ANALISIS JADWAL TANAM PADI BERDASARKAN

KETERSEDIAAN AIR PADA SUBAK JAKA
SEBAGAI SUBAK NATAK TIYIS

SKRIPSI

Oleh :
I PUTU RIADI HANDIKA
NIM: 1111305009

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2015

ANALISIS JADWAL TANAM PADI BERDASARKAN KETERSEDIAAN AIR PADA SUBAK JAKA SEBAGAI SUBAK NATAK TIYIS SKRIPSI Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teknologi Pertanian pada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana Oleh : I PUTU RIADI HANDIKA NIM: 1111305009 JURUSAN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA 2015 ii .

. Wijaya. S.App. 19591107 198603 1 004 Tanggal lulus: iii . M.TP.D NIP.Ph.LEMBAR PENGESAHAN Skripsi ini telah mendapat persetujuan pembimbing: Dosen Pembimbing I Dr.. 19740618 199903 2 001 Dosen Pembimbing II Prof. Ir.MP NIP. I Made Anom S. I Dewa Gde Mayun Permana. MS NIP. 19631113 199003 1 001 Mengesahkan: Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana Dr.Sc. Sumiyati. Ir.

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air irigasi pada Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. ABSTRAK Sistem irigasi Subak Natak Tiyis sumber airnya berasal dari sisa air irigasi subak di hulu.62 liter/detik selama 15 hari dalam satu tahun. M.8 liter/detik selama 15 hari.Ph.I Putu Riadi Handika 1111305009.0. Analisis debit tersedia dilakukan dengan mengukur debit di inlet Subak Jaka dan analisis kebutuhan air irigasi dilakukan dengan bantuan software CROPWAT 8. I Made Anom S.. dan periode Februari I untuk MT II.TP.D.01 liter/detik dalam satu tahun. Ir. dua minggu terahir bulan Juni (periode Juni II) sebesar 16. Sumiyati.. Berdasarkan hasil analisis debit tersedia diketahui debit tertinggi terjadi pada musim hujan yaitu 115. Analisis Jadwal Tanam Padi Berdasarkan Ketersediaan Air Pada Subak Jaka Sebagai Subak Natak Tiyis.1 liter/detik selama 15 hari dan dua minggu pertama bulan Januari (periode Januari I) sebesar 30.MP. Wijaya. iv Air. Pengaturan jadwal tanam dilakukan dengan melakukan pergeseran jadwal tanam.7 liter/detik selama 15 hari. Jadwal tanam dengan defisit air terkecil untuk Subak Jaka dimulai pada periode Juli I untuk masa tanam I (MT I). Subak .72 liter/detik dalam satu tahun. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakpastian jadwal tanam pada Subak Natak Tiyis. S. dan (2) untuk memperoleh jadwal tanam dengan defisit air irigasi paling kecil. Jadwal Tanam. Irigasi. Kekurangan air irigasi terjadi sebanyak tiga periode yaitu dua minggu pertama bulan Juni (periode Juni I) sebesar 35. dan Prof. Kata Kunci: Ketersediaan Air. Sehingga akan terjadi defisit air irigasi sebanyak satu periode yaitu periode Juli I sebesar 25. sehingga diperoleh neraca air dengan defisit air terkecil. Kebutuhan Natak Tiyis.App.Sc. Debit terkecil terjadi pada musim kemarau yaitu 19. Di bawah bimbingan Dr. sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan jadwal tanam yang sesuai dengan ketersediaan dan kebutuhan air irigasi pada Subak Natak Tiyis.

