Reaksi Esterifikasi

Reaksi esterifikasi adalah reaksi pembentukan ester dengan cara merefluks sebuah asam
karboksilat bersama sebuah alkohol dengan katalis asam. Asam yang digunakan sebagai katalis
biasanya adalah asam sulfat. Pembentukan ester melalui asilasi langsung asam karboksilat
terhadap alkohol, seperti pada esterifikasi Fischer lebih disukai ketimbang asilasi dengan
anhidrida asam ( atom yang rendah) atau asil klorida (sensitif terhadap kelembapan). Kelemahan
utama asilasi langsung adalah konstanta kesetimbangan kimia yang rendah. Hal ini harus diatasi
dengan menambahkan banyak asam karboksilat, dan pemisahan air yang menjadi hasil
reaksi. Pemisahan air dilakukan melalui distilasi Dean-Strak atau penggunaan saringan molekul.
Dalam ilmu kimia, ester adalah campuran organik dengan simbol R’ yang menggantikan suatu
atom hidrogen atau lebih. Ester juga dibentuk dengan asam yang tidak tersusun teratur; sebagai
contoh, dimetil sulfat yang juga disebut “asam belerang, dimethyl ester” (Anonim, 2006).

Penamaan ester hampir menyerupai dengan penamaan basa; walaupun tidak benar-benar
mempunyai kation dan anion, namun memiliki kemiripan dalam sifat lebih elektropositif dan
keelektronegatifan. Suatu ester dapat dibuat sebagai produk dari suatu reaksi pemadatan pada
suatu asam (pada umumnya suatu asam organik) dan suatu alkohol ( atau campuran zat asam
karbol), walaupun ada cara-cara lain untuk membentuk ester. Pemadatan adalah suatu jenis
reaksi kimia di mana dua molekul bekerja sama dan menghapuskan suatu molekul yang kecil,
dalam hal ini dua gugus OH yang merupakan hasil eliminasi suatu molekul air(Clark, 2002).

Suatu reaksi pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut esterifikasi. Esterifikasi dapat
dikatalis oleh kehadiran ion H+. Asam belerang sering digunakan sebagai sebagai suatu
katalisator untuk reaksi ini. Nama ester berasal dari Essig-Äther Jerman, sebuah nama kuno
untuk menyebut etil asam cuka ester (asam cuka etil) (Anshory, 2003).

Ester dapat dibuat oleh suatu reaksi keseimbangan antara suatu alkohol dan suatu asam karbon.
Ester dinamai menurut kelompok alkil dari alkohol dan kemudian alkanoat (bagian dari asam

Etanol adalah suatu obat rekreasi yang paling tua. Oksigen karbonil diprotonasi.metil metanoat. yang bagian terbesarnya terdiri dari etil asetat dengan rumus CH. resin. tidak berwarna dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari – hari. 1995). pewarna makanan. Etil asetat Etil asetat adalah cairan jernih. Dalam kimia etanol adalah pelarut yang penting sekaligus sebagai stok umpan untuk sintesis senyawa kimia lainnya. berbau khas. reaksi antara metanol dan asam butir menghasilkan ester metil butir C3H7-COO-CH3 seperti halnya air. Etanol banyak digunakan sebagai pelarut sebagai bahan – bahan kimia yang di tunjukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia. tak berwarna. alkohol murni. Karena ester dari asam yang lebih tinggi. perekat. Etil asetat disintesis melalui reaksi esterifikasi fischer dari asam asetat dan ethanol. alkohol absolut atau alkohol saja adalah sejenis cairan yang mudah menguap. memiliki aroma khas. mudah terbakar. dan tidak higroskopis. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna. Sebagai contoh. 1982). biasanya disertai katalis asam seperti asam sulfat. tidak beracun. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol (Fessenden. esterifikasi suatu asam karboksilat berlangsung melalui serangkaian tahap protonasi dan detonasi.karbon). Senyawa ini di produksi dalam skala besar sebagai pelarut. dan obat–obatan. Seperti kebanyakan reaksi aldehida dan keton.gCOO CzHs dan terutamadigunakan sebagai pelarut tinta. Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil (mudah menguap). Yang paling sederhana adalah H-COO-CH3. Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus empiris C2H5OC(O)CH3. Sifat fisika dan kimia etanol sebagai berikut. Etil asetat juga . alkana menyebut dengan . Dalam sejarahnya ethanol telah lama di gunakan sebagai bahan bakar. Contohnya adalah pada parfum. Senyawa ini merupakan ester dari etanol dan asam asetat. Secara umum Ester dari asam berbau harum meliputi benzoat seperti metil benzoat (Anonim.oat pada akhiran. alkohol nukleofilik menyerang karbon positif dan eliminasi air akan menghasilkan ester. perasa. Etanol Etanol disebut juga etil alkohol.

