Mengubah teks Wawancara

ke dalam bentuk Narasi

Standar kompetensi: Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraph dan teks pidato Kompetensi dasar Menulis hasil wawancara ke dalam beberapa paragraf dengan menggunakan ejaan yang tepat. .

Apa itu wawancara?  Wawancara (interview) adalah dialog antara dua pihak di mana pihak yang disebut pewawancara (interviewer) mengajukan pertanyaan kepada pihak yang disebut narasumber (interviewee) dengan tujuan mendapatkan data atau informasi. Wawancara termasuk salah satu metode pengumpulan data (factfinding .

Jenis-jenis wawancara  Wawancara serta merta Wawancara serta merta adalah wawancara yang dilakukan dalam situasi yang alamiah. Prosesnya terjadi seperti obrolan biasa tanpa pertanyaan panduan. Dalam hal ini pewawancara mengajukan pertanyaan berdasarkan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan atau dibakukan. .  Wawancara dengan petunjuk umum Wawancara dengan petunjuk umum adalah wawancara dengan berpedoman pada pokok-pokok atau kerangka permasalahan yang sudah dibuat terlebih dahulu.  wawancara berdasarkan pertanyaan yang sudah dibakukan.

atau informasi yang ingin digali dari narasumber dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang akan ditanyakan.Persiapan Sebelum Wawancara  Menghubungi atau mengkonfirmasi calon narasumber apakah mereka siap atau bersedia untuk diwawancari baik secara langsung maupun tidak langsung. seperti buku catatan.  Memperhatikan cara berpakaian.  Mempersiapkan tema.  Menciptakan kesan yang baik.  Mempersiapakan alat – alat yang diperlukan ketika wawancara sedang berlangsung. atau alat perekam. . pulpen.

Menyusun pertanyaan dengan 5 W + 1H 1. Kapan(when) 3. Bagaimana(how) . Siapa(who) 5. Apa (what) 2. Mengapa(why) 6. Dimana(where) 4.

 Contoh: Jika nanti bapak sudah memasuki usia pension. Biasanya mulai dengan kata kerja dan jawaban yang mungkin hanya ya atau tidak.Jenis-jenis pertanyaan 1. dijual. apakah usaha bapak ini akan diteruskan. Pertanyaan terbuka yaitu memberi kesempatan kepada narasumber untuk memberikan jawaban luas  Contoh: Bagaimana cara bapak merawat tanaman hidroponik ini? 2. Pertanyaan tertutup / langsung yaitu hanya memberikan salah satu pilihan jawaban atau jawaban singkat. Pertanyaan penutup yaitu pertanyaan yang membatasi jawaban narasumber bahkan jawaban sudah tersedia.  Contoh: Apa bapak menyukai pekerjaan bapak? 3. atau ditutup? .

 Mulailah dengan pertanyaan –pertanyaan ringan terlebih dahulu dan barulah menuju pertanyaan – pertanyaan yang sulit dan membutuhkan penjelasan yang lebih panjang.  Lakukan pendekatan secara tidak langsung dan menciptakan suasana yang kondusif dengan narasumber. .  Jangan pernah sekali – kali memotong pembicaraan narasumber ketika sedang berbicara.  Dengarkan narasumber ketika menjawab pertanyaan dengan sekasama dan tulislah jawaban – jawaban tersebut dengan menuliskan point – pointnya saja.Ketika Wawancara Berlangsung  Perkenalkanlah terlebih dahulu identitas diri Anda dan darimana Anda berasal.

 Ada baiknya kita merespon narasumber dengan respon – respon sederhana seperti mengangguk agar narasumber merasa diperhatikan. tulislah hasil wawancara itu ke dalam sebuah teks berita dengan penyusunan yang baik dan benar. . SARA. menyudutkan.   Sedapat mungkin hindari pertanyaan-pertanyaan yang bersifat private. atau menghakimi narasumber  Setelah wawancara selesai.indari meminta narasumber untuk mengulangi jawaban yang telah diutarakan.  Setelah itu. usahakan tetap menciptakan suasana yang hangat dengan cara menyampaikan terimakasih dan mendoakan narasumber.

 Catatlah pokok-pokok isi wawancara.  Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. .  Bacalah teks wawancara dengan cermat.Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik.  Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. lakukan langkah-langkah berikut.  Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi.

.. Kalimat yang diberi tanda petik bisa berbentuk kalimat berita.”)  2. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Ciri kalimat langsung sebagai berikut. atau perintah. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip tetap. tanya.. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung.  4. Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. Bertanda petik (“. .. Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi daripada bagian lain  3.  1.  5. Tidak berkata lugas.

untuk.  2. Berkata lugas misalnya bahwa.Ciri kalimat tak langsung sebagai berikut. sebab.  5. Hanya berbentuk kalimat berita. Tidak bertanda petik. . Intonasi mendatar dan menurun pada bagian akhir kalimat. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip. supaya.  4.  1.  3.

”  Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya?  Pelajar : “Yah.”  Pelajar : “Terima kasih.” .Contoh: Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini!  Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. kira-kira 1 tahun.

Jawa Timur. Contoh lain  Penanya ini. Persiapan yang dibutuhkan untuk mengikuti lomba tersebut selama 1 tahun.Teks wawancara tersebut jika diubah menjadi narasi akan menjadi seperti berikut ini ! Seorang pelajar telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. segar dengan aroma harum” . Rasanya manis. Probolinggo. Pak?” : “Bagaimana perkembangan anggur Australia saat  Narasumber : “Menggembirakan! Sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari.

Probolinggo. Anggur tersebut rasanya manis dan segar dengan aroma yang harum. Jawa Timur. Sekitar sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. . Perkembangan anggur Australia saat ini sungguh menggembirakan.

saya sering kali menjadi bahan ejekan teman-teman. sifat saya yg tertutup membuat saya tidak memiliki banyak teman.” . dan jadilah saya seorang yang tidak percaya diri.Latihan Ubahlah teks wawancara berikut menjadi bentuk narasi ! Wawancara dengan Romy Rafael  Wartawan : “Ilmu magic apa yang selama ini ditekuni?”  Narasumber : “Selama ini saya menekuni ilmu hipnotis. dari buku. Begitu pula saat saya duduk di bangku SMP. Di saat teman-teman saya yang lain berkumpul untuk bermain.”  Wartawan : “Darimana anda dapat mengetahui ilmu ini? Apakah sejak anda mengetahuinya anda langsung tertarik?”  Narasumber : “Saat masih kecil.buku yang saya baca itulah saya mendapatkan karakter diri saya dan mulai tertarik pada ilmu hipnotis. kehidupan saya dengan teman-teman saya yang lain memang sedikit berbeda. saya menyendiri. Beruntung dari keadaan itu. Karena kebiasaan itu. saya memiliki ‘teman-teman baru’ berupa buku.

 Wartawan : “Berapa lama anda mendalami ilmu hipnotis ini? Dimana sajakah anda mendalaminya?”  Narasumber : “Saya mendalami ilmu hipnotis dan berbagai kegunaannya lebih dari empat tahun di Amerika. Ultimate Stage Hypnotism Institute dan Institute for Neuro Research and Education. Di sana saya pernah belajar di Hypnotism Training Institute.” .