You are on page 1of 12

Sejumlah studi laboratorium dan klinis telah melaporkan bahwa preparasi sari Chlorella

pyrenoidosa dengan dinding sel yg dipecah dan Chlorella Jenis lain ketika diberikan baik
melalui mulut atau disuntik dapat meningkatkan pertumbuhan dan penyembuhan. Lebih
jauh, preparasi ini telah ditunjukkan untuk merangsang komponen sistem kekebalan dan
melindungi konsumen dari infeksi/peradangan dan kanker. Presentasi ini akan dengan
segera mengkaji ulang pengalaman klinis kita dengan dua suplemen dengan derivasi dari
Chlorella Pyrenoidosa, Sun CHLORELLA dan Chlorella Wakasa Gold ( yang produksi
oleh Sun Chlorella Corp, Kyoto Jepang)
Pasien yang menderita tumor otak primer kronis mempunyai daya ingat lemah baik oleh
karena tumor sendiri maupun dalam kaitan dengan perawatan yg bertujuan membunuh
tumor itu, seringkali fungsi kekebalan dalam batas kompromi mendorong kepekaan
terhadap infeksi/peradangan di atas normal . Di dalam studi ini, Sun Chlorella A ( 20 g)
dan Wakasa Gold ( 150 ml) ditambahkan kepada menu diet sehari-hari terhadap 21
pasien dan kesehatan umum mereka setelah dimonitor secara bulanan dengan pengujian
phisik dan neurologist, ternyata sepanjang ini mereka bertahan untuk waktu dua tahun
atau lebih.
Secara periodik, dilakukan pencatatan jumlah sel darah dengan diferensial secara
lengkap, evaluasi cytometric untuk sel pembunuh alami dan subsets sel T, dan di (dalam)
vitro lymphocyte menguji pengaktifan kadar logam, penelitian itu dibuat untuk menilai
tingkat immunosuppression telah dilakukan pada contoh darah. Hasil kami, walaupun
terbatas oleh sample dalam dimensi kecil yang kami dapat, dapat meyakinkan bahwa
komponen selular dan fungsi sistem kekebalan bertahan pada tahap mendekati normal
dan terpengaruh lebih sedikit ketika pasien sedang mengalami kemotherapi atau
menjalani pengobatan immunosuppressive seperti steroids. Lebih jauh, kita telah
mengamati bahwa pasien kami mempunyai infeksi/peradangan lebih sedikit yang
berhubungan dg pernapasan dan bermacam-macam penyakit seperti influensa. Sebanyak
tujuh pasien yang bertahan hidup dan belum menunjukkan kemunculan kembali gliomas
dari mereka setelah dua tahun pelaksanaan studi.
Kita menyelenggarakan percobaan klinis terhadap subjek yang menderita suatu penyakit
kronis seperti fibromyalgia sindrom, hipertensi, atau ulcerative colitis (radang usus besar)
dengan mengkonsumsi Sun Chlorella A ( 10 g) dan Wakasa Gold ( 100 ml) setiap hari
untuk dua atau tiga bulan. Sebagai validasi, studi klinis kecil ini telah dirancang dan
dilaksanakan menurut metodologi konvensional yang telah dipakai industri farmasi untuk
pengembangan dan pengujian obat. Fibromyalgia Sindrom ( FS) adalah suatu penyakit
yang menyeluruh, kronis, dan jika tidak ditangani, sering melumpuhkan dan
menimbulkan kekacauan system otot dengan penyebab yang tak dikenal berhubungan
dengan ketidak teraturan tidur. Di (dalam) dua percobaan klinis kami yang melibatkan
lebih dari enampuluh pasien FS, penurunan cukup berarti di (dalam) banyaknya intensitas
dan objek luka pada penyakit ini telah diamati. Mayoritas subjek juga dicatat pembebasan
gejala FS yang mencatat peningkatan di (dalam) kemampuan fungsional mereka, tingkat
kesadaran, dan keteraturan tidur.
Suplementasi sehari-hari berkenaan dg menu diet Sun Chlorella A dan Wakasa Gold
dalam dua bulan mendorong suatu pengurangan penderitaan dan/ atau tekanan darah stabil
pada 15 dari 24 subjek dengan hipertensi ringan sampai menengah ( tekanan diastolic 90115 mmHg). Kuisioner disusun dan diberikan kepada subjek untuk menetapkan benar atau
tidaknya suplementasi dengan produk-produk Chlorella dapat meningkatkan kualitas
hidup mereka, hasilnya menunjukkan bahwa setelah melewati keseluruhan studi, persepsi
mereka secara keseluruhan tentang kesehatan meningkat dengan mantap. Lebih jauh,
suplementasi Sun Chlorella A dan Wakasa Gold mendorong kearah penurunan efek serum
cholesterol secara berarti.
Ulcerative colitis (Radang usus besar/ UC) adalah suatu format kronis dan umum dari
penyakit jaringan usus, penyebab penyakit radang menandai sebagai radang yang
menyertakan mucosa dan submucosa dubur yang memberi secara klinis sebagai diarrhea
berdarah dan sakit perut. Sembilan pasien dengan kondisi ringan sampai sedang menderita
sakit dalam bentuk UC aktif yang mengkonsumsi Sun Chlorella A dan Wakasa Gold

