You are on page 1of 11

CASE REPORT SESSION

Burn Injury

Disusun oleh :
Putri Widya Andini
Floriyani Indra Putri
Livy Bonita Pratisthita
Rendy Igntius Siswanto

1301-1211-0594
1301-1211-0549
1301-1211-0568
1301-1211-0624

PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER
BAGIAN BEDAH-SUBDIVISI BEDAH PLASTIK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN
BANDUNG
2012

Tanggeung. Saat ini pasien dirawat di kemuning lantai 3. Untuk mengobati luka bakarnya. yaitu pada tanggal 6 November 2012 operasi release contracture dan flapdan pada tanggal 27 November 2012 operasi release contracture dan full-thickness skin graft (FTSG). pasien terjatuh ke depan sehingga wajah bagian kiri pasien terkena air panas di panci. Kab Cianjur Agama : Islam Pekerjaan : IRT Tanggal masuk RSHS : 19 Oktober 2012 NRM : 12027155 Tanggal Pemeriksaan : 3 Desember 2012 1. N Umur : 38 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Kp. pasien sempat dirawat di RSUD Cianjur selama 1 bulan dan dilakukan pembalutan luka dengan verband. Kec. 1. Ds. Kemudian pasien berobat ke dokter umum praktek swasta dan dirujuk ke bedah plastik RSHS. Lima bulan SMRS. Akan tetapi pasien tidak merasakan perbaikan sehingga pasien memutuskan pulang paksa setelah 1 bulan.1 Keterangan Umum Nama : Ny. Selama di RSHS pasien telah menjalani 2 kali operasi.STATUS PASIEN 1.2 Anamnesis Keluhan Utama : Tarikan kulit wajah bekas luka bakar Anamnesis khusus : Sejak 5 bulan SMRS.I.3 Pemeriksaan Fisik Status Generalis Keadaan Umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Komposmentis Gizi : Cukup Tekanan darah : 120/80 mmHg . Kertajaya. pasien mengeluh kulit wajahnya tertarik ke bawah bekas luka bakar. pasien mengalami kecelakaan saat sedang memasak. Bawolo 01/02.

reguler. reguler Suhu : 36. equal. VR.7 °C Kepala : OD : Konjungtivatidak anemis.700 /mm3 Trombosit : 266. Bunyi jantung tambahan (-) Abdomen : Datar.Nadi :88 x/menit. contracture (+) a/r oculi sinistra : denaturasi protein kornea (+). VBS normal.7mEq/L . kiri = kanan.4 Pemeriksaan Penunjang : Hemoglobin : 17. sonor.5 gr/dL Hematokrit : 37% Leukosit : 5. CRT < 2 detik Status Lokalis: a / r facial : Scar post-burn injury (+).000 Ureum : 24mg/dl Kreatinin : 0. ronkhi -/-. visus menurun 1. wheezing -/- Jantung : Bunyi jantung S1-S2 reguler. sklera tak ikterik OS : Sulit dinilai Leher : JVP tak meninggi. isi cukup Pernafasan : 20x/menit. KGB tidak teraba Thoraks : Bentuk dan gerak simetris Paru-paru : VF. bising usus (+) normal Hati : Tak teraba Limpa : Tak teraba Ginjal : Ballotement -/- Inguinal : KGB tak teraba Ekstremitas : dalam batas normal.63mg/dl Gula Darah Sewaktu : 93 mg/dl Natrium :144 mEq/L Kalium :3. lembut.

contracture (+) a/r oculi sinistra : denaturasi protein kornea (+). mengeluh kulit wajahnya tertarik ke bawah bekas luka bakar. Selama di RSHS pasien telah menjalani 2 kali operasi. pasien mengalami kecelakaan saat sedang memasak. pasien sempat dirawat di RSUD Cianjur selama 1 bulan dan dilakukan pembalutan luka dengan verband.Quo ad functionam : dubia ad malam . Saat ini pasien dirawat di kemuning lantai 3.c neglected burn injury 1. Untuk mengobati luka bakarnya.7 Penatalaksanaan Umum :  IVFD RL:D5 = 2:1 20 gtt/menit  Diet normal tergantung kebutuhan pasien  GV 1x/hari Khusus :  Contracture release  Ciprofloxacin 2x500 mg  Asam mefenamat 3x500 mg  Ranitidin 2x1tab 1. Dari status lokalis didapatkan : a / r facial : Scar post-burn injury (+). visus menurun 1. Akan tetapi pasien tidak merasakan perbaikan sehingga pasien memutuskan pulang paksa setelah 1 bulan. pasien terjatuh ke depan sehingga wajah bagian kiri pasien terkena air panas di panci. Lima bulan SMRS.Quo ad vitam : dubia ad bonam .6 Diagnosis Kerja Scar contracture a/r facial e. yaitu pada tanggal 6 November 2012 operasi release contracture dan flap dan pada tanggal 27 November 2012 operasi release contracture dan full-thickness skin graft (FTSG). Kemudian pasien berobat ke dokter umum praktek swasta dan dirujuk ke bedah plastik RSHS.5 Resume Seorang wanita berusia 38 tahun.1.9 Prognosis . Status generalis dalam batas normal.

