You are on page 1of 15

KERANGKA ACUAN KERJA

(KAK)

1. Latar Belakang
Pengawasan pelaksanaan pekerjaan
konstuksi jalan dan jembatan merupakan lah yang cukup
penting untuk dilaksanakan guna memperoleh hasil optimal
dari design yang telah ditetapkan.
Sebagaimana diketahui bahwa tuntutan dari pengguna jalan
dan jembatan adalah terutama berkaitan dengan kekuatan,
kelancaran dan ketersediaan jalan dan jembatan. Ketiga
aspek tersebut pada akhirnya dapat direfleksikan terhadap
biaya perjalanan yang murah.
Secara teknik untuk memenuhi tuntutan masyarakat
pengguna jalan dan jembatan tersebut, maka kualitas
pekerjaan harus memenuhi persyaratan kondisi fungsional
dan struktural.
Persyaratan kondisi fungsional menyangkut kelancaran dan
ketersediaan jalan dan jembatan, sedangkan persyaratan
kondisi struktural menyangkut kemampuan (dinyatakan
dalam satuan waktu) dalam mempertahankan kondisi
fungsionalnya pada tingkat yang layak.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan dalam pembangunan fisik
jalann dan jembatan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten
Klaten dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten
Klaten melalui satuan kerja non vertikal untuk pengawasan
teknik jalan dan jembatan dengan menggunakan jasa
konsultan.
Dalam melaksanakan pengawasan pekerjaan konstruksi
jalan dan jembatan konsultan supervisi terikat pada metode
dan standar yang berlaku dalam lingkungan Dinas
Pekerjaan Umum Kabupaten Klaten.
2. Maksud dan Tujuan
Maksud :
Maksud dari kegiatan ini adalah melaksanakan pengawasan
teknik jalan dan jembatan sesuai dengan standarisasi yang
berlaku, antara lain dengan menetapkan strategi dan
metode
pelaksanaan
yang
mencakup
rekayasa
pelaksanaan pengawasan.
Tujuan :
Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan dukungan
pengawasan teknik jalan dan jembatan terhadap pekerjaan
kegiatan tahun 2012, sehingga mendapatkan suatu hasil
konstruksi yang memenuhi spesifikasi dengan batasan
waktu, biaya dan mutu yang dapat dipertanggung jawabkan.

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 1

3. Sasaran
Terlaksananya pengawasan teknik jalan dan
jembatan sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan
konsturksi memperoleh hasil yang dicapai sesuai dengan
standar perencanaan dari segi kualitas, volume maupun
waktu, serta tersusunnya laporan-laporan hasil pengawas.
4. Lokasi Kegiatan
Kegiatan pengawasan teknik jalan dan
jembatan tersebar di Wilayah Kabupaten Klaten.
5. Sumber Pendanaan
Kegiatan ini dibiayai dari sumber
pendanaan :
APBD KABUPATEN KLATEN
TAHUN ANGGARAN 2012
6. Nama dan
Proyek/Satuan
Kerja KUASA
PENGGUNA
ANGGARAN

Nama KUASA PENGGUNA ANGGARAN :

Ir. HADI NUGRAHA, MT


Proyek/Satuan Kerja :
DINAS PEKERJAAN UMUM
KABUPATEN KLATEN
7. Data Dasar
Keputusan Bupati Klaten Nomor
620/426/Kpts/Per-UU/2011 tentang Penetapan Ruas-ruas
Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten.

terdahulu
9. Refrensi Hukum

8. Studi-Studi
Hasil-hasil evaluasi pelaksanaan program
penanganan jalan
dan jembatan tahun-tahun sebelumnya.

Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 1990 tentang Jasa


Konstruksi
Undang-undang RI Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang
Perubahan ke dua Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
2010
Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2012 Tentang
Perubahan Ke empat Peraturan Presiden Nomor 54
Tahun 2010
Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang
Jalan

10. Lingkup Kegiatan Lingkup pekerjaan yang termasuk dalam


kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang
dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konstruksi agar
sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi serta
prosedur yang telah ditentukan dalam dokumen kontrak;

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 2

2. Mengukur kuantitas pekerjaan dan pengesahan


pembayaran bulanan serta pembayaran akhir kepada
Penyedia Jasa Konstrusi;
3. Memeriksa dan menganalisa hasil pengujian bahanbahan yang digunakan serta mutu kegiatan;
4. Menjamin bahwa konstuksi tersebut telah memenuhi
syarat;
5. Memberikan rekomendasi dan justifikasi teknis
mengenai perubahan pekerjaan dan tuntutan (claims)
6. Faktor-faktor lain yang terkait yang diperlukan atau
diminta. Misalnya : tinjauan kembali desain, pembuatan
dan/atau pemeriksaan gambar terlaksana.
A. PELAKSANAAN
Proses kegiatan pengawasan dimulai dari mobilisasi personil hingga demobilisasi
personil dengan uraian singkat pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