sehari-hari untuk dua bulan, melaporkan peningkatan di (dalam) gejala kesembuhan


mereka. Radang yang berkurang telah dirasakan dan mengarahkan pengujian
sigmoidoscopic dari mucosa berkenaan dengan dubur mereka dan menyimpulkan bahwa
Chlorella mungkin telah mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi
kekebalan. Hasil dari studi kami mempertunjukkan potensi untuk konsumsi sehari-hari
Sun CHLORELLA A dan Wakasa Gold untuk membebaskan gejala, meningkatkan
kualitas hidup, dan membuat normal fungsi tubuh pasien yang menderita dari macammacam penyakit kronis dan di bawah perawatan untuk kanker
Manfaat Pepaya untuk kesehatan, klik disini
World Convention of Traditional Medicine & Acupuncture
Singapore
March 18 & 19, 2000
THE DETOXIFICATION, IMMUNOSTIMULATION AND HEALING PROPERTIES
OF CHLORELLA
Dr. Paul Tse A.H.C.M., C.E.T., C.T., R.Ac.
Summary
Chlorella adalah suatu ganggang hijau bersel tunggal yang telah hidup di air bersih untuk
lebih 2.5 milyar Tahun yl. ditemukan pertama pada tahun 1800-an oleh seorang Ahli ilmu
biologi Belanda, tumbuhan ini terdiri dari lebih dari 50% protein dan memiliki kandungan
klorofil (butir hijau daun) dan asam nucleic ( RNA dan DNA yang paling tinggi di antara
tumbuhan yang dikenal . Tidak beracun, yang merupakan suatu makanan ideal
sebagaimana suatu obat kedokteran alami. Studi klinis dan riset medis menunjukkan
bahwa:
1) Chlorella dapat mengeluarkan toksin seperti timah hitam, air raksa, cadmium, arsenik,
pestisida, uranium, obat pembasmi serangga (insektisida), P.C.B. (Polychlorbiphenyl ) dan
lain lain dari tubuh.
2) Chlorella merangsang sistem kekebalan :
Chlorella merangsang produksi interferons, macrophages dan T sel, dengan demikian
berfungsi sebagai suatu stimulan terhadap kekebalan tubuh.
3) Chlorella mempunyai suatu kemampuan menyembuhkan dalam cakupan luas seperti:
menyembuhkan luka, mengatasi pancreatitis, penyakit gusi ( pendarahan gusi dan gigi
lepas), P.M.S., radang sendi, atherosclerosis, tekanan darah tinggi, sembelit, sindrom
kelelahan kronis, kanker, penyakit jantung dan banyak lagi penyakit langka dan umum.
Catatan ini meringkas riset dan studi major yang dilakukan pada chlorella, seperti halnya
pengamatan kami secara klinis dalam 14 tahun. Tonification chlorella berpengaruh pada
xue ( darah), jing ( inti sari), chi ( qi, energi penting), dan shen (spiritual) juga diterangkan
menurut kedokteran tradisional Cina.
Catatan:
1. Versi Cina dari artikel ini ada di buku panduan konggres ini Bagian Cina.
2. Ada 800 lebih studi atas chlorella, telah memperoleh banyak perhatian di kalangan
ilmiah dan masyarakat medis baru-baru ini dalam kaitan dengan efek stimulasi sistem
imunnya.
The Researches, Studies & Observation
1) Kemampuan Detoxifikasi Chlorella
Ada banyak riset dan studi yang mempertunjukkan bahwa chlorella mempunyai
kemampuan menetralisir racun/detoks pada badan . Yang berikut adalah sebagian dari
laporan yang utama:
a) Suatu riset telah dilakukan di mana tikus yang telah dipisahkan ke dalam dua
kelompok. Kelompok yang dipelajari telah diberi makan dengan chlorella yang telah
dicampur dengan cadmium. Sementara kelompok lain diberi makan dengan cadmium

tanpa chlorella.
Dasar dari eksperimen ini adalah untuk menentukan jika cadmium akan diserap oleh
chlorella. Di (dalam) kelompok yang telah ditentukan, cadmium tanpa chlorella untuk 10
hari, keterlambatan pertumbuhan telah dicatat, sementara pertumbuhan normal juga telah
dicatat di dalam kelompok studi. Kadar Cadmium di dalam darah telah ditentukan. Ini
menunjukkan bahwa cadmium yang telah bercampur dengan chlorella tidaklah diserap ke
dalam badan tikus.
b) Dr. Ichimure melaporkan bahwa ketika pasiennya yang menderita keracunan dari
cadmium mengkonsumsi 8 gram chlorella per hari, selama 12 hari, cadmium di dalam
kotoran pasien meningkat 3 kali lipat dari keadaan awal. Setelah 24 hari mengkomsumsi
chlorella, cadmium di (dalam) air seni telah meningkat 7 kali lipat dari kondisi awal, dan
rasa sakit pasien dari keracunan cadmium dengan jelas berkurang. 1
c) Dr. Uda dari Kitakyushu City Institut untuk Riset Polusi Lingkungan di Jepang
memberi dosis sehari-hari 4 s/d 6 gram chlorella untuk satu tahun kepada 30 pasien yang
menderita karena Ekspose PCB (Polychlorbiphenyl) hasilnya adalah: mengurangi
kelelahan, pencernaan lebih baik, dan pergerakan usus normal. 1
d) Dr. Pore dari School of Medicine, West Virginia University, menyelenggarakan suatu
studi mengenai detoksifikasi chlorella :
chlorella telah diberikan pada tikus yg diracuni dengan chlordecone ( suatu yang sangat
berbahaya chlorinated obat pembasmi serangga hidrokarbon).
Ia menemukan bahwa chlorella bersenyawa dengan chlordecone yang dicernakan
melewati bidang gastrointestinal dan telah tereliminasi dari tubuh tikus. 1
e) Kemampuan Chlorella dalam hal detoxifikasi telah ditunjukkan dalam studi lain: suatu
kultur dari jamur brewer's telah diberi suatu dosis yang mematikan dari racun yang berisi
PCB, air raksa, tembaga, dan cadmium. Ketika chlorella ekstrak ditambahkan pada
campuran ini , jamur brewer's tinggal dalam keadaan hidup; kelompok lain tanpa
ditambahkan chlorella seluruhnya musnah oleh racun. 2
f) Studi lain telah menunjukkan dinding sel chlorella menyerap dan mengikat uranium 5,
timah hitam 6, dan racun arsenic , dan sesudah itu menghilang dari tubuh mereka.
g) Studi Laboratorium menunjukkan bahwa dinding sel, sporopollenin1 ( suatu carotenelike polymer), dan klorofil dari chlorella berperanan penting dalam kemampuan
detoksifikasi dari chlorella. 1,2,7,13 Karakteristik ini menarik zat beracun dari
lingkungan nya dan mebuangnya dari badan, ini adalah suatu penemuan yang penting.
Toksin ini seperti logam berat, material radio-aktif, pestisida hidrokarbon dan obat
pembasmi serangga mungkin ditemukan di air di sekitar kita, udara, dan rantai makanan.
Hal ini pada gilirannya menciptakan penyakit, termasuk kanker, alergi, permasalahan
kulit, kekacauan neurologis, dan lain lain. Chlorella, suatu unsur alami, mempunyai
karakteristik untuk menangani permasalahan yg berhubungan dengan toksin ini.

