You are on page 1of 18

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN....................................................................................................... 2
LATAR BELAKANG............................................................................................... 2
Maksud dan Tujuan............................................................................................. 2
PESERTA DAN PENGAJAR DIKLAT.........................................................................3
PELAKSANAAN DAN TEMPAT DIKLAT...................................................................3
MATA DIKLAT DAN RINGKASAN MATERI..................................................................4
MATA DIKLAT....................................................................................................... 4
RINGKASAN MATERI............................................................................................ 4
Tinjauan Umum Pemodelan Energi..................................................................4
Konsep Dasar Model Sistem Energi...............................................................10
Konsep Infrastruktur Energi...........................................................................11
Konsep Dasar Teknik Optimisasi....................................................................14
Pengenalan Pemodelan dengan INOSYD.......................................................14
Konsep Dasar Model Ekonomi-Energi (Top-Down)..........................................15
Konsep Dasar Model Energi-Lingkungan........................................................16
Konsep Dasar Sistem Dynamic......................................................................16
PERSYARATAN, METODE, SARANA DAN PRASARANA DIKLAT................................18
Persyaratan...................................................................................................... 18
Metode............................................................................................................. 18
Sarana dan Prasarana Diklat............................................................................ 18
Sarana........................................................................................................... 18
Prasarana...................................................................................................... 18
PENUTUP.............................................................................................................. 19

1

serta analis dampak opsi kebijakan energi. Memahami konsep dasar model energi-lingkungan h. Undang-Undang Dasar 1945 yang bunyinya “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Sedangkan tujuan diklat Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi adalah: a. keterkaitan energi dengan lingkungan dan ekonomi. Pemanfaatan sumber daya alam (energi) di Indonesia diatur dalam pasal 33 ayat 3. Dalam rangka peningkatan Pegawai Negeri Sipil tentang konsep dasar permodelan energi mulai dari energi primer. transportasi energi. Pengenalan permodelan dengan INOSYD f. Memahami konsep dasar sistem dynamic 2 . angin dan fuel ethanol masih belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Memahami konsep dasar model sistem energi c. Memahami konsep dasar teknik optimasi e. Memahami tinjauan umum permodelan energi b.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Energi sangat penting bagi kehidupan manusia. maka Pegawai Negeri Sipil perlu mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi. Penggunaan energi di Indonesia masih didominasi oleh energi minyak bumi. Memahami konsep infrastruktur energi d. konsumsi energi. Maksud dan Tujuan Maksud pelaksanaan diklat Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman aparat dalam hal konsep dasar permodelan energi serta analis dampak opsi kebijakan energi. gas dan batubara yang merupakan energi fosil (non-renewable energy) sedangkan penggunaan energi terbarukan (renewable energy) seperti energi surya. Memahami konsep dasar model ekonomi-energi (top-down) g. konversi. dikarenakan hampir semua kegiatan memerlukan energi.

17 Juni 2014 2. MBT Bpk. MSc PELAKSANAAN DAN TEMPAT DIKLAT 1. Widodo W Purwanto Bpk. Peserta Diklat Peserta diklat Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi adalah para aparatur dibawah unit Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pengajar Diklat Para penyaji materi diklat Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi adalah :     Bpk. 2. Akhmad Widayatno. Kota Depok. Mphil. Margonda Raya. Dr.d. Yoga Wienda Pratama. Azziz Sutrisno. Jawa Barat Telepon : (021) 7778040 .PESERTA DAN PENGAJAR DIKLAT 1. Tempat Hotel Bumi Wiyata 16423 Jl. Prof. (021) 49661749 BAB II MATA DIKLAT DAN RINGKASAN MATERI MATA DIKLAT Mata diklat Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi adalah sebagai berikut : 3 . Pelaksanaan Diklat Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi diselenggarakan tanggal 15 s. MT Bpk.

3. 2. pendingin atau pemanas ruangan semua itu bisa berfungsi jika terdapat aliran listrk. C=kxExT dimana k adalah koefisien.No 1. Energi adalah kemampuan suatu materi untuk melakukan sesuatu. Pengertian energi dan peran energi dalam pengembangan. 6. Mata Diklat Tinjauan Umum Permodelan Energi Konsep Dasar Model Sistem Energi Konsep Infrastruktur Energi Konsep Dasar Teknik Optimasi Pengenalan Permodelan dengan INOSYD Konsep Dasar Model Ekonomi-Energi (Top-Down) Konsep Dasar Model Energi-Lingkungan Konsep Dasar Sistem Dynamic Jumlah Durasi Teori Praktik (menit) 210 210 55 155 105 105 105 105 (menit) 1050 RINGKASAN MATERI Tinjauan Umum Pemodelan Energi Deskripsi Singkat 1. semakin besar penghasilan seseorang maka semakin besar konsumsi energi (lihat gambar 1). Orang-orang tidak membutuhkan energi secara langsung tetapi mereka membutuhkan hasil pelayanan (services) yang bersumber dari energi. Relasi antara kemakmuran 4 . 7. Hasil studi yang dilakukan oleh White membuktikan bahwa tingkat konsumsi energi penduduk berbanding eksponensial dengan tingkat kemakmuran. 8. Aliran listrik tersebut bersumber dari pembakit listrik yang bahan bakarnya batubara. White memodelkan bahwa budaya dan prilaku manusia berbanding lurus dengan kuantitas energi yang dikonsumsi. Energi juga memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi dan sosian suatu bangsa. 5. 4. Semakin tinggi GDP (Gross Domestic Products) per kapita. semakin tinggi HDI (Human Development Index). E = energi dan T adalah teknologi. Sebagai contohnya adalah gedung membutuhkan penerangan.

