KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat pada
waktunya. Makalah ini sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh nilai UAS pada
mata kuliah Statistika Desktiptif.
Makalah ini berisikan tentang informasi Ukuran gejala pusat data belum dikelmpokkan
dengan melakukan observasi di SMA BUDI MULIA Karawang.
Kami menyadari banyak kekurangan terdapat di dalamnya, namun semoga makalah ini bisa
menjadi sumbangsih yang bernilai bagi ilmu khususnya yang terus berkembang.
Dalam proses penyusunannya, kami banyak dibantu oleh berbagai pihak guna mendorong
kemajuan dan ketelitian. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak - pihak yang telah
membantu, membimbing, serta mendoakan untuk segala kebaikan penulis dalam penyusunan
karya tulis ini, Semoga makalah ini bermafaat bagi pembaca dan kepentingan ilmu statistika.

Karawang,

Penyusun

01 Desember 2013

c. dan pelukisan data sampel guna memperoleh kesimpulan-kesimpulan yang bermanfaat. · Untuk mengetahui cara perhitungan Ukuran Gejala Pusat Data yang belum di kelompokkan. . · Membuat para mahasiswa lebih mengetahui dan memahami materi ini melalui analisa data. dan mencari keterangan yang berhubungan dengan pengumpulan data yang penyelidikan dan kesimpulannya berdasarkan bukti-bukti yang berupa angka-angka. b. analisis. Dan dalam makalah ini kami akan mengangkat tema “Ukuran gejala pusat data yang belum di kelompokkan”. antara lain: a. menganalisis. 1. Melakukan penarikan kesimpulan secara ilmiah. Menunjukkan trend atau tendensi perkembangan suatu masalah. · Mengetahui cara pengolahan data materi menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2007/2010 atau SPSS. · Untuk mengetahui pengertian dan perhitungan distribusi frekuensi. Adapun satatistika adalah ilmu tentang cara-cara mengumpulkan.BAB I PENDAHULUAN 1.2 Maksud dan Tujuan · Untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh nilai UAS Statistika Deskriptif semester III.1 Latar Belakang Pada hakekatnya statistik adalah suatu kerangka teori-teori dan metode-metode yang telah dikembangkan untuk melakukan pengumpulan. menggolongkan. Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data yang dapat digambarkan/dideskripsikan baik secara numerik (misal menghitung rata – rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik) untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut sehingga lebih mudah dibaca dan dipahami. Menyajikan data secara ringkas dan jelas. penarikan kesimpulan dan pembuat keputusan. · Membandingkan hasil pengolahan data statistik antara system manual dengan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2007/2010 atau SPSS. Secara umum kedudukan statistika memiliki beberapa manfaat. sehingga lebih mudah dimengerti oleh para pengguna.

Pengelompokkan data ke dalam beberapa kelas dimaksudkan agar ciri-ciri penting data tersebut dapat segera terlihat.Titik Tengah 4. Tanpa memperhatikan sifat keragaman data. karena dalam pengujian-pengujian statistik selanjutnya kita harus selalu memperhatikan sifat dari keragaman data.1 Hasil Penelitian Contoh Kasus Distribusi Frekuensi Berikut ini adalah data nilai rapor siswa kelas 3A semester 5 jurusan IPA untuk mata pelajaran Matematika : .Interval Kelas .Kelas . penarikan suatu kesimpulan pada umumnya tidaklah sah. Daftar frekuensi ini akan memberikan gambaran yang khas tentang bagaimana keragaman data.BAB IV PEMBAHASAN Distribusi frekuensi adalah daftar nilai data ( bisa nilai individual atau nilai data yang sudah dikelompokkan ke dalam selang interval tertentu) yang disertai dengan nilai frekuensi yang sesuai. Istilah – istilah dalam distribusi frekuensi adalah : .Tepi Kelas . Sifat keragaman data sangat penting untuk diketahui. Distribusi frekuensi umumnya disajikan dalam daftar yang berisi kelas interval dan jumlah objek (frekuensi) yang termasuk dalam kelas interval tersebut. Fungsi distribusi frekuensi adalah mengatur data mentah (belum dikelompokkan) ke dalam bentuk yang rapi tanpa mengurangi data yang ada.Batas Kelas .

