SAP POSYANDU

Pelatihan Kader Posyandu

KELOMPOK 1 :

Ade Nugraha Aji

Emelia Handayani

Lisda Khaira Manik

Adzra Eldira

Erni Karlina

Muniratul Hidayah

Angguh Prilian

Fajar Agustina

Nurul Rizqa

Areista

Fortunella Cassa

Riyana Ulfa

Ayu Mutiara

Gustia Pebriani

Sri Monica Sari

Chairil Bonisya

Husnul Khotimah P

Syf Nur Aini

Dela Ayudia Saputri

Ika Saputri

Tri Nopianti

MATA KULIAH :

Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Lanjut
Prodi : D-IV GIZI
Semester IV
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PONTIANAK
TAHUN 2016

SATUAN ACARA PELATIHAN KADER
A. Pokok Bahasan
Pelatihan kader posyandu
B. Sub pokok bahasan
Posyandu
C. Tujuan
1. Tujuan instruksional umum
Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini sasaran mampu melakukan
kegiatan posyandu
2. Tujuan instruksional khusus
a. Menyebutkan definisi posyandu
b. Menyebutkan tujuan pelayanan posyandu
c. Menyebutkan macam-macam kegiatan posyandu
d. Menyebutkan prinsip pelaksanaan kegiatan posyandu
D. Sasaran
Kader posyandu
E. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari / Tanggal

:

Selasa, 17 Mei 2016

Waktu

:

09.40

Tempat

:

Lab PSG, Lantai 2 Poltekkes Kemenkes Pontianak

F. Kegiatan
1. Setelah para kader berkumpul, mahasiswa menjelaskan tujuan pembentukan
dan pelatihan kader Posyandu
2. Mahasiswa memberikan penyuluhan kepada kader
3. Mahasiswa mendemonstrasi kegiatan Posyandu sesuai sistem 5 meja.
4. Mahasiswa bersama kader Posyandu menerapkan kegiatan Posyandu sesuai
sistem 5 meja.
G. Kegiatan
No
Tahap
1
Pembukaan

Waktu
5 menit

2

20 menit

Penyampaian
materi

Kegiatan
- Salam perkenalan
- Menjelaskan tujuan
pertemuan
- Menyamakan persepsi
terhadap kader
Menjelaskan :
a. Definisi posyandu
b. Tujuan pelayanan

Media

Power point
LCD
KMS

c.
d.
3

Demostrasi
dan Simulasi

40 menit

1.
2.
3.
4.

4

Penutup

10 menit

-

-

posyandu
Macam-macam kegiatan
posyandu
Prinsip pelaksanaan
kegiatan posyandu
Sistem 5 meja
Pengisian KMS
Balok SKDN
Sistem pencatatan dan
pelaporan
Mengajukan pertanyaan
kembali kepada para
kader/memberikan
evaluasi
Memberikan kesimpulan
Menutup pembelajaran
dengan salam

H. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab/diskusi
c. Demostrasi
I. Media
-

-

Power point
LCD
Alat tulis

-

KMS
Alat pengukur
Timbangan

J. Evaluasi
1. Apakah yang dimaksud dengan posyandu?
2. Apa tujuan dari pelayanan kesehatan di posyandu?
3. Apa saja kegiatan di posyandu?
4. Jelaskan system 5 meja yang ada di posyandu!
5. Sebutkan prinsip pelaksanaan kegiatan posyandu!