I Made Anom S.I Putu Riadi Handika 1111305009.62 liter/second for 15 days within a year. The setting of planting schedule done by shifting the planting time. Wijaya. S. Supervised by Dr. dan Prof.01 liter/second within a year.7 liter/second for 15 days.D.Ph. thus it requires further research to determine appropriate planting schedule according to the availabilitiy and requirement of irrigation water in Subak Natak Tiyis. v . M. Planting schedule with the smallest water deficit for Subak Jaka started in period July I for planting period (MT I) and period February I for MT II. ABSTRACT Water source of Subak Natak Tiyis irrigation system comes from the upstream of subak drainage water. Subak Natak Tiyis. The analysis of discharge availabilities was carried out by measuring discharge at inlet Subak Jaka. in order to obtain the water balance with the smallest water deficit. Keywords: water availability.72 liter/second within a year. Analysis of Paddy Planting Schedule Based on Water Availability in Subak Jaka as Subak Natak Tiyis. Sumiyati.8 liter/second for 15 days. the last two weeks of June (period June II) as much as 16.Sc. The deficit of irrigation water occurred at three period that was on the first two weeks of June (period June I) as much as 35.. Irrigation water requirement was analyzed using CROPWAT 8. Those condition was causing uncertainly planting schedule in Subak Natak Tiyis. The purposes of this research were: (1) to analyze the availabilities and requirement of irrigation water of Subak Jaka as Subak Natak Tiyis and (2) to determine planting schedule with the smallest deficit irrigation water.TP. planting schedule.MP. So that occurs deficit irrigation water one period in period July I as much as 25. Ir. The smallest discharge occurs in dry season that was 19. water requirements. The analysis of discharge availabilities showed high discharge occur at rainy season that was 115.App. irrigation.0 software..1 liter/second for 15 days and the first two weeks of January (period January I) as much as 30.

Sistem irigasi pada Subak Natak Tiyis hanya memanfaatkan kelebihan air irigasi dari subak yang berada di hulu. religius. Luas Subak Jaka 56 hektar dengan jumlah anggota (krama) 145 orang. Subak merupakan organisasi tradisional di bidang tata guna air dan tata tanaman di tingkat usaha tani pada masyarakat adat di Bali yang bersifat sosio-agraris. Ada dua subak di hulu yang sisa air irigasinya berpotensi sebagai sumber air irigasi bagi Subak Jaka yaitu Subak Pacung dan Subak Jemong. terutama pada subak yang terletak di hilir. seperti dinyatakan dalam Peraturan Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Bali No. pembagian. pengelolaan dan pengaturan air dalam rangka meningkatkan produksi pertanian (Sudjarwadi. 1990). Subak Jaka adalah salah satu Subak Natak Tiyis yang berlokasi di wilayah Desa Kukuh. Subak Jaka termasuk Subak Natak Tiyis yang berarti sumber air irigasinya berasal dari kelebihan air irigasi subak di hulu.09/PD/DPRD/2012. Kecamatan Marga.RINGKASAN Sistem irigasi subak merupakan satu kesatuan yang tersusun dari berbagai komponen yang menyangkut upaya penyediaan. yang disebut dengan Subak Natak Tiyis. vi . Kabupaten Tabanan. Namun pada beberapa kasus. air irigasinya bersumber dari air drainase subak yang terletak di hulu. Ketersediaan air irigasi pada Subak Natak Tiyis tergantung pada tingkat kelebihan air irigasi pada subak di hulu. Sumber air irigasi pada subak umumnya berasal dari sungai. Seperti telah disebutkan di atas. mata air dan kombinasinya. ekonomis yang secara historis terus tumbuh dan berkembang.

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air irigasi pada Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. jadwal tanam. kemudian dilakukan perhitungan untuk menentukan evapotranspirasi potensial. Pengukuran data primer untuk memperoleh debit tersedia yang dilakukan dengan mengukur tinggi muka air dan lebar ambang bangunan ukur pada inlet Subak Jaka yang dilaksanakan dua minggu sekali. dan (2) untuk memperoleh jadwal tanam dengan defisit air irigasi paling kecil pada Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. dan pada musim kemarau debit air pada inlet Subak Jaka berkurang mencapai debit terendah hingga 19.Tingkat ketersediaan air irigasi pada Subak Natak Tiyis berubah-ubah sesuai waktu.72 liter/detik dalam satu tahun. Kebutuhan air irigasi pada MT I yang dimulai pada periode Juni I diawali dengan pengolahan tanah yang vii . Kondisi tersebut menyebabkan ketidakpastian jadwal tanam pada Subak Natak Tiyis sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan jadwal tanam yang sesuai dengan ketersediaan air pada Subak Natak Tiyis. varietas tanaman yang di budidayakan satu tahun terakhir. Berdasarkan data iklim tersebut. pengambilan data primer dan data sekunder. penggunaan konsumtif.01 liter/detik dalam satu tahun. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa debit tersedia di Subak Jaka pada musim hujan terdapat debit tertinggi yaitu 115. Data sekunder berupa data iklim yang diperoleh dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar. Survei dilakukan pada petani untuk mendapatkan persiapan olah lahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif melalui metode survei. Hal ini terjadi karena kondisi imbangan air irigasi pada subak di hulu tidak menentu dalam siklus tahunan. curah hujan efektif dan koefisien tanaman.

Dari masa pertumbuhan sampai panen debit yang diperlukan 0 liter/detik. Alternatif jadwal tanam yang diusulkan pada Subak Jaka terdiri dari 4 alternatif.0 liter/detik selama 15 hari. Dari masa pertumbuhan tanaman padi dengan varietas Pertiwi-1 rata-rata debit yang diperlukan berkisar antara 11.99 liter/detik selama 15 hari.3 liter/detik. karena kebutuhan air irigasi pada bulan tersebut sudah dapat dipenuhi oleh curah hujan efektif. Pada alternatif II terjadi defisit air sebanyak dua periode yaitu periode November II sebesar 12. dan pada periode Desember I sebesar 22.5 liter/detik selama 15 hari.4 liter/detik selama 15 hari.62 liter/detik selama 15 hari.2 liter/detik selama 15 hari. Pada alternatf I. viii . Pada alternatif IV tersebut terjadi defisit sebanyak satu periode yaitu periode Juli I sebanyak 25. Sedangkan untuk MT II yang dimulai dengan pengolahan tanah pada periode Januari I memerlukan air irigasi sebanyak 98.59 liter/detik selama 15 hari. dan periode Desember II sebesar 18.6 liter/detik selama 15 hari. dan pada alternatif IV terjadi defisit air sebanyak satu periode yaitu periode Juli I sebesar 25.memerlukan air cukup banyak yaitu 83.62 liter/detik selama 15 hari dalam satu tahun. Pada alternatif III terjadi defisit air sebanyak satu periode yaitu periode Juni II sebesar 48. Jadwal tanam dengan defisit air terkecil dari 4 alternatif yang diusulkan pada Subak Jaka adalah alternatif IV dengan MT I yang dimulai pada periode Juli I dan MT II yang dilakukan pada periode Februari I. terjadi defisit air sebanyak dua periode yaitu periode Mei II sebesar 18.0 sampai 63.

Pada tahun 2011. Kecamatan Kerambitan. Kabupaten Tabanan pada tanggal 05 Maret 1993.RIWAYAT HIDUP Penulis adalah I Putu Riadi Handika dilahirkan di Banjar Yeh Malet Kaja. ix . pada tahun 2008 menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama di SMPN 1 Kerambitan. Desa Belumbang. serta pada tahun 2011 menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah atas di SMAN 1 Kerambitan. serta sebagai pengurus dalam Badan Eksekutf Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana. pada tahun 2005 menyelesaikan pendidikan dasar di SD N 1 Belumbang. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana melalui jalur SMNPTN Tulis. Penulis adalah salah satu dari penerima beasiswa BIDIKMISI Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. dan ibu bernama Ni Nyoman Ratmini. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. dari ayah bernama I Ketut Astika Arimbawa S. penulis diterima sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian. merupakan putra pertama dari dua bersaudara. penulis aktif dalam organisasi kemahasiswaan. diantaranya pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Pertanian (HIMATETA). Penulis menyelesaikan pendidikan taman kanak-kanak di TK Kumara Jaya. Pd. Belumbang pada tahun 1999. Selama menjadi mahasiswa.

Kementrian dan Kebudayaan Republik Indonesia yang telah memberikan bantuan biaya pendidikan berupa beasiswa BIDIKMISI sejak tahun 2011 sampai dengan 2015. Ir.TP.. Bapak Dr. sehingga diperoleh neraca air dengan defisit air terkecil pada Subak Jaka. Universitas Udayana 3.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Analisis Jadwal Tanam Padi Berdasarkan Ketersediaan Air Pada Subak Jaka Sebagai Subak Natak Tiyis”. M. Dalam hal ini. Bapak Dr.P. Dr. Wijaya. selaku pembimbing II yang telah banyak x . Dewa Gede Mayun Permana. bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. I Wayan Widia. Secara garis besar skripsi ini membahas tentang neraca air irigasi pada Subak Jaka dengan membandingkan ketersediaan air irigasi dan kebutuhan air irigasi pada Subak Jaka. penulis mendapat banyak bimbingan.App. sehingga dapat dilakukan pengaturan jadwal tanam dengan cara melakukan pergeseran jadwal tanam. Ir. I Made Anom S. Ir. karena itu penulis menyampaikan terima kasih sebesar besarnya kepada yang terhormat : 1. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Sumiyati. Skripsi disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan Strata Satu (S-1) di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana.Sc.PhD. selaku Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana 2. M. Fakultas Teknologi Peratanian.. MSIE.MP selaku pembimbing I dan Prof. Selaku Ketua Jurusan Teknik Pertanian. 4. S.

Fakultas Teknologi Pertanian dan pengurus HMJ Teknik Pertanian. 9. serta Adik (I Made Sukma Diarta) yang telah banyak memberikan dukungan serta doa kepada penulis. 8. 5. Terima kasih atas dukungan yang kalian berikan untuk menyelesaikan Skripsi ini. Kedua orang tua penulis (I Ketut Astika Arimbawa dan Ni Nyoman Ratmini). yang selalu memberikan bantuan. di Desa Kukuh. Pengurus Organisasi BEM. Segenap pengurus dan anggota Subak Jaka. Segenap staf dosen dan pegawai di lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana. Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari sempurna karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sangat penulis harapkan. 6. 7. Kecamatan Marga. Kabupaten Tabanan. Rekan-rekan jurusan TEP angkatan 2011. BLM.memberikan bimbingan kepada penulis mulai dari penyusunan usulan penelitian hingga menjadi sebuah skripsi. 23 September 2015 Penulis xi . Denpasar. Akhir kata penulis berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan. Universitas Udayana. motivasi dan doa.

4.3.2. Kebutuhan Air Irigasi 14 2.4.4. Ketersediaan Air di Lahan 14 2. II. Curah Hujan Efektif 13 2. Definisi Subak 5 2.4.2. Kebutuhan Air untuk Pengolahan Lahan Tanaman Padi 15 xii .1.1.4.1. Tujuan Penelitian 4 1.3.1.DAFTAR ISI Halaman COVER i JUDUL ii LEMBAR PENGESAHAN iii ABSTRAK iv ABSTRACT v RINGKASAN vi RIWAYAT HIDUP ix KATA PENGANTAR x DAFTAR ISI xii DAFTAR TABEL xv DAFTAR GAMBAR xvi DAFTAR LAMPIRAN xvii I. Debit Andalan 13 2.1.4. Rumusan Masalah 4 1. Latar Belakang 1 1. Ketersediaan Air Irigasi 12 2.4.2. Sistem Irigasi 8 2.2. PENDAHULUAN 1. Neraca Air Irigasi 10 2.2. Subak Natak Tiyis 7 2.1. Manfaat Penelitian 4 TINJAUAN PUSTAKA 2.4.1.1.3.

2.1. Alternatif Jadwal Tanam 44 4.2. Debit Tersedia 22 3. Analisis Kebutuhan Air Irigasi 24 3.2.5. Alternatif Jadwal Tanam 19 METODE PENELITIAN 3.1.6.7. Asumsi-asumsi 21 3. Pelaksanaan Penelitian 21 3.8.1. Alternatif Jadwal Tanam Dengan Defisit Air Terkecil 49 xiii .1. Ketersediaan Air Irigasi Subak Jaka 33 4.5.7.4.6. Kebutuhan Air Tanaman 25 3.7. Pola Tanam Pada Subak Jaka 33 4. Pola Tanam Padi 17 2.9. Alternatif Jadwal Tanam 30 3.1.3. IV.1. Analisis Ketersediaan Air Irigasi 22 3. Evapotranspirasi Potensial 27 3.1.7.3.III.4. Tempat dan Waktu Penelitian 20 3. Neraca Air Irigasi Subak Jaka 43 4.6. Bahan 20 3. Diagram Alir Pelaksanaan Penelitian 31 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2. Kebutuhan Air Pada Tanaman Padi 25 3. Kebutuhan Air untuk Pertumbuhan 15 2.2.7. Alat 20 3.4.6. 2.2. Curah Hujan Efektif 24 3. Kebutuhan Air Irigasi Subak Jaka 35 4.6. Bahan dan Alat 20 3.2. Kebutuhan Air Pada Pengolahan Tanah 29 3.2.5.7. Gambaran Umum Subak Jaka 32 4.3.1. Analisis Neraca Air Tanaman Padi 22 3.1.2.

2.1. Saran 53 DAFTAR PUSTAKA 54 LAMPIRAN 57 xiv . Kesimpulan 52 5.V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.

Usulan Alternatif Jadwal Tanam Pada Subak Jaka 45 2. Defisit Air Irigasi dari Alternatif Jadwal Tanam Pada Subak Jaka 50 xv .DAFTAR TABEL No. Judul Halaman 1.

DAFTAR GAMBAR No. Grafik Neraca Air Irigasi untuk Alternatif III 48 18. Grafik Kebutuhan Air Irigasi di Subak Jaka 42 14. Grafik Neraca Air Irigasi untuk Alternatif IV 49 xvi . Grafik Ketersediaan Air Irigasi di Inlet Subak Jaka 34 8.. Skema Sistem Irigasi Subak Jaka 23 6. 6 2. Grafik Neraca Air Irigasi di Subak Jaka 43 15. Perhitungan Evapotranspirasi Potensial 36 9. Skema Subak Natak Tiyis 8 3. Diagram Alir Pelaksanaan Penelitian 31 7. Bangunan Ukur Tipe Romijin 23 5. Hubungan Timbal Balik Antar Subsistem Dalam Sistem Manajemen Irigasi Masyarakat yang Bersifat Sosio-kultural…………………………. Representasi Sistem Irigasi 10 4. Judul Halaman 1. Jadwal Tanam Pada Subak Jaka 38 11. Jenis Tanah Pada Subak Jaka 40 12. Perhitungan Curah Hujan Efektif 37 10. Grafik Neraca Air Irigasi untuk Alternatif I 46 16. Grafik Neraca Air Irigasi untuk Alternatif II 47 17. Kebutuhan Air Irigasi Pada Subak Jaka 40 13.

Lokasi Penelitian di Subak Jaka 67 21. Data Kebutuhan Air Irigasi Pada Alternatif Pola Tanam IV 64 15. Data Kebutuhan Air Irigasi Pada Alternatif Pola Tanam II 63 13.DAFTAR LAMPIRAN No. Data Kebutuhan Air Irigasi 10 Harian Pada Musim Tanam I di Subak Jaka 61 Data Kebutuhan Air Irigasi 10 Harian Pada Musim Tanam II di Subak Jaka 62 Data Kebutuhan Air Irigasi 15 harian Pada Musim Tanam I dan Musim Tanam II di Subak Jaka 62 11. 10. Proses Pengolahan Tanah Pada Subak Jaka 66 18. Peta Subak Jaka 68 4. Data Curah Hujan Dari Stasiun Hujan Desa Buruan 61 8. Data Suhu Dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar 59 Data Kelembaban Dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar 59 Data Kecepatan Angin Dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar 60 Data Lama Penyinaran Matahari Dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar 60 7. Judul Halaman 1. Padi yang Sudah Dapat di Panen Pada Subak Jaka 67 20. Pengukuran Tinggi Muka Air Pada Bangunan Ukur di Subak Jaka 65 17. 9. 5. 6. Data Kebutuhan Air Irigasi Pada Alternatif Pola Tanam I 63 12. Data Kebutuhan Air Irigasi Pada Alternatif Pola Tanam III 64 14. Pengukuran Lebar Ambang Bangunan Ukur di Subak Jaka 65 16. Proses Penanaman Padi di Subak Jaka 66 19. xvii . Data Pengukuran Debit Tersedia di Bangunan Ukur Subak Jaka 58 3. Struktur Organisasi Subak Jaka 57 2.