BAB 4

PEMBAHASAN

4.1. DIAGNOSIS
Diagnosis blighted ovum dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang. Berikut adalah perbandingan antara teori dan temuan-temuan klinis
yang dijumpai pada pasien yang mendukung diagnosis blighted ovum pada pasien.
No.
Teori
Pasien
1. Anamnesis
Anamnesis
1.
Tanda-tanda hamil muda
- Riwayat telat haid (+) dengan HPHT
Mual-muntah
(10-2-2016) UK 6-7 minggu
Rasa tegang pada payudara
- Keluar flek dari jalan lahir warna
2.
Keluar flek dari jalan lahir
merah kecoklatan
berwarna merah kecoklatan
- Mual-mual ringan terutama di pagi
3.
Ibu tidak merasakan gerak
hari sejak mulai merasa telat haid.
janin
2.

Pemeriksaan Fisik
1.
Status generalis
Abdomen: distensi (-), BU (+)
normal, nyeri tekan (-)
2.

Pemeriksaan Fisik
1. Status Generalis:
Abdomen: distensi (-), BU (+) normal,
nyeri tekan (-)

2. Status Ginekologi:
Vagina :
3.
Pemeriksaan ginekologi (VT)
 Insp
: Flx (+), fl (-), P  (+),
- Serviks teraba lunak,
livide (+)
- Porsio, vulva dan vagina livide
 VT
:
(Chadwick Sign positif)
- Porsio: Flx (+), fl (-), P  (-),
- Cavum Uteri: Ante Fleksi b/c > N
- Adneksa Parametrium: massa -/-,
nyeri +/+
- Cavum Douglas: normal, nyeri 3.

TFU < dari usia kehamilan

Pemeriksaan Penunjang
1.
PP Test (+)
2.
USG
- Kantung gestasi (-), fetal pole
(+)/(-), gerak janin (-), DJJ (-)

Pemeriksaan Penunjang
1. PP Test (+)
2. USG
- Kantung gestasi (+), fetal pole (-),
gerak janin (-), DJJ (-)

Pada pemeriksaan tidak didapatkan adanya distensi. 4. Pada umumnya. Dari HPHT didapatkan umur kehamilan pada saat pemeriksaan adalah 6-7 minggu. berwarna merah segar. Tidak dtemukan adanya nyeri goyang porsio dan penonjolan kavum douglas menyingkirkan .2. Akan tetapi masing-masing wanita hamil memilki respon yang berbeda-beda. Hal ini dapat disebabkan akibat dari perdarahan yang berasal dari uterus. Pemeriksaan pada abdomen pasien.Berdasarkan tabel diatas. Mual-muntah pada awal kehamilan dipengaruhi oleh peningkatan kadar ß-hCG serum. Selama fungsi endokrin plasenta masih bertahan. defance musculare dan tanda cairan bebas (shifting dullness) dalam kavum abdomen. Pasien juga mengeluhkan adanya mual-muntah ringan. Diagnosis abortus akhirnya disingkirkan oleh karena pada abortus biasanya darah yang keluar lebih banyak. Dari anamnesis pasien mengeluhkan adanya flek-flek coklat kemerahan yang keluar melalui jalan lahirnya. mual-muntah yang terjadi akan semakin berat. ditemukan fundus uteri yang tidak teraba. Pemeriksaan dalam pada vagina juga mendukung bahwa pasien memang dalam keadaan hamil (porsio yang livide). Perdarahan uterus akan terjadi bila dukungan endokrin terhadap endometrium sudah tidak memadai lagi. tidak semua wanita hamil akan mengalami mual muntah meskipun kadar ß-hCG serumnya meningkat. hal ini sesuai dengan umur kehamilan pasien 6-7 minggu. dan tidak hanya berupa flekflek. pada kolom anamnesis dapat dilihat bahwa pasien memenuhi semua kriteria anamnesis untuk BO. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan tersebut dapat menyingkirkan diagnosis banding KET. dan ini terjadi jika janin telah mati. Pada keadaan telah terjadi kematian janin pembentukan hormon HCG akan terganggu dan akan diikuti dengan terjadinya pelepasan desidua yang bermanifestasi dalam bentuk perdarahan uterus. Pemeriksaan PPT dengan hasil yang positif dengan ditunjang hasil USG yang menunjukkan adanya kantong gestasi di intrauterin namun tidak ditemukannya janin dalam kantong gestasi semakin menguatkan diagnosa bahwa pasien dalam blighted ovum. makin tinggi peningkatan kadar ß-hCG. perdarahan uterus biasanya tidak ditemukan. DIAGNOSIS BANDING Pasien didiagnosis banding dengan abortus oleh karena adanya riwayat keluar darah dari vagina serta hasil PPT (+).

pemulihan berlangsung dengan baik.tanda-tanda adanya darah yang terkumpul pada rongga pelvis. .3. Tindakan kuretase yang dilakukan bersifat sebagai alat terapeutik. dimana hal ini mengeliminasi diagnosis ke arah KET. Komplikasi berupa perlengketan dengan usus tidak terjadi. Pada pasien telah dilakukan tindakan kuretase. 4. Setelah mendapatkan perawatan selama 4 hari kondisi pasien membaik dan pasien diijinkan untuk pulang.5. KOMPLIKASI Pada pasien ini belum ditemukan komplikasi berupa syok. 4. PROGNOSIS Pada pasien ini.4. PENATALAKSANAAN Pertama dilakukan tindakan perbaikan keadaan umum dengan memberikan infus RL 20 tetes/menit dengan terus dilakukannya monitoring tanda-tanda vital. 4.

maka tindakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). jadi hanya terdapat kantong gestasi (kantong kehamilan) dan air ketuban saja. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak dapat hamil sungguhan. Jika karena infeksi maka dapat diobati sehingga kejadian ini tidak berulang.BAB 5 RINGKASAN Blighted ovum meupakan kegagalan kehamilan awal (early pregnancy failure). adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah lebih besar dari 16 milimeter sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan tampak. Namun tindakan tersebut baru bisa dilakukan saat kehamilan memasuki usia 6-7 minggu. . Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted ovum. Jika telah didiagnosis blighted ovum. Seorang wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum bila telah melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Hasil kuretase akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya. Blighted ovum adalah kehamilan tanpa janin (anembryonic pregancy). Kehamilan kosong menimbulkan gejala medis dimana rahim atau kandungan ibu membesar seperti mendapatkan kehamilan walaupun di dalam rahim tersebut tidak terdapat janin sama sekali.