You are on page 1of 44

SEMINAR KAPITA SELEKTA

BAHASA INDONESIA

Kampus BSI, 30 April 2016

I. KONSEP BAHASA DAN FUNGSI BAHASA

A. Konsep
BAHASA adalah sarana komunikasi antar
anggota
masyarakat
dalam
menyampaikan ide dan perasaan secara
lisan atau tulis.
Sampai
dengan
abad
XXI
ini
perkembangan
ilmu
dan
teknologi
menunjukkan bahwa bahasa Indonesia
sebagai bahasa nasional dan bahasa
Inggris sebagai bahasa internasional

Bahasa yang baik dikembangkan oleh pemakainya berdasarkan
kaidah-kaidahnya yang tertata dalam suatu sistem. Yang mencakup
beberapa hal berikut ini:
1. Sistem lambang yang bermakna dapat dipahami dengan baik
oleh masyarakatnya.
2. Berdasarkan kesepakatan masyarakat pemakainya, sistem
bahasa itu bersifat konvensional.
3. Lambang sebagai huruf (fonemis) bersifat manasuka atau
kesepakatan pemakainya (arbitrer)
4. Sistem lambang yang terbatas itu (A—Z: 26 huruf) mampu
menghasilkan kata, bentukan kata, frasa, klausa, dan kalimat
yan tidak terbatas dan sangat produktif.
5. Sistem lambang itu (fonemis) tidak sama dengan sistem
lambang bahasa lain seperti sistem lambang bahasa Jepang
(Lambang hirakana atau silabis)
6. Sistem lambang bahasa itu dibentuk berdasarkan aturan yang
bersifat universal sehingga dapat sana dengan sistemlambang
bahasa lain.

B. Fungsi Bahasa
Fungsi bahasa yang utama dan pertama sudah
terlihat dalam konsepsi bahasa di atas, yaitu fungsi
komunikasi dalam bahasa berlaku bagi semua
bahasa apapun dan dimanapun. Dalam berbagai
literatur bahasa, ahli bahasa (linguis) bersepakat
dengan fungsi-fungsi bahasa, sebagai berikut:
1. Fungsi ekspresi dalam bahasa
2. Fungsi komunikasi dalam bahasa
3. Fungsi adaptasi dan integrasi dalam bahasa
4. Fungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa)

Keempat posisi bahasa Indonesia itu mempunyai fungsi masing-masing seperti berikut: 1. Fungsi bahasa negara 4. dan bahasa standar.Posisi Bahasa Indonesia diidentifikasikan menjadi bahasa persatuan. Fungsi Bahasa Nasional 3. bahasa negara. Fungsi bahasa baku . Fungsi bahasa persatuan 2. bahasa nasional.

RAGAM DAN LARAS BAHASA A. Pemakaian bahasa itu dibedakan berdasarkan media yang digunakan topik pembicaraan. Ragam Bahasa Ketika bahasa itu berada pada tataran fungsi bahasa ekspresi diri dan fungsi bahasa komunikasi. . Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terbentuk karena pemakaian bahasa. bahasa yang digunakan masuk ke dalam ragam bahasa dan laras bahasa. dan sikap pembicaranya.II.

. bentukan kata secara 4. 1. Ragam Bahasa Berdasarkan Situasi Pemakaianannya Ragam bahasa formal memperhatikan kriteria berikut agar bahasanya menjadi resmi.Penggunaan fungsi-fungsi gramatikal secara konsisten dan eksplisit.Kemantapan dinamis dalam pemakaian kaidah sehingga tidak kaku tetapi tetap lebih luwes dan dimungkinkan ada perubahan kosa kata dan istilah dengan benar.Penggunaan konsisten imbuhan (afiksasi) lengkap secara dan eksplisit tidak dan 5. 3.Penggunaan disingkat.B. 2.Penggunaan ejaan yang baku pada ragam bahasa tulis dan lafal yang baku pada ragam bahasa lisan.

pembedaan antara ragam formal. Situasi ketika berlangsung. Hubungan antara pendengar. dan lingkungan 5. Medium bahasa yang digunakan lisan atau tulis. dan ragam nonformal diamati dari hal berikut: 1. 4. 2. pembicara dan 3. Pokok masalah yang sedang dibahas. ragam semiformal. pembicaraan pembicaraan .Berdasarkan kriteria ragam bahasa formal di atas. Area atau terjadi.