perineum. Kondisi pasien luka bakar seperti apa yang membutuhkan perawatan di rumah sakit? Kondisi pasien yang membutuhkan perawatan di RS  Luka bakar derajat II > 15%  Luka bakar derajat III > 2%  Luka bakar yang mengenai daerah sensitive seperti wajah. Komplikasi apa saja yang bisa terjadi pada pasien luka bakar? . kaki.II.5%. Bagaimana menghitung luas area luka bakar ? Cara yang umum digunakan untuk menghitung luas luka bakar adalah Wallace rule of nine. yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 3.  Luka bakar pada anak derajat II > 105 atau anak dengan luka bakar derajat III  Luka bakar karena sengatan listrik tegangan tinggi. luka bakar terdapat di bagian kiri wajah dan sebagian bahu kiri. Luka bakar dengan trauma inhalasi. 2. leher. Pada pasien ini. sehingga total luas luka bakarnya adalah sekitar 4.  Luka bakar dengan komplikasi penyerta. PEMBAHASAN 1.

Jika penyebab luka bakar adalah bahan kimia maka aliri atau siram luka bakar dengan air bersih sebanyak-banyaknya. Hindari paparan dengan membuka pakaian dan perhiasan logam korban. Adapun penanganan yang dibutuhkan adalah: a. Padamkan sumber api/panas. Infeksi  Hipertropi skar  Marjolin’s ulcer adalah ulkus yang terbentuk pada jaringan parut dari luka bakar dimana ulkus ini memiliki kemungkinan untuk mengalami degenerasi malignan. terapi cairan sesuai kebutuhan dan pemantauan yang ketat. e. f. Berikan pendingin dengan menguyur korban dengan air dingin yang bersih bersuhu 20° C. berikan bantuan pernafasan dan oksigen bila diperlukan. Periksa jalan nafas korban. Di tempat kejadian diperlukan penanganan awal yang akan menetukan prognosis dari luka bakar tersebut. Mengapa terjadi scar contracture pada pasien ini? Penatalaksanaan luka bakar Terdiri dari 3 fase : 1. b. d.  Ossifikasi heterotopik  Kontraktur 4. . Jauhkan korban dari sumber panas c. FASE RESUSITASI (48 jam I) Perlu dilakukan penanganan yang cepat dan tepat dimana dibutuhkan terapi yang bersifat menyelamatkan jiwa seperti pemeliharaan jalan nafas.

keadaan umum. Pemasangan intubasi jika perlu terutama pada pasien yang dicurigai menderita trauma inhalasi ataupun edema pada saluran pernapasan atas. Adapun penangana yang diperlukan adalah : i. 8 jam II berikan ¼ dari kebutuhan cairan. yaitu cairan RL sebanyak 4 ml/kgBB/% luka bakar pada 24 jam I p. r. luas dan kedalaman luka bakar dan kemungkinan adanya cedera lainnya. Penilaian awal : a. j. m. Lakukan pemasangan IV line untuk resusitasi cairan. Resusitasi “ABC”. Evaluasi sirkulasi dngan memperhatikan tanda-tanda dan gejala klinik dari syok dan mengatasi pendarahan eksternal. . k. l. b. h. Beri terapi cairan intravena sesuai formula Parkland. berikan RL untuk mengatasi syok. 8 jam III berikan sisanya.g. Penilaian umum seperti pasien trauma lainnya. n. 1. Penilaian luas dan kedalaman luka bakar. Periksa kesadaran. Resusitasi cairan. 8 jam I berikan ½ dari kebutuhan cairan. q. Pemeliharaan jalan nafas dan beri oksigen sesuai kebutuhan serta imobilasi vertebra servikalis. Di UGD rumah sakit perlu dilakukan penangan lebih lanjut yang merupakan kelanjutan dari penanganan ditempat kejadian. s. Segera bawa korban ke rumah sakit dan tutup luka dengan menggunakan kain atau kassa basah yang bersih selama perjalanan ke rumah sakit. o. Memasang NGT dan kateter urine untuk memonitor input dan ouput cairan.