P = populasi. Relasi antara dampak lingkungan terhadap populasi dan dan penggunaan energi dapat dimodelkan dengan rumus IPAT I= PxAxT dimana I adalah dampak lingkungan. Hal ini mengindikasikan bahwa penduduk di negara-negara berkembang memiliki akses listrik yang lebih terbatas dibandingkan dengan penduduk pada negara maju sehingga kebijakan yang harus lebih diterapkan pada Gambar 1 Relasi antara HDI dan konsumsi listrik negara maju tidak akan cocok diterapkan pada negara berkembang. Indonesia sebaiknya memprioritaskan akses terlebih dahulu sebelum berfokus pada green energy.dan tingkat penggunaan energi dapat dikuantisasi dengan koefisien k sehingga konsumsi energi dapat dimodelkan. Persamaan ini memodelkan bahwa dampak lingkungan emisi karbon tidak semata-semata 5 . Walaupun saat ini negara maju berfokus pada green energy. A = level penggunaan dan T adalah teknologi. Selain itu hasil survey yang dilakukan oleh WEC (world energy forum) menunjukan bahwa semakin besar jumlah penduduk maka semakin kecil konsumsi energi per kapita.

BBM dan BBG yang menipis dibeberapa   daerah Ketahanan energi Aspek sosial dan politik 2. lingkungan dan social. Masalah yang paling sering ditemui pada kebijakan publik adalah:  kurangnya pemahaman teknis karena dominasi politik  kurangnya pengetahuan sebab-akibat  memunculkan masalah baru  ada harga yang harus dikorbankan antara kefektifan dan biaya  sulit diukur hasilnya  terkadang tidak memenuhi unsur keadilan Tujuan dari kebijakan energi adalah untuk membangun pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan ketahanan energi serta meningkatkan kualitas lingkungan. Isu energi nasional dan internasional Isu energi internasional:  Pemanasan global  Kenaikan harga minyak  Akhir dari masa kejayaan minyak  Pembangunan yang berkelanjutan Definisi dari pembangunan berkelanjutan adalah keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi. Setelah mengidentifikasi. Kebijakan public adalah tindakan pemerintah dalam merespon masalah sosial.bergantung pada jumlah pengguna tapi juga pada teknologi yang digunakan yang merupakan fungsi dari pendapatan perkapita. Kebijakan selalu memiliki aspek teknis dan politis. Isu energi nasional:  Tingginya harga minyak  Indonesia sebagai negara importir minyak terbesar dunia  Keterbatasan infrastruktur energi  Suplai listrik. 1. Pengertian kebijakan energi Kebijakan adalah metode aksi yang dipilih dari kondisi tertentu untuk menentukan keputusan dimasa sekarang dan yang akan datang. Kebijakan publik yang baik harus memenuhi keinginan masyarakat. mengevaluasi dan memeriksa beberapa alternatif kebijakan maka 6 .

Model juga harus dapat mengakomodir beberapa faktor secara simultan. Model yang baik buka dibuat untuk kebaikan model itu sendiri tetapi harus dapat menggambarkan kasus-kasus yang terjadi sebenarnya. Oleh karena itu pendekatan top-down sering juga disebut pendekatan ekonomi. Peran dari model energi adalah untuk menganalisis kondisi energi dan memberikan informasi yang mencukupi kepada policy maker. untuk mengorganisir data yang sangat banyak dan membantu membuat kerangka kerja yang tepat dalam menguji hipotesis. Bottom-up model: 7 . 4. variabel input dan parameter. Peran model energi dalam analisis kebijakan Model digunakan untuk menggambarkan masalah yang kompleks dalam bentuk yang dapat dimengerti. Gambar 2 Alat bantu pemerintah dalam membuat kebijakan 3. Tipe dan karakter model energi Top-down model: Model top-down menggunakan pendekatan parameter ekonomi makro seperti ketenagakerjaan.langkah selanjutnya adalah memutuskan kebijakan dengan mengacu pada alat bantu (lihat gambar 2). Pada dasarnya komponen kuantitas model adalah variabel output. bunga dll. modal.