Menentukan Banyaknya Kelas d. Menentukan Panjang Interval Kelas e. Mengurutkan data 7 0 7 0 7 0 7 1 7 2 7 7 3 7 3 7 3 7 4 7 4 7 7 5 7 6 7 6 7 6 7 7 7 7 8 7 8 7 9 7 9 7 9 8 8 2 8 4 8 5 8 5 8 6 9 . Menentukan Batas – batas Kelas f. Menyajikan distribusi frekuensi : isi kolom frekuensi sesuai dengan kolom Tally / Turus a. Menentukan Titik Tengah g. Mengurutkan data b. h. Menentukan Range c. Memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dengan memakai sistem Tally atau Turus.7 0 7 0 7 6 7 1 7 3 7 3 7 5 7 5 7 6 7 3 7 4 7 4 7 6 7 8 7 9 7 9 7 0 7 2 7 4 7 4 7 7 7 7 7 7 7 8 8 2 8 2 8 4 8 5 8 5 8 6 9 0 9 1 9 2 7 2 7 2 7 2 7 8 7 9 8 0 8 0 4.2 Pembahasan Berikut ini cara untuk menggunakan analisis manual : a.

Xmin = 92 . Selanjutnya menentukan Range (R) Range adalah selisih antara nilai yang terbesar dengan nilai yang terkecil. Menentukan panjang interval kelas (I) Interval kelas adalah lebar dari sebuah kelas dan dihitung dari perbedaan antara kedua tepi kelasnya.3 = 6. Rumus Range adalah R = Xmax .3 Jadi.3 log 40 = 1 + 5.2 7 2 7 2 4 7 4 7 5 7 7 7 7 8 0 8 0 8 2 0 9 1 9 2 b. Mencari banyaknya kelas menggunakan rumus Sturges Kelas adalah penggolongan data yang dibatasi dengan nilai terendah dan nilai tertinggi yang masing .3 log N = 1 + 3.70 = 22 c. banyaknya kelas adalah 6 kelas ( di bulatkan ke bawah) KEL AS 1 2 3 4 5 6 NIL AI 70 73 74 77 78 81 82 85 86 89 90 92 FREKUE NSI 11 12 8 5 1 3 d. K = 1 + 3. I=R/K = 22/6 .masing dinamakan batas kelas.

5 1 86+0.67 Jadi.5 85-0.5 = 80.5 5 82+0.5 KELA S 1 2 3 4 5 6 NILAI 70 73 74 77 78 81 82 85 86 89 90 92 FREKUEN SI BKA BKB 11 70+0. Menentukan Titik Tengah Titik tengah adalah rata – rata hitung dari kedua batas kelasnya atau tepi kelasnya Rumus nya adalah : ½ ( Batas bawah kelas atas + batas atas kelas bawah) · Titik tengah kelas pertama = ½ ( 70 + 73 ) = 71.5 · Titik tengah kelas ketiga = ½ ( 86 + 89 ) = 87.5 12 74+0.5 = 84.5 92-0.5 =90.5 89-0.5 = 86.5 · Titik tengah kelas kedua = ½ ( 74 + 77 ) = 75. Tepi kelas Tepi kelas atas BKA + 0.5 8 78+0.5 = 91.5 3 90+0.5 · Titik tengah kelas ketiga = ½ ( 78 + 81 ) = 79.5 = 76.5 = 88.5 = 78.5 BKB – 0.= 3.5 = 72. terbagi menjadi States class limit dan Class Bounderies (Tepi kelas).5 77-0. panjang Interval kelas adalah 4 (di bulatkan ke atas) - e.5 · Titik tengah kelas ketiga = ½ ( 90 + 92 ) = 91 Memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dengan memakai sistem Tally atau Turus. Menentukan batas-batas kelas Batas – batas kelas adalah nilai batas dari pada tiap kelas dalam sebuah distribusi.5= 74.5 73-0. .5 81-0.5 = 70.5 f.5 · Titik tengah kelas keempat = ½ ( 82 + 85 ) = 83.5 = 82.

