You are on page 1of 37

LAPORAN PRAKTIKUM

PRESTASI MESIN

MOTOR BAKAR

Nama

: Barri Karizki

NPM

: 3331132080

Kelompok

:L

Tanggal

: 18 Mei 2016

Asisten

LABORATORIUM PRESTASI MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
CILEGON BANTEN
2016

KATA PENGANTAR
Kompresor adalah mesin untuk memapatkan udara atau gas. Kompresor
udara biasanya menghisap udara dari atmosfer. Namun ada pula yang menghisap
udara atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer. Dalam hal ini
kompresor bekerja sebagai penguat (Booster). Sebaliknya kompresor ada yang
menghisap gas yang bertekanan lebih rendah dari pada tekanan atmosfer. Dalam
hal ini kompresor disebut Pompa Vakum.
Praktikum kompresor torak ini mempunyai tujuan untuk mengetahui
prinsip kerja kompresor torak, dan untuk mencari karakteristik kompresor pada
berbagai kecepatan putaran yang berbeda-beda.
Prinsip kerja kompresor torak terbagi menjadi 4 prinsip utama, yaitu
staging, intercooling, compressor displacement and volumetric efficiency, dan
specific energy consumption. Sedangkan langkah kerjanya ada 3 tahap, yaitu
langkah isap, langkah kompresi, dan langkah keluar. Kesimpulan dari percobaan
ini Karakteristik kompresor pada berbagai kecepatan putaran yang berbeda-beda
berpengaruh pada kapasitas aliran udara di silinder (Qth), semakin cepat
putarannya maka kapasitas aliran d silinder akan semakin besar. Hubungan antara
Kapasitas aliran udara di silinder vs Frekuensi, Semakin besar frekuensi maka
kapasitas aliran udaranya semakin besar. Hubungan Daya masukan vs Frekuensi,
Semakin besar frekuensi maka Daya masukannya semakin besar. Hubungan
Efisiensi adiabatic vs Frekuensi, Semakin besar frekuensi maka efisiensinya
semakin menurun. Hubungan Daya Kompresi vs Frekuensi, Semakin besar
frekuensi maka daya kompresinya cenderung menurun. Hubungan Tekanan di
saluran hisap vs Frekuensi, Semakin besar frekuensi Tekanan di saluran hisapnya
cenderung menurun.

ii

ABSTRAK
Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat,
taufiq serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum
Prestasi Mesin.
Dalam penyusunannya, laporan ini tidak kurang hambatan dan kesulitan yang
dihadapi. Namun, berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, maka laporan
ini dapat diselesaikan. Karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada yang telah memberi dukungan dan membantu dalam
proses penyeleseian laporan ini. Penulis menyadari, dalam laporan ini masih
banyak kesalahan dan kekurangan. Hal ini disebabkan terbatasnya kemampuan,
pengetahuan dan pengalaman yang penulis miliki.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
agar laporan ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar laporan ini
dapat bermanfaat bagi semua pembaca.

Cilegon, Mei 2016

Penulis

iii

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
ABSTRAK......................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ vi
DAFTAR TABEL ............................................................................................. vii
.............................................................................................................................i
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2. Tujuan.................................................................................................... 1
1.3. Rumusan Masalah.................................................................................. 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
2.2.
2.3.
2.4.

Teori Dasar.............................................................................................
Klasifikasi Motor Bakar.........................................................................
Aplikasi Motor Bakar............................................................................
Inovasi Terbaru......................................................................................

BAB III METODELOGI


3.1. Diagram Alir..........................................................................................
3.2. Alat Alat yang Digunakan...................................................................
3.3. Prosedur Percobaan................................................................................
BAB IV PERHITUNGAN
4.1. Perhitungan Data....................................................................................
4.2. Grafik Hasil Perhitungan.......................................................................
4.3. Tabel Hasil Perhitungan.........................................................................
BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan............................................................................................ 27
5.2. Saran ..................................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Blangko Percobaan