2) Immunostimulation Property Chlorella


Ada banyak riset dan studi yang membuktikan bahwa chlorella mempunyai kemampuan
untuk merangsang sistem kekebalan. Yang berikut adalah sebagian dari laporan yang
utama:
a) Di Departemen Imunologi, Bioregulation Medical Institute, Kyushu University,
Jepang,
Chlorella Growth Factor ( CGF, suatu ekstraksi chlorella yang berisi derivative asam
nucleic, asam amino, peptides, protein, vitamins, gula, dll.) telah disuntik ke dalam tikustikus yang kemudian diberi suntikan sel kanker. Percobaan ini menunjukkan bahwa CGF
merangsang polymorphonuclear leukocytes ( suatu jenis sel darah putih) untuk menyerang
sel kanker, memperpanjang hidup tikus-tikus dibandingkan dengan kelompok tikus-tikus
yang tidak pernah menerima CGF. 9
b) Suatu eksperimen menunjukkan bahwa mencernakan chlorella dapat merangsang

macrophage, interferon, dan produksi T sel, menghasilkan anti-tumor, anti-bacteria dan


anti-viral effects. 1.7.12.17
c) Peneliti pada Kanazawa Medical University ( Jepang) dan Taipei Medical University
( R.O.C.) yang melakukan eksperimen dan menemukan bahwa efek anti-tumor chlorella
meningkatkan aktivitas macrophage pada objek dan aktivitas cytotoxic dari nonadherent
lymphocytes. Ini adalah serupa bagi beberapa bakteri ( seperti Mycobacterium dan
Corynebacterium) Yang meningkatkan respon system kekebalan pada objek'. Ini secara
klinis digunakan untuk anti perawatan kanker. Chlorella tidak mempunyai sifat racun
terhadap kultur sel limpa atau sel tumor di (dalam) vitro ( test tabung) dan ke tikus-tikus
di (dalam) vivo ( di dalam badan). Studi ini telah dipresentasikan di Third International
Congress of Developmental and Comparative Immunology, Reims, Perancis. 8
d) Para doktor Jepang menemukan bahwa jika chlorella diberikan kepada pasien kanker
sebelum radiasi dan chemotherapi mereka, sel darah putih mereka tidak akan menurun
tajam di saat kondisi sel darah putih sedang rendah, dan akan membuat normal lagi lebih
cepat dibanding biasanya.7
e) Suatu eksperimen telah dilaksanakan pada 971 pelaut Angkatan laut Jepang yang
sedang melakukan pelayaran dari Tokyo ke Selandia Baru selama lebih dari 95 hari.
Kelompok Studi mengambil 2 gram chlorella per hari telah menunjukkan 26.5% lebih
sedikit mengalami kedinginan, dibandingkan kepada kelompok yang tidak mengambil
chlorella.10
Chlorella menurunkan tingkat kedinginan sebab merangsang badan menghasilkan lebih
banyak interferons untuk melawan virus. 1,7
3) The Healing Properties of Chlorella
Chlorella berisi suatu rangkaian panjang vitamins ( mencakup Vitamin A, C, E, Beta
Carotene, B1, B2, B6, B12, dll.), mineral ( mencakup zat kapur, fosfor, magnesium, besi,
seng, yodium, dll.), dan bahan gizi ( seperti asam amino, protein, lemak, karbohidrat, dan
lain lain). Chlorella juga berisi konsentrat klorofil yang paling tinggi dan asam nucleic
( RNA dan DNA) diantara tumbuhan hijau yang dikenal. Chlorella berisi bahan gizi yang
mampu menyembuhkan seperti: vitamin A, C, E dan beta carotene yang merupakan anti
oxidants yang dapat mencegah kanker dan penyakit jantung, dll., klorofil, dinding sel
chlorella, dan CGF terbukti sebagai memiliki kemampuan tersebut di atas. Cakupan bahan
gizi chlorella yang kaya membantu kita mencegah dan menangani suatu penyakit dengan
spektrum yang luas yang disebabkan oleh defisiensi bahan gizi. Kasus ini adalah suatu
masalah yang sangat umum dalam kaitan dengan pengolahan makanan dan
penanganannya yang dapat melenyapkan bahan gizi di (dalam) makanan kita.
Telah hidup sejak lebih 2.5 milyar tahun, chlorella mempunyai kekuatan luar biasa dari
chi ( qi, energi penting) karena daya tahannya dari kepunahan (survival). Di bawah
kondisi-kondisi pertumbuhan subur dan cahaya matahari kuat, masing-masing sel
chlorella membelah dalam empat sel baru di dalam satu hari. Masing-Masing sel baru
mengandung unsur-unsur sedemikian sehingga dapat survive dengan sendirinya dan
secara terus-menerus membagi dalam empat sel baru setiap hari. Karakteristik ini di
(dalam) chlorella dan komponen-komponennya sedemikian rupa sehingga menyediakan
kemampuan menyembuhkan dimana tidak dimiliki tumbuhan lain.
Ukuran chlorella adalah serupa dengan sel darah merah manusia. Struktur molekular butir
hijau daun di (dalam) chlorella sangat serupa kepada hemoglobin di (dalam) sel darah
merah. Perbedaan yang utama adalah bahwa hemoglobin terkonsentrasi dari suatu atom
besi dibanding atom magnesium yang terkandung di molekul klorofil. Klorofil telah
digunakan menangani anemia dengan sukses. Dr. Bernard Jensen melaporkan bahwa ia
menggunakan cairan klorofil (butir hijau daun) untuk membantu peningkatan jumlah sel
darah merah pasiennya mencapai 400,000 dalam tiga minggu. 7
Hukum " like cures like " atau " using the similar form to tonify the similar form "
tentang Pengobatan Tradisional Cina ( TCM) berlaku bagi chlorella juga:
1. Dinding Sel chlorella melindungi dirinya sendiri dari lingkungannya. Hal ini
merupakan perilakunya untuk membantu detoxify kita, melindungi kesehatan selular kita.

