You are on page 1of 1

Fase Laten Persalinan

Fase persalinan pada pembukaan 0-3 cm dikenal sebagai fase laten, yang jika diakui
, dikenal sebagai tahap yang dimulai dari awitan kontraksi uterus yang teratur
sampai permulaan fase aktif. Durasi maksimum yang di rekomendasi pada fase ini
bervariasi dan telah ditetapkan yaitu selama 20 jam pada wanita primipara dan 16
jam pada wanita multipara (Friedman, 1978). Suatu lembaga yang dibentuk oleh
organisasi kesehatan dunia (WHO) pada tahun 1988 merekomendasikan bahwa fase
persalinan ini tidak boleh lebih dari 8 jam, tetapi penting bahwa asuhan disesuaikan
dengan individu dari pada memberikan asuhan yang sesuai dengan kebijaksanaan
standar (Walsh, 1994). Hal ini dapat sangat menghabiskan waktu , karena kontraksi
dapat cukup menyakitkan sehingga mencegah istirahat yang adekuat dan
penampakan lambatnya kemajuan persalinan dapat dilihat sebagai tanda bahwa
persalinan tidak berjalan “dengan normal”. Penting dipahami bahwa turunnya
bagian presentasi dan penipisan serviks adalah indikator kemajuan pada fase ini.
Mekanisme koping seperti relaksasi, hidroterapi dan stimulasi saraf transkutaneus
atau semua teknik distrasi, disertai dengan penjelasan, penanganan dan kesabaran
dapat membantu ibu untuk mempertahankan kepercayaan dirinya. Bagi banyak
ibu, rumah mungkin merupakan tempat ideal pada fase persalinan ini, tetapi jika
fase ini timbul di lingkungan rumah sakit, suatu area yang tepat perlu disediakan
sehingga asuhan dapat diberikan tanpa mengganggu kelompok klien lain dan tanpa
tindakan tergesa-gesa yang tidak layak untuk “mempercepat” proses persalinan.
Laporan bahwa fase laten yang memanjang menyebabkan peningkatan angka
bedah Caesar dapat dikritisi karena memasukan wanita yang sebenarnya belum
memasuki masa persalinan (Walsh, 1994).

Fase Aktif Persalinan
Fase aktif persalinan pada umumnya dikenal dari pembukaan 3 cm dan seterusnya
dengan adanya aktivitas uterus yang regular. Kontraksi menjadi semakin kuat dan
sering sampai kira-kira 3-4 kali kontraksi per 10 menit. Persalinan yang diiunduksi
atau dipercepat dapat menyebabkan hiperstimulasi uterus, sebanyak 5 kali
kontraksi per 10 menit. Hal ini menyebabkan ibu dan janin hanya sedikit memiliki
waktu istirahat dan tidak menunjukan proses persalinan normal.