DAFTAR GAMBAR
v

Halaman
Gambar 2.3.1 Klasifikasi Kompresor............................................................... 8
Gambar 2.4.1 Kerangka (Frame)...................................................................... 8
Gambar 2.4.2 Poros Engkol (Crank Shaft)....................................................... 9
Gambar 2.4.3 Batang Penghubung (Connecting Rod)...................................... 9
Gambar 2.4.4 Kepala Silang (Cross Head)..................................................... 10
Gambar 2.4.5 Silinder (Cylinder)................................................................... 10
Gambar 2.4.6 Torak (Piston)........................................................................... 11
Gambar 3.1.1 Diagram Alir Percobaan.......................................................... 13
Gambar 3.3.1 Tabung manometer, pressure gauge, switch, amperemeter, inverter
......................................................................................................................... 15
Gambar 3.3.2 Tangki udara............................................................................ 15
Gambar 3.3.3 Katup pembuangan................................................................. 15
Gambar 3.3.4 Katup laju aliran udara............................................................ 16
Gambar 3.3.5 Themometer............................................................................ 16
Gambar 3.3.6 Motor....................................................................................... 16
Gambar 3.3.7 kompresor................................................................................ 16
Gambar 4.2.1 Grafik Kapasitas Aliran Udara di Silinder terhadap Frekuensi 23
Gambar 4.2.2 Grafik Daya Masukan terhadap Frekuensi............................... 24
Gambar 4.2.3 Grafik Efisiensi Adiabatis terhadap Frekuensi......................... 24
Gambar 4.2.4 Grafik Daya Kompresi terhadap Frek uensi........................... 25
Gambar 4.2.5 Grafik Tekanan di Saluran Isap terhadap Frekuensi................ 26

vi

DAFTAR TABEL
vii

Halaman
Tabel 4.2.1 Hasil Percobaan............................................................................ 22
Tabel 4.2.2 Kapasitas Aliran Udara di Silinder terhadap Frekuensi............... 23
Tabel 4.2.3 Daya Masukan terhadap Frekuensi.............................................. 23
Tabel 4.2.4 Efisiensi Adiabatis terhadap Frekuensi........................................ 24
Tabel 4.2.5 Daya Kompresi terhadap Frekuensi............................................. 25
Tabel 4.2.6 Tekanan di Saluran Isap terhadap Frekuensi................................ 25

viii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Praktikum prestasi mesin merupakan bagian dari proses belajar di Program
Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Kegiatan praktikum yang dilakukan sangat menunjang proses belajar yang di
lakukan di kelas. Dengan praktikum ini diharapkan mahasiswa memperoleh
dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan tentang cara kerja motor bakar dan
pengambilan data cara analisanya. Motor bakar adalah mesin atau pesawat
yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik, yaitu
dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi panas, dan
menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik. Energi termal
diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri. Jika ditinjau
dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan bakar),
maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor pembakaran
luar dan motor pembakaran dalam. Pada motor pembakaran luar ini, proses
pembakaran bahan bakar terjadi di luar mesin itu, sehingga untuk
melaksanakan pembakaran digunakan mesin tersendiri. Panas dari hasil
pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah menjadi tenaga gerak, tetapi
terlebih dulu melalui media penghantar, baru kemudian diubah menjadi tenaga
mekanik. Misalnya pada ketel uap dan turbin uap. Sedangkan pada motor
pembakaran dalam, proses pembakaran bahan bakar terjadi di dalam mesin itu
sendiri, sehingga panas dari hasil pembakaran langsung bisa diubah menjadi
tenaga mekanik. Misalnya pada turbin gas, motor bakar torak dan mesin
propulasi pancar gas.
1.2 Tujuan
Dalam praktikum motor bakar ini, tujuan yang akan dicapai antara lain:
1. Mengetahui prinsip kerja dari motor bakar bensin dan diesel
2. Mengetahui seberapa besar pemakaian bahan bakar specific (SFc)

3. Mencari besar efisiensi thermis yang terjadi pada motor bakar


4. Mengetahui istilah-istilah pada engine
1.3 Rumusan Masalah
Pada praktikum ini dirumuskan beberapa permasalahan yang harus dikaji,
antara lain :
1.
2.
3.
4.

Bagaimana prinsip kerja dari motor bakar bensin dan diesel?


Berapa besar pemakaian bahan bakar specific (SFc)?
Berapa nilai efisiensi thermis yang terjadi pada motor bakar?
Apa saja istilah-istilah pada engine?

