ISO 9001 : 2015

Meskipun ISO 9001:2015 yang akan dipublikasikan September 2015 ini, masih
dalam tahap CD atau Committee Draft, tapi yang diberikan dalam pelatihan ini
adalah yang akan tertuang dalam ISO 9001:2015 dan tidak bertentangan
dengan ISO 9001:2008. Untuk itu, pelatihan tidak membahas klausul perklausul,
tapi apa yang menjadi esensi dan substansi dari ISO 9001:2015.

Dimanapun di dunia ini, semua aturan sepak bola itu sama, bahwa kalau bola
masuk gawang itu namanya gol, kalau bola keluar lapangan itu out. Meskipun
demikian, mengapa ada tim atau negara yang mampu menjadi juara dunia,
juara regional misal Asia, juara nasional, bahkan juara tingkat kelurahan.

Kuncinya adalah pada visi dari tim atau negara itu dalam bersepak bola. Aditya
melanjutkan ceritanya, jika kita pergi ke Brasil, maka di setiap sudut kota pasti
ada yang sedang bermain sepak bola, entah itu bertim, atau main sendiri. Jika
ditanya mengapa mereka begitu asyik bermain, maka mereka menjawab saya
ingin menjadi pemain dan juara dunia. Untuk itu, tidak heran jika Brasil menjadi
salah satu negara dengan peringkat satu yang meraih juara dunia sepak bola,
yaitu 5 kali. Brasil juga telah melahirkan banyak pemain sepak bola tingkat
dunia, sebut saja, Pele, Ronaldo, Ronaldinho, Rivaldo, Romario dan Roberto
Carlos.
Hal yang sama juga berlaku untuk standar ISO 9001, dimanapun di dunia isinya
sama, persyaratannya sama, sama-sama mendapat sertifikat dari lembaga
sertifikasi yang sama pula. Tapi mengapa ada perusahaan yang mampu menjadi
juara dunia, juara Asia, juara nasional atau bahkan tidak juara apapun. Kuncinya
adalah pada tujuan atau visi yang ditetapkan dalam menerapkan standar ini,
ingin jadi apa nantinya. Dan tujuan utama dari standar ISO 9001 adalah

process approach. tanpa pelanggan maka perusahaan akan mati. Agar mampu meningkatkan kepuasan pelanggan. dari level top management sampai tukang sapu atau sekuriti sekalipun. Untuk itulah diperlukan leadership yang kuat dan komit. improvement. Untuk itu. bukan memenuhi karena agar ada upaya atau bahkan mindset dari perusahaan untuk melakukan continual improvement atau peningkatan keberlanjutan agar perusahaan minimal dapat survive.meningkatkan kepuasan pelanggan dan mutu produk. Total ada tujuh prinsip berkurang satu . Hal ini harus menjadi culture bagi setiap karyawan atau anggota perusahaan. Leadership ini menjadi prinsip kedua dan prinsip selanjutnya adalah competence and engagement of people. penting untuk mendengarkan suara atau voice of customers. Dipilih kata meningkatkan. Untuk kepuasan mereka harusnya menjadi fokus utama perusahaan atau organisasi dan ini menjadi prinsip pertama dalam Quality Management Principles. Agar setiap pekerjaan atau aktifitas yang dilakukan adalah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. dan relationship management. informed decision making. pertama perusahaan atau organisasi harus tahu dulu siapa yang menjadi pelanggannya dan apa yang menjadi kebutuhan mereka. ekstrimnya karena pelangganlah perusahaan itu ada. Pelanggan ini sangat vital adanya.

perusahaan atau organisasi harus bisa memprediksi kebutuhan pelanggan di masa yang akan datang) bukan inward looking yang lebih sempit. Intinya setiap pegawai di organisasi harus menyadari bahwa setiap pekerjaannya berkontribusi atau memberikan pengaruh terhadap sistem. persaingan. maka organisai melakukan identifikasi dan analisa terhadap faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberlangsungan hidup perusahaan atau organisasi. Perusahaan atau organisasi harus melakukan ini terlebih dahulu. yaitu Context of the organization. sosial dan kultural. yaitu pertama forward looking (melihat ke depan. strategi. sumber daya. Ciri ini tertuang dalam klausul 4. Setelah menetapkan tujuan atau visi. dan informasi. prinsip ini menyatu dengan prinsip process approach. . Faktor internal. visi atau ingin jadi apa nantinya. nilai-nilai. misalnya kebijakan. ekonomi. Ada empat ciri dalam ISO 9001:2015. jika dia bekerja tidak bagus maka sistem akan terhambat karena dia menjadi bagian atau proses dalam sistem manajemen. sasaran. Faktor eksternal. Intinya adalah mengapa perusahaan atau organisasi harus ada. yaitu pendekatan sistem pada manajemen.dari ISO 9001 edisi 2008. dan regulasi. teknologi. klausul ini sangat bagus sekali karena dengan klausul ini menjadikan penerapan standar ISO 9001 ada "rohnya". perilaku pelanggan.