5 .73 74 .5 82.5 -84.5 .5 .81 82 .5 . Distribusi Frekuensi Relatif adalah perbandingan dari frekuensi masing .5 75.76.5 75.3 JENIS – JENIS DISTRIBUSI FREKUENSI a.INTERVAL 70 – 73 74 – 77 78 – 81 82 – 85 86 – 89 90 – 92 TEPI KELAS 70.5 86.5 78.5 87.72.5 86.5 87.masing kelas dan jumlah frekuensi seluruhnya yang .5 91 FREKUENSI 11 12 8 5 1 3 4.5 74.85 86 .76.88.91.80. KELAS INTERVAL 70 . jika ingin mengetahui banyaknya observasi yang ada di atas atau dibawah suatu nilai tertentu. Menyajikan Distribusi Frekuensi INTERVAL 70 – 73 74 – 77 78 – 81 82 – 85 86 – 89 90 – 92 TEPI KELAS 70.5 TITIK TENGAH 71.89 90 .5 90.5 74.5 .91.5 82.5 79.5 .92 TOTAL FREKUENSI 11 12 8 5 1 3 40 FREKUENSI KUMULATIF 11 23 31 36 37 40 b.80. Distribusi Frekuensi Kumulatif adalah suatu daftar yang memuat frekuensi – frekuensi kumulatif.5 .5 TITIK TENGAH 71.77 78 .5 -84.5 79.5 90.5 .5 .5 .5 91 SISTEM TURUS IIIII IIIII I IIIII IIIII II IIIII III IIIII I III FREKUENS I 11 12 8 5 1 3 h.5 83.72.5 83.5 78.88.

Distribusi frekuensi relative menyatakan proporsi data yang berada pada suatu kelas interval.dinyatakan dalam persen.5% 7. Frekuensi kumulatif Total data X 100% = KELAS INTERVAL FREKUENSI 70 – 73 74 – 77 78 – 81 82 – 85 86 – 89 90 – 92 TOTAL 11 12 8 5 1 3 40 36 = 12.5% 30% 20% 12. dan Modus Rata – Rata Hitung Adalah nilai yang mewakili sekelompok data.5% 40 Sedangkan frekuensi kumulatif relatif diperoleh dari .5% 57. Pada baris ke-4.1 Rata-rata.4 UKURAN GEJALA PUSAT DATA YANG BELUM DI KELOMPOKKAN 4.5% 77.85 frekuensi relatif diperoleh dari : Frekuensi Total data x 100% = 5 = 27. Data : 7 0 7 0 7 0 7 1 7 2 7 2 7 2 7 2 7 3 7 3 7 3 7 4 7 4 7 4 7 4 7 5 7 5 7 6 7 6 7 6 7 7 7 7 7 7 7 8 7 8 7 8 7 9 7 9 7 9 8 0 8 0 8 2 8 2 8 4 8 5 8 5 8 6 9 0 9 1 9 2 . kita menjumlahkan frekuensi relatif dari kelas interval pertama sampai kelas interval tersebut. Distribusi frekuensi relative pada suatu kelas didapatkan dengan cara membagi frekuensi dengan total data Sedangkan distribusi frekuensi kumulatif relative dapat didapatkan dengan dua cara. kelas interval 82.5% 2.4.5% FREKUENSI RELATIF KUMULATIF 27. Median.5% 40 FREKUENSI KUMULATIF 11 23 31 36 37 40 FREKUENSI RELATIF 27. Atau kita bisa mendapatkannya dengan membagi frekuensi kumulatif dengan total data. Pertama.5% 90% 92% 100% 4.

