10-5 dengan persen kesalahan 94. Hal tersebut disebabkan oleh kesalahan pratikan dalam membaca termometer. Reaksi pembentukan endapan adalah sebagai berikut : Pb(NO3)2 (aq) + 2KCl (aq) PbCl2 (s) + 2KNO3 (aq) Warna endapan yang terbentuk adalah putih. Selanjutnya endapan yang terbentuk dilarutkan melalui proses pemanasan untuk mengetahui pada suhu berapa endapan yang ada di dalam tabung tersebut larut. 0. Jika belum terbentuk endapan maka ditambahkan 0.

karena meskipun random error tidak mempengaruhi kesalahan nilai ksp. karena untuk melarutkan zat yang tidak larut membutuhkan energi 2. kurang telitinya dalam mengamati.3125  Pada percobaan ini reaksi berjalan secara endotermik yaitu membutuhkan energi. bila diperoleh hasil yang tepat. . Nilai Ksp PbCl2 pada suhu 25ºC menurut literatur adalah 1. besar I. Kesalahan hasil ksp disebabkan oleh kurang telitinya pratikan dalam mengambil KCl. sehingga besarnya kesalahan yaitu 94. Jawaban Pertanyaan 1.109 x 10-5. Reaksi PbCl2 (s) Pb2+ (aq) + 2CI– (aq) bersifat endotermik atau eksotermik? Jawaban: Reaksi yang terjadi dari percobaan ini berdasarkan perhitungan ialah reaksi endotermik. Harga Ksp pada 25oC yang diperoleh dari percobaan ini adalah 3. Apakah perbedaan nilai Ksp yang diperoleh pada percobaan ini dengan nilai Ksp literatur disebabkan kesalahan acak yang terdapat pada percobaan (random error)? Jika tidak mengapa? Jawaban: Tidak.6 x 10-5.