Penggunaan imbuhan (afiksasi). akhiran (sufiks). Misalnya: Awalan: menyapa – apaan Mengopi – ngopi Akhiran: laporan – laporin Marahi – marahin Simulfiks: menemukan------nemuin Menyerahkan-----nyerahin Konfiks: Kesalahan-----------nyalahin Pembetulan-------betulin . awalan (prefix).Kelima pembedaan ragam bahasa di atas. Penggunaan kata sapaan dan kata ganti. dan imbuhan terpisah (konfiks). gabungan awalan dan akhiran (simulfiks). misalnya: Saya dan gue/ogut Anda dan lu/situ/ente 2. dipertegas lagi pembedaan antara ragam bahasa formal dan ragam bahasa nonformal yang paling mencolok adalah sebagai berikut: 1.

4. : Mereka berdiskusi dilantai .3. misalnya: Penghilangan subjek : Kepada hadirin harap berdiri. deh. gitu ya. Penghilangan predkat : Laporan itu untuk pimpinan. Penghilangan objek : RCTI melaporkan dariMedan. ya kale.lho. seperti sih. Penghilangan unsur atau fungsi kalimat (SP-O-Pel-Ket) dalam ragam bahasa nonformal yang menganggu penyampaian suatu pesan. Penggunaan unsure fatik (persuasi) lebih sering muncul dalam ragam bahasa nonformal. dong.kok. Penghilangan pelengkap II.

C. (a) Kucing/ makan tikus mati. (c) Kucing makan tikus/mati. Ragam bahasa lisan Ragam bahasa lisan adalah bahasa yang dilafalkan langsung oleh penuturnya kepada pendengar atau teman bicaranya. Ragam bahasa berdasarkan mediumnya Berdasarkan mediumnya ragam bahasa terdiri atas dua ragam bahasa. (b) Kucing makan//tikus mati. . Ragam bahasa tulis. yaitu: 1. Ragam bahasa lisan ini ditentukan oleh intonasi dalam pemahaman maknanya. Misalnya. 2.

5. Penggunaan istilah 4. Pembedaan diantara sub-sublaras bahasa seperti dalamlaras ilmiah itu dapat diamati dari: 1. Penampilan kekhasan dalam wacana. . Penggunaan kosakata dan bentukan kata. Laras Bahasa Laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan fungsi pemakaiannya. Laras bahasa terkait langsung sung dengan selingkung bidang (home style) dan keilmuan. Penyusunan frasa. 3. 2.klausa. 6. sehingga dikenallah laras bahasa ilmiah dengan bagian subsublarasnya. Pembentukan paragraph.D. dan kalimat. Penampilan halteknis.

Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi dalamm bentuk huruf serta penggunaan tanda baca dalam tataran wacana. Pengertian senada dengan KBBI (2005:205).III. Penulisan kosakata dan bnetukan kata. . Konsepsi Ejaan EJAAN adalah keseluruhan pelambangan bunyi bahasa. dan 5. Berdasarkan konsepsi ejaan tersebut. Penulisan unsure serapan afiksasi dan kosakata asing. penempatan tanda baca dalam tataran satuan bahasa. 3. cakupan bahasan ejaan membicarakan 1. Penempatan dan pemakaian tanda baca. Penggunaan huruf capital dankursif. Pemakian huruf vocal dan konsonan. 2. penggabungan dan pemisahan kata. PENULISAN EJAAN DAN TANDA BACA A. 4.