Rata – Rata Harmonis Adalah kebalikan rata-rata hitung dari kebalikan nilai-nilai data.63 = 72. c fm Keterangan : Med = Median data kelompok.73. fm = Frekuensi kelas median.63 dibulatkan = 72. c = Interval kelas median.b.x2…. N = Jumlah frekuensi.xN G= 3√70. . =3√383250 = 72. Posisi tengah dari seperangkat data sebanyak N yang telah terurut terletak pada posisi yang ke (N + 1)/2.60 d.∑f) .75. Rata – Rata ukur (geometri) Adalah akar pangkat N dari hasil kali masing-masing nilai dari kelompok tersebut. Median Adalah sebuah nilai data yang berada di tengah-tengah dari rangkaian data yang telah tersusun secara teratur. RH = N___ ∑ (1 / Xi ) = 3____ ∑(1/70+1/73+1/75) = 3____ (5475/383250+5250/383250+5110/383250) = 3____ 15835/383250 = 3(383250) /15835 =72. ∑f = Frekuensi kumulatif di atas kelas median.. Med = Lm + (N/2 .64 c. Lm = Tepi bawah kelas median. G= N√x1.

Modus adalah kumpulan data atau nilai yang paling sering muncul atau data yang mempunyai nilai frekensi terbesar.5 e.89 90 .92 TOTAL 11 12 8 5 1 3 40 11 23 31 36 37 40 Med= 73.73 74 .4 12 = 73. maka dalam kumpulan data itu terdapat lebih dari satu modus. c d1 + d2 Keterangan : Mod = Modus data kelompok.77 78 .KELAS INTERVAL FREKUENSI ∑f = Frekuensi kumulatif di atas kelas median.81 82 . jika pada kumpulan data itu terdapat lebih dari satu data yang sama-sama paling sering muncul.5 +(40/2 – 11 ) .4 12 = 73. Mod = Lmo + d1___ .85 86 .5 + 3 = 76. d1 = Selisih antara frekuensi kelas modus . Lmo = Tepi bawah kelas modus. = 11 FREKUENSI KUMULATIF Tepi bawah kelas median 74-0.5 70 .5 = 73.5+ (9) .

92 TOTAL 5 1 3 40 D2= Frek kelas modus dikurangi frek kls sesudah kls modus. D1=12-8 = 4 31 Mod = Lmo + d1__ .2 KUARTIL. KELAS INTERVAL FREKUENSI Tepi bawah kelas modus 74-0.8 = 74.4 1+4 = 73. PERSENTIL 36 37 40 .dengan frekuensi kelas sebelum modus.3 4.4. D1=12-11 = 1 FREKUENSI KUMULATIF 11 11 23 12 78 . c d1 + d2 = 73.73 74 .5 +0.81 8 82 .5 + 1 . DESIL. d2 = Selisih antara frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudah modus.5 70 .5 = 73.77 D1= Frek kelas modus dikurangi frek kls sblm kls modus.5 + 1 .85 86 .4 5 = 73.89 90 . c = Interval kelas modus.

Kuartil Pada prinsipnya. Perbedaanya hanya terletak pada banyaknya pembagian kelompok data. dimana kuartil ke-2 sama dengan median. pengertian kuartil sama dengan median. kasus : N = 40 data 7 0 7 0 7 0 7 1 7 2 7 2 7 2 7 2 7 3 7 3 7 3 7 4 7 4 7 4 7 4 7 5 7 5 7 6 7 6 7 6 7 7 7 7 7 7 7 8 7 8 7 8 7 9 7 9 7 9 8 0 8 0 8 2 8 2 8 4 8 5 8 5 8 6 9 0 9 1 9 2 Ditanya : Cari Q2.a. c fq *ditanya Q2 ? Q2 = iN/4 = 2. sedangkan kuartil membagi kelompok data atas 4 bagian yang sama besar. sehingga akan terdapat 3 kuartil yaitu kuartil ke-1.Q5 Qi = LQ + ( iN/4 .∑f ) . kuartil ke-2 dan kuartil ke-3. Median membagi kelompok data atas 2 bagian. Q3.40/4 = 20 KELAS INTERVAL FREKUENSI FREKUENSI KUMULATIF .

