You are on page 1of 9

Basic of Medical Rehabilitation

Karena sudah week 5, ini aku mencoba meringkas slide saja ya biar cepat
bacanya. Ini kuliahnya malah kaya promo KSM rehabilitasi medik dan
spesialisnya  wkwkwkwk. Maaf kalau ada kalimat yang belibet dan banyak
diulang-ulang, hiks. Jangan lupa berdoa sebelum belajar, semoga CBTnya
dilancarkan~
Alur perjalanan penyakit
Ini alur yang biasanya terjadi pada pasien:
Patologi  hendaya  gejala klinis  sembuh/meninggal (wow that
escalated quickly)
Kalaupun pasien sembuh, bisa jadi ga sembuh total, lalu muncul keterbatasan
fungsional yang akan menyebabkan disabilitas/ketidakmampuan. Kalau dibiarkan
terus, disabilitas akan menjadi kecacatan.
Definisi dari istilah-istilah yang disebutkan:
-

Patologi: sesuatu yang abnormal pada individu yang menyebabkan
perubahan pada struktur dan/atau fungsi tubuh.
Hendaya: abnormalitas pada struktur fisiologis, psikologis, atau
anatomis pada tingkat organ.
Disabilitas: akibat yang ditimbulkan hendaya pada fungsi dan aktivitas
individu.
Kecacatan: kerugian yang dialami seseorang akibat hendaya dan
disabilitas.

Kepentingan Rehabilitasi Medik
Kenapa perlu dilakukan rehabilitasi medik? Tujuannya untuk meningkatkan
kemampuan seseorang sesuai potensi yang dia miliki semaksimal mungkin.
Biasanya dilakukan setelah ada kejadian (sakit, kecelakaan, dll) yang
menyebabkan seseorang mengalami penurunan kemampuan fungsional. Nah,
dengan direhabilitasi, diharapkan bisa mencegah atau mengurangi hendaya
(impairment) dan kecacatan pada orang tersebut.
Contohnya pada pasien yang fraktur di daerah kaki terus harus bedrest.
Biasanya kan sakit banget terus jadi mager orangnya. Kalau dia nggak mau difisioterapi, lama-kelamaan akan mengalami penurunan fungsi alat gerak. Btw
fisioterapinya juga ga langsung jalan (yha), tapi dari waktu masih bedrest
biasanya pasien diminta menggerakkan kaki sesekali. Intinya, jangan sampai jadi
pasif dan sama sekali ga gerak.
Kenapa kedokteran rehabilitatif penting? Soalnya kan sekarang teknologi dan
obat-obatan di bidang kedokteran makin canggih, akibatnya pasien dengan
kondisi berat pun terkadang masih bisa diselamatkan. Yang sudah selamat ini
umumnya memiliki gangguan fungsi tubuh yang harus direhabilitasi agar
kembali seperti saat belum sakit.
Kalau pasien hanya dirawat berdasar prinsip kedokteran konvensional, setelah
penyakit sembuh, perawatannya selesai. Begitu juga kalau ada penyakit kronis

tapi bisa juga mempengaruhi keluarga. Diagnosis dalam Kedokteran Rehabilitatif . kedokteran rehabilitatif juga melihat dampak penyakit tersebut pada kualitas hidup pasien. sedangkan kedokteran rehabilitatif berusaha mengurangi impairment yang disebabkan oleh penyakit dan mencegah komplikasinya. rehabilitasi dilakukan oleh suatu tim dengan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (KFR) sebagai pemimpinnya. Bahkan bisa sampai membantu pasien cari pekerjaan lain semisal dia ga bisa balik ke pekerjaan lamanya karena disabilitasnya itu. kondisi ekonomi. Nah selain mengembalikan fungsi gerak pasien dengan mengajarkan cara jalan pakai kruk atau memasang kaki palsu.KFR Perawat khusus untuk rehabilitasi medik Fisioterapis Terapi okupasi Terapi bicara dan Bahasa Psikolog klinis Pekerja social Ahli prostetik dan ortotik Ahli gizi Dari banyaknya tenaga kerja yang tergabung dalam tim di atas. kalau yang kedokteran konvensional itu umumnya kuratif. lingkungan sosial. keteknisian fisik. kedokteran fisik. Misalnya ada pasien yang kecelakaan motor. dan vokasional (maaf ga aku jelasin karena aku pun tak mengerti :’’ hiks) Tim rehabilitasi medik biasanya terdiri atas: - Dokter Sp. kakinya hancur terlindas truk terus harus diamputasi. pekerjaan. Efeknya ga cuma ke pasien. Rehabilitasi medik merupakan proses yang berkesinambungan dan terkoordinasi. Tim Rehabilitasi Medik Biasanya. dan sebagainya. Oiya di KFR itu banyak instrument yang digunakan dan banyak juga terapi yang dipakai. Tapi. umumnya dianggap tidak membutuhkan terapi dan ga perlu dilanjutkan pengobatannya. pendidikan. Untuk mencapai tujuan ini. rehabilitasi juga dilakukan dengan konseling pada keluarga. Kalau merawat pasien dengan prinsip kedokteran rehabilitatif. harapan. seperti terapi farmakologi. sudah bisa dilihat betapa kompleksnya proses rehabilitasi medik hingga mencapai taraf yang diinginkan pasien.yang asimptomatis. Dokter spesialis KFR juga menjadi penentu program dan fasilitatornya. apalagi kalau pasiennya ini tulang punggung keluarga. diperlukan kajian menyeluruh terhadap penyakit dan konsekuensi yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut. akan selalu diusahakan agar kualitas hidup pasien meningkat hingga menyamai dulu sebelum sakit atau mencapai fungsi maksimalnya. Prosesnya seharusnya sudah dimulai sejak ada penyakit hingga mencapai peran individu yang sesuai dengan keinginan pasien. Jadi beda goalnya.

