BAB I

DEFINISI
I.

Pengertian
Jatuh adalah suatu peristiwa dimana seseorang mengalami jatuh dengan atau tanpa

disaksikan oleh orang lain, tidak disengaja / tidak direncanakan, dengan arah jatuh ke lantai,
dengan atau tanpa mencederai dirinya. Penyebab jatuh dapat meliputi faktor fisiologis (pingsan)
atau lingkungan (lantai yang licin)1,5.
Kejadian jatuh terdiri dari1,5 :
a. Kejadian jatuh tidak disengaja yaitu : kejadian jatuh yang terjadi secara tidak sengaja
(misalnya terpeleset, tersandung). Pasien yang berisiko mengalami kejadian ini tidak
dapat diidentifikasikan sebelum mengalami jatuh dan umumnya tidak dikategorikan
dalam risiko jatuh. Kejadian jatuh jenis ini dapat dicegah dengan menyediakan
lingkungan yang aman.
b. Kejadian jatuh yang tidak diantisipasi yaitu : kejadian jatuh yang terjadi ketika penyebab
fisik tidak dapat diidentifikasi
c. Kejadian jatuh yang dapat diantisipasi (diperkirakan) yaitu : kejadian jatuh yang terjadi
pada pasien yang memang berisiko mengalami jatuh (berdasarkan skor asesemen risiko
jatuh)
II. Tujuan
Tujuan Umum
Mengidentifikasi, mencegah dan menangani kejadian pasien jatuh secara efektif di RS Martha
Friska.
Tujuan Khusus
1.

Meningkatkan mutu dan kualitas keselamatan pasien di Rumah Sakit Martha Friska.

2.

Mengidentifikasi dan mencegah pasien yang memiliki risiko jatuh dalam menangani pasien
jatuh secara seragam

3.

Melakukan assesmen yang kontinu dan harian terhadap pasien berisiko jatuh

4.

Menetapkan standar dalam upaya pencegahan dan penanganan pasien risiko jatuh secara
komprehensif

5.

Meningkatkan kemampuan staf rumah sakit dalam mengidentifikasi faktor risiko pasien
jatuh pencegahan dan penanganannya

6.

Membantu menurunkan biaya kesehatan akibat pasien jatuh di RS Martha Friska

7.

Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien yang dirawat inap di RS Martha Friska.

BAB II
RUANG LINGKUP
Keselamatan pasien merupakan tanggungjawab seluruh staf rumah sakit. Salah satu upaya
mendukung peningkatan keselamatan pasien adalah dengan mencegah dan menangani pasien
Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)

Page 1

Diagnosis sekunder : Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 2 .jatuh di rumah sakit. Berikut diterangkan mengenai Morse Fall Score dan Humpty Dumpty Fall Assesment Score serta cara penggunaannya : a. Jika pasien tidak mengalami jatuh berikan skor 0. Walaupun ada banyak cara untuk menghitung dan mengklasifikasikan risiko jatuh pasien tetapi RS Martha Friska memutuskan untuk memakai 2 saja dari cara yang lazim dipakai. berikan skor 25. Poliklinik oleh dokter dan perawat5. Riwayat jatuh : Jika pasien mengalami kejadian jatuh saat masuk rumah sakit atau terdapat riwayat kejadian jatuh psikologis dalam 12 bulan terahir ini. Formulir Asesmen Harian Pasien Risiko Jatuh RS Martha Friska berisi Morse Fall Score (untuk pasien dewasa dan anak-anak ≥ 16 tahun) dan Humpty . b.5: a.Dumpty Fall Assesment Score (contoh pasien anak-anak < 16 tahun). Adapun langkah awal diupayakan berupa pengkajian / skrining awal pasien sejak masuk ke rumah sakit baik lewat IGD. Morse Fall Score 2.5 Faktor risiko Riwayat jatuh Diagnosis sekunder diagnosis medis) Alat bantu Terpasang infuse Gaya berjalan Status mental Skala (≥ Ya Tidak 2 Ya Tidak Poin 25 0 15 0 Berpegang pada perabot Tongkat alat penopang Tidak ada/kursi/perawat/tirah baring Ya Tidak Terganggu Lemah Normal/tirah baring/imobilisasi Sering lupa akan keterbatasan yang 30 15 0 20 0 20 10 0 15 dimiliki Sadar akan kemampuan diri sendiri Total 0 Skor pasien Kategori : Risiko tinggi = ≥ 45 Risiko sedang = 25-44 Risiko rendah = 0-24 Petunjuk Penggunaan Asesmen Risiko Jatuh Morse 3. Pengkajian tersebut adalah berupa tindakan mengidentifikasi faktor risiko jatuh dan mengisinya kedalam formulir Asesmen Harian pasien Risiko Jatuh (contoh formulir terlampir) dan menaruhnya didalam rekam medis pasien khususnya pasien dengan risiko jatuh yang tinggi serta diberikan identifikasi berupa gelang berwarna kuning. seperti pingsan atau gangguan gaya berjalan.3.