2. CGF mempunyai karakteristik "jing" ( inti sari reproduktif, unsur penting dari suatu
organisma) dan chi ( qi, energi penting) di dalam TCM sebab Chlorella mempunyai qi
yang luar biasa untuk mereproduksi dirinya sendiri secara terus-menerus. Potensi itu dapat
memperkuat badan kita dan sistem kekebalan ( wei chi, chi yang bersifat melindungi) dan
energi seksual ( untuk diterangkan kemudian).
3. Nilai gizi di dalam chlorella memungkinkannya untuk mendukung hidup mandiri, juga
untuk membantu memelihara tubuh kita. Chlorella berisi semua bahan gizi yang
diperlukan kita bagi suatu kelangsungan hidup sehat.
4. Ada persamaan antara ukuran chlorella dan sel darah merah kita, dan kesamaan fungsi
dan struktur butir hijau daun dengan hemoglobin kita. Dua hal ini adalah sangat penting
untuk kelangsungan hidup organisma yang dimiliki keduanya. Di (dalam) penggunaan
secara klinis, chlorella tonifies/meningkatkan daya pada darah kita.
5. DNA dan RNA yang tinggi di dalam chlorella dapat membangun blok untuk DNA dan
RNA kita ( semua makhluk hidup terdiri dari bahan kimia dasar yang sama yang
membangun blok). Kita bisa menggunakan asam nucleic ini untuk peremajaan sel. Dr.
Benjamin telah menggunakan makanan dengan DNA dan RNA kadar tinggi untuk
membantu pasiennya mempertahankan penampilan dan energi agar tampil lebih muda. Ia
juga menemukan permasalahan kesehatan seperti radang sendi, penyakit paru-paru,
penyakit jantung, penglihatan memburuk, penurunan memori dan depresi yang pulih
dengan masukan dari makanan ini. 13,14
Yang berikut adalah laporan utama tentang kemampuan Chlorella dalam penyembuhan
dan keunggulan chlorella1-18: alergi, sakit asma, penyakit paru-paru, dingin, influensa,
radang sendi, menyembuhkan luka , pancreatitis, penyakit gusi ( pendarahan gusi dan gigi
lepas), P.M.S., kanker, detoxification, keracunan hati, ketergantungan alkohol, keracunan
usus, sembelit, anti-viral, borok, permasalahan kulit, artherosclerosis, permasalahan
cholesterol, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis, epstein-Barr sindrom
virus ( yang ditandai oleh infeksi/peradangan yang berulang, alergi, dan kelelahan, serupa
dg sindrom kelelahan kronis), permasalah berhubungan dg jamur candida , obesitas,
encok, herpes simplex, depresi, AIDS, bisul berserat, seizure, hypoglycemia, bau badan,
terbakar, ketidak seimbangan hormon, stress, eksim, jet lag, penyakit pegal pada
pinggang, ketergantungan dari kecanduan obat, dan lain lain
Chlorella menetralkan badan yang bersifat asam menjadi bersifat basa. Menurut riset
seorang dokter Jepang, mengkonsumsi daging dan beraneka makanan, stress dan polusi
menyebabkan badan untuk menjadi bersifat asam, dengan begitu memungkinkan
timbulnya penyakit. Ketika tubuh manusia lanjut usia, gagal untuk mempertahankan air,
kalium, dan sodium secara efisien seperti sebelumnya, oleh karena itu menyebabkan
badan juga menjadi bersifat asam. Konsumsi Chlorella dapat menetralkan badan menjadi
sedikit bersifat alkali, sebab chlorella dikenal sebagai makanan yang paling bersifat alkali
dan mempunyai kemampuan untuk menyeimbangkan pH badan. Dokter ini menasehatkan
pasiennya untuk menggunakan chlorella sebagai makanan anti aging seperti halnya untuk
penanganan banyak kasus penyakit.18
My Clinical Observation
Secara klinis, saya menggunakan chlorella sebagai suplemen gizi, sebagai tambahan
terhadap Traditional.China.Medicine (TCM). Perawatan seperti akupunktur dan herbal.
Saya temukan chlorella mempunyai efek mengagumkan pada beberapa pasien dan
penyakit yg disebut di atas. Sebagai contoh, peningkatan level energi pasien, tekanan
darah tinggi membuat normal, gula beranjak surut, kanker menghilang lenyap dan
banyaknya pengurangan kasus kedinginan dan influensa, dan lain lain Bagaimanapun,
beberapa pasien tidak akan nampak mengalami perbedaan sangat besar pada gejala
mereka setelah konsumsi chlorella dalam kaitan dengan permasalahan unik individu
mereka ( Sebagai contoh, kompleksitas dari penyakit mereka). Chlorella bukanlah suatu
obat, oleh karena itu mungkin tidak menjernihkan gejala tertentu sebagaimana obat
melakukannya. Tetapi dengan konsumsi chlorella secara terus-menerus, mereka akan
memperoleh manfaat jangka panjang, tanpa efek samping obat.