∑f ) .89 90 .5 70 . c fq Q2 = 73.89 90 .92 TOTAL LQ= 77.∑f ) .77 78 .5+( 30-23).5+( 20-11).85 86 . 4 12 = 73.73 74 .5+3 = 76.5 Rumus Kuartil : 12 8 5 1 3 40 Qi = LQ + ( iN/4 .40/4 = 30 KELAS INTERVAL FREKUENSI 70 .85 86 .5 Rumus Kuartil : 11 Q2=20 Terletak dikelas 2.5+ (9) .5 74 . frekuensi 8 11 12 8 5 1 3 40 Qi = LQ + ( iN/4 .81 82 . 4 23 31 36 37 40 .73 11 LQ adalah tepi kelas bawah = 77.77 78 .92 TOTAL LQ= 73. 4 12 = 73.LQ adalah tepi kelas bawah = 73. frekuensi 12 11 23 31 36 37 40 FREKUENSI KUMULATIF Q3=30 Terletak dikelas 3. c fq Q3 = 77.5 *ditanya Q3 ? Q3 = iN/4 = 3.81 82 .

85 LQ adalah tepi kelas bawah = 89.81 82 .5+( 40-37). c fq Q4 = 89.77 78 . Desil adalah suatu rangkaian data yang membagi suatu distribusi menjadi 10 bagian yang sama besar.∑f ) . dicari : D3.40/4 = 40 KELAS INTERVAL 70 . c fD *ditanya D3 ? D3 = iN/10 = 3.5 = 84 *ditanya Q4 ? Q4 = iN/4 = 4.5 86 . frekuensi 3 37 40 = 89. 4 8 = 77. D9 Rumus : Di =LD + ( iN/10 .89 90 . 4 3 = 89.5 b.8 = 77. 4 3 FREKUENSI KUMULATIF 11 23 31 36 Q4=20 Terletak dikelas 7.5+ (7) .92 TOTAL LQ= 89.73 74 .5 Rumus Kuartil : FREKUENSI 11 12 8 5 1 3 40 Qi = LQ + ( iN/4 .40/10 = 12 .∑f ) .5+6.5+ (3) .5+4 =93.

40/10 = 36 KELAS INTERVAL 70 . frekuensi 12 11 23 31 36 37 40 Di = LQ + ( iN/4 .85 86 .92 FREKUENSI 11 12 8 5 1 3 FREKUENSI KUMULATIF 11 23 31 Q2=36 Terletak dikelas 5.89 90 .5 70 .5 *ditanya D9 ? D39 = iN/10 = 9. frekuensi 5 36 37 40 .77 78 .5 Rumus Kuartil : FREKUENSI 11 12 8 5 1 3 40 FREKUENSI KUMULATIF D3=12 Terletak dikelas 2.81 LD adalah tepi kelas bawah = 81. 4 12 = 73.77 78 .5+ (9) .73 74 .81 82 .∑f ) .5+( 20-11).KELAS INTERVAL LD adalah tepi kelas bawah = 73.85 86 .73 74 .89 90 . 4 12 = 73.92 TOTAL LD= 73.5 82 . c fq D2 = 73.5+3 = 76.