3-6 tahun 3 3. mengalami kesulitan untuk bangun dari kursi. Laki-laki 1 2 Diagnosis 2. Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 3 . Humpty Dumpty Fall Assesment Score 8. pasien membungkuk. < 3 tahun 4 2. Jika pasien menggunakan tongkat/alat penopang berikan skor 15. orang. Diagnosa berhubungan dengan neurologis 1 4 2. kepala menunduk. menggunakan bantalan tangan kursi untuk mendorong tubuhnya. 7-12 tahun 3 Jenis kelamin 4.11. ≥ 13 tahun – 15 tahun 1. Gaya berjalan :  Jika pasien mengalami gangguan gaya berjalan. Perubahan berhubungan dalam dengan oksigenasi respirasi. jika tidak berikan skor 0 e. anemia. berikan skor 0 c. jika tidak. Jika pasien mempunyai over – estimasi terhadap kemampuan fisiknya berikan skor 15. Status mental : Identifikasi asesmen pasien terhadap dirinya sendiri mengenai kemampuannya untuk berjalan. Perempuan 1. Alat bantu : Jika pasien berpegangan pada perabot untuk berjalan. Terapi intravena (terpasang infus) : Jika pasien terpasang infus berikan skor 20. tidak dapat mengangkat kepala tanpa kehilangan keseimbangan atau memerlukan bantuan ringan untuk berjalan dan langkah-langkahnya pendek berikan skor 10  Jika pasien memiliki gaya berjalan normal berikan skor 0 f. pandangan mata terfokus pada lantai. syncope/pingsan. memerlukan bantuan sedang-total untuk menjaga keseimbangan dengan berpegangan pada perabot.Jika pasien memiliki lebih dari satu diagnosis medis. (diagnosa 3 dehidrasi. atau alat bantu berjalan. Jika pasien dapat berjalan tanpa alat bantu berikan skor 0 d. b. dan langkah-langkahnya pendek berikan skor 20  Jika pasien memiliki gaya berjalan yang lemah. Jika asesmen pasien sesuai dengan kemampuan sebenarnya berikan skor 0.12 No 1 2 3 Parameter Umur Kriteria Skor 1. berikan skor 15. berikan skor 30. oyong/berputar-putar.

Barbiturat.dll) 3. Tidur (hypnotik). Obat-obatan selain golongan diatas 1. Lebih dari 48 jam 1 sedasi) Keterangan : Skor Minimal = 75 Skor Maximum = 23 Resiko tinggi = ≥ 12 Resiko rendah = < 12 Selain itu. Fenotiazin. Pasien memakai alat bantu / topang atau bayi 3 baru lahir – anak sangat kecil yang baru belajar ditaruh didalam tempat tidur berpenyangga atau didalam ruangan yang penuh dengan perabot/perlengkapan atau pencahayaan kamar yang buruk 3. Pencahar/Diuretik. dan Narkotik) 2.anak sangat 4 kecil yang baru belajar jalan ditaruh ditempat tidur 2. Tidak was-was / tidak sadar 2 1 terhadap 3 keterbatasan 2. Satu dari obat yang tertera diatas 6 Perbaikan Kognitif 7 Mengalami 3. Pasien ditempatkan di tempat tidur 5 Pemakaian obatan obat- 2 4. Kelainan psikis / perilaku 4 Faktor lingkungan 2 4. Anti Depresan. Dalam 48 jam 2 sedasi (Anestesi / 3. Risiko jatuh atau bayi baru lahir . Pasien ditempatkan di area terbuka 1 1. Orientasi baik terhadap kemampuan sendiri 1. Dalam 24 jam 1 3 operasi/pembiusan 2. Pemakaian 2 atau lebih dari obat golongan : 3 Penenang (sedatif). Lupa terhadap keterbatasan 2 3. Diagnosa lain 1 1. faktor risiko pasien jatuh di rumah sakit dapat juga dikelompokkan menjadi kategori dapat diperkirakan (anticipated) dan tidak dapat diperkirakan (unanticipated5) Intrinsik (berhubungan dengan Ekstrinsik kondisi pasien) (berhubungan dengan lingkungan) Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 4 .

