PENGGOLONGAN MINERAL BERDASARKAN BENTUK KRISTAL YANG

MEMBANGUNNYA

1.

A. Pengertian Mineral
Kristal merupakan suatu bangun polyeder (bidang banyak) yang teratur dan dibatasi oleh
bidang-bidang rata yang tertentu jumlahnya dan mempunyai sumbu simetri tertentu pula.
Sedangkan ilmu yang mempelajari kristal disebut kristalografi. Subyek utama yang
dipelajarinya yaitu agar pembelajar terbiasa dengan bentuk umum kristal penyusun mineral,
dimulai dari model kristal kemudian penentuan berbagai macam bentuk kristal yang
terbentuk secara alami di alam.

Secara umum, yang bisa dipelajari dalam kristalografi dibagi atas :

-

Berbagai macam sifat kristal padat.

-

Karakter, susunan, dan klasifikasi dari bidang permukaan alami yang terdapat pada

kristal.

-

1.

Penentuan dan interprestasi susunan dalam unsure pokok atom-atom

B. Pembagian Bentuk Kristal yang Membangun Mineral
Terdapat banyak sekali kemungkinan bentuk kristal di alam, tetapi kristal-kristal ini dapat
diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok besar, yang disebut system kristal. Ketujuh
kelompok sitem kristal itu yaitu :

1.

sistem kubik

2.

sistem hexagonal

3.

sistem trigonal

4.

sistem tetragonal

5.

sistem orthorombik

6.

sistem monoklin

7.

sistem triklin

Gambar .7 System Crystal pada Mineral

Isometric

Tetragonal

Orthorombic

Hexagonal

Sistem ini berbeda dengan sistem lain dari berbagai sudut pandang. 1.Sistem ini sering juga disebut dengan sistem isometric. Sistem Kubus Sistem kubus ini adalah sistem kristal yang paling simetri dalam ruang tiga dimensi. Sistem ini tersusun atas tiga garis kristal berpotongan yang sama panjang dan sama sudut potong satu sama lain. terlihat pada struktur tiga dimensinya yang sama simetri. Sistem ini tidak berpolar seperti yang lain.Trigonal Monoclinic Triclinic Gambar. Kata isometric berarti berukuran sama. 7 System Kristal mineral 1. yang membuatnya lebih mudah dikenal. . Sedangkan sering dinamakan sistem kubus karena bentuk umum dari kristalnya berstruktur seperti kubik.

kelas tetartoidal 2. kelas diploidal 5. kelas hexoctahedral 3. yaitu : 1. Gyroidal Mineral . Diploidal Mineral Gambar. kelas hextetrahedral 4. kelas gyroidal Berikut dapat dilihat ke lima bentuk kristal itu : Gambar.Sistem kubus ini terbagi menjadi lima kelas.

1.  Garis Sumbu Kristal : tiga garis yang sama disimbolkan dengan a1. dan a3  Sudut : ketiga-tiganya 90o  Bentuk Umum : tetartoidal yang unik. pharmacosiderit. dan lain-lain. Simetri : 2 3  Elemen Simetri : terdapat 4 sumbu putar tiga dan tiga sumbu putar dua. maghemit. 2.  Mineral yang Umum : changcengit. gersdorffit.Gambar. Kelas Tetartoidal  Kelas : ke-28. Tetartoidal Mineral 1. pentagonal dodecahedron. a2. 1. kubik. Hextetrahedral MineralTop of Form Bottom of Form Gambar. rhombik dodecahedron. langbeinit. Hexoctahedral Mineral Gambar. korderoit. micherenit. dan tetrahedron. serta pyritohedron. deltoidal dodecahedron. Simetri : 4/m 3bar 2/m . ullmanit. Kelas Hexoctahedral  Kelas : ke-32.

