BAB IV

PEMBAHASAN

IV.1. Perencanaan evaluasi
Untuk mewujudkan suatu evaluasi yang baik maka perlu dilakukan
perencanaan terlebih dahulu. Tujuan dilakukan perencanaan evaluasi yaitu untuk
memperoleh bahan bukti yang cukup, mengidentifikasi kelemahan dan menghindari
salah pengertian dengan pihak terkait. Pada perencanaan evaluasi, tahap-tahap yang
dilakukan adalah penentuan ruang lingkup evaluasi, tujuan pelaksanaan evaluasi dan
pengumpulan data.

IV.1.1. Ruang Lingkup Evaluasi
Ruang lingkup evaluasi pengendalian internal atas penjualan kredit,
penyelesaian piutang dan penerimaan kas adalah :
1. Mengidentifikasi fungsi dan prosedur pengendalian internal atas penjualan
kredit, penyelesaian piutang dan penerimaan kas pada PT. BESS Finance.
2. Mengevaluasi 5 komponen pengendalian internal pada PT. BESS Finance.
3. Membuat saran-saran perbaikan atas kelemahan-kelemahan yang ditemui
dalam pengendalian internal pada PT. BESS Finance.

55

IV.1.2. Tujuan Pelaksanaan Evaluasi
Tujuan pelaksanaan evaluasi ini untuk menganalisis dan mengevaluasi
penerapan pengendalian pada 5 komponen COSO atas pelaksanaan penjualan
kredit, penyelesaian piutang dan penerimaan kas pada PT. BESS Finance.

IV.1.3. Pengumpulan Data
Pengumpulan bukti dilakukan dengan beberapa cara.

Dalam

pengumpulan data, penulis melakukan pengamatan dengan cara :
a. Wawancara
Penulis mengadakan tanya jawab secara langusung para pihak-pihak
yang bersangkutan di PT. BESS Finance.
b. Observasi
Penulis melakukan pengamatan langsung kepada objek yang diteliti.

IV.2. Evaluasi Pengendalian Internal pada Siklus Pendapatan
Dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya, perusahaan harus memiliki
pengendalian internal yang memadai, terutama yang berkaitan dengan siklus
pendapatan. Siklus pendapatan merupakan sumber pendapatan utama perusahaan
yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan dan mencapai
tujuan perusahaan. Jika tidak terdapat pengendalian internal yang memadai, maka
akan ada peluang terjadi penyimpangan dan penyalahgunaan terhadap aset
perusahaan.

56

kesadaran. dengan menguraikan beberapa faktor-faktor yang membentuk lingkungan pengendalian di perusahaan : a.2. IV. penulis membahas siklus pendapatan yang terdiri dari kegiatan penjualan kredit. Karena penelitian ini 57 . aktivitas pengendalian (control activities) dan pemantauan (monitoring). Dengan demikian diperlukan pengendalian internal yang memadai agar dapat menjamin dalam pelaksanaan prosedur penjualan kredit tidak terdapat praktek-praktek tidak sehat yang dapat merugikan perusahaan. penulis akan mengevaluasi penerapan pengendalian internal menurut COSO pada PT.Penjualan kredit pada PT. sistem informasi dan komunikasi (Information and communication system). BESS Finance merupakan kegiatan sumber pendapatan utama perusahaan. Dalam bab ini penulis akan melakukan evaluasi pengendalian internal pada PT. Dalam penelitian ini. Dalam subbab yang pertama.1. pada saat penulis melakukan observasi dan wawancara. BESS Finance dengan menggunakan pendekatan COSO. penyelesaian piutang dan penerimaan kas. BESS Finance. penilaian resiko (risk assessment). Evaluasi Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian yang baik akan mencerminkan keseluruhan sikap. Integritas dan Nilai Etika Penulis dapat menilai pelaksanaan integritas dan nilai etika perusahaan. Disini peneliti akan melakukan evaluasi terhadap komponen pertama dari pengendalian internal pada perusahaaan yaitu lingkungan pengendalian. direktur dan pemimpin dalam suatu perusahaan. dan tindakan dari manajemen puncak. yaitu lingkungan pengendalian (control environment).

dikarenakan informasi tersebut bersifat rahasia. Integritas dan nilai etika berarti sikap seseorang dalam melakukan wewenang dan tanggung jawabnya dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan. Integritas dan nilai etika juga berhubungan dengan tingkat kejujuran seseorang terhadap pekerjaannya dan kualitas dari kinerjanya. Sikap staff perusahaan selalu ramah dan siap dengan meluangkan waktu untuk jawab pertanyaan penulis. Selain itu di buku pedoman tersebut juga dijelaskan sikap dan etika karyawan yang harus dipatuhi saat bekerja. maka penulis menjadi sedikit kesulitan untuk melakukan penelitian secara detail. Salah satu contoh perusahaan memiliki buku pedoman dalam bekerja yang diberikan ke masing-masing karyawan saat pertama kali kerja.bersifat sangat terbatas dan hanya melakukan penelitian pada beberapa divisi di perusahaan. dengan adanya penjelasan itu diharapkan karyawan dapat menjalankan pekerjaan dengan baik sehingga mencapai tujuan perusahaan. serta terdapat sanksi-sanksi yang diberikan oleh perusahaan apabila karyawan melanggar etika perusahaan. Akibat dari keterbatasan data. Dalam penelitian ini pertama penulis menilai dari kualitas pelayanan mereka kepada penulis selama melakukan penelitian. Dan dalam buku pedoman terdapat prosedur penjualan yang harus dijalankan 58 . Dalam proses penelitian. Perusahaan telah membuat kebijakan yang sesuai dengan pratek bisnis yang diharapkan. Di dalam buku pedoman terdapat penjelasan tentang visi dan misi perusahaan. ada beberapa pertanyaan dan data yang tidak bisa dijawab dan diberikan oleh perusahaan.