pencahayaan  Gangguan kognitif/psikologis kurang. Posisikan bel panggilan. maka selanjutnya dilakukan tindakan pencegahan jatuh sesegera mungkin pada pasien yang memiliki faktor risiko tersebut. ruang  Inkontinensia berantakan. kabel longgar/lepas  Alas kaki tidak pas  Gangguan keseimbangan/mobilitas  Dudukan toilet yang rendah  Kursi atau tempat tidur  Usia > 65 tahun beroda  Osteoporosis  Status kesehatan yang buruk  Rawat inap berkepanjangan  Peralatan yang tidak aman  Peralatan rusak  Tempat tidur ditinggalkan Tidak diperkirakan dalam posisi tinggi  Reaksi individu terhadap dapat  Kejang obat-obatan  Aritmia jantung  Stroke atau serangan iskemik sementara (Transient Ischaemic Attack-TIA)  Pingsan  Serangan jatuh (Drop Attack) BAB III TATA LAKSANA RS Martha Friska memutuskan untuk memakai 2 saja dari cara yang lazim dipakai.6. resiko sedang . Formulir Asesmen Harian Pasien Risiko Jatuh RS Martha Friska berisi Morse Fall Score (untuk pasien dewasa dan anak-anak ≥ 16 tahun) dan Humpty . Adapun prosedur pencegahan jatuh untuk segala jenis tingkatan risiko pada pasien dewasa dan anak ≥ 16 tahun (pencegahan umum) baik pada pasien tidak beresiko jatuh. Humpty. dan pegangan tempat tidur berada dalam jangkauan 3. Jauhkan kabel-kabel dari jalur berjalan pasien Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 5 .Dapat diperkirakan  Riwayat jatuh sebelumnya  Lantai basah/silau. Setelah dilakukan pengkajian faktor risiko jatuh pasien di rumah sakit. Lakukan orientasi kamar inap kepada pasien 2.Dumpty Fall Assesment Score (contoh pasien anak-anak < 16 tahun). dan juga resiko tinggi adalah sebagai berikut : 2. pispot.5.Dumpty fall Assessment Score dan Morse Fall Score disimpan dalam status. Jalur untuk pasien berjalan harus bebas obstruksi dan tidak licin 4.7 1.

7. Posisikan tempat tidur rendah (tinggi tempat tidur sebaiknya ≤ 63. dan sebagainya). Lokasi kamar tidur berdekatan dengan nurse station 2. alat penopang). Batasi aktivitas pasien dan berikan tindakan pencegahan pada pasien dan keluarga 5. Mengantar pasien antar unit di dalam rumah sakit dengan brankard berpengaman (jika memakai brankard) Sedangkan untuk pasien dewasa dan anak ≥ 16 tahun dengan risiko jatuh tingkat sedang sampai tinggi dilakukan prosedur pencegahan umum diatas ditambah : 2. Kolaborasi dengan tim interdisiplin dalam merencanakan program pencegahan jatuh 10. Penggunaan alat bantu (tongkat. diuretic. Nilai kebutuhan akan fisioterapi 7. Pantau adanya hipertensi ortostatik jika pasien mengeluh pusing atau vertigo dan ajari pasien untuk bangun dari tempat tidur secara perlahan 15. Bantu pasien ke kamar mandi. Perawat mengingatkan keluarga untuk membawa alas kaki dan alat bantu dari rumah (seperti tongkat. Benda-benda pribadi berada dalam jangkauan 10. Nilai ulang status kemandirian pasien setiap hari 14. Pastikan pasien menggunakan alat bantu yang sesuai 9. Nilai gaya berjalan pasien dan catat dalam bagian “Penanganan Keperawatan” di Subbagian “Masalah Jatuh”.10. benzodiazepine. Pastikan pencahayaan adekuat 9. atas anjuran dan sesuai instruksi dokter Prosedur Pencegahan Resiko Jatuh untuk semua pasien < 16 tahun (Pencegahan Umum) : 6. antihipertensi. Memasang restrain pada pasien yang berisiko tinggi jatuh dan disertai penurunan kesadaran yang tidak kooperatif atau terdapat gangguan mental (kognitif) / usaha bunuh diri.9. Berikan edukasi mengenai teknik pencegahan jatuh kepada pasien dan keluarganya 18. konsultasikan dengan dokter atau petugas farmasi jika perlu 12. alat penopang) 6. Kunjungi pasien setiap jam oleh petugas medis dan lakukan pengawasan ketat 3. Lakukan orientasi kamar kepada pasien / orang tua / pengasuh pasien Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 6 . jika diperlukan 11. terkunci Tentukan penggunaan paling aman untuk pegangan di sisi tempat tidur.5. 4. 8. Ingat bahwa menggunakan 4 sisi pegangan tempat tidur dianggap membatasi gerak (mechanical restraint) 7. jika perlu 17. Konsultasikan dengan dokter mengenai kebutuhan fisioterapi pada pasien dengan gangguan keseimbangan/gaya berjalan/penurunan fungsional 13.12 a.6.5 cm). Gunakan peninggi tempat dudukan toilet jika diperlukan atau alat pegangan disamping dudukan toilet 16. Pastikan perangkat keselamatan pasien digunakan dan berfungsi dengan baik 11. Pastikan sepanjang waktu bahwa posisi tempat tidur rendah dan kedua sisi pegangan tempat tidur terpasang dengan baik. Evaluasi efektifitas obat-obatan yang meningkatkan predisposisi jatuh (sedasi. Memakaikan gelang identifikasi berwarna kuning pada pasien yang tinggi risiko jatuhnya 12.5. dan pastikan roda 6.7 1. Menggunakan sandal anti licin 8.