Alat
pengukur,
Timbangan,
KMS
Alat tulis

POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU)
A. Pengertian
Posyandu adalah suatu forum komunikasi, alih tekhnologi dan pelayanan
kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai
strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini.
Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan
dan keluarga berencana.
Posyandu adalah pusat pelayanan keluarga berencana dan kesehatan yang
dikelola dan diselenggerakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan
teknis dari petugas kesehatan dalam rangka pencapaian Norma Keluarga Kecil
Bahagia Sejahtera (NKKBS)
B. Tujuan
Tujuan pokok dari pos pelayanan terpadu adalah untuk:
1. Mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan menurukan IMR
3. Mempercepat penerimaan NKKBS
4. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan
kesehatan dan kegiatan-kegiatan lain yang lain menunjang peningkatan
kemampuan hidup sehat
5. Pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat dalam usaha
meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada pendidik berdasarkan
letak geografi
6. Meningkatkan dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka alih
tekhnologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat
C. Sasaran
Yang menjadi sasaran dalam pelayanan kesehatan di posyandu adalah:
1. Bayi berusia kurang dari 1 tahun
2. Anak balita usia 1 sampai 5 tahun
3. Ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu nifas
4. Wanita usia subur
D. Kegiatan
a. Tujuh kegiatan posyandu (Sapta Krida Posyandu)
1. Kesehatan ibu dan anak
2. Keluarga berencana
3. Imunisasi
4. Peningkatan diare
5. Sanitasi dasar
6. Penyediaan obat esensial
E. Penyelenggaraan
a. Pelaksanaan kegiatan
Pelaksana kegiatan posyandu diutamakan adalah anggota masyarakat yang
telah dilatih menjadi kader setempat dibawah bimbingan puskesmas.
b. Pengelola posyandu

Adalah pengurus yang dibentuk oleh ketua RW yang berasal dari kader
kesehatan yang ada diwilayah tersebut.
Tugas kader posyandu adalah :
1) Mempersiapkan sasaran posyandu.
2) Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Bila ada alat yang belum
tersedia dapat meminjam, minta pada petugas kesehatan atau membuat
sendiri.
3) Membuat pembagian tugas diantara para kader dibantu ibu ⠀“ ibu yang
lain. ( Depkes RI 2000 )
F. Lokasi
Pemilihan
lokasi
untuk
pelaksanaan
kegiatan
posyandu
harus
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
a. Berada ditempat yang mudah didatangi oleh masyarakat.
b. Ditentukan oleh masyarakat itu sendiri.
c. Dapat merupakan lokasi tersendiri.
d. Bila memungkinkan dapat dilaksanakan dirumah penduduk,balai desa,pos
RT/RW atau pos yang lainnya. (Depkes RI,1996)
G. Pelayanan Kesehatan Yang Dijalankan
1. Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
a. Penimbangan bulanan
b. Pemberian makanan tambahan bagi yang berat badannya kurang
c. Imunisasi bayi 0-12 bulan
d. Pemberian oralit untuk menanggulangi diare
e. Pengobatan penyakit sebagai pertolongan pertama
2. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur
a. Pemeriksaan kesehatan umum
b. Pemeriksaan kehamilan dan nifas
c. Pelayanan kesehatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah
darah
d. Imunisasi TT untuk ibu hamil
e. Penyuluhan kesehatan dan KB
f. Pemberian alat kontrasepsi KB
g. Pemberian oralit pada ibu yang terkena diare
h. Pengobatan penyakit sebagai pertolongan pertama
i. Pertolongan pertama pada kecelakaan
H. Sistem Lima Meja
a. Meja 1 ( Pendaftaran ).
Balita didaftar dalam formulir pencatatan balita. Bila anak sudah punya KMS
berarti bulan lalu sudah pernah ditimbang dan namanya dicatat pada secarik
kertas. Secarik kertas ini diselipkan di KMS . Kemudian ibu balita diminta
membawa anaknya menuju tempat penimbangan.
b. Meja 2 ( Penimbangan Balita )

