BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Sekarang ini, manfaat dari Jaringan Komputer sudah sangat banyak kita rasakan. Apalagi dalam dunia komunikasi yang serba cepat ini, Jaringan Komputer sering kali berperan vital dalam kegiatan pendistribusian informasi yang cepat tersebut. Kesemua dari komponen yang tergabung dalam Jaringan Komputer tersebut haruslah mampu saling mendukung untuk terjadinya satu sistem yang kokoh dan handal untuk melayani setiap permintaan Informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Komponenkomponen itu mulai dari media Jaringan komputer seperti kabel, Network Card, Personal Computer maupun Sistem Operasi haruslah dalam status siap untuk melayani, sehingga penggunapun dapat terpuaskan oleh pelayanan yang prima. Dari sekian banyak manfaat Jaringan Komputer, salah satu yang dibutuhkan adalah adanya server yang handal sehingga dapat melani client yang lain dengan baik. Selama ini sangat lah tidak efisien jika apabila hardisk yang kita miliki tidaklah cukup untuk menyimpan data-data penting, adalah salah satunya fungsi dari server yang dapat menangani hal tersebut dengan penyediaan space hardisk yang besar sehingga para client bisa menyimpan data-data pribadinya di server sehingga tidak ada lagi istilah space full untuk menyimpan data terlebih dengan adanya fasilitas backup dan restore data yag memang sudah ada pada windows XP dapat membantu kita untuk perlindungan data tersebut. 1.2 Batasan Masalah Untuk membatasi pembuatan tugas akhir ini agar tidak meluas ke hal-hal lain, maka kami hanya memfokuskan pada pembuatan server pada suatu jaringan LAN (Local Area Network) pada suatu sekolah, dengan memperhatikan beberapa hal penting mulai dari bagaimana spek server yang

1

1

baik, cara perakitan, penginstallasian system operasinya, sampai pada pemasangan dan penyetingan jaringan sampai akhirnya bisa dijadikan server data untuk para clientnya. Dengan ini, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar. 1.3 Maksud dan Tujuan Ada beberapa tujuan yang melatar belakangi dibuatnya Server local di sekolah ini, tujuan tersebut adalah : 1.3.1. Untuk leih dapat menginformasikan pembuatan server dari mulai perakitan sampai pada penyetingan jaringan Server trsebut. 1.3.2. Berbagi data antar pemakai dalam sebuah jaringan lokal (LAN). 1.3.3. Berbagi penggunaan printer antar pemakai dalam sebuah jaringan lokal (LAN). 1.3.4. Berbagi koneksi internet secara bersamaan antar pengguna sehingga biaya koneksi dapat dihemat. 1.3.5. Sebagai alternatif penyimpanan data secara terpusat, sehingga memudahkan dalam manajemen dan pemeliharaan data. 1.3.6. Pusat distribusi dan pengolahan aplikasi bisnis yang kita gunakan sehari-hari, dengan terpusat di server maka aplikasi bisnis akan lebih mudah dikelola dan dari sisi klien akan jauh lebih menguntungka 1.4 Metode Penulisan Untuk pengerjaan TA ini saya mengambil metode pencarian materi.Tugas Akhir ini bereferensikan buku serta Browsing internet. 1.5 Sistematika Penulisan Bab 1 Pendahuluan Bab ini berisi tentang latar belakang, batasan masalah, maksud dan tujuan, manfaat, metode, serta sistematka penulisan dari judul Tugas Akhir yang saya kerjakan.

2

Bab 2 Kajian Pustaka Bab 2 ini berisi tentang pengenalan akan materi yang saya bahas seperti pengenalan Windows XP serta fasilitasnya, mengenal Jaringan, sampai pada Mengenal Server itu sendiri. Bab 3 Langkah Kerja Pada bab ini saya coba menbahas langkah pengerjaan pembuatan server local sekolah itu sendiri mulai dari perakitan, penginstallan, pemasangan kabel jaringan, setting jaringan sampai terakhir pada konfigurasi jaringan. Bab 4 Analisis Pembuatan Bab ini saya buat untuk menjabarkan penjelasan dari alat dan bahan yang diperlukan, serta biaya, manfaat dan keunggulan dari pembuatan server local tersebut. Bab 5 Kesimpulan Dan Saran Bab 5 ini merupakan bab terakhir dari pengerjaan TA saya, yang berisi tentang kesimpulan dari hasil pembuatan server local ini serta saran yang mungkin saja dapat manfaat.

3

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 Mengenal Windows XP 2.1.1 Pengertian Windows XP atau Windows 5.1 build 2600 adalah sebuah versi sistem operasi Windows yang diluncurkan oleh Microsoft Corporation pada tanggal 25 Oktober 2001 di Amerika Serikat. Sebelumnya, Microsoft telah meluncurkan Windows versi 5.0 atau yang dikenal dengan Windows 2000, baik itu edisi server maupun edisi profesional (untuk desktop kantoran). Namun pada kenyataannya sebagian besar pengguna menggunakan Windows XP Professional. Nama XP sendiri, menurut Microsoft merupakan singkatan dari kata Experience, yang artinya Windows XP membawa pengalaman baru dalam dunia komputasi, atau setidaknya begitulah yang diharapkan oleh Microsoft. Perubahan user interface dan tatacara penggunaan memang sangat revolusioner, seperti yang terjadi dari DOS ke Windows 3.0, dan dari Windows 3.1 ke Windows 95. perubahan revolusioner lagi akan terjadi pada peluncuran Microsoft Windows Vista. Windows XP sendiri berbasis pada Windows NT dan termasuk pada keluarga NT. Yang termasuk dalam keluarga NT adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, Windows 2000 & 2003. Keluarga NT, terutama yang server, memiliki kemampuan yang baik untuk menjadi sebuah server

4

4

2.1.2 Latar Belakang Windows XP sebelumnya dikenal dengan kode sandi "Whistler", yang mulai dikembangkan oleh para pengembang Microsoft pada pertengahan tahun 2000-an. Bersamaan dengan proyek ini, Microsoft juga tengah menggarap proyek Windows generasi baru penerus Windows Me (Millennium Edition) yang dinamakan dengan kode sandi "Windows Neptune" yang diproyeksikan sebagai "Windows NT versi rumahan". Setelah Windows ME dianggap kurang sukses menyaingi kesuksesan Windows 98, Microsoft pun akhirnya memutuskan untuk mengawinkan dua buah sistem operasi Windows tersebut (sistem operasi berbasis Windows NT dan sistem operasi berbasis Windows 9x) ke dalam sebuah produk. Itulah yang kita kenal sekarang dengan Windows XP. 2.1.3 Edisi Windos XP Sebenarnya banyak fitur dari Windows itu sendiri, salah satunya adalah edisi Windows XP Profesional. Windows XP Professional adalah sistem operasi Windows XP yang dibuat khusus untuk komputer desktop yang terhubung ke dalam sebuah jaringan dengan domain yang dikelola oleh Active Directory milik Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. Selain itu, versi ini pun dibilang jauh lebih lengkap fiturnya dari pada Windows XP Home Edition. Ia bisa menjadi sebuah komputer server, meskipun hanya bisa menampung maksimal sepuluh client yang bisa login secara bersamaan.