Dimulai sejak keluarnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), penyedia jasa
segera menyiapkan personil yang akan dimobilisasi;
Dalam melaksanakan kegiatannya, konsultan pengawas membantu Dinas
Pekerjaan Umum dalam hal ini KPA/PPK Jasa Pelaksanaan Konstruksi Fisik
pada bidang pembangunan dan rehabilitasi untuk pengawasan pekerjaan
konstruksi;
Konsultan pengawas mulai melaksanakan kegiatan pengawas fisik dilapangan
mengacu pada waktu pelaksanaan kontrak jasa konsultansi dan berakhir sesuai
dengan berakhirnya waktu pelaksanaan kontrak fisik pada paket konsultan
pengawasan;
Demobilisasi konsultan pengawas sesuai dengan berakhirnya waktu
pelaksanaan kontrak konstruksi fisik pada paket konsultan pengawasan;
Laporan akhir merupakan laporan yang dibuat oleh konsultan pengawas pada
masa akhir kontrak konsultan, selain itu diserahkan pula As Built Drawing;
KPA Konsultan Pengawasan pada Bidang Pengendalian dan Pengawasan
memberikan data penunjang kegiatan fisik yang dibutuhkan oleh penyedia jasa
konsultansi untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sebagaimana ditetapkan;
Lingkup kewenangan penyedia
Kewenangan anggota penyedia jasa adalah ketentuan yang mengatur mengenai
apabila penyedia jasa adalah sebuah joint venture yang beranggotakan lebih
dari satu penyedia jasa, anggota joint venture tersebut memberi kuasa kepada
salah satu anggota joint venture untuk bertindak dan mewakili hak-hak dan
kewajiban anggota penyedia jasa lainnya terhadap KPA.

B. STANDAR TEKNIK

Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, penyedia jasa mengendalikan


pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar dapat diselesaikan sesuai dengan
desain, persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam dokumen
kontrak, terutama berhubungan dengan kewajiban dan tugas kontraktor;
Menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan Contract Change Order / Review
Desaign dan Adendum sehingga perubahan-perubahan kontak yang diperlukan
dapat dibuat secara optimum dengan dengan mempertimbangkan semua aspek
yang ada bersama Penyedia Jasa Konstruksi dalam bentuk draft justifikasi;

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 3

Melaksanakan pengumpulan data lapangan yang diperlukan secara terperinci


untuk mendukung peninjauan desain (Review Design), menyusun perhitungan
desain, membuat desain serta menyiapkan semua perintah-perintah ke
Kontraktor sehingga percobaan desain tersebut dapat dilaksanakan;
Melaksanakan pemeriksaan bersama penyedia jasa konstruksi secara cermat
semua pengukuran dan perhitungan volume pekerjaan yang akan dipakai
sebagai dasar pembayaran dan dasar pengendalian terhadap proses kegiatan,
sehingga semua pengukuran pekerjaan perhitungan volume dan pembayaran
didasarkan kepada pembayaran ketentuan yang tercantum dalam dokumen
kontrak;
Melaporkan semua masalah sehubungan dengan pelaksanakan pekerjaan
termasuk keterlambatan pencapaian target fisik, serta usaha-usaha
penanggulangan dan tindakan yang diperlukan kepada PPK Jasa Pelaksanaan
Konsturksi Fisik dan PPK Jasa Konsultansi Pengawasan;
Melakukan monitoring dan pemerikasaan secara teru menerus sehubungan
dengan pengendalian mutu dan volume pekerjaan, serta mendatangani Monthly
Certificate (MC) apabila mutu dan pelaksanaan pekerjaan telah memenuhi
semua ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan. Konsultan harus
memberitahukan secara tertulis kepada kontraktor atas adanya penyimpanganpenyimpangan dari ketentuan dan persyaratan baik mutu dan volume bahan
maupun pekerjaan, surat pemberitahuan tersebut harus disampaikan kepada
Pemegang Kegiatan dan diarsipkan secara baik;
Melakukan pemeriksaan dan persetujuan atas gambar terlaksana (As Built
Drawing) yang menggambarkan secara terperinci setiap bagian pekerjaan yang
telah dilaksanakan oleh kontraktor.

C. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN JASA KONSULTANSI


Waktu pelaksanaan jasa konsultansi Paket IV Teknik Jalan dan Jembatan ini
dilakukan dalam 7 (Tujuh) bulan.
D. TENAGA AHLI
Posisi dan jumlah tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan ini adalah sebagai
berikut :
a. Site Engineer

: 1 (satu) orang

b. Quantity Engineer : 1 (satu) orang


c. Quality Engineer

: 1 (satu) orang

d. Chief Inspector

: 4 (empat) orang

Semua Tenaga Ahli yang diusulkan diutamakan yang telah tercantum namanya
dalam Dokumen Kualifikasi, kecuali untuk Tenaga Teknisi. Untuk melaksanakan
pekerjaan ini, tenaga ahli yang diperlukan harus memiliki Sertifikan Keahlian (SKA)
sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan dan bekerja secara penuh serta
memepunyai kualifikasi sebagai berikut :
a. Site Engineer

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 4

Seorang Sarjana Teknik Strata-1 (S1) Jurusan Teknik Sipil lulusan


universitas/peguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
yang telah diakreditasi dengan pengalaman bekerja minimal 10 (sepuluh) tahun
dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sebagai Site Engineer di
bidang Pengawasan Jalan minimal 5 (lima) tahun, serta memiliki sertifikat
keahlian dengan kualifikasi Ahli Madya Teknik Jalan.
Tugas, kewajiban dan tanggung jawab Site Engineer meliputi :
1) Menjamin bahwa semua isi dan kerangka acuan tigas ini akan dipenuhi
dengan baik sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan;
2) Bertanggung jawab pada pengendalian setiap kegiatan yang berhubungan
dengan aspek desain, aspek kualitas, pengukuran volume bahan dan waktu
sebagai dasar pembayaran;
3) Membantu
dan
memberikan
arahan-arahan
kepada
Quality
Enggineer/Quantit Engineer/Chief Inspector/Inspector dan atau tugas
pengawas lainnya pada tiap paket pekerjaan dalam melaksanakan pekerjaan
pengawasan teknik segera setelah kontrak fisik ditanda tangani;
4) Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan terutama
berhubungan dengan :
Inspeksi secara teratur ke paket-paket pekerjaan untuk melakukan
monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan perbaikan-perbaikan agar
pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan
yang telah ditentukan.
Pengertian spesifikasi
Metode pelaksanan untuk setiap jenis pekerjaan yang disesuaikan
dengan kondisi lapangan
Metode
pengendalian
mutu
yang
benar
sesuai
dengan
prosedur/ketentuan yang berlaku
Metode pengukuran volume pekerjaan yang benar sesuai dengan pasalpasal dalam Dokumen Kontrak tentang cara pengukuran dan
pembayaran.
Rician teknis sehubungan dengan Contract Change Order yang
diperlukan.
5) Membuat pernyataan penerimaan (acceptance) atau penolakan (rejection)
atas material dan produk pekerjaan;
6) Melakukan pemantauan dengan ketat atas prestasi kontraktor dan segera
melaporkan kepada PPK Jasa Pelaksanaan Konstruksi Fisik apabila
kemajuan pekerjaan ternyata mengalami keterlambatan lebih dari 5% (lima
persen) dari rencana;
7) Melakukan pengecekan secara cermat semua pengukuran pekerjaan dan
secara khusus harus ikut serta dalam proses pengukuran akhir pekerjaan;
8) Menyusun laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan finansial, serta
menyerahkan kepada PPK Jasa Pelaksanaan Konstruksi Fisik dan PPK Jasa
Konsultansi Pengawasan;
9) Menyusun dan membuat draf justifikasi teknik, termasuk gambar-gambar dan
perhitungan, sehubungan dengan usulan perubahan kontrak bersama
penyedia jasa konsrtuksi untuk diserahkan kepada PPK Jasa pelaksanaan
Konstruksi fisik;
10) Memeriksa dan menandatangani dokumen pembayaran bulanan (Monthly
Certificate)
11) Memeriksa dan menandatangani dokumen-dokumen tentang pengendalian
mutu dan volume pekerjaan;
12) Membantu Pejabat Pembuat Komitmen Jasa Pelaksanaan Konstruksi dalam
menyelesaikan pekerjaan baik dari segi teknis maupun administrasi;

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 5

13) Bekerjasama dengan Unsur Unsur Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten


Klaten sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan;
14) Mengkaji, menganalisa kerusakan-kerusakan jalan dan menyimpulkan untuk
kemudian membuat alternatif penanganan selanjutnya;
15) Bertanggung jawab atas seluruh tugas-tugas Quality Engineer/Qiantity
Engineer/Chief inspector ataupun petugas pengawas lainnya.
b. Quantity Engineer
Seorang Sarjana Teknik Strata-1 (S1) Jurusan Teknik Sipil lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
yang telah diakreditasi dengan pengalaman bekerja minimal 8 (delapan) tahun
dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sebagai Quantity Engineer
di bidang Pengawasan Jalan minimal 3 (tiga) tahun, serta memiliki sertifkat
keahlian dengan kualifikasi Ahli Muda Teknik Jalan. Mempunyai pengalaman
profesional dalam bidang pengawasan konstruksi jalan serta berpengalaman
dalam bidang pengukuran hasil pekerjaan hasil pekerjaan yang dilaksanakan
oleh kontraktor berdasarkan pada ketentuan dan persyaratan yang ditentukan
dalam dokumen kontrak.
Quantity Engineer bertanggung jawab kepada Site Engineer dalam hal
pengendalian kegiatan yang berhubungan dengan aspek desain pengukuran
volume bahan pekerjaan sebagai dasar pembayaran.
Tugas, Kewajiban dan tanggung jawab Quantity Engineer meliputi :
1) Bertanggung Jawab kepada Site Engineer semua Pengukuran kuantitas dan
pekerjaan serta membuat catatan untuk semua pengukuran, perhitungan
kuantitas dan sertifikasi pembayaran untuk memastikan kontraktor dibayar
sesuai dengan kontrak;
2) Membuat rekomendasi dan draft justifikasi terperinci dalam bentuk kuantitas
untuk setiap variasi kontrak yang diajukan yang meliputi perubahan kecil
maupun besar dalam desain ataupun spesifikasi;
3) Melakukan pengawasan dan memeriksa semua pengukuran, kalkulasi
kuantitas untuk sertifikasi pembayaran bulanan (Monthly Certificate/MC) dan
memastikan bahwa kontraktor dibayar dengan tepat dari volume pekerjaan
yang sesuai dengann ketentuan-ketentuan dalam dokumen kontrak;
4) Menyelenggarakan arsip-arsip untuk korespondensi proyek, laporan
mingguan, kemajuan pelaksanaan pekerjaan, pengukuran dan lain
sebagainya;
5) Membantu Site Engineer dalam melaksanakan pengukuran akhir pada
segmen pekerjaan yang sudah selesai dilaksanakan.
6) Studi lengkap dan cermat pada gambat-gambar dan spesifikasi proyek
sebelum memulai pekerjaan.
7) Memeriksa volume pekerjaan berdasarkan progres harian.
8) Dan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang relevan.
Quantity Engineer dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada Site
Engineer.
c. Quality Engineer
Seorang Sarjana Teknik Strata-1 (S1) Jurusan Teknik Sipil lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 6

yang telah diakreditasi dengan pengalaman bekerja minimal 8 (delapan) tahun


dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sebagai Quality Engineer di
bidang Pengawasan Jalan minimal 3 (tiga) tahun, serta memiliki sertifkat
keahlian dengan kualifikasi Ahli Muda Teknik Jalan. Mempunyai pengalaman
profesional dalam bidang pengawasan konstruksi jalan serta berpengalaman
dalam bidang mutu dan laboratorium kebinamargaan.
Quality Engineer bertanggung jawab kepada Site Engineer dalam hal
pengendalian mutu bahan dan pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor
berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan dalam dokumen
kontrak.
Tugas, kewajiban dan tanggung jawab Quantity Engineer meliputi :
1) Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Site Engineer, serta
mengusahakan agar Site Engineer dan Dinas selalu mendapat informasi
yang diperlukan sehubungan dengan pengendalian mutu;
2) Melakukan pengawasan dan pemantauan atas pengaturan dan pengadaan
Stone Chrusher (pemecah batu) dan/atau Asphalt Mixing Plan
(AMP/Pengolah Campuran Aspal) dan/atau Batching Plant dan peralatan lain
yang diperlukan;
3) Melakukan pengawasan semua kegiatan pemeriksa mutu bahan pekerjaan,
serta segera memberikan laporan kepada Site Engineer setiap permasalahan
yang timbul sehubungan dengan pengendalian mutu bahan dan pekerjaan;
4) Melakukan analisis semua hasil test, termasuk ususlan Komposisi Campuran
(Job Mixing Formula), baik untuk pekerjaan aspal, soil cement dan beton,
serta memberikan rekomendasi dan draft justifkasi teknis atas persetujuan
dan penolakan usulan tersebut.
5) Melakukan pengawasan atas pelaksanaan Corring perkerasan jalan yang
dilakukan oleh kontraktor, sehingga baik jumlah serta lokasi Corring
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan;
6) Menyerahkan kepada Site Engineer himpunan data bulanan pengendalian
mutu paling lambat tanggal 4 pada bulan berikutnya. Himpunan data harus
mencakup semua data test laboratorium dan lapangan secara jelas dan
terperinci.
7) Memberikan petunjuk kepada kontraktor, agar memahami semua prosedur
dan tata cara pelaksanaan test sesuai dengan yang tercantum dalam
spesifikasi.
8) Membantu dan bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten
Klaten dalam mengumpulkan data sebagai dasar usaha peningkatan mutu
pekerjaan.
Quality Engineer dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada Site
Engineer.
d. Chief Inspector
Seorang Sarjana Teknik Strata-1 (S1) Jurusan Teknik Sipil lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
yang telah diakreditasi dengan pengalaman bekerja minimal 8 (delapan) tahun
dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sebagai Chief Inspector di
bidang Pengawasan Jalan minimal 3 (tiga) tahun, serta memiliki sertifkat
keahlian dengan kualifikasi Ahli Muda Teknik Jalan. Mempunyai pengalaman
profesional dalam bidang pengukuran hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 7