Biasanya bentuknya berupa kuesioner dan pasien diminta mengisi. Functional Independence Measurement. Ini diagnosis medisnya. serta fungsi luhur. Pemeriksaan fisik Selain menentukan diagnosis. di KFR juga dinilai kapasitas fungsional pada pasien setelah terjadi penyakit. Pemeriksaan fungsi-fungsi ini bisa dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan peralatan khusus. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi: o Vital sign o Kognisi o Komunikasi o Menelan o Kardiorespirasi o Sensibilitas o Integrase sensoris-motoris  kayanya semacam refleks kalau merasakan sensasi nyeri/tidak menyenangkan o Fleksibilitas dan ROM o Keseimbangan dinamis dan statis o Control postur o Fungsi eksekusi gerak o Kekuatan otot o Motoric halus o Fungsi locomotor o Pola jalan o Dekondisi o Kemampuan fungsional dan rawat diri o Evaluasi ortosis dan protesis Beberapa instrument baku yang digunakan: Barthel Index (aktivitas kehidupan sehari-hari/AKS). baiknya tentu setelah dilakukan terapi kapasitas fungsional pasien meningkat dari baselinenya. luas gerak sendi (LGS/ROM). fungsi saraf. Kemudian akan dilanjutkan penilaian kondisi fungsionalnya. radialis sinistra. sejauh mana fungsi normalnya bisa dilakukan? Apa pasien masih bisa menulis? Masih bisa memegang benda? Gitu-gitu. Ini dijadikan catatan awal/baseline kondisi pasien sebelum dilakukan rehabilitasi untuk menentukan terapi yang akan diberikan. fungsi kardiovaskuler dan respirasi. Nah. tapi perlu lebih spesifik lagi menanyakan fungsinya.Diagnosis dalam kedokteran rehabilitatif didapat dengan proses yang sama dengan diagnosis pada umumnya (?). Yang akan dinilai biasanya kekuatan otot. Contohnya begini. terdiri dari: - Anamnesis  seperti anamnesis pada umumnya. ada pasien datang dengan fraktur humerus disertai cedera n. Penyakit dan Kondisi yang Dapat Direhabilitasi Berbagai macam penyakit dan kondisi yang direhabilitasi medik (TENTRAAAA INI BANYAK BANGET AKU HARUS GIMANA HIKS) - Trauma .

thoraks o Arthropati infektif o Penyakit degenerative o Mono/polyarthritis o Amputasi vaskuler o Kelainan jaringan lunak o Osteoporosis o Chronic fatigue syndrome Penyakit kardiovaskular o Penyakit jantung iskemik o Gagal jantung o Penyakit katup jantung o Atherosclerosis o Transplantasi jantung o Post-coronary artery bypass grafting o Post-percutaneous transluminal coronary angioplasty Penyakit system limfatik Penyakit respirasi o COPD o Asma o Post-thoracotomy o Bronkus hiperaktif Penyakit endokrin dan metabolic o Komplikasi DM o Komplikasi sindrom metabolic . o Kegagalan multiorgan Penyakit non-traumatik di system musculoskeletal o Nyeri kronik dan akut pada punggung bawah. leher. Kaya orang bedrest terus jadi malesan lalala gitu. spina bifida) Nyeri akut dan kronis karena berbagai sebab o Amputasi o Perawatan pasca operasi o Polyneuropathy Kondisi kompleks karena berbagai sebab o Sindrom bedrest o Effort deconditioning  adaptasi ke kondisi yang lebih pasif. Alzheimer) o Multiple sclerosis o Infeksi dan tumor di system saraf pusat o Distrofi muskuler o Neuropati perifer o Kompresi saraf o Penyakit kongenital (cerebral palsy.- - - - - - - o Cedera otak o Cedera medulla spinalis o Cedera saraf perifer o Cedera tulang o Cedera sendi o Cedera otot o Cedera tendon dan musculoskeletal o Cedera terkait kerja Penyakit system saraf non-traumatik o Stroke o Penyakit degenerative (Parkinson.

