You are on page 1of 13

TUGAS ANALISIS ZAT GIZI

ALAT LABORATORIUM DAN SIFAT BAHAN KIMIA

Oleh:
Yuliana Prasetyo Ningsih

(145070301111057/4A2)

PROGRAM STUDI GIZI KESEHATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERITAS BRAWIJAYA MALANG
2016

I.

NAMA DAN FUNGSI ALAT LABORATORIUM SEDERHANA


N

Nama

o
1

Indonesia
Gelas kimia

Nama
Inggris
Beaker

Gambar

Fungsi

Untuk mengukur
volume larutan yang
tidak memerlukan
tingkat ketelitian yang

Erlenmeyer

Erlenmeyer

tinggi
Menampung zat kimia
Media memanasan

cairan
Untuk menyimpan

flasks

dan memanaskan

larutan
Menampung filtrat

hasil penyaringan
Menampung titran
(larutan yang dititrasi)

Gelas ukur

Measuring

cylinsder

pada proses titrasi


Untuk mengukur
volume larutan tidak
memerlukan tingkat
ketelitian yang tinggi
dalam jumlah tertentu

Tabung

Test tube

reaksi

Sebagai tempat untuk


mereaksikan bahan

kimia
Untuk melakukan
reaksi kimia dalam
skala kecil

Buret

Burettes

Digunakan untuk
meneteskan sejumlah
reagen cair dalam
eksperimen yang
memerlukan presisi,
seperti pada

Labu ukur

Flasks

eksperimen titrasi
Untuk membuat
larutan dengan
konsentrasi tertentu
dan mengencerkan
larutan

Pipet ukur

Graduate

Pipette

Untuk mengambil
larutan dalam jumlah
tepat

Pipet

Volumetric

volume

pipette

Cawan petri

Petri dishes

Untuk memindahkan
volume cairan dengan

teliti
Untuk menimbang
atau menambahkan
bahan yang akan

ditimbang
Digunakan sebagai
wadah untuk
penyelidikan tropi dan
juga untuk
mengkultur bakteri,
khamir, spora, atau
biji-bijian

10

Cawan

Porcelain

porselin

bowls

Wadah atau tempat

menghaluskan
Untuk mereaksikan
zat dalam suhu tinggi,
mengabukan kertas
saring, menguraikan
endapan dalam
gravimetric sehingga

11

Mortar dan

Mortar and

alu

pastle

menjadi bentuk stabil


Untuk
menghancurkan dan
mencampurkan
padatan kimia

12

Batang

Stirring bar

pengaduk

Untuk mengaduk
cairan di dalam gelas
kimia

13

Corong

Separatory

pisah

funnel

Memisahkan cairan
dari cairan lain yang
berbeda kelarutannya
seperti pada proses
ekstraksi

14

Corong

Filter flasks

buncher

Untuk menyaring
pada proses

fitervakum
Berguna untuk
menyaring sampel
agar lebih cepat
kering

15

Sudip

Spatula

Untuk mengambil
bahan kimia yang
berbentuk padatan
yang tidak bias
diambil dengan

16

Desikator

Desiccator

tangan
Dipakai untuk

mengaduk larutan
Tempat menyimpan
sampel yang harus

bebas air
Mengeringkan
padatan

17

18

Pembakar

Methylated

spirtus

spirt burner

Kawat kasa

Ware netting

Untuk memanaskan
bahan kimia

Sebagai alas dalam


penyebaran panas
yang berasal dari
suatu pembakar

19

Neraca

Analyst

analisis

balance sheet

Untuk menimbang
padatan kimia

20

Botol

Spray bottle

semprot

Sebagai tempat
menyimpan atau
mengalirkan bahan

21

Statif

Stative

cair
Untuk menegakkan
buret, corong, corong
pisah dan peralatan
gelas lainnya pada