BAB II
3 PUSTAKA
TINJAUAN

2.1 Teori Dasar

2.2 Prinsip Kerja Kompresor


Mesin kompresor udara memiliki prinsip kerja yang sudah terorganisir
dengan baik. Prinsip kerja kompresor merupakan satu kesatuan yang saling
mendukung, sehingga kompresor dapat bekerja dengan maksimal. Prinsip
kerja dari sebuah kompresor biasanya terbagi menjadi empat prinsip utama,
yaitu:
1. Staging
Selama proses kerja kompresor, suhu dari mesin kompresor
menjadi tinggi dan meningkat sesuai dengan tekanan yang terdapat dalam
kompresor tersebut. Sistim ini lebih dikenal dengan nama polytopic
compression. Jumlah tekanan yang terdapat pada kompresor juga
meningkat seiring dengan peningkatan dari suhu kompresor itu sendiri.
Kompresor mempunyai kemampuan untuk menurunkan suhu tekanan
udara dan meningkatkan efisiensi tekanan udara. Tekanan udara yang
dihasilkan oleh kompresor mampu mengendalikan suhu dari kompresor
untuk melanjutkan proses berikutnya.
2. Intercooling

Pengendali panas, atau yang lebih dikenal dengan intercooler


merupakan salah satu langkah penting dalam proses kompresi udara.
Intercooler mempunyai fungsi untuk mendinginkan tekanan udara yang
terdapat dalam tabung kompresor, sehingga mampu digunakan untuk
keperluan lainya.
Suhu yang dimiliki oleh tekanan udara dalam kompresor ini
biasanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan suhu ruangan, dengan
perbedaan suhu berkisar antara 10Fahrenheit (sekitar -12Celcius) sampai
dengan 15Fahrenheit (sekitar -9Celcius).
3. Compressor Displacement and Volumetric Efficiency
Secara teori, kapasitas kompresor adalah sama dengan jumlah
tekanan udara yang dapat ditampung oleh tabung penyimpanan kompresor.
Kapasitas sesungguhnya dari kompresor dapat mengalami penurunan
kapasitas.
Penurunan ini dapat diakibatkan oleh penurunan tekanan pada intake,
pemanasan dini pada udara yang masuk ke kompresor, kebocoran, dan
ekspansi volume udara. Sedangkan yang dimaksud dengan volumetric
efficiency adalah rasio antara kapasitas kompresor dengan compressor
displacement.

4. Specific Energy Consumption


Yang dimaksud dengan specific energy consumption pada
kompresor adalah tenaga 5yang digunakan oleh kompresor untuk
melakukan kompresi udara dalam setiap unit kapasitas kompresor.
Biasanya specific energy consumption pada kompresor ini dilambangkan
dengan satuan bhp/100 cfm.
2.3 Klasifikasi dan Jenis-jenis Kompresor

Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini kompresor mempunyai


kegunaan yang sangat luas dihampir segala bidang baik di bidang industri,
pertanian, rumah tangga, dsb. Jenis dan ukurannyapun baraneka ragam sesuai
dengan pemakainya.
Klasifikasi kompresor dapat digolong-golongkan atas beberapa, yaitu :
A. Kompresor yang digolongkan atas dasar tekanannya. Kompresor atas
golongan dibagi atas 3, yaitu :
1. Kompresor (pemampat) dipakai untuk jenis yang bertekanan tinggi.
2. Blower (peniup) dipakai untuk bertekanan rendah.
3. Fan (kipas) dipakai untuk yang bertekanan sangat rendah.
B. Atas dasar pemampatannya kompresor dapat dibagi atas 2, yaitu :
1. Jenis Turbo
Jenis turbo menaikan tekanan dan kecepatan gas-gas dengan gaya
sentrifugal yang ditimbulkan oleh impeler atau dengan gaya angkat
(lift) yang ditimbulkan oleh sudu.
2. Jenis Perpindahan
Jenis perpindahan menaikkan tekanan dengan memperkecil atau
memafaatkan volume gas yang dihisap ke dalam silinder atau stator
oleh torak atau sudu. Jenis perpindahan ini dibagi 2 macam, yaitu :
a. Jenis putar (rotary)
Kompresor Ulir Putar (Rotary Screw Compressor)
Lobe
Vane
Liquid Ring
Scroll
Jenis Bolak-balik
6
Kompresor Piston Aksi Tunggal
Kompresor Piston Aksi Ganda
Kompresor Piston Diagfragma
C. Kompresor yang dibagi atas dasar Konstruksinya.
Berdasarkan atas ini dibagi atas berbagai macam, yaitu :
1. Berdasarkan Jumlah Tingkat Kompresi, yaitu: Satu Tingkat, Dua
Tingkat, dan banyak Tingkat.
2. Berdasarkan Langkah Kerja, yaitu: Kerja Tunggal (Single Acting),
Kerja Ganda (Double Acting).