Asam sulfat 98% lebih stabil untuk disimpan dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. Asam Sulfat ( H2SO4 ) Asam Sulfat ( H2SO4 ) merupakan asam mineral ( Anorganik ) yang kuat. Titik didih normal : 78. Etanol termasuk dalam alkohol primer. asam sulfat mempunyai kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Densitas : 1. Penampilan : Bening. ia akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam 98.07 gr/mol.Sifat – sifat Asam Sulfat ialah : 1.3%. Rumus molekul : H2SO4 3. Titik didih : 290o C. Nama sintesis : Asam sulfat 2. Titik nyala : Tak ternyalakan . Berikut adalah sifat-sifat asam sulfat. Klasifikasi : Sangat korosif 11. 563oK. 283 K. 3. 2. Kelarutan dalam air : Bercampur penuh 9. tidak berwarna. cairan 6.1oC. Massa molekul relatif : 46. Titik leleh : 10oC.078 gr/mol 4.84 gr/cm3 . Reaksi kimia yang dijalankan oleh ethanol kebanyakan pada fungsi gugus Hidroksil.32oC.mempunyai Rumus molekul etanol C2H5OH atau rumus empiris C2H6O. Sifat-sifat fisik Etanolantara lain : 1. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan.7 CP pada 20oC 10. Titik beku : -114. Walaupun asam sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat. Viskositas : 26. Asam sulfat 98% pada umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat. tidak berbau 5. 554oF 8. Massa molar : 98. 50o F 7. yang berarti bahwa karbon yang berikatan dengan gugus Hidroksil paling tidak memiliki 2 Hidrogen atom yang terikat dengannya juga.

sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati. Larutan asam asetat yang larut dalam air merupakan sebuah asam lemah. Dalam industri makanan. Massa Molar : 60. artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Sifat-sifat dari Asam Asetat ialah : 1. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat. Asam asetat murni ( asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna. dan memiliki titik beku 16. Dalam setahun.7°C. asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. asam cuka 3. asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. atau CH3CO2H. kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6. Di rumah tangga. Nama Alternatif : Asam metanakarboksilat.05 gr/mol 5. CH3COOH. Rumus Molekul : CH3COOH 4. Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting.5 C . asam asetat 2.5 juta ton per tahun.Asam Asetat Asam asetat. setelah asam format. maupun berbagai macam serat dan kain. hidrogen asetat. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH. Nama Sistematis : Asam etanoat. selulosa asetat. dan polivinil asetat. Titik lebur : 16. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2.

Prosedur BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.BAB III METODE PRAKTIKUM A. tidak sulfat berwarna menguap pada putih bening tabung yang ditutup Gambar . Bahan dan Alat Bahan : o Larutan asam cuka pekat o Alcohol 1 ml o Larutan asam sulfat pekat o Air Alat : o Tabung reaksi o Tutup gabus o Pipet tetes o Pipet ukur B. Hasil No Sample Ditambah Setelah Tabung asam asetat dipanaskan ditutup 5 tetes 1 aluminium 1 ml Berbau Ada perubahan Tidak ada alcohol 5 menyengat pada volumenya perubahan tetes asam dan warna.

larutan yang terbentuk (etil asetat) akan menuju permukaan. dan tidak menguap juga Ada beberapa faktor yang mengakibatkan perubahan tersebut kurang diperhatikan. Pembahasan Dari data pengamatan yang telah kami dapatkan di laboratorim pada sample 1 ml alcohol ditambahkan dengan 5 tetes asam sulfat lalu ditambahkan 5 tetes asam asetat larutan tersebut tetap berwarna putih bening dan berbau menyengat. ataupun karena penggunaan pipet tetes yang tidak sesuai dengan aturan. lalu setelah larutan tadi dipanaskan ada perubahan pada volumenya. sedangakan larutan dibawahnya merupakan sisa asam dari asam karboksilat dan alkohol yang membentuk air. Diantaranya yaitu warna larutan yang bening kurang mampu menunjukkan adanya perubahan yang terjadi. . Faktor yang lain seperti volume air yang ditambahkan tidak disesuaikan. Seharusnya dari reaksi antara asam cuka bersama alkohol dan asam sulfat pekat yang telah mengalami pendinginan setelah dipanaskan serta ditambahkan air secukupnya akan memberikan hasil larutan etil asetat bersama hasil sampingnya yaitu air.Campuran 1 ml Ditambahkan dengan alkohol dengan 5 asam cuka pekat Saat dipanaskan Setelah dipanaskan tetes asam sulfat pekat B. Dalam kasus ini. setelah itu kami mengamati apabila tabungnya ditutup dengan aluminium dan didinginkan lalu diencerkan dengan banyaak air namun tetap saja tidak ada perubahan warna.

3. Kuis seharusnya diadakan setelah praktikum selesai. 4. Saran 1. Sesuai teori yang menyatakan bahwa ester merupakan senyawa yang memiliki ciri khas bau yang masing-masing. Namun. ketersediaan alat dan bahan yang diperlukan kurang banyak. KESIMPULAN Larutan etil asetat yang merupakan senyawa ester. harusnya memadai agar praktikum dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan waktu yang sudah di jadwalkan. B. Seharusnya setelah pratikum selesai setiap kelompok per acara menjelaskan sedikit kesimpulan dari percobaannya agar laporan per acara bisa lebih mudah dipahami 2. seharusnya untuk praktikum selanjutnya harus ada pengkoordinir foto praktikum. dalam praktikum ini juga menghasilkan bau yang hampir sama. Kesulitan kami saat membuat laporan adalah ketika lampiran foto. bau khas tersebut akan menghilang ketika tabung reaksi menutupi tabung reaksi tersebut. dapat dibuat dengan cara mereaksikan senyawa asam karboksilat dengan alkohol dengan katalis asam sulfat pekat. .BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Dari hasil reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol ini akan menghasilkan hasil samping berupa air bening.