4. rhombik dodecahedron dan tetraheksahedron. Elemen Simetri : merupakan klas yang paling simetri untuk bidang tiga dimensi dengan 4 sumbu putar tiga. dan a3. 1.  Sumbu Kristal : tiga sumbu sama panjang yang disebut a1. a2.  Mineral yang Umum : sodalit. dan 6 bidang kaca. uraninit dan lain-lain. kelompok garnet. bidang duabelas.  Sudut : ketiga sudutnya = 90o  Bentuk Umum : empatsisi. 3. 3 sumbu putar dua.  Garis Sumbu Kristal : tiga garis yang sama disimbolkan dengan a1. kllorargirit. galena. Simetri : 4bar 3 m  Elemen Simetri : ada 4 sumbu putar tiga. piroklor. Kelas Hextetrahedral  Kelas : ke-31. rhodizit. Dan kadangkadang trisoktahedron. tembaga. a2. bidang delapan. deltoidal dodecahedron. 3 sumbu putar dua. halit. lazurit. emas. dan trapezium. 3 bidang kaca dan satu pusat. Dengan 9 bidang utama dan 1 pusat. hauyne. sphalerit. dan lainlain. sebagian besar kelompok spinel.  Mineral yang Umum : flurit. dan hekstetrahedron serta yang jarang kubik. dan a3  Sudut : ketiga-tiganya 90o  Bentuk Umum : kubik. murdosit. dan sumbu putar dua. dan heksotahedron. perak. intan. timah. tetraheksahedron. tristetrahedron.  Garis Sumbu Kristal : tiga garis yang sama disimbolkan dengan a1. bromargyrit. domeykit. 3 sumbu putaempat. 1. platina. a2. Simetri : 2/m 3bar  Elemen Simetri : ada 4 sumbu putar tiga. dan a3  Sudut : ketiga-tiganya 90o . besi. Kelas Diploidal  Kelas : ke-29.

a2. Sistem hexagonal sekilas nampak seperti tetragonal. dan a3 ü Sudut : ketiga-tiganya 90o ü Bentuk Umum : kubik. tychit. trapezohedron dan yang jarang trisoctahedron. rhombik dodecahedron. dengan enam sisi bidang pembatas kristal dengan empat sumbu berpotongan. kliffordit. 5. sistem heksagonal dan trigonal .  Mineral yang Umum : pyrite. dan 6 sumbu putar dua ü Garis Sumbu Kristal : tiga garis yang sama disimbolkan dengan a 1. voltait. Kelas Giroid ü Kelas : ke-30. kobaltit. 4 sumbu putar tiga. Sistem heksagonal memuat kelas yang merupakan pencerminan dari sistem tetragonal. dalam kasus ini oleh enam. haurit. Simetri : 4 3 2 ü Elemen Simetri : terdapat 3 sumbu putar empat. yang berarti ini didasarkan pada satu sumbu utama. octahedron. dan lainlain 1. Sistem Hexagonal Sistem hexagonal merupakan sistem yang memiliki banyak aksial. laurit. Bentuk Umum : diploid dan pyritohedron dan juga kubik. Sistem heksagonal dan sistem trigonal tak serupa dengan lima sistem kristal yang lain dalam hubungan antar perpotongan sumbu kristalnya. 2. octahedron. dodecahedron. penrosit. serta yang jarang trisoctahedron dan tetraheksahedron. dan sal amoniak. Sementara sistem yang lain menggunakan tiga sumbu perpotongan kristal. ü Mineral yang Umum : cuprit. dan trapezohedron.

Kelas Dihexagonal Dipyramidal 2. 1. Kelas Hexagonal Dipyramidal 6. Perpotongannya simetri membentuk sudut 120o antar bagian positif tiap sumbu. Ketiga sumbunya memotong tegak lurus terhadap sumbu utama kristal yang membujur vertical dan disebut a1. Kelas Trigonal Dipyramidal 7.menggunakan empat sumbu berpotongan. Dengan enam sudut pada bidangnya dan satu sumbu vertikalnya. Kelas Hexagonal Pyramidal Berikut dapat dilihat bentuk bangun itu : Gambar. Pada sistem ini tidak ada perbedaan antara sumbu positif dan negatifuntuk setiap sumbu a membuat sebuah sudut 60 o antara perpotongan. dan a3. a2. Kelas Ditrigonal Dipyramidal 5. Terdapat tujuh kelas dalam sistem ini. Kelas Hexagonal Trapezohedral 3. yaitu . Kelas Dihexagonal Pyramidal 4. Disphenoidal Mineral .Dipyramidal Mineral Gambar.

Scalenohedral Mineral .Gambar.Ditetragonal-pyramidal Mineral Gambar.Ditetragonal Dipyramidal Mineral Gambar. Pyramidal Mineral Gambar.