Penimbangan balita selain menggunakan timbangan bayi juga bisa
menggunakan timbangan dengan menggunakan sarung timbangan atau
sering disebut Dacin caranya adalah sebagai berikut :
Tahap 1
: Gantungkan dacin pada dahan pohon, pelana rumah, atau
penyangga kaki tiga.
Tahap 2
: Periksalah, apakah dacin sudah tergantung dengan kuat.
(Cobalah tarik kuat-kuat batang dacinnya kearah bawah).
Tahap 3
: Sebelum digunakan, letakkan bandul geser pada angka nol.
Batang dacin dikaitkan dengan tali pengaman.
Tahaup 4
: Pasang sarung timbang, atau celana timbang, atau kotak
timbang yang kosong pada dacin.
Tahap 5
: Seimbangkan dacin yang sudah dibebani sarung timbang, atau
celana timbang, atau kotak timbang dengan cara memasukkan pasir kedalam
kantung pelastik diujung batang timbangan.
Tahap 6
: Anak ditimbang : seimbangkan sampai jarum timbang tegak
lurus.
Tahap 7
: Tentukan berat badan anak dengan membaca angka diujung
bandul geser.
Tahap 8
: catatlah hasil penimbangan pada secarik kertas yang sudah
diselipkan didalam KMS.
Tahap 9
: Kembalikan bandul geser keangka nol. Perhatian, masukkan
ujung batang dacin ketali pengaman kemudian baru anak diturunkan.
( Depkes RI , 2000 )
c. Meja 3 ( Pencatatan )
Pengisian KMS. Buka KMS balita yang bersangkutan. Pindahkan hasil
penimbangan anak dari secarik kertas ke KMS nya. Pada penimbangan
pertama isilah semua kolom yang tersedia pada KMS. Bila ada kartu
kelahiran,catatlah bulan lahir anak dari kartu tersebut. Setelah anak ditimbang
tuliskan titik berat badannya pada titik temu garis tegak dengan garis datar
d. Meja 4 ( Penyuluhan kesehatan dan PMT )
1) Diketahui berat badan anak yang naik atau tidak naik, ibu hamil dengan
resiko tinggi, WUS yang belum mengikuti KB.
2) Penyuluhan kesehatan. Untuk semua balita mintalah KMS anak,
perhatikan umur dan hasil penimbangan pada bulan ini.
Ibu balita diberi penyuluhan :
a) Pentingnya menimbang balita setiap bulan untuk mengetahui
pertumbuhan balita.
b) Pentingnya ASI saja ( ASI Eksklusif ) sampai anak umur 4 bulan.
c) Pentingnya pemberian makanan pendamping ASI bagi anak berumur
diatas 4 bulan.
d) Pentingnya ibu memberikan ASI sampai anak berusia 2 tahun.
e) Pentingnya imunisasi lengkap untuk pencegahan penyakit pada balita.
f) Pentingnya pemberian vitamin A untuk pencegahan kebutaan dan daya
tahan tubuh anak setiap bulan februari dan agustus bagi bayi umur 6 12 bulan dan anak balita 1 - 5 tahun.

g) Pentingnya stimulasi perkembangan anak balita dirumah.
h) Tentang bahaya mencret bagi balita, ASI terus diberikan seperti biasa,
walaupun anak sedang mencret.
i) Tentang bahaya infeksi saluran pernafasan akut Balita yang batuk pilek
dengan nafas sesak atau sukar bernafas harus dirujuk ke tenaga
kesehatan.
j) Tentang demam pada balita. Sering merupakan tanda-tanda tanda
malaria, campak, demam berdarah yang dapat membahayakan anak.
k) Tentang pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut.
3) Pelayanan PMT, oralit, vitamin A, tablet zat besi, Pil ulangan,kondom.
e. Meja 5 ( YANKES )
Pelayanan kesehatan pada meja 5 dilakukan oleh petugas kesehatan dengan
bentuk pelayanan sebagi berikut :
1) Pemberian Imunisasi.
Manfaat imunisasi adalah untuk melindungi anak dan balita dari beberapa
penyakit infeksi yang berbahaya.Yang perlu mendapatkan pelayanan
imunisasi adalah anak umur 2 - 12 bulan. Imunisasi bagi sasaran ini
adalah :
a) Imunisasi BCG untuk mencegah penyakit TBC
b) Imunisasi DPT untuk mencegah penyakit difteri, batuk rejam, dan
tetanus.
c) Imunisasi Polio untuk mencegah penyakit kelumpuhan.
d) Imunisasi Campak untuk mencegah penyakit campak.
e) Imunisasi Hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis.
2) Jadwal Imunisasi :
Umur Jenis Imunisasi
 2 bulan BCG, DPT 1, Polio 1
 3 bulan HB 1, DPT 2, Polio 2
 4 bulan HB 2, DPT 3, Polio 3
 5 bulan HB3, Polio 4
 9 bulan Campak
3) Pemeriksaan kehamilan.
Pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil dapat dilakukan pada tiap trimester
kehamilan yaitu :
a) Trimester I 1 x
b) Trimester II 1 x
c) Trimester III 2 x
4) Pengobatan. Pengobatan anak sakit meliputi pemberian obat bagi anak
diare, panas, batuk pilek dan beberapa penyakit yang tidak memerlukan
perawatan di puskesmas atau rumah sakit.
5) Pelayan kontrasepsi IUD, Suntikan, Pil KB, dan Kondom.
Untuk meja 1 s/d 4 dilaksanakan oleh kader kesehatan dan untuk meja 5
dilaksanakan oleh petugas kesehatan diantaranya: Dokter, bidan, perawat,
juru imunisasi dan sebagainya.
Kegiatan lain setelah kegiatan pelayanan di dalam posyandu