Banyak suplemen di pasaran mungkin berisi bahan-kimia buatan (yaitu, kebanyakan


vitamin C di dalam format suplemen adalah tiruan, yang tidak mempunyai bio-energy
( chi, Qi) seperti di vitamin C chlorella). Tumbuhan hijau lain seperti spirulina, rumput
gandum atau jewawut hijau, tidak memiliki dinding sel setebal chlorella dan tidak
memiliki CGF, oleh karena itu berbeda dibanding chlorella.
kita mungkin secara sadar atau tidak sadar mengkonsumsi makanan atau air yang berisi
pestisida, obat pembasmi serangga, logam berat, material radio-aktif, bahan-kimia sintetis
dalam kaitan dengan makanan aditip artificial ( seperti penyedap rasa, pewarna dan bahan
pengawet). Kita juga kemungkinan menghirup udara yg tercemar polusi lingkungan yang
menyebabkan penyakit. Hal yang wajar bagi kita untuk mengkonsumsil chlorella sebagai
pencegahan penyakit, detoxify badan kita tiap hari, juga untuk meremajakan ( untuk
memperbaiki dan membangun kembali RNA kita dan DNA), untuk meningkatkan sistem
kekebalan kita, dan untuk menyembuhkan badan kita sebelum gejala penyakit muncul.
Ini adalah salah satu metoda pencegahan terbaik sebagaimana kami selalu menekankan
TCM, juga salah satu contoh " menjadikan makanan sebagai obat terbaik kita."
My Further Observation
Baru-Baru ini, beberapa pasien sudah mencapai kesadaran mereka dari "pikiran kabur".
Yang lain melaporkan pikiran mereka jadi lebih rileks dan merasakan lebih baik. Hal ini
berarti Chlorella juga membantu jiwa ( shen). Beberapa orang yang sudah mengkonsumsi
chlorella dalam jangka panjang secara mendasar mengakui energi seksual mereka
meningkat yang mana di sisi lain menandakan bagaimana jing ( inti sari reproduktif) dari
chlorella meningkatkan jing manusia, menurut penjelasan TCM.
Kesimpulan
Chlorella adalah suatu makanan sehat alami. Dari segi pandangan gizi, mempunyai suatu
cakupan bahan gizi luas yang dapat menyembuhkan suatu cakupan penyakit luas
berhubungan dengan defisiensi bahan gizi. Dari segi pandangan medis, terbukti chlorella
mendetox dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan. Dari segi klinis, chlorella telah
dilaporkan untuk menyembuhkan penyakit umum dan penyakit yg jarang ditemui. Dari
segi TCM, chlorella membantu tonifikasi xue ( darah), jing ( inti sari), chi ( qi, energi
vital), dan shen ( spirit). Ini adalah esensial untuk memelihara suatu badan tetap sehat.
Nutrisi ini dapat digunakan sebagai suatu bahan untuk pencegahan, suatu penormalisasi
badan, suatu makanan untuk penyembuhan dan meremajakan.
References
1. STEENBLOCK, DAVID. Chlorella: Natural Medicinal Algae, Aging Research
Institute, CA USA, 1987.
2. LEE, WILLIAM H. ET AL. Chlorella: the Sun-Powered Super nutrient and its
Beneficial Properties, Keats Publishing Inc, Connecticut, USA, 1987
3. NAGANO, T., Y. WATANABE, T. HONMA, Y. SUKETA, AND T. YAMAMOTO.
Absorption and Excretion of Cadmium by the Rat Administered Cadmium Containing
Chlorella, Eisei Kagaku 24(4), pp. 182-186, 1978
4. HAGINO ET AL. Effect of chlorella on fecal and urinary cadmium excretion in ItaiItai, JPN J HYG 30(1), 77, April 1975.
5. HORIKOSHI, T., A. NAKAJIMA AND T. SAKAGUCHI. Uptake of uranium by
various cell fractions of chlorella regularis. Radoisotopes 28(8), pp. 485-487, Aug. 1979
6. LORCH, D. AND A. WEBER. Accumulation, Toxicity and Localization of Lead in
Cryptograms: Experimental Results in : Heavy Metals in Water Organisms. Symposia
Biogica Hungarica, Akademiai, Kiado, Budapest. 29, pp. 51-60, 1985
7. JENSEN, BERNARD. Chlorella: Gem of the Orient. Bernard Jensen, Publisher, CA
USA 1987
8. YAMAGUCHI, N., ET AL. Immunomodulation by single cellular algae (chlorella
pyrenoidosa) and Anti- Tumor Activities for Tumor- Bearing Mice. Third International
Congress of Developmental and Comparative Immunology, Reins, France, July 1985

9. KONISHI, FUMIKO ET AL. Anti-tumor effect induced by a hot water extract of


chlorella vulgaris (CE): Resistance to Meth-A tumor growth mediated by CE-induced
polymorphonuclear leukocytes, Department of Immunology, Medical Institute of
Bioregulation, University, Fukuka 812, Japan, Cancer Immunology Immunotherapy,
Springer-Verlag, 1985
10. KASHIWA, Y. AND Y. TANAKA. Changes induced by chlorella on the body weight
and incidence of colds among naval trainees, Midoria, 1, 1970
11. UMEZAWA, IWAO. An Acidic Polysaccharide, Chlon A, from chlorella pyrenoidosa,
Chemotherapy vol. 30, 1982
12. JENSEN, BERNARD. Chlorella: Jewel of the Far East, Bernard Jensen, Publisher,
CA USA, 1992
13. JENSEN, BERNARD. Chlorella Jewel of the East, the nutrition and dietary
consultant, June 1986
14. FRANK, BENJAMIN. Franks No-Aging Diet, B of A Communication CO., Baton
Rouge, LA USA, 1981
15. PATI, KUMAR. Chlorella, a Complete Nutritional Supplement, Health World, Vol. 3
NO.3, CA, USA. 1989
16. PATI, KUMAR, ET AL. Chlorella, Health World, Special Edition. CA USA 1989
17. TSE, PAUL. Detoxification and more, To Your Health. CCHC Vol. 1, NO. 8, pp.4 AB
CANADA 1999

http://www.chlorella.tripod.com/id1.html
Clorella sp dalah salah satu jenis mikroalga atau ganggang hijau yang hidup diperiran tawar, perairan laut
dan di tempat basah lainya. Ganggang ini berukuran 2-10 m (tergantung jenis spesiesnya ) memiliki tubuh
seperti bola yang di dalamnya terdapatkloroplas berbentuk bulatan seperti mangkuk. Perkembangbiakannya
secara vegetatif yaitudengan membelah diri, yang setiap selnya dapat membentuk 4 buah sel baru yang
tidakmemiliki sebuah flagel
Di era yang modern ini banyak sekali penemuan yang sangat inovatif dan kreatif.Salah satunya adalah
Chlorella sp yan sekarang banyak dimanfaatkan dan dibudidayakan.Para ahli berpendapat bahwa
Chlorella sp
dapat ikut mengatasi masalah pangan di masayang akan datang. Berikut adalah contoh manfaat dari
Chlorella sp
:1.
Chlorella sp
bermanfaat dalam bidang kesehatan dengan meningkatkan daya tahantubuh, menurunkan tekanan darah
tinggi, memperbaiki pencernaan, mendorongpertumbuhan bakteri yang bermanfaat bagi usus,
menanggulangi sembelit, mencegahsakit maag dan mencegah tumor. Dibidang kesehatan ini
Chlorella sp
diproses menjadisebuah suplement untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh kita. Menurut
sebuahperusahaan suplement yang memproduksi suplement dari
chlorella sp
, prosespengolahannya menjadi suplement yaitu dengan alat yang sudah dipatenkan bernamamesin Dynomill
yang mampu memecah dinding sel sehingga zat gizi dalam
chlorella sp
dapat terserap 80% oleh tubuh dan selanjutnya dikemas dalam bentuk kapsul.2.
Chlorella sp juga di manfaatkan sebagai bahan pembuatan kosmetik karena
Chlorella sp mengandung minyak squalen yaitu minyak yang sangat penting untuk bahan kosmetik.
#@