Simetri : 6/m 2/m 2/m ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam. disebut a1. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o. . Dihexagonal Dipyramidal ü Kelas : ke-20. ü Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. dan a3 sama panjang satu sama lain.Top of Form 9. Trapezohedral Mineral 1. sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c. 6 sumbu putar dua. 1.8. 7 bidang simetri masing-masing berpotongan tegak lurus terhadap salah satu sumbu rotasi dan satu pusat.Bottom of Form Gambar. ü Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang. a2.

ü Mineral yang Umum : beryl. 6 sumbu putar dua ü Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang. ü Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. seng.ü Bentuk Umum : diheksagonal piramida. dan pinakoid. diheksagonal prism. quintinit-2H. 1. ü Bentuk Umum : heksagonal trapesohedron. Hexagonal Trapezohedral ü Kelas : ke-19. 6 bidang simetri. . heksagonal prism. Dihexagonal Pyramidal ü Kelas : ke-18. heksagonal dipiramid. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o. Simetri : 6 m m ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam. grafit kakohenit. ü Mineral yang Umum :rhapdopane. Simetri : 6 2 2 ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam. 3. heksagonal dipiramid. 1. fluoserit dan lain-lain. a2. nikelin. sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c. pyrhotit. dan beta-kuarsa. dan a3 sama panjang satu sama lain. diheksagonal prisma. heksagonal prisma dan dasar pinakoid. quetzalcoatlit. disebut a1. 2. molibdenit.

ü Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang. 3 sumbu putar dua. hidroksil basnasit. ü Bentuk Umum : diheksagonal piramida. ü Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. ü Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. heksagonal pyramid. Ditrigonal Dipyramidal ü Kelas : ke-17. heksagonal prism dan pedion. a2. greenockit. moissanit. ofretit dan lain-lain. belkovit. sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c. dan a3 sama panjang satu sama lain. disebut a1. dan 4 bidang simetri. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o. a2. diheksagonal prism. ü Bentuk Umum : diheksagonal piramida. dan wurtzit. heksagonal pyramid. sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c. 1. disebut a1. baringerit. ü Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang. taafeit. basnasit. ü Mineral yang Umum : benitoit. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o. 4. heksagonal prism dan pedion. konnelit. ü Mineral yang Umum : zincit. dan a3 sama panjang satu sama lain. diheksagonal prism. Simetri : 6bar m 2 ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam. .

liotit. hangsit. ü Bentuk Umum : heksagonal dipyramid. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o. Simetri : 6/m ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam. Simetri : 6bar (ekuivalen dengan 6/m) ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar enam. a2. 6. ü Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. ü Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang. Hexagonal Dipyramidal ü Kelas : ke-16. dan reederit-(Y). ü Bentuk Umum : trigonal dipiramid. ü Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang.1. dan basal pinakoid. ü Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. mimetit. dan a3 sama panjang satu sama lain. sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c. trigonal prism. . 5. 1 bidang simetri. heksagonal prism. ü Mineral yang Umum : agardit. disebut a1. disebut a1. 1 bidang simetri. vanadinit. 1. a2. dan a3 sama panjang satu sama lain. hedyphane. dan basal pinakoid. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o. Trigonal Dipyramidal ü Kelas : ke-15. dan pyromorpit). dan kelompok apatit (apatit. ü Mineral yang Umum : hanya mineral-mineral jarang laurelit. mixit thaumasit. sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c.

1. ü Sudut : sumua sudut antar sumbu positif a sebesar 120o. Simetri : 6 ü Elemen Simetri : hanya terdapat 1 sumbu putar enam. dan pinakoidnya sistem monoklin. sphenoid. ü Sumbu Kristal : terdapat tiga sumbu dalam satu bidang. kelas trigonal mengikuti jenis kelas orthorombik dan menyerupai kubah. Sistem Trigonal Sistem trigonal mempunyai tiga sisi perputaran sumbu. berthierit. Kelas Ditrigonal Pyramidal 4. erionit. Meskipun hanya memiliki tiga sisi putar sumbu. Meski termasuk dalm sistem heksagonal. 7. Kelas Trigonal Pyramida Berikut dapat dilihat bentuk-bentuk bangun tersebut: . dan a3 sama panjang satu sama lain. yaitu : 1. dan gyrolit. kankrinit. disebut a1. heksagonal prism. ü Mineral yang Umum : nephelin. Hexagonal Pyramidal ü Kelas : ke-14. a2. Kelas Trigonal Trapezohedral 3. dan pedion. tapi simetri kristal terbentuk dari enam sisi pembedaan. Sudut antara semua sumbu a dan sumbu c sebesar 90o. sumbu a bisa lebih panjang atau pendek dari sumbu c. Kelas Hexagonal Scalenohedral 2. ü Bentuk Umum : hexagonal pyramid. Sistem trigonal terbagi menjadi lima kelas sistem. 3. Kelas Rhombohedral 5.