89 90 .5+ (9) . Persentil adalah ukuran letak yang membagi suatu distribusi menjadi 100 bagian yang sama besar.40/100 = 16 KELAS INTERVAL LP adalah tepi kelas bawah = 73. 4 12 = 73.5+( 36-31).5+3 = 76.5 Rumus Kuartil : 40 Di = LD+ ( iN/4 .6 FREKUENSI KUMULATIF P40=12 Terletak dikelas 2.5+4 = 85.5 C. 4 5 = 81.81 82 .77 78 .5 70 . 4 5 = 81. 4 12 = 73.92 TOTAL LD= 73. c fq P40 = 73.∑f ) .5+( 20-11).73 74 .∑f ) . dicari P40 dan P74 Rumus : Pi =LP + ( iN/100 .85 86 .40/100 = 29.5+ (5) . c fD *ditanya P40 ? P40 = iN/100 = 40.5 Rumus Kuartil : FREKUENSI 11 12 8 5 1 3 40 Pi = LP + ( iN/4 . c fq D2 = 81. frekuensi 12 11 23 31 36 37 40 .5 *ditanya P74 ? P74 = iN/100 = 74.TOTAL LD= 81.∑f ) .

Ketika kotak dialog muncul.3 = 80.5 Rumus Kuartil : FREKUENSI 11 12 8 5 1 3 40 FREKUENSI KUMULATIF 11 P40=12 Terletak dikelas 2. · Pada kotak Input Range. 4 8 = 77.85 86 .5 74 . arahkan kursor pada kolom kosong · Berikan tanda check pada “Summary Statistics” · Klik OK .73 LP adalah tepi kelas bawah = 73. frekuensi 12 23 31 36 37 40 Pi = LP + ( iN/4 .∑f ) .6) . c fq P74 = 77. Masukan data 2.5+3.5+( 29.8 4.81 82 . Excel 2007/2010 Jika sudah mengaktifkan Analysis Toolpack langkah langkah dalam pembuatan Distribusi Frekuensi dan Histogram dengan excel 2007/2010 adalah sbb : 1.89 90 .77 78 .6-23).5+ (6.5 Pembuatan Statistik Deskriptif dengan Program Ms.92 TOTAL LP= 77. Pilih Data pada menu utama 3.KELAS INTERVAL 70 . 4 8 = 77. Pilih Deskriptive Statistics pada Analysis Tools 5. Pilih Data Analysis 4. selanjutnya blok/sorot range data · Pada kotak output range.

Sedangkan Ukuran Gejala Pusat Data yang Belum Dikelompokkan mencakup penyajian rata – rata. kuartil. 5. . Dalam kehidupan sehari–hari penggunaan aplikasi Microsoft Excel atau SPSS dapat memberikan manfaat yang besar dalam perusahaan ataupun dalam dunia pendidikan dan bila dibandingkan hasil dari pengolahan data secara manual dengan hasil pengolahan data secara otomatis yaitu dengan aplikasi microsoft excel atau SPSS. Pertama dalam keakuratan pengolahan data secara otomatis lebih mendekati kebenaran melalui program daripada pengolahan data secara manual.BAB V PENUTUP 5. pengelompokan data kedalam suatu daftar atau tabel. kelas interval serta diagram dari hasil penelitian. desil dan persentil.2 Saran Pada perhitungan dengan menggunakan cara manual tentunya juga diperlukan ketelitian dan kecermatan agar tidak terjadi kesalahan.1 Kesimpulan Dari pengertian dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Distribusi Frekuensi mencakup penyajian data. modus. median. Lalu dalam hal efisiensi waktu pengolahan dengan aplikasi Microsoft excel atau SPSS waktu yang digunakan dapat menjadi lebih efisien ketika melakukan pengolahan data. untuk memperkecil kesalahan kita bisa menggunakan Microsoft Excel atau SPSS sebagai cara untuk membandingkan hasil keakuratan antara analisis manual dengan analisis aplikasi Microsoft Excel atau SPSS. akan memperoleh hasil yang berbeda dari keduanya.