CHLORELLA

Chlorella adalah genus ganggang hijau bersel tunggal yang hidup di air tawar, laut, dan tempat basah.
Ganggang ini memiliki tubuh seperti bola. Di dalam tubuhnya terdapat kloroplas berbentuk mangkuk.
Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif dengan membelah diri. Setiap selnya mampu membelah diri
dan menghasilkan empat sel baru yang tidak mempunyai flagel. Ganggang ini sering digunakan
dilaboratorium untuk penyelidikan fotosintesis. Karena sifatnya yang unik, para ahli berpendapat bahwa
Chlorella dapat ikut mengatasi kebutuhan pangan manusia di masa yang akan datang.
Chlorella, salah satu jenis ganggang hijau air tawar yang telah ada di bumi sejak sekitar 25 miliar tahun
ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.Dengan perkembangan teknologi kesehatan yang ada,
jenis tumbuhan bersel satu, berkoloni atau bersel banyak ini mampu diolah menjadi food supplemen
(makanan tambahan) yang bermanfaat dalam meregenerasi sel-sel yang rusak dalam proses penyembuhan
penyakit. Hasil olahan chlorella juga bermanfaat untuk mencegah timbulnya penyakit-penyakit degeneratif
dan membantu meningkatkan fungsi pembuangan racun.
Chlorella sendiri yang merupakan tumbuhan tanpa akar daun dan batang sebenarnya tapi punya inti sejati
dilindungi oleh dinding sel yang sangat kokoh ternyata mengandung nutrisi yang lengkap, murni dan alami.
Ganggang ini kaya akan protein (60,5%), lemak (11%), Karbohidrat (20,1%), air, serat makanan dan
kalori.Salah satu perusahaan yang mengolah chlorella menjadi makanan tambahan adalah CNI dengan
merek produk sun chlorella. Awalnya bahan baku chlorella diimpor dari Jepang. Namun berkat ketekunan,
kini tumbuhan berkhasiat tersebut telah berhasil dikembangbiakkan di dalam negeri,tepatnya di Jawa Timur.
Bahkan kini produk olahan chlorella telah pula diekspor ke sejumlah negara. Produk ini cukup diterima
pasar luar negeri karena dinilai cukup bermanfaat bagi kesehatan. Sejak 20-25 tahun lalu, produk
alga/ganggang chlorella banyak dipasarkan dalam beragam bentuk, seperti tepung, pil, kapsul, juga
cairan. Dicampur dengan bahan-bahan lain, tepung chlorella pun dapat disajikan menjadi sup, kuekue, juga kosmetika.
CHLORELLA merupakan ganggang berinti dan bersel tunggal. Chlorella adalah makhluk purba, karena
sudah ada di permukaan bumi sejak 2.5 milyar tahun lalu. Sebagai ganggang air tawar, susunan protein
chlorella begitu unik dan mengandung banyak zat bermanfaat.
Chlorella diketahui mempu bertahan terhadap perubahan alam sejak zaman prekambium karena memiliki
genetis dengan mekanisme perbaikan DNA yang sangat tinggi. Bentuk, ukuran, dan sifat dinding sel
Chlorella yang tersusun dari senyawa selulosa dan ligma pun sangat kuat. Semua ini membuat chlorella
mudah menyesuaikan diri pada cuaca ekstrem dan bisa bertahan terhadap pengaruh luar dalam waktu lama.
Jadi jangan heran kalau chlorella bisa ditemukan di perairan tropis, sub-tropis, dampai kutub sekalipun.
Jepang merupakan negara pertama yang memanfaatkan ganggang ini sebagai makanan sehari-hari. Dengan
keunikan dirinya, chlorella mengandung banyak manfaat. Dan ini menarik banyak penenlitian

untukmengembangkan manfaaat Chlorella, salah satunya Prof. Randal E. Merchant, Ph.D, seorang profesor
anatomi dan bedah syaraf dari Virginia Commonwealth University, USA.

Memperpanjang Hidup Penderita Kanker


Menurut Randall, selain sebagai makanan sumber protein dan serat yang baik, chlorella juga bermanfaat
sebagai antitumor. Penelitian terakhirnya mengemukaan bahwa chlorella mampu memperpanjang hidup
penderita kaker otak.
Sebagaimana telah diketahui, penderita kanker otak hanya mampu paling lama 2 tahun sejak divonis
menderita kanker. Penelitian yang melibatkan 21 orang penderita kanker otak membuktikan bahwa pasien
ini menjadi lebih bertahan setelah pengobatan dengan chlorella. Pasien kanker juga lebih jarang menderita
infeksi pernafasan.
Mengobati Syndrom Fibromyalgia
Syndrom Fibromyalgia (SF) adalah penyakit yang berhubungan dengan gangguan tidur yang berhubungan
dengan gangguan tidur yang jika tidak diobati bisa menyebabkan sakit otot menahun. Diperkirakan 2-4%
penduduk AS menderita penyakit ini. Keluhan terbesar adalah rasa sakit di seluruh tubuh. Gejala lain yang
mungkin timbul adalah rasa sakit di seluruh tubuh. Gejala lain yang mungkin timbul adalah rasa lelah terustemerus, rasa kaku di pagi hari, dan sakit kepala.
Pada uji klinis yang melibatkan 60 orang penderita SF, pemberian chlorella secara teratur secara signifikan
menyebabkan penurunan jumlah titik nyeri dan memperbaiki kualitas tidur pasien.
Mengobati Hipertensi
Suplemen Chlorella yang diberikan secara teratur selama 2 bulan menunujukkan penurunan tekanan darah
15 pasien dari 24 pasien hipertensi sedang hingga ringan yang menjadi obyek uji coba.
Mengobati Radang Usus Besar
Radang Usus Besar (ulcerative colitis) adalah kondisi kronis dimana usus besar mengalami peradangan
dengan gejala diare disertai pendarahan dan nyeri perut. Sembilan pasien radang usus besar yang
mengkonsumsi Chlorella setiap hari dilaporkan membaik dan berkurang peradangannya. Chlorella terbukti
mempercepat proses penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh
Salah satu unsur terbesar dari makanan untuk pembersih usus dan sistem penyaringan lain, hati dan darah
adalah chlorophyll (butir hijau daun), seperti ditemukan dalam semua sayuran, terutama yang hijau, sayurmayur rindang. Masalah kita temukan di sini adalah bahwa makanan yang hijau berisi kurang dari 1/2%
chlorophyll. Alfalfa, bahan dasar chlorophyll yang diekstraksi secara komersial, hanya mempunyai 8 atau 9
pon per ton, sekitar 0.2% ketika diekstraksi, dan Alfalfa adalah salah satu dari tumbuhan yang kadar
chlorophyllnya paling tinggi . Cairan Chlorophyll komersil umumnya berisi hanya sekitar 1% butir hijau
daun.
Ganggang hijau adalah sumber chlorophyll yang paling tinggi di dunia tumbuhan; dan, dari semua
ganggang hijau yang diteliti sejauh ini, chlorella adalah yang paling tinggi, umumnya berkisar antara 3
sampai 5% chlorophyll. Suplement Chlorella dapat mempercepat tingkat pembersihan bowel, aliran darah
dan hati, dengan asupan dalam jumlah banyak dari chlorophyll. Sebagai tambahan, Chlorella Growth
Factor ( CGF) yang misterius mempercepat tingkat penyembuhan sejumlah jaringan yang mengalami
kerusakan.
Detoksifikasi
Penelitian Dr. Ichimura, pemberian 8 gr chlorella per hari pada pasien sakit perut akibat keracunan
cadmium menunjukkan pengeluaran bakteri ini meningkat 3 kali lipat dibanding tidak mengonsumsi.
Antivirus Dalam buku Chlorella, untuk Kesehatan dan Kebugaraan, Prof. Unus Suriawiria
mengemukakan penelitian dari Chlorella News pada 1987 mengungkapkan bahwa 45 pasien AIDS yang
diberi chlorella selama dua bulan bertutur-turut menunjukkan peningkatan kekebalan tubuh.