3. Berdasarkan Susunan Silinder, yaitu: Mendatar, Tegak, BentukL,


BentukV, BentukW, Bentuk Bintang, Lawan Berimbang (Balance
Oposed).
4. Berdasarkan Cara Pendingin, yaitu, Pendingin Air, Pendingin Udara.
5. Berdasarkan Transmisi Penggerak, yaitu: Langsung, SabukV, Roda
Gigi.
6. Berdasarkan Penempatannya, yaitu: Permanen (stationery), dapat
dipindahkan (portable).
7. Berdasarkan Cara Pelumasannya, yaitu: Pelumas Minyak, Tanpa
Minyak.
Secara umum kompresor dibagi menjadi dua jenis yaitu dinamik dan
perpindahan positif. dapat dilihat dalam bagan seperti dibawah ini.

Gambar 2.3.1 Klasifikasi Kompresor


2.4 Bagian-bagian Kompresor dan Fungsinya

1. Kerangka (frame)
Fungsi utama adalah untuk mendukung seluruh beban dan berfungsi
juga sebagai tempat kedudukan bantalan, poros engkol, silinder, dan tempat
penampungan minyak pelumas.

Gambar 2.4.1 Kerangka (Frame)


2. Poros engkol (crank shaft)
Berfungsi mengubah gerak berputar (rotasi) menjadi gerak lurus bolak8
balik (translasi).

Gambar 2.4.2 Poros Engkol (Crank Shaft)

3. Batang penghubung (connecting rod)


Berfungsi meneruskan gaya dari poros engkol ke batang torak melalui
kepala silang. Batang penghubung harus kuat dan tahan bengkok sehingga
mampu menahan beban pada saat kompresi.

Gambar 2.4.3 Batang Penghubung (Connecting Rod)


4. Kepala silang (cross head)
Berfungsi meneruskan gaya dari batang penghubung ke batang torak.
Kepala silang dapat meluncur pada bantalan luncurnya.

9
Gambar 2.4.4 Kepala Silang (Cross Head)
5. Silinder (cylinder)
Berfungsi sebagai tempat kedudukan lintasan silinder dan water jacket.

Gambar 2.4.5 Silinder (Cylinder)

6. Lintasan silinder (cylinder liner)


Berfungsi sebagai lintasan gerakan piston torak saat melakukan proses
ekspansi, pemasukan, kompresi, dan pengeluaran.
7. Front and rear cylinder cover
Adalah tutup silinder bagian head end/front cover dan bagian crank
end/rear cover yang berfungsi untuk menahan gas/udara supaya tidak keluar
silinder.
8. Water jacket
Adalah ruangan dalam silinder untuk bersirkulasi air sebagai pendingin.

9. Torak (piston)
Sebagai elemen yang menghandel gas/udara pada proses pemasukan
10
(suction), kompresi (compression) dan pengeluaran (discharge).

Gambar 2.4.6 Torak (Piston)


10. Cincin torak (piston rings)
Berfungsi mengurangi kebocoran gas/udara antara permukaan torak
dengan dinding lintasan silinder.
11. Batang torak (piston rod)
Berfungsi meneruskan gaya dari kepala silang ke torak.
12. Cincin penahan gas (packing rod)
Berfungsi menahan kebocoran gas akibat adanya celah (clearance)
antara bagian yang bergerak (batang torak) dengan bagian yang diam
(silinder). Cincin penahan gas ini terdiri dari beberapa ring segment.
13. Ring oil scraper

Berfungsi untuk mencegah kebocoran minyak pelumas pada frame.


14. Katup kompresor (compressor valve)
Berfungsi untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran gas/udara ke
dalam atau ke luar silinder. Katup ini dapat bekerja membuka dan menutup
sendiri akibat adanya perbedaan tekanan yang terjadi antara bagian dalam
dengan bagian luar silinder.

2.5 Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari


Kompresor merupakan alat yang berguna untuk mengalirkan udara atau
11
gas. Di mana fungsi ini sangat diperlukan
dalam berbagai bidang. Beberapa
aplikasi kompresor antara lain:
A. Pada bidang otomotif
1. Pengkompressian udara untuk dimasukkan dalam reservoir yang akan
digunakan untuk pengisian ban kendaraan.
2. Untuk pengecatan semprot (dyco) pada dinding mobil, kapal laut,
pesawat, dan lain-lain.
3. Sebagai pengering dan pembersih dalam perbengkelan.
B. Pada bidang industri
1. Dalam industri minuman botol di mana udara dalam botol dihampakan
dengan daya isap kompresor.
2. Industri pertambangan gas akan diisap dengan kompressor untuk
ditampung dalam reservoir dan untuk dilanjutkan pada aplikasi
lainnya.
3. Dalam pertambangan juga digunakan dalam pengeboran hidrolik
dengan menggunakan gas yang bertekanan dari kompressor yang
menekan mata bor.
C. Aplikasi lainnya
1. Digunakan dalam sistem pengkondisian udara untuk menaikkan
temperatur dan tekanannya.

