You are on page 1of 3

Terkadang yang dibutuhkan hanya kesabaran, krn Tuhan telah menyiapkan sesuatu yg indah

untukmu di Waktu yg tepat.


Tetap menjadi diri sendiri dalam dunia yang tak henti berusaha untuk membuatmu berubah adalah
prestasi terbesar dirimu.
Jangan membenci dirimu jika kenyataan tak seperti yang kamu inginkan. Nikmati apa adanya dirimu.
Banggalah pada dirimu sendiri.
Terkadang, kepedihan harus dilalui sebelum tercapainya kebahagiaan. Tersenyumlah ketika bersedih,
karena akan ada kebahagiaan setelah itu.
Kebahagiaan dan kesedihan adalah nikmat Tuhan yang wajib disyukuri. Belajarlah untuk menikmati
dan mensyukuri segala yang Tuhan beri.
Kamu tak akan pernah tahu kapan kebahagiaan akan datang. Untuk itu, ketika kebahagiaan
menghampiri, jangan lupa untuk berbagi.
Berbagi setiap kebaikan yang dimiliki adalah cara termudah untuk disayangi, oleh sesama manusia
pun oleh Tuhan yang Maha Penyayang.
Hidup ini bukan hanya tentang kebahagiaanmu sendiri, namun tentang berbagi kebahagiaanmu
bersama orang lain.
Lihat ke atas untuk belajar menjadi lebih baik. Lihat ke bawah untuk belajar mengucap syukur.
Jangan hitung brp kali org menyakiti & meninggalkanmu. Hitung brp kali kau menyakiti Tuhan & Ia
tdk pernah meninggalkanmu.
Selama kamu punya kenangan, masa lalu tak akan mampu kamu lupakan. Namun selama kamu
punya teman, saat ini pasti menyenangkan.
Setiap kesakitan adalah pengalaman. Rasakan dan pelajari, karena itu adalah rahasia untuk
menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Senyumlah, tinggalkan sedihmu. Bahagialah, lupakan takutmu. Sakit yang kamu rasakan, tak setara
dengan bahagia yang akan kamu dapatkan.

Tuhan memberimu banyak jalan agar kamu melangkah. Langkahkan kakimu, dan percayalah
bahwa Tuhan akan membimbingmu ke jalan yang benar.
Relakan jika memang harus berakhir. Karena akhir sebuah kisah adalah pertanda bahwa
akan ada kisah yang baru.
Terkadang, kamu harus rela melepaskan yang telah dimiliki demi memiliki sesatu yang baru.
Apapun impianmu, yakini saja bahwa kamu bisa mewujudkannya. Keraguan hanya akan
melemahkanmu.
Jangan mencari yg sempurna tuk dicinta, yg kamu butuh hanya dia yg mau temanimu melalui
segalanya, tanpa pernah menyerah
Tak perlu iri dengan kelebihan orang lain, karena setiap kita memiliki kelebihan. Iri hanyalah milik
mereka yg tak menghargai kelebihannya.
Kebahagiaan bukan milik mereka yg hidup dalam kemewahan, tapi juga milik mereka yg hidup dalam
kesederhanaan tapi tak lupa berucap syukur.
Keberhasilan diperoleh dari kesungguhan niat, kegigihan berupaya, dan kesabaran berdoa.

Apa Sich Galau Itu?


Kata galau saat ini sedang populer, namun apa sich galau itu? Setelah saya telusuri ada dua makna galau.
Makna ini tidak berdasarkan kamus atau referensi, namun apda kelaziman saat seseorang menggunakan istilah
galau. Yang pertama, saat orang mengatakan galau, saat dia sedang dalam kondisi membingungkan atau tidak
menentu. Yang kedua, ada juga yang mengatakan galau saat sedang gundah (emosi sedih, gelisah, bimbang).
Pada prakteknya, kedua hal tersebut biasa menyatu. Kebingungan bisa menyebabkan perasaan gundah.

Apa Penyebab Galau?