Kesimpulan
Chlorella adalah suatu makanan sehat alami. Dari segi pandangan gizi, mempunyai suatu cakupan bahan
gizi luas yang dapat menyembuhkan suatu cakupan penyakit luas berhubungan dengan defisiensi bahan
gizi. Dari segi pandangan medis, terbukti chlorella mendetox dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan.
Dari segi klinis, chlorella telah dilaporkan untuk menyembuhkan penyakit umum dan penyakit yg jarang
ditemui. Dari segi TCM, chlorella membantu tonifikasi xue ( darah), jing ( inti sari), chi ( qi, energi vital),
dan shen ( spirit). Ini adalah esensial untuk memelihara suatu badan tetap sehat. Nutrisi ini dapat digunakan
sebagai suatu bahan untuk pencegahan, suatu penormalisasi badan, suatu makanan untuk penyembuhan dan
meremajakan.
#@

Kandungan dan manfaat Spirulina sp.


Bagaikan sekumpulan serat kusut berwarna hijau kehitaman dan berlendir, wujud rumput laut ketika habis
dipanen mungkin tampak tidak menarik. Namun, tumbuhan berderajat rendah ini sesungguhnya merupakan
tambang emas. Dari sumber hayati laut yang tidak menarik itu, bila diproses lebih lanjut dapat
menghasilkan lebih dari 500 jenis produk komersial, mulai dari agar-agar dan puding yang menjadi makanan
kegemaran anak-anak, obat-obatan, komestik, sarana kebersihan seperti pasta gigi dan sampo, kertas, tekstil,
hingga pelumas pada pengeboran sumur minyak (Sulistyowaty, 2009).
Dalam bidang kedokteran dan farmasi rumput laut merupakan salah satu bahan pangan yang juga telah
banyak digunakan sebagai bahan pembuatan suplemen kesehatan. Hal tersebut tidaklah mengherankan,
karena ternyata rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut terdiri
dari air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%), serat kasar (3%), abu (22,25%). Selain
karbohidrat, protein, lemak, dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino,
vitamin (A,B,C,D,E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium, serta mikro
mineral seperti zat besi, magnesium, natrium. Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut
mencapai 10-20 kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat (Sulistyowaty, 2009).
Mengkonsumsi rumput laut diyakini dapat mencegah kanker. Salah satu alasannya adalah kandungan serat,
selenium, dan seng yang yang tinggi pada rumput laut dapat mereduksi estrogen sehingga dapat mencegah
timbulnya kanker. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Harvard School of Public Health Amerika telah
membuktikan bahwa pola konsumsi wanita Jepang yang selalu menambahkan rumput laut dalam menu
makanannya, menyebabkan wanita premenopause di Jepang mempunyai peluang lebih kecil terkena kanker
payudara dibandingkan dengan wanita Amerika. Mengkonsumsi rumput laut dapat juga membantu
penyerapan kelebihan garam pada tubuh sehingga dapat mengatasi hipertensi. Disamping itu, serat pada
rumput laut juga dapat membantu memperlancar proses metabolisme lemak sehingga akan mengurangi
resiko obesitas, menurunkan kolesterol darah dan gula darah. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak
lambung, radang usus besar, susah buang air besar dan gangguan pencernaan lainnya. Sementara itu,
vitamin, mineral, asam amino, dan enzim dalam rumput laut sangat potensial sebagai anti oksidan yang
berperan dalam penyembuhan dan peremajaan kulit. Vitamin A (beta carotene) dan vitamin C bekerja sama
dalam memelihara kolagen, sedangkan kandungan protein dari rumput laut penting untuk membentuk
jaringan baru pada kulit. Dengan kata lain, rumput laut dapat membantu mencegah terjadinya penuaan dini
dan menjaga kesehatan serta kehalusan kulit. Rumput laut juga mengandung iodium yang sangat tingi
khususnya dari jenis turbinaria dan sargasum, sehingga mengkonsumsi rumput laut dapat mengatasi
defisiensi yodium yang berdampak pada menurunnya tingkat kecerdasan. Kandungan klorofil dan vitamin C
pada rumput laut (ganggang hijau) berfungsi sebagai anti oksidan sehingga dapat membantu membersihkan
tubuh dari reaksi radikal bebas yang sangat berbahaya sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan
tubuh. Rumput laut mengandung kalsium sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan susu, sehingga
rumput laut sangat tepat dikonsumsi untuk mengurangi dan mencegah gejala osteoporosis. Dengan
demikian, nutrisi yang optimal dalam rumput laut mampu memberikan fungsi imun terbaik, merevitalisasi

tubuh, mendukung kesehatan jantung, memperbaiki pencernaan, menguatkan sistem saraf, dan
menyeimbangkan hormon (Sulistyowaty, 2009).