Dengan manajemen yang berpengalaman dan memiliki keahlian di bidang pekerjaannya. manajemen ataupun karyawan dalam perusahaan harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif. biasanya perusahaan akan mengidentifikasi keahlian dan pengalaman kerja sebagai timbangan kenaikan pangkat. Walaupun perusahaan telah membuat kebijakan kenaikan pangkat pada manajemen. Hal ini dapat dilihat dalam perusahaan memiliki manajer tingkat atas yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang pekerjaannya. Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan atau keahlian manajemen. 59 . b. Manajemen pada PT. Dalam tahap kenaikan pangkat. maka manajemen dapat membuat keputusan yang baik dan dapat mengurangi resiko yang akan terjadi.karyawan sesuai dengan urutannya. Serta harus dilakukan oleh masingmasing divisi yang telah ditentukan oleh perusahaan. Contoh pelatihan dapat diberikan kepada manajemen adalah peningkatan jenjang pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaannya. BESS Finance telah memiliki pengetahuan dan keahlian yang memadai untuk menjalan tugasnya sesuai dengan tugas dan wewenang masing-masing manajemen. Komitmen terhadap kompetensi Untuk mencapai tujuan entitas. tetapi masih terdapat kekurangan yaitu tidak terdapat pelatihan pengembangan karir kepada manajemen.

pengendalian dalam perusahaan cenderung rendah. Namun dalam meletakkan peran manajemen. Perusahaan memiliki komite kredit yang bertugas menganalisis data-data pelanggan dan membuat keputusan persetujuan kredit. Dengan gaya operasi ini. Tetapi menurut perusahaan. gaya operasi ini tidak terlalu mempengaruhi tingkat pengendaliannya. d. Fungsi akuntansi dilakukan oleh bagian Akuntansi sedangkan fungsi penjualan dilakukan oleh bagian Account Officer. Filisofi dan Gaya Operasi Manjemen Tindakan. Fungsi penjualan dilakukan oleh Account Officer sedangkan fungsi penerimaan 60 . Hal tersebut sudah mencerminkan sebuah pengendalian internal yang baik. Pengendalian internal pada struktur organisasi dapat dilihat dari : 1. sehingga dapat menghindari terjadinya kecurangan dalam bentuk catatan akuntansi yang fiktif. sikap dan pendekatan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen sangat mempengaruhi mutu pengendalian internal. Keputusan persetujuan kredit ini akan mempengaruhi tingkat kredit macet perusahaan. BESS Finance bersifat desentralisasi yang meletakkan peran perencanaan dan pengendalian di tangan manajemen menengah dan bawah. dan wewenang yang jelas untuk masing-masing divisi dan staff. Struktur Organisasi dan Pembagian Wewenang Perusahaan telah memiliki struktur organisasi yang secara umum bertujuan untuk memisahkan tugas. 2. Fungsi penjualan telah terpisah dari fungsi akuntansi. perusahaan masih terdapat kekurangan yaitu gaya operasi manajemen dalam PT.c. Fungsi penjualan telah terpisah dari fungsi penerimaan kas. tanggung jawab.

perusahaan lebih mengutamakan karyawan harus mampu mengerjakan perintah dari atasan dengan baik dan selesai dengan tepat waktu.kas dilakukan oleh kasir. sehingga mampu meminimalisasikan kecurang atas transaksi dan salah pencatatan. Hal tersebut sudah mencerminkan adanya pengendalian internal yang baik. fungsi kredit dilakukan oleh Credit Analsyt sehingga persetujuan kredit tidak hanya di laksanakan dalam satu fungsi. Selama ini setiap bagian melaksanakan pekerjaannya berdasarkan perintah secara lisan dari atasan mereka. Namun dalam struktur organisasi dan pembagian wewenang pada PT. BESS Finance belum terdapat uraian wewenang dan tanggung jawab secara tertulis. BESS Finance masih terdapat kekurangan. Fungsi penjualan telah terpisah dari fungsi kredit. Seharusnya suatu perusahaan yang baik itu harus memiliki uraian wewenang dan tanggung jawab dari setiap bagian yang terdapat dalam struktur organisasi secara tertulis. 4. Karena itu bisa saja karyawan melaksanakan pekerjaan lebih dari tanggung jawabnya atau sebaliknya karyawan tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan. 3. 61 . Fungsi penjualan telah dilaksanakan lebih dari satu fungsi. Pada PT. karena tidak di erintah oleh atasan maka karyawan tidak melaksanakannya. Akibatnya setiap karyawan tidak mengetahui tugas umumnya dan batasan pekerjaannya. Selama ini tidak adanya uraian wewenang dan tanggung jawab secara tertulis dikarenakan perusahaan menganggap bahwa uraian wewenang dan tanggung jawab secara tertulis itu tidak penting. yaitu belum terdapat uraian wewenang dan tanggung jawab secara tertulis.