22

Kompor gas

Gas burner

saat digunakan
Untuk memanaskan
bahan

23

Kaki tiga

Tripot iron

Sebagai tungku

24

Rak tabung

Test tube

Menyimpan atau

reaksi

rack

menyusun tabung
reaksi

25

26

Penjepit

Test tube

tabung

holder

Penjepit

Crucible

Untuk menjepit
tabung reaksi

Untuk menjepit
tabung reaksi atau
erlenmeyer

27

28

Piring

Evaporating

porselin

disk

Botol reagen

Reagen

Wadah untuk
penguapan

bottle

Menyimpan larutan
yang sensitif terhadap
cahaya

29

Plat tetes

Test plate

Mereaksikan zat
dalam jumlah sedikit

30

Karet

Filler

pengisap

Untuk menghisap
larutan yang akan dari
botol larutan. Untuk
larutan selain air
sebaiknya digunakan
karet pengisat yang
telah disambungkan

31

32

Indikator

Universal

universal

indicator

Termometer

Thermometer

alkohol 0-

Alkohol 0-

100 C

100 C

pada pipet ukur.


Untuk identifikasi
keasamaan larutan/zat

Untuk mengukur suhu


yang rendah

33

Gelas arloji

Watch glass

Sebagai penutup saat


melakukan
pemanasan terhadap
suatu bahan kimia

Untuk menimbang
bahan-bahan kimia

Untuk mengeringkan
suatu bahan dalam

34

Inkubator

Incubator

desikator
Digunakan untuk
fermentasi dan
menumbuhkan media
pada pengujian secara
mikrobiologi

35

Sikat

Breaker
Brush Test

Membersihkan
peralatan

Tube Brush

II. NAMA DAN SIFAT BAHAN KIMIA YANG DIGUNAKAN UNTUK PRAKTIKUM
A. UJI AFLATOKSIN
1. Metode ELISA
a. Aquades
Aquades memiliki rumus kimia H2O. Aquades merupakan cairan, tidak berbau,
berat molekul 18,02 g/mo, titik didih 100 C, tekanan uap 2,3 kPa. Sifat kimia dari
aquades antara lain tidak dapat terbakar, memiliki pH= 7, merupakan produk
stabil, tidak bersifat korosif, tidak beracun
b. Metanol
Rumus kimia dari metanol adalah CH3OH. Metanol merupakan cairan yang jernih,
tidak berwarna, dan merupakan cairan yang mudah terbakar.
c. H2SO4

Asam sulfat berupa cairan tidak berwarna, kental seperti minyak, mudah larut
dalam air, dan tergolong asam diprotik. Asam sulfat pekat dapat bertindak sebagai
dehidrator. Dehidrator adalah suatu kemampuan menarik air dari suatu senyawa
yang mengandung atom-atom H dan O. Asam sulfat pekat memiliki kemampuan
sebagai oksidator. Titik lelehnya 10,3oC, titik didihnya 338oC, massa molekul
relatifnya 98,08. dan massa jenisnya 1,94. Asam sulfat merupakan asam mineral
yang sangat korosif. Sifat korosif ini disebabkan oleh pembawa sifat asamnya,
yaitu ion H+. selain itu asam sulfta juga bersifat irritant atau dapat menyebabkan
iritasi.
B. UJI KADAR AIR
1. Metode Pengeringan
a. Fosfor pentoksida
Fosfor pentoksida (P4O10) adalah padatan kristalin putih dan dapat tersublimasi,
terbentuk bila fosfor dioksidasi dengan sempurna. Fosfor pentoksida sangat
reaktif pada air, senyawa ini digunakan sebagai bahan pengering.
b. Kalsium klorida
Kalsium klorida (CaCl2) adalah senyawa ionik yang terdiri dari unsur kalsium
(logam alkali tanah) dan klorin. Tidak berbau, tidak berwarna, solusi tidak
beracun. Berlaku sebagai ion khalida yang khas dan padat pada suhu kamar.
Kalsium Klorida cair dapat ditemukan paling sering dalam air laut dan mata air
mineral.
c. Silica gel
Silica gel adalah zat yang terbuat dari silikon silikat yang dikenal karena
kemampuannya menyerap kelembaban. Silica gel umumnya berbentuk bubuk atau
butiran seperti manik-manik yang sering digunakan untuk menyerap kelembaban
pada produk makanan atau barang-barang lain dimana kelembaban berlebih akan
merusak kualitas produk.
2. Metode Oven Vakum
a. H2SO4
Asam sulfat berupa cairan tidak berwarna, kental seperti minyak, mudah larut
dalam air, dan tergolong asam diprotik. Asam sulfat pekat dapat bertindak sebagai
dehidrator. Dehidrator adalah suatu kemampuan menarik air dari suatu senyawa
yang mengandung atom-atom H dan O. Asam sulfat pekat memiliki kemampuan
sebagai oksidator. Titik lelehnya 10,3oC, titik didihnya 338oC, massa molekul
relatifnya 98,08. dan massa jenisnya 1,94. Asam sulfat merupakan asam mineral