5

2.2

Mengenal Fasilitas Windows Xp 2.2.1 Pengertian Backup dan Restore Data 1). Backup Data Backup dapat diartikan sebagai proses membuat salinan data sebagai cadangan saat terjadi kehilangan atau kerusakan data asli. Salinan data yang dibuat disebut dengan “data backup”. Manfaat dari proses backup diantaranya, mengembalikan kondisi suatu system komputer yang mengalami kerusakan atau kehilangan data, mengembalikan suatu file yang tanpa sengaja terhapus atau juga rusak. 2). Restore System Restore adalah tool pada Windows XP yang memungkinkan Anda untuk kembali ke komputer Anda sebelumnya negara jika Anda memiliki masalah besar atau tidak. 2.2.2 Fungsi dan Cara Kerja 1). Backup Data Software backup biasanya telah menjadi fasilitas bawaaan beberapa sistem operasi. Misal Windows XP memiliki Ntbackup.exe, software bawaan Windows XP. Dalam beberapa kasus, penggunaan Ntbackup.exe sudah mencukupi untuk backup data. Ntbackup.exe dapat diakses dari menu run, ketik: Ntbackup.exe. Dapat juga diakses dari start menu _ accesesoris _ System Tools _ Backup. Seperti software-software windows lain, Ntbackup.exe sangat mudah digunakan, apalagi dengan fasilitas wizard yang disertakan. Proses restore data pun sama mudahnya.

6

Gambar 2.1 “ Back Up Data Pada Windows” 2). Restore Data Restore software adalah kasus khusus dari restore data. Penggunaan software baik aplikasi maupun sistem operasi biasa tidak akan berjalan sempurna selamanya. Ada masanya bila software sudah terlalu lama diinstal dan digunakan akan mulai terjadi konflik librari, kerusakan file, hilang file yang berujung software tidak dapat digunakan lagi. Bila masa ini telah tiba ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama untuk kasus recovery software aplikasi. Beberapa software aplikasi memiliki fitur repair dalam menu add/remove program. Fitur ini dapat dimanfaatkan bila software terinstal sudah mulai tidak berfungsi dengan benar. Dalam kasus terburuk, bila repair belum memperbaiki fungsi software yang rusak, proses restore dapat dilakukan dengan menginstal ulang software bersangkutan. Kasus recovery software kedua adalah untuk Sistem Operasi (SO). Berbeda dengan recovery software aplikasi, sistem operasi bersifat lebih kompleks dan melibatkan system secara keseluruhan. System Restore adalah tool pada Windows XP yang berfungsi untuk menanggulangi kerusakan SO. Cara kerja System Restore adalah memonitor

7

storage

SO

dan

perubahan-perubahan

yang

terjadi

didalamnya secara sistem. Pada titik-titik tertentu System Restore membuat semacam checkpoint yang dibuat secara otomatis dan bisa juga ditetapkan oleh user. Pada checkpoint tersebut System Restore membuat semacam penunjuk. Saat terjadi kerusakan SO, pengguna dapat menggunakan System Restore untuk me-restore software dengan cara kembali ke titik checkpoint terdahulu saat masalah tersebut belum terjadi. Sama seperti Ntbackup.exe, penggunanaan System Restore sangat mudah diikuti.

Gambar 2.2 “ Restore Data Pada Windows”

Gambar 2.3 “ Proses Restoring Data”

8

Gambar 2.4 “Restoring Data” 3). Mengaktifkan system Restore 1. Pastikan Anda sudah login sebagai Administrator untuk sebuah komputer. Juga pastikan Anda memiliki semua program lain ditutup sebelum menjalankan System Restore. 2. 3. Pilih START -> ALL PROGRAM -> ACCESSORIES -> SISTEM ALAT -> system restore. layar selamat datang akan muncul. Pilih restore my KOMPUTER UNTUK AN SEBELUMNYA TIMNE dan klik BERIKUTNYA. 4. System Restore kalender akan muncul. Memilih tanggal dari kalender yang ingin kembali ke. Setelah membuat pilihan, klik BERIKUTNYA. 5. 6. Memverifikasi pilihan pada Konfirmasi Restore Point Selection halaman dan klik BERIKUTNYA. Komputer harus menutup secara otomatis dan reboot. Setelah rebooting komputer Anda, Anda akan melihat Restauration Lengkapi jendela. Klik OK.

9

7.

Sekarang meninjau stabilitas sistem. Jika Anda tdk puas dengan system restore, Anda dapat membuka wizard lagi dengan mengikuti

langkah-langkah di atas. Anda akan memiliki pilihan untuk membatalkan sistem yang baru saja selesai mengembalikan atau pilih tanggal memulihkan system lain. Petunjuk: Jika System Restore tidak berfungsi normal Windows mode, coba di safe mode. System Restore adalah tool pada Windows XP yang memungkinkan Anda untuk kembali ke komputer Anda sebelumnya negara jika Anda memiliki masalah besar atau tidak. 4). Bagaimana Nonaktifkan System Restore 1. Klik tombol START yang terletak di bawah pojok kiri atas meja Anda. Klik kanan di MY COMPUTER, kemudian klik Properties. 2. 3. Klik pada tab system restore di SISTEM Properties dialog box. Klik pada kotak pilih "Nonaktifkan System Restore." (Atau, klik pada kotak di samping "Nonaktifkan System Restore pada semua drive.") Klik BERLAKU. 4. Klik Yes apabila diminta, untuk mengkonfirmasi bahwa Anda ingin mematikan System Restore. 5). Bagaimana Meng-aktifkan kembali System Restore 1. Klik tombol START yang terletak di bawah pojok kiri atas meja Anda. Klik kanan di MY COMPUTER, kemudian klik Properties. 2. Klik pada tab system restore di SISTEM Properties dialog box.

10

3.

Klik kotak centang di sebelah "Nonaktifkan System Restore" untuk menghapus kotak. (Atau klik pada kotak di samping "Nonaktifkan System Restore pada semua drive.")

4.

Klik OK. The "System Properties" kotak dialog akan menutup dan Anda akan memiliki "System Restore" berpaling kembali. Petunjuk: Oleh mematikan sistem Kembalikan, Anda akan menghapus semua yang ada memulihkan poin, dan tidak akan dapat membatalkan atau melacak perubahan pada PC anda.

2.3

Mengenal Jaringan 2.3.1 Pengertian Jaringan computer adalah sebuah kumpulan computer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan ata bergerak melalui kael-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan computer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhbung dengan jaringan. Tiap computer atau peripheral yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan computer memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih computer yang saling berhubungan diantara satu dengn yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnnya CDROM, Printer, Pertukaran file, atau ,emungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Computer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengn media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.

11

2.3.2

Jenis-Jenis Jaringan Sebenarya ada 3 jenis jaringan yaitu : a. b. c. Local Area Network (LAN)/Jaringan Artea Lokal Metropolitan Metropolitan Wide Area Network(WAN)/ Jaringan Area Skala Besar Tetapi berhubung judul TA kami tentang pembuatan server data di sekolah jadi kami hanya focus pada pembahasan jenis jaringan yang pertama yaitu LAN / Local Area Network. Karena seuah LAN, adalah jaringan yang di batasi oleh area yang relative kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di seuah gedung atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 Km persegi. Sehigga sangat cocok dengan bahasan TA kami sekrang. Beberapa model konfigurasi LAN, satu computer biasanya dijadikan sebuah server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (Software) yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh computer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih dibawah dari server dan mempunyai aplikasi lain di dalam hardisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu computer dengan computer lainnya. Area Network (MAN)/ Jaringan Area

2.3.3

Protokol Dalam suatu jaringan komputer, terjadi sebuah proses komunikasi antar entiti atau perangkat yang berlainan sistemnya. Entiti atau perangkat ini adalah segala sesuatu yang mampu menerima dan mengirim. Untuk berkomunikasi mengirim dan