dan partisipasi pasien dalam kegiatan. gerakan sendi. Biasanya akan menyebabkan penurunan kekuatan otot. Kondisi sindroma dekondisi bisa mengganggu fungsi dan struktur tubuh.- o Obesitas Penyakit terkait usia Kanker dan terapinya serta efek samping yang ditimbulkan Gangguan tumbuh kembang  bisa berupa deformitas/malformasi Faktor-faktor Personel Struk kongenital. scoliosis. congenital talipes equinovarus. . dan malformasi lainnya. aktivitas. dan kemampuan cardiovascular yang gradual. Rehabilitasi Medik pada Sindroma Dekondisi Sindroma dekondisi disebabkan penurunan aktivitas fisik dalam jangka waktu lama.

ke mana-mana pakai kursi roda saking udah magernya. Makin malas deh pasiennya. di kursi roda. Rehabilitasi dilakukan dengan tujuan: o Mengembalikan massa dan ketahanan otot o Meningkatkan kekuatan otot o Meningkatkan koordinasi gerkana ekstremitas o Meningkatkan kemampuan ROM o Meningkatkan toleransi dalam bekerja Kontraktur sendi  restriksi gerakan pada sendi sehingga terjadi penurunan ROM. dan saat di-splint/cast o Peregangan yang lama dengan low passive tension Disuse osteoporosis  hilangnya massa tulang karena tulangnya jarang dikenai tekanan. pencegahannya bisa dilakukan dengan: o Latihan fleksibilitas o Yoga o Pilates Disuse atrophy  penurunan kekuatan. nanti otot-otot di kaki yang pasif itu akan terasa nyeri soalnya ga pernah dipakai terus tau-tau digunakan. Ini beberapa kondisi sindroma dekondisi di system organ beserta komplikasinya: - Musculoskeletal Secara umum. seperti: o Latihan lingkup gerak sendi o Weight-bearing o Continuous passive motion o Latihan resistensi pada opposing muscles o Posisi benar saat berbaring. dan ketahanan otot. massa.Jadi orang yang mengalami sindroma dekondisi kan malas menggerakkan tubuhnya tuh. Tujuan rehabilitasinya: o Mencegah resorbsi berlebihan dari tulang dan meningkatkan densitas tulang o Mencegah jatuh dan fraktur o Meningkatkan kekuatan tulang dan keseimbangan Latihan khusus yang bisa dilakukan: o Latihan teratur . Tujuan rehabilitasinya: o Mengurangi nyeri o Meningkatkan ROM Untuk kontraktur sendi ada beberapa latihan khusus yang bisa dilakukan. Misalnya dia malas pakai kakinya. kalau dia mencoba menggerakkan kakinya. dan lamakelamaan ia akan mengalami kelemahan pada otot yang tidak pernah digunakan tersebut. Lama-kelamaan.