Tujuan dari uraian wewenang dan tanggung jawab tertulis agar pengendalian pada struktur organisasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan batasan masingmasing bagian dan dapat menghindari terjadinya perangkapan tugas atau karyawan tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan. perusahaan hanya melakukan proses wawancara yang bertujuan untuk mengetahui latar belakang pendidikan maupun tentang sikap dan perilaku calon karyawan tersebut. Proses seleksi ini bertujuan untuk mendapatkan karyawan-karayawan yang berkualitas dan kompeten dalam melaksanakan tugasnya. Dari hasil wawancara terlihat beberapa poin penting yang dapat dibahas lebih lanjut. Proses seleksi penerimaan karyawan. Kebijakan dan Praktek Sumber Daya Manusia Secara umum. perusahaan telah melakukan proses seleksi pada saat penerimaan karyawan baru di dalam perusahaan.Sebaiknya disamping adanya struktur organisasi tertulis. Di bawah ini penulis akan memaparkan beberapa pelaksanaan kebijakan dan praktik sumber daya manusia oleh perusahaan : 1. e. Dalam proses seleksi ini. dan sikap perilakunya saja. perusahaan juga harus memiliki uraian wewenang dan tanggung jawab setiap bagian yang ada di struktur organisasi secara tertulis dan diberikan ke masing-masing karyawan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. Dengan begitu perusahaan hanya mendapatkan informasi latar belakang pendidikan. Dalam proses penerimaan karyawan perusahaan hanya melakukan proses wawancara. Tetapi perusahaan 62 .

Kondisi tersebut membuat efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya jadi berkurang. dengan memberikan tes tentang pengetahuan akuntansi dasar. Untuk itu. seringkali perusahaan mendapatkan karyawan yang kemampuan kurang memadai dalam menjalankan tugas. perusahaan harus melakukan seleksi dengan tes tertulis dan memberikan pelatihan untuk mendapatkan karyawan yang ahli dan kompeten dalam bidang pekerjaan yang sedang dilamar. perusahaan memerlukan waktu untuk memberikan bimbingan agar karyawan tersebut dapat melaksanakan tugas dengan baik. Seharusnya pada saat proses penerimaan karyawan baru. sebaiknya pada saat seleksi penerimaan karyawan baru. 63 . Pelatihan dapat mengembangkan pengetahuan. Dengan keadaan yang seperti itu. Dengan kondisi itu.tidak mengetahui kemampuan dan kompetensi calon karyawannya terutama untuk karyawan baru dibidang akuntansi. Dengan begitu perusahaan akan mendapatkan karyawan yang lebih berkualitas sehingga dapat menjaga efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional perusahaan berjalan dengan lancar. Tes tersebut dapat menilai kemampuan karyawan dalam bidang pekerjaannya. seperti untuk penerimaan karyawan bagian akuntansi. keuangan dan penjualan. sehingga karyawan tersebut dalam melaksanakan tugasnya kurang maksimal dan hasil kerjaanya jadi kurang baik. perusahaan melakukan tes tertulis dan memberikan pelatihan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang di lamar. keahlian dan kemampuan karayawan baru.

contohnya jika karyawan datang telat maka karyawan tidak akan mendapatkan bonus kerajinan ataupun jika telat maka gaji karyawan akan di potong sesuai dengan lama telat. maka akan di beri surat teguran. Perusahaan telah berusaha mencegah adanya kecurangan ataupun ketidakdisiplinan karyawan dengan memberikan sanksi-sanksi atas pelanggaran. dengan minimal 1 bulan AO harus memproses 100 transaksi dan minimal 30 transaksi yang berhasil. hal ini terjadi karena perusahaan tidak membuat daftar hadir agar jam masuk dan pulang kerja karyawan dapat diketahui. Jika AO tidak mencapai minimal yang ditentukan. Contoh : karyawan yang melakukan penggelapan uang kas. Maka penulis menyarankan untuk perusahaan membuat daftar hadir untuk mencegah karyawan maupun manajer perusahaan yang telat masuk kerja ataupun pulang sebelum jam pulang kerja. Kebijakan khusus ini seperti pemberian bonus atas transaksi yang dilakukan. Terdapat sanksi-sanksi atas pelanggaran peraturan perusahaan. skorsing dan harus mengganti kekurangan tersebut. Jika dalam sebulan karyawan telat lebih dari 3 kali.2. Perusahaan memiliki kebijakan bonus khusus. Selain dari kasus tersebut masih ada kasus pelanggaran yang sering dilakukan karyawan yaitu terlambat masuk kerja. 64 . saat pertama kali ketahuan karyawan tersebut akan diberi surat teguran. maka AO tidak akan mendapatkan bonus tersebut. dan perusahaan harus membuat sanksi tambahan untuk karyawan yang telat masuk kerja. 3. Jika uang tersebut tidak diganti maka karyawan akan diserahkan ke pihak polisi. Perusahaan mempunyai kebijakan khusus bagi Account officer yang bertugas menerima pesanan konsumen dari dealer.

Karena tidak semua karyawan dapat mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan.2. Pelaksanaan kenaikan jabatan secara reguler ini untuk memberikan kesempatan bagi setiap karyawan untuk meningkatkan kemampuan bekerja serta memperluas jenjang karirnya. tapi mendapatkan persetujuan kredit dan itu juga akan mengakibatkan kredit macet perusahaan semakin tinggi. ada beberapa pengendalian internal atas resiko yang mungkin timbul : 1. Hal ini akan mengakibatkan konsumen yang seharusnya tidak layak diberikan kredit.Namun menurut penulis kebijakan ini kurang efektif dalam memotivasi karyawan. Perusahaan memiliki prosedur kenaikan jabatan secara reguler. Prosedur kenaikan jabatan secara reguler.2. Sehingga laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dalam pencapaian tujuannya. Seharusnya selain dapat bonus jika mencapai minimal. IV. sehingga akan memicu karyawan untuk melakukan kecurang dengan membuat data fiktif konsumen agar konsumen dapat diterima persetujuan kreditnya. perusahaan juga memberikan bonus atas setiap transaksi yang diproses berhasil. Dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan oleh penulis. Selain itu perusahaan juga mengharapkan dari prosedur ini dapat mengetahui kemungkinankemungkinan kecurangan yang dapat terjadi dan menghindari karyawan 65 . Evaluasi Penilaian Resiko Dalam pelaksanaan pengendalian internal perlu dilakukan penetapan atau perkiraan resiko untuk pelaporan keuangan.

Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan seperti bagian 66 . Jika ada cabang yang belum mengirim Laporan Harian Penerimaan Kas dan mentransfer uang pada rekening kantor pusat. Untuk cabang yang sudah mengirimkan uang dan mentransfer uang kas ke rekening kantor pusat. maka staff Cash In akan menelepon ke cabang tersebut. Prosedur kenaikan jabatan hanya dilakukan pada manajemen dan karyawan di kantor pusat. Perusahaan memiliki kebijakan pemberian polis asuransi untuk setiap transaksi penjualan kredit. Prosedur ini dilakukan setiap akhir tahun yang dilakukan bersamaan dengan kenaikan gaji manajemen dan karyawan. Penerimaan kas dari kantor cabang. sehingga jika terjadi kecurangan atas transaksi penjualan perusahaan akan melakukan klaim ke perusahaan asuransi. 3. 2. tetapi pelaksanaan kenaikan jabatan ini hanya dilakukan pada bagian-bagian tertentu. staff Cash In akan melakukan check list pada sistem sebagai tanda kewajiban penyetoran uang kas cabang tersebut telah dilakukan. BESS Finance untuk mengirimkan Laporan Harian Penerimaan Kas kepada Cash In setiap hari sebelum jam 5 sore dan pengiriman uang kas untuk masing-masing cabang paling telat H+1 sebelum jam 12 siang. Besok pagi staff Cash In akan mengecek apakah Laporan Harian Penerimaan Kas telah dikirim dan mengecek bukti setoran transferan oleh cabang pada mutasi rekening dengan menggunakan klikbca.jenuh dengan pekerjaan itu. Perusahaan telah menetapkan kebijakan kepada seluruh cabang PT. Adanya kebijakan pemberian polis asuransi atas setiap transaksi.

Jadi perusahaan tidak menetapkan kebijakan limit kredit. Dari penilaian resiko ini rekomendasi yang dapat diusulkan dari penulis adalah perusahaan perlu menetapkan kebijakan limit kredit bagi konsumen. Tujuan dari penerapan kebijakan limit kredit ini untuk menilai kelayakan konsumen yang akan dibiayai dan untuk menentukan kemampuan calon konsumen dalam membayar kembali pinjamannya sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak perjanjian. Perusahaan dalam pemberian persetujuan kredit tidak menetapkan limit kredit bagi konsumen. Akibatnya adalah tingginya kemungkinan bahwa akan adanya piutang tak tertagih bagi perusahaan yang secara langsung akan merugikan finansial bagi perusahaan. Kebijakan limit kredit ini dapat dilakukan 67 . perusahaan hanya mengecek data konsumen dalam data Blacklist dan analisa kelayakan data. perlu menetapkan limit kredit bagi konsumen. PT. Tidak ada kebijakan Limit Kredit di perusahaan. Penetapan kebijakan ini dapat dilakukan untuk konsumen baru maupun konsumen lama. Perusahaan dalam bidang multi finance dalam pemberian kredit kepada konsumen. BESS Finance tidak menetapkan kebijakan ini dikarenakan perusahaan merasa konsumen yang tidak masuk dalam data Blacklist adalah konsumen yang mempunyai kemampuan dalam membayar angsuran kredit. Dari hasil pengamatan dan wawancara penulis menemukan beberapa kekurangan pengendalian yang beresiko : 1.kasir tidak mentransfer uang kas pada kantor pusat atau terjadi selisih antara uang yang di transfer dengan Laporan Harian Penerimaan Kas.

tanggal lahri. Melalui hasil observasi dapat diketahui dalam proses analisa kelayakan data terdapat data fiktif konsumen. Selain menetapkan kebijakan limit kredit. Penetapan limit kredit bertujuan untuk mengetahui kemampuan konsumen membayar kembali pinjamannya dan dapat mengurangi kredit macet yang akan merugikan perusahaan serta menurunkan kinerja perusahaan. no. Jika KTP dan alamat rumah diganti maka konsumen dapat lolos dalam proses pengecekan pada data Blacklist. Staff Account Officer melakukan pemalsuan data 68 .dengan cara pendapatan konsumen dikurangi pengeluaran konsumen yang akan menghasilkan pendapatan bersih dan dibandingkan dengan angsuran bulanan. Analisa kredit dan kelayakan data. nama ibu kandung dan alamat rumah. Dalam proses Credit Analyst. karena data yang diganti oleh konsumen belum masuk kedalam data Blacklist. 2. staff Credit Analyst melakukan analisa dengan lima kriteria pada aplikasi kredit. yaitu pemalsuan data yang dilakukan oleh staff Account Officer untuk dapat mencapai target penjualan yang ditetapkan perusahaan. Jika besar angsuran lebih kecil atau sama dengan 30% dari hasil pendapatan bersih konsumen. Setelah tahap Credit Analyst data konsumen akan dilakukan proses analisa kelayakan data. perusahaan juga perlu memperketat pengecekan kebenaran data-data dari konsumen agar terhindari adanya data fiktif konsumen dan perusahaan perlu meningkatkan pembinaan terhadap account officer untuk menghindari tindakan pemalsuan data. maka persetujuan kredit ini dapat diterima dan dilanjutkan ke tahap pencatatan data konsumen. yaitu nama calon debitur.KTP.

