MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI

KELENJAR TYMUS

OLEH:
1. SRI WILUJENG
2. SUN’AN. W
3. RINA

PRODI S1 KEPERAWATAN
STIKES PEMKAB JOMBANG

2016

ANATOMI FISIOLOGI KELENJAR TYMUS

Steroid adrenal juga menghambat timus. Ukuran timus akan mengecilnya sementara kedewasaan kelamin bertambah. Dan beratnya kira-kira 10 gram. Diantara bukti tentang adanya aktivasi endokrin pada timus adalah kenyataan bahwa timus peka terhadap hormon tiroid.A. Kelenjar timus terletak didalam mediastinum dibelakang os sternum. Pada bayi baru lahir. Sebuah lobus terdiri dari ribuan lobulus yang masing-masing ada korteks dan medula. Kelenjar timus hanya dijumpai pada anak dibawah 18 tahun. Hal ini disebabkan hambatan yang diberikan oleh steroid gonad. dan didalam torak kira-kira setinggi bifurkasi trakea. Warnanya kemerah-merahan dan terdiri dari 2 lobus.DEFINISI Kelenjar timus merupakan kelenjar yang bertanggungjawab dalam pertumbuhan manusia. Kelenjar timus merupakan sumber suatu faktor yang dibawa darah untuk menginduksi diferensiasi sel induk limfosit yang mampu berpartisipasi dalam reaksi kekebalan. pengaruh ini dipakai sebagai parameter untuk kortikosteroid. bentuknya sangat kecil. Perkembangan tymus bervariasi sesuai dengan umur seseorang. Tymus memiliki 2 lobus yang saling berhubungan secara erat dan bersatu dalam jaringan ikat. B. Ukurannnya bertambah setelah masa remaja antara 30-40 gram dan setelah dewasa akan mengerut.ANATOMI DAN FISIOLOGI . perkembangannya mencapai maksimum pada masa pubertas kemudian berangsur menyusut.

Warnanya kemerah-merahan dan terdiri dari 2 lobus.  Kelenjar timus hanya dijumpai pada anak dibawah 18 tahun.  Dalam timus tidak terdapat pembuluh aferen dan sinus limfe.  Jumlah cabang nervus vagus dan nervus simpatis servikalis mencapai timus sedikit.  Di dalam mediastinum di belakang os sternum.  Arteri yang memperdarahi berasal dari arteri torasika interna dan arteri tiroidea inferior. Pembuluh eferen terutama berjalan ke jaringan ikat interlobular. dan di dalam torak kira-kira setinggi bifurkasi trakea.  Timus membesar sewaktu pubertas dan mengacil setelah dewasa.  Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof atau hormon pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi lagi. Thymic humoral factor. Saraf terutama tersebar pada dinding pembuluh darah.  Kelenjar timus berperan dalam sistem pertahanan tubuh dengan menghasilkan hormone Thymosin. Thymic factor dan Thymopoietin. Terletak di sepanjang rongga trachea di rongga dada bagian atas. Cabang-cabangnya berjalan sepanjang trabekula yang diselubungi oleh sel retikulat epitel .