dan keempat bukti efektive dari kompetensi terkini (tidak cukup dan bukan hanya sertifikat. outsourcing (selection and control). langkah pertama adalah melakukan identifikasi dan determinasi kompetensi yang dibutuhkan. belum tentu bermutu dan memuaskan pelanggan esok hari ini. Ciri ketiga adalah competency based. change (di klausul 6-planning).Ciri kedua adalah Risk based thinking (perusahaan atau organisasi harus melakukan mengelola risiko sehingga di ISO 9001:2015 tidak ada lagi klausul tentang preventive action) karena semua proses yang didesain. menurut Aditya dalam ISO 9001 ada 3 komponen besar. Kepuasan pelanggan dan mutu produk adalah sesuatu yang dinamis. terdapat pihak lain yang berkepentingan. Knowledge (di klausul 6. kerugian pelanggan (keselamatan dan ekonomis) dan kerugian organisasi .1 resources). Permasalahan penerapan ISO 9001 di Indonesia. supervisi) jika terjadi gap kompetensi. Minimal ada tiga risiko yang harus dikelola. Untuk itu. Untuk itu. Edward Deming) ini bermuara pada continual improvement atau peningkatan berkelanjutan atau terus menerus yang jika diilustrasikan ibarat spiral yang bergerak dari bawah ke atas dan semakin ke atas semakin besar. kedua memastikan bahwa personil yang mempengaruhi kepuasan pelanggan dan mutu produk adalah kompeten.process environment). . misal lembaga sertifikasi. Ketiga-tiganya harus ditetapkan dan diterapkan. adalah PDCA-nya belum berjalan secara optimal. pegawai akan berkinerja jika memiliki kompetensi yang dibutuhkan.2 tentang competence. dikembangkan dan diterapkan harus memperhitungkan risiko. quality management process.1. Kedua persyaratan ini tertuang dalam klausul 6 tentang Planning artinya risiko harus dianalisa atau dideterminasi sedemikian hingga pada saat membuat perencanaan. dan control system berbasis PDCA (Plan-Do-Check-Action) cycle. .3 . perlu diperagakan). harus menjadi mindset menjadi bagian dari hidup kita. PDCA harus dilakukan setiap orang. ketiga lakukan pengembangan (melalui training atau pembinaan . secara rinci tertuang dalam klausul 7. dan performance indicator (planning and evaluation). Kompetensi SDM menjadi fokus dalam ISO 9001 karena kinerja organisasi atau perusahaan ditentukan oleh kinerja setiap orang atau pegawainya. Selain keempat ciri diatas yang juga merupakan hal-hal baru yang masuk dalam ISO 9001:2015. Bahkan urian pekerjaan setiap orang harus dibentuk dalam siklus PDCA. Pada audit harusnya ketiga komponen di atas harusnya dilihat.misal coaching. Siklus PDCA yang juga dikenal dengan Deming cycle (dikembangkan oleh W. Social and psychological (di klausul 7. yaitu penekanan pada interested parties (selain pelanggan itu sendiri. Ciri keempat adalah improvement driven karena bermutu dan memuaskan pelanggan hari ini. yaitu kegagalan produk (barang dan jasa).planning dan 7. yaitu quality management principles. dlsb). regulasi.

Sehingga penerapan ISO 9001 seakan hanya membuat bagus di dokumentasi semata. B. di-deploy ke dalam proses bisnis dan rencana mutu. Salah satu yang menjadi perubahan mendasar dalam ISO 9001:2015. misal grade A ditujukan untuk pasar Eropa dan grade C untuk pasar Indonesia. kebijakan mutu dan sasaran mutu. . misalkan grade A. dan seterusnya.ISO 9001 juga memperbolehkan ada grading kualitas atau mutu dari produk (barang dan jasa) yang dihasilkan. dan D atau grade premium. jika pada edisi sebelumnya dokumentasi seakan menjadi syarat utama sebagai bukti penerapan ISO 9001 terutama untuk mengkomunikasikan kebijakan mutu. Inilah yang dipraktekkan oleh industri di China ketika memproduksi mereka memberlakukan grading. KW1. C. Hal ini ditujukan agar sistem dokumentasi di standar ini disusun sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau organisasi. Maka di standar ISO 9001:2015 istilah quality manual akan dihapuskan dan diganti dengan istilah Documented Information. KW2. yaitu sistem dokumentasinya. sampai ada dikotomi antara dokumen dan rekaman. Dengan syarat harus sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang di-breakdown menjadi standar keberterimaan.