kontraktor berdasarkan pada ketentuan dan persyaratan yang ditentukan dalam


dokumen kontrak.
Chief Inspector bertanggung jawab kepada Site Engineer dalam hal
pengendalian setiap hasil kegiatan yang berhubungan dengan aspek desain,
aspek kualitas serta pengukuran volume bahan sebagai dasar pembayaran.
Tugas, kewajiban dan tanggung jawab Chief Inspector meliputi :
1) Melaporkan semua hasil pekerjaan baik secara kuantitas maupun secara
kualitas sebagai bahan sertifikasi pembayaran untuk memastikan kontraktor
dibayar sesuai dengan kotrak kepada Site Engineer.
2) Membuat laporan terperinci semua pekerjaan untuk setiap variasi kontrak
yang diajukan yang meliputi perubahan kecil maupun besar dalam desain
ataupun spesifikasi kepada Site Engineer.
3) Melakukan pengawasan dan memeriksa semua hasil pekerjaan untuk
sertifikasi pembayaran bulanan (Monthly Certificate/MC) dan memastikan
bahwa kontraktor dibayar dengan tepat dari volume pekerjaan yang sesuai
dengan ketentuan-ketentuan dalam dokumen kontrak.
4) Mengawasi pelaksanaan Shop Drawing agar akurat dan sesuai.
5) Menyelenggarakan arsip-arsip untuk korespondensi proyek, laporan
mingguan, kemajuan pelaksanaan pekerjaan, pengukuran dan lain
sebagainya.
6) Menandatangani laporan mingguan pekerjaan sesuai progres mingguan.
7) Melakukan tindakan penghentian sementara jika dipandang akan merugikan
pihak penyedia jasa konstruksi, dan melaporkan kepada Site Engineer.
8) Dan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang relevan.
Chief Inspector dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada Site
Engineer.
Tabel Penilaian Tenaga Ahli

No. Posisi

Site Engineer

Quantity Engineer

Quality Engineer

Chief Inspector

Kualifikasi
Keahlian/
Pendidikan
Minimal
Ahli
Madya/S1
Teknik Sipil
Ahli
Muda/
S1
Teknik
Sipil
Ahli
Muda/
S1
Teknik
Sipil
Ahli
Muda/
S1
Teknik
Sipil

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 8

Bidang
Keahlian

Pengalaman
Bekerja

Pengalama
n Bekerja
di Posisi

Ahli Teknik
Jalan

10 Tahun

5 Tahun

Ahli Teknik
Jalan

8 Tahun

3 Tahun

Ahli Teknik
Jalan

8 Tahun

3 Tahun

Ahli Teknik
Jalan

8 Tahun

3 Tahun

E. TENAGA TEKNIS
a. Inspector
Seorang Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Bangunan/ Sipil
pengalaman minimal 3 (Tiga) tahun / D3 Jurusan Teknik Sipil lulusan universitas/
perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi dan mempunyai pengalaman profesional dalam bidang pengawasan
konstruksi Jalan.
Tugas dan kewajiban Inspector adalah mencakup tetapi tidak terbatas hal-hal
sebagai berikut :
1) Bertanggung jawab kepada Chief Inspector untuk mengawasi kualitas
konstruksi dan memastikan sesuai dengan dokumen kontrak, spesifikasi,
gambar-gambar kerja.
2) Mengawasi dan mendokumentasikan semua pengambilan contoh material
yang akan dites dilaboratorium.
3) Membuat cacatan harian tentang aktivitas kontraktor dan engineer dengan
format laporan standar dan memberitahukan dan menegur Kontraktor secara
tertulis terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukannya pada buku
direksi.
4) Menggambar kemajuan harian yang dicapai kontraktor pada grafik (chart)
yang telah disetujui.
5) Membantu Chief Inspector dalam membuat laporan pemeriksaan kualitas
dilapangan.
6) Memonitor dan melaporkan setiap kejadian (kecelakan, kebakaran dan lainlain) serta ketidak beresan dilapangan kepada Chief Inspector.
b. Laboratorium Technician
1) Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Quality Engineer dalam
pengawasan serta pemeriksaan mutu pekerjaan.
2) Membantu melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas pengaturan
personil dan peralatan laboratorium kontraktor, agar pelaksanaan pekerjaan
selalu didukung tersedianya tenaga dan peralatan dan pengendalian mutu
sesuai dengan persyaratan dalam dokumen kontrak.
3) Membantu Melakukan pengawasan dan pemantauan atas peraturan dan
pengadaan stone crusher dan Asphalt Mixing Plant atau peralatan lain yang
diperlukan.
4) Membantu melakukan pengawasan semua kegiatan pemeriksaan mutu
bahan dan pekerjaan, serta memberikan laporan kepada Quality Engineer
setiap permasalahan yang timbul sehubungan dengan pengendalian mutu
bahan dan pekerjaan.
5) Membantu melakukan analisis semua hasil tes, termasuk usulan komposisi
campuran (job mix formula), baik untuk pekerjaan asphalt, soil cement, dan
beton.
6) Membantu melakukan pengawasan atas pelaksanaan Corring perkerasan
jalan yang dilakukan oleh kontraktor, sehingga baik jumlah serta lokasi
Corring dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan.
7) Membantu Quality Engineer dalam menghimpun data bulanan pengendalian
mutu.

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 9

c. Surveyor
Seorang Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Bangunan/ Sipil
pengalaman minimal 3 (Tiga) tahun / D3 Jurusan Teknik Sipil lulusan universitas/
perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi dan mempunyai pengalaman profesional dalam bidang pengawasan
konstruksi Jalan.
Tugas dan kewajiban Surveyor adalah mencakup tetapi tidak terbatas hal-hal
sebagai berikut :
1) Bertanggung jawab kepada Quantity Engineer terhadap semua pengukuran
kuantitas pekerjaan.
2) Membantu mengawasi survey teknik lapangan yang dilakukan kontraktor
untuk memastikan pengukuran dengan akurat telah mewakili kuantitas untuk
pembayaran sertifikat bulanan atau untuk pembayaran akhir (Final).
3) Membantu dan berhubungan dengan tim supervisi dalam semua hal
berhubungan dengan pengukuran kuantitas, rencana dan hasil pekerjaan.
Tabel Penilaian Tenaga Teknis
No
.

Tenaga Yang
Dibutuhkan

Jumlah

Inspector

17 orang

Lab. Technician

1orang

Surveyor

1 orang

Pendidikan Minimal

Pengalama
n (Tahun)

Sekolah
Menengah
Kejuruan
Teknik 3
Bangunan/Sipil
Sekolah
Menengah
Kejuruan
Teknik 3
Bangunan/Sipil
Sekolah
Menengah
Kejuruan
Teknik 3
Bangunan/Sipil

Sertifikat
Keahlian
SKA
-

F. TENAGA PENDUKUNG
a. Operator Komputer
Mampu mengoperasikan komputer dengan baik, terutama untuk programprogram spreadsheet (excel), Word (wordstar, winword), sehingga mampu
membantu dengan optimal tugas-tugas Tenaga Profesional diatas dengan baik.
b. Administrator
Bertugas sebagai tenaga pendukung kegiatan terhadap kelancaran pekerjaan
Site Engineer. Ruang lingkup pekerjaan administrator adalah meliputi pekerjaan
administrasi kantor, surat menyurat dan pelayanan kantor lainnya.

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 10

c. Pengemudi
Membantu tugas dalam minitoring pelaksanaan pengawasan dan memiliki SIM A.
d. Office Boy
Bertugas membersihkan dan merapihkan kantor.
G. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalan terpenuhinya kualitas jalan dan
jembatan sesuai dengan spesifikasi teknis dan umur rencana yang disyaratkan.
Laporan yang dihasilkan dari jasa konsultansi ini adalah laporan teknik. Laporan
teknik berisi laporan hasil rekayasa lapangan dan Review Design serta kumpulan
Contract Change Order/Perubahan Kontrak. Konsultan pengawas diharuskan
membuat dan menyerahkan laporan hasil rekayasa lapangan dan laporan jika
terdapat perubahan-perubahan terhadap desai awal (Review Design/Contract
Change Order). Untuk Setiap Perubahan harus menyusun suatu laporan secara
detail perubahan desain. Laporan hasil rekayasa lapangan/Review Design/C.C.O ini
berisikan antara lain :

Data asli sesuai dengan data waktu lelang.