2. Digunakan dalam mekanisme turbo charge untuk memperbesar udara


yang masuk ke silinder.
3. Digunakan dalam sistem pembangkitan listrik seperti pada PLTU dan
PLTG.

12

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Diagram Alir Percobaan


Persiapan & Pemeriksaan

Start up Mesin
Alat uji mencapai steady state
Lakukan variasi
Ukur tekanan, temperatur, daya dan
konsumsi bahan bakar tiap variasi rpm
Selesai

Gambar 3.1.1 Diagram Alir

3.2 Alat Alat yang Digunakan


1. Termometer Infrared

Gambar 3.2.1 Termometer Infrared


2. Mesin kijang Innova 2000cc

Gambar 3.2.2 Mesin kijang Innova 2000cc

3. Stopwatch

Gambar 3.2.3 Stopwatch

4. Bensin

Gambar 3.2.4 Bensin


3.3 Prosedur Percobaan

Prosedur menjalankan mesin bensin


Tahapan tahapan yang dilakukan untuk menjalankan ,esin pada
pengujian ini dilakukan sebagai berikut :
1. Cek seluruh peralatan uji apakah sudah tersedia dan terpasang dengan
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

benar serta pastikan bahwa seluruh peralatan tersebut dapat bekerja


Cek bahan bakar tangki sudah terisi pada level yang dibutuhkan
Pastikan air radiator sudah terisi penuh
Cek minyak pelumas sudah terisi pada level yang diijinkan
Menyalakan mesin dengan cara menekan saklar ke posisi II
Tunggu hingga jarum indikator bensin naik lalu tekan tombol starter
Atur kecepatan putaran mesin dengan menekan pedal gas
Menyalakan inverter dengan menekan saklar keposisi yang diinginkan.

Prosedur pengujian mesin sebelum menggunakan exhaust gas


recirculation dengan pembebanan 200 watt
1. Menghidupkan mein selama 5 sampai 10 menit sebagai pemanasan
untuk mencapai kondisi kerja yang diiginkan. Dalam kondisi ini mesin
tidak terbebani sama sekali.
2. Melakukan pembebanan selama 5 menit dengan menyalakan inverter
dan hidupkan lampu sebesar 200 watt lalu cabut aki.
3. Lalu tekan pedal gas untuk menaikkan putaran mesin sampai 1000rpm
.biarkan mesin beroprasi pada beban uji selama 5 menituntuk
memastikan kondisi kerja mesin dalam keadaan stabil pada beban uji
tersebut.
4. Setelah kondisi beban stabil pada 10000rpm dengan beban uji 200
watt kemudian lakukan pengambilan data pengujian arus, tegangan
dan konsumsi bahan bakar.
5. Setelah selesai pengujian, lakukan proses pendinginan yaitu dengan
membiarkan mesin beroprasi tanpa beban selama kurang lebih 5
menit.
6. Lakukan lagkah 1-5 dengan variasi beban 400,600,800 watt pada
putaran mesin 3000rpm.

Prosedur pengujian mesin sebelum menggunakan exhaust gas dan


sesudah recirculation dengan bukaan katup 5% dan 10% setelah
dengan pembebanan 200 watt
1. Menghidupkan mein selama 5 sampai 10 menit sebagai pemanasan
untuk mencapai kondisi kerja yang diiginkan. Dalam kondisi ini mesin
tidak terbebani sama sekali.
2. Melakukan pembebanan selama 5 menit dengan menyalakan inverter
dan hidupkan lampu sebesar 200 watt lalu cabut aki.
3. Lalu buka katup exhaust gas recirculation sebanyak 5% dan 10%
4. Lalu tekan pedal gas untuk menaikkan putaran mesin sampai
3000rpm. Biarkan mesin beroprasi pada beban uji selama 5 menit
untuk memastikan kondisi kerja mesin dalam keadaan stabil pada
beban uji tersebut.
5. Setelah kondisi beban stabil pada 30000rpm dengan beban uji 200
watt kemudian lakukan pengambilan data pengujian arus, tegangan
dan konsumsi bahan bakar.
6. Setelah selesai pengujian, lakukan proses pendinginan yaitu dengan
menutup kembali katup

sistem

exhaust gas

recirculation

membiarkan mesin beroprasi tanpa beban selama kurang lebih 5


menit.
7. Mengukur

kecepatan gas buang pada selang EGR dengan

menggunakan Anemometer
8. Mengukur kecepatan udara masuk pada intake dengan menggunakan
Anemometer.
9. Lakukan lakukan pengujian 1-5 dengan variasi beban 400,600 dan 800
watt.