12

menerima antara dua entity dibutuhkan pengertian di antara kedua belah pihak. Pengertian ini lah yang dikatakan sebagai protokol. Jadi protokol adalah himpunan aturan-aturan main yang mengatur komunikasi data. TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

13

2.3.4

Topologi Topologi suatu jaringan didasarkan pada cara penghubungan sejumlah node atau sentral dalam membentuk suatu system jaringan. Topologi jaringan yang umum dipakai adalah: Mess, Bintang (Star), Buss, Tree, Dan Cincin (Ring). Brikut salah satu contoh skema Topologi jaringan :

Gambar 2.5 “Topologi STAR” 2.4 Mengenal Server 2.4.1 Pengertian Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan. Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasiaplikasi yang menggunakan arsitektur klien/server. Contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server

14

umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien. Sebagai contoh, klien DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri. Komputer server biasanya di identifikasi dari model yang di rancang khusus untuk menjalankan aplikasi server, biasanya dengan beban tinggi, ditinggalkan, dalam waktu lama mungkin bulanan bahkan tahunan. Sebetulnya semua “workstation” dapat saja menjalankan sistem operasi server dan aplikasi server, tapi sebuah komputer server biasanya mempunyai fitur-fitur yang menyebabkan lebih baik digunakan untuk aplikasi server. Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA. Perbedaan utama antara Server dengan komputer desktop sebetulnya bukan pada hardware tapi lebih kepada softwarenya. Server umumnya menjalankan sistem operasi yang di rancang untuk digunakan di server. Server akan menjalankan aplikasi yang khusus untuk menjalankan tugas server. 2.4.3 Fungsi Server Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet. Sebuah server biasanya merupakan komputer yang multi-user yang memberikan jasa (seperti, akses database, file transfer, remote

15

akses) atau memberikan sumber daya (seperti, file yang besar) melalui sambungan di jaringan komputer. Server pada umumnya memiliki sambungan ke jaringan pada kecepatan tinggi yang memungkinkan server tersebut memberikan / mentransfer data dalam jumlah besar ke pengguna yang memintanya. Sebuah server biasanya memiliki kemampuan hardware yang sangat kuat dan sistem yang kompleks. Tidak mengherankan beberapa server akan membutuhkan waktu lebih lama untuk booting karena harus mencek semua peralatan yang tersambung ke server. Sering kali, server harus melakukan banyak test dan verifikasi sebelum melakukan booting. Kadang kali membutuhkan waktu beberapa menit untuk melakukan hal tersebut, sebelum mesin beroperasi selama berbulan-bulan bahkan lebih dari 1-2 tahun lamanya tanpa dimatikan. 2.4.2 Sistem Operasi Server. Semakin banyaknya server yang berbasis mikroprocessor banyak di fasilitasi oleh perkembangan beberapa versi sistem operasi Unix yang berjalan di arsitektur mikroprosesor x86, termasuk Solaris, GNU/Linux dan FreeBSD. Di keluarga Microsoft Windows, versi Windows NT mulai memasukan fitur yang membuat Windows lebih agak cocok digunakan di Server. Walaupun sebetulnya tugas dari sistem operasi Server dan Desktop berbeda, dengan kemajuan yang ada pada kinerja dan reliabilitas hardware maupun software maka pada hari ini agak sukar untuk membedakan ke dua kelas sistem operasi. Pada hari ini banyak sistem operasi desktop dan server menggunakan source code yang sama, perbedaan utama-nya hanya pada konfigurasi saja.

16

BAB 3 LANGKAH KERJA 3.1 Perakitan Server Komponen perakit komputer untuk server memang harus sangat serius diperhatikan mengingat bahwa server berperan penting dalam unjuk kerja suatu jaringan.Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari: 3.1.1. Persiapan Perakitan Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul. Hal yang terkait dalam persiapan meliputi: 1). Penentuan Konfigurasi Komputer Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita. Yaitu penentuan spek computer yang digunakan untuk pembangunan pc server. 2). Persiapan Komponen dan Perlengkapan Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. 3). Pengamanan Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan. Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara: 1. Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan ogam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.

17

17

2.

Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.

3.1.2. Perakitan komputer Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari: 1). Penyiapan motherboard Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

Gambar 3.1 “speed multiplier” 2). Memasang Prosessor Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda. (i). • Jenis socket Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan. • • Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan

18

lubang socket. Rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket. • Turunkan kembali tuas pengunci.

Gambar 3.2 “Socket Prosessor” 3). Memasang Heatsink Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

19

Gambar 3.3 “Pemasangan Heatsink” 4). Memasang Modul Memori Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard. Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul. Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut : Jenis DIMM dan RIMM Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.

Gambar 3.4 “Pemasangan Memory” 5). Memasang Motherboard pada Casing

20

Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut: Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

Gambar 3.5 “Pemasangan Mother Board” 6). Memasang Power Supply Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut: Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci, hubungkan

21

konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

Gambar 3.6 “Power suplay” 7). Memasang Kabel Motherboard dan Casing Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.

22

Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

Gambar 3.7 “Susunan Panel Konektor” 8). Memasang Drive Prosedur memasang drive hardisk, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut: • • Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing) Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive. • • • Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu) Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.

23

Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.

Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan. Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-

masing drive.

Gambar 3.8 “Pemasangan Kabel Power & Data Pada Hardisk” 9). Memasang Card Adapter Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter: • Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard • • Pasang sekerup penahan card ke casing Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

24

10).

Penyelessaian Akhir • • • • • Pasang penutup casing dengan menggeser Sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding. Pasang konektor monitor ke port video card. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse). • Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

Gambar 3.9 “I/O Device” 11). Pengujian Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan • • program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut: Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan

25

speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep. • Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. tekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS. • Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence. • • Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS. Dan CPU pun sudah selesai terakit dan siap melakukan proses penginstallan system operasi. 3.2 Penginstallasian System Operasi Setelah CPU untuk server telah terakit utuh, maka langkah kedua adalah pemberian system Operasi (disini saya gunakan Windows XP Professional). Adapun yang harus diperhatikan dalam menginstal windows xp : 1) Siapkan Cd Instal Windows XP yang bootable (cd windows xp yang bisa booting/bootable). Dan dalam hal ini saya lebih menggunakan XP Professional .(Ingat dan catat serial numbernya). 2) Yang pasti computer anda ada cd roomnya 3) Backup data/documents apa saja yang menurut anda penting yang ada didalam drive C ke drive lainnya misal ke drive D. Karena semua data/program yang ada didalam drive C semuanya akan hilang, kecuali anda merepair/memperbaiki maka data/program yang ada di drive C tidak akan hilang 4). Siapkan Cd driver yang dibutuhkan oleh computer anda, driver motherboat, sound, dan driver VGA card seperti