Lampu panggilan berada dalam jangkauan dan orang tua / pengasuh diajari tentang cara pemakaiannya g.10. Mengevaluasi jam / waktu pemberian obat g. Mengidentifikasi pasien dengan untuk gelang yang berwarna kuning b.12 a. Mengantar pasien antar unit didalam rumah sakit dengan brankard berpengaman (jika memakai brankard) Prosedur pencegahan risiko jatuh terhadap pasien < 16 tahun yang memiliki risiko jatuh yang tinggi yaitu seluruh prosedur penugasan umum ditambah: 6. Memakai sandal dan pakaian dengan ukuran yang sesuai untuk mencegah risiko terselip e. Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 7 .b. Lokasi tempat tidur pasien berdekatan dengan nurse station e. Memindahkan perlengkapan tidak dipakai keluar ruangan pasien h. Mendokumentasikan semua yang sudah diedukasikan termasuk rencana perawatan pasien yang jatuh l. Membantu bila hendak ke toilet jika diperlukan f. Menemani pasien saat hendak bepergian / berjalan c. Memenuhi kebutuhan jaga pasien dengan ratio 1:1 f. Mendapat pencahayaan yang cukup dan memberikan lampu malam tetap menyala jika diperlukan i.7. Penyangga samping tempat tidur dapat ditinggikan lebih kurang 2 kali tinggi badan saat pasien sedang berbaring / tempat tidur berpenyangga dengan tinggi 2 kali tinggi badan pasien (khususnya anak kecil < 3 tahun yang kooperatif) d. Mendokumentasikan semua yang sudah diedukasikan termasuk rencana perawatan pasien yang jatuh k. Memasang restrain pada pasien yang berisiko tinggi jatuh dan disertai untuk penurunan kesadaran yang tidak kooperatif atau terdapat gangguan mental / kognitif / usaha bunuh diri. Lingkungan sekitar bebas dari perlengkapan yang tidak diperlukan perabot pada tempatnya dan terbebas dari bahan / zat berbahaya h. Ronda / observasi kondisi pasien tiap beberapa jam sekali m.9. Mengedukasi pasien/keluarga/pengasuhnya tentang pencegahan terhadap risiko jatuh j. Menempatkan pasien didalam tempat tidur berpenyangga jika diperlukan d. Posisikan tempat tidur rendah dan roda terkunci c. Membiarkan pasien sementara terbuka (jika diperlukan) kecuali ada pengantar khusus untuk tidak membiarkan pasien terbuka i. atas anjuran dan sesuai instruksi dokter.