1) Mencatat hasil kegiatan dalam register balita.
2) Membahas bersama-sama kegiatan lain atas saran petugas.
3) Menetapkan jenis kegiatan yang dilaksanakan misalnya : Penyuluhan
KB, makanan pendamping ASI, Pemanfaatan pekarangan atau
peragaan keterampilan.
Pada pelaksanaan kegiatan posyandu idealnya semua pos pelayanan
menggunakan sistem 5 meja ini untuk mempermudah dalam pemberian
pelayanan dan pencatatan. Selain itu dengan sistem 5 meja kita dapat
melibatkan peran serta masyarakat menjadi kader posyandu.. Pada dasarnya
semua balita yang datang ke posyandu diharapkan dapat memanfaatkan
semua fasilitas pelayanan yang di berikan pada sistem 5 meja ini dikarenakan
balita mengalami tumbuh kembang sehingga perlu dipantau oleh tenaga
kesehatan maupun orang tua. ( Depkes RI, 2000 )

I. Cara Pengisian KMS-Balita
Selain terdapat grafik pertumbuhan dan pesan-pesan penyuluhan, dalam
KMS balita terdapat juga kolom-kolom yang harus diisi yaitu tentang identitas anak,
imunisasi,
pemberian
kapsul
vitamin
A,
kondisi
infeksi/infestasi
cacing/ISPA/Anemia/TBC paru/penyakit lain, pemberian ASI-eksklusif, MP-ASI,
pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas.
Agar KMS -Balita dapat dipakai untuk melakukan tindak lanjut pelayanan
kesehatan dan gizi secara tepat, maka KMS harus diisi secara benar dengan
mempertimbangkan beberapa masalah yang sering timbul, yaitu :
1. Ketidak-akuratan pencatatan umur anak
2. Kesulitan memperoleh informasi tanggal/bulan lahir
3. Kesalahan menimbang
4. Kesalahan penempatan titik berat badan pada grafik
5. Kesulitan memahami arti pita warna pertumbuhan
6. Kesulitan menginterpretasikan grafik pertumbuhan anak
7. Kesulitan melakukan tindakan yang efektif
Agar tidak terjadi kesalahan dalam mengisi KMS, setiap petugas puskesmas
diharapkan dapat mempelajari secara seksama petunjuk pengisian KMS.
 Pada penimbangan pertama
Pada penimbangan pertama, sebelum anak ditimbang, kolom-kolom pada KMS
yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu, sesuai
dengan Langkah pertama, Langkah kedua, dan Langkah ketiga.

Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran. Pada halaman
muka KMS, isilah nama anak dan nomor pendaftaran sesuai
dengan nomor registrasi yang ada di posyandu.
Langkah kedua : Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman dalam KMS
Balita
1. Kolom "posyandu" diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar
2. Kolom "Tanggal pendaftaran" diisi tanggal, bulan dan tahun anak didaftar
pertama kali.
3. Kolom "Nama anak" diisi nama jelas anak, sama seperti halaman depan KMS
4. Kolom "Laki-laki" diisi tanda Ö apabila anak tersebut laki-laki dan demikian
pula bila perempuan.
5. Kolom "anak yang ke" diisi nomor urut kelahiran anak dalam keluarga
(termasuk anak yang meninggal).
6. Kolom “Tanggal lahir” diisi bulan dan tahun lahir anak. *)
7. Kolom "Berat Badan Lahir" diisi angka hasil penimbangan berat badan anak
saat dilahirkan, dalam satuan gram. "Berat Badan Lahir" ini kemudian
dicantumkan dalam grafik KMS pada bulan "0".
8. Kolom "Nama ayah" dan "Nama Ibu" beserta pekerjaannya diisi nama dan
pekerjaan ayah dan ibu anak tersebut.
9. Kolom "alamat" diisi alamat anak menetap.
Catatan *)
· Bila ada kartu kelahiran, catat bulan lahir anak dari kartu tersebut
· Bila tidak ada kartu kelahiran, tetapi ibu ingat, catat tanggal lahir anak sesuai
jawaban ibu
· Bila ibu ingat bulan Hijriah/Jawa, perkirakan bulan nasional / masehi-nya dan catat.
· Bila ibu tidak ingat bulan lahir, tuntun untuk mengingat umur anak (dalam bulan),
kemudian perkirakan bulan lahir anak, dan catat.
Langkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahir.
Selanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0, kemudian isilah semua
kolom bulan secara berurutan
Misalnya : Bulan lahir anak Agustus 2000, maka cantumkan bulan Agustus 2000 di
kolom tersebut. Kemudian isi semua kolom bulan September
2000, Oktober 2000, dan seterusnya.
Langkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMS-Balita.
Setelah anak ditimbang, letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak
(sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat
badan).