yang sangat korosif. Sifat korosif ini disebabkan oleh pembawa sifat asamnya,
yaitu ion H+. selain itu asam sulfta juga bersifat irritant atau dapat menyebabkan
iritasi.
3. Metode Destilasi
a. Toluene
Toluena adalah suatu senyawa tidak berwarna, cairan berbau aromatic yang khas
dimana tidak setajam benzenaToluena dikenal juga sebagai metilbenzena ataupun
fenilmetana yaitu cairan bening tak berwarna yang tak larut dalam air dengan
aroma seperti pengencer cat dan berbau harum seperti benzena.
b. Benzena
Benzena merupakan senyawa yang tidak berwarna. berwujud cair pada suhu ruang
(27C)titik didih benzene 80,1C, titik leleh benzena -5,5C, tidak dapat larut air
tetapi larut dalam pelarut nonpolar. Benzena merupakan cairan yang mudah
terbakar, lebih mudah mengalami reaksi substitusi daripada adisi. Halogenasi.
c. Xylene
Xylene merupakan bahan kimia yangmemiliki rumus C6H4(CH3)2. Nama lain dari
xylene antara lain xylol, dan dimetil benzene. Xylene memiliki berat molekul
106,17 gram/mol dengan komposisi karbon (C) sebesar 90,5% dan hidrogen (H)
9,5%. Xylene memiliki tiga isomer yaitu ortho-xylene, meta-xylene dan paraxylene. Xylene merupakan cairan tidak berwarna yang diproduksi dari minyak
bumi atau aspal cair dan sering digunakan sebagai pelarut dalam industry.
C. UJI PROTEIN
1. Metode Kjedhal
a. Asam sulfat
Asam sulfat berupa cairan tidak berwarna, kental seperti minyak, mudah larut
dalam air, dan tergolong asam diprotik. Asam sulfat pekat dapat bertindak sebagai
dehidrator. Dehidrator adalah suatu kemampuan menarik air dari suatu senyawa
yang mengandung atom-atom H dan O. Asam sulfat pekat memiliki kemampuan
sebagai oksidator. Titik lelehnya 10,3oC, titik didihnya 338oC, massa molekul
relatifnya 98,08. dan massa jenisnya 1,94. Asam sulfat merupakan asam mineral
yang sangat korosif. Sifat korosif ini disebabkan oleh pembawa sifat asamnya,
yaitu ion H+. selain itu asam sulfta juga bersifat irritant atau dapat menyebabkan
iritasi.
b. Air raksa oksida