Ditrigonal Pyramidal Mineral Gambar.Gambar. Hexagonal Scalenohedral Mineral Top of Form Bottom of Form .

3 bidang simetri ü Sumbu Kristal : tiga sumbu. dan a3 sama satu sama lain. hexagonal dipiramid. a2. dan basal pinakoid. diheksagonal prism. ü Bentuk umum : scalenohedron. Pyramidal Mineral Gambar. semua dalam satu bidang disebut a1. rhombohedron. Hexagonal Scalenohedral ü Kelas : ke-13.Gambar. Trapezohedral MineralTop of Form Bottom of Form 1. . tapi sumbu-sumbu tersebut dapat lebih pendek ata lebih panjang dari sumbu c. Rhombohedral Mineral Top of Form Bottom of Form Gambar. Sudut antara sumbu a dan sumbu c = 90o. ü Sudut : semua sudut antara dasar sumbu a = 120o. 3 bidang putar dua. hexagonal prism. Simetri : 3bar 2/m ü Elemen Simetri : ada 1 bidang putar tiga.

. sturmanit. ditrigonal prism. 1. a2. tapi sumbu-sumbu tersebut dapat lebih pendek ata lebih panjang dari sumbu c. ü Sumbu Kristal : tiga sumbu. dan basal pinakoid. dan cinnabar. 3. antimon. Ditrigonal Pyramidal ü Kelas : ke-11. rhombohedron. trigonal dipiramid. tellurium berlinit. heksagonal prism. Simetri : 3 2 ü Elemen Simetri : ada 1 sumbu putar tiga. trigonal prism. 3 sumbu putar dua. semua dalam satu bidang disebut a1. soda niter. arsenic. dan a3 sama satu sama lain. chabazit. brusit. dan millerit. bismuth.ü Mineral yang Umum : anggota kelompok kalsit. ü Bentuk umum : ditrigonal pyramid. dan pedion. Sudut antara sumbu a dan sumbu c = 90o. Sudut antara sumbu a dan sumbu c = 90o. ditrigonal prism. ü Sudut : semua sudut antara dasar sumbu a = 120o. Trigonal Trapezohedral ü Kelas : ke-12. dan a3 sama satu sama lain. 2. a2. semua dalam satu bidang disebut a1. tapi sumbu-sumbu tersebut dapat lebih pendek ata lebih panjang dari sumbu c. heksagonal pyramid. 1. termasuk korondum. hematit. Simetri : 3m ü Elemen Simetri : ada 1 sumbu putar tiga dan 3 bidang simetri ü Sumbu Kristal : tiga sumbu. ü Mineral yang Umum : kuarsa. trigonal prism. ü Bentuk umum : trigonal trapezohedron. ü Sudut : semua sudut antara dasar sumbu a = 120o.

. 1. dan phenakit. termasuk didalamnya pyrargyrit. Sudut antara sumbu a dan sumbu c = 90o. dan a3 sama satu sama lain. ü Bentuk umum : trigonal pyramid. Simetri : 3bar ü Elemen Simetri : ada 1 sumbu putar tiga dan sebuah pusat ü Sumbu Kristal : tiga sumbu. Kelas Trigonal Pyramidal ü Kelas : ke-9. dan proustit. willemit. natrojarosit. jarosit.ü Mineral yang Umum : anggota kelompok tourmalin. semua dalam satu bidang disebut a1. trigonal prism. semua dalam satu bidang disebut a1. ü Bentuk umum : rhombohedron. a2. heksagonal prism. ilmenit. dan basal pinakoid. a2. alunit. tapi sumbu-sumbu tersebut dapat lebih pendek ata lebih panjang dari sumbu c. 1. tapi sumbu-sumbu tersebut dapat lebih pendek ata lebih panjang dari sumbu c. ü Sudut : semua sudut antara dasar sumbu a = 120o. termasuk ankerit. ü Sudut : semua sudut antara dasar sumbu a = 120o. dan a3 sama satu sama lain. Kelas Rhombohedral ü Kelas : ke-10. 4. Simetri : 3 ü Elemen Simetri : ada 1 sumbu putar tiga ü Sumbu Kristal : tiga sumbu. ü Mineral yang Umum : anggota kelompok dolomit. dan pedion. Sudut antara sumbu a dan sumbu c = 90o. dioptase.