Sementara PE-UI juga mengembangkan model yang lebih adaptif dengan kondisi geografis Indonesia. Target telah ditentukan user sebelum proses perhitungan berlangsung. Tipe model energi berdasarkan mekanisme kerjanya:  Model input-output Model ini adalah model yang paling tua dan sederhana karena sistem kerjanya hanya berdasarkan pada kondisi makro ekonomi.Model bottom-up menggunakan pendekatan parameter teknis seperti efisiensi. LEAP. Hybrid model: Model ini adalah gabungan model top-down dan bottom-up. teknologi. dll. Model optimasi Model optimasi menggunakan teknologi database yang memanfaatkan data yang sangat besar untuk mencari nilai yang optimum dari parameter yang ditentukan. TIMES. yaitu INOSYD. geografis. Inti dari model ini digambarkan dengan sistem teknologi yang digunakan sehingga model ini kaya dengan informasi detail teknologi dan sering disebut juga pendekatan teknik. Model ini mencari nilai optimum dari semua faktor dan mengakomodir tidak hanya faktor ekonomi dan sosial tetapi juga faktor lingkungan secara dinamik. Model ini 8 . neraca masa dan energi. Model ini hanya mensimulasikan kondisi “what-if” sehingga bersifat lebih  prediktif. Model-model yang telah dikenal adalah: RESGEN. MARKAL. logistik. Model yang cukup dikenal adalah NEMS dan SAGE. Model ini mampu mengakomodir beberapa faktor yang mencari berapa nilai yang optimum dari tiap parameter tersebut agar mendapatkan hasil yang optimum. MESAP. Model ini hanya mampu menunjukan transaksi ekonomi sehingga sulit untuk memasukan kondisi  perubahan jika digunakan sebagai model jangka panjang Model simulasi Model ini adalah model yang menggunakan persamaan yang telah ditentukan oleh user sehingga hasilnya sangat bergantung pada keahlian user.

Model Permintaan Energi (Energy Demand Model) .Energy input-Energy output = Energy accumulation .Keterkaitan dengan peraturan/regulasi Lingkungan 4.lebih cenderung bersifat “how-to” daripada model yang  bersifat prediktif. permintaan domestik dan internasional (eksport) . Model Pasokan Energi (Energy Supply Model) 5. Model Lingkungan (Environmental Model) Teknologi menejemen karbon : . Economic dan Social (E3S) Konsep Dasar Model Sistem Energi Deskripsi Singkat 1.Konsumsi Domestik = Produksi Domestik + Import – Export + Stock – Konversi input + Konversi output 2. Environmental. 3.Mereduksi intensitas karbon .Penangkap Karbon 9 .Identifikasi cadangan (sumber) energi .Peningkatan efisiensi . Keseimbangan Energi Keseimbangan energi merupakan konsep dasar untuk menganalisa penggunaan energi.Kemajuan Teknologi .Econometric models : model ini memproyeksikan berdasarkan harga dan faktor pendapatan serta hubungan - keduanya dengan permintaan energi.Permintaan energi. Hubungan Energy. Model Teknologi Energi (Energy Technology Model) Faktor utama dalam pemilihan teknologi energi : . Terdapat beberapa rumus yang berkaiatan dengan keseimbangan energi : . Model kesetimbangan general 5. End-use models : model ini memproyeksikan berdasarkan struktur teknologi dari konsumsi energi dan menghubungkan konsumsi energi sebagai faktor deskripsi dari kegiatan ekonomi di setiap sektor.

6. Perencanaan Infrastrutur dan investasi Infrastruktur dan investasi sangat penting dalam suatu kegiatan pengusahaan energi. pipa gas atau minyak dan lainnya. Berikut beberapa gambar Infrastruktur energi : 10 . Model Optimis (Optimization Model) Konsep Infrastruktur Energi Deskripsi Singkat 1. generator listrik. Infrastruktur yang penting contohnya. tempat peyimpanan (storage). kilang minyak.- Beberapa opsi lain yag diperlukan seperti permintaan pasokan energi. Identifikasi Pasokan dan Permintaan Energi 2.

11 .

tingkat infrastruktur pasokan yang ada. Biaya unit kemudian disesuaikan selama periode proyeksi yang didasarkan pada kurva pengurangan biaya. c. e.3. transportasi dan transformasi dihitung berdasarkan dari proyeksi tren pasokan. Rumus impas pembiayan energi adalah LCOE (Levellzed Cost of Electricity) adalah level impas pembiayaan energi. d. Biaya modal diperkirakan disusun dari supply komponen. Didasarkan pada proyeksi supply-demand energi b. Investasi enegi Langkah-langkah untuk memprediksi kapasitas dan investasi energi: a. 12 . Kebutuhan kapasitas baru untuk produksi. kapasitas dengan biaya ganda untuk menghasilan investasi yang dibutuhkan. Proyek Keuangan (finansial) energi 1.