Tujuan rehabilitasi: o Meningkatkan toleransi glukosa o Menstabilkan kadar hormone yang meningkat karena imobilisasi Untuk mencegah komplikasinya. ya). Genitourinary Komplikasi yang sering muncul: o Sering miksi. Nah pencegahannya bisa dilakukan dengan: o Menggunakan toilet/commode (semacam toilet portable (?)) o Mobilisasi dini o Asupan makanan tinggi serat o Asupan cairan dan olahraga teratur o Stool-softener/bulk-forming (tergantung stoolnya bentuknya gimana) o Bowel program terjadwal o Tidur dengan bagian tubuh atas sedikit ditinggikan Integumentari Salah satu komplikasi yang mungkin muncul seperti ulcus decubitus. konstipasi. terus ditambah seiring berjalannya waktu o Posisi dan postur tubuh yang tepat. tapi lama-kelamaan menurun o Inkontinensia uri o Diuresis . bisa diterapi dengana: o Konsultasi untuk penanganan infeksi o Perawatan luka lebih dari derajat 2 o Konsultasi untuk tindakan pembedahan o Debridement untuk luka derajat 3 o Dressing Endokrin dan metabolic Komplikasi yang ada seperti gangguan respon insulin dan hyperglikemia (berarti ini komplikasi DM. dilakukan latihan isotonic (tonusnya sama) pada kelompok otot-otot besar. sering diubah posisinya o Menghindari aktifitas yang menyebabkan gesekan o Nutrisi o Pemeriksaan kulit berkala o Penggunaan alat distribusi tekanan yang tepat Untuk ulcus yang sudah terjadi. dan penurunan asupan cairan. Sedangkan rehabilitasi akan dilakukan dengan bowel movement setiap dua hari sekali dan mencegah konstipasi.- - - - o Intervensi gaya hidup o Weight-bearing o Beri asupan vitamin D dan kalsium yang cukup Gastrointestinal Beberapa komplikasi yang muncul di antaranya turunnya nafsu makan. Tujuan rehabilitasinya: o Memperbaiki sirkulasi darah o Mengurangi tekanan dan gesekan di area ulcus o Mengurangi risiko terjadinya ulcus decubitus (baik perluasan yang sudah ada atau pembentukan ulcus baru) o Mencegah komplikasi ulcus decubitus Pencegahan komplikasi dilakukan dengan: o Mengkaji risiko pada pasien lansia o Promosi gerakan  latihan pelan-pelan dari gerakan ringan.

Kalau ga bisa ya dikasih bed pan o Asupan cairan cukup o Posisi tegak saat berkemih o Mencegah kontaminasi saat melakukan tindakan medis o Kalau ada infeksi. bisa didekatkan toiletnya atau pakai common. beri antibiotik Kardiovaskuler Hipotensi ortostatik. misalnya pas upacara gitu.- - o Pembentukan batu di vesica urinaria o Infeksi saluran kemih Tujuan rehabilitasi yang dilakukan o Menghilangkan retensi urin o Mencegah komplikasi berupa batu saluran kemih dan infeksi saluran kemih o Memperkuat otot-otot dasar panggul o Bebas dari inkontinensia Komplikasi dapat dicegah dengan: o Menjadwal waktu buang air kecil o Sama kaya GIT tadi. dapat ditangani dengan: o Meningkatkan asupan cairan dan garam o Saat duduk lama. o Berdiri dengan cepat setelah duduk/berbaring yang lama o Makan dengan porsi besar o Exercise yang berlebihan o Mandi air panas o Bekerja dengan posisi yang melebihi tinggi bahu o Mengejan berlebihan saat buang air besar atau buang air kecil Deep vein thrombosis. gerakkan kaki ke atas dan bawah (dorso/plantarfleksi) dan kepalkan otot tangan secara rutin. Sesekali harus digerakkan misalnya fleksi kaki kiri-kanan agar darah bisa mengalir dengan lancar. dapat ditangani dengan: o Kompresi kaki dari luar o Pakai stocking elastis (juga) o Latihan aktif o Mobilisasi dini Respirasi Pencegahan komplikasi dilakukan dengan: o Mobilisasi dini o Respiratory toileting  maksudnya bersihin mucus di pulmo o Perubahan posisi berkala o Deep breathing . bentuknya berupa stocking bertekanan yang tekanan di bagian paling bawahnya tinggi) o Naikkan sedikit kepala di tempat tidur o Hindari konsumsi alcohol o Kurangi asupan kafein o Ajari pasien untuk bergerak pelan-pelan bila berubah posisi o Lakukan dorsofleksi sebelum berdiri Pasien dengan hipotensi ortostatik perlu menghindari: o Berdiri dalam kondisi diam dalam jangka waktu lama. untuk membantu fungsi katup vena o Menggunakan stocking penyangga elastis setiap hari (kayanya pernah dibahas.

Semoga terbaca juga *eh* kalau ada yang bingung mungkin bisa ditanyakan langsung aja ya.- o Menjaga hidrasi o Spirometry o Perawatan gigi Sistem saraf pusat Pencegahan komplikasi dilakukan dengan o Memberikan stimulasi fisik dan psikososial yang sesuai sedini mungkin o Melakukan sesi terapi kelompok o Membantu pasien bersosialisasi dan berinteraksi dengan keluarga serta lingkungan sekitar o Latihan orientasi tempat dan waktu berkala o Menghentikan obat-obatan penyebab perubahan status mental o Penggunaan alat bantu dengar dan kacamata bila perlu Mohon maaf sekali kalau materinya tidak jelas dan membingungkan (dan isinya list semua huh). Semoga bermanfaat. terima kasih  Source: slide. catatan kuliah .