KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA ( K3

)
1.
TUJUAN
Dengan maksud mengendalikan sumber bahaya meminimize kecelakaan kerja bidang konstruksi
maka ditetapkan peraturan / tata tertib yang berlandaskan pada ketentuan Undang-Undang No. 1
thn 1970 tentang Keselamatan Kerja yang dalam konsideransnya berbunyi : “Setiap tenaga kerja
berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk
kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional”, dimana tujuan dan
sasaran dapat diketahui bersama dalam team work yang antara lain sebagai berikut :
- Menjamin bahwa seluruh aktifitas pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan aspek keselamatan
kerja
(
health
and
work
safety
aspect
s).
- Menjamin bahwa seluruh aktifitas pekerjaan yang dilakukan dgn peralatan dan tenaga manusia
dilakukan oleh orang yang punya kewenangan melakukan dan menggunakan alat dan peralatan
sesuai
dengan
keahliannya
masing-masing.
- Menjamin agar keselamatan kerja dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan peraturan serta
prosedur
kerja
yang
telah
dibuat
dalam
proyek.
- Menjamin Produktifitas kerja tidak terganggu dan aman bekerja secara kontinu. Menuju
Kondisi
Nol
Kecelakaan
(Zero
Accident
)
.
2.
BEBERAPA
REFERENSI
PERATURAN
TENTANG
K3
- Peraturan-peraturan yang dibuat oleh tim Pengawas dan ketentuan keselamatan kerja dari
Pemberi
Tugas
dan
juga
dari
bantuan
teknis
profesional
dalam
hal
K3
Peraturan
tentang
keselamatan
kerja
dari
Depnaker
RI
UU
No.
1
tahun
1970,
Tentang
Keselamatan
Kerja
- Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 2 tahun 1970 Ttg Pembentukan Panitia Pembinaan
Keselamatan
Kerja
di
tempat
kerja
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05/MEN/1996 Ttg Pembentukan Panitia Pembina
Keselamatan Kerja di Tempat kerja dan No. 2 tahun 1992 Ttg Tata Cara Pengangkatan Akhli K3
- Keputusan Bersama Menaker dan Menteri PU No. 174/Men/1986 dan No. 104/KPTS/1986 Ttg
Keselamatan
dan
Kesehatan
Kerja
pada
tempat
kegiatan
Konstruksi
- Surat Edaran Menteri Kimpraswil No. Um. 03.05-MN/426 tgl 24 Agustus 2004, Perihal
Pencegahan
Kecelakaan
Kerja
pada
pelaksanaan
Pekerjaan
Konstruksi
- SE Menteri Kimpraswil No. Um.03.05-Mn/451 tgl 14 September 2004, Perihal
Pencegahan
Kecelakaan
Kerja
pada
pelaksanaan
Pekerjaan
Konstruksi
3.
ALAT
/
CARA
/
SISTEM
KESELAMATAN
KERJA
Bagi Setiap person yang memasuki Lingkungan Kerja : HELM, SEPATU PROYEK dan TANDA
PENGENAL
diberlakukan
untuk
seluruh
:
1.
Staf
Management
Konsultan
dan
Kontraktor
2.
Tamu
dan
atau
Customer
3.
Sub
Kontraktor,
Mandor
dan
Pekerja
Untuk jenis pekerjaan sebagai berikut diwajibkan menyediakan dan menggunakan :
1. SAFETY BELT untuk ketinggian 2 (dua) meter keatas dan ditepi lantai maupun
VOID
serta
basket
yang
diperuntukan
bagi
jenis
pekerjaan
tertentu.

2. KACA MATA PELINDUNG atau KEDOK, SARUNG TANGGAN dan Alat Pemadam Api
Ringan
(APAR)
untuk melakukan Pengelasan serta memakai TAMENG PERCIKAN BUNGA API LAS /
BLANDER
(PEMOTONGAN)
3.
SARUNG
TANGAN
untuk
jenis
Pekerjaan
Pembesian
4.
MASKER
untuk
kebersihan
dan
kesehatan
5. SAFETY HARNESS untuk jenis pekerjaan Climbing & Vertical (Gondola)
6. ALAT PEMADAM API RINGAN ( APAR ) baik dari type dry chemical ( serbuk )
atau foam yang masih aktif akan ditempatkan di Direksi Keet dan Gudang.
Bagi setiap Sub Kontraktor serta Pihak Mandor wajib mengisi Formulir Data Pekerja Awal
maupun
Perubahan
Nama
yang telah disediakan dan melaporkan Jumlah Pekerja serta jam kerja dan rencana lembur setiap
harinya
kepada
Safety
Officer
Selama berada di Lingkungan Proyek semua pihak Tidak Dibenarkan dan atau Dilarang Keras
UNTUK
:
1.
Merokok
sambil
bekerja
maupun
dalam
keadaan
berjalan
2.
Memakai
Celana
Pendek
3.
Bertelanjang
Dada
4.
Menjemur
dan
meletakan
pakaian
bukan
pada
tempatnya
5. Membawa dan meminum minuman berkadar alcohol serta zat aktif yang dilarang
Secara
Hukum.
6. Berkelahi, berjudi melakukan pencurian maupun tindakan melawan hukum lainnya.
7.
Mencoret-coret
dinding
8. Membuang sampah jenis apapun termasuk kotoran manusia yg bukan pd tempatnya
9. Membuat dan menyalakan api yang bias menimbulkan bahaya kebakaran tanpa ijin
pelaksana
/
pengawas
lapangan.
4.
PENANGGUNG
JAWAB
1. Pengamanan untuk berlakunya Tata Tertib ini dilakukan sepenuhnya oleh Site
Administration
Manager
melalui
Koordinator
Security.
2. Pelaksanaan dan Pengawasan Tata Tertib ini dilakukan sepenuhya oleh Safety Officer
5.
LAPORAN
DAN
MEETING
- Safety Talk diadakan satu hari dalam seminggu setiap Jam 07.30 – 08.00 WIB
Manual,
Prosedure
dan
Instruksi
Kerja
K3
Safety
Meeting
Inspeksi
Rutin
(
Working
Safety
Inspection
)
Laporan
Kecelakaan
Kerja
Evaluasi
Implementasi
K3
6.
SANKSI
DAN
TINDAKAN
Apabila terjadii pelanggaran Tata Tertib ini dikenakan Sanksi / Tindakan sebagai berikut :
Tindakan
Disiplin,
yang
bisa
berupa
Denda.
Tindakan
dibenarkan
lagi
ada
/
bekerja
di
lingkungan
Proyek
- Tindakan Hukum selanjutnya.
7. BEBERAPA PERLENGKAPAN K3 ( VISUAL )

8. BEBERAPA PAPAN / BOARD / SPANDUK PERINGATAN