2. Simulasi emisi Konsep Dasar Model Ekonomi-Energi (Top-Down) Deskripsi singkat 1. Konsep interaksi ekonomi energi adalah konsep keterkaitan ekonomi energi berbasis model akuntansi 2. Pemegang saham terdiri dari pemegang saham milik perorangan dan umum.Hutang . pemegang saham domestik dan asing Konsep Dasar Teknik Optimisasi Deskripsi singkat 1. Simulasi pengembangan infrastruktur dan investasi 3. Dasar Teknik Optimisasi Model energi dengan maksimum teknik dan optimisasi memungkinkan adalah adanya model yang menggambarkan lebih kearah bagaimana cara mencapai tujuan. Konsep pendekatan Top Down 13 . 2.Pemegang saham/ pemilik modal (equity) . Simulasi supply-demand energi nasional 2. Pengenalan Pemodelan dengan INOSYD Deskripsi Singkat Prinsip dasar model INOSYD 1. Proyek keuangan a. Sumber pembiayaan . Pengertian Optimisasi Optimisasi adalah disiplin ilmu matematik yang berkaitan dengan fungsi minimum dan Constrain/Batasan.Rasio Hutang/equity berkisar 35 – 40 % b.

3. energi  dan sosial CGE Model : Model yang mencoba mencari kesetimbangan sistem. 2. Konsep Dasar Model Energi-Lingkungan Deskripsi singkat 1. Green growth berarti mendorong perekonomian dan pembangunan sambil memastikan aspek lingkungan agar tersedia sumber daya dan lingkungan yang baik. Model Akuntansi Model akuntansi yang banyak di gunakan adalah  IO Model : Model yang cukup sederhana untuk melihat secara linier  efek kebijakan. Konsep Pengembangan yang Berkelanjutan 14 . Pertumbuhan ekonomi dan lingkungan selalu berdampingan. SAM Model : Model yang menggambarkan interaksi ekonomi.

Konsep Dasar Sistem Dynamic Deskripsi singkat 1.3. d. Merumuskan dan mensimulasikan Menggunakan software untuk menerjemahkan ke dalam model diagram komputer yang dapat mensimulasikan perilaku bermasalah dari sistem dunia nyata. konsumsi bahan baku. Menguji model Melakukan tes diagnostik dan validasi model e. Pengertian Sistem Dynamic Sistem Dynamic adalah metodologi untuk mempelajari dan menangani masalah-masalah yang dinamis dalam sistem umpan balik (feedback) yang kompleks. Life Cycle Analysis adalah metode dimana energi. 15 . . 2. Mendefinisikan masalah dinamis Menggunakan grafik time series grafik untuk melacak perilaku yang bermasalah. b. Mengembangkan hipotesis dinamis Menggunakan diagram untuk menggambarkan sistem yang menciptakan perilaku bermasalah. berbagai jenis emisi dan faktor penting lainnya yang berkaitan dengan produk tertentu dapat diukur dan dianalisis. Intervensi Kebijakan Melakukan eksperimen dengan model untuk menemukan dan mengevaluasi pilihan-pilihan kebijakan untuk mengelola masalah yang ada dikehidupan nyata. c. Proses Permodelan Sistem Dynamic a.

SARANA DAN PRASARANA DIKLAT Persyaratan Persyaratan peserta diklat Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi adalah sebagai berikut : 1. Aparatur negara yang mendapat penugasan dari instansinya. Presentasi dan pemaparan 2. Ruang makan BAB IV 16 . LCD Projector d. Ruang kelas b. Jaringan Komputer Prasarana Prasarana yang digunakan dalam penyelenggaraan diklat Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi terdiri dari: a. 2. Berbadan sehat & berpakaian rapih selama mengikuti diklat. Papan Tulis c. Ruang ibadah c. Penginapan bagi peserta d. Metode Metode yang digunakan dalam program diklat Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi adalah: 1. METODE. Modul b. Overhead Projector.BAB III PERSYARATAN. Diskusi dan tanya jawab 3. Studi kasus & Praktik mengoperasikan software Sarana dan Prasarana Diklat Sarana Sarana yang digunakan dalam penyelenggaraan diklat Permodelan dan Analisis Kebijakan Energi terdiri dari: a.

PENUTUP Diklat ini dimaksudkan agar aparatur terkait mengetahui macam-macam permodelan energi. 17 . peranan energi dan ketersediaan energi sehingga kita sebagai aparatur pemerintah dapat menganalisa kebijakan energi yang lebih baik lagi.

Lampiran 18 .