RANGKUMAN MATERI

“KEWILAYAHAN”
POLA KERUANGAN DESA
Memanjang /
→Linier
pola memanjang terbentuk karena mendekati sarana transporasi, seperti
jalan dan sungai. Juga untuk mendekati tempat bekerja, seperti para nelayan
yang membangun rumah di sepanjang pinggir pantai.
Memanjang Jalan

Memanjang Sungai

Memanjang Garis Pantai

Memusat /
mengelompok

→pola

memusat terbentuk karena mengelilingi fasilitas atau sumberdaya
alam tertentu. Misalnya pemukiman memusat mengelilingi sumber mata air
atau pusat pertokoan

Menyebar

→pola menyebar terbentuk pada daerah pegunungan atau dataran ringgi.
TIPE DESA
Tradisional

dapat meningkatkan potensi konflik antar etnis 8) Meningkatnya kriminalitas/ kejahatan MENGHITUNG KEKUATAN INTERAKSI ANTAR WILAYAH . tidak ada komunikasi / interaksi dengan masyarakat luar → → tradisi mengiat kuat kehidupan masyarakatnya tergantung alam SwaDaya → → → → masih terikat adat istiadat ada lembaga sosial sederhana hasil pertanian untuk konsumsi sendiri pembangunan berjalan lambat SwaKarya → → → → Berkembang adanya pengaruh dari luar desa adat istiadat mulai berkembang mata pencaharian mulai beragam lembaga pemerintah mulai berfungsi Maju SwaSemba da → adat istiada tidak berpengaruh → → adanya pemanfaatan teknologi mampu mengembangkan potensi wilayahnya sendiri DAMPAK INTERAKSI DESA KOTA (+) (-) Desa Kota 1) Pendidikan semakin maju 2) Masuknya teknologi tepat guna sehingga terjadi peningkatan produksi lahan 3) Kondisi perekonomian membaik 4) Terbentuk Lapangan kerja alternatif di luar sektor pertanian 5) Masuknya Barang-barang hasil produksi industri 6) Perkembangan sarana prasarana transportasi. sehingga desa tidak terisolir lagi 3) Masuknya budaya yang tidak sesuai dengan tradisi masyarakat setempat sehingga melemahkan adat istiadat 4) kekurangan tenaga kerja bidang pertanian 5) perubahan penggunaan lahan agraris ke non agraris yang menyebabkan lingkungan rusak 1) Terpenuhi kebutuhan bahan baku industri 2) Kebutuhan Tenaga kerja tercukupi Perluasan area distribusi hasil industri 6) Muncul daerah kumuh (slum area) akibat banyaknya pendatang 7) Masuknya orang dari berbagai daerah dan budaya.→ mengasingkan diri.

000 100 ( 10 )2 Maka nilai interaksi kota A-B adalah 300. sedangkan kota B jumlah penduduknya 3.000 30.000 = 18 18 18 = = =3 1+ √ 25 1+5 6 Jadi.000 FAKTOR PENENTU PUSAT PERTUMBUHAN Sumber daya manusia yang berkualitas Lokasi yang strategis ditandai dgn jaringan transportasi yang memadaidai Pengelolaan Sumber Daya Alam yang baik . lokasi Rumah sakit yang ideal ada pada jarak 3 Km dari Kota A (yang jumlah penduduknya sedikit) Nilai Interaksi= jumlah penduduk kota A × Jumlah penduduk kota B ( Jarak Kota A−B )2 Contoh Soal: Jumlah penduduk Kota A 10. jarak kota A ke B adalah 10 km.000 jiwa. sedangkan kota B 750.000 jiwa. dimanakah posisi ideal untuk membangun rumah sakit? Jawab: Titik Henti= Jarak Kota A ke B Jumlah penduduk yg BANYAK 1+ ju mla h penduduk yg SEDIKIT √ 18 ¿ 1+ √ 750.000 30.000 jiwa. Jumlah penduduk kota A 30. Maka berapaah banyaknya interaksi kedua kota tersebut? Jawab: Nilai Interaksi= jumlah penduduk kota A × Jumlah penduduk kota B ( Jarak Kota A−B )2 ¿ 10.000 ×3.000 jiwa.000 .Jarak Kota A ke B Titik Henti= 1+ √ Jumlah penduduk yg BANYAK ju mla h penduduk yg SEDIKIT Contoh Soal: Jarak kota A ke kota B 18 Km.000 = =300.

Tersedianya fasilitas penunjang. dll NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG BENUA ASIA Negara Maju Jepang Singapura Hong Kong Korea Selatan Israel Taiwan BENUA AMERIKA Negara Berkembang Mongolia Kirgistan Turkmenistan Usbekistan Afganistan Bangladesh Bhutan Brunei Darussalam Kamboja Cina India Indonesia Korea Utara Laos Malaysia Myanmar Laos Nepal Pakistan Palestina Papua Nugini Filipina Sri Lanka Thailand Vietnam Iran Irak Yordania Kuwait Lebanon Qatar Arab Saudi Suriah Yaman . sarana kebersihan. seperti listrik.

Vincent Tobago Uruguay Venesuela Honduras Jamaika .Negara Maju Kanada Amerika Serikat Negara Berkembang Argentina Brasil Chili Kolombia Kosta Rika Dominika Ekuador El Salvador Grenada Guetamala Guyana Haiti Meksiko Nikaragua Panama Paraguay Peru Suriname St.