Raksa (air raksa/merkuri) merupakan unsur logam yang sangat berat. Logam ini
berbentuk cair pada suhu ruangan, mengkilap, berwarna putih keperakan, mudah
menguap pada suhu kamar, dan tidak berbau. Raksa terbentuk secara alami di alam
dan terdapat dalam berbagai bentuk. Dalam bentuk murni raksa dikenal sebagai
logam raksa (Hg (O) atau HgO). Logam raksa sangat beracun karena dapat
menyebabkan kerusakan pada sistem saraf. Keracunan yang dapat membahayakan
oleh raksa dapat terjadi akibat kontak kulit, makanan, minuman, dan pernafasan.
Uap air raksa sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kerusakan otak.
Senyawa air raksa dan logam air raksa dapat mengakibatkan kerusakan susunan
saraf pusat (otak), kerusakan ginjal, kerusakan hati, gangguan mental, kebutaan,
gangguan pada sistem reproduksi (perkembangan janin).
c. Natrium hidroksida
Memiliki rumus kimia NaOH. Sifat fisiknya berbentuk padatan, tidak berbau, berat
molekul 40 g/mol, berwarna putih, titik didih 1388 C. Natrium hidroksida tidak
dapat terbakar, bersifat korosif, higroskopis, reaktif dengan logam, reaktif dengan
oksidator
d. Natrium tiosulfat
Natrium tiosulfat adalah berupa padatan putih dan larut dalam air,sedangkan sifat
kimianya beracun, digunakan sebagai peeaksi, larutan standarsekunder, dan mudah
teroksidasi oleh udara.
e. Asam borat
Berupa Padatan berbentuk kristal, granul atau serbuk berwarna putih, tidak berbau.
Titik peruraian 170-180 C, tekanan uap 2.6 mmHg (pada suhu 20 C), berat jenis
1.435 pada suhu 15C (air = 1), pH 5.1 (larutan 0,6 %), kelarutan Dalam air 6,35
% pada suhu 30 C; larut dalam alkohol panas dan glyserol; agak larut dalam
larutan amonia; mudah larut dalam aseton; sangat sedikit larut dalam eter. Asam
borat mudah menyebabkan iritasi.
f. Asam klorida
Hidrogen klorida( HCl ) mempunyai rumus HCl. Pada suhu kamar, HCl adalah gas
tidak berwarna yang membentuk kabut putih ketika melakukan kontak dengan
kelembaban udara. Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida
(HCl). Asam klorida adalah asam kuat, dan merupakan komponen utama dalam
asam lambung. Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam
klorida harus ditangani dengan tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif.

2. Metode Biuret
a. Na-K-Tartrat
Natrium Kalium Tartarat, yang juga sering disebut sebagai garam Rochelle atau
garam Seigette. Rumus kimia dari garam ini adalah NaKC4H4O6.4H2O dan bobot
molekul sebesar 282.22 gram/mol. Seperti litium amonium tartarat dan lithium
tantalum tartarat, garam ini termasuk dalam kelompok garam tartarat. Garam ini
terkenal mempunyai sifat fero-elektrik pada jangkauan temperatur 255 hingga
296K.
b. NaOH
Memiliki rumus kimia NaOH. Sifat fisiknya berbentuk padatan, tidak berbau, berat
molekul 40 g/mol, berwarna putih, titik didih 1388 C. Natrium hidroksida tidak
dapat terbakar, bersifat korosif, higroskopis, reaktif dengan logam, reaktif dengan
oksidator
c. KI
Mempunyai massa jenis 4,99 g/mol, berwujud cairan berwarna kuning, titik leleh
11,6C, titik didih 84,4C, larut dalam eter, tidak larut dalam air, berupa pelarut
non polar
D. UJI VITAMIN C
a. Aquades
Aquades memiliki rumus kimia H2O. Aquades merupakan cairan, tidak berbau,
berat molekul 18,02 g/mo, titik didih 100 C, tekanan uap 2,3 kPa. Sifat kimia dari
aquades antara lain tidak dapat terbakar, memiliki pH= 7, merupakan produk
stabil, tidak bersifat korosif, tidak beracun
b. Amilum
Amilum atau pati adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air,
berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang
dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk
fotosintesis) dalam jangka panjang.
c. Larutan I2
Iod adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap pada suhu
kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. Iod membentuk senyawa
dengan banyak unsur, tapi tidak sereaktif halogen lainnya, yang kemudian
menggeser iodida. Iod menunjukkan sifat-sifat menyerupai logam. Iod mudah
larut dalam kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida yang kemudian
membentuk larutan berwarna ungu yang indah. Iod hanya sedikit larut dalam air.