sebagai berikut. Penulisan huruf besar (kapital) 4. di antaranya: . 3.kata ulang. 2. dan gabungan kata. dan 7. Penempatan tanda baca (pungtuasi). yaitu pemisahan suku kata. Persukuan. Penulisan huruf miring atau digaris bawahi (kursif). 1. huruf konsonan. Pemakaian abjad berupa huruf vokal. kata berimbuhan. 6. Penulisan angka dan lambang bilangan. Kaidah Penempatan Ejaan dalam Penulisan Dalam buku Pedoman Ejaan yang Disempurnakan (disingkat Pedoman EYD) penulisan ejaan dan tanda baca diatur dalam kaidahnya.B. Penulisan kata dasar. 5.

9.1. 14. Tanda Tanya (?).Tanda petik tunggal (‘…’). Tanda titik koma (. . Tandatitik dua (:). dan 16.Tanda pisah (--). 15.Tanda ulang angka dua (2).Tanda apostrof/penyingkat (‘). 11. 10. Tanda kurung biasa ((…)).Tanda hubung (-). Tanda titik (. Tanda seru (!). 7.Tanda garis miring (/).). 8.). Tanda kurung siku ([…]). Tanda titik-titik/ellipsis (…). 3. 5. 13. 6. 4.). Tanda koma (. 12. 2.Tanda petik ganda (“…”).

. Pengertian Kalimat dan Kalimat Efektif Dalam proses penulisan karya ilmiah ada dua jenis kalimat yang mendapat perhatian penulis. KALIMAT DAN KALIMAT EFEKTIF DALAM PENULISAN (4.IV.5.6) A. Pernyataan sebuah kalimat bukanlah sebatas rangkaian kata dalam frasa dan klausa. KALIMAT EFEKTIF adalah satuan bahasa (kalimat) yang secara tepat harus mewakili gagasan atau perasaan penulis dan harus pula dimengerti oleh pembaca sebagaimana yang dimaksudkan penulis. yaitu masalah kalimat dan masalah kalimat efektif. Kalimat dalam tataran sintaksis adalah satuan bahasa yang menyampaikan sebuah gagasan bersifat predikatif dan berakhir dengan tanda titik sebagai pembatas.

: adalah pelengkap Ket. objek. predikat. Persyaratan dan Fungsi Kalimat Efektif Fungsi Gramatikal dalam Kalimat atau Kesatuan Fungsi Gramatikal Efektif Fungsi gramatikal atau unsur struktur dalam kalimat dikenal dengan istilah subjek.) + (Ket) / S : adalah subjek P : adalah predikat O : adalah objek Pel. dan keterangan yang dirumuskan atau disngkat menjadi S + P + (O/Pel.B. ... pelengkap. : adalah keterangan.

Posisi subjek dalam kalimat bebas. dan fungsi objek. yang dikenai perbuatan. yaitu terdapat pada awal. • PREDIKAT adalah fungsi kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis tentang subjek. • KETERANGAN adalah fungsi kalimat yang melengkapi fungsi-fungsi kalimat.dalam predikat. • OBJEK adalah fungsi kalimat yang melengkapi kata kerja aktif dan kata kerja pasif sebagai hasil perbuatan. Fungsi objek selalu terletak di belakang predikat berkata kerja transitif.yaitu melengkapi fungsi subjek. fungsi predikat. • PELENGKAP adalah fungsi yang melengkapi fungsi kata kerja berawalan ber. tengah. atau fungsi semua unsur dalam kalimat. . atau akhir kalimat. sehingga predikat kalimat menjadi lebih lengkap. Posisi predikat dalam kalimat juga bebas.• SUBJEK adalah fungsi kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis.atau yang diuntungkan oleh perbuatan sebagai predikat.kecuali tidak boleh di belakang objek dan di belakang pelengkap. Posisi pelengkap dalam kalimat terletak di belakang predikat berawalan ber-. yang menerima.

