You are on page 1of 1

Komplikasi Luka

1) Hematoma
Hematoma timbul dini akibat kegagalan pengendalian pembuluh darah yang
berdarah dan dapat timbul lanjut pada pasien hipertensi atau cacat koagulasi. Biasanya
hematoma dapat dibiarkan hilang spontan, tetapi hematoma yang meluas
membutuhkan operasi ulang dan pengendalian perdarahan.
2)

Infeksi
Infeksi luka tetap merupakan komplikasi tersering dari tindakan operasi dan
sering mengikuti hematoma luka. Pada 1867, Lister dalam penelitiannya tentang
antiseptic mengatakan bahwa gangrene rumah sakit ikut berperan pada jumlah
kematian antara 20-100%. Gejalanya berupa infeksi termasuk adanya purulent,
peningkatan drainase, nyneri, kemerahan dan bengkak di sekeliling luka, peningkatan
suhu, dan peningkatan jumlah sel darah putih. Dewasa ini, infeksi luka sering tidak
fatal, tetapi dapat menimbulkan cacat. Dua factor penting yang jelas berperan pada
patogenesis infeksi adalah (1) dosis kontaminasi bakteri dan (2) ketahanan pasien.

3)

Dehiscence dan eviscerasi (pasca operasi)


Dehiscence dan eviscerasi adalah komplikasi operasi yang paling serius.
Dehiscence adalah terbukanya lapisan luka parsial atau total. Eviscerasi adalah
keluarnya darah melalui daerah irisan. Dehiscence luka dapat terjadi 4-5 hari setelah
operasi sebelum kollagen meluas di daerah luka. Ketika dehiscence dan eviscerasi
terjadi luka harus segera ditutup dengan balutan steril yang lebar, kompres dengan
normal saline. Klien disiapkan untuk segera dilakukan perbaikan pada daerah luka.

1. Sumber: Sabiston. Buku Ajar Bedah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
1995. p:148-149