 Peptida timus biasanya diperoleh dari organ-organ babi atau anak sapi. Dalam studi oleh Sandberg di Swedia. Hepatitis. terus-menerus diproduksi di sumsum tulang. faktor-faktor penggantian timus bisa mengaktifkan kembali regulasi dan kontrol sistem pertahanan tubuh. Yang telah dilatih oleh hormon informasi dalam timus. fungsi-fungsi spesifik dari limfosit bisa dikembalikan.yang memasuki lobus perbatasan korteks dan medula.  JIKA THYMUS TIDAK BERFUNGSI  Penelitian menunjukkan jika jaringan timus diganti.FUNGSI KELENJAR THYMUS  Menghasilkan thymosin  Kekebalan tubuh manusia o Kekebalan seluler => kekebalan yang diberikan pada saat kita dalam kandungan ibu => ibu makan protein atau disuntik => akan terbentuk antibodi yang akan diberikan ke anak sehingga anak menjadi kebal. setelah lulus dari sumsum tulang ke dalam kelenjar timus selama tahap-tahap awal mereka. o Kekebalan humoral => kekebalan yang diberikan setelah anak dilahirkan melalui vaksinasi/imunisasi mulai dari BCG. Sandberg menggunakan peptida-peptida timus yang diperoleh dari anak sapi. limfosit mampu mengidentifikasi sel-sel tubuh sendiri jaringan. . yang dianggap sebagai "asing". dll. Darah venula kembali ke tuberkula interlobularis dan selanjutnya ke vena brakiosepalika dan vena tiroidea. Polio. sel-sel limfatik (limfosit) juga bagian dari kekuatan pertahanan. dan hanya menyerang sel dan simpanan dari luar tubuh. Arteriole bercabang banyak dan kapiler-kapilernya memasok darah ke korteks dan sedikit yang memasok ke medula. dan menghilangkan mereka atau membuat mereka tidak berbahaya. Ini semua pengambilan besar dan sel breakdown yang mengidentifikasi sel-sel asing yang tersembunyi atau sel berkembang biak tak terkendali dalam sistem kekebalan tubuh utuh. Sel-sel darah putih juga disebut "pertahanan tubuh". Kelenjar tymus aktif sampai pubertas. atau sinyal yang lain "pertahanan tubuh" melalui sinyal serangan. Limfosit biasanya baik menyerang sel asing (sel pembunuh) sendiri. Dalam kelenjar timus sel-sel darah khusus diproduksi dan diprogram untuk mengembangkan sistem pertahanan tubuh.  Penghubung sentral pertahanan tubuh sendiri. Ini adalah alasan lain timus pada umumnya disebut "switchboard sentral pertahanan tubuh sendiri". C. Organ-organ ini menurut ketentuan hukum harus disterilkan dari kemungkinan zoonoses dan pirogen. Darah yang melalui venula pasca kapiler berploriferasi di korteks memasuki sistem pembuluh darah.

HORMON YANG DIHASILKAN KELENJAR TIMUS  Hormon somatotrof Fungsinya untuk membantu dalam proses pertumbuhan tubuh  Hormon timosin Fungsinya untuk merangsang limfosit dalam tubuh. Kelenjar tersebut ikut berperan dalam pengaturan pertumbuhan dengan menyekresikan hormon somatotropin. Peptida timus bisa digunakan untuk terapi kanker. Uji farmakologi menunjukkan suntikan faktor timus (hormon timus atau sel-sel timus) memiliki efek menstimulasi dan memodifikasi sistem imun. D. sebagai terapi biologis baik sebelum maupun sesudah operasi dan meningkatkan kondisi secara umum pascakemoterapi dan radiasi. dan penghambat aktivitas peptidase. PENGARUH MASTER GLAND TERHADAP HORMON KELENJAR TIMUS Selain itu kelenjar timus berinteraksi dengan gonad dalam mempengaruhi pertumbuhan tubuh. Terkadang sel-sel timus bisa menghentikan penyebaran sel kanker. yaitu sel T. Penelitian oleh Osbond dari Boston menunjukkan suntikan peptida timus bisa membawa remisi pada kasus malignansi histiosit. E. Sel T sangat berpengaruh dalam mekanisme sistem pertahanan tubuh . Manfaat utama peptida untuk timus adalah mencegah pembentukan jaringan sel-sel abnormal yang bisa menjadi lesi prakanker. peptida-peptida timus juga mengandung adenosine desaminase. Selain itu. Pemberian peptida timus pada terapi kanker tidak hanya bertujuan menstimulasi sistem imun tetapi juga mengukur dan mengembalikan ketidakseimbangan hormon timus. Untuk menambah efektivitas imunologi. purine nucleoside phosphorylase. Kelenjar timus terletak di bawah kelenjar tiroid dan paratiroid.  Hanya organ atau peptida yang aman dan bersih yang bisa diproses. merangsang perkembangan dari sel T sel imun lain. timus juga menghasilkan timosin yang mengatur produksi sel khusus dalam darah putih.