Kalimat yang hemat dalam penulisan menghindari dan memperhatikan hal-hal berikut .C. 1. Penulis menghindari pemakaian hiponimi dan sinonimi yang tidak perlu. 4. Penulis menggunakan kata bermakna leksikal yang jelas dan lugas dan penenpatan afiksasi yang benar. Kehematan Kalimat atau Ekonomi Bahasa KEHEMATAN atau ekonomi bahasa adalah penulisan kalimat yang langsung menyampaikan gagasan atau pesan kalimat secara jelas. . Penulis menghindari subjek yang sama dalam kalimat majemuk. Penulis menghindari penggunaan kata depan (preposisi) di depan kalimat dan di depan subjek. 2. dan logis. 3. lugas.

9. Penulis menghindari pemborosan kata dan afiksasi yang tidak jelas fungsinya. 7. Penulis menghindarifungsi tanda baca dan pengulangan kata dalam rincian. Penulis menghindari kata ulang jika sudah ada kata bilangan tak tentu di depan kata benda. Penulis menghindariketerangan yang berbelitbelit dan panjang yang seharusnya ditempatkan dalam catatan kaki (footnotes). 8. Penulis menghindari penggunaan kata penghubung (konjungsi) di depan subjek dan di belakang predikat yang berkata kerja transitif.5. 6. .

Kevariasian dalam Kalimat Efektif KEVARIASIAN dalam kalimat efektif adalah upaya penulis menggunakan berbagai pola kalimat dan jenis kalimat untuk menghindari kejenuhan atau kemalasan pembaca terhadapteks karangan ilmiah. . bentuk. dan jenis kalimat agar pembaca tetap termotivasi membaca dan memahami teks sebuah karangan ilmiah.D. Fungsi utama kevariasian ini adalah menjaga perhatian dan minat baca terhadap teks ilmiah berlanjut bagi pembaca. Pada dasarnya kevariasian adalah upaya penganekaragaman pola.

3. 2. kalimat perintah. 5. dan lainlain. Kalimat berita dapat divariasikan dengan kalimat Tanya. 6. Kalimat yang panjang dapat diselingi dengan kalimat yang pendek. tetapi kalimat dapat dimulai dengan predikat dan keterangan sebagai variasi dalam penataan pola kalimat. dan kalimat seruan.bagan. Awal kalimat tidak selalu dimulai dengan unsur subjek. . 4. Kalimat taklangsung dapat divariasikan dengan kalimat langsung. marik. Apa pun bentuk kevariasian yang dilakukan oleh penulisjangan sampai mengubah atau keluar dari pokok masalah yang dibicarakan. Kalimat yang diuraikan dengan kata-kata dapat divariasikan dengan tampilan gambar. kurva.Agar kevariasi dapat menjaga motivasi pembaca terhadap teks.grafik. Kalimat tunggal dapat divariasikan dengankalimat majemuk. 8. 7. 1. Kalimat aktif dapat divareiasikan dengan kalimat pasif. penulis perlu memperhatikan hal-hal berikut.

Penalaran dalam Kalimat Efektif PENALARAN (reasoning) adalah proses mental dalam mengembangkan pikiran logis (nalar) dari beberapa fakta atau prinsip (KBBI.2005:772). Dalam penalaran alur berpikirlah yang ditonjolkan agar kalimat dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipahami dengan benar dan tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau salah kaprah. . Hal yang diutamakan dalam penalaran adalah proses berpikr logis dan bukan dengan perasaan atau bukan pengalaman. Kesatuan pikiran akan logis jika didukung atau dikaitkan dari gabungan unsur atau fungsi kalimat.D.

melainkan. Mobil itu kecil tetapi pajaknya sangat . Hubungan logis koordinatif adalah hubungan setara di antara bagianbagian kalimat dalam kalimat majemuk setara. atau. Hubungan logis dalam kalimat terdiri atas tiga jenis hubungan berikut. tetapi.Hubungan logis dalam kalimat dapat dilihat melalui kaitan antarunsur dan kaitan antarbagian kalimat. • Contoh: besar. padahal. 1. Hubungan logis koordinatif ini ditandai dengan konjungsi dan. sedangkan. serta.

… bukan. tetapi.2. tidak hanya…. Hubungan korelatif ini ditandai oleh konjungsi berikut. Hubungan penambahan: baik … mapun. entah... … melainkan Hubungan Pemilihan: Apakah…. sehingga... ….. atau…. Entah Hubungan akibat: Demikian. Pun… . Hubungan Perlawanan: tidak. sedemikian rupa … sehingga Hubungan penegasan: jangankan …. tetapi juga …. …. Hubungan logis korelatif adalah hubungan saling kait di antara bagian kalimat.

Hubungan logis subordinatif adalah hubungan kebergantungan di antara induk kalimat dan anak kalimat. Hubungan subordinatif dalam kalimat majemuk tak setara (bertingkat) cukup banyak hubungan antara induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan konjungsikonjungsi berikut.3. . Contoh: Dosen itu tidak masuk karena rumahnya kebanjiran.

. • Hubungan perbandingan berbeda…. maka. oleh sebab.dari : sama…. • Hubungan pelengkap : bahwa.daripada. kendatipun. : meskipun. • Hubungan syarat : jika. tanpa : dengan. • Hubunganhasil/akibat • Hubungan alat • Hubungan cara : sehingga. seperti.dengan.supaya.andai kata.• Hubungan waktu : ketika. • Hubungan pembandiungan alih-alih. • Hubungan tujuan • Hubungan perlawanan : untuk. : seolah-olah. • Hubungan pengandaian : seandainya andaikan. agar. sebelum. lebih…. • Hubungan keterangan : yang. • Hubungan sebab lantaran. kalau.walaupun. tanpa..karena. sampai (sampai) : dengan. apakah. untuk. jikalau.. daripada.setelah. : sebab.

SOAL LATIHAN .

. Alat Visualisasi e. a. Alat Ekspedisi d.. f.. Bahasa Indonesia digunakan sebagai.1. Alat Transformasi   2. Universal g. Linguis h. Ahli Bahasa disebut .. Universe i. Alat Transportasi c... Bahasanese j. Frasa .. Alat Komunikasi b..

.. a. Koordinatif h. Bahasa Baku d. Konfederensial . Berdasarkan kesepakatan masyarakat pemakainya sistem Bahasa itu bersifat. Bahasa Gaul c. Kompleks i. Bahasa Nasional e.... Bahasa Slank b. Koorperatif j.. Konvensional g.3. Bahasa yang digunakan pada saat pertemuan resmi disebut. f. Bahasa Daerah 4...

.. a. Menyatakan sesuatu yang akan disampaikan oleh penulis atau pembicara sebagai eksistensi diri termasuk dalam fungsi bahasa. Variasi bahasa yang terbentuk karena pemakaian bahasa disebut . Rahim bahasa g.. Fungsi mengembangkan kecerdasan ganda c..5. Fonem . Fungsi memahami orang lain 6. f. Fungsi Belajar mengamati dunia e. Fungsi pernyataan ekspresi diri b.. Ragam bahasa h. Laras bahasa j.... Aneka bahasa i. Fungsi mengembangkan proses berpikir d.

Afiksasi g.. f. Konfiks dan fungsi ..... Sastra d. a...Kesesuaian antara bahasa pemakaiannya disebut . Sufiks j.7. Ragam bahasa c. Frasa 8. Prefix h. Aneka bahasa e.. Imbuhan disebut juga . Simulfiks i. Laras bahasa b.