Prosedur pengambilan data


Pengambilan data dilakukan kondisi kerja mesin pada beban uji telah
stabil pengambilan data dilakukan sebagai berikut :

1. Data jam oprasi mesin,bahan bakar yang digunakan serta pembebanan


yang dilakukan dicatat setiap kalinya sejak mesin mulai beroprasi.
2. Pengambilan data performa mesin dengan bahan bakar premium
menggunakan 4 kali pembebanan 200,400,600 dan 800 watt dengan
variabel putaran mesin yaitu 3000 rpm
Setelah prosedur diatas dilakukan maka langkah selnjutnya adalah
pengambilan data. Data yang diambil pada setiap pengujian adalah sebagai
berikut:
1. Jam pada saat mesin mulai beroprasi
2. Pembebanan
3. Kecepatan (rpm)
4. Konsumsi bahan bakar selama pengukuran (ml)
5. Waktu yang dibutuhkan selama pengukuran konsumsi bahan bakar
(s)

Pengamatan
1.
2.
3.
4.

Mengamati temperatur radiator T1 dan T2


Mengukur konsumsi bahan bakar
Mengamati daya mesin
Melakukan percobaan dengan memberi rpm yang berbeda.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Perhitungan dan Percobaan


1. Menghitung tekanan uap air aktual
Saluran isap
Pv 1= Psw1 =80 101325=81060 Pa

Saluran keluar

Percobaan1: P v2 = P sw2=80 158579,411=126863,528 Pa


Percobaan 2: P v 2= P sw2=80 179263,682=143410,945 Pa
Percobaan 3 : Pv 2= P sw2 =80 199947,953=159958,362 Pa
Percobaan 4 : P v 2= P sw2=80 227526,981=182021,58 Pa
2. Menghitung densitas udara
Saluran isap
P Pv 1 10132581060
a 1= atm
=
=0,2323 kg /m3
R T db
286,9 304

Saluran keluar
Percobaan 1: a 2=

P atm P v 2 101325126863,528
=
=0,292 kg /m3
R T db
286,9 304

Percobaan2: a 2=

P atm P v 2 101325143410,945
=
=0,482 kg /m3
R T db
286,9 304

Percobaan 3 : a 2=

Percobaan4 : a 2=

Patm Pv 2 101325159958,362
=
=0,672 kg /m3
R T db
286,9 304

P atm P v 2 101325182021,58
=
=0,925 kg /m3
R T db
286,9 304

3. Menghitung laju aliran volume di orifice


Dorifice =0,0267 m, Dduct =0,0428 m, Cd=0,632

3,14
A= Dorifice =
0,02672=0,000 559 m2
4
4
=

Dorifice 0,0267
=
=0,624
Dduct 0,0428

Percobaan 1

V =Cd A

2 P
2 100815,4
=0,632. 0,000559
4
4
( 1 )
800 ( 10,624 )
3

0,0060892 m / s
Percobaan 2
2 P
2 100737
V =Cd A
=0,632. 0,000559
4
( 1 )
800 ( 10,624 4 )

0,0060869 m / s
Percobaan 3
2 P
2 100619,4
V =Cd A
=0,632. 0,000559
4
( 1 )
800 ( 10,624 4 )

0,0060833 m3 /s
Percobaan 4
2 P
2 100541
V =Cd A
=0,632. 0,000559
4
( 1 )
800 ( 10,624 4 )

0,0060809 m3 / s
4. Menghitung kapasitas udara di saluran isap
udara=800 kg/m3
Percobaa n 1:Q s=
Percobaan2:Q s=
Percobaan3 :Qs=

m V 800 0,0060892
=
=
=20,9701 m3 / s
a 1 a 1
0,2323

m V 800 0,0060869
3
=
=
=20,9622 m /s
a 1 a 1
0,2323

m V 800 0,0060833
=
=
=20,9498 m3 /s
a 1 a 1
0,2323

Percobaan 4 :Q s=

m V 800 0,0060809
=
=
=20,9415 m3 /s
a 1 a 1
0,2323
18

5. Menghitung tekanan isap absolut


Percobaan 1
f =17 Hz , T db=31 C=30 4 K ,T deliv =31 C=30 4 K

( k1k )

[ ]

T db
Ps=P d
T deliv

Percobaan 2

1,4
(1,41
)=509,6 Pa

[ ]