Tidak menutup kemungkinan walaupun segala prosedur diatas sudah diterapkan tapi tetap saja ada kasus pasien jatuh di rumah sakit. Jika kurang efektif dapat dipertimbangkan untuk menggunakan tali pengaman (non – emergency restraint) atas instruksi dokter 6. prosedur yang akan segera dilakukan adalah sebagai berikut: 1. kontusio. Staf RS segera memberitahu staf House Keeping jika ada kondisi lantai licin akibat tumpahan cairan / tetesan air / kebocoran / genangan. Kejadian jatuh akan dicacat dalam Asuhan Keperawatan dan di Integrated Note 10. Dokter yang bertugas akan melakukan pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan neurologis serta evaluasi lebih lanjut 3. Perawat akan mengikuti tatalaksana yang diberikan oleh dokter 4. sediakan alarm tempat tidur.5 1. Perawat yang bertugas akan melengkapi “fomulir jatuh harian” dan menyertakannya ke laporan insiden 12. Jika pasien menunjukkan adanya gangguan kognitif / mental / usaha bunuh diri. Usahakan kamar pasien lebih dekat dengan pos perawat (nurse station) 5. Pemeriksaan neurologi dan tanda vital 7. lalu dilakukan asesmen ulang 8. Staf House Keeping memasang tanda “Awas lantai licin” bila sedang mengepel / dijumpai ada bagian lantai yang basah dan segera dibersihkan 2. Berikan edukasi mengenai risiko jatuh dan upaya pencegahannya kepada pasien dan keluarga 13. Dengan izin dari pasien. laserasi. cedera kepala. Pasien diperbolehkan untuk turun dari tempat tidur harus ditemani oleh petugas atau keluarga dalam 24 jam pertama.4. dan lain-lain) dan memeriksa tanda vital 2. Perawat yang menyaksikan kejadian jatuh atau menemukan pasien jatuh akan mengisi laporan kejadian/insiden dan memberikannya ke perawat yang bertugas. termasuk cedera yang ditimbulkan 9. Sebagai tambahan karena faktor lingkungan dan menerima merupakan salah satu faktor risiko penyebab pasien jatuh di Rumah Sakit maka perlu diperhatikan dalam hal 1. Kemudian perawat akan meneruskan laporan insiden ini ke Tim PMKPRS (Peningkatan Mutu Keselamatan Pasien Rumah Sakit) 11. keluarga akan diberitahukan jika pasien mengalami kejadian jatuh. Risiko jatuh pasien akan dinilai ulang dan diisikan kedalam “formulir jatuh harian” lalu akan ditentukan intervensi dan pemilihan alat pengaman yang sesuai. Perawat segera memeriksa pasien terhadap cedera akibat jatuh (abrasi. maka bila ada kejadian tersebut baik dengan atau tanpa cedera. Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 8 .

Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 9 .00 – 16.00 pagi dan jam 14. serta interaksinya dengan makanan/obat-obatan lain. efek samping. dan pengasuh / pengunjung harus diberikan edukasi mengenai faktor risiko jatuh di lingkungan rumah sakit dan melanjutkan keikutsertaannya sepanjang keperawatan pasien : a. dll) bila menemukan ada kelalaian upaya petugas rumah sakit yang tidak mencegah / menangani pasien jatuh. keluarga. Pasien. Pasien. Informasikan pasien / keluarga / pengasuhnya mengenai dosis dan frekusensi konsumsi obat-obatan.3. Informasikan pasien. keluarga. oleh karena itu maka kepada mereka harus diinformasikan mengenai faktor risiko jatuh dan setuju utuk mengikuti strategi pencegahan jatuh yang telah ditetapkan. pengasuhnya / pengunjung diberitahu untuk memperhatikan tanda “Awas lantai licin” yang dipasang staf House Keeping saat sedang membersihkan / mengepel lantai f. 6. Pasien. pengasuhnya / pengunjung diberitahu untuk tidak berlarian dalam lingkungan rumah sakit e. keluarga. Staf RS tidak dibenarkan berlarian di dalam lingkungan RS bila tidak ada kepentingan gawat darurat. Penerangan didalam lingkungan rumah sakit adalah tergolong cukup baik sesuai syarat K3RS 5. dan pengasuhnya dalam semua aktivitas sebelum memulai penggunaan alat bantu b. Ajari pasien untuk menggunakan pegangan dinding c. keluarga. Edukasi pasien / keluarga / pengasuhnya / pengunjung juga punya peran penting dalam pencegahan pasien risiko jatuh di rumah sakit.00 – 09. Staf House Keeping mengepel / membersihkan lantai pada jam-jam sepi pengunjung / aktivitasnya yaitu mulai jam 07. d. Melapor keperawat / staf RS (Customer Service.00 siang serta memasang tanda “Awas lantai licin” 4.