Konsumen harus memiliki pekerjaan atau usaha tetap dan jelas dengan minimal 1 tahun bekerja. Apabila ada pengajuan kredit dari konsumen yang sudah pernah melakukan kredit atau sedang melakukan kredit.konsumen dengan cara mengganti jumlah pendapatan konsumen agar perbandingan pendapatan dan jumlah angsuran memenuhi kriteria scoring system. Selain dari mengganti jumlah pendapatan konsumen. 69 . BESS Finance konsumen harus memenuhi beberapa persyaratan adalah : a. Dalam tahap pengajuan permohonan kredit pad PT. karena konsumen tidak melampirkan sertifikat rumah untuk perusahaan. seperti rumah kontrakan atau kos staff Account Officer dapat mengkonfirmasi ke staff Credit Analyst bahwa rumah konsumen adalah milik konsumen bukan kontrakan atau kos. maka perlu dianalisa history payment konsumen tersebut. b. sertifikat ini hanya dicek oleh staff Account Officer. c. yaitu sistem pengecekan kelayakan pemberian kredit dengan memberikan nilai skor pada kriteria yang telah ditetapkan. penulis memberikan beberapa saran perbaikan dalam syarat-syarat dalam pengajuan kredit. apakah pembayaran angsuran lancar setiap bulannya atau sering tersendat-sendat. Dari kasus ini. keterangan rumah juga bisa diganti. Konsumen berusia 21 sampai 55 tahun atau yang berusia dibawah 21 tahun tetapi sudah bekerja minimal 2 tahun.

yaitu : a. Dengan ada bukti kepemilikan rumah ini. Perangkapan fungsi Melalui hasil observasi dalam struktur organisasi. Bukti kepemilikan rumah ini digunakan untuk mengetahui kebenaran rumah itu milik konsumen atau kontrakan. e. KTP. b. Untuk mengetahui jumlah tabungan konsumen dan menganalisa keluar masuk uang konsumen. Kartu keluarga dapat digunakan untuk menganalisa jumlah keluarga. c. terdapat perangkapan tugas. Surat keterangan penghasilan dapat digunakan untuk mencocokan jumlah pendapatan yang diakui pada lembaran isi permohonan pinjaman. Slip gaji / surat keterangan penghasilan. penerimaan dan penyerotan kas dilakukan oleh satu fungsi yaitu kasir / Head Operation. Bukti kepemilikan rumah. Kartu keluarga. 3. pencatatan. terdapat beberapa persyaratan dokumen yang harus dipenuhi. KTP yang dilampirkan adalah KTP pemohon dan suami/istrinya. Rekomendasi yang diusulkan 70 . jumlah tanggungan yang harus dibiayai serta menganalisa kebenaran pemohon memiliki hubungan kekeluargaan dengan penjamin jika diperlukan.Disamping persyaratan umum. Agar dapat digunakan dalam proses pengecekan pada kriteria data blacklist. kemungkinan terjadi kecurangan dalam kas sangat besar. staff Account Officer tidak dapat membuat data palsu konsumen. d. Rekening tabungan / rekening koran. Oleh karena hal ini. yaitu Head Operation sebagai kasir dan juga melakukan pengawasan divisi di bawahnya. Karena semua tugas pengawasan.

. mengarsip dokumen dan melakukan pengawasan terhadap 71 . uraian tugas menjadi sebagai berikut pada bagian yang dirubah dan ditambahkan : . BESS Finance. serta penambahan staff pada struktur organisasi PT.Kasir adalah orang yang bertanggung jawab menerima kas dari teller dan collector.penulis adalah dengan membedakan tugas wewenang staff pengawasan dengan staff pencatatan. BESS Finance kantor cabang. staff penerimaan kas dan staff penyerotan kas. Sehingga struktur organisasi yang diusulkan sebagai berikut : 1.3 Gambar struktur organisasi PT. Pada usulan ini terdapat perubahan dan penambahan bagian pada struktur organisasi kantor cabang PT. BESS Finance yang diusulkan Setelah mengalami perubahan dan penambahan bagian pada struktur organisasi. . Collection adalah orang yang bertanggung jawab memeriksa dokumen. menyimpan uang kas pada brankas dan menyetor uang kas ke bank.Adm.Head Operation adalah orang yang bertanggung jawab mengawasi divisi dibawahnya dan kegiatan operasional di dalam kantor cabang. membuat laporan harian penerimaan kas.

. Penetapan harga jual motor sitaan. diharapkan dapat mengurangi kecurangan pada uang kas perusahaan. BESS Finance memberikan tanggung jawab pada masing-masing Branch Manager di kantor cabang untuk melakukan lelang kepada masyakarat umum maupun karyawan perusahaan itu sendiri. dan membuat kwitansi tagihan dengan 3 rangkap. rangkap 3 diberikan kepada Head Collector.collector. Over Due penyitaan motor. perusahaan memerlukan perputaran dana agar dapat melakukan kegiatan operasional. 5. Karena untuk jangka waktu penunggakan 150 hari itu kelamaan. Collection. Penetapan harga motor bekas hasil sitaan ini harganya bisa 30%-50% lebih murah ketimbang harga 72 . Perusahaan menetapkan over due 150 hari / 5 bulan konsumen tidak melakukan pembayaran objek pembiayaan akan disita oleh perusahaan. 4. motor tersebut dapat dijual ke pihak kedua tanpa BPKB dan akan memperlambat perputaran dana perusahaan. Rangkap 1 diberikan kepada konsumen. Dalam penetapan harga jual motor sitaan. Tanggung jawab yang akan ditambahkan adalah setiap hari membuat daftar piutang yang akan ditagih oleh kolektor. Dengan ada penambahan staff kasir. rangkap 2 di arsip untuk Adm. jika perusahaan memberikan waktu penyitaan kelamaan. Dari kebijakan ini penulis memberikan saran untuk perusahaan agar merubah jumlah hari keterlambatan menjadi 90 hari / 3 bulan.Collector adalah orang yang bertanggung jawab melakukan penagihan untuk konsumen yang pembayaran angsuran telat. PT.