26

Proses Instalasi : 1) 2) 3) Masukan CD installer Windows XP kedalam CD room anda. Restar computer. Pilih booting awal ke CD room Untuk mengganti booting awal ke cd room anda bisa masuk ke bios dengan cara restart computer lalu tunggu tulisan Pres Del to enter setup, dan anda harus menekan tombol Del yang ada di keyboard. Otomatis tampilan layar monitor akan menuju bios biasanya warna biru, kemudian anda cari sub menu yang memanagement booting (biasanya sub menu advance bios featureboot sequence). Jika Motherboat anda keluaran terbaru untuk mengganti booting awal ke cd room anda cukup menekan tombol F8 atau F10 atau F11, tentunya setelah anda restart. 4) Setelah proses booting berhasil kemudian ada tulisan pres any key to boot from cd, maka anda harus menekan salah satu tombol di keyboard anda (misal tekan enter), setelah itu layar computer otomatis menjadi warna biru. 5) Anda akan berada pada layar window setup (tulisan window setup berada dipojok kiri atas), tunggu 6) kemudian muncul layar window xp proses setup (tulisan ini juga berada pada pojok kiri atas).dilayar ini anda akan dihadapkan pada pilihan seperti : To setup window xp press ENTER To repair winows xp installing using recovery……, press R To quit setup……… press F3 Pada pilihan-pilihan tersebut anda pilih pilihan yang teratas yaitu anda tekan ENTER 7) Lalu anad dihadapkan pada layar window xp licenci agreement

27

Pada layar ini anda pilih/tekan F8 8) Kemudian anda dihadapkan lagi pada layar window XP process setup, dilayar ini terdapat juga pilihan-pilihan seperti : To repair, press R To continue , press ESC (escape) Pada pilihan-pilihan tersebut anda pilih pilihan yang kedua yaitu anda tekan ESC. 9) Kemudian anda dihadapkan lagi pada pilihan-pilihan, seperti : To setup, press ENTER To create……., Press C To delete……., Press D Pada pilihan-pilihan tersebut anda pilih pilihan yang teratas yaitu anda tekan ENTER 10) Kemudian anda juga akan dihadapkan kembali pada pilihan-pilihan, seperti : To Continue, Press C To Select Different….., Press ESC Pada pilihan-pilihan tersebut anda pilih pilihan yang teratas yaitu anda tekan C 11) Lalu ada pilihan-pilihan lagi, seperti : ……….NTFS (Quick) ……….FAT (Quick) ……….NTFS ……….FAT ……….Confert to NTFS/FAT ……….Leave No Change.

28

Pada pilihan-pilihan tersebut terserah anda mau pilih yang mana tetapi dalam hal ini karena pemakaian harddisk yang besar maka kami memilih untu menggunakan NTFS. Jadi pada pilihan tersebut diatas, pilih pilihan ke dua yaitu memakai System NTFS (Quick). Tuliasan Quick berarti saat anda memformat Drive C tersebut Prosesnya Cepat. 12) Kemudian anda dahadapkan lagi pada pilihan-pilihan seperti : To Format, Press F To Select…, Press ESC pada pilihan-pilihan tersebut anda pilih pilihan yang teratas yaitu anda tekan F 13) 14) Lalu tekan ENTER, Anda tunggu Proses tersebut. baru yaitu system meminta Serial Number, Waktu dan Area/Zona (pada saat memilih area/zona pilih GMT+7 yaitu area Jakarta) …..next 16) Tunggu Proses Instalasi proses instalasi tersebut selesai. 18) Setelah proses instalasi selesai, dan Windows XP pun telah terinstall dengan benar. 19) Kemudian anda install Drivernya Motherboardnya, caranya gampang tinggal masukan saja CD Driver bawaan Motherboardnya ikutilah langkah-langkah yang ada untuk tahap berikutnya, karena CD tersebut Auto Play. Sampai Finish dan meminta untuk me-Restar. 20) Dan Komputer pun sudah selesai melakukan tahap installasi system operasi. 17) Pada Saat Komputer Restart anda jangan menekan apa-apa sampai

15) Nanti pada saat kurang lebih pada menit ke 33 akan muncul windows

29

3.3

Pemasangan Perangkat Jaringan 3.3.1 Pemasangan Kabel Jaringan Untuk materi kali ini saya akan fokus pada pembuatan kabel UTP CAT5, karena tipe kabel ini paling populer saat ini. Di bagian bawah Anda juga akan mendapatkan informasi mengenai kabel klasik yang digunakan untuk kabel telepon (CAT1) juga. Sangat penting bagi Anda untuk tahu bagaimana sebenarnya cara tepat untuk membuat koneksi kabel UTP karena inilah bagian dasar jaringan yang akan membantu anda menghindari frustrasi berjam-jam dan pemecahan masalah jika memulai dengan benar. Di sisi lain, jika Anda dihadapkan pada jaringan dengan kabel yang buruk, maka Anda akan dapat menemukan masalah dan memperbaikinya sehingga lebih efisien. 1). Mengetahui setting kabel UTP Ada 2 skema kabel populer yang kebanyakan digunakan saat ini, yakni: T-568A dan T-568B. Satu hal yang membedakan kedua skema ini adalah kode warna pasangan 2 dan 3 akan diposisikan silang. Keduanya bekerja dengan baik, selama Anda tidak mencampuradukkan aturan masingmasing. Ujung kabel UTP dibuat dengan memasangkan konektor dengan bantuan tang UTP dan atau Crimping Tool. Konektor/steker UTP seringkali disebut sebagai “RJ45″, tetapi sebenarnya istilah tersebut ditujukan untuk konektor 8 pin yang dipasangi pinout USOC untuk telepon. Konektor pada ujung kabel disebut sebagai “plug” dan tempat stopkontak/tempat menancapkan plut disebut sebagai “jack.”

30

Gambar 3.13 “Susunan Warna Kabel UTP Cat 5” Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, UTP memiliki 4 pasang kabel yang dibuat saling melilit. sekarang mari kita lihat pasangan kabel terbut untuk melihat kode warna yang mereka miliki: Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar 3.13 di atas, 4 pasangan yang berlabel. Pasangan 2 dan 3 biasa digunakan untuk jaringan 10/100Mbit, sedangkan pasangan 1 dan 4 are tidak dipakai. Dalam Gigabit Ethernet, keempat pasangan ini digunakan. Ethernet umumnya menggunakan jalur 8-kabel konduktor dengan plug dan jack 8-pin. Konektor standar disebut “RJ-45″ mirip seperti konektor RJ-11 standar telepon, cuma agak sedikit lebih lebar karena memuat pin yang lebih banyak. Catatan: Perlu diketahui bahwa skema pengkabelan yang akan kita bicarakan di sini adalah tentang kabel straight. Karena kabel ini untuk pengkoneksian server. Kedelapan-kabel konduktor data berisi 4 pasang kawat. Setiap pasang terdiri dari satu kabel dengan warna penuh dan satu kabel strip putih dari corak warna yang sama. kedua kabel dililitkan bersama. Untuk menjaga ketahanan Ethernet,

31

Anda tidak perlu mengupas lebih dari yang dibutuhkan (cukup sekitar 1 cm). Pasangan yang ditujukan untuk Ethernet 10 dan 100 Mbit adalah Orange dan Hijau. Dua pasangan yang lain, Coklat dan Biru, dapat digunakan untuk jaringan Ethernet kedua atau untuk sambungan telepon. Ada dua standar kabel UTP, yang pertama disebut “T568A” (juga disebut “EIA”) dan “T568B” (juga disebut “AT & T” dan “258A”). Keduanya hanya berbeda dalam urutan kode warna- yakni, penempatan warna apa di pin yang mana, bukan pada sinyal listrik apa pada warna apa. T-568A dianggap menjadi standar instalasi yang baru, sedangkan T-568B merupakan alternatif yang juga banyak digunakan.. T568B juga merupakan standar AT&T. Bahkan, menurut saya sangat sedikit orang yang menggunakan kawat T568A pada jaringan mereka. Informasi ini penting agar sistem pengkabelan tidak tercampur, karena Anda dan peralatan Anda bisa dibuat bingung karenanya 2). Penempatan pin untuk skema T568B Perlu diketahui bahwa nomor pin ganjil selalu berwarna strip putih diikuti warna utama (1,3,5,7). Kabel yang dihubungkan ke Konektor RJ-45 dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 3.11 “Penempatan pin untuk skema T568B”