lampu panggilan.Lokasi kamar tidur berdekatan dengan nurse station Asesmen Ulang Risiko Jatuh Morse/Humpty Dumpty  Per 2 hari untuk resiko tinggi  Saat transfer ke unit lain  Saat terdapat Page 10 . air minum.Alarm tempat tidur . Tindakan Pencegahan Umum (Semua Pasien) Pencegahan kategori risiko tinggi Panduan Risiko Jatuh  Orientasi kamar inap kepada pasien  Tempat tidur posisi rendah. kacamata dan alat bantu ditambah : dengar  Penanda berupa gelang  Pantau efek obat-obatan berwarna kuning dipergelangan  Sediakan dukungan emosional tangan dan psikologis  Alas kaki anti licin  Tawarkan bantuan ke kamar mandi / penggunaan pispot  Nilai kebutuhan akan : . cruich)  Optimalisasi penggunaan Tindakan pencegahan umum. pispot)  Pencahayaan adekuat  Alat bantu dalam jangkauan (walker. cane. roda terkunci. kacamata.Fisioterapi dan terapi Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) okupasi .Algoritma Pasien Saat Masuk Rumah Sakit 5 Pasien masuk rumah sakit Asesmen Risiko jatuh Morse (Pasien dewasa /Anak ≥ 16 tahun atau / Humpty Dumpty (pasien anak < 16 tahun) Dilakukan saat pasien masuk RS bersamaan dengan asesmen awal. pegangan di kedua sisi tempat tidur terpasang baik  Ruangan rapi  Barang pribadi dalam jangkauan (telepon.

pencegahan dan manajemen pasien risiko jatuh di RSMF adalah Formulir assesmen pasien risiko jatuh harian ditaruh didalam rekam medis pasien. pencegahan dan penanganannya yang baik. diharapkan dapat menurunkan biaya kesehatan yang dikeluarkan serta meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien yang dirawat di RS Martha Friska.Dumpty Fall Assesment Score BAB V PENUTUP Dengan adanya panduan pasien risiko jatuh ini maka diharapkan keselamatan pasien di RS Martha Friska dapat lebih ditingkatkan.BAB IV DOKUMENTASI Sistem pencatatan dan pelaporan dari asesmen. Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 11 . Formulir asesmen pasien risiko jatuh ini berisi Morse Fall Score dan Humpty . Selain itu dengan dapat menilai risiko jatuh.

D. Quality – Cooper.S. 2009. 107-112.angelfire. Himpunan 5. & Nolt. ensuring safety in the impatient setting. 10. 2010.2009. 22-32. Development of an evidence – based fall prevention program Journal of Nursing Care 2. 7. CL. June 2013. Examining Inpatient Pediatric Falls. operating. 14 (1). Joint Commision Perspectives on Patient Safety (2005). Bandung. Anvita Health Wiki. Ariesti Agung.blogspot. 2008.com/2010/II/Standar-dan-standar- 8. 22 (2). (2007).REFERENSI 1. 4. Jakarta . Memahami. Mengerti Pencegahan dan Penanganan Pasien Risiko Jatuh. M. Yifan Xu. Journal for the society of Pediatric Nurses. Messimer. Peraturan Perundang-undangan RI. 5 (9). 9. Abdullah Mithali. California. www. Reducing Falls In Paediatrics – Ongoing assessment and family educationare essential 11. Risk – Assesment – Scale. Morin Angie. Saarin Syaiful. Standar dan SPO.7(6). Audit Pelaksanaan Morse Fall Scale di Hospital Sultan Abdul Halim. AR.R. Kissinger Ellen.Wood. 2010.7.html. Buku K3RS RSMF (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) K-3. 5-6. Nuansa Aulia. 12. etal (2009).J. Cetakan I.com/nc/neurosurgery/crew. The Humpty – Dumpty Falls Scale : A Case – control study. Pediatric Falls Risk Assesment in Hospitalized Child. Adelaide : Jan 15.Evidence Samaries – Joanna Briggs Institute. Penuntun Tindakan PPGD.html. 3. 2011.Keefe. RSCM. D. Pediatric Patient Falls : Prevention. P.2011. www.2010.. Williams. 6.learntogether-aries. Hill – Rodriguez. Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 12 .

Panduan Risiko Jatuh Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Page 13 .