Protein total (albumin dan globulin). Elektrolit. Ureum dan Kreatinin. 2. Biasanya . Ht. tension pneumothorak. AGD.5% ataupun betadine. gula darah. Karboksihemoglobin. tamponade jantung dll.luka bakar mulai sembuh) Perawatan luka yang bertujuan untuk mempercepat penyembuhan luka  Lakukan pencucian luka setelah keadaan menjadi stabil  Pencucian luka dilakukan sambil melakukan debridement dan mencuci luka dengan menggunakan cairan steril yang berisi antiseptik seperti nitras argentin 0. u. Mengetahui tanda-tanda trauma penyerta yang bersifat mengancam jiwa seperti trauma pada jalan nafas. Liver Function Test dan radiologi. Cuprum dan Zinc)  Analgetik secara intavena  ATS/TT  Nutrisi dengan kadar protein tinggi berkisar 2500-3000 kalori/hari  Perawatan luka lokal dapat terbuka ataupun tertutup  Perawatan terbuka Luka yang telah diberikan obat secara topikal lalu dibiarkan saja terbuka tanpa dibalut dan lalu diberi pelindung berupa cradle bed. Trombosit. Fe sulfat. FASE AKUT (>48 jam I .  Berikan obat-obatan berupa :  Antibiotik topical dan sistemik  Antasida H2 antagonis  Roborantia (vitamin C. Evalusi selanjutnya dengan pemeriksaan laboratorium berupa Hb. E dan A.t.

 Ekstensi sendi paha dan lutut.  Mobilisasi dini.  Pengaturan posisi untuk mencegah kontraktur.  Bidai ekstensi pergelangan tangan. Terapi ini meliputi :  Early Excision and Grafting .  Ekstensi siku 180º Manajemen Luka Bakar Menajemen terapi pada luka bakar tidak berdiri sendiri-sendiri tetapi merupakan terapi yang saling mendukung dan bersifat berkesinambungan. 3. luka lalu ditutup dengan menggunakan kasa steril yang lembab dan steril.dilakukan pada daerah yang sulit dibalut seperti pada wajah.  Abduksi 90º pada axilla.  Ekstensi pergelangan tangan. perineum dan lipat paha.  Abduksi paha 15-20º. Adapun sikap-sikap yang diperlukan yaitu :  Ekstensi leher.  Perawatan tertutup Setelah diberi obat secara topical. FASE REHABILITASI (luka sembuh ~ pengembalian fungsi)  Sikap perawatan perlu diperhatikan agar tidak terjadi kontraktur dikemudian hari yang mengurangi fungsi organ.

dan menajemen nyeri untuk meningkatkan keberhasilan terapi. psikologis. Pada kenyataanya standar perawatan baru ini terbukti sangat mengurangi angka kematian akibat luka bakar. kira-kira setelah 3-8 minggu. dimana standar perawatan ini disebut sebagai Early Excision and Grafting (E&G). Selain itu juga dilakukan terapi pendukung lainnya seperti terapi nutrisi. Perawatan ini dilakukan pada luka bakar yang dalam (Luka bakar derajat II dan III). Saat ini telah dikembangkan standar perawatan terbaru untuk luka bakar. Pada prosedur ini kita tidak menunggu terjadinya pemisahan antara jaringan yang mati dan jaringan yang masih vital melainkan langsung dilakukan eksisi awal pada luka yang kemudian ditutup langsung dengan mengunakan graft yang berasal dari kulit pasien tersebut. Pada luka bakar derajat I dan II akan mengalami penyembuhan dalam tiga minggu. Hal ini akan mengurangi efek samping yang ditimbulkan dari pemasangan graft sehingga rekontruksi yang berlebihan akan sangat berkurang. debridement terhadap jaringan yang mati dan pemakaian secara topikal dari kain kasa yang dibasahi dengan cairan saline sampai terjadi penyembuhan secara primer atau terbentuk jaringan granulasi pada dasar luka.Selama bertahun-tahun pengobatan luka bakar dilakukan dengan mencuci luka setiap hari. Ketika jaringan granulasi sudah terbentuk dan terbebas dari debris serta tidak terjadi infeksi maka STSGs dapat dilakukan. sedangkan pada derajat III akan sembuh setelah lebih dari tiga minggu jika tidak terjadi infeksi. .  Rekontruksi Awal Keuntungan yang didapat dari pemakaian teknik E&G adalah terjadinya penutupan luka sebelum terjadinya efek inflamasi yang maksimal baik secara lokal maupun sistemik tubuh.

Saat ini sudah tersedia kulit buatan yang hampir menyerupai kulit manusia. Dan donor kulit yang terbaik adalah kulit normal yang berasal dari pasien itu sendiri. . Substitusi Kulit Langkah selanjutnya adalah pemasangan kulit pengganti yang akan memperbaiki secara kosmetik. permanen. memiliki pigmentasi yang normal. Pada pasien ini prosedur penatalaksanaan luka bakar yang dilakukan di RSUD Cianjur tidak lengkap karena pasien pulang paksa. Namun pada kenyataannya samapi saat ini kulit buatan ini masih terus dikembangkan. Adapun syarat dari kulit buatan ini adalah : memiliki fungsi pelindung (epidermis). dan dapat berkembang seperti pada kulit anakanak. fleksibel.