32

Kode Warna untuk T568B : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Putih-orange (pasangan 2) txdata + Orange (pasangan 2) …….. Txdata – Putih-hijau (Pasangan 3) .. Recvdata + Biru (pasangan 1) Putih-biru (pasangan 1) Hijau (Pasangan 3) ……….. Recvdata – Putih-coklat (pasangan 4) Coklat (pasangan 4) Jack yang ditempelkan pada tembok mungkin

disambungkan dalam urutan yang berbeda karena kabel seringkali dibuat cross-over dalam jack itu sendiri. Jack yang baik biasanya dilengkapi dengan diagram pengkabelan atau setidaknya urutan nomor pin. Perhatikan bahwa pasangan biru berada di tengah-tengah pin; pasangan ini menjelaskan posisi pasangan merah/hijau pasangan yang dapat digunakan untuk saluran telepon biasa dengan konektor RJ-11. (hijau=putih-biru;merah=biru) 3). Penempatan pin untuk skema T568A Spesifikasi T568A membalik posisi kabel berwarna orange dan hijau sehingga pasangan 1 dan 2 berada di 4 pin tengah. (Perlu diketahui bahwa dalam konektor RJ-11 di atas, pasangan 1 dan 2 berada di 4 pin tengah) T568A berjalan:

Gambar 3.12 “Penempatan pin untuk skema T568A”

33

Kode Warna untukT568A 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 4) Putih-hijau (Pasangan 3) .. Recvdata + Hijau (Pasangan 3) ………. Recvdata Putih-orange (pasangan 2) txdata + Biru (pasangan 1) Putih-biru (pasangan 1) Orange (pasangan 2) ……… txdata – Putih-coklat (pasangan 4) Coklat (pasangan 4)

Pengunaan kabel dari penggabungan dua pin type

Gambar 3.13 “perbandingan antara 568A dan 568B” Penggunaan kabel straight yang paling umum adalah sambungan antara PC dan hub/switch. Dalam hal ini PC terhubung langsung ke hub/switch yang otomatis membuat cross-over secara internal dengan menggunakan sirkuit khusus. Dalam kasus penggunaan kabel CAT1, yang biasa digunakan pada saluran telepon, hanya 2 kawat yang digunakan. Koneksi tipe ini tidak memerlukan cross-over khusus karena telepon terhubung langsung ke soket telepon.

34

Gambar 3.14 “Skema Pengiriman Sinyal Kabel UTP Cat-5” Gambar di atas menunjukkan kepada kita standar CAT5 straight yang biasa digunakan untuk menghubungkan PC ke HUB yang dalam hal ini adalah penggunaan dalam server. Anda mungkin sedikit bingung karena anda mungkin beranggapan data TX + dari satu sisi untuk tersambung ke TX + di sisi lainnya, namun bukan begitu cara kerjanya. Bila Anda menghubungkan PC ke HUB, HUB yang akan secara otomatis menyilang kabel Anda dengan sirkuit internal, alhasil Pin 1 dari PC (TX +) dihubungkan ke Pin 1 HUB (yang terhubung ke RX +). Hal ini juga berlaku pada pin yang lain. Jika tidak HUB tidak menyilang posisi pin melalui sirkuit internal (hal ini terjadi jika Anda menggunakan Uplink port pada hub) maka Pin 1 dari PC (TX +) akan terhubung ke Pin 1 HUB (dalam hal ini TX +). Jadi Anda cermati bahwa tidak peduli apapun yang kita lakukan pada port HUB (uplink atau normal), sinyal ditetapkan pada 8 pin pada PC, akan selalu tetap sama, maka setting pin di HUB yang akan berubah sesuai dengan posisi normal atau uplink.

35

5).

Pemasangan kabel UTP pada konektor RJ45 • • Lepaskan selimut luar kabel UTP tanpa merusak empat pasang kabel didalamnya menggunakan climpping tool. Potong dengan rapi keempat pasang kabel sehingga hanya memiliki panjang setengah inci dari potongan selimut luar, agar kabel nantinya dapat terpasang dengan erat pada konektor RJ45. • Buka klip pada konektor RJ45 lalu masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam pin-pin didalamnya sesuai ketentuan tipe pemasangan. • • • Eratkan kabel UTP dan konektor RJ45 dengan menggunakan climpping tool. Dan Terakhir test koneksi kabel menggunakan Lan Tester. Dan akhirnya kabel Straight pun telah jadi yang selanjutnya akan digunakan untuk pengkoneksian jaringan server, ataupun pengesharean kepada client.

3.3.2 Pemasangan Modem

Gambar 3.15 “Skema Pemasangan Modem”

36

Modem adalah sebuah device yang digunakan sebagai penghubung dari sebuah PC atau jaringan ke Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider / ISP). Penggunaan Modem yang akan di bahas kali ini adalah modem jenis ADSL. Modem jenis ini biasanya digunakan oleh ISP Telkomspeedy. Untuk jenis modem ADSL itu sendiri bisa dipilih berdasarkan kebutuhan. Kali ini penulis mengambil contoh ADSL 2+ Gateway with 4 Port Switch Pemasangan modem pada server ini dilakuakan agar adanya pengkoneksian kepada jaringan internet. Setting Modem ADSL Eksternal pada server Berikut adalah langkah yang harus dilakukan untuk memastikan PC Server terhubung ke internet : 1) 2) Buka Internet Explorer anda dan ketikan alamat berikut : 192.168.1.1 (biasanya adalah alamat IP default bagi Modem). Setelah muncul jendela login isikan username: admin Password: admin, atau sesuai dengan user guide yang terdapat pada saat pembelian Modem. 3) Isikan sesuai dengan yang tertera pada gambar berikut, kecuali user name dan password yang masing-masing berbeda sesuai dengan yang didapat dari ISP. 4) Pengisian selanjutnya adalah untuk mengijinkan DHCP Server enable/disable, sebaiknya dipilih Option Enable agar kita tidak direpotkan dengan urusan menyetel satu demi satu IP Client. Karena fasilitas ini mempunyai kemampuan untuk mensetting IP Client secara otomatis. 5) Untuk pengisian Time Zone dilakukan sesuai dengan domisili anda tinggal. Dan untuk time server settingan yang tertera pada gambar adalah settingan yang saya rekomendasikan. 6) Jika kita ingin mengganti modem username & password kita dipersilahkan untuk melalukannya pada option berikut :

37

7)

Status Koneksi kita bisa kita pantau pada tabs status (gambar), sebetulnya alamat IP kita tertera pada bagian bawah layar. Tidak saya tampilkan dengan alasan keamanan. Setelah semua tersetting dengan baik langkah pengujian yang bisa kita lakukan adalah dengan membuka Internet Explorer kita, lalu masuk ke salah satu alamat WEB untuk pengetesan kecepatan bisa dilakukan melalui beberapa situs yang menyediakan layanan pengukuran Bandwith, contoh: http://www.sijiwae.net/speedtest / .

3.3.3

Pemasangan HUB/Switch

Gambar 3.16 “Skema Pemasangan HUB” Hub merupakan alat yang digunakan untuk membagi koneksi internet dari PC server ke PC Client. Pilihan antara Hub / Switch / Router ditentukan oleh kemampuan koneksi yang ingin dihasilkan, dan tentu saja di sesuaikan dengan dana yang tersedia. Pada studi kasus kita kali ini saya akan menggunakan Switch sebagai pembagi koneksi internet kepada client, melalui media kabel straight yang telah dibuat.