Kandungan nutrisi pada Spirulina sp


Kandungan nutrisi yang ada pada Spirulina sp. antara lain :

Kandungan Protein

Protein sangat dibutuhkan sekali bagi pertumbuhan manusia karena berfungsi untuk mengatur metabolisme
tubuh. Kandungan protein Spirulina sp. jauh lebih besar dibandingkan dengan berbagai sumber protein yang
dikandung oleh jenis bahan pangan lainnya (Kabinawa, 2006).

Kandungan Asam Amino

Asam amino digunakan untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Asam amino dapat
menambah kadar oksigen dalam tubuh agar tubuh dapat bekerja lebih baik, energik, dan membuat daya
tahan tubuh lebih kuat menghadapi penyakit. Kebutuhan asam amino pada setiap orang berbeda, tergantung
pada jenis kelamin, umur, aktivitas, dan berat badan (Kabinawa, 2006).

Kandungan Asam Lemak

Asam lemak berfungsi sebagai makanan cadangan bagi tubuh dan zat pembakar untuk menciptakan sumber
energi. Asam lemak Spirulina sp. tersusun atas berbagai bahan seperti myristic, palmitic, palmitolic,
heptadecanoic, stearic, oleic, linoleic, dan gamma linolenic. Kandungan asam lemak tertinggi adalah
palmitic acid sebesar 45% yang berfungsi sebagai asam lemak jenuh. Sedangkan, kandungan asam lemak
esensial (EFA) rantai panjang tak jenuh (PUFA) sebesar 24,7% berupa Gamma Linolenic Acid (GLA)
kemudian Linoleic Acid (LA) sebesar 17,8%. Tingginya kandungan LA sangat menguntungkan karena GLA
dapat dibuat dari LA dengan bantuan enzim delta 6-desturase. Selanjutnya GLA diubah menjadi PGE-1 yang
sangat berguna bagi tubuh. Kekurangan PGE-1 dapat berpengaruh terhadap pengaturan tekanan darah,
sintesis kolesterol, inflamasi, dan pembelahan sel (Kabinawa, 2006).

Kandungan Pigmen

Pigmen berfungsi sebagai detoksifikasi (pembersih racun), pengikat partikel-partikel bebas, antioksidan,
meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan jumlah bakteri usus, meningkatkan hemoglobin (Hb), darah,
dan meningkatkan zat putih darah (limfosit), (Kabinawa, 2006). Kandungan pigmen atau zat warna yang ada
pada spirulina adalah :
Kandungan Pigmen
Klorofil a (hijau)
Karotenoid (oranye)
Beta-karotin (oranyemerah)
Phycocyanin (biru)
Xanthofil

Persentase
0,8-1,5
0,65
28
20
0,69

Tabel Kandungan pigmen (Kabinawa, 2006)

Kandungan Karotenoid

Fungsi karotenoid terutama beta-karotin adalah untuk meminimalkan resiko terjadinya penyakit kanker
(Kabinawa, 2006).

Kandungan Vitamin

Spirulina adalah pangan alami yang kaya akan provitamin A dalam bentuk beta-karotin sebesar 23.000 IU
per 10 gram biomasa. Berarti kandungan beta-karotinnya 4 kali lebih tinggi daripada 1/2 mangkok wortel
atau 4-5 kali lebih tinggi daripada mikroalga Chlorella dan 20 kali lebih tinggi daripada buah semangka.
Kandungan provitamin A pada spirulina 4,8 lebih tinggi daripada standar yang ditetapkan oleh Badan
Pengendali Obat dan Makanan Amerika (USRDA) sebesar 5000 IU. Hal ini tidak akan berpengaruh negatif
terhadap tubuh kita karena akan diubah menjadi vitamin A sesuai dengan kebutuhan. Kandungan vitamin
lainnya, seperti vitamin B1 dan B2 nilainya lebih tinggi daripada biji-bijian, buah-buahan dan berbagai
sayuran. Kandungan vitamin B lainnya seperti B3, B6, dan vitamin E 3-7% lebih besar daripada kebutuhan
yang dianjurkan USRDA (Kabinawa, 2006). Berikut ini tabel yang memperlihatkan kandungan vitamin yang
dimiliki oleh Spirulina sp. :
Jenis/Macam Vitamin
Vitamin A (Beta-Karotin)
Vitamin B1 (Thiamin)
Vitamin B2 (Rioflavin)
Vitamin B3 (Niacin)
Vitamin B6 (Pyridoxine)
Vitamin B12 (Cobalamine)
Vitamin C
Vitamin D
Vitamin E (Omega-Tocoferol)
Folacine
Panthotenic Acid
Bipotin
Inositol

Kandungan/10g
23.000 IU
0,31 mg
0,35 mg
1,46 mg
80 mcg
32 mcg
0,5 mg
1 IU
1 IU
1 mcg
10 mcg
0,5 mcg
6,4 mg

USRDA
5.000 IU
1,5 mg
1,7 mg
20 mg
2 mg
6 mcg
60 mg
400 IU
30 IU
400 mcg
10 mg
_
_

%USRDA
480
21
21
7
4
533
0,8
_
3
_
1
_
_

Tabel Kandungan vitamin (Kabinawa, 2006).

Kandungan Mineral Organik

Mineral organik yang terdapat dalam Spirulina sp.dengan mudah dapat dicerna oleh tubuh manusia.
Kandungan mineral organiknya sangat bervariasi, tergantung pada sifat fisika dan kimia dari medium
tumbuhnya, jenis, dan daerah asalnya (Kabinawa, 2006).
Secara garis besar kandungan nutrisi yang ada pada Spirulina sp. berupa protein 60-70%, karbohidrat 1525%, lemak 6-8%, mineral 7-13%, serat 8-10%, dan kadar air 3% (Kabinawa, 2006).
http://karyatulisilmiah.com/rumput-laut-spirulina-sp/