Simulfiks d.. Naratif   10... Awalan disebut juga . Pasif e. Penerus tradisi . Merupakan salah satu ciri dari ragam bahasa lisan adalah .9... Ditulis dikertas h. Afiksasi b. Dicetak dibuku i. f. a... Baku j. Prefiks c.. Dilafalkan langsung dari penuturnya g.

Kosonan . Ejaan   12. Vokal j. Kromosom i. Kalimat d. Frasa e... a. penempatan tanda baca dalam tataran satuan bahasa disebut .. A I U E O merupakan jenis huruf . f.. Vocational h... Paragraf c. penggabungan dan pemisahan kata.11.. Vacation g. Huruf b.. Keseluruhan pelambangan bunyi bahasa.

. Ellipsis .. Tanda Koma g. Tanda seru i. Tanda kurung j.. Vokal d. Frasa e.) disebut dengan . Ejaan 14. Tanda titik-titik (. Kosonan c.. f.. Tanda tanya h.13..... a.. Pungtuasi b. Tanda baca disebut juga..

Kursif e.. Vokal d. a. Kapital b. Ragam bahasa g.. Huruf Besar disebut juga dengan . Subyek i. f. Fungsi kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis disebut .. Paragraf h... Ejaan . Frasa j. Kosonan c.15.... Kuratif 16.

Presure c. Ejaan   ... Frasa   18. Predikat b. Keterangan h. Obyek i. Pedagogik d. a... Fungsi kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis tentang subyek disebut. f.. Subyek g. Pedagogik j...17.. Paragraf e. Fungsi kalimat yang melengkapi fungsi-fungsi kalimat disebut .

Skripsi digunakan pada penulisan ilmiah ..19. Cerpen h. Kalimat yang mempunyai unsur S P O K disebut dengan . Kalimat efektif diantaranya . Kalimat belum lengkap c. Novel g. Cerbung i. f. a... Kalimat tidak efektif d. Puisi j.. Kalimat perintah e... Kalimat lengkap   20... Kalimat efektif b.

. lugas dan logis disebut . Pantomin h. f. Antonim g. Penulisan kalimat langsung menyampaikan gagasan secara jelas. Ekonomi bahasa b.. Padan kata disebut juga .21.. Sejarah bahasa d. Sinonim i. Filsafat bahasa   22.. Hiponim j.. Geografi bahasa e. Sosiologi bahasa c... a. Homonim ..

a.Catatan tubuh h. Keterangan yang panjang seharusnya ditempatkan pada . Kata penghubung disebut juga . Proyeksi b. Catatan badan g. Catatan muka .Konjungsi e. Handnotes j. Proteksi   24. f..Afeksi c... Preposisi d....23..Catatan kaki i..

25. Masa bodoh j. Infertal d. Hal utama dalam penalaran dalam kalimat adalah . Tidak berpikir i... Intonasi b.. Berfilsafat .. Berpikir semaunya g.. a.. Berpikir logis h. f. Interval c.. Pada kalimat lisan penekanan dilakukan dengan . Infeksi e. Invinitive 26..

Kalau h. Konjungsi yang menyatakan waktu adalah .. Sebelum i. Tidak menggunakan ragam bahasa e. Untuk menghindari kejenuhan dan kemalasan membaca teks karangan ilmiah maka hendaknya .. a.. Ditulis tangan 28.27... Teksnya panjang-panjang c.. Jikalau . Jika g.. Ada variasi dalam kalimat b. f. Tidak menggunakan tanda baca d.. Seandainya j.

. Sebelum e... Ketika c. Hubungan pengandaian i. a. Setelah d. Hubungan tujuan j. Hubungan sebab . Konjungsi yang menyatakan pengandaian antara lain . Andai kata b.29. Konjungsi untuk.. Hubungan syarat h. Supaya 30.. supaya merupakan contoh dari konjungsi yang menyatakan ... f. Hubungan waktu g.. agar.

SELESAI .