38

3.4

Setting Jaringan 3.4.1 Share Internet di Server ini adalah cara share koneksi internet kabel dengan 2 LAN card pada windows XP. Ada 4 langkah : 1). 2). 3). 4). Jaringan default dari kabel ISP Setting windows agar bisa share koneksi Setting IP pada tiap LAN card Hubungkan LAN kedua dan silakan browsing

Jaringan default dari kabel ISP ISP via tv kabel -> cable modem -> LAN card komputer pertama. pastikan internetnya sudah hidup dan sudah bisa browsing. Setting windows agar bisa share koneksi Start -> Programs -> accessories -> Communications -> Network Setup Wizard. Next sampai muncul windows berikut

Gambar 3.17 “Kotak Dialog : Pemilihan Koneksi”

39

Gambar 3.18 “Kotak Dialog : Select Internet Connection” Defaultnya adalah LAN card yang konek ke internet. tinggal next saja sampai selesai. kalau minta di save ke disket di tolak jawab NO dan finish. Pastikan Internet Connection Sharing pada LAN properties pada komputer pertama yang terhubung ke cable modem terpilih. cek “Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection” Setting IP pada tiap LAN card Setting LAN card yang ke internet (komputer 1) – default dari teknisinya. Obtain an iP address automaticaly Obtain DNS Server Address Automatically

Setting LAN card yang menuju Komputer Lain (komputer 1) : IP Address : 192.168.0.5

40

Subnet Mask : 255.255.255.0 Default Gateway : Kosongin aja DNS : Kosongin aja Setting LAN card pada Komputer Lain (komputer 2,3,4,5,dsb): IP Address : 192.168.0.10 Subnet Mask : 255.255.255.0 Default Gateway : 192.168.0.5 Prefered DNS server : Samakan dengan DNS pada LAN card yang konek ke internet Alternate DNS server : Samakan dengan DNS pada LAN card yang konek ke internet Hubungkan LAN kedua dan silakan browsing sambungkan LAN card antara komputer 1 dan komputer 2 dengan menggunakan kabel cross. silakan browsing. tambahan : Bagi yang tidak tahu cara setting IP Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections Klik kanan -> Properties (pada Local Area Connection) pada Tab -> general cari This connection use the following items -> Internet Protocol [TCP/IP] klik properties -> pada tab general pilih obtain an iP address automatically ini setting yang DHCP, untuk yang statik pilih Use this following IP address.

Bagi yang tidak tahu cara liat DNS Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections klik kiri 2x pada LAN card yang konek ke internet pada Tab -> Support ada tombol detail, disana ada yang namanya DNS servers, itulah DNS dynamic yang diberikan oleh ISP anda.

41

Note: Gunakan kabel straight untuk menghubungkan cable modem dan lan card pc1 Ringkasan : 1. 2. 3. 4. Pastikan koneksi internet dari ISP sudah jalan. Share koneksi pada LAN card pertama. (liat pada bagian Setting windows agar bisa share koneksi) Setting IP, subnet mask, gateway dan dns pada tiap LAN card. Selamat internet anda sudah di share.

3.4.2 Mengeshare Jaringan Ke Client Sinkronisasi Setelah hubungan antara PC server dan koneksi internet dapat berjalan lancar langkah selanjutnya adalah sinkronisasi. Agar semua komputer dapat tersinkronisasi secara benar, berikut adalah langkahlangkah yang harus dilakukan : 1) Sinkronisasi Nama Komputer / PC dan Nama Work Group dilakukan dengan cara sebagai berikut : a) Menampilkan Task Control System

Gambar 3.19 “Task Control Panel”

42

b) Pada Tab Computer Name klik Change untuk mengubah nama komputer dan nama WorkGroup. Nama komputer sebaiknya diurutkan sesuai dengan nomor Clientnya untuk memudahkan kita mengingat masing-masing nama komputer, nama masing-masing PC tidak boleh sama. Namun untuk nama Workgroup harus lah dibuat sama untuk semua Client dan juga Server.

Gambar 3.20 “System Properties” c) Setelah nama PC kita ganti langkah selanjutnya adalah mengganti Network ID dengan cara mengeklik Tab Network ID pada task Control System tadi. (i). Pada pertanyaan How Do You Use This Computer pilihlah option This Computer is part of a business network, kemudian Klik Next.

43

Gambar 3.21 “Kotak dialog : Penggunaan Jaringan” (ii) Pada Option selanjutnya pilihlah Network without a Domain.

Gambar 3.22 “Kotak dialog : Memilih Jenis Jaringan” (iii) Selanjutnya isikan nama WorkGroup sesuai dengan nama WorkGorup yang kita isikan pada waktu mengganti nama PC pada langkah (b) tadi.

44

Gambar 3.22 “Kotak dialog: nama WorkGroup” (iv) Selanjutnya Klik Next dan kemudian Finish.

2) Sinkronisasi Waktu / Jam a) Double klik tampilan jam yang ada pada sudut kiri bawah desktop anda. b ) Pilihlah tabs Internet Time => Update Now

Gambar 3.23 “Kotak Dialog : Pemilihan Waktu”

45

c) Tunggu beberapa saat hingga terdapat statement berikut : The time has ben succesfully Synchronized. d) Jika yang tampil adalah statement error, maka ulangi klik Update Now hingga berhasil menyamakan waktu PC anda dengan server Windows. e) Jika Update berhasil, namun jam yang ditampilkan tidak sama, maka kesalahan mungkin terjadi pada Time Zone untuk wilayah WIB wilayah waktunya adalah GMT + 07.00 Bangkok, Hanoi, Jakarta sedangkan untuk WITA adalah GMT+08.00 Perth dan WIT dengan GMT + 09.00 Seoul.

Gambar 3.24 “Kotak Dialog : Pemilihan Wilayah” 3) Internet Connection Sharing (ICS) Sampai dengan tahap ini PC yang terkoneksi keinternet hanyalan PC server saja. Untuk memberikan akses bagi PC client agar mempunyai akses ke internet kita perlu mengaktifkan Internet Connection Sharing yang kita miliki pada PC server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1) Buka Jendela Network Connection yang terdapat pada Control Panel. Lalu klik kanan pada Koneksi aktif kita ke internet => pilih Properties.

46

Gambar 3.25 “ Modem Status & Modem Properties” 2) Pada tabs Advanced aktifkan option Allow other network users to connect through thiscomputer’s Internet Connection. 3) Setelah Koneksi Internet berhasil di sharing maka akan muncul 2 buah macam koneksi. Sebaiknya ganti nama masing-masing koneksi tersebut agar mudah membedakan antarakoneksi yang terhubung ke Modem dengan Koneksi yang terhubung ke Switch dengan cara me-rename masing-masing koneksi tersebut.

Gambar 3.26 “ Lan Connection”

47

4) Jika kita buka properties pada koneksi yang terhubung ke Switch, pada tabs support terdapat alamat IP yang akan menjadi default Gateway bagi PC Client yang akan terhubung melalui PC Server (192.168.0.1).

Gambar 3.27 “Switch Status” Network Setup Langkah-langkah yang kita lakukan tadi hanyalah untuk memberikan izin bagi PC Client agar dapat mengakses Internet. Untuk mengaktifkan Izin tersebut dilakukan dengan cara mensetup Network / Jaringan yang kita miliki. Langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut : 1) Buka Network Setup Wizard yang terdapat pada Control Panel. Lalu lakukan langkah seperti pada gambar. (pastikan Koneksi ke internet dalam keadaan hidup).