304
=509,6
304

f =1 9 Hz ,T db=31 C=30 4 K ,T deliv =32 C=305 K

( k1k )

[ ]

T db
Ps=P d
T deliv

1,4
(1,41
)=581,28 Pa

[ ]

304
=588
305

Percobaan 3
f =21 Hz ,T db=31 C=30 4 K ,T deliv =33 C=30 6 K

( k1k )

[ ]

T
Ps=P d db
T deliv

=705,6

(1,41,41 )=689,59 Pa

[ ]
304
306

Percobaan 4
f =23 Hz ,T db=31 C=30 4 K , T deliv =34 C=307 K

( k1k )

[ ]

T db
Ps=P d
T deliv

1,4
( 1,41
)=759,44 Pa

[ ]

304
=786
307

6. Menghitung efisiensi adiabatis overall kompresor


Menghitung daya input
Percobaan 1
f =17 Hz , V motor=220Volt , I motor =2,1 Ampere
N inp =V motor I motor =220 2,1=462 Watt
Percobaan 2
f =19 Hz ,V motor=220 Volt , I motor =2,2 Ampere
N inp =V motor I motor =220 2,2=484 Watt
Percobaan 3
f =21 Hz ,V motor =220 Volt , I motor =2,2 Ampere
N inp =V motor I motor =220 2,2=484 Watt
Percobaan 4
f =23 Hz ,V motor=220 Volt , I motor =2,3 Ampere
19 Watt
N inp =V motor I motor =220 2,3=506

Menghitung daya adiabatis


Percobaan 1
Ps Q s
Pd
k
N ad=

k1 60000
Ps

[ ][

] [( )

( k1
k )
1

] [(

][

1,4
509,6 20,9701
509,6

1,41
60000
509,6

( 1,41
1,4 )
1

0 kW =0 W

Percobaan 2
N ad=

[ ][

] [( )

Ps Q s
Pd
k

k1 60000
Ps

( k1
k )
1

] [(

][

1,4
581,28 20,9622
588

1,41
60000
581,28

( 1,41
1,4 )
1

0,002338 kW =2,338W

Percobaan 3

[ ][

] [( )

Ps Q s
Pd
k
N ad=

k1 60000
Ps

( k1
k )
1

] [(

][

1,4
689,59 20,9498
705,6

1,41
60000
689,59

( 1,41
1,4 )
1

(1,41
1,4 )
1

0,005544 kW =5,544 W

Percobaan 4

[ ][

] [( )

Ps Q s
Pd
k
N ad=

k1 60000
Ps

( k1
k )
1

][

] [(

1,4
759,44 20,9415
786

1,41
60000
759,44

0,00915 kW =9,156 W

Menghitung efisiensi adiabatis overall kompresor


Percobaan 1
N ad
0
ad =
100 =
100 =0
20
N inp
462
Percobaan 2
N ad
2,338
ad =
100 =
100 =0,48
N inp
484
Percobaan 3
N
5,544
ad = ad 100 =
100 =1,145
N inp
484
Percobaan 4

ad =

N ad
9,156
100 =
100 =1,809
N inp
506

7. Menghitung kapasitas aliran udara di silinder


V s=0,629 105 m3
Percobaan 1, f = 17 Hz, n = 503 rpm
Qth =V s n=0,629 105 503=3,163 103 m3 /min
Percobaan 2, f = 19 Hz, n = 540 rpm
Qth =V s n=0,629 105 540=3,396 103 m3 /min
Percobaan 3, f = 21 Hz, n = 603 rpm
Qth =V s n=0,629 105 603=3,792 103 m 3 /min
Percobaan 4, f = 23 Hz, n = 654,8 rpm
Qth =V s n=0,629 105 654,8=4,118 103 m3 /min

21

4.2 Tabel dan Grafik Hasil Perhitungan


Tabel 4.2.1 Hasil Percobaan
Parameter
Pengujian

Pengujian

Satuan

Frekuensi
Tegangan
Putaran
Arus Listrik

Hz
Volt
rpm
Ampere

P2
T2

Pa
C

P1
Tdb/T1
Kelembaban

Pa
C
%

Dduct 3/4''
Dorifice 1/2''
P3
T3
P = P1 - P3
Koefisien ()
Faktor

m
m
Pa
C
Pa

2
Motor Listrik
17
19

21

23

220
540
603
2,2
2,2
Kompresor
158579,411 179263,682 199947,953
31
32
33
Udara
101325
31
80%
Saluran Keluar
0,0428
0,0267
509,6
588
705,6
30,9
30,9
30,7
100815,4
100737
100619,4
0,632
503
2,1