Sistem kristal tetragonal dapat dibagi menjadi tujuh kelas. Sistem Tetragonal Sistem tetragonal mirip dengan sistem isometric. Kelas Tetragonal Scalahedral 5. Kelas Ditetragonal Pyramidal 4. Kelas Tetragonal Dipyramidal 6. Sedangkan 2 sumbu yang lain sama panjang dan disebut sumbu a dan a’. Kelas Ditetragonal Dipyramidal 2. yaitu : 1. 4. salah satu sumbunya lebih panjang dari pada dua sumbu yang lain. Perbedaanya.Disphenoidal Mineral . Kelas Tetragonal Pyramidal Gambar. yang disebut juga sumbu c.ü Mineral yang Umum : gratonit hanya satu-satunya yang dikenal dalam kelas ini. Kelas Tetragonal Disphenoidal 7. Kelas Tetragonal Trapezohedral 3. Sumbu yang berbeda ini menjadi sumbu utama. Dipyramidal Mineral Gambar.

Ditetragonal Dipyramidal Mineral Gambar. Pyramidal Mineral .Gambar.

Scalenohedral Mineral .Gambar. Ditetragonal-pyramidal Mineral Gambar.

ü Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama. ü Mineral yang Umum : apophylit. plattnerit. Ditetragonal Dipyramidal ü Kelas : ke-27. zircon. carletonit. Simetri : 4 2 2 . meta-torbernit. ditetragonal prism. 4 sumbu putar dua. pyrolusit. 1. hausmannit. ü Bentuk Umum : ditetragonal dipiramid. meta-autunit. rilit. dan casiterit dan lain-lain. xenotime. tetragonal dipiramid. thorite. autunit. ü Sudut : semuanya memiliki sudut 90o. tetragonal prism. Simetri : 4/m 2/m 2/m ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat. dan basal pinakoid. 2. torbernit.Gambar. 5 sumbu simetri. Kelas Tetragonal Trapezohedral ü Kelas : ke-26. dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya. 1. Trapezohedral Mineral 1. anatase.

3. dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya. Simetri : 4bar 2 m . Kelas Ditetragonal Pyramidal ü Kelas : ke-25. diomignit. 1. dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya. tetragonal pyramid. ü Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama. ü Bentuk Umum : tetragonal trapezohedron. Simetri : 4 mm ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat dan 4 bidang simetri. Kelas Tetragonal Scalahedral ü Kelas : ke-24. ü Sudut : semuanya memiliki sudut 90o. 4. ü Bentuk Umum : ditetragonal pyramid. ü Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama. 2 sumbu putar dua. ditetragonal prism. tetragonal dipyramid. dan basal pinakoid. dan routhierit. dan pedion. semuanya berpotongan tegak lurus ke sumbu putar lain. 1. tetragonal prism. hematophanit. ü Mineral yang Umum : diaboleit. ü Sudut : semuanya memiliki sudut 90o. tetragonal prism.ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat. fresnoit. ü Mineral yang Umum : wardit dan kristobalit. ditetragonal prism.

dan pinakoid. disphenoid. 2 sumbu putar dua. 1. hardistonit. tetragonal prism. Kelas Tetragonal Disphenoidal . meta-zeunerit. pirquitasit. vesuvianit. renierit. leucit. narsarsukit. dan pinakoid. 5. ü Mineral yang Umum : scapolit. tetragonal prism.ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat. melilit. ü Bentuk Umum : tetragonal scalahedron. wulfenite. ü Bentuk Umum : tetragonal dipiramid. dan tetranatrolit. ü Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama. Kelas Tetragonal Dipyramidal ü Kelas : ke-23. ü Sudut : semuanya memiliki sudut 90o. dan scheelit. urea. ditetragonal prism. ü Sudut : semuanya memiliki sudut 90o. luzonit. Simetri : 4/m ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat dan 1 bidang simetri. 6. dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya. dan 2 bidang simetri. dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya. tetragonal dipyramid. powellit. ü Mineral yang Umum : kalkopirit dan stannit termasuk akermanit. fergusonit. ü Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama. 1.

Kelas Tetragonal Pyramidal ü Kelas : ke-21. minium. dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya. ü Sudut : semuanya memiliki sudut 90o. dan pinakoid. tetragonal prism. piypit dan richelit 5. dan pedion. dengan satu sumbu (sumbu c ) bisa lebih panjang atau pendek dari kedua sumbu lainnya. Simetri : 4 ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat. ü Bentuk Umum : tetragonal disphenoidal. 1. schreibersit. tetragonal prism. Simetri : 4bar ü Elemen Simetri : terdapat 1 sumbu putar empat. Sistem Orthorombik . tugtupit. dan vincentit. ü Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama. dan beberapa yang jarang seperti krookesit. pinnoit. ü Bentuk Umum : tetragonal piramid. 7. ü Mineral yang Umum : cahnit. ü Sudut : semuanya memiliki sudut 90o. meliphanit. ü Sumbu Kristal : dua sumbu a dan a’ keduanya sama. nagyagit. ü Mineral yang Umum : wulfenit (diragukan).ü Kelas : ke-22.

Kelas orthorombik dipiramidal 2. Tidak ada sumbu utama dalam sistem ini. yaitu : 1. Satu sumbu memanjang vertical. karena itu setiap sumbu dapat dipilih sebagai sumbu vertical atau c.Pada sistem orthorombik. Sumbu ketiganya melintang dari kanan ke kiri yang disebut sumbu b atau macroaxis. yang disebut sumbu c. juga disebut brachyaxis. Sistem orthorombik dibagi menjadi tiga kelas simetri. Kelas orthorombik disphenoidal 3. Disphenoidal Mineral Top of Form Bottom of Form . Sumbu satunya memanjang kearah pengamat yang disebut sumbu a.Dipyramidal Mineral Gambar. Kelas orthorombik piramidal Gambar. sumbu kristalnya berjumlah tiga buah yang kesemuanya tidak sama panjang dan ketiganya saling berpotongan tegak lurus.

2. olivine. ü Sumbu : semuanya tidak sama panjang. andalusit. ü Sudut : sudut antara ketiganya = 90o. sillimanit. ü Sumbu : semuanya tidak sama panjang. staurolit. . prisma. Kelas Orthorombik Disphenoidal ü Kelas : ke-7. Simetri : 2/m 2/m 2/m ü Elemen Simetri : ada 3 sumbu putar dua dengan sebuah bidang simetri yang berpotongan tegak lurus dengan ketiga sumbu dan sebuah pusat. dan pinakoid silang. kordierit. kelompaok aragonite. enstatit. Orthorombik Dipiramidal ü Kelas : ke-8. brookit. 1. danburit. ü Mineral yang Umum : kelompok barit. Simetri : 2 2 2 ü Elemen Simetri : ada 3 sumbu putar. wavilit. marcasit.Gambar. anthrophilit. termasuk belerang. adamit. zoisit. 1. ü Bentuk Umum : orthorombik dipiramid. dan lain-lain. Pyramidal Mineral 1. topas.

ü Mineral yang Umum : epsomit 1. orthorombik prisma. 3. ü Mineral yang Umum : hemimorfit. Simetri : 2 m m ü Elemen Simetri : ada 1 sumbu putar dua dan 2 bidang. aitu : 1. dan pedion. Sistem monoklin dibagi menjadi tiga kelas. prisma.ü Sudut : sudut antara ketiganya = 90o. bertrandit. Sistem Monoklin Sistem monoklin merupakan sistem simetri terbesar dengan hampir satu banding tiga dari seluruh mineral termasuk kedalam salah satu kelas dalam sistem ini. enargit. ü Sudut : sudut antara ketiganya = 90o. Keduanya tidak saling tegak lurus. natrolit. Kelas Orthorombik Piramidal ü Kelas : ke-6. dan prehnit. kubah. Kelas prismatic . Sistem ini terdiri dari dua sumbu tak sama panjang (a dan b) yang saling berpotongan tegak lurus dan sebuah sumbu c yang condong terhadap sumbu a. ü Bentuk Umum : orthorombik disphenoid. Sumbu a dan c melintang pada satu bidang. ü Bentuk Umum : piramid. dan pinakoid silang. 6. ü Sumbu : semuanya tidak sama panjang.