Catatan lengkap dari semua desain yang dipakai untuk review design.
Catatan As-Built Drawing yang menunjukkan lokasi dan ukuran detail dari semua
pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Copy dari semua Contract Change Order dan Addendum yang telah disyahkan.
Copy dari penawaran kontraktor termasuk harga satuan dan analisasi harga
satuan
Gambar-gambar yang jelas yang menunjukkan desain asli dan perbaikan yang
diusulkan.
Gambar-gambar yang menunjukkan lokasi yang pasti dari usulan perubahan.

H. JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN


1) Rapat persiapan pelaksanaan kontrak
2) Mobilisasi
3) Pengawasan dan pemeriksaan
a. Pemeriksaan bersama
b. Pemeriksaan personil dan peralatan
c. Pemeriksaan lapangan
4) Demobilisasi
5) Penyusunan Laporan Akhir
I.

PELAPORAN
Keluaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah :
1. Laporan Pendahuluan
Laporan pendahuluan memuat :
1. Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh, yang meliputi kerangka
acuan kerja, antara lain : latar belakang masalah. Maksud dan tujuan, ruang
lingkup, organisasi pelaksanaan, metode dan teknik pelaksanaan.
2. Mobilisasi tenaga ahli/teknik dan tenaga pendukung lainnya.
3. Jadwal kegiatan penyedia jasa.

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 11

Laporan ini diserahkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak SPMK


diterbitkan dan diserahkan sebanyak 10 (sepuluh) buku.
2. Laporan Bulanan
Laporan bulanan memuat :
1. Rencana dan kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan setiap bulan.
2. Total kemajuan pekerjaan sejak awal kegiatan serta melaporakan
keterlambatan-keterlambatan
yang
terjadi
dengan
menyebutkan
penyebabnya;
3. Saran-saran untuk mengatasinya dan tindakan-tindakan yang telah dilakukan
serta perubahan-perubahan lingkup dan jadwal pekerjaan bila ada, termasuk
grafik-grafik dan foto-foto sebagai pendukung laporan tersebut.
Laporan ini harus dibuat sedemikian rupasehingga pengguna jasa senantiasa
mendapatkan informasi tepat pada waktunya.
Apabila ada pertemuan pada thap-tahap tertentu yang diusulkan untuk
pemberian keputusan dan bertalian dengan adanya tahapan mendatang, maka
hal itu harus dirinci dalam laporan.
Apabila perlu, laporan ini muat juga laporan teknis yang menyebutkan cara kerja
yang dipilih oleh konsultan sebelum melangkah ketahap berikutnya.
Laporan ini diserahkan paling lambat pada tanggal 5 (lima) pada bulan
berikutnya setelah diterbitkan SPMK dan diserahkan sebanyak 10 (sepuluh)
buku untuk masing-masing bulan selama 7 (tujuh) bulan.
3.

Laporan Mingguan
Laporan Mingguan berisi uraian kegiatan dan progres pelaksanaan pekerjaan
yang disusun dengan menggunakan form-form standar yang telah ditentukan.
Informasi yang harus tercakup dalam laporan mingguan ini terutama masalah
yang menyangkut tingkat kemajuan fisik pekerjaan dan masalah-masalah yang
timbul serta solusi/saran penyelesaiannya.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 2 (dua) hari pada minggu
berikutnya sejak SPMK diterbitkan dan diserahkan sebanyak 10 (sepuluh) buku
untuk setiap minggunya.
4. Laporan Teknik
Laporan teknik adalah laporan review design dan usulan perintah perubahan.
Laporan teknis, berisi :
1. Data asli sesuai dengan data waktu lelang.
2. Catatan lengkap dari semua data desain yang dipakai untuk review desaign.
3. Catatan As-Built Drawing yang menunjukkan lokasi dan ukuran detail dari
semua pekerjaan yang telah dilaksanakan.
4. Copy dari semua Contract Change Order dan addendum yang telah disahkan
sebelumnya.
5. Copy dari penawaran kontraktor, termasuk harga satuan lelang dan detai
analisa harga satuan.
6. Gambar-gambar yang jelas yang menunjukkan desain asli dan desain
perbaikan yang diusulkan.
7. Daftar jadwal yang baru untuk kuantitas dan harga, sehubungan dengan revisi
design yang diusulkan.
8. Gambaran-gambaran yang menunjukkan lokasi yang pasti dari usulan
perubahan desain.