Jika kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi dunia remaja, salah satu yang menjadikan seseorang
galau saat diputusin pacar. Atau hal-hal lain yang membuat dia kecewa, kemudian dia menjadi bingung,
kemudian dia menjadi galau.
Namun tahukah Anda, bahwa peristiwa yang mengecewakan bukanlah penyebab galau. Itu hanya pemicu.
Sebenarnya penyebab galau itu adalah lebay terhadap urusan-urusan sepele dan dia melupakan urusan yang
lebih besar. Dia tidak punya (atau melupakan) orientasi hidup yang jelas. Inilah yang menyebabkan dia
menjadi mudah galau. Sedikit-sedikit galau.
Apakah diputusin pacar itu masalah kecil?
Ya, bahkan saya mengatakan bukan masalah sama sekali. Anda tidak perlu diputusin pacar karena Anda tidak
perlu pacaran. Tidak ada perintah pacaran dalam Islam. Justru, larangan mendekati zinah jelas ada. Lalu
kenapa harus galau karena hanya diputusin pacar?
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu
jalan yang buruk. (QS. Al Israa:32)
Penyatuan antara laki-laki dan perempuan yang syah dalam Islam hanya pernikahan. Khitbah (lamaran) juga
belum syah. Apalagi hanya sekedar pacaran. Jika penyebab galau itu dari pacaran, berhentilah pacaran,
fokuskan pada aktivitas bermanfaat dunia akhirat. Galau itu akan hilang dengan sendirinya.

Bahaya Galau Jika Dibiarkan?


Apakah galau itu bahaya? Ya, ada efek negatif jika galau terus dibiarkan atau hidup penuh dengan kegalauan.

Hidup Ini Singkat


Hidup ini singkat, mengapa harus diisi dengan kegalauan? Waktu tidak akan pernah kembali meski sedetik
pun. Sungguh sayang, jika kita habiskan hanya untuk bergalau ria. Merenung, sedih, gelisah tanpa mengisi
hidup ini dengan hal yang berarti. Apa jadinya jika hidup hanya disini dengan melamun, dengan meratapi
kesedihan, dan dengan kebingungan.

Bukahkah Allah Subhaanahu wa taala memerintahkan kita mempersiapkan diri untuk hari esok?
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa
yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr:18)
Kecuali galau itu sebuah amal shaleh, maka jika hidup dihabiskan untuk galau, kita akan menjadi manusia
merugi.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya
menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr).
Jadi jangan isi hidup dengan banyak kegalauan. Ada hal besar yang harus kita persiapkan demi masa depan

kita. Demi hari esok, semua di akhirat kita. Galau itu tiada artinya.

Jangan Biarkan Energi Terkikis


Galau itu adalah emosi negatif. Salah satu karakter emosi negatif juga selalu mengikis energi kita. Padahal
banyak pekerjaan penting yang harus kita jalani. Belajar bagi pelajar, bekerja bagi pekerja, dan berbisnis bagi
pebisnis dan juga beribadah, dakwah, dan jihad. Semuanya membutuhkan energi besar. Jika energi sudah
terkikis oleh energi negatif, maka energi untuk hal positif menjadi berkurang dan tidak akan memberikan hasil
yang optimal.
Anda tidak akan meraih prestasi yang hebat jika waktu Anda banyak digunakan untuk galau.

Galau Itu Wajar, Asal Tidak Lebay


Perasaan galau memang wajar menghinggapi manusia. Setiap orang, mungkin dalam suatu waktu menghadapi
kebingungannya yang menyebabkan galau. Itu wajar. Yang tidak wajar saat kita lebay: berlama-lama dan
melebih-lebihkan kegalauan kita. Silahkan baca artikel lainnya: Laa Tusrifuu, Jangan Lebay!
Saat ini (jika Anda membaca artikel ini) sudah sadar bahwa berlama-lama galau itu tidak baik. Untuk itu, saat
kita dihinggapi galau, cepatlah diatasi. Bisa koq, jika Anda mau. Caranya:

Miliki Orientasi Hidup


Silahkan baca artikel Motivasi Hidup Sejati supaya Anda mengetahui motivasi hidup sejati. Bukan sekedar
pasangan, bukan sekedar harta, bukan sekedar jabatan. Saat motivasi hidup sejati terpatri dalam diri kita, kita
tidak akan disibukan dengan hal-hal sepele, kita tidak akan berbetah-betah dengan galau. Anda akan cepat
bangkit kembali.
Tujuan hidup kita sudah jelas, untuk kehidupan di akhirat. Lalu bagaimana dengan tujuan Anda di dunia?
Maka buatlah tujuan jangka pendek Anda. Saat Anda memiliki tujuan besar dan tujuan yang menggairahkan,
sekali lagi Anda tidak akan betah dengan galau.