Koreksi Daya

645,8
2,3
227526,981
34

786
30,4
100541

0,85

()

1. Hubungan antara kapasitas aliran udara di silinder terhadap frekuensi


Tabel 4.2.2 Kapasitas Aliran Udara di Silinder terhadap Frekuensi
f (Hz)

3
22 Qth (m /min)

17

0,003163

19

0,003396

21

0,003792

23

0,004118

Grafik Perbandingan Qth VS F


0.01
0
0
Kapasitas Aliran Udara (m3/min)

0
0
0
f (Hz) 17

19

21

23

Frekuensi (Hz)

Gambar 4.2.1 Grafik Kapasitas Aliran Udara di Silinder terhadap Frekuensi


2. Hubungan antara daya masukan terhadap frekuensi
Tabel 4.2.3 Daya Masukan terhadap Frekuensi
f (Hz)

Ninp (Watt)

17

462

19

484

21

484

23

506

23

Grafik Perbandingan Ninp VS F


510
500
490
480

Daya Masukan (Watt) 470


460
450
440

17

19

21

23

Frekuensi (Hz)

Gambar 4.2.2 Grafik Daya Masukan terhadap Frekuensi


3. Hubungan antara efisiensi adiabatis terhadap frekuensi
Tabel 4.2.4 Efisiensi Adiabatis terhadap Frekuensi
f (Hz)
17
19
21
23

ad (%)
0
0,48
1,145
1,809

Grafik Perbandingan ad VS F
2
1.5
Efisiensi Adiabatik Kompresor (%)

1
0.5
0

17

19

21

23

Frekuensi (Hz)

Gambar 4.2.3 Grafik Efisiensi Adiabatis terhadap Frekuensi


4. Hubungan antara daya kompresi terhadap frekuensi
Tabel 4.2.5 Daya Kompresi terhadap Frekuensi
24

f (Hz)

Nad (W)

17

19

2,338

21

5,544

23

9,156

Grafik Perbandingan Nad VS F


25
20
15
Daya Kompresi (W)

10
5
0

17

19

21

Frekuensi (Hz)

Gambar 4.2.4 Grafik Daya Kompresi terhadap Frekuensi


5. Hubungan antara tekanan di saluran isap terhadap frekuensi
Tabel 4.2.6 Tekanan di Saluran Isap terhadap Frekuensi
f (Hz)

Ps (Pa)

17

509,6

19

581,28

21

689,59

23

759,44

25

23

Grafik Perbandingan P1 VS F
800
700
600
500
Tekanan di Saluran Isap (Pa) 400
300
200
100
0

17

19

21

23

Frekuensi (Hz)

Gambar 4.2.5 Grafik Tekanan di Saluran Isap terhadap Frekuensi

BAB V
26

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pada praktikum prestasi mesin dengan modul motor bakar, dapat
disimpulkan bahwa :
1. Besar putaran mesin (rpm) maka nilai torsi semakin kecil
2. Besar putaran mesin mempengaruhi konsumsi bahan bakar
3. Semakin besar putaran mesin nilai konsumsi bahan bakar spesifik
(Sfc) akan menurun
4. Eisiensi yang terjadi saat pengambilan data adalah 100%
5.2 Saran
1. Selalu cek kesiapan mesin atau alat sebelum percobaan dimulai.
2. Keamanan pada alat praktikum sangat diperlukan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
3. Penerangan disaat praktek harus diperhatikan agar keakuratan data yang
diambil bisa maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Team

Asisten

Laboratorium

Prestasi

Mesin.

2016.

Modul

Praktikum

Laboratorium Konversi Energi. Fakultas Teknik Untirta: Cilegon


Satriyo, A. 2013. Kompresor. Universitas Diponogoro : Semarang
Unimus. 2014. Kompresor. Universitas Muhammadiyah Semarang : Semarang
Manurung, BH. 2012. Kompresor. Universitas Sumatera Utara : Medan
Hendarto, Budi. 2010. Komponen Utama Compressor dan Fungsinya.
Sumber: http://maintenance-group.blogspot.co.id/2010/09/komponen-utamacompressor-dan-fungsinya.html ,diakses pada Sabtu 21 Mei 2016
Andria, Rita. 2013. Aplikasi Pompa dan Kompresor.
Sumber: https://www.scribd.com/doc/148683879/Aplikasi-PompaDan-Kompresor ,diakses pada Sabtu 21 Mei 2016

LAMPIRAN