GM Operation menganalisa apakah motor tersebut boleh dijual dengan harga segitu atau tidak. Selain itu perusahaan juga dapat menjual motor bekas tersebut ke dealer-dealer yang bekerjasama dengan PT. Selain itu. Saran dari penulis. Pembayaran angsuran. Dalam penilaian resiko dalam penetapan harga jual motor bekas hasil sitaan ini. akan mengakibatkan perusahaan harus menombok kerugian serta merusak harga pasaran motor bekas antar finance. Namun penulis menyarankan kepada perusahaan untuk menyediakan cara pembayaran via transfer ke rekening perusahaan atau pembayaran melalui Pos.dipasar. Kedua cara ini akan menghemat karyawan bagian Collector dan mempermudah konsumen melakukan pembayaran. penulis menemukan adanya kasus yang dapat merugikan aset perusahaan yaitu penetapan harga jual tidak diotorisasi oleh staff di kantor pusat dan harga jual motor bekas terlalu rendah. BESS Finance. BESS Finance menyediakan dua cara pembayaran yang akan dipilih saat konsumen dilakukan survei oleh Account Officer. dan menghemat beban gaji perusahaan. Penetapan harga jual terlalu rendah. perusahaan perlu menetapkan harga motor bekas ini sesuai harga pasaran dan sebelum motor dijual. hal ini dapat 73 . 6. Dengan menambah cara pembayaran ini diharapkan akan mengurangi kredit macet karena konsumen yang sibuk tidak bisa membayar angsuran ke teller. harus diotorisasi oleh GM Operation dengan mencantumkan data pembeli serta harga jual motor. Cara pembayaran bisa melalui loket dan ditagih oleh collector. Dalam cara pembayaran angsuran PT.

Pelaksanaan yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan informasi dan komunikasi adalah sebagai berikut : 1. Perusahaan memiliki sistem dan prosedur yang mengatur jalannya aktivitas penjualan kredit. Berdasarkan observasi dan wawancara. Evaluasi Sistem Informasi dan Komunikasi Perusahaan telah terdapat sistem akuntansi yang cukup memadai dengan adanya prosedur-prosedur yang memperlihatkan bagaimana proses penjualan kredit dijalankan. atasan juga memberi masukan dan motivasi kepada bawahannya. Sistem dan prosedur ini telah di sosialisasikan kepada bagianbagian yang menjalankan tugasnya sesuai dengan tugas-tugas yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan harus dipatuhi oleh karyawan perusahaan. dan begitu sebaliknya. Didalam perusahaan. Didalam sistem dan prosedur penjualan kredit dijelaskan dari proses pengajuan dan persetujuan kredit sampai proses kontrak. antara atasan dan bawahan saling berhubungan baik. 2. IV. yaitu kekurangan data dalam 74 .2.3. hal ini terlihat bawahan memberikan masukan atau pendapat kepada atasannya. dan atasan mempertixmbangkan masukan atau saran tersebut. penulis menemukan kelemahan pada proses informasi perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana nyaman di dalam perusahaan sehingga personel dalam perusahaan dapat bekerja dengan baik.mengurangi kesempatan bagian Collector untuk menggelapkan kas perusahaan.

Akibat kekurangan data ini. Masalah kredit macet ini juga akan mempengaruhi kinerja perusahaan dan mempersusah perusahaan untuk mendapatkan dana dari investor luar. Dalam proses analisa kredit. Evaluasi terhadap aktivitas pengendalian internal yang akan dibahas penulis adalah meliputi : 75 . untuk mendapatkan informasi apakah konsumen tersebut sudah masuk data blacklist.proses analisa kredit. Pada umumnya. Sebaiknya perusahaan menambah datadata blacklist dan memperketat pengecekan data konsumen agak dapat mengurangi kredit macet. jika iya maka konsumen akan ditolak. IV. Aktivitas tersebut memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk mengatasi resiko dalam pencapaian tujuan perusahaan. Kekurangan data ini dikarenakan perusahaan masih tergolong perusahaan baru. fungsi kredit menganalisa data konsumen ke dalam data blacklist. masalah kredit macet perusahaan tidak dapat diminimalisasikan atau dihindari.2. maka data-data yang dimiliki belum terlalu banyak. sehingga tidak dapat memaksimalkan proses analisa kredit tersebut. data blacklist yang dimiliki perusahaan masih sedikit. perusahaan finance harus memiliki data blacklist yang memadai yang digunakan untuk pengambilan keputusan persetujuan kredit. Namun.4 Evaluasi Aktivitas Pengendalian Internal Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang dapat membantu manajemen melakukan tugasnya.

maka dibutuhkan keterkaitan fungsi-fungsi yang saling berhubungan dalam menjalankan penjualan kredit. Dalam transaksi penjualan. Evaluasi terhadap pemisahan tugas yang memadai Pembagian struktur organisasi merupakan salah satu unsur dari pengendalian internal yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. Melaksanakan tugas tidak seimbang akan memungkinkan bagi karyawan untuk melakukan kecurangan dan menutupinya. Fungsi penjualan dilakukan oleh bagian account officer. Secara khusus dalam evaluasi terhadap pemisahan tugas. Fungsi penjualan telah terpisah dengan fungsi kredit. dan tidak melaksanakan tugas dengan tidak seimbang. serta prosedur yang diberikan perusahaan. sedangkan fungsi kredit dilakukan oleh komite kredit. yaitu : 1. seringkali mengabaikan dapat ditagih atau 76 . penulis menemukan beberapa fungsi yang sudah mendapat pemisahan tugas dengan baik dan telah sesuai dengan teori yang ada.A. fungsi penjualan mempunyai kecenderungan untuk menjual barang sebanyak-banyaknya. Untuk melakukan evaluasi pada aktivitas pengendalian internal. fungsi penjualan dan fungsi kredit telah terpisah. Pemisahan tugas kedua fungsi ini bermaksud untuk menciptakan pengecekan internal terhadap transaksi penjualan kredit. Pada sistem penjualan kredit perusahaan. Melalui wawancara penulis. Pemisahan tugas memastikan bahwa seseorang melaksanakan tugas sesuai dengan yang seharusnya. perlu diketahui fungsi-fungsi apa saja yang harus dipisahkan agar tidak terjadi kecurangan. piutang dan penerimaan kas yang sedang berjalan di dalam perusahaan.

ditemukan masih ada beberapa kelemahan yang terdapat dalam sistem penjualan. Fungsi penerimaan kas dilakukan oleh bagian kasir. fungsi penerimaan kas dan fungsi pencatatan belum dipisahkan. fungsi akuntansi telah terpisah dari fungsi penagihan dan fungsi penerimaan kas. yaitu : 1. Pada prosedur penjualan kredit dan penerimaan kas perusahaan.tidaknya piutang tersebut. Fungsi penagihan di perusahaan di lakukan oleh teller atau collector yang bertanggung jawab untuk menagih piutang konsumen yang telah jatuh tempo. Fungsi penerimaan kas dan fungsi pencatatan dilakukan oleh bagian kasir. BESS Finance. Oleh karena itu diperlukan pengecekan oleh fungsi kredit sebelum transaksi penjualan kredit disetujui. 77 . Fungsi penerimaan kas belum terpisah dari fungsi pencatatan. Dengan adanya dua fungsi terpisah. Pada sistem penerimaan kas perusahaan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan penulis. Semestinya fungsi penerimaan kas harus terpisah dari fungsi pencatatan. sedangkan fungsi pencatatan dilakukan oleh bagian akuntansi. piutang dan penerimaan kas pada PT. Fungsi akuntansi telah terpisah dari fungsi penagihan dan fungsi penerimaan kas. maka pengendalian internal akan lebih mudah dilakukan. dan uang akan di serahkan ke bagian kasir untuk disimpan dan di setor ke bank. Fungsi kredit ini memiliki wewenang untuk menolak pemberian kredit kepada konsumen. Sedangkan bagian akuntansi bertanggung jawab mencatat laporan penerimaan kas yang diserahkan dari bagian kasir. 2.

Fungsi penerimaan kas belum dipisahkan dari fungsi penyetoran kas ke bank. adanya kemungkinan kasir menerima uang kas dan tidak mencatatnya sebagai penjualan. Masing-masing personal mempunyai tanggung jawab yang berbeda. menggunakan kas yang diterima untuk kepentingan pribadi. perusahaan dilakukan oleh 1 personal. Rekomendasi yang dapat diusulkan dari penulis adalah perusahaan sebaiknya melakukan pemisahan fungsi antara penerimaan kas dengan pencatatan dengan tujuan untuk mengantisipasi adanya kasus penundaan pencatatan penerimaan kas. Dan untuk mempersingkat prosedur pada penjualan kredit. dan tanggung jawab bagian kasir dibagi menjadi dua. Suatu fungsi tidak boleh diberikan tanggung jawab penuh untuk melakukan semua tahap suatu transaksi. yaitu kasir A bertanggung jawab atas penerimaan kas dan membuat laporan harian penerimaan kas setiap hari yang akan 78 . dan menutupi kecurangnya dengan cara mencatat penerimaan kas tersebut dari konsumen lain. Atau kasir menunda pencatatan penjualan.Kondisi ini terjadi karena perusahaan merasa dalam hal penerimaan kas dan pencatatan tidak perlu di pisahkan. Maka bagian kasir merangkap dua tugas yang seharusnya terpisah. 2. harus memiliki 2 staff bagian kasir. Penulis mengusulkan agar perusaahan merekrut karyawan baru yang akan ditempatkan pada bagian kasir. Pada umumnya perusahaan yang memiliki pengendalian internal yang baik. Pada PT. Akibatnya dengan tidak ada pemisahaan tugas ini. BESS Finance proses penerimaan kas dan penyetoran kas ke bank.

setelah itu bagian kasir akan menyerahkan bukti setoran tunai ke bagian Cash In sebagai dokumen pendukung untuk mempercepat pengecekan pada staff Cash In. Oleh karen itu. karena ada dua staff kasir yang dapat saling mengecek. Transaksi penjualan kredit pada PT. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penulis menemukan bahwa otorisasi yang sesuai dengan transaksi dan aktivitas telah berjalan dengan baik dan sesuai teori yang ada. dan kasir B bertanggung jawab menyetor uang sepenuhnya sesuai dengan laporan harian penerimaan kas ke bank. yaitu : 1. formulir dan dokumen merupakan media yang digunakan untuk merekam dan mencatat terjadinya transaksi. penggunaannya harus diawasi dengan otorisasi dengan jelas dan sesuai.diotorisasi oleh bagian Cash In. Evaluasi terhadap otorisasi yang sesuai dari transaksi dan aktivitas Otorisasi perlu dilakukan karena setiap transaksi harus disahkan dengan benar untuk mewujudkan pengendalian internal yang memadai. Catatan. Hal ini juga dapat memaksimalkan pengendalian internal pada penjualan dan penerimaan kas. Dengan ada dua staff kasir. Bess Finance. diharapkan kecurangan atau kesalahan dalam pembuatan laporan penjualan harian dengan uang yang disetor ke bank. Setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari manajer yang berwewenang. B. Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan. berdasarkan prosedur yang diberikan dapat diketahui proses penjualan berawal dari dealer menghubungi account officer untuk mengajukan PPSA (pemohonan 79 .

account officer tidak mencatat penjualan pada surat order. Evaluasi terhadap pengendalian fisik atas aset dan catatan Cara pengendalian internal yang baik dalam perlindungan aset dan catatan adalah dengan menyediakan perlindungan fisik. 3. 2. Sehingga account officer tidak perlu mencatat pada surat order dan diotorisasi. Terjadi piutang tidak diotorisasi oleh fungsi penagihan. Dari proses pengajuan dan persetujuan kredit ini. yang melakukan fungsi penagihan adalah teller dan collector. Pada PT. setelah itu account officer akan melakukan survei ke rumah konsumen. Proses persetujuan kredit ini dilakukan oleh fungsi kredit untuk mengurangi resiko tidak tertagihnya piutang maka perlu dilakukan analisa kredit yang di lakukan oleh komite kredit. dikarenakan PT. Bess Finance. perusahan tidak memiliki produk. Persetujuan pemberian kredit diberikan oleh fungsi kredit. yaitu sebagai berikut : 1. Teller dan Collector tidak berwewenang atas otorisai terjadi piutang. Dokumen-dokumen atau catatan-catatan pendukung dalam aktivitas penjualan kredit sudah disimpan dengan baik dan rapi oleh masing80 . C. Bess Finance hanya menyediakan dana jika pengajuan dan persetujuan kredit diterima. Pengendalian fisik atas aset dan catatan ini sudah diterapkan dalam perusahaan. Teller dan Collector melakukan penagihan atas piutang yang telah jatuh tempo sesuai dengan kwitansi yang diberikan bagian kasir.pembiayaan secara angsuran) dengan memberikan data-data konsumen.

penulis dapat menemukan beberapa hal terkait penerapan pemantauan perusahaan yang telah dilakukan dengan baik pada transaksi penjualan. 2. Dalam perusahaan terdapat satpam yang bertugas untuk menjaga keamanan perusahaan. Untuk menginput jurnal dan laporan lain. jika konsumen belum melampirkan data-data konsumen dengan lengkap. IV. Data blacklist hanya boleh diakses oleh komite kredit dan administrasi kredit untuk menganalisa kredit. 3. Dari hasil wawancara. alamat serta no. yang berwewenang hanya bagian akuntansi.5. Telpon yang bisa dihubungi berguna untuk mendata tamu yang datang keperusahaan. untuk tamu yang datang ke kantor di haruskan untuk menuliskan nama. Pemeriksaan kelengkapan dokumen. kecuali sudah membuat janji dengan staft di kantor. Bagi yang tidak berhak tidak diperbolehkan masuk ke dalam kantor. Contohnya pada tahap pengajuan kredit. Evaluasi Pemantauan Pemantauan merupakan suatu proses yang menilai kualitas kinerja pengendalian internal. piutang dan penerimaan kas : 1. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis pada perusahaan.masing bagian di dalam perusahaan yang bertanggung jawab atas dokumen dan catatan tersebut. dapat diketahui perusahaan telah melakukan pemeriksaan secara berkala atas kelengkapan dokumen. maka account officer akan meminta data 81 .2. Perusahaan telah membatasi data-data yang diakses.

Didalam buku pedoman dijelaskan dengan lengkap tentang langgaran dan sanksi yang diberikan jika karyawan melakukan pelanggaran.Skorsing Skorsing akan diberikan oleh atasan atau pimpinan yang berwewenang untuk pelanggaran yang bersifat merugikan perusahaan.lengkapnya. Contoh : pencurian uang kas. Perusahaan telah menetapkan sanksi atas pelanggaran. 82 . . dapat diketahui bahwa perusahaan telah menetapkan sanksi – sanksi yang berguna untuk mencegah dan menanggulangi pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh karyawan. Data tersebut yang akan digunakan melakukan analisa kredit. Surat teguran ini diberikan untuk pelanggaran yang bersifat berat. Contoh : karyawan yang telat masuk kerja akan diberi teguran.Surat teguran Surat teguran ini diberikan oleh atasan atau pimpinan yang berwewenang. Adapun peringatan atau langgaran atas kesalahan : . Contoh pemalsuan data konsumen. agar persetujuan kredit konsumen dapat diterima. Berdasarkan hasil wawancara.Teguran / peringatan lisan Teguran / peringatan lisan diberikan oleh atasan atau pimpinan yang berwewenang untuk kesalahan atau pelanggaran yang bersifat ringan atau umum. 2. .

83 . 3. Berdasarkan hasil wawancara. Manajemen melakukan evaluasi dan perbaikan atas kebijakan dan prosedur. Dan hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai pedoman untuk perbaikan kebijakan dan prosedur. dapat diketahui bahwa perusahaan secara berkala akan melakukan evaluasi terhadap fungsi yang berkaitan dalam transaksi penjualan untuk dapat mengetahui kinerja masing-masing divisi dan kinerja para karyawan.Dengan adanya sanksi-sanksi tersebut. perusahaan mengharapkan karyawan dapat bertindak dengan lebih profesional dan jujur dalam pekerjaannya.