Contoh : Rudi dalam penimbangan bulan Mei 2000 berat badannya 7,5 kg. Karena
baru satu kali ditimbang, maka hanya ada satu titik berat badan
dan tidak bisa dibuat.
Langkah kelima : Mencatat keadaan kesehatan, makanan dan keadaan lainnya.
Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mem-pengaruhi
kesehatannya, pada garis tegak (lihat contoh), sesuai bulan
bersangkutan.
Misal :
· Anak tidak mau makan
· Anak sakit panas
· Anak diare
· Anak diberi nasi tim
· Ibu meninggal
· Ayah di-PHK
· Anak dikirim ke Puskesmas
Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi.
Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi
diberikan (lihat contoh disamping)
Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi
Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal
pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 6-11
bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada
setiap bulan Februari dan Agustus.
Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif
 Pada pemnimbangan kedua dan seterusnya
1. Lakukan langkah keempat
Jika bulan lalu anak ditimbang, hubungkan titik berat badan bulan ini
dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus. Jika jarak antara penimbangan bulan
ini dan penimbangan sebelumnya lebih dari satu bulan, maka titik berat badan
bulan ini tidak dapat dihubungkan dengan titik berat badan sebelumnya.
2. Lakukan langkah kelima
Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan
bersangkutan.

· Apabila anak mendapat imunisasi, lakukan langkah keenam.
· Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A(Februari atau Agustus),
maka jika anak diberi kapsul vitamin A, lakukan langkah ketujuh.
· Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan, lakukan langkah kedelapan.
J. Balok SKDN
Balok SKDN merupakan gambaran seberapa jauh keberhasilan program UPGK
(Upaya Peninjauan Gizi Kurang) di tingkat Posyandu atau desa. Data tingkat
desa merupakan rekapitulasi (kumpulan) data dari semua Posyandu yang ada di
sebuah desa.
Ada 4 kata dari balik SKDN yang dijelaskan sebagai berikut :
S : jumlah seluruh balita diwilayah posyandu
K : jumlah balita yang memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS) pada bulan ini diwilayah
kerja posyandu
D : jumlah balita yang ditimbang bulan ini diwilayah kerja posyandu
N : balita yang ditimbang 2 bulan berturut-turut dan garis pertumbuhan pada Kartu
Menuju Sehat (KMS) naik
Berikut ini adalah beberapa macam data yabg di gambarkan dalam balok SKDN :
1. Jumlah S, K, D, N, yang digambarkan dalam bentuk balok
2. Tingkat liputan program (% K/S)
3. Tingkat partisipasi masyarakat (% D/S)
4. Tingkat keberhasilan penimbangan (% N/D)
Beberapa hal yang perlu diingat dalam pembuatan balok SKDN meliputi
- balok K, D , dan N tidak akan pernah lebih tinggi dari S karena tidak mungkin
jumlah balita yang memiliki KMS lebih banyak dari jumlah seluruh balita di sebuah
desa dan pencapaian paling tinggi adalah balok yang sejajar
- balok N tidak akan pernah lebih tinggi dari D karena balita yang ditimbang 2 bulan
berturut-turut dan pertumbuhan pada KMS naik tidak akan lebih dari jumlah balita
yang ditimbang pada bulan ini

Jika terjadi sebuah kasus balok K, D, N lebih tinggi maka petugas kesehatan yang
bersangkutan dilapangan harus di kontrol dan di evaluasi karena kemungkinan
besar terjadi kelalaian pada prosesnya pembuatan balok SKDN.
CONTOH BALOK SKDN