Prismatic Mineral . Kelas domatik Gambar. Domatic Mineral Gambar. Kelas sphenoidal 3.2.

Sudut : a dan b = 90o. 1. annabergit. calaverit. dan lain-lain. . carnotit. titanit. butlerit. olivenit. allamit. arsenopyrit. ü Sumbu : tidak ada yang sama panjang. aegirin. tapi a dan c tidak saling tegak lurus. Sudut : a dan b = 90o. caledonit. 2. talc. ü Bentuk Umum : monoklin prisma dan pinakoid. gypsum. dan pinakoid. tapi a dan c tidak saling tegak lurus. pedion. catapleit. Prismatic ü Kelas : ke-5. boulangerit. celsian. diopside. wolframit. ü Mineral yang Umum : akanthit. brazilianit. psilomelan. datolit. ü Bentuk Umum : sphenoid. Sphenoidal Mineral 1. kriolit. manganit. biotit. Simetri : 2. Simetri : 2/m. borak. Elemen Simetri : 1 sumbu putar dua dengan sebuah bidang simetri yang berpotongan tegak lurus. Elemen Simetri : 1 sumbu putar. Kelas Sphenoidal ü Kelas : ke-4. Sumbu : tidak ada yang sama panjang. aktinolit.Gambar. azurite. brochantit. rosasit. klinoklas. 1.

semua kristalnya memiliki tiga sumbu kristal tak sama panjang dan saling berpotongan tetapi tidak saling tegak lurus. dan lain-lain. Simetri : m. makroaxis. yaitu : 1. 7. wollastonit-2M dan lain-lain. ü Bentuk Umum : kubah. Kelas pinakoid 2. brachyaxis. Sumbu c membujur vertical. Sistem Triklin Pada sistem ini. ü Mineral yang Umum : alamosit. klinohedrit. Sumbu tersebut dinamai seperti pada sistem orthorombik yaitu a. skolosit. mesolit. dan c. vertical axis. tapi a dan c tidak saling tegak lurus. natron. ü Sumbu : tidak ada yang sama panjang. rinkit. Sistem triklin terbagi menjadi dua kelas. goosekrecit.ü Mineral yang Umum : boltwoodit. 3. dan pinakoid. franklinfurnaceit. Kelas pedial . b. pedion. sumbu b melintang dari kiri ke kanan. Kelas Domatik ü Kelas : ke-3. antigorit (serpentin). Sudut : a dan b = 90o. neptunit. halotrichit. dan sumbu a melintang menuju pengamat. 1. Elemen Simetri : 1 bidang simetri.

anapait. ü Sudut : tak ada satupun yang tegak lurus. ü Sumbu Kristal : tiga sumbu tak sama panjang. 1. 1. ü Sumbu Kristal : tiga sumbu tak sama panjang. rhodonit. ü Bentuk Umum : pedion. Kelas Pinakoid ü Kelas : ke-2. Pedial Mineral Gambar. babingtonit. Simetri : 1bar ü Elemen Simetri : hanya sebuah pusat. . ü Mineral yang Umum : albit. dan lain-lain. Pinacoidal Mineral 1. colinsit. 2. ü Bentuk Umum : pinakoid. ü Sudut : tak ada satupun yang tegak lurus. Simetri : 1 ü Elemen Simetri : hanya sebuah pusat. bustamit. andesine. ambligonit. jamesit. Kelas Pedial ü Kelas : ke-1. labradorit.Gambar. inesit.

ü Mineral yang Umum : axinit.wordpress. tundrit. amesit. dan lain-lain. kaolinit.com/2010/10/11/penggolongan-mineral-berdasarkan-bentukkristal-yang-membangunnya/ .Bottom of Form Top of Form Bottom of Form http://phiin. epistolit. Top of Form 4.