48

Gambar 3.28 “Network Setup Wizard1”

Gambar 3.29 “Network Setup Wizard2” 2) Pada pilihan select a Connection Method pilih yang Connect Directly to the Internet. Untuk PC server dan bila melakukan settingan pada PC Client plihlah Option Connect to the internet through a residental gateway.

49

Gambar 3.30 “Kotak Dialog : Select Connection Method” 3) Option Berikut meminta kita menentukan koneksi yang mana yang akan kita gunakan untuk melakukan dial-up ke Internet. Pilihlah koneksi yang tersambung ke Modem. Pilihan ini tidak ada pada saat kita melakukan setting di PC Client.

Gambar 3.31 “Kotak Dialog : Select Internet Connection”

50

4) Isikan Computer Name sesuai dengan nama yang telah kita berikan tadi, lalu isikan Computer Description jika anda inginkan

Gambar 3.32 “Kotak Dialog : Computer Description” 4) Isi Nama Workgroup sesuai dengan nama yang telah kita tentukan sebelumnya.

Gambar 3.33 “Kotak Dialog : Name of Network”

51

6) Pilihlah option Turn On File and Printing Sharing pada task selanjutnya.

Gambar 3.34 “Turn On File & Printer Sharing” 7) Setelah settingan pada jendela log kita anggap benar klik next.

Gambar 3.35 “Kotak Dialog : Apply Network Setting”

52

Gambar 3.36 “Kotak Dialog : Please Wait” 9) Pilih option just finish wizard, lalu klik Next = > Finish. Biasanya PC akan otomatis reboot setelah menyelesaikan prosedur tadi.

53

Gambar 3.37 “Just Finninsh The Wizard”

Gambar 3.38 “Kotak Dialog : Finish” Langkah yang sama kita lakukan pada semua PC Client. Perbedaan cara setting antara PC Server dan PC Client hanyalah terletak pada point 2 dan point 3. Setelah menyelesaikan langkah settingan tersebut pada PC Client lakukanlah pengetesan koneksi dengan cara yang sama dengan PC Server, yaitu mengunjungi alamat situs yang mudah di Loading dan mengetes kecepatan koneksi. Bila koneksi yang ada dirasa terlalu lambat silahkan lakukan pengecekan pada settingan Network tadi apakah ada Option yang salah atau tidak, dan juga lakukan pengecekan pada koneksi perkabelan apakah suda terposisikan dengan baik atau belum. Sampai dengan langkah ini semua PC Client bisa terhubung dengan bebas ke Internet selama PC Server menghidupkan Koneksinya. Untuk membatasi penggunaan pada PC Client ada

54

beberapa pilihan. Yang pertama adalah membuat list user dari Computer Client, user mana yang mempunyai hak untuk mengakses. BAB 4 ANALISIS 4.1 Alat dan bahan 4.1.1 Alat Yang diperlukan 1). Obeng - / Obeng +

Gambar 4.1 “Obeng” 2). Skrup

Gambar 4.2 “Sekrup” 3). Crymping Tool

55

Gambar 4.3 “Crymping tool” 4) Lan Tester 55

Gambar 4.4 “Lan Tester” 5) Keyboard

Gambar 4.5 “Keyboard” 6). Mouse

56

Gambar 4.6 “Mouse” 7). CD Windows XP

Gambar 4.7 “CD Windows XP Professional” 4.1.2 Bahan 1). Mother Board GA P434D-36

Gambar 4.8 “Motherboard GIGABYTE” 2). Processor Quad Core 9550

57

Gambar 4.9 “Processor Core 2 Quad”

58

3).

Memory DDR II 2 GB X 2 GB Kingstone

Gambar 4.10 “Memory DDR II” 4). Hard disk seageate 500 GB

Gambar 4.11 “Harddisk Seageate” 5). VGA Card Geforce 8400 512 MB

Gambar 4.12 “VGA Card”

59

6).

Cashing Englith 500 Watt

Gambar 4.13 “Cashing” 7). DVD-RW LG

Gambar 4.14 “DVD-RW” 8). Monitor LCD 19

Gambar 4.15 “LCD Monitor”

60

9).

Printer Epson T11

Gambar 4.16 “Printer Epson T11” 10). Kabel UTP

Gambar 4.17 “Kabel UTP” 11). Lan Card

Gambar 4.18 “LAN Card”

61

12).

Konektor RJ 45

Gambar 4.19 “RJ 45” 13). HUB

Gambar 4.20 “HUB” 14). Modem

Gambar 4.21 “Modem”

62

15). Sambungan ke Internet

Gambar 4.22 “Sambungan Ke Internet”

4.2

Biaya Yang Diperlukan Tabel 4.1 “Rincian Biaya Pembuatan” SPEK Mother Board GA P434D-36 Processor Quad Core 9550 Memory DDR II 2 GB X 2 GB Kingstone Hard disk seageate 500 GB VGA Card Geforce 8400 512 MB Cashing Enlight EN – 4114 DVD-RW LG Printer Epson T11 Monitor LG Flatron W2252TE 22 inc Switch HUB 16 Port Kabel UTP Cat 5 RJ 45 1 Box Lan Tester Crymping Tools Modem D-Link CD Windows XP Professional (back up) HARGA 1.300.000,2.415.000,600.000,620.000,385.000,1.012.000 275.000,685.000,1.450.000,-

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp. 685.000,Rp. 1.440.000,Rp. 50.000,Rp. 40.000,Rp. 50.000,Rp. 350.000,Rp. 25.000,-

Jumlah :

Rp.11.382.000,-

63

4.3

Analisis Materi Pembuatan Dalam pengerjaan Tugas Akhir ini saya menyimpulkan beberapa analisa dari materi yang ada dan saya pahami, diantaranya sebagai berikut : 1.) Beberapa perbedaan sebuah komputer server, memiliki prosesor dan memory yang cepat, lebih banyak RAM, harddisk lebih besar, lebih reliable, cadangan power supply, cadangan harddisk (RAID), bentuk dan ukuran yang kompak, disain yang modular (seperti blade server), dapat di pasang di rak atau kabinet, mengarahkan konsol serial dll. 2.) Penanganan Masalah Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain: a. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung. b. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/ c. LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung. 3.) Dan kali ini saya menggunakan toplogi Star. Dengan alasan topologi ini cocok dengan kabel, Ethernet dan perangkat jaringan lainnya yang kami gunakan disini. Selain itudibanding dengan topologi mesh, system ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan ang lebih sederhana sehingga system menjadi lebih ekonomis, tetapi beban yang dipikul sentral cukup berat. Dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar. 4.) Client DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan

64

bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri 5.) Dalam kesempatan kali ini kami lebih memilih edisi Windows XP Profesional, karena Windows XP Professional adalah sistem operasi Windows XP yang dibuat khusus untuk komputer desktop yang terhubung ke dalam sebuah jaringan dengan domain yang dikelola oleh Active Directory milik Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. Selain itu, versi ini pun dibilang jauh lebih lengkap fiturnya dari pada Windows XP Home Edition. Ia bisa menjadi sebuah komputer server, meskipun hanya bisa menampung maksimal sepuluh client yang bisa login secara bersamaan 5). Sebagai sistem operasi yang ditujukan untuk pengguna korporasi, tentunya Windows XP telah dilengkapi dengan fitur pengaturan kontrol akses. Fitur tersebut digunakan untuk membatasi akses terhadap siapa saja yang tidak memiliki hak akses terhadap sebuah objek tertentu. Meskipun hal ini bukanlah teknologi baru, karena telah diimplementasikan dalam sistem operasi berbasis UNIX, implementasi fitur ini dalam Windows XP telah diterapkan secara lebih canggih dibandingkan dengan UNIX, mengingat sistem operasi UNIX membatasi akses dengan menggunakan atribut file permission. Sistem operasi sebelumnya, tidak dilengkapi dengan fitur ini. 6.) Ethernet dapat menggunakan topologi jaringan fisik apa saja (bisa berupa topologi bus, topologi ring, topologi star atau topologi mesh) serta jenis kabel yang digunakan (bisa berupa kabel koaksial (bisa berupa Thicknet atau Thinnet), kabel tembaga (kabel UTP atau kabel STP), atau kabel serat optik). Meskipun demikian, topologi star lebih disukai. Secara logis, semua jaringan Ethernet menggunakan topologi bus, sehingga satu node akan menaruh sebuah sinyal di atas bus dan sinyal tersebut akan mengalir ke semua node lainnya yang terhubung ke bus

65

Sayangnya, setiap format frame Ethernet di atas tidak saling cocok/kompatibel satu dengan lainnya, sehingga menyulitkan instalasi jaringan yang bersifat heterogen. Untuk mengatasinya, lakukan konfigurasi terhadap protokol yang digunakan via sistem operasi. 7.) Sekedar informasi, perlu diketahui bahwa perlatan yang siap digunakan pada umunya disetting untuk tipe T568B. 8.) Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur klien/server. Contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien. Sebagai contoh, klien DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri.

66

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Setelah dari awal saya mencoba menjelaskan tahapan-tahapan bagaimana membuat server local di suatu sekolah, akhirnya saya dapatkan kesimpulan dari pembuatan server local sekolah ini, diantara sebagai berikut : 1.) Windows XP atau Windows 5.1 build 2600 adalah sebuah versi sistem operasi Windows yang diluncurkan oleh Microsoft Corporation pada tanggal 25 Oktober 2001 di Amerika Serikat 2.) Backup dapat diartikan sebagai proses membuat salinan data sebagai cadangan saat terjadi kehilangan atau kerusakan data asli. Salinan data yang dibuat disebut dengan “data backup”. 3.) System Restore adalah tool pada Windows XP yang memungkinkan Anda untuk kembali ke komputer Anda sebelumnya negara jika Anda memiliki masalah besar atau tidak. 4.) Jaringan computer adalah sebuah kumpulan computer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan ata bergerak melalui kael-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan computer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhbung dengan jaringan. Tiap computer atau peripheral yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan computer memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. 5.) Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan 65 tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan

66

67

dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan. 6.) Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet. 7.) Kebanyakan orang dalam pemilihan server lebih menekankan pada aspek hardwarenya padahal komponen terpenting dari server tersebut adalah apakah fungsi server nantinya dan aplikasi software atau Sistem Operasi apa yang akan berjalan diatasnya. Dari sana baru kita memilih perangkat Hardware Server yg sesuai .Tentunya pada saat memilih hardwarenya kita juga harus memperhatikan teknologi yang akan dipakai serta antisipasinya antara 2-3 tahun kedepan berkaitan dengan purnajualnya total biaya kepemilikan (TCO). 8.) Pembuatan server di sekolah mempunyai pemanfaat yang sangat banyak diantaranya : • • • Menjalankan Sistem Informasi Sekolah secara terpusat di server. Mail Server utk Intranet. Data sharing terpusat di server. • Pengawasan terhadap client dengan enggunakan software-software yang ada salah atunya seperti Net Support School, yang memungkinkan guru dapat memonitoring sebagai server terpusat segala kegiatan siswanya pada saat mengoprasionalkan computer, serta kelebihan lainnya. 9.) Pembuatan server local sekolah ada 4 tahap mulai dari tahap pertama perakitan servernya, penginstalan system operasi menggunakan Windows XP Professional, Pembuatan kabel Jaringan, pemasangan Modem dan pengisntallannya, dan pembagian koneksi jaringan pada client dengan menggunakan HUB yang pada akhirnya penyettingan jaringan pada Sever, sampai pada pengesharan jaringan tersebut ke Client agar dapat sama-sama mengakses internet.

68

5.2

Saran Setelah saya mencoba untuk mengurai materi tentang “Membangun server lokal sekolah menggunakan system operasi windows XP dan fasilitas Back up dan Restore”. Ada beberapa menurut saya kekurangan dalam pembutan TA ini yang saya jadikan saran dalam pembangunan server lebih baik, diantaranya sebagai berikut : 1. Restore dan recovery adalah proses penting setelah backup. Backup akan menjadi siasia bila proses pengembalian dan perbaikan data sistem sulit dilakukan. Untuk mencapai tujuan ini ada beberapa pendekatan yang harus diperhatikan, yaitu proses backup harus dilakukan dengan aturan yang jelas, hindari membackup dengan sembarangan dengan tidak terstruktur. Selain itu, banyak software yang ada di pasaran (baik gratis maupun berbayar) yang memberikan kemudahan backup data. Dengan software yang sama biasanya proses restore dan recovery data akan lebih mudah dilakukan. Beberapa software backup memiliki fasilitas penjadwalan otomatis proses backup. Fitur ini sangat bermanfaat untuk digunakan karena menjamin proses backup selalu dilakukan dengan teratur. 2. Walaupun dalam hal ini system operasi yang saya gunakan adalah Windows XP Professional yang mempunyai keunggulan sendiri, tetapi sebenarnya dalam pembuatan server sendiri saya lebih menyarankan pembuatan server tesebut menggunakan system operasi untuk server yang ada, salah satu diantaranya adalah Windows Server 2003 yang memang mempunyai fasilitas khusus bagi server. 3. Dan terakhir mungkin segala kekurangan yang terdapat di materi ini saya sangat mohon maaf, tetapi saya berharap dan menyarankan yang terbaik dalam pemanfaatan Tugas Akhir ini. Terima Kasih !

69

DAFTAR PUSTAKA WWW.UNTUKKU.COM/TUTORIAL-UNTUKKU WWW.WIKIPEDIA.ORG WWW.INFOGAPTEK.COM/2009/07/06/MEMBANGUN-JARINGANLOKAL-LAN-BERBASIS-WINDOWS/ /LYNDA-LINDA.BLOGSPOT.COM/INSTALLASI-DAN-KONFIGURASIKOMPONEN/ WWW.AI3.ITB.AC.ID/TUTORIAL/LAN.HTML WWW.W3.ORG/TR/REC-HTML40 WWW.BERITANET.COM WWW.SEARCHGRID.ORG WWW.ID.WIKIPEDIA.ORG/WIKI/SERVER_BASIS_DATA WWW.YUDHA23.BLOGSPOT.COM/2009/01/ALAT-ALATJARINGAN.HTML WWW.BHINEKA.COM/ WWW.TJETJEPRB.WORDPRESS.COM WWW.TAPAKLANGIT.FILES.WORDPRESS.COM WWW.KRISNABLOG.WORDPRESS.COM WWW.OASISNET.FILES.WORDPRESS.COM WWW.SMAPLUSPGRI.SCH.ID http://www.balikomputer.com/gambar/LCD%20Mon%20AOC%2016inch %201619SW.jpg http://gand1lal4.blogspot.com/2009/01/pengertian-server.htm

70

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful