LAPORAN HASIL PENELITIAN

PEMBUATAN TEMPE

Disusun Oleh:
Michele Yoselin
X IPA 1/18

SEKOLAH DIAN HARAPAN
TAHUN AJARAN 2013/2014

Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan laporan hasil penelitian pembuatan tempe
ini tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan laporan ini, banyak sekali tantangan dan hambatan, akan
tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu,
saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Terutama pada Ms. Devie dan Ms.
Bona yang telah membimbing saya agar dapat menyelesaikan makalah ini.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari
bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karena itu, segala kritikan dan saran
yang membangun akan saya terima dengan baik. Akhir kata, semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
Cikarang, 23 Februari 2014

Michele Yoselin

i

4 Lampiran…………………………………………………………………15 5..6 BAB III: BAHAN DAN METODE PERCOBAAN 3..5 Tabel pengamatan……………………………………………………….18 ii BAB I .……………....4 2.2 Pengamatan………………………………………………………………13 BAB V: KESIMPULAN 5.3 Tujuan Penelitian…………………….1 Rumusan Masalah……………………………………………………….ii BAB I: PENDAHULUAN 1.1 1.....2 Cara Kerja….…..…….….14 5.…………………………………….10 BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN 4.…….…………………………………...12 4....1 Alat dan Bahan……….…………………….2 Sumber Kedua……………………………………………………………..3 1.…3 BAB II: LANDASAN TEORI 2.4 Latar Belakang…………………………………………….15 5.3 Manfaat Penelitian………………………….……..2 Saran……………………………………………………………………..Daftar Isi Kata Pengantar……………………………………………………………...i Daftar Isi…………………………………………………………………..1 Hasil Pengamatan……………………………………………………….…………10 3..1Kesimpulan……………………………………………………………….3 Daftar Pusaka…………………………………………………………….………….2 1.……...……...1 Sumber Pertama………………………………………………………….…..…….15 5....…………………….

seperti Rhizopus oligosporus. tidak hanya di Indonesia. Rh. tetapi umumnya para peneliti menganggap bahwa Rhizopus sp merupakan jamur yang paling dominan. Fermentasi ini secara umum dikenal sebagai ragi tempe. Jamur yang tumbuh pada kedelai tersebut menghasilkan enzim-enzim yang mampu merombak senyawa organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga senyawa tersebut dengan cepat dapat dipergunakan oleh tubuh. oryzae. stolonifer (kapang roti). Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena galur-galur ragi tempe unggul dapat didaftarkan hak patennya sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang. Jepang. Meskipun merupakan makanan yang sederhana. sehingga membentuk padatan kompak berwarna putih. Rh. 1 Jamur Rhizopus oryzae merupakan jamur yang sering digunakan dalam pembuatan tempe (Soetrisno. atau Rh. Berbagai penelitian di sejumlah negara. Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia. atau memperbaiki kandungan gizi tempe. tetapi sekarang telah mendunia. 1996).PENDAHULUAN 1. arrhizus. Tekstur kompak juga disebabkan oleh miselia jamur yang menghubungkan biji-biji kedelai tersebut. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia. dan Amerika Serikat. Jamur Rhizopus oryzae aman dikonsumsi karena tidak menghasilkan toksin dan mampu menghasilkan asam laktat . Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Indonesia juga sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat.1 Latar Belakang Tempe adalah makanan yang populer di negara kita. tetapi tempe mempunyai atau mengandung sumber protein nabati yang cukup tinggi. Warna putih pada tempe disebabkan adanya miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kedelai. berkualitas. Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus. seperti Jerman. Banyak sekali jamur yang aktif selama fermentasi.

jumlah nutrien dalam bahan. Jamur ini akan mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana yang mudah dicerna karena adanya perubahan-perubahankimia pada protein.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat merumuskan : 1. akan dihasilkan antibiotika yang akan mencegah penyakit perut seperti diare.3 Tujuan Penelitian . Hasil fermentasi menyebabkan tekstur kedelai menjadi lebih lunak. pH tempe semakin meningkat sampai pH 8. Bagaimanakah proses pembuatan tempe? 1. Selain pH dan kadar air yang kurang sesuai untuk pertumbuhan jamur. Pada penelitian semakin lama waktu fermentasi. 2004). Jamur Rhizopus oryzae mempunyai kemampuan mengurai lemak kompleks menjadi trigliserida dan asam amino (Septiani. Rhizopus sp tumbuh baik pada kisaran pH 3. terurainya protein yang terkandung dalam kedelai menjadi lebih sederhana. sehinggajamur semakin menurun karena pH tinggi kurang sesuai untuk pertumbuhan jamur. Pada dasarnya proses pembuatan tempe merupakan proses penanaman mikroba jenis jamur Rhizopus sp pada media kedelai. 1992).(Purwoko dan Pamudyanti. 2 1. sehingga mempunyai daya cerna lebih baik dibandingkan produk pangan dari kedelai yang tidak melalui proses fermentasi. 2004). juga dibutuhkan oleh jamur. Selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe. Secara umum jamur juga membutuhkan air untuk pertumbuhannya. Selain itu jamur Rhizopus oryzae mampu menghasilkan protease (Margiono.4-6. dan karbohidrat. Bagaimanakah peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe? 2. sehingga terjadi proses fermentasi kedelai oleh ragi tersebut. tetapi kebutuhan air jamur lebih sedikit dibandingkan dengan bakteri.4. lemak. Menurut Sorenson dan Hesseltine (1986). Tempe terbuat dari kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus sp.

baik secara teoritis maupun praktis. Mikroba fermentasi . Pengertian Fermentasi Fermentasi bahan pangan adalah hasil kegiatan dari beberapa spesies mikroba seperti bakteri. 3 BAB II LANDASAN TEORI 2. Secara praktis.Adapun tujuan penulisan yang menjadi acuan penulis untuk membuat laporan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1. khamir dan kapang. Mengetahui bagaimana proses pembuatan tempe. Mikroba yang melakukan fermentasi dengan memberikan hasil yang dikehendaki dapat dibedakan dari mikrobamikroba penyebab penyakit dan penyebab kerusakan. Mengetahui bagaimana peranan dari mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe.4 Manfaat Penelitian Hasil penulisan laporaan hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat. 1. hasil penulisan makalah ini diharapkan juga dapat bermanfaat sebagai berikut : 1) Menjadi bahan masukan berbagai pihak dalam menganalisis peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe 2) Menjadi sumber acuan bagi masyarakat atau siapapun yang hendak melakukan penulisaan makalah dan ada kaitannya dengan pengaruh peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe serta bagaimana proses pembuatan tempe. Secara teoritis. 2.1 Sumber Pertama A. diharapkan dapat hasil penulisan laporan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi teori bagi penulisan laporan hasil penelitian yang lain yang sejenis dengan judul laporan hasil penelitian ini.

B. ditaruh dalam panci yang dangkal dan diinkubasikan pada suhu 300C selama 20 . Kadang-kadang tidak digunakan kultur murni untuk fermentasi sebagai laru (starter). khamir menghasilkan alkohol.mendatangkan hasil akhir yang dikehendaki. Hasilnya adalah tempe yang berwarna coklat dan kering. 1989). Dalam waktu itu kedelai terbungkus sempurna oleh mycelia putih dari jamur. Misalnya pada pembuatan tempe atau oncom digunakan hancuran tempe dan oncom yang sudah jadi. 1992). seperti kecap. diinokulasikan dengan spora Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae.24 jam. . Jenis kapang yang banyak memegang peranan penting dalam fermentasi bahan makanan tersebut adalah Aspergillus. 4 Pembuatan tempe dilakukan sebagai berikut : kedelai kering dicuci. Cara penyajiannya adalah tempe dipotong-potong. Sekarang tempe siap untuk dikosumsi. Dapat juga dimakan dalam bentuk mempunyai kuah atau dengan kecap (Wirakartakusumah. Rhizopus dan Penicillium Tempe adalah sumber protein yang terbuat dari kedelai. miso. Sesudah itu didinginkan. misalnya bakteri akan menghasilkan asam laktat. direndam sebentar dalam garam lalu digoreng dengan minyak nabati. Kedelai lalu dimasak selama 30 menit. tempe dan lain-lainnya. Kultur ini dapat disimpan dalam keadaan kering atau dibekukan. Mikroorganisme pada Fermentasi Jenis kapang digunakan dalam khususnya bagi beberapa jenis kayu dan fermentasi bahan pangan khususnya di Asia. direndam semalam pada suhu 250C esok paginya kulit dikeluarkan dan air rendam dibuang. kapang menghasilkan tempe (Muchtadi. dkk. Fermentasi biasanya dilakukan dengan menggunakan kultur murni yang dihasilkan di laboratorium. misalnya kultur murni dari bakteri asam laktat untuk membuat keju.

sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat. Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Fermentasi Tempe Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Persamaan Reaksi Kimia: C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol). Secara singkat. akan tetapi. 5 Dijabarkan sebagai: Gula (glukosa. 2. atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP) Jalur biokimia yang terjadi. terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis.2 Sumber Kedua . Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan. fruktosa. fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik. Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi. melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). D. dan digunakan pada produksi makanan. glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana .C. Secara umum.

Reproduksi secara seksual dilakukan dengan fusi hifa (+) dan hifa (-) membentuk progamentangium. Di dalamsporangium kecambah setelah meiosis akan terbentuk spora (+) dan spora (-) yang masing-masing akan tumbuh menjadi hifa (+) . Hasil peleburan plasma akan membentuk cigit yang kemudian tumbuh menjadi zigospora. semakin lama waktu fermentasi. yaitu hifa yang terletak di antara dua kumpulan sporangiofor (tangkai sporangium). menguraikan senyawa organik. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membentuk sporangium yang di dalamnya terdapat sporangiospora. oryzae adalah hifa tidak bersekat (senositik). pH tempe semakin meningkat sampai pH 8. oryzae terdapat stolon. Selain pH dan kadar air. Progamentangium akan membentuk gametangium. Zigospora yang telah tumbuh akan melakukan penyatuan inti yang disebut kariogami dan akhirnya berkembang menjadi sporangium kecambah. Jamur ini aman dikonsumsi karena tidak menghasilkan toksin dan mampu menghasilkan asam laktat. Jamur juga membutuhkan air untuk pertumbuhannya. 6 Pada R. Rhizopus oryzae tumbuh baik pada kisaran pH 3. Jamur pada tempe Rhizopus oryzae merupakan jamur yang sering digunakan dalam pembuatan tempe.4-6. sehingga jamur semakin menurun karena pH tinggi kurang sesuai untuk pertumbuhan jamur. Menurut Sorenson dan Hesseltine (1986). tetapi kebutuhan air untuk jamur lebih sedikit dibandingkan dengan bakteri. hidup sebagai saprotrof. jumlah nutrien dalam bahan juga dibutuhkan oleh jamur. akan terjadi penyatuan plasma yang disebut plasmogami. Pada penelitian. Selain itu juga mampu menghasilkan protease.4.E. mempunyai kemampuan mengurai lemak kompleks menjadi trigliserida dan asam amino. Ciri-ciri R. Setelah terbentuk gamentangium.

7 atau Rh. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”. Siklus hidup Rhizopus oryzae yaitu koloni berwarna putih berangsur-angsur menjadi abu-abu. Berdasarkan asam laktat yang dihasilkan Rhizopus oryzae termasuk mikroba heterofermentatif. Rh. Jamur yang tumbuh pada kedelai tersebut menghasilkan enzim-enzim yang mampu merombak senyawa . Warna putih pada tempe disebabkan adanya miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kedelai. oval atau berbentuk elips atau silinder. arrhizus. stolonifer (kapang roti). Rh. Terdapat sporangia globus atau sub globus dengan dinding berspinulosa (duriduri pendek). Banyak sekali jamur yang aktif selama fermentasi. stolon halus atau sedikit kasar dan tidak berwarna hingga kuning kecoklatan. sehingga membentuk padatan kompak berwarna putih. baik tunggal atau dalam kelompok (hingga 5 sporangiofora). Tekstur kompak juga disebabkan oleh mise1ia jamur yang menghubungkan biji-biji kedelai tersebut. oryzae.dan hifa (-). minimal 5-70C dan maksimal 440C. yang berwarna coklat gelap sampai hitam bila telah masak. tetapi umumnya para peneliti menganggap bahwa Rhizopus sp merupakanjamur yang paling dominan. Rhizopus oryzae memiliki spora bulat. Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus. Kolumela oval hingga bulat dengan dinding halus atau sedikit kasar. seperti Rhizopus oligosporus. rhizoid tumbuh berlawanan dan terletak pada posisi yang sama dengan sporangiofora. Sporangiofora tumbuh dari stolon dan mengarah ke udara. Suhu optimal untuk pertumbuhan jamur ini adalah 350C.

dan pemeraman. yaitu sebagai sumber protein nabati yang memiliki nilai cerna amat tinggi. yang meliputi: penyortiran. waktu. 8 Adanya bakteri Micrococcus sp. pH. Selain itu faktor lingkungan juga mempengaruhi pertumbuhan bakteri antara lain. gram positif. Perubahan terjadi atas kadar protein terlarut dan kadar asam amino bebas. air. . pengupasan kulit. berpasangan tetrad atau kelompok kecil. aerob dan tidak berspora. Bakteri ini menghasilkan senyawa isoflavon (sebagai antioksidan). peragian. perendaman kedelai. bisa tumbuh baik pada medium nutrien agar pada suhu 30°C dibawah kondisi aerob. suhu. Bakteri Micrococcus sp. Kandungan protein yang dinyatakan sebagai kadar total nitrogen memang tidak berubah selama fermentasi. Rhizopus oligosporus menghasilkan enzim-enzim protease.organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga senyawa tersebut dengan cepat dapat dipergunakan oleh tubuh. penirisan. perebusan kedelai. suplai makanan dan ketersediaan oksigen. Perombakan senyawa kompleks protein menjadi senyawa-senyawa lebih sederhana adalah penting dalam fermentasi tempe. pembungkusan. pada proses fermentasi tempe tidak terlepas dari tahapan pembuatan tempe. pencucian biji kedelai diruang preparasi. pada tahap fermentasi tempe ditemukan adanya bakteri Micrococcus sp. Berdasarkan suatu penelitian. dan merupakan salah satu faktor utama penentu kualitas tempe. adalah bakteri berbentuk kokus.

1 Alat dan Bahan a) Kompor. dan tampah b) Sendok pengaduk dan sendok c) Kantong plastik atau daun pisang d) Serbet e) Kacang kedelai 1kg f) Ragi tempe satu dendok teh . panci.9 BAB III BAHAN DAN METODE PERCOBAAN 3.

13) Setelah dua hari tempe siap dikonsumsi. Rebus kedelai sekitar satu jam agar kulitnya cukup mudah untuk di kelupas. Perhatian: tangan pengaduk harus bersih.3. Selain kantong plastik. semua alat proses pembuatan tempe harus bersih 2) Cuci kedelai hingga bersih. rendam satu malam (12-24 jam). . Cuci kembali kedelai sampai bersih. buka kain serbet. Tempe yang sudah jadi masih mengalami poses fermentasi sehingga jangan ditutup rapat karena tempe dapat membusuk. tiriskan kedelai dan letakkan di tampah hingga dingin dan kering. tutupi dengan serbet. kemudian dilipat. Setelah satu hari diperam. 8) Siapkan kantong plastik yang telah dilubangi kecil-kecil dengan tusuk gigi yang bersih. dapat menggunakan daun pisang. Kedelai yang 3) 4) 5) 6) terapung menandakan bahwa kedelai tersebut tidak berkualitas baik. Rebus kembali dengan air rendaman selama sekitar satu jam. 9) Isi kantong plastik itu dengan kedelai sekitar tiga perempat bagian. 10) Letakkan bungkusan-bungkusan kedelai di tampah. Buang kedelai yang terapung.2 Cara Kerja 1) Sebelum digunakan. 7) Bubuhi satu sendok teh ragi tempe pada kedelai dan aduk hingga rata. Kupas kulit kedelai dengan cara mengaduk-ngaduknya dalam ember. 10 11) Letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung (temperature ruangan adalah 26 ° – 30 °) 12) Peram/diamkan selama dua hari.

00 WIB) Kacang kedelai direbus selama satu malam. Pengamatan IV (Rabu.11 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.30 WIB) Memasukan ragi pada kacang kedelai dan mengisi kantong plastik dengan kacang kedelai. 11 Februari 2014/Pukul 16. 12 Februari 2014/Pukul 17. Pengamatan III (Selasa. 8 Februari 2014/Pukul 17. Pengamatan II (Senin. 10 Februari 2014/Pukul 17.30 WIB) Kedelai yang terbungkus masih dalam keadaan mengembun.00 WIB) .1 Hasil Pengamatan Pengamatan yang dilakukan pratikan pada dua hari berturut-turut setelah pengolahan kedelai hingga menjadi tempe adalah sebagai berikut: - - Pengamatan I (Sabtu.

00 WIB) Jamur sudah merata dan tempe yang dihasilkan lebih lembek dan lebih baik dari percobaan pertama.2 Pembahasan Pada pengamatan I mengikuti prosedur awal untuk membuat tempe dari kacang kedelai.00 WIB) Mengulang dari langkah awal. Pada pengamatan IV masih ada biji kedelai yang terlihat akan tetapi keadaan kedelai telah terbungkus sempurna oleh mycelia putih dari jamur. 12 4. menunggu rendaman selama satu malam. seperti merebus kacang kedelai agar kulitnya mudah terkelupas dan merendamnya selama satu malam.Jamur merata. . memasukkan ragi pada kacang kedelai dan mangisi kantong plasik yang sudah dilubangi dengan kacang kedelai. sehingga memutuskan untuk membuatnya ulang. Tempe sudah jadi. Pengamatan VI (Minggu 23 Februari 2014/Pukul 18. Pengamatan V (Sabtu 22 Februari 2014/Pukul 18. Pada pengamatan III keadaan bungkus kedelai dipenuhi uap air akibat panas yang masih ditimbulkan oleh proses fermentasi dan mycelia putih dari jamur belum merata (masih terlihat padatan/biji kedelai). Pada pengamatan II setelah di rendam satu malam. tekstur rata dan bau tempe. namun terlalu keras karena kami merebus kedelai kurang dari satu jam. sehingga kami - memutuskan untuk membuatnya ulang. Namun tempe yang kami hasilkan tergolong keras karena tidak direbus selama 1 jam. karena padatan kedelai menempel pada pembungkusnya maka padatan kedelai tersebut terlihat membentuk tekstur yang rata sesuai bentuk pembungkusnya dan pastinya tercium bau yang khas dari bungkusan kedelai tersebut yaitu bau tempe.00 WIB) Memasukan ragi dan memasukan kedelai pada kantong plastik Pengamatan VII (Senin 24 Februari 2014/Pukul 17.

lemak.1 Kesimpulan Pada dasarnya proses pembuatan tempe merupakan proses penanaman mikroba jenis jamur Rhizopus sp pada media kedelai. dan karbohidrat. Tempe terbuat dari kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus sp. terurainya protein yang terkandung dalam kedelai menjadi lebih sederhana. sehingga mempunyai daya cerna lebih baik dibandingkan produk pangan dari kedelai yang tidak melalui proses fermentasi. Pada pengamatan VII kacang kedelai sudah terbungkus sempurna dengan mycelia putih dari jamur dan membentuk tekstur yang rata dan tercium bau tempe yang khas. Hasil fermentasi menyebabkan tekstur kedelai menjadi lebih lunak. 13 BAB V KESIMPULAN 5. Selama proses . Tempe yang dihasilkanpun lebih lembek dan lebih baik dari sebelumnya. sehingga terjadi proses fermentasi kedelai oleh ragi tersebut.Pada pengamatan V dan VI mengulang pembuatan tempe seperti pada pengamatan I dan II. Jamur ini akan mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana yang mudah dicerna karena adanya perubahanperubahankimia pada protein.

3 Daftar Pustaka   http://faishalibnu.blogspot. akan dihasilkan antibiotika yang akan mencegah penyakit perut seperti diare. 5. agar hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dalam melakukan percobaan sebaiknya tetap dalam pengawasan guru pembimbing.4 Lampiran .2 Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan dan penelitian melakukan secara serius dan cermat serta selalu mempertimbangkan dari kebersihannya.com/2012/04/laporan-hasil-penelitian-  pembuatan_05. Kemudian tempe di bungkus dengan plastik selofan dan di bekukan pada suhu 40 derajat Celcius sekitar 6 jam.blogspot. Proses membekukan tempu untuk ekspor sbb : mula-mula tempe di iris-iris setebal 2 – 3 cm dan di blanching direndam dalam air mendidih selama lima menit untuk mengaktifkan kapang dan enzim. 14 5. Setelah beku disimpan pada suhu beku sekitar 20 derajat celcius selama 100 hari tanpa mengalami perubahan sifat penampak warna. bau dan rasa.html Esis: Biology for Senior High School Grade X English Edition 5. tempe yang misalnya akan menjadi produk ekspor dapat di bekukan dan dikirim ke luar negeri di dalam peti kemas pendingin.fermentasi kedelai menjadi tempe.com/2013/03/laporan-pembuatan-tempe. Untuk tahan lama.html http://rheskyemhordiank.

Mencuci kedelai Merebus kedelai selama 1 jam 15 Mengupas kulit kedelai malam Kulit yang terkelupas Rendam kedelai satu .

Kembali merebus kedelai Menunggu kedelai yang direbus agar lebih dingin Memberi ragi tempe Menyiapkan kantong plastik yang dilubangi 16 Mengisi ¾ kantong plastik dengan kedelai Menutup kedelai dengan serbet .

Kedelai tertutup dengan serbet selama 2 hari Kedelai sudah berfermentasi menjadi tempe dengan peranan jamur Rhizopus Oryzae 17 5.5 Tabel pengamatan Pengamatan hari ke-0 Jamur Belum ada Kekompakkan - Pengamatan hari ke-1 Tekstur Lembek Bau Netral Warna Kuning .

Jamur Belum ada Kekompakkan - Tekstur Lembek Bau Netral Warna Kuning Tekstur Padat Bau Bau Tempe Warna Putih Tekstur Padat Bau Bau Tempe Warna Putih Pengamatan hari ke-2 Jamur Ada Kekompakkan ++ Pengamatan hari ke-3 Jamur Ada Kekompakkan +++ Keterangan : +++ : Sangat kompak ++ : Kompak + : Agak kompak - : Tidak kompak 18 .