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 12

Laporan ini juga dapat berisi masalah-masalah, seperti misalnya sifat geologi
dilokasi, keadaan dan perlakuan yang khusus bagi pondasi, dan hal-hal lain yang
bersifat khusus atau unik.
Laporan teknis harus dibuat sebelum Konsultan mengakhiri tugasnya dan
diserahkan sebanyak 10 (sepuluh) buku.
5. Laporan Akhir
Laporan Akhir memuat :
1. Kesimpulan dan saran (Executive Summary).
2. Bagian pokok, yang memuat uraian dan hasil pelaksaan pekerjaan
3. Cakupan fakta dan dokumentasi yang menggambarkan pendekatan dan
metodologi yang dipilih oleh Konsultan dalam pemberian jasa.
Laporan Akhir harus dibuat sebelum Konsultan mengakhiri tugasnya, diserahkan
sebanyak 10 (sepuluh) buku.
Laporan Akhir ini harus merangkum tanggapan dan perubahan yang disepakati.
J. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN
Pengumpulain
daa
Kebinamargaan.

lapangan

harus

memenuhi

persyaratan

pesifikasi

K. AHLI PENGETAHUAN
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan
pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil
proyek/satuan kerja.

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 13

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 14

CV. TIGA SAUDARA


No.

Uraian

Lokasi Kegitan

Wilayah Kerja UPT

Paket Konsultan

Peningkatan Jalan Pasir Ipis Garehong (Sta.2+000 Sta.3+000

Kecamatan Leuwiliang

UPT Jalan Jembatan Leuwiliang

PK IV Jalan dan Jembatan

Peningkatan Jalan Leuwiliang Kp Sawah (Sta.0+900 Sta.2+400)

Kecamatan Leuwiliang

UPT Jalan Jembatan Leuwiliang

PK IV Jalan dan Jembatan

Peningkatan Jalan Cicangkal Maloko (Sta.0+000 Sta.2+000)

Kecamatan Rumpin

UPT Jalan Jembatan Leuwiliang

PK IV Jalan dan Jembatan

Peningkatan Jalan Cicangkal Legok (Sta.1+500 Sta.2+500)

Kecamatan Rumpin

UPT Jalan Jembatan Leuwiliang

PK IV Jalan dan Jembatan

Peningkatan Jalan Jambu Gobang (Sta.0+000 Sta.1+500)

Kecamatan Leuwisadeng

UPT Jalan Jembatan Leuwiliang

PK IV Jalan dan Jembatan

Peningkatan Jalan Jabon Mekar Warujaya (Sta.0+000 Sta.0+900)

Kecamatan Parung

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

Peningkatan Jalan TPA Waru Pasar Parung (Sta.0+000 Sta.2+600)

Kecamatan Parung

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

Peningkatan Jalan Ciseeng Prumpung (Sta.0+000 Sta.0+700)

Kecamatan Ciseeng

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

Peningkatan Jalan Parung Putat Nutug (Sta.5+500 - Sta.6+925)

Kecamatan Ciseeng

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

10

Peningkatan Jalan Curug Rawa Kalong (Sta.2+600 Sta.3+800)

Kecamatan Gn Sindur

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

11

Peningkatan Jalan Ciseeng Prumpung (Sta.3+800 Sta.5+800)

Kecamatan Gn Sindur

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

12

Peningkatan Jalan Cibentang Gunung Sindur (Sta.1+600 Sta.2+300)

Kecamatan Gn Sindur

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

13

Peningkatan Jalan Semplak Gerendong (Sta.1+600 Sta.2+300)

Kecamatan Kemang

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

14

Peningkatan Jalan Kemang Rancabungur (Sta.4+200 Sta.6+100)

Kecamatan Kemang

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

15

Peningkatan Jalan Semplak Gerendong (Sta.2+300 Sta.4+700)

Kecamatan Ranca Bungur

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

16

Pemeliharaan Berkala Jalan Kemang Bojong (Sta.0+000 Sta.2+620)

Kecamatan Kemang

UPT Jalan Jembatan Parung

PK IV Jalan dan Jembatan

17

Jalan Rumpin Gunung Sindur

Kecamatan Rumpin

UPT Jalan Jembatan Leuwiliang

PK IV Jalan dan Jembatan

